[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife – (Chapter 2)

POSTER PERFECT WIFE(1).jpg

{EXOFFI FREELANCE} (THE PERFECT WIFE) – ( Chapter 2nd )

THE PERFET WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan.

 

Summary :

Kim Eun Ji adalah gadis berusia 22 tahun, yang menghabiskan waktunya untuk selalu belajar dan bekerja. Namun ia tidak menyangka akan menjadi seorang ibu bagi empat pria.

Chapter 2nd

“Kau baik – baik saja, Yeri ?” tanya Eun ji sambil menatap wajah adiknya.

“Aku baik – baik saja, hanya aku susah untuk berdiri” sahut Yeri.

“Lututmu berdarah, naiklah kepunggungku aku akan menggendongmu” ucap Eun ji

“Apa yang kau lakukan eonnie, sudahlah aku bisa berjalan sendiri” balas Yeri

“ Yeri, aku adalah eonnie mu. Dan jangan pernah untuk menolak bantuanku, sudahlah naik saja kepunggungku” ucap Eun ji sambil menurunkan pundaknya. Lalu segerahlah Yeri menaiki punggung kakaknya.

Melihat sikap Eun ji yang begitu perhatian terhadap adiknya. Pria itu baru menyadari jika ia tidak bisa menjadi seorang kakak yang baik untuk adik – adiknya. Namun disisi lain Chanyeol akhirnya menemukan cara untuk membuat ketiga adiknya bisa mempercayainya kembali.

 

_*_

 

 

“Tolong kau antarkan kue ini, dan ini alamatnya” ucap Bibi sambil memberikan kertas alamat kepada Eun ji.

“Tentu, tapi sepertinya alamat ini bukanlah alamat rumah” balas Eun ji heran

“Iya, itu adalah alamat tempat Cafe” jawab Bibi

“Baiklah, aku akan mengangtarkannya” Lalu pergilah Eun ji mengantarkan kue tersebut.

Sesampainya disana, terlihat sebuah Cafe yang sangat besar. Tanpa pikir panjang gadis itu langsung masuk kedalam tempat tersebut. Namun anehnya didalam Cafe itu tidak ada satupun pembeli, hanya saja nampak seorang pria berjaket hitam dan memakai topi yang tengah berdiri di meja pesanan sambil mengaduk – ngaduk secangkir kopi. Karena merasa penasaran Eun ji menghampiri pria itu, “Permisi tuan. Apakah kau yang memesan kue ?” tanya Eun ji yang tepat berdiri dihadapan pria itu. Namun orang itu hanya diam saja dan tidak berkata apapun.

“Apakah kau tidak bisa bicara ?. Baiklah aku akan segera pergi saja” gadis itu langsung membalikan tubuhnya, namun tiba – tiba saja pria itu memanggilnya.

“Wait !, aku yang memesan kue itu tolong letakan diatas meja” sahut pria tersebut

“Baiklah” balas Eun ji yang langsung meletakan kue itu. “Sekarang aku minta bayaran ku” lanjutnya.

“I will give the money, if you want to marry with me” ucap pria itu tiba – tiba.

“Apa yang kau katakan ?. Aku saja tidak mengenalmu” sahut Eun ji heran

“Aku yakin kau pasti mengenalku” balas pria itu sambil membuka topinya. Tak disangka pria tersebut adalah Chanyeol. “Kau !” terkejut Eun ji.

“Apa sekarang kau yakin tidak mengenalku ?” tanya Chanyeol sambil tersenyum kecil.

“Aku mengenalmu, kau pria yang sering mengangguku kan ? “ sahut Eun ji yang mulai berkeringat dingin.

“Baiklah maafkan aku, sekarang ini aku sedang membutuhkanmu”

“Aku tidak mengerti, sudahlah cepat bayar !” gadis itu berkata sambil memukul meja pesanan tersebut.

“Baiklah aku akan membayarnya, tapi jika kau ingin menikah denganku” Chanyeol terus saja menatap wajah gadis itu.

“Are you crazy, atau jangan – jangan ini adalah bagian dari permainanmu itu” sekali lagi Eun ji memukul meja pesanan tersebut dengan sangat kencang.

Brukk !!

“Ini bukanlah sebuah permainan, aku serius ingin menikah denganmu”

“Aku tidak mungkin menikan denganmu, lagipula kita tidak saling kenal dan aku juga tidak menyukaimu. Dan jika kau tidak ingin membayar kue itu, aku akan segera pergi” saat itu juga Eun ji langsung pergi dari dalam Cafe tersebut.

Melihat Eun ji yang berjalan semakin menjauh, Chanyeol segera berlari mengejar gadis itu lalu menarik tangannya. “Tunggu !!” ucap Chanyeol sambil menarik tangan gadis itu.

“Lepaskan tanganku” sahut Eun ji yang langsung menarik kembali tangannya dari genggaman pria itu. Mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih yang tengah bertengkar, namun hal yang tidak terduga terjadi.

“ Eun ji. Aku menyukaimu” ucap Chanyeol tiba – tiba

“What ?” terkejut Eun ji

“Aku menyukaimu semejak kita bertemu hari ini” lanjut Peter sambil memandang wajah gadis itu.

“Aku yakin kau pasti sudah tidak waras, cepatlah pergi kedokter “ balas Eun ji yang langsung berjalan perlahan meninggalkan pria itu.

“Eun Ji. I love you !” teriak Chanyeol

“Hei, what did you say ?. Stop it !“ gadis itu berjalan kembali menuju Chanyeol

“Eun Ji, aku sangat menyukaimu tolong terimalah lamaranku” ucap Chanyeol sambil menatap wajah Eun ji.

“Hentikan, kau bisa mengundang banyak perhatian orang” balas Eun ji

“Kalau kau tidak menerimaku, aku akan terus berteriak dan berkata bahwa aku menyukaimu” balas Chanyeol

“Sudahalah cukup, kalau kau hanya bersandiwara untuk menjebakku tolong jangan lakukan itu” sahut Eun ji yang terlihat marah

“Aku tidak bersandiwara padamu, aku benar – benar ingin menikah denganmu”. ketika mendengar kata – kata itu tiba – tiba persaan Eun ji menjadi berubah.

“Sebenarnya apa yang kau inginkan ?, aku tau bahwa kau tidak menyukaiku dan kau hanya bersandiwara. Tapi jika aku bisa membantumu aku akan mencobanya” balas Eun ji.

“Kau sudah mengetahui maksudku, aku butuh bantuanmu. Bisakah kau membantuku membuat adikku percaya padaku” ucap Chanyeol

“Are you really – really crazy, eoh ?” balas Eun ji

“Sulit untuk dijelaskan padamu tentang hal ini, tapi aku benar – benar butuh sekali bantuanmu. Dan hanya kau yang bisa membantuku” Chanyeol

“Memangnya tidak ada gadis lain yang bisa membantumu selain diriku, eoh ?” tanya Eun ji

“Tidak ada. Itu sebabnya aku memohon dengan sangat kepadamu untuk menikah denganku dan membantuku untuk bisa membuat adikku percaya padaku” jawab Chanyeol

“Memangnya adikmu tidak percaya padamu ?” tanya Eun ji heran

”Mereka tidak bisa terbuka padaku, mereka juga tidak mau mendengarkan perkataanku lagi” sahut Chanyeol

“Kau ini Kakak yang aneh. Tapi masalah ini tidak ada hubungannya dengan pernikahan”

“Baiklah kau hanya perlu menjadi seorang ibu bagi ketiga adikku”

“Menjadi Ibu ?, pftt .. lucu sekali. Memangnya kau tidak bisa mengurus adikmu sendiri ?”

“Aku tidak bisa, lagi pula aku juga akan membatu adikmu, aku akan membiayayai sekolahnya hingga lulus bahkan aku akan menyekolahi dia di Universitas terbaik di Seoul”

“Aku akan memikirkanya, tapi maaf aku harus segera pergi” gadis itu langsung pergi meninggalkan Chanyeol

“Jika kau setuju temui aku diCafe ini” teriak Chanyeol

“Baiklah, tapi jika aku ingat alamat Cafemu” balas Eun ji

 

*_*

 

Sesampainya gadis itu dirumahnya, ia terus memikirkan perkataan Chanyeol. Eun ji tak menyangka lolucon seperti ini akan terjadi dalam hidupnya, namun ia mencoba berpikir positif akan tawaran Chanyeol. “Apa yang sebenarnya terjadi dengannya, mengapa dia ingin aku menikah denganku ?“ tanya Eun ji sendiri.

Tidak lama kemudian Yeri pulang, gadis itu langsung menghampiri eonnienya yang tengah duduk didepan televisi yang tidak menyala.

“Selamat malam eonnie, kenapa kau belum tidur ?” tanya Yeri

“Aku belum mengantuk” sahut Eun ji

“Eonnie, satu hari lagi aku akan pergi ke Busan untuk mengerjakan tugas praktek akhir semester”

“Berapa lama kau akan di Busan ?”

“Sekitar 2 minggu. Tapi aku harus bayar biayanya eonnie”

“Baiklah biar nanti aku yang akan membayar biaya nya. Yang penting kau harus menyelesaikan tugas praktekmu dengan baik”

“Iya eonnie, pasti aku akan mengerjakannya dengan baik”

“Aku akan merindukanmu”

“Iya, aku juga akan merindukanmu” Yeri langsung memeluk kakaknya.

Tak lama setelah itu Yeri masuk kedalam kamarnya, namun disisi lain Eun ji terus memikirkan tentang biaya praktek Yeri dan juga biayakebutuhan hidupnya. Belum lagi ia harus membayar tagihan rumah, listrik dan air. Karena tabunganya sudah mulai habis, akhirnya ia memutuskan untuk mencari pekerjaan lagi. Waktu menunjukkan pukul 10 malam, namun hal itu tidak mematahkan semangat Eun ji. Ia berjalan menelusuri kota Seoul sepanjang malam namun hampir semua tokoh dikota itu tidak membuka lowongan pekerjaan. “Why ? tidak ada pekerjaan bagiku” keluh Eun ji,

Karena tidak ada pilihan lain, ia memutuskan pergi menuju tempat kerjanya. Setelah sampai disana ia langsung menemui menejer Cafe tersebut, Eun ji berniat untuk meminjam uang namun hal itu tidak didukung oleh sang manejer. Eun ji terus memaksanya namun tetap ditolak, karena melihat sikap karyawannya yang tidak sopan . Sang menejer memecatnya, dan menyuruh gadis itu untuk pergi dari cafe nya. Eun ji benar – benar merasa putus asah, entah dimana lagi ia harus mencari uang. Karena merasa lelah gadis itu memilih untuk beristirahat sejenak disalah satu taman dikota tersebut. Eun ji melihat keatas langit, ia tak menyangka hidupnya akan sesusah ini, ia sudah berusaha namun keberuntungan tidak berpihak padanya. Karena tidak ada pilihan lain, gadis itu terpaksa menerima tawaran Chanyeol.

 

Eun ji POV

Segalah sesuatu harus bisa kita hadapi dengan tegar, demi kebahagian adikku, aku rela mengorbankan segalanya. Bahkan jika harus menikah dengan seorang pria yang tidak aku kenal, aku siap menghadapinya. Yang terpenting tindakanku ini bisa membantu orang lain.

Eun ji pov end

 

_*_

 

 

“Akhirnya kau datang juga” ucap Chanyeol sambil tersenyum kecil

“Aku datang kesini untuk mengatakan padamu bahwa aku menerima tawaranmu” balas Eun ji

“Kau yakin ?, apakah kau tidak ingin berpikir lagi ?” tanya Chanyeol

“Aku sudah memikirkannya, tapi jika kau membatalkan tawaranmu juga tidak apa” sahut Eun ji

“Aku hanya bergurau, kau jangan marah” ucap Chanyeol

“Baiklah” balas Eun ji datar

“Sebenarnya walaupun aku tidak menyukaimu tapi aku membutuhkanmu”

“Lalu, kita akan menikah sungguhan ?”

“Tentu saja kita akan menikah sungguhan”

“What !?, kau sudah gila aku kira kita hanya menikah bohong – bohongan saja”

“Tidak, kita akan menikah sungguhan”

“Tapi aku masih sangat muda, dan aku tidak mengerti bagaimana menjadi seorang istri”

“Sudahlah, kau tidak perlu khawatir aku tidak akan berbuat sesuatu padamu”

“Baiklah, tapi kau akan menepati janjimu padaku kalau kau akan membiayai semua keperluan hidupku dan juga adikku”

“Iya aku akan berjanji padamu, lagi pula aku tau kalau besok adikmu akan pergi ke Busan”

“Dari mana kau tau hal itu ?”

“Sangat mudah bagiku untuk mengetahui tentang dirimu dan adikmu, lagi pula aku sudah membayar biaya praktek adikmu”

“Kau sudah tidak waras, tapi terima kasih atas bantuanmu”

“Nde”

Setelah mereka berbincang untuk merencanai hari pernikahan mereka, sebelumnya Eun ji memberitau beberapa perjanjian untuk nya dan pria itu. “Aku tidak ingin satu kamar denganmu, dan kita tidak boleh bergandengan tangan dan minimal jarak diantara kita adalah 1 meter” ucap Eun.

“ Baiklah, tapi aku tidak bisa menjamin jika semua perjanjian itu bisa terpenuhi“ sahut Chanyeol

“Aku tidak mau tau, pokoknya semua perjanjian itu harus terpenuhi” ucap Eun ji

“Baiklah, aku akan mencoba memenuhinya” balas Chanyeol .

“Bagus” sahut Eun ji

“Kim eun ji kita akan menikah dua hari lagi” ucap Chanyeol secara tiba – tiba

“Mwo ?, kenapa cepat sekali ?” tanya Eun ji sambil terkejut .

“Aku sengaja mempercepatnya, sudahlah kau ikuti saja perintahku” ucap Chanyeol. “Dia sangat menyebalkan” guman Eun ji dalam hatinya .

 

Lalu segeralah Eun ji dan Chanyeol mempersiapkan pernikahan mereka, dimulai dari memesan tempat dimana mereka akan melangsungkan pernikahan. Mereka akan mengadakan pernikahannya disalah satu gereja dikota Seoul, disusul oleh pemesanan pakaian pernikahan dan cicin pernikahan disebuah Mall.

“Kau ingin cicin seperti apa ?” tanya Chanyeol

“Aku tidak tau, memangnya aku sudah pernah menikah” sahut Eun ji

“Baiklah, aku saja yang memilihnya” ucap Chanyeol lalu segera memilih cicinnya. Cicin yang mereka beli sangat indah bentuknya dan dihiasi oleh batu permata yang cantik.

“Bagus sekali cicin ini, berapa harganya ?” tanya Eun ji

“Sudahlah kau tidak perlu tau tentang hal itu” sahut Chanyeol “Baiklah” balas datar Eun ji. Lalu segeralah mereka pergi untuk mempersiapkan yang lainnya.

 

_*_

 

“ Aku akan segera menikah”“ucap Chanyeol tiba – tiba pada ketiga adiknya

“ Mwo ???!” terkejut semua adiknya

“ Ada apa dengan kalian , sudahlah tidak perlu terkejut seperti itu” ucap Chanyeol

“Kau akan menikah dengan siapa, hyung ?” tanya Junior yang terlihat penasaran

“Aku akan menikah dengan Kim eun ji” ucap Chanyeol

“Kim eun ji gadis pelayan itu” tanya Sehun

“Nde, gadis yang hampir saja kau ajak kencan” sahut Chanyeol

“Bagaimana bisa kau akan menikah denganya” ucap Sehun

“Karena aku menyukainya, dan dalam waktu 1 hari lagi dia akan menjadi eomma kalian. Yahh .. anggap saja seperti itu “ ucap Chanyeol

“Eomma ?, gadis itu ?” ucap Bam bam

“ Nde” balas Chanyeol

“Lalu dimana kalian akan menikah ?” tanya Sehun

“Mungkin digereja lama kita” sahut Chanyeol

“Mwo ?, kau sudah gila hyung bagaimana mungkin kau bisa menikah dengannya ?” ucap Bam bam

“Tentu saja mungkin” ucap Chanyeol

Melihat wajah ketiga adiknya membuat Chanyeol tertawa kecil , dia tidak menyangka rencananya akan berjalan dengan lancar. Dan segeralah Chanyeol meninggalkan ketiga adiknya diruang tengah sambil menunggu reaksi dari mereka. Ketiga pria itu terus bertanya – bertanya satu sama lain tentang pernikahan kakaknya. “ Sebenarnya, ada apa dengan nya kenapa tiba – tiba hyung ingin segera menikah” tanya Junior.

“Aku juga tidak tau, sudahlah kita lupakan saja hal ini dan kita tunggu kedatangan gadis itu dirumah ini” ucap Bam bam.

“Apakah kau sangat membencinya” ucap Sehun .

“Iya, aku sangat membencinya” sahut Bam bam

“ Tidak baik jika kau sangat membenci seseorang, itu akan berdampak buruk bagimu dan hal yang tidak terduga akan terjadi” ucap Junior

“ Hal itu tidak akan terjadi” ucap Bam bam

“Sudahlah hentikan omong kosong kalian tidak ada gunanya lagi sekarang” ucap Sehun setelah itu ia langsung bergegas pergi menuju kamarnya . “Ada apa dengan dia ?” tanya Jakson .

“Tidak tau, mungkin dia lelah” ucap Bam bam .

Setiba dikamarnya entah kenapa saat mengetahui jika hyungnya akan menikah dengan gadis itu, Sehun merasa tidak rela. “Ada apa denganku kenapa aku terus memikirkan tentang pernikahan itu” ucap Sehun sendiri. Seketika dia terus memikirkan gadis itu, ia tidak menyangka bahwa gadis itu akan menjadi bagian dari keluarganya. Lalu sehun mengambil buku komik milik Eun ji dari atas meja belajarnya. Pria itu terus memperhatikan cover buku komik itu yang bergambarkan seekor keledai berwarna pink, ia seketika tertawa kecil melihat gambar tersebut.

Berbeda dengan Junior, pria imut itu masih belum mempercayai bahwa hyungnya akan segera menikah dengan gadis itu. “Aku sungguh tidak percaya, bahwa aku akan segera melihat hyung menikah dengan gadis itu” ucap Junior. Pria itu terus memukuli kepalanya dengan bantal, dan berharap ini semua hanyalah mimpi baginya.

Kedua pria itu merasakan perasaan yang aneh, tapi tidak dengan Bam bam. Pria ini sedang memikirkan sebuah cara agar gadis itu tidak akan merasa nyaman tinggal bersama mereka.

 

 

_*_

 

 

 

“Joy, kau tau kalau besok aku akan segera menikah” ucap Eun ji tiba – tiba

“Mwo??, apa maksudmu ?” tanya Joy

“Apakah kau mau menjadi pendampinku saat pernikahanku nanti” tanya Eun ji

“Aku masih belum mengerti apa maksudmu ?” sahut Joy

“Kau tau Park Chanyeol, dialah yang akan menikah denganku” ucap Eun ji

“Pftt …, kau pasti bergurau sudahlah kau tidak perlu berbohong padaku” jawab Joy sambil tertawa kecil.

“Aku tidak berbohong, aku mohon bantu aku” ucap Eun ji

“Baiklah, aku akan membantumu meskipun aku masih belum yakin padamu” balas Joy

“Sudahlah percaya saja padaku” ucap Eun ji

“Nde” jawab singkat Joy

Setelah mereka berbincang tentang hal tersebut, dan Eun ji sudah memberitahukan yang sebenarnya pada Joy. Namun Joy yang masih belum yakin dengan perkataan Eun ji, tapi ia tetap akan mendukung keputusan sahabatnya. “Apakah kau bisa membantuku untuk meriasku besok ?” tanya Eun ji

“Of course , why not” sahut Joy

“Tapi aku masih takut, karena mungkin saja pernikahan itu akan dibatalkan” ucap Eun ji

“Sudahlah calm down, semuanya pasti akan berjalan sesuai keinginanmu” balas Joy

“Pernikahan ini bukanlah keinginanku, tapi adalah pekerjaanku” ucap Eun ji

“Kau tidak boleh berkata seperti itu, bagaimana kalu nanti kau tiba – tiba menyukai pria itu. Aku yakin kau pasti akan menarik kata – kata mu tadi” sahut Joy

“Aku tidak akan pernah menyukainya, dan aku juga tidak tau bagaimana menjadi seorang istri, atau munking aku bertemu saja dengan eomma mu dan belajar dengannya menjadi seorang istri” ucap Eun ji.

“Baiklah terserah padamu saja” balas Joy . “Tapi menurutmu siapa saja yang akan hadir dipernikahanmu”

“Aku tidak tau, mungkin tidak banyak orang yang akan menghadirinya” ucap Eun ji

“Lalu apakan tidak akan ada wali keluarga dari Park Chanyeo selain ketiga saudaranya”

“Sepertinya tidak ada”

“Terasa sedikit menjengkelkan”

“Lumayan, tapi aku masih sedih karena nanti sore Yeri akan pergi ke Busan” ucap Eun ji

“Untuk apa kau sedih lagipula Yeri pergi untuk belajar. Tapi apakah dia tau bahwa kau akan menikah ?” tanya Joy

“Dia tidak tau, aku sengaja tidak memberitaunya karena pasti dia tidak akan mengizinkanku” jawab Eun ji

“Lalu berapa lama dia di Busan ?” tanya Joy

“2 minggu” sahut Eun ji

“Lumaya lama, tapi kalau nanti dia tau jika kau sudah menikah bagaimana ?” tanya Joy kembali

“Aku tidak tau, kita lihat saja kedepannya. Aku juga tidak yakin kehidupan rumah tanggaku dengan pria itu akan berjalan lancar” ucap Eun ji

“Jangan bicara seperti itu, yakin saja kau pasti bisa melewati semuanya dengan baik. Yasudalah bagaimana kalau sekarang kita mempersiapkan alat make up nya” ucap Joy

“Nde” sahut Eun ji sambil tersenyum kecil

_

 

Disore hari yang cerah dengan dihiasi langit berwarna orange. Terlihat sosok gadis belia berambut panjang sedang menunggu seseorang didepan rumahnya. Tidak lama menunggu akhirnya orang yang dia tunggu tiba disana.

“Eonnie, kau dari mana saja aku dari tadi menunggumu ?” tanya Yeri

“Maad, aku tadi banyak urusan mendadak” jawab Eun ji

“Eonnie, aku berangkat dulu” ucap Yeri

“Apa perlu aku antar ke stasiun” tanya Eun ji

“Tidak perlu, sebentar lagi bus pengantarnya akan datang” balas Yeri

“Aku akan sangat merindukanmu” ucap Eun ji. Tak sadar air mata Eun ji keluar

“Eonnie, apa kau menanis ?“ tanya Yeri

“Anyeo, aku tidak menangis” ucap Eun ji sambil mengusap air matanya

“Sudahlah jangan menangis, aku juga tidak akan pergi lama” guman Yeri

“Aku berharap kau cepat pulang” ucap Eun ji, lalu segeralah Eun ji memeluk adik kesayangannya itu. Beberapa menit kemudian Bus pengantar datang dan segeralah Yeri masuk kedalam bus tersebut. “Hati – hati dijalan” ucap Eun ji samba melambaikan tanganya kepada Yeri.

Setelah Yeri pergi, dengan segera Eun ji mengemasi barangnya karena selama 2 minggu ia tidak akan pulang kerumahnya. Setelah selesai mengemasi barang – barangnya, Eun ji langsung pergi kerumah Joy agar lebih mudah mempersiapkan diri untuk besok.

 

_*_

 

“Aigo … aku merasa grogi” ucap Eun ji sambil menatap dirinya didepan cermin. Ia tidak menyangka bahwa sekarang ia sedang memakai gaun pengantin. Eun ji masih merasa tidak yakin dengan keputusannya ini, ia mencoba membayangkan bahwa ini hanyalah sebuah mimpi baginya. Namun sulit untuk membayangkannya, malahan hal tersebut membuatnya menjadi canggung. Pernikahan ini adalah peristiwa yang paling aneh dalam hidupnya dan tentu saja pernikahan pertama Eun ji. Eun ji masih tidak percaya bahwa ia akan menjadi seorang istri bagi pria yang tidak ia kenal. Tapi semua ini ia lakukan demi kebahagiannya dan juga adiknya.

Melihat wajah Eun ji yang terus cemberut, Joy mencoba untuk menghibur temannya itu .

“Sudahlah kau tidak perlu khawatir, aku rasa gaun itu cocok denganmu” ucap Joy

“Sepertinya terlalu sempit ditubuhku, tapi aku tidak terlihat gemuk, kan ?“ tanya Eun ji sambil melihat kearah cermin.

“Anyeo, tapi kau terlihat sangat mengagumkan” jawab Joy

“Sudahlah kau jangan berkata seperti itu, aku sebenarnya tidak menginginkan perikahan ini. Aku takut jika aku nanti akan menyesali perbuatanku ini” balas Eun ji

“Kau jangan berpikir seperti itu, aku yakin keputusanmu kali ini adalah keputusan yang terbaik. Kau kan hanya perlu menjalaninya dengan baik” ucap Joy

“Kau benar, aku harus yakin dengan keputusanku ini” sahut Eun ji

“Sekarang biarkan aku merias wajah dan rambutmu” ucap Joy

Setelah selesai merias rambut dan wajah Eun ji, Joy memberikan sentuhan akhir pada Eun ji yaitu dengan memberikan sebuah kalung untuk menghiasi leher Eun ji.

_

 

Setelah pernikahan itu berlangsung dan ikrar itu terucap dengan sempurna. Eun ji dan Chanyeol saling berhadapan diatas altar yang didampingi oleh seorang pendeta. Gadis itu mengerutkan keningnnya yang menandakan rasa takut dihatinya, sama seperti Chanyeol. Bahkan pria jangkung itu tak berani manatap Eun ji. Namun disisi lain ketiga saudara Chanyeol terus memfokuskan pandangannya kearah sepasang pengantin itu. Dengan tenang Chanyeol mengeluarkan sebuah cicin dari saku jasnya, lalu memasangkan cicin itu dijari manis Eun ji. Begitupun yang dilakukan sang gadis. Tiba – tiba suasana hening terjadi ditempat itu, sehingga membuat perasaan kedua pengantin itu menjadi gelisah.

“Tuan Park, apakan anda tidak ingin mencium pengantin anda” tanya pelan Pendeta. Mendengar perkataan itu membuat sekujur badan Eun ji menjadi gemetar. Dan Chanyeol juga sama sekali tidak pernah memikirkan bahwa akan ada moment dimana ia akan mencium Eun ji .

“Tuan Park” tegur pendeta

“Baiklah” sahut Chanyeol

Perlahan Chanyeol menatap wajah Eun ji, dan terlihat raut wajah gadis itu yang marah. Tapi Chanyeol mencoba meyakinkan Eun ji bahwa ia hanya akan mencium keningnya saja. Akhirnya pria itu mendekatkan bibirnya kekeningnya Eun ji. Rasa gelisah dan takut berkumpul dihati Eun ji.

“Eun ji biarkan aku mencium keningmu” bisik Chanyeol. Lalu dengan tenang Eun ji membiarkan keningnya disentuh oleh bibir Chanyeol. Air keringat membasahi kening Eun ji sesudah Chanyeol mencium keningnya.

Melihat hal itu membuat Sehun menjadi tidak tenang, dan akhirnya ia memilih untuk menatap layar ponselnya saja. Namun berbeda dengan Bam bam dan Junior, mereka hanya bisa terdiam terpaku melihat peristiwa itu. Walaupun Hyung nya hanya menicum kening Eun ji, tetap saja hal itu membuat mereka tidak bisa berkata apapun.

Tiba – tiba Chanyeol mengenggam tangan Eun ji , sehingga gadis itu langsung menoleh kearahnya. Eun ji merasakan gengaman yang hangat menyetuh tanganya. Dengan dihiasi tepukan tangan dari para hadirin yang hadir, Chanyeol dan Eun ji perlahan berjalan keluar dari Gereja menuju mobil mereka.

_

 

 

 

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife – (Chapter 2)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s