[EXOFFI FREELANCE] – Princess Of Drama (Chapter 6 END)

picsart_11-13-06-24-3811

Princess of Drama

Cast        :

  • Alice Kim
  • Byun Baekhyun
  • Bella Kim
  • Oh Sehun
  • Park Chanyeol

Author        : AL

Genre        : Romance, Family

Length        : Chapter

Rating        : PG17

Disclaimer    : This is Mine. Ide cerita ini murni hasil pemikiran Al. Apabila ada unsur yang sama dengan karya lain, itu murni ketidaksengajaan. Jangan plagiat yaa, hargai karya orang lain. Tidak mudah buat ff. So, jadilah pembaca yang baik.

Happy Reading

**Chapter 6**

Saat aku membuka mata pagi ini beruntung sekali aku melihat Baekhyun yang masih tertidur sambil memelukku. Aku tidak pernah menyangka, dengan wajah polosnya itu dia benar-benar bisa menjadi orang yang berbeda kemarin malam.

Aah, kenapa aku masih memikirkannya?

Jangan sebut aku sebagai gadis mesum, oke? Ini hanya karena aku benar-benar merasa sangat senang hari ini, hingga rasanya ingin meledak. Wajar bukan jika saat ini aku tersenyum sendiri sambil memikirkan kejadian semalam. Eh, ini hal yang wajar kan?

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku perlahan. Tidak, tidak, Alice. Berhentilah memikirkan hal seperti itu. Ya, meskipun aku pernah tinggal di Eropa ataupun Amerika selama beberapa waktu bukan berarti aku mengikuti pergaulan disana. Penjagaan ayahku sangat ketat, meskipun ia berasal dari keturunan Eropa, ia benar-benar melaranganku dalam hal sex bebas. Menurutnya itu bukanlah hal yang baik, aku juga berpikir seperti itu.

Seperti biasa, penjaga suruhan ayahku pasti akan mengintai seluruh kegiatanku secara terperinci. Alasan itu juga yang membuatku merasa, jika aku membuat ikatan perteman saat itu, kupikir itu akan percuma. Apalagi kalau aku sampai membuat ikatan cinta dengan orang lain, entah apa yang akan ayahku lakukan nantinya. Aku sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mengubah itu. Jadi, mungkin itu sebabnya, kalau selama ini hidupku selalu kesepian tanpa didampingi seorang teman satupun, kecuali tentu saja Bella.

Tapi saat ini, justru ikatan cinta yang ku buat terbentuk karena ayah. Haruskah aku berterima kasih padanya? Tentu saja ya. Aku sama sekali tidak menyangka akan berakhir seperti ini, tidak banyak pernikahan seperti yang ku lakukan ini akan berakhir begitu indah seperti yang ku alami. Lihat bukan, aku berhasil mengubah alat ini menjadi jembatan kebahagian.

Aah, ini semua karena Bella. Bagaimana mungkin aku bisa melupakan ide konyolnya ini yang membuatku dan Baekhyun jadi dekat seperti saat ini. Bahkan aku bisa berbagi ranjang dengannya. Jika Bella tidak melakukan hal ini, aku rasa tidak akan ada kemajuan yang berarti dari hubunganku dengan Baekhyun.

Baekhyun pasti akan sibuk dengan pekerjaannya tanpa memperdulikan keberadaanku, lalu aku akan kembali menjadi tuan putri yang selalu menyaksikan drama romantis dari seluruh penjuru dunia. Mungkin akan terus seperti itu hingga kami tua nanti. Itu yang ku sebut dengan simple dan tentunya itu juga pasti sangat membosankan.

Untuk saat ini, mari bersyukur dengan semua yang telah terjadi dan mulai lakukan yang terbaik. Seperti membuat sarapan, merapikan dasi, dan.., Hey, Alice, jangan memikirkan hal lain yang akan kau lakukan bahkan hal pertama yang kupikirkan saja belum dilakukan.

Benar, aku harus membuat sarapan untuk Baekhyun…

Perlahan aku mulai mencoba melepaskan pelukan Baekhyun dari tubuhku, mencoba untuk tidak membangunkannya. Meskipun berat meninggalkannya saat ini, tapi akan lebih memberatkan lagi jika aku melihat orang ini kelaparan karena melewatkan sarapannya.

Aku ingin mencoba belajar menjadi istri yang baik.

***

Hari ini aku membuat nasi goreng kimchi dan acar lobak.

Tidak banyak sih makanan yang bisa ku buat, tapi jika Baekhyun menikmati apapun makanan yang ku buat dengan senyuman, ku pikir tidak masalah. Mulai selanjutnya, ketika hari kebebasanku tiba, aku akan mengikuti kelas memasak dengan Bella. Pasti menyenangkan.

“Al, kenapa kau meninggalkanku sendirian di kamar, huh?” ucap Baekhyun yang tau-tau sudah ada dihadapanku dengan keadaan yang cukup kacau. “Ku pikir semua itu hanya mimpi kau tau? Ketika aku terbangun, kau tidak ada disampingku. Coba bayangkan bagaimana perasaanku saat itu, aku merasa kalau aku,”

“Yap,” aku memegang pundaknya lembut setelah itu menepuknya berkali-kali. “Itu Bukan mimpi, Baekhyun. Buktinya aku ada dihadapanmu saat ini. Maaf, karena meninggalkanmu saat kau tidur, aku hanya tidak ingin membuatmu melewatkan waktu sarapan. Jadi aku mencoba untuk memasak. Sekali lagi maaf, kalau tindakanku itu membuatmu kecewa.”

Baekhyun memandangku lekat-lekat. “Entah kenapa, semakin lama, semakin aku terjatuh ke dalam pesonamu, Al. Ku pikir aku benar-benar mencintaimu.”

Aku tersenyum manis mendengar ucapan Baekhyun saat ini. Jangan sampai wajahku memerah karena ucapannya itu. Tapi, tunggu, daripada memikirkan wajah merahku, ada yang lebih penting dari itu yang harus diperhatikan..

“Baekhyun, bagaimana kau bisa bertelanjang dada dicuaca yang dingin seperti ini? Jangan bilang kalau kau juga belum mandi?”

Yang diajak bicara hanya tertawa kecil menjawab pertanyaanku. Melihat reaksinya, aku tau betul apa yang terjadi. Aaih, kenapa aku memiliki suami seperti ini? Tidak bisakah ia hanya menunjukkan sisi kerennya saja padaku?

***

“Alice, sejak kapan kau mulai menyukaiku?”

Aku tidak segera menjawab. “Entahlah, mungkin itu minggu-minggu awal dimana kita telah menikah. Kau selalu saja menarik ulur hatiku, itu sebabnya aku tidak terlalu manyadari perasaanku.”

“Aah, jadi seperti itu.”

“Kalau kau, kapan mulai menyukaiku, Baekhyun?”

“Saat tanganmu ikut mandi bersamaku.”

Aku membulatkan mataku mendengar ucapannya. “Dasar pria mesum,” ucapku sambil memukul kepalanya dengan buku yang saat ini ku pegang. Ku harap itu tidak terlalu menyakitkan ketika aku harus memukulnya dengan benda itu. Itu salahnya sendiri karena menggodaku.

Lagipula, godaan Baekhyun tidak hanya sampai disitu..

Begitu aku melonggarkan penjagaan, ia tiba-tiba saja menarik lenganku dan membuatku harus menjatuhkan diriku di sofa dengan dia ada dihadapanku saat ini. Bukankah ini terasa deperti déjà vu?

“Bukankah sudah ku katakan, kalau kau memukulku, aku akan melakukan ini,”

Untuk saat ini ia tidak mempermainkanku. Ia benar-benar menciumku dengan lembut. Benar, kisah drama yang ingin ku buat adalah kisah drama yang berakhir indah seperti saat ini. Tidakkah awalnya kisahku ini sedikit menghawatirkan?

Tidak ada yang tau bagaimana awal drama yang akan kau buat, tapi untuk mencapai akhir yang kau impikan, bukankah kita harus bekerja lebih keras?

***

Suara dering ponsel kembali terdengar seperti kejadian-kejadian sebelumnya. Tapi saat ini aku yang memimpin langkah lebih dahulu dan berjalan menuju pintu depan dan mengamati monitor pintu yang terus saja berbunyi. Begitu aku menyentuhnya, sebuah gambar justru membuat diriku hampir tak mempercayai ini semua.

“Baekhyun, apa yang ku lihat ini?”

Baekhyun tersenyum melihat apa yang juga ku lihat. “Mereka semua sedang berkunjung Al. Mereka ada didepan rumah saat ini. Apa ini berarti kita berhasil membuka kunci ke tiga untuk pergi dari rumah ini?”

Entah aku harus senang atau sedih. Tapi rumah ini, benar-benar memberikan kenangan yang sangat indah buatku.

“Aah, coba kita lihat satu persatu siapa saja yang berkunjung kemari,” ucapku sambil memperlihatkan layar monitor dengan teliti. “Ada Bella, Kakak ipar, Sehun, dan siapa gadis ini? Apa ini temanmu Baekhyun?”

Baekhyun mengamati apa yang baru saja aku tunjukkan padanya. Sedetik kemudian ia terkekeh pelan. “Sepertinya itu kekasih baru Sehun, kau harus menyambutnya dengan baik, oke?” ucapnya sambil mengacak rambutku pelan.

“Oke, Baiklah,” ucapku tersenyum kecil. “Selain gadis itu, apa yang akan kita lakukan pada sisanya? Apakah kita harus memborgol mereka semua?”

“Menyuruh mereka memakan roti dan bubur sepertinya juga tidak mengapa?”

“Itu bukanlahlah hal yang sulit. Bagaimana jika kita tidak membiarkan mereka mandi selama satu minggu? Itu menarik bukan?”

Baekhyun hanya tertawa geli melihat ekspresi lucu yang diperlihatkan oleh istrinya itu saat ini. Ya, itu diriku. Sedetik kemudian, ia mulai membuka pintu depannya. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, selama kita berusaha, pasti akan berakhir indah bukan?

***

Setiap orang mencoba untuk mencapai hal besar, tanpa menyadari bahwa kehidupan merupakan kumpulan dari titik-titik kecil. Hidup itu seperti sebuah drama, kamu hanya tinggal memilih menjadi pemain atau menjadi penonton.’

**FIN**

Akhirnya princess of drama berada di chapter terakhir. Maaf untuk keterlambatan updatenya.. hehe.

Oh, ya gimana niih pendapat kalian dengan ending dari ff ini? Masih banyak hal yang membuat bingung? Masih ada teka-teki yang membuat kalian penasaran? Atau ada bagian yang membuat kalian ngga ngerti?

Ya, tenang saja. Semua pertanyaan kalian itu akan terjawab di update selanjutnya. Jadi, kesimpulannya untuk update selanjutnya al mau bikin chapter special Q&A dari para reader. Bertanyalah hal-hal yang kalian ngga ngerti. Hehehe..

Di update minggu depan juga Al akan menjelaskan kemana perginya Bella, Chanyeol dan Sehun selama ini. Kali ajah gitu, ada yg nyariin mereka. Hihi..

Ah, minggu depan jadi kalian masih ketemu lagi sama Al niih. Yeeaahh.. Jangan bosen yaa..

Terimakasih atas semua dukungan untuk FF ini. See You Guys..

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s