[EXOFFI FREELANCE] [2nd] The Wedding

fg

[2nd] The Wedding

Author: WhiteBLove

Cast: Oh Se Hun. Oh Hye Ra. Jung Jae Mi.

Genre: Hurt. Marriage Life. Fluff.

Summary: “Kau melanggar kesepakatan, Nona Jung!”- Sehun

Ket : This story pure from my Imagination! Please don’t be plagiator and try to copy my story without my permission.

https://whiteblove.wordpress.com/

Hye Ra tengah sibuk dengan piring kotor dihadapannya. Makanan yang dia buat untuk sarapan sama sekali tak tersentuh oleh siapapun termasuk dirinya. Tangannya dengan sigap mencuci semua peralatan makan.

Wajah Hye Ra sedikit berantakan, matanya sembab, rambutnya yang tergerai terlihat tak karuan. Lihatlah wanita ini, saking kacaunya ia dengan pikirannya ia tak sadar bahwa tangannya yang penuh dengan gelembung sabun menyingkirkan anak rambutnya yang sedikit membuatnya terganggu. Tak salah jika disamping wajahnya terlihat banyak gelembung sabun.

Setelah pertengkarannya dengan Sehun tadi, Hye Ra tetap memohon agar Sehun mau mencari keberadaan Jae Mi. Wanita ini benar-benar ketakutan mengetahui gadis itu hilang dari apartemen mereka.

Sehun menurut. Ia langsung pergi mencari Jae Mi saat tetesan air mata Hye Ra mulai terlihat oleh netranya. Sehun sama sekali tak mengerti apa yang ada dipikiran Hye Ra tentang Jae Mi. Bukankah seharusnya Hye Ra tak perlu mengkhawatirkan gadis itu?

Sehun terus menapakan kakinya menelusuri jalanan pagi ini. Matanya ia sapukan kesetiap sudut berharap menemukan seorang gadis yang berpredikat sebagai istri keduanya.

Namun sayang, sampai saat ini ia belum juga dapat menemukan Jae Mi. Sebenarnya ia bisa saja menyuruh pengawalnya untuk mencari keberadaan Jae Mi. Namun ia terlalu malas jika nanti harus berhadapan dengan ibunya, wanita paruh baya itu pasti akan memberikan ribuan pertanyaan tentang kenapa Jae Mi bisa pergi dari rumah mereka.

“Kau menyusahkan!!”ucap batin Sehun, wajahnya terlihat menahan amarah setelah mengingat pertengkarannya tadi dengan Hye Ra, apalagi pertengkaran mereka tercipta karna ulah Jae Mi.

Gadis ini tengah diam disebuah taman yang pagi ini masih terlihat sepi. Hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang melewatinya.

Ia kembali sibuk dengan pikirannya. Tentang negara mana yang akan ia kunjungi? Nama baru apa yang akan ia pakai untuk identitas barunya nanti? Dan dikota mana ia akan tinggal?

Semuanya tengah ia pikirkan dengan matang sebelum nanti ia akan pulang untuk mengambil pakaiannya dirumah orangtuannya dan pergi dengan cara diam-diam. Apa salah, mengambil pakaian dirumah asalnya dan berbohong pada orangtuanya bahwa ia kekurangan persediaan pakaian diapartemen Sehun, namun nyatanya ia malah akan pergi keluar negri?

Hei!! Gadis ini merasa tidak akan berdosa jika melakukannya. Bahkan ia berpikiran jika ia mati, pasti aia akan segera masuk surga karna telah mengalah membiarkan Hye Ra dan Sehun untuk kembali bahagia berdua.

Tak akan ada orang yang akan mengerti jalan pikiran gadis ini selain dirinya sendiri. Pikiran liarnya selalu datang setiap ia merasa terhimpit dalam situasi yang rumit.

Pilihan Sehun untuk tak menyuruh pengawalnya mencarikan Jae Mi terasa tepat. Nyatanya ia telah bisa menemukan keberadaan gadis yang ia anggap menyebalkan itu.

Ia. Jae Mi, ada disana. Gadis yang tengah mengenakan sweater berwarna putih itu sedang duduk terdiam disebuah kursi taman.

Sehun hanya mau mengamatinya dari jauh, ia terlalu malas jika harus menghampiri Jae Mi. Padahal ia tau bahwa Hye Ra sedang mengkhawatirkan gadis menyebalkan itu.

Tak berapa lama Jae Mi terlihat berdiri dan melangkahkan kakinya, ia terlihat menundukan wajahnya sampai ia tak sadar bahwa ia berjalan menghampiri Sehun.

Tepat. Jae Mi terdiam saat melihat sepasang sepatu snikers hitam dihadapannya. Ia menengadah melihat siapa sang pemilik sepatu, ternyata Sehun. Ia mulai menyesal kenapa sedari tadi ia terus berjalan sembari melihat kebawah. Kini ia telah tertangkap basah diketahui kabur dari apartemen sang pemilik.

“Kenapa kau ada disini?”tanya Sehun dingin

“Kenapa memangnya? Ini tempat umum.”Jae Mi langsung melangkahkan kakinya berjalan melewati Sehun.

“Seharusnya kau tak membuat keributan dipagi hari.”

Ucapan Sehun berhasil membuat langkah Jae Mi terhenti. ‘Keributan? Memangnya keributan apa yang telah aku perbuat?’

Jae Mi tetap terdiam. Tak mau memutar tubuhnya untuk menghadap Sehun.

Seakan mengerti apa maksud dari langkah Jae Mi yang terhenti, Sehun langsung membeberkan ucapannya.

“Pulanglah, kau telah membuat aku dan Hye Ra bertengkar!”

Jae Mi membalikan tubuhnya menghadap Sehun. Gadis itu langsung memasang wajah bingungnya.

“Bukankah tadi pagi kalian berciuman didapur?”

Sehun tersenyum kecut, “Kau melihatnya?”

Jae Mi tak menjawab, ia jadi benci melihat wajah Sehun.

“Baguslah.”

Jae Mi benar-benar mengarahkan pandangannya pada Sehun meski sebenarnya ia mulai benci dengan pria ini.

“Kau tau, kau hanya menjadi beban untukku dan Hye Ra. Semuanya benar-benar berubah sejak kau datang dihidup kami.”

Ucapan Sehun benar-benar membuat jantung Jae Mi terasa berhenti berdetak, ditambah lagi terasa sebuah panah berhasil menusuk dadanya. Jae Mi terlalu kaget dengan kejujuran Sehun, ia tau bahwa ia pengganggu rumah tangga mereka, tapi benarkan apa yang diucapkan oleh Sehun bahwa ia adalah ‘beban’?

“Jika kau sudah sadar bahwa kau adalah beban untuk kami, sebaiknya kau tak berbuat macam-macam.”

Jae Mi masih terdiam, kali ini ia benar-benar tak mengerti maksud Sehun.

“Mari kita buat kesepakatan!” ucap Sehun seraya melangkahkan kakinya mendekat pada Jae Mi

Setelah pekerjaannya membereskan dapur selesai, Hye Ra mengistirahatkan tubuhnya diatas kursi. Tangannya tak berhenti mengetuk layar ponselnya untuk memastikan apa Sehun membalas pesannya atau tidak. Berharap penuh pada balasan Sehun malah membuat Hye Ra kecewa, pasalnya Sehun sama sekali tak membalas pesannya, jangankan membalas, membaca pesannya saja tak ia lakukan

Tak lama suara bell yang berasal dari pintu apartemen yang terbuka berhasil memecahkan pikirannya. Ia langsung berdiri dan segera melangkahkan kakinya kearah pintu.

Benar. Ada Sehun yang tengah berjalan menuju ruang tengah dengan diikuti Jae Mi dibelakangnya.

“Jae Mi, kau dari mana saja?”tanya Hey Ra yang langsung berlari kecil kearah Jae Mi, seolah ia tak melihat orang yang barlu saja ia lewati, suaminya sendiri.

Jae Mi tak menjawab, matanya malah terarah pada Sehun yang masih membelakanginya dengan Hye Ra.

Sesaat, gadis ini hanya menggelengkan kepalanya dan segera pergi meninggalkan Sehun dan Hey Ra, berharap penuh bahwa takan ada pertengkaran susulan antara Sehun dan Hye Ra menyangkut dirinya.

Sekarang hanya ada Sehun dan Hey Ra diruangan ini, namun suasana terasa hening. Tak ada sedikitpun perbincangan antara mereka. Sehun lebih memilih melangkahkan kakinya kearah ruang kerjanya. Hye Ra sudah bisa menebak, suaminya ingin menenangkan pikirannya.

“Kesepakatan konyol!”ucap Jae Mi saat mengingat perbincangannya dengan Sehun tadi ditaman.

Beberapa detik setelah celotehnya dari mulutnya keluar, sekarang Jae Mi malah terdiam.

‘.. setelahnya kau boleh pergi!’

‘Baiklah, lagi pula aku hanya membutuhkan kebebasan.’

Jae Mi benar benar memutar otaknya untuk mengingat untaian kata yang tadi ia sampaikan pada Sehun untuk menerima kesepakatan yang mereka setujui.

“Apa aku tak salah ucap?” Jae Mi menggaruk kepalanya yang sama sekali tak terasa gatal.

Sehun mengistirahatkan tubuhnya diatas sofa ruang kerjanya. Ia juga merebahkan kakinya yang terasa pegal setelah hampir dua jam ia mencari keberadaan Jae Mi.

Jae Mi.

Rasanya benar benar muak jika harus terus mengingat nama itu.

Sehun sadar betul bahwa itu adalah nama istri keduanya. Namun ia masih tak percaya jika kedatangan Jae Mi benar-benar membuat hubungannya dengan Hye Ra terasa rumit.

Next Day…

Pagi ini secangkir kopi panas memperlihatkan kepulan asap tipisnya diudara. Sehun bangun lebih awal dari kedua penghuni lainnya. Tadi malam ia terlelap di ruang kerjanya. Adil. Sehun berpikir bahwa ia adil, tak tidur bersama Hye Ra ataupun Jae Mi.

Suara langkah seseorang yang dirasa tengah berjalan menuju dapur berhasil memecahkan lamunan pagi Sehun. Ia berharap Hye Ra datang dengan wajah bantalnya yang biasa ia lihat dipagi hari.

Namun harapan Sehun menciut takala melihat siapa yang datang menghampirinya.

Jae Mi.

Gadis ini langsung berjalan kerah Sehun, menarik kursi dan segera duduk dihadapan suaminya.

“Tentang perjanjian yang kau ucapkan kemarin..-“

“Kita sudah selesai membahasnya!”ucap Sehun yang langsung berdiri bergegas pergi meninggalkan Jae Mi.

“Tapi..-“

“Kau melanggar kesepakatan, Nona Jung!”

Suara Sehun terdengar samar karna kini Sehun semakin menjauh dari Jae Mi.

“Jangan sampai Hye Ra tau!”

“Ya, tapi bagaimana dengan nasibku!”gerutu Jae Mi setelah sadar bahwa perjanjiaannya dengan Sehun sama sekali tak boleh diketahui oleh Hye Ra atau siapapun.

Baru saja melangkahkan kakinya kearah ruang tamu, Sehun terdiam mendapati ibunya yang sedang berdiri menghadapnnya dan Hye Ra yang ada dibelakang ibunya.

“Apa?”tanya Sehun yang terlihat dingin.

Hye Ra yang sadar atas perlakuan tak sopan Sehun pada ibu nya sendiri melemparkan tatapan tajamnya pada sang suami.

“Ternayata kau sudah bangun? Dimana Jae Mi?”tanya Nyonya Oh.

Wanita mature ini segera melangkahkan kakinya untuk pergi mencari menantu keduanya. Entah perbincangan apa yang akan ia bahas dengan Jae Mi.

Sehun kini melemparkan pandangannya kearah Hye Ra yang terdiam dihadapannya.

“Aku tak suka kau bersikap dingin pada ibu mu!”protes Hye Ra

“Aku juga!”ucap Sehun yang langsung menghampiri Hye Ra

“Lalu kenapa kau bersikap seperti tadi?”

“Karna pagi ini ada seseorang yang berhasil membuatku kecewa.”

“Siapa?”

“Kau.”

“Kenapa?”

“Kau tak memberikanku morning kiss pagi ini!”ucap Sehun mendekatkan wajahnya dengan wajah Hye Ra

“Ada ibu mu didalam!”ucap Hye Ra yang sudah bisa membaca apa yang akan Sehun lakukan pada bibirnya

“Aku tau!”

Cup!!

Ya, Sehun tau ibunya didalam dengan Jae Mi, berharap keduanya melihat apa yang tengah Sehun lakukan dengan istri pertamanya ini. Setidaknya ini cukup untuk menunjukan bahwa Sehun sangat mencintai Hye Ra.

-To Be Continue-

Note: Lagi-lagi ini terlalu TO-THE-PO-INT. Hallo, lama ya gak ketemu mereka bertiga? Sama ko, author juga. Maaf ya, kerjaanku emang lagi banyak banget. Belum terbiasa membagi waktu nulis sama kerja *maklum, anak baju kerja*. Tapi janji dehh, FF yang ini lagi diusahain untuk terus on time diposting! Jangan lupa komen, kritik, ataupun ngasih masukan yaa.. Please, wait for the next part, guyss!!

Iklan

30 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] [2nd] The Wedding

  1. penasaran sama perjanjiannya. aku suka sama konflik nya. jujur biasanya aku sukanya baca ff yg school life tapi entah kenapa waktu baca ff ini aku suka banget sama ceritanya, jadi bayangin kalo itu terjadi di kehidupan nyata. lanjut kak 😂😂😂

  2. satu sisi kasian jadi hyera, dia harus rela liat suaminya mempunyai istri lagi.. yaa walaupun sehunnya ga respect juga sihh..
    tapi di sisi lain kasian juga jaemi, dia kayak yg ga dihargain gitu..

  3. perjanjian apa?
    jangan-jangan perjanjian ‘Jae Mi boleh pergi setelah dia memberikan seorang anak untuk sehun?
    heol, semoga bukan seperti itu. bukan kah sehun akan jatuh cinta setelah melakukannya bersama jae mi? pria kan seperti itu.

    hahhh stress sendiri saya memikirkannya.

  4. Aku kasihan liat hyera yang diduain,sehun yang keliatan kebingungan karena perintah eomma nya,dan jaemi yang merasa kalo dia perusak diantara sehun dan hyera.
    Semoga ini ff happy ending ya

  5. meski cast utama cwenya hye ra tapi aku lebih kasian sma jae mi. menurut aku dia yg paling tersakiti. baru lulus sekolah udh langsung dinikahin sama ahjussi2 pula ( untung cakep ), gara2 nikah sama sehun dia dibenci sama sodara2nya, terus sama sehunnya dijutekin pula.. duhhh gak kebayang kuatnya jd jae mi

  6. Apa cuma aku yg berpihak sama perasaan jaemi..
    emang sih hyera kasihan juga
    hyera harus membagi suami nya pada orang lain
    ya mungkin karena sangat mencintai sehun dan keluarga nya..
    Tapi disini yg rugi besar itu jaemi. Selain jadi korban karna hyera ga bisa punya anak dia juga harus menuruti permintaan sehun soal perjanjian itu. Walaupun aku ga tai sih apa isi perjanjian nya
    tapi kaya nya itu perjanjian memberat kan jaemi deh..
    thor ini ff pokonya keren deh…
    ga sabar pengen baca kisah selanjutnya..
    semangat ya thor

  7. Kesepakatan apa yang dibuat sehun sama jae mi?
    semoga aja sehun tetep cintanya sama hye ra
    Tapi kasihan juga sih si jae mi nya kalo gitu
    Mending istri satu aja ya hun
    Lanjut ya kaka

  8. Entah harus kasian sma nasibnya siapa? hye ra apa jae mi,tapi rasanya kasian bnget sama jae mi kayanya cuma dimanfaatin sma kluarganya sehun dan gk ada yg peduli sma dia satu orang pun,sedangkan hye ra ada sehun yg emng cinta mati dan peduli
    ditunggu next chapnya kak makin penasaran sama kisa mereka hwaitting !!

  9. Entah kenapa aku lebih simpati sama Jaemi, aku malah berharap kalau cast-nya sehun jaemi.
    cheer up kakak untuk ff ini. Bagus karena baru nemu yang konfliknya kayak gini, lebih banyak donk kalau update *maksa* fighting…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s