[EXOFFI FREELANCE] Always More Than It [Complicated] – (Ficlet)

Always More Than It  [Complicated].jpg

[EXOFFI FREELANCE] Always More Than It [Complicated] – (Ficlet)

Author: Berry Cupcakes

Length: Ficlet

Genre: Friendship, Hurt

Rating: Teen

Main Cast:

Oh Sehun (EXO) a.k.a Sehun

Song Reina (OC) a.k.a Reina

Summary: Oh Sehun dan Reina terperangkap dalam hubungan persahabatan berkepanjangan yang tiada akhir.

Author’s note: Please don’t copy paste. Read, Comment and Like, PLEASE!!

………

 

“Mereka mengatakan bahwa pria dan wanita tak bisa hanya dalam hubungan persahabatan.

Selalu ada yang lebih”

Gadis itu hanya diam. Kedua telinganya di penuhi oleh head set. Dia selalu menyetel lagu dengan volume full. Jadi aku tahu ia tak bisa mendengar suara disekitarnya saat ini. Sama sekali tak mendengar. Tak ingin mendengar. Dia hanya ingin mengacuhkan dunia.

Song Reina. Aku telah mengenalnya seumur hidupku. Dan telah menjadi sahabat sejak…..entahlah mungkin sejak kelahirannya yang hanya berjarak beberapa jam dari ku. Aku menghela nafas panjang.

Lagi. Ini terjadi lagi. Aku tahu ia sedang menangis saat ini sekalipun tak ada air mata yang mengalir. Ia selalu seperti ini. Ia sebenarnya sangat cengeng. Tapi tak pernah mengekspresikannya. Ia hanya diam. Dan setelahnya berpura-pura tak mengingatnya. Tapi aku sahabatnya. Aku mengenalnya. Aku hapal. Dan aku mengerti walau ia hanya diam.

Entah apa yang menyebabkan aku dan Reina menjadi sangat mengerti seperti ini. Kami hanya saling melempar pandangan dan kami langsung mengerti. Hanya seperti itu.

Aku tak tahu apa kali ini aku juga akan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Memeluknya dengan erat di apartemen yang kami pakai bersama selama 7 tahun belakangan ini. -Ehm….ngomong ngomong kami mulai tinggal disana saat masih berusia 10 tahun. Dengan pengasuh tua yang sekarang tidak ada lagi-. Tapi ini sedang di sekolah. Kami terlalu banyak mengundang gunjingan orang.

Aku menggigit bibirku. Berkali kali aku berpikir mungkin mengabaikannya akan menjadi awal yang baik. Tapi aku selalu gagal. Tak hanya aku tapi juga ia. Baiklah….aku akan berdamai dengan konflik batin tak berguna ini. Lagi pula kami seharusnya sudah kebal terhadap gunjingan orang. Dan…..ini sedang jam pelajaran. Setidaknya yang akan menjadi saksi lebih sedikit.

Aku langsung mengambil tempat di sampingnya. Aku tahu ia tahu kedatanganku. Ia hanya sedang tak ingin peduli. Kami menatap kearah yang berbeda. Tapi aku tahu kami tak benar benar menatap objek di ujung sana. Kami memiliki gambaran yang harus di lihat tepat di hadapan kami.

Aku menoleh padanya. Ia masih memandangi gambaran tersebut. Gambaran yang merupakan kenangan manis yang kujamin sebentar lagi akan ia biarkan menghilang dari ingatannya.

“Kau tahu?” aku tetap menatapnya lekat “terkadang aku berpikir apa yang salah dari kita?” ujarnya melanjutkan.

Kita. Kata itu salah, Rei. Dan alasan kenapa itu menjadi salah adalah hanya karena aku pria dan kau wanita. Hanya itukah? Kurasa tak hanya itu. Kesalahan besar kedua yang kita lakukan adalah karena kau adalah prioritas utama ku dan aku prioritas utama mu.

Jujur saja hubunganku dengan Reina indah tapi juga menyesakkan. Pernyataan bahwa pria dan wanita tidak bisa hanya sebagai sahabat sepertinya benar.

Ada rasa yang aneh setiap kali aku melihatnya tertawa. Rasanya begitu damai dan seolah itu adalah seluruh hidupku. Melihatnya bahagia seolah tujuan hidupku. Dan rasanya menyesakkan saat ia menangis. Aku juga sangat tidak terima saat ia disakiti. Tanpa pertimbangan apapun aku akan langsung melindunginya. Bahkan nyawaku sebagai taruhannya juga tak masalah. Dan aku tahu Reina memiliki perasaan sama persis denganku. Semua itu terdengar sangat manis. Tapi kenyataannya semua itu menyiksa dan mencekikku juga Reina. Mungkin karena kami orang yang terlalu tolol karena menyayangi sahabatnya lebih dari apapun.

Dia awal masa pubertasku, aku tertarik pada beberapa wanita. Berhasil memikat mereka dengan pesona yang mungkin mendarah daging di silsilah keluargaku. Tapi akhirnya selalu sama. Hubungan itu berakhir karena mereka protes akan kedekatanku dengan Reina. Sampai akhirnya aku selalu memberi syarat yang sama pada semua gadis yang menyatakan cinta padaku. Aku menerima mereka kalau mereka menghargai persahabatanku dengan Reina. Semuanya menerima persyaratan itu. Tapi kau pasti tahu semua itu hanya berlaku di awalnya. Akhirnya mereka terlalu banyak mengeluh dan menuntut hingga akhirnya semua hubungan itu harus berakhir. Hingga rasanya aku lelah untuk menjalani yang baru. Karena kembali mereka akan protes terhadap hal yang sama. Kedekatan, perhatian, dan kasih sayangku pada Reina. Mereka meminta hal yang sama, agar aku menjauh dari Reina. Tapi berapa kali pun kucoba hal itu tetap mustahil kulakukan. Ada yang hilang saat Reina tak di sisiku. Banyak hal yang rasanya kurang tepat. Aku tak sempurna tanpanya. Karena seluruh hidupku dan tujuanku hanya sesuatu seputar Reina. Dan begitu melihat Reina, aku menyadari ia merasa kehilanganku. Ia tersakiti dan merasa aku meninggalkannya sendiri. Aku tak bisa memenuhi permintaan mereka. Reina segalanya bagiku.

Dan…..menurutmu apa yang terjadi dengan Reina? Owh, ia tak sampai memacari banyak pria, seperti aku yang gonta ganti kekasih. Yang pertama bernama Park Chanyeol. Walau Reina tak mengatakannya, aku tahu ia hanya penasaran seperti apa itu pacaran. Yang kedua, bernama Kim Junmyeon a.k.a Suho. Pria dengan senyum malaikat yang pastinya pria baik hati. Entah apa, tapi kujamin Reina hanya kagum padanya. Pria yang ketiga bernama Wu Yi Fan yang biasa dipanggil Kris. Ketua osis berdarah China-Canada yang sangat mempesona. Aku tahu Reina menerimanya karena merasa gadis sepertinya tak sepantasnya menolak pria sempurna seperti Kris Wu. Dan dari 3 kasus ini, penyebab berpisahnya adalah aku. Hal yang sama yang terjadi padaku. Mereka tak tahan melihat wanita yang berstatus kekasih mereka terus menempel dengan pria lain dan bahkan berbagi apartemen. Selain itu Reina juga dengan jujur mengatakan tak nyaman dengan tuntutan mereka yang memintanya menjauh dariku. Ia mengatakan melihat ekspresiku saat melihatnya pergi dengan pria lain membuatnya merasakan sakit yang kurasakan. Ia tak ingin menyakitiku seperti itu. Dan ia juga tak bisa berjauh jauhan dariku.

Aku dan Reina. Dengan alasan yang tak terlalu ada, entah kenapa menjadi terlalu memiliki. Sangat amat memiliki satu sama lain. Hingga selalu ada rasa cemburu juga cemas saat ada sosok yang terlihat sebagai perenggang hubungan kami. Kami mungkin sinting dengan menganggap semua orang itu pengganggu. Tapi kami saling mengerti dan merasakan hal yang sama. Jadi tak pernah ada masalah tentang itu.

Hei, bukankah seharusnya kami menjadi sepasang kekasih? Well, terdengar bagus. Sepertinya semua masalah akan teratasi?

Mungkin terdengar se simple itu. Tapi kenyataannya sama sekali tak seperti itu. Kami terlibat perasaan yang begitu rumit. Jangan kira kami bodoh dengan tak mencoba cara itu. Kami pernah mencobanya.

Well, itu terjadi 1 tahun lalu. Saat dimana kami menjadi sepasang kekasih. Semuanya indah di awalnya. Berbagi ciuman. Melakukan banyak hal bersama. Hingga kami juga sampai di tahap berhubungan intim. Aku yang pertama untuknya demikian pula aku. Dan aku juga tahu belum ada yang kedua sampai saat ini. Kehangatan yang kami bagi berdua itu, tak ada yang mengalahkan betapa bahagianya aku waktu itu.

Rasa ingin memiliki lagi dan lagi. Rasanya membahagiakan, tak perlu memikirkan pandangan orang. Seharusnya kami sangat bahagia dengan rasa sayang yang sebesar itu. Tapi kau tahu segala sesuatu yang berlebihan tidak pernah baik. Begitu pula dengan kasih sayang. Kami terlalu memiliki dan menjadi egois karenanya. Dimana masing masing tak menginginkan adanya sosok lain di antara kami. Membatasi dan menjadi terlalu penuntut satu sama lain. Itulah yang menjadi kehancuran kami. Kasih sayang kami terlalu besar jika diperbolehkan untuk memiliki.

Akhirnya kami sama sama menyadari sampai kapanpun kami tak bisa menjadi sepasang kekasih. Cinta diantara kami terlalu besar dan terlalu gila jika dibiarkan. Dan itu tak baik untuk hubungan kami yang seharusnya harmonis. Karena itu memilih berpisah lebih baik. Dan kami kembali ke kondisi dimana kami saling menyayangi dengan rasa nyaman. Tak ada yang janggal atau canggung. Karena sepertinya aku dan Reina memang ditakdirkan hanya sebagai sahabat. Dan kami terbiasa dengan hal itu.

Dan apalagi masalahnya? Kami hanya harus kembali ke masalah awal kami yang sudah sangat biasa kami hadapi. Gunjingan orang. Oh, sungguh! Apa pentingnya mulut mulut mereka?

Aku menghela nafas panjang. Menggeser badanku menjadi lebih rapat padanya dan melepas head set itu. Aku menangkup wajahnya dan menatapnya lekat. Ia hanya balik menatapku. Ada kesedihan yang mendalam terpancar di mata tajam yang indah itu.

“Sehun, aku mencintainya” ujarnya dan satu lelehan Kristal itu jatuh. Di susul dengan butiran bening yang langsung menganak sungai di pipi mulusnya. Reina nyaris tak pernah menangis.

Aku memeluknya. Membiarkan ia menenggelamkan wajahnya di dadaku. Berharap ia akan mendapatkan ketenangan dengan melakukan itu.

Isakannya semakin jelas. Jujur saja, hatiku tersayat karenanya. Hati kami hancur. Hancur disaat yang sama. Entah itu cemburu atau apa, aku tak begitu tahu. Entahlah….mungkin sebenarnya perasaan itu tak pernah ada di hati kami dan semua rasa cemburu itu bukan karena salah satu dari kami mencintai orang lain. Tapi hanya terlebih karena takut jika mencintai orang lain maka akan terebut sosok itu. Itu jenis kecemburuan yang kami miliki. Kecemburuan yang hadir atas dasar memiliki. Dan sekarang? Melihat Reina yang hancur seperti ini, masihkah rasa cemburu itu ada? Bukan! Rasa sakit yang kurasakan bukan karena ia memikirkan pria lain. Aku hanya sakit karena ia merasakan sakit. Hanya itu.

“Aku sangat mencintai Baekhyun, Sehunnie” isaknya lagi.

Aku hanya mengeratkan pelukanku. Rasanya sebentar lagi air mataku akan ikut meratap bersamanya.

Byun Baekhyun. Cinta pertama Reina. Yang merupakan cinta pandang pertama. Tolong jangan berpikir ia adalah gadis se mudah itu. Kenyataannya Reina selalu tahu akan menjadi siapa seseorang itu baginya pada saat pertama melihatnya. Terkecuali aku, karena dia tentu tak ingat kapan pertama kali melihatku.

Dan ketika ia melihat Baekhyun yang merupakan anak pindahan, ia langsung jatuh cinta. Pandangan pertama, dan Reina langsung menjatuhkan keputusan Baekhyun adalah cintanya. Tapi kenyataannya ia bukan tipe gadis yang bisa dengan percaya diri mengejar cinta. Ia hanya membiarkannya berlalu dengan sesuatu yang bernama cinta telah tertanam di hatinya. Sekalipun ia tak bersama Baekhyun, sekalipun ia nantinya bersama orang lain, ia tahu ia tak akan merasakan hal yang sama pada yang ia rasakan pada Baekhyun.

Dan……sebuah kejutan tiada tara saat 4 bulan setelah kepindahan Baekhyun, pria itu menyatakan cinta pada Reina. Ia menerimanya, tentu saja. Reina sangat senang. Aku tak pernah melihatnya sesenang itu. Dan Baekhyun itu tipe yang cukup bisa kuterima sebagai kekasih Reina. Kami menjadi sangat dekat. Dan dia tak pernah protes terhadap kedekatanku dengan Reina. Semuanya seharusnya baik baik saja, bukan?

Tapi ternyata semua itu terjadi karena ia yang merupakan anak pindahan tak tahu seberapa jauh hubunganku dengan Reina dan seberapa dekat kami. Hari ini kisah cinta Reina berakhir. Berakhir dengan sangat cepat. Setelah 1 bulan menjalin kasih akhirnya Baekhyun mengetahuinya. Fakta umum yang sama sekali bukan rahasia. Aku dan Reina yang tinggal bersama dan juga gossip tentang bercinta itu. Reina tentu tak bisa berbohong saat Baekhyun memastikan gossip itu padanya. Ia dengan jujur membenarkan gossip malam malam panas yang pernah kami jalani itu.

Tamatlah sudah……Aku mengerti Baekhyun yang tidak bisa terima gadisnya tinggal seatap hanya berdua dengan pria lain. Disamping itu pernah dalam hubungan asmara bahkan telah melakukan hal hal yang seharusnya hanya dilakukan pasangan yang telah menikah. Itu sangat rasional. Malahan terdengar sinting jika Baekhyun bisa bertahan dengan fakta seperti itu. Sekali lagi ia hanya pria biasa. Dan hanya menjadi pria luar biasa dimata Reina.

“Uljima” ujarku mengusap kepalanya lembut. Ia masih sesenggukan di dalam pelukanku.

Beberapa menit kemudian ia mengangkat wajahnya. Matanya sembab. Sangat, malah. Aku membelai pipinya dengan lembut.

“Uljima, ne?” ujarku lembut.

Ia mengangguk samar. Aku tersenyum lembut padanya. Kemudian mengecup bibirnya lembut. Ia masih menatapku sendu. Kemudian aku kembali mempersatukan bibir kami. Menciumnya dengan cara terlembut yang kuketahui, dan beberapa saat kemudian ia membalasnya.

Ciuman. Ciuman yang biasa kami bagi walau saat kami tidak dalam hubungan asmara. Entah apa arti dari ciuman ini tapi yakinlah itu bukan asmara. Kau bisa menanyakannya langsung pada kami, apa kami memiliki sedikit saja rasa cinta satu sama lain? Maka jawabannya adalah tidak sama sekali. Itu hanya kasih sayang yang terlalu besar yang mirip dengan cinta.

Maka, jika orang orang mengatakan “Pria dan wanita tak bisa hanya dalam ikatan persahabatan” jujur saja itu benar. Tapi akhirnya mereka tetap saja tak bisa menjadi sepasang kekasih. Tak bisa lebih dari rasa sayang dan kegilaan ingin memiliki. Selamanya terperangkap dalam hubungan persahabatan yang rumit.

End

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Always More Than It [Complicated] – (Ficlet)

  1. Jdi itu keg mana thor
    mereka bukan pasangan cuman sekedar sahabat.
    Tpi berbagi ciuman pernah bercinta lagi
    jdi hubungan mereka itu sebetulnya kayak mna?binggung thor

  2. Aku pernah ada disituasi kek gitu thor haha. Tapi situasinya lebih rumit dan menyakitkan. Aku diminta sahabatku buat tinggalin dia, katanya dia, aku harus punya pasangan dan gak selalu sama dia. Katanya aku harus ngerasain gimana rasanya punya pasangan yang bisa diajak jalan, curhat, dll wkwk. Padahal aku tau, dia ngomong kek gitu karna pacarnya yang suruh. Pacarnya gak suka kita dekat. Uuhh jadi curhat thor. Aku suka banget sama epep author, sumpah ini ngena banget thor

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s