[EXOFFI FREELANCE] ADRENALINE (Chapter 2)

Untitled-1-Recovered.jpg

Tittle : ADRENALINE

Author : Skixza

Length : Chaptered

Genre : Detective,Thriller, Mystery, Friendship, little bit tomance

Rating : PG-13

Main cast : Park Chanyeol as Park Chanyeol

                    Kim Jongin as Park Jongin (kai)

                    Yoon Doojoon as Park Doojoon

Additional Cast (anggota divisi 2) :

Kang Soyou as Soyu

Kim Suho as Suho

Zhang Yixing as Lay

Huang Zi Tao as Tao

Another cast:

Kim Jongdae as Kim Jongdae

Park Kahee as Jung Minah

Summary :

Kematian sahabatnya secara misterius membuat Chanyeol harus terlibat di dalam dunia kedektetifann. Ia bersama keempat rekan tim yang lain bekerja sama menangani tindak kriminal. Dan Chanyeol juga berjanji pada dirinya sendiri untuk mencari tahu pembunuh sahabatnya dan membalaskan dendam yang ia simpan. Mampukah Chanyeol menemukan pembunuh dan membalaskan dendamnya?…

Disclaimer :

This fanfic is originally made by me only the cast that made by god and their parents . Sebelumnya fanfic ini udah aku share di wattpad dan fanfiction.net  https://www.fanfiction.net/s/11604237/1/ADRENALINE.  (Dengan sedikit edited) tapi disini aku akan ngeshare yang original story from wattpad

Authors note :

Aku gak tau ya kalau fanfic bergenre kayak gini banyak disenengin atau gak…tapi I hope you enjoy to read my story. Kasus dalam fanfic ini juga masih kecil kecilan aja karena pengalaman author yang masih sedikit.. so

Happy reading ☺

PART 2

Sang surya kini tidak lagi menunjukan dirinya, berganti dengan kgelapan malam yang menutupi langit kota Seoul. Hari ini suasana jalan tampak ramai. Banyak warga kota Seoul berhamburan di jalan, memakai mantel mereka agar menghangatkan tubuh dari suhu luar yang dingin. Musim gugur telah datang, daun daun berganti warna menjadi merah, kuning , dan oranye memberi kesan warna warni yang indah ditmbah lampu jalan beraneka warna membuat jalanan di sekitar Seoul tampak hidup . Aaah itu sungguh pemandangan yang luar biasa, bisa dilihat dari raut ekspresi orang orang yang manunjukan kebahagiaan.

Tetapi ternyata kebahagiaan itu tidak di rasakan oleh Chanyeol, lelaki bertubuh ramping dengan tinggi 183 cm. lelaki itu kini tengah berada di balkon bangunan tak berpeghuni. Chanyeol meringkuk di sudut balkon dengan wajah ditelungkupkan pada lututnya. Sudah 2 jam ia di sini dan tidak merubah posisinya sedikitpun. Hanya selembar kaos panjang yang melekat di tubuhnya, tidak ada jaket ataupun mantel yang akan menjaganya dari dingin. Toh tubuhnya sudah mati rasa.

Angin malam yang dingin terus berhembus menerpa Chanyeol, tetapi bukanya dingin yang ia rasakan melainkan perih di dalam hatinya. Saat angina terus menerpa tubuhnya, hatinya kian terasa perih sampai menjalar ke seluruh tubuhnya. Air mata kian menetes di maniknya yang kini sudah membengkak, mengalir bagaikan sungai berarus deras. Lelaki itu hanya diam menatap lututnya membiarkan dirinya larut dalam kesedihan.

Suara ringtone ponsel memecah keheningan di sekitar balkon. Tertera nama Kai di situ, sontak Chanyeol langsung mengangkatnya.

“Yeoboseyo [halo]….”

“hyung! Kau dimana?, kau baik baik saja?,” tanya Kai di sebrang telfon dengan nada khawatir.

“Aku baik-baik saja Kai,” Jawab Chanyeol dengan suara parau. Walaupun sudah berusaha sekuat mungkin menyembunyikan kesedihannya, tetapi suara itu keluar juga.

“kau sedang dimana hyung? Jangan begini!……kau membuatku dan Dujun hyung khawatir” bagaimana tidak khawatir, kakaknya tiba tiba hilang dari rumah dan sudah 3 hari tidak pulang.

“Tolong Kai beri hyung waktu 1 hari lagi, hyung janji tidak akan seperti ini lagi.” Air mata kembali mengalir di wajah Chanyeol. Ia tidak dapat membendung kesedihannya walaupun sudah sekut tenaga menahannya.

Kai mendengar isakan kakaknya itu, ia mengerti mengapa Chanyeol bersikap demikian. Tidak mudah memang melepaskan kepergian orang yang kita cintai.

“baiklah….aku dan Dujun hyung akan menunggumu pulang. Tapi kau harus ingat satu hal hyung…walaupun Jongdae dan Minah ahjuma sudah tidak lagi bersama kita, tetapi aku dan Dujun hyung akan selalu ada untukmu,” ucapan Kai membuat Chanyeol tersadar masih ada orang yang selalu ada untuknya.

“Terimakasih Kai, kau dan Dujun hyung selalu ada untukku,”ujarnya diiringi seulas senyum kesedihan lalu mengakhiri sambungan telfon. Air mata itu kini kian deras mengalir.

“maafkan aku Kai…Dujun hyung…aku janji ini terakhir kalinya aku bersikap seperti ini. Terimakasih kalian selalu mendukungku kapanpun, aku akan mengingatnya sampai mati,” ujar Chanyeol diiringi isakan keras yang spontan keluar dari bibirnya. Ini adalah tangisan terakhir yang Chanyeol keluarkan. Iasakan teraskhir untuk sahabatnya yang telah pergi dan awalan untuk Chanyeol mnjalani hidup seperti biasa.

***********

Sang surya kini sudah menampakan wujudnya. Burung gereja ramai ramai bertengger di atap rumah mendengarkan kicauan indahnya di pagi yang cerah ini.

“Kai cepat bangun! Kau akan terlambat sekolah,” teriak Chanyeol membangunkan adiknya yang masih tertidur pulas di kasurnya. Seulas senyum terlihat mengembang di bibir Kai, ia senang kakaknya sudah kembali ke rumah.

“5 menit lagi hyung,” jawab Kai malas dengan mata yang tertutup rapat.

Chanyeol lalu bergegas naik ke kamar Kai. “cepatlah! Ini sudah siang,” omelnya seperti ibu ibu yang membangunkan anaknya sendiri. Dengan terpaksa Kai membuka matanya dan bergegas turun dari tempat tidurnya yang nyaman. Lalu membersihkan dirinya dan bersiap siap berangkat ke sekolah.

Chanyeol sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk adiknya, karena trburu buru ia hanya bisa menyediakan roti bakar dan segelas susu. Tidak selang beberapa lama Kai turun dari kamarnya sudah rapi memakai seragam.

“sini sarapan dulu,” Kai langsung menuju meja makan dan melahap roti bakar yang sudah disedikan kakaknya. Ia memperhatikan Chanyeol yang sudah memakai pakaian rapi di pagi hari.

“hyung kau mau kemana pagi pagi begini?,” tanya Kai yang penasaran.

“aku ada sedikit urusan, ah sepertinya kau akan telat ayo cepat makannya.” Chanyeol lalu berjalan keluar rumah dan memanaskan mobilnya. Diikuti Kai yang mengekor di belakang, lalu menancapkan gas menuju sekolah Kai.

10 menit berlalu kini ia sudah berada di gerbang sekolah Kai

“terimakasih hyung, kau hati hati ya,’’ ujar Kai yang langsung turun dari mobil lalu berlari masuk ke dalam sekolahnya. Chanyeol kemudian menjalankan mobilnya menuju tempat tujuannya.

**

Kini Chanyeol sudah berada di depan gedung berlantai 2 dengan pintu berwarna hitam di depannya. Langsung saja ia masuk ke dalam. Seorang pria paruh baya dengan seragam lengkap menghampirinya. “ada yang bisa dibantu?,” tanya pria tersebut. Chanyeol lalu menganggukan sedikit kepalanya

“apa ada Park Dujun?,” tanya Chanyeol kepada pria di depannya. Pria itu langsung tersenyu kecil

“aah apa anda park Chanyeol?, ketua menyuruh saya memberitahu anda untuk menunggu sebentar di kursi itu, beliau sedang ada kepentingan mendadak,” ujar pria itu lalu menunjuk sofa berwarna hitam tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Lalu chanyeol pun duduk di sofa tersebut menanti kedatangan dari kakaknya, Dujun.

#FLASHBACK

Dujun kini sedang duduk di kafe dekat kantornya, menunggu adiknya,Chanyeol datang menemuinya. Tak selang beberapa lama sosok yang ia nantikan pun datang dan langsung duduk di hadapannya.

“ada apa hyung menyuruhku kemari?,” tanya Chanyeol langsung to the point.

“ yeol, aku ada satu permintaan untukmu dan aku harap kau bisa menjalani permintaan ku ini,”

“ aku melihat ada potensi dalam dirimu sebagai seorang detektif, dan aku melihat kau akan menjadi detektif yang hebat. Jadi aku memintamu untuk bergabung di unit detektifku, kau mau kan?,” jelas Dujun yang membuat Chanyeol hampir menyemburkan minuman dalam mulutnya

“ hyung! Kau kan tau aku tidak suka bermain main seperti itu! Sudahlah kalau kau menemuiku hanya untuk membicarakan ini jangan hubungi aku lagi!,” ujar Chanyeol dengan wajah kesal dan langsung meninggalkan kafe dengan tergesa gesa.

“Ya! Chanyeol,” teriak Dujun tetapi Chanyeol tidak bergeming dan menjauh meninggalkan kafe.

“aish! Anak itu!,” ujar Dujun sambal memukul meja keras.

Dua minggu setelah pertemuan itu Chanyeol mendapati orang yang paling disayanginya sudah pergi dengan cara tak wajar, masih meninggalkan misteri bagaimana mereka bisa meninggal dan siapa yang melakukan semua ini. Itulah yang selalu Chanyeol pikirkan sampai ia teringat kembali tawaran Dujun yang memintanya menjadi detektif.

“mungkin ini yang terbaik,” ujar Chanyeol pada dirinya sendiri dan menghubungi Dujun.

#FLASHBACK END

___

Belum lama Chanyeol menunggu, Dujun sudah datang dengan mantel hitam menutupi badannya. Ya memang udara di luar sedang dingin dinginnya. Dujun tersenyum sumringah begitu melihat keberadaan Chanyeol dan langsung menyuruhnya masuk ke dalam ruangannya.

“jadi apa yang ingin kau bicarakan?,” tanya Dujun to the pont

Chanyeol terdiam sejenak, memikirkan kata kata yang akan ia ucapkan. “apa tawaranmu waktu itu masih berlaku? Tawaran memintaku bekerja di sini.”

“wah ada apa tiba tiba kau menanyakan hal itu?.” Dujun penasaran apa yang membuat Chanyeol tertarik dengan tawarannya, padahal waktu itu ia menolaknya mentah mentah.

“aku menyadari ada yang janggal dengan kematian Jongdae dan Minah ahjuma, dan aku ingin menemukan siapa pembunuh mereka,” jawab Chanyeol, memang semua ini ia lakukan hanya untuk Jongdae dan Minah. Ia sudah berjanji dengan dirinya sendiri akan menemukan pelaku yang sudah merenggut kebahagiannya.

“aku mengerti alasanmu yeol, tapi jika kau ingin menjadi detektif kau harus membantu semuanya bukan hanya kasus yang kau mau saja,” jelas Dujun.

“ya aku pasti akan membantu memecahkan kasus di sini semampuku,” Jawab Chanyeol. Manik Dujun kini mulai berkaca kaca.ia berusaha sekuat mungkin agar tidak menangis di hadapan adiknya.

“baik kau akan bekerja di sini mulai besok, aku akan mengurus semua kepindahanmu di sini.”

“makasih hyung, aku akan bekerja keras!,” ujar Chanyeol dan membungkukan badannya 90 derajat.

Dujun menatapi Chanyeol dengan wajah penuh kebahagiaan, melihat adiknya yang sudah bersikap dewasa.

“jongdae…Minah ahjuma..terimakasih kalian sudah membuat adikku menjadi lelaki yang baik. Semenjak kepergian ayah dan ibu Chanyeol berubah menjadi anak yang nakal tetapi karena kalian berdua kini ia sudah kembali seperti Chanyeol yang dulu. Aku sangat berterimakasih kepada kalian dan aku berharap kalian tenang di atas sana..” Dujun berseru dalam hati

“Hyung, kau menangis?,” tanya Chanyeol yang melihat air mata yang menetes dari manik kakakknya

“tidak!,” ujar Dujun yang langsung mengelap maniknya yang mulai basah.

_TBC_

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s