[EXOFFI FREELANCE] STORY BOOK’s (Chapter 1)

picsart_12-19-06-31-52

STORY BOOK’s

Chanyeol x Yeri

Gender : Romance, Fantasy, Supernatural

Rating : PG

this is the result of my own work I thought that can be said a little strange and crazy, I beg you appreciate my work and do not plagiarize the work of others, this ff inspired  of some Korean drama so if there are similarities please understandable.

 

♬♩♬♩

 

 

Aku bertemu seseorang yang mengubah hidupku,

 

Tempat yang tidak pernah ada,

 

Suasana yang mengerikan,

 

Musim yang tidak pernah berganti.

 

 Semua itu di mulai saat aku kehilangan semua milikku, ya semuanya.

 

 Semua itu terjadi begitu cepat, bahkan seribu tahun terasa satu tahun bagiku, dunia di mana semua ketidaknyataan berada. Menjadi satu di tempat itu, tidak ada kebahagiaan di dalam hidupku, semua itu mengubahku.

 

Bahkan orang itu.

 

Orang yang sangat kucintai.

 

♬♩♬♩

Chapter 1

 

Namaku Yeri dan aku adalah seorang penulis yang tidak terlalu berbakat, tapi akhir-akhir ini aku tidak menemukan ide yang baik untuk di tulis, jemariku sangat kaku ketika berada di depan komputer, itu membuatku frustasi.

 

Entah kapan penyakit otak membeku ini datang menimpaku, dan kapan akan menghilang.

 

“Hahhh…“

 

Kuputuskan untuk mencari udara segar, aku mengambil jaket berwarna cokelat, yag panjangnya kira-kira sepinggangku- lalu aku pergi melangkah keluar dari rumah sederhana peninggalan nenekku, aku mulai menelusuri jalan sempit, matahari pagi menyambutku dengan sinarnya yang cerah, sangat berbeda dengan suasana hatiku, yang di penuhi awan berkabut.

 

Aku merindukan mereka, aku merindukan Eomma, Appa, Eoni. Aku tinggal sendiri di rumah itu, karena saat aku berumur 5 tahun, kecalakan mobil menimpa mereka, saat itu aku di titipkan di rumah nenek, saat kejadian itu mereka menjemput Eoni yang pulang dari kursus bermain piano. Entah kenapa kedua orang tuaku selalu sayang pada Eoni, berbanding balik denganku, dari kecil aku tumbuh di rumah nenekku yang sangat sederhana, berbeda dengan Eoni  yang hidup penuh dengan kemewahan.

 

Aku hanya menginginkan kasih sayang, tidak lebih, tidak seorang’pun memeberiku kasih sayang, perhatian. Terkecuali nenek, tapi dia sudah pergi jauh dari dunia ini, sekitar lima tahun yang lalu.

 

Aku tidak menyesali hidup ini, bagaimanapun aku sudah diciptakan seperti ini. Aku tidak suka bergaul, karena orang yang di sebut-sebut sebagai Teman atau semacamnya tidaklah ada bagiku, bagiku mereka hanyalah orang yang memberi penderitaan.

 

 

Aku melihat taman kecil dipinggir jalan, taman yang sebagian besar dihuni oleh pasangan beberapanya duduk dengan teman mereka, sepertinya hanya aku yang tidak menggandeng tangan seorangpun, kenyataan itu membuatku tersenyum pahit.

Aku menuju bangku kayu yang kosong, lalu aku duduk di bangku itu, saat aku mendudukinya suara berdecit dari bangku itu terdengar, sepertinya bangkunya terlalu tua untuk di duduki.

Sudah hampir dua jam aku duduk di atas bangku ini. Inspirasi tidak datang juga, oh Tuhan!, tolonglah aku, sial apa yang membuatku menjadi seperti ini, rasanya ingin mencakar diriku sendiri.

Baiklah kuarasa aku perlu tidur dan sedikit makanan, ya sedikit makanan.

 

Aku berjalan menuju Toko tempat biasanya aku membeli kebutuhan. Aku mengambil dua mie instan. Di lemari pendingin masih ada telur pikirku, lalu aku mengambil keripik kentang kesukaanku, setelah membayar semuanya aku keluar dari toko, lalu menuju rumah.

 

Memakan mie instan dan sebutir telur sudah menjadi prioritas bagiku, setelah nenek meninggal tidak ada yang membuatkan makanan, ditambah lagi aku tidak terlalu pintar memasak. Aku menyalakan kompor, lalu menaruh panci berisi air diatas kompor itu, sungguh melelahkan.

 

Kurasa sudah matang, aku mematikan kompor lalu mengangkat panci kecil diatas meja makan mungil.

Astaga di mana sumpit yang kupegang tadi? baiklah sekarang sumpitnya menghilang, kuputuskan untuk mengambil yang baru, aku tidak menemukan satu sumpit’pun di atas rak piring, aku melangkah ke gudang penyimpanan barang-barang, biasanya disana aku akan menemukan apa yang aku cari.

Aku membuka gudang itu, suara pintu berdecit saat aku membukannya, pintu yang sangat tua, aku menyalakan lampu, lampu kuning redup menyala, tidak ada satu jendela pun digudang ini, sungguh aneh.

 

Aku melangkah perlahan, berusaha mencari sumpit, aku terkesyap saat tubuhku merosot terjatuh ke bawah lantai gudang ini, aku memekik keras saat tubuhku menghantam lantai lain, dan mengeluarkan suara berdebum yang sangat keras, lantainya terbuat dari kayu dan wajar jika lantainya sangat rapuh, pikirku.

 

Aku berusaha beradaptasi, ternyata aku berada di ruang bawah tanah, netraku menangkap tempat ini sangat berdebu penuh dengan sarang laba-laba ini menjijikan, tampaknya ruangan ini tempat seseorang bekerja.

 

Ada sebuah meja kerja lengkap dengan kursi, lampu belajar diatasnya, tunggu ada mesin ketik diatas meja itu, aku menghampiri meja itu lalu mengusap-ngusap debu yang tebal diatas tutup mesin ketik itu, nampaknya orang yang menggunakan ruangan ini adalah seorang penulis. Disisi lain juga terdapat beberapa buku, mungkinkah karya sang penulis?.

 

Netraku teralihkan kearah buku-buku yang ada di rak kayu itu, rak kayu itu tampak sangat rapuh, aku melihat-lihat kearah buku-buku itu dan melihat judul bukunya, tampaknya sangat menarik untuk di baca dengan judul cerita-cerita yang fantasy, aku menyukai cerita fantasy.

Kedua netraku menangkap sesuatu yang sangat menarik perhatianku, buku yang terkunci rapat, buku itu terletak dirak kayu bagian paling atas, aku berusaha merihnya, aku berhasil mendapatkannya.

Aku membaca judul ceritanya. “THE LEGEND OF VAMPIRE ”Gumamku mengikuti tulisan yang tertera di bagian depan buku itu.

 

Buku ini seperti di kunci dengan magnet menyatu yang dililit kulit berwarna cokelat menengahi buku ini lalu di pertemukan oleh dua kutub magnet yang menempel erat, aku berusaha membukanya, tapi tidak bisa dibuka. Tapi netraku menangkap secarik kertas lusuh, yang berada di selipan buku terkunci itu, tertera tulisan yang tidak kumengerti sama sekali.

Je rentre dans votre monde ”Guamamku mengikuti tulisan di kertas kecil itu

 

Suara tikus membuatku terkejut, tanpa sengaja aku menjatuhkan buku yang berada di genggamanku tadi, aku sangat terkejut melihat buku itu dengan mudahnya terbuka, hanya karena terjatuh.

 

Aku memamerkan senyum kepuasan karean buku itu terbuka, keanehan mulai muncul, angin bertiup kencang entah dari mana asalnya, buku itu membuka halamannya dengan sendirinya, jantungku terpompa sangat cepat, aku merasakan tubuhku ditarik oleh buku itu, aku tidak berani menerima kenyataan aku tersedot kedalam buku, aku memejamkan mataku, aku tidak berani membuka mataku.

 

Sampai akhirnya suara angin yang bertiup kencang berhenti dengan sendirinya, aku merasa lebih tenang, aku mulai memberanikan diri untuk membuka mataku.

 

Aku terkejut setengah mati saat menemukan aku sudah tidak berada di tempat tadi lagi, aku berada di ruangan gelap yang minim cahaya, hanya ada cahaya matahari yang masuk melalui jendela kecil, dan sinarnya terlalu redup untuk dijadikan penerangan, aku bangun dari tempatku terduduk, lantai kayu yang serat kayunya sangat terlihat, netraku berkeliling menatap dimana aku berada, sebuah kamar bernuansa kuno, ya disinilah aku, di mana ini?, pertanyaan itu terus terbelit dibenakku.

 

Kamar ini sangat megah tetapi bernuansa sangat kuno, ranjang yang bentuknya seperti ranjang para raja-raja yang kutonton di TV, bertutupkan kelambu putih tipis, cat dinding yang berwarna pastel, lampu tidur yang menyala sangat redup.

 

Netraku berhasil menangkap pintu keluar dengan cepat aku berlari kearah pintu itu, tunggu suara tindakan kaki yang berjalan kearah pintu itu, aku harus mencari tempat untuk bersembunyi sebelum aku tertangkap basah, aku bergidik ngeri saat mendengar langkah kaki itu semakin dekat, aku melihat lemari Vintage tepat di samping pintu keluar yang sejajar dengan ranjang, lalu aku berlari kearah lemari berusaha membukanya, sial lemarinya terkunci, aku sangat ketakutan jantungku terpompa tigakali lebih cepat.

 

Aku melihat celah diantara lemari dan tembok, aku memasukan tubuh mungilku kedalam celah diantara lemari dan tembok, aku merasa lega, aku cukup cepat karena tepat saat aku memasukan tubuh ke celah ini, pintu terbuka.

 

Hal itu membuat nafasku tercekat, saat suara langkah kaki itu terdengar sangat dekat, langkah kaki itu mengarah kearah sini, apakah dia mengetahui keberadaanku?, Tuhan bantu aku, pintaku dalam hati.

 

Suara berdecit terdengar tepat di sampingku, rupanya hanya suara lemari yang di buka. Selain itu aku mendengar suara seseorang yang mengendus-ngendus.

 

“Bau Manusia? ”Suara seseorang yang sangat dingin masuk kedalam pendengaranku, tunggu dia mengatakan ada bau manusia, tentu dia makhluk lain, aku berusaha memutar otakku, Oh tidak aku baru masuk dari buku berjudul THE LEGEND OF VAMPIRE, kemungkinan besar aku akan berhadapan dengan Vampire?

 

Suara langkah kaki terdengar kembali, kali ini diiringi dengan endusan-endusan, aku menahan nafas agar dia tidak mengetahui keberadaanku.

 

♬♩♬♩

 

AUTHO’s POV

 

Terlihat Yeri sangat ketakutan Ia memejamkan matanya, saat seorang Vampire mendekatinya, Vampire itu semakin dekat dengannya hanya beberapa langkah lagi Yeri akan tertangkap basah.

 

Ketika hendak melihat kesamping lemari, Vampire muda yang bernama Chanyeol itu dekejutkan dengan suara nampan yang jatuh, rupanya seorang pelayan lalai menjatuhkan darah segar yang hendak di minum Pangeran Vampire ini, Chanyeol terkenal dengan keganasannya, dia tidak segan-segan membunuh pelayan yang menjatuhkan minuman siangnya.

 

Yeri mengembuskan nafas lega karena suara itu berhasil menarik perhatian Vampire itu. Ia ingin melarikan diri dari sini melewati jendela itu saat Chanyeol berurusan dengan pelayan tadi.

 

Ia melangkah berjingkat-jingkat agar tidak terdengar suara langkahnya, ia membukan jendela sepelan mungkin lalu mulai menaiki jedelan yang berukuran sedang, Ia merasakan angin yang menyegarkan, lulu dia meloncat berharap akan menyentuh tanah, Dewa belum berpihak padanya letak kastil Vampire terletak diatas Bukit yang datar, Yeri sangat terkesyap saat kakainya tidak menyentuh tanah, gadis itu meraih pegangan jendela dengan cepat, ya sekarang Ia bergelantungan di sisi kastil Vampire yang sangat besar.

 

Ia berusaha menaiki jendela itu kembali, tapi tangannya terlalu licin dan Ia terlepas dari pegangannya dan terjatuh, Ia mencakar cakar tembok batu berusaha mencari pegangan, Ia berteriak sangat keras, tinggal beberapa mil lagi tubuh gadis itu akan menyentuh tanah.

Seseorang memakai jubah hitam, menyusul tubuh Yeri yang hampir menyentuh tanah, dengan cepat Ia menangkap tubuh Yeri.

♬♩♬♩

 

YERI’s

 

Mungkin sedikit lagi aku akan terjatuh, aku tidak mengira jika hari ini ajalku akan menjemputku, tuhan aku ingin bertemu dengan nenek di surga, ah.. Semoga jasadku tidak akan di mangsa oleh Vampire, pikirku mulai bercampur aduk.

Tubuhku terasa di tiup angin, angin yang mulai membawa hawa dingin kepadaku, sungguh aku sangat ketakutan.

Aku merasakan tanganku di genggam tangan lain yang sangat dingin, kemudian tangan itu menarik tubuhku, dalam sedetik aku sudah berada di dekapannya, seseorang berjubah hitam yang kerahnya dibiarkan menyentuh pipinya, kemeja putuh melengkapi bagian tubuhnya yang sempurna, aku menatap wajahnya. Oh Tuhan!, dia benar-benar tampan, bahkan wajahnya sangat-sangat tampan.

 

Dia membawaku kembali keatas, mengisyaratkan aku untuk masuk melalui matanya yang melirik jendela kayu sedang yang tepat berada di sampingku, aku menurut dan masuk ke dalam jendela, dangan cepat aku berlari kearah pintu keluar, entah kenapa pintu itu terasa sangat jauh.

 

Aku bernafas lega saat aku hampir sampai di pintu keluar, aku memegang ensel pintu, mulai memutarnya lalu mendorongnya, akhirnya pintunya terbuka.

 

Aku terhuyung mundur saat melihat wajah dingin itu sudah berada dihadapanku , matanya menatapku dengan tatapan jahatnya, dia tampak menyeramkan dengan ekspresi yang tidak terbaca, kuakui dia memang sangat tampan dengan jubah panjangnya.

 

Dia melangkah maju otomatis kakiku melangkah mundur, dia melangkah lagi hingga tubuhku menghantam dinding yang dingin, tidak kusangka aku menahan nafasku sedari tadi.

 

“Kau ingin melarikan diri setelah aku menyelamatkanmu? ”Ini kali keduanya aku mendengar suaranya, wajahnya tetep dingin, tidak berubah sedikitpun.

“A-aku h-hanya ingi- ”pabo kenapa aku tergagap, aku berdeham beberapa kali, berusaha mencairkan suasana yang awkward .

“Aku sangat haus ”Ujarnya. Dia melirik leherku, aku menelan ludah diam-diam, membayangkan jika dia menggigit leherku membuat bulu kudukku berdiri, bahakan membayangkan ini aku tidak pernah.

“A-apa Maksudmu? ”Kataku dengan nada tergagap lagi, kuakui bahwa aku sudah mengerti maksudnya.

 

“Kau tau? Seorang pelayan baru saja menumpahkan minumanku, tidak kusangka seroang manusia datang ke perangkap musuh ”Sahutnya dengan senyuman sinis. Suaranya benar-benar membuatku takut. Suara itu, Sangat familiar dirunguku entah siapa yang memiliki suara seperti itu.

“Jadi kau sudah bersiap? ”Lanjutnya, lalu wajahnya mendekat kebagian leherku.

Aku merasa perutku sakit seperti di tusuk-tusuk jarum kecil, aku sangat ketakutan, nafasku tercekat, jantungku terpompa lebih cepat, dan aku tidak bisa bergerak seolah-olah aku telah di sihir oleh Vampire. Dia semakin mendekat tanpa kusadari dia sudah membuka mulutnya hendak menggigit leherku.

Sekarang aku bisa mendengar dan merasakan deru nafasnya yang tenang, aku tidak beranai membuka mataku seinchi’pun. Sampai akhirnya aku merasakan taringnya yang tajam menyentuh leherku.

Aku tidak bisa mendengar apapun, penglihatanku kabur, gelap semuanya gelap, apakah aku sudah digigit?, aku tidak bisa merasakan apa-apa, Tuhan…

 

To Be Continued

 

 

Hai!. Maaf ya aku post FF tanpa ada Proloug arau Teaser terlebih dahulu, soalnya bingung mau nulis apa :v, tapi di Chapter 1 ini aku udah kasi Deskripsi  singkat tentang si-Yeri dan deskripsi tentang Chanyeol mungkin di lain Chapter. Thanks udah baca!

Ps : jangan lupa kasi kritik dan saran, saran kamu sangat berguna bagi aku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] STORY BOOK’s (Chapter 1)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s