[EXOFFI FREELANCE] ADRENALINE (Chapter 3)

untitled-1-recovered1

 

Tittle : ADRENALINE 3RD CHAPTER

Author : Skixza

Length : Chaptered

Genre : Detective,Thriller, Mystery, Friendship, little bit tomance

Rating : PG-13

Main cast : Park Chanyeol as Park Chanyeol

Kim Jongin as Park Jongin (kai)

Yoon Doojoon as Park Doojoon

Additional Cast (anggota divisi 2) :

Kang Soyou as Soyu

Kim Suho as Suho

Zhang Yixing as Lay

Huang Zi Tao as Tao

Another cast:

Kim Jongdae as Kim Jongdae

Park Kahee as Jung Minah

Summary :

Kematian sahabatnya secara misterius membuat Chanyeol harus terlibat di dalam dunia kedektetifann. Ia bersama keempat rekan tim yang lain bekerja sama menangani tindak kriminal. Dan Chanyeol juga berjanji pada dirinya sendiri untuk mencari tahu pembunuh sahabatnya dan membalaskan dendam yang ia simpan. Mampukah Chanyeol menemukan pembunuh dan membalaskan dendamnya?…

Disclaimer :

This fanfic is originally made by me only the cast that made by god and their parents . Sebelumnya fanfic ini udah aku share di wattpad dan fanfiction.net  https://www.fanfiction.net/s/11604237/1/ADRENALINE.  (Dengan sedikit edited) tapi disini aku akan ngeshare yang original story from wattpad

Authors note :

Aku gak tau ya kalau fanfic bergenre kayak gini banyak disenengin atau gak…tapi I hope you enjoy to read my story. Kasus dalam fanfic ini juga masih kecil kecilan aja karena pengalaman author yang masih sedikit.. so

Happy reading J

PART 3

“Kemarin malam tepatnya pada pukul 23.00 ditemukan mayat seorang artis terkenal di apartementnya di duga ia bunuh diri karena stress di dunia hiburan” chanyeol terlihat sedang menonton berita di televisi kamarnya ia serius memperhatikan berita itu sampai akhirnya ringtone hp nya berbunyi,ada telfon masuk.

“Halo”

“Yeol cepat ke markas sekarang,penting!”

“Ada a–” tut tut– belum sempat chanyeol membalas orang di sebrang telfon sudah menutup telfonnya.

“Aish orang itu,” kesal chanyeol  pun bangun dari duduknya dan bersiap siap ke markas.

Setelah selesai ia menghampiri kai di kamarnya. “Kai, hyung pergi ke markas ya,kamu di rumah aja jangan kemana mana,” ucapnya

“Ne hyung,” balas kai singkat.

Chanyeol mengeluarkan  mobilnya dan melesat ke markas.

Sesampainya di markas ia masuk ke ruangan dengan pintu coklat, tempat meeting di markasnya.

“Ah chanyeoli kau datang juga,” Ucap Dujun dan mempersilahkannya untuk duduk.

“hyung jangan panggil aku begitu, aku sudah besar,” ujarnya karena kesal. Dujun hanya nyengir saja. Chanyeol melihat di dalam ruangan sudah banyak detektif yang berkumpul. Ia bingung ada masalah apa.

Chanyeol pun duduk di tempat yang kosong.

“Maaf,tapi untuk apa ketua menyuruh kami berkumpul? Apa ada kasus?” Tanya salah seorang detektif ke Dujun. Dujun melihat ke arah Chanyeol dan tersenyum ke detektif tersebut.

“setelah saya pikir pikir sekarang adalah hari yang tepat untuk mengumumkannya.” Dujun memberhentikan sejenak kata katanya membuat seluruh detektif penasaran dan bingung juga.

“Park Chanyeol, mulai sekarang ia akan menjadi ketua divisi 2,” ucapan dujun itu sontak membuat chanyeol dan seluruh detektif kaget.

“tapi..Chanyeol orang baru sama seperti anggota divisi 2 lain,apa tidak sebaiknya dipilih detektif yang lebih berpengalaman?.” detektif dengan tag nama ‘Lee Joon’ merasa keberatan dengan penuturan Dujun.

“detektif lain mempunyai kasus yang berat, sulit untuk mereka mengurus anak baru, saya rasa Chanyeol yang paling tepat untuk tugas ini,” kata dujun dengan mantap.

“tapi hyu– ketua!, saya tidak bi–”  “kau keberatan Chanyeol-ah?” belum sempat Chanyeol menyelesaikan ucapannya dujun sudah memotong. ia mengatupkan mulutnya yang terbuka dan berdiam kaku

“ti..tidak” ucap Chanyeol ragu. Mengingat perjanjiannya dengan Dujun kemarin yang mengharuskannya menurut dengan semua perintah nya membuat Chanyeol tidak jadi protes.

Dujun tersenyum senang. “saya harap detektif Chanyeol bisa melakukan tugasnya dengan baik, rapat hari ini selesai.” Dengan cool nya Dujun meninggalkan ruang rapat. Sebelum pergi ia melirik Chanyeol dan memberikan senyuman senang Chanyeol hanya memasang tampang tidak peduli.

“saya yakin pilihan ketua adalah yang terbaik, detektif Chanyeol kami mohon kerja keras mu untuk melatih tim divisi 2,” kata salah seorang detektif.

‘’ya pak! saya akan bekerja keras. Terimakasih sudah mempercayai saya.” Chanyeol membungkukan badannya dan menjawab dengan tegas.

Anggota detektif lain meninggalkan ruangan rapat dan hanya tersisa Chanyeol sendiri.

“Padahal aku belum seminggu disini,sudah dikasih tugas berat! aaah Dujun hyung!” Chanyeol menggerutu kesal.

“dan wajahnya tadi benar benar membuatku kesal!” Chanyeol mengingat wajah Dujun yang tersenyum kepadanya sebelum meninggalkan ruangan rapat.

Di balik pintu Dujun mendengarnya sambil ketawa ketawa. “ahaha maaf Chanyeol ini semua agar kau lebih berpengalaman,” katanya berbisik agar Chanyeol tidak mendengarnya. Ia pun masuk ke dalam ruang rapat

“Chanyeol kau tidak penasaran dengan anggota divisimu?” tanya Dujun

“tidak,” jawabnya singkat.

“tapi mereka semua sudah menunggumu pak ketua,” ucap Dujun meledek chanyeol.

“hyung!”

“dimana mereka?.” Masih kesal Chanyeol pun mengikuti Dujun bertemu anggotanya di divisi 2. Mereka memasuki ruang kerja yang cukup besar.

Chanyeol melihat 3 lelaki dan 1 perempuan berbaris disana. Ia menduga mereka adalah anggota divisi 2 dan benar saja Dujun menghampiri keempat orang tersebut dan Chanyeol mengikutinya di belakang.

 

“divisi 2 saya akan kenalkan ketua kalian. Disamping saya namanya Park Chanyeol ia akan menjadi ketua di divisi 2 dan akan membantu kalian dalam berbagai kasus. Jika ada kesulitan atau apapun tanya kan kepadanya karena itu tugasnya sebagai ketua divisi.” Dujun menjelaskan panjang lebar.

“Annyeonghaseyo park chanyeol imnida, saya akan menjadi ketua divisi 2. Mohon kerjasamanya” Chanyeol memperkenalkan diri.

“Tampannya ketua kita,” celetuk satu satunya yeoja di situ. Ia menyadari suaranya terlalu keras dan menepuk bibirnya ‘ah pabo!’ rutuknya.

“Mianhamnida” katanya dengan membungkuk. Chanyeol hanya tersenyum seadanya dan ketawa garing.

“karena kalian sudah bertemu dengan ketua,saya permisi” Dujun pun meninggalkan Chanyeol dengan kempat anggota baru divisi 2.

Chanyeol melihat kepergian Dujun dengan kesal. Ia masih kaku dengan anggota divisi 2 dan Dujun meninggalkannya. Ia tidak tau harus berbuat apa agar suasana tidak kembali kaku.

“pertama tolong kenalkan diri kalian masing masing” chanyeol pun membuka suara.

“annyeonghaseyo saya Tao,” kata seorang namja berambut blonde.

“annyeonghaseyo saya Suho,” kata namja di sebelahnya.

“annyeonghaseyo pak ketua saya Soyou! Kang Soyou!,” ucap yeoja itu dengan semangat dan mata berbinar. Chanyeol menilainya wanita yang sangat atractive.

“Lay imnida,” ucap namja di sebelah Soyou.

“sebelum ke pelajaran saya ingin tau apa yang membuat kalian ingin menjadi detektif”

“saya sangat menyukai komik Detective Conan dan menurut saya menjadi detektif sangat menyenangkan dan menantang. Membuat adrenalin lebih terpacu,” kata Soyou antusias.

“kalau saya karena suka membaca novel Sherlock Holmes,” kata Tao polos.

“saya dipaksa orangtua,” kata suho

“karena tidak ada pekerjaan dan saya fikir menjadi detektif pekerjaan yang mudah,” kata Lay dengan santai. Mendengar keempat alasan bawahannya yang sangat tidak masuk akal membuat Chanyeol menganga dan memukul dahinya. Bukan hanya anggota baru tapi mereka dari awal tidak mempunyai niat menjadi detektif.mereka ber 4 hanya berfikir menjadi detektif untuk bersenang senang,dan itu yang membuat Chanyeol stress.

Chanyeol menatap satu satu anggotanya dengan tatapan pasrah sampai ada bel berbunyi menandakan ada kasus. Dengan bergegas ia berlari ke ruangan Dujun.

“hyung ada kasus apa,” tanya nya dengan nafas tersengal.

“Penyandraan di Mall Dexpo, segera pergi dengan anggota divisi 2 dan petugas kepolisian”

“ne!” Chanyeol pun berlari menghampiri anggota lain

“cepat bawa semua peralatan dan masuk ke mobil. ada kasus penting” Chanyeol mengambil peralatan peralatan dan membawanya ke mobil anggotanya pun mengikuti.

“sebenarnya ada kasus apa ketua?” tanya Lay di tengah perjalanan. Chanyeol melihat semua anggota sama penasarannya dengan Lay

 

“penyandraan di mall Dexpo kalian harus hati hati karena banyak sandera disana jangan bertindak gegabah dan melakukan kesalahan. karena sedikit kesalahan akan membahayakan semua sandera,’’ jelas Chanyeol panjang lebar mereka berempat hanya mengangguk tanda mengerti.

“tapi ketua…apa itu tugas detektif juga? yang saya tau detektif hanya memecahkan kasus” tanya tao

“itulah sbabnya jika ingin menjadi detektif karena novel kau jadi tidak tau apa saja tugasnya , detektif tidak hanya memecahkan kasus tapi juga melindungi masyarakat,ingat itu Tao dan semuanya,” kata Chanyeol tegas. sikap dan wibawanya sebagai pemimpin mulai keluar dalam dirinya sedikit demi sedikit.  Mereka hanya mengangguk mengerti.

Setelah beberapa lama mereka pun sampai di mall Dexpo. “hati hati jangan ada yang bertindak gegabah,kalian juga bisa dalam bahaya”. Chanyeol kembali mengingatkan. dengan hati hati mereka dan petugas kepolisian mendekati mall.

“kami berlima akan masuk dan bernegosiasi dengan pelaku,saya akan memberikan tanda kapan harus menyerbu kedalam,” kata Chanyeol ke aparat polisi.

“tetap berhati hati pak!,” kata salah seorang polisi.

Chanyeol dan keempat anggota divisi 2 berhati hati masuk ke dalam mall tanpa ketahuan karena sandera dan pelaku semua ada di lantai 1. Melihat situasi yang aman mereka pun masuk ke dalam. Tetapi tanpa diduga salah seorang pelaku melihat keberadaan mereka.

“ya! kalian siapa!!,” pelaku tersebut berteriak dan menhampiri mereka berlima dan menodongkan pisau ke mereka.

“ketua apa yang harus kita lakukan,” kata Soyou dengan panik. keringat sudah mengucur di wajah mereka semua.

“tetap tenang jangan gegabah,” jelas Chanyeol

“angkat tangan kalian! cepat!,” pelaku tersebuat mengeluarkan pistol dari dalam saku jaketnya. Mereka pun mengangkat tangan dengan wajah penuh keringat. Dengan ancaman pelaku mereka pun mengikutinya dan menjadi sandera.

Chanyeol melihat hanya ada dua orang pelaku,  mereka membawa banyak senjata tajam. Kalau bertindak gegabah semua sandera akan bahaya. Ia berfikir agar bisa terbebas dan mendapat ide.

“Suho,Tao duduk mendekat ke arah pelaku yang satu dan semprotkan ini jika dia lengah,” perintahnya. Suho dan Tao pun mengangguk dan mendekat ke arah pelaku satunya tanpa disadari. Dan kau Soyou aktinglah ingin ke kamar kecil dan buat dia menunggu lama. Lay buat dia pingsan dengan ini, aku akan menghalangi pelaku lain agar tidak melihat kau ke kamar mandi,” jelas Chanyeol dan memberikan gas beracun yang bisa membuat penghirupnya pingsan sama dengan yang ia kasih ke Suho dan Tao.

“Soyou,sekarang!”

“tuan penculik tolong saya kebelet harus ke kamar mandi” Soyou memasang muka muka orang kebelet

“tahan!,” kata pelaku itu membentak

“aah tidak, saya bisa ngompol,” kata soyou sedikit merengek.

“oke cepat!” penyandra itu mengikuti Soyou ke kamar mandi agar tidak kabur. Chanyeol memberi kode ke Suho dan Tao untuk menjalankan rencana. Tao menyelengkat kaki salah satu pelaku yang membuatnya terjatuh dan menyemprotkan gas pingsan penyandra itu pun pingsan di lantai. Tetapi tanpa di duga Chanyeol pelaku satunya melihat itu dan marah. Ia menembakan peluru ke arah Tao dan Suho.

“menunduk semua!!” teriak Chanyeol.

Lay melihat ada kesempatan disitu ia pun menghampiri pelaku tersebut dari belakang dan memukul kepalanya. sebelum sempat pingsan pelaku itu menembakan pelurunya asal dan mengenai dada Chanyeol.

“ARGH!” Chanyeol mengerang kesakitan nafasnya tercekat. Darah mengucur membasahi kemejanya dengan darah

“ketuaa!!,” teriak Suho,Lay,Tao dan Soyou yang langsung menghampiri Chanyeol yang tergeletak di lantai. Para sandera yang panik dan membantu menggotong chanyeol keluar.

_TBC_

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s