[VIGNETTE] 1004 — IRISH’s Tale

 

sehun

|   1004   |

|  EXO`s Sehun  x  Gugudan`s Sally  |

| mentioned F(x)`s Krystal & VIXX`s Hyuk |

|  Fantasy x Melodrama  |  Vignette  |  Teen  |

|  story by IRISH  |

— sometimes minds could hurt you more than words —

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Cinta itu bagai sebuah dilema, kata mereka. Konon katanya, cinta juga seharusnya saling melengkapi. Tapi sepertinya hubungan Sehun dengan wanitanya, Sally, tak pernah seindah ungkapan cinta yang seringkali mereka dengar.

Keduanya telah merajut hubungan selama hampir sebelas tahun, jumlah waktu yang mereka habiskan bersama juga tidak lagi terhitung banyaknya. Tapi sayang, hubungan mereka tidak berarti apapun karena sebuah batas tak kasat mata yang sudah tercipta.

Hey, sayang.”

Sapaan Sehun sekarang terdengar menyambangi rungu Sally dengan begitu indahnya. Jika saja Sally tidak ingat bagaimana keadaannya sekarang, dia mungkin sudah melonjak kegirangan karena eksistensi Sehun.

“Sehun! Aku sungguh merindukanmu.” Sally memekik, kedua netranya membola sementara lengannya kini bergerak memeluk leher Sehun, menarik si pria ke dalam pelukan sementara Sehun sendiri mengulum senyum.

Sikap agresif Sally sejak dulu memang selalu jadi favorit Sehun. Meski sebelas tahun telah berlalu—dan terhitung, sudah satu tahun berlalu sejak terakhir kali mereka bertemu—tapi Sally tak pernah berubah di mata Sehun. Dia selalu tampak sama cantik dan sempurnanya.

“Aku juga sangat merindukanmu, sayang.” Sehun berbisik, ditenggelamkannya wajah ke surai cokelat tua Sally yang tergerai, dihirupnya dalam-dalam aroma tubuh si wanita yang kerapkali Sehun rindukan dan membuatnya terus ingin bertemu.

Beberapa menit berbalas pelukan di tengah kebekuan kota, Sally akhirnya melepaskan pelukannya, ditatapnya Sehun lekat-lekat seolah mencari setiap perbedaan yang bisa ditemukannya dari fisik si pria.

“Kau masih saja tampan,” goda Sally, jari telunjuknya dengan nakal bergerak menyentuh ujung hidung Sehun sementara si pria menatapnya penuh arti.

Sehun sebenarnya begitu ingin menarik si wanita ke dalam pelukan sebelum ia sarangkan kecupan-kecupan kecil penuh sayang di bibir dan pipi Sally, tapi Sehun tahan keinginannya sekuat mungkin. Takut jika Sally mungkin tidak lagi menerima sikap penuh kasihnya dengan cara yang sama seperti dulu.

“Bagaimana keadaanmu dengan Sanghyuk?” Sehun bertanya sejurus kemudian.

Sally, mengerucutkan bibirnya sebelum menjawab. “Baik-baik saja. Kupikir kau sudah tahu, tapi mengapa kau bertanya? Bagaimana denganmu, hubunganmu dengan Krystal sudah membaik?”

Nah, ingat saat dikatakan kalau cinta antara Sally dan Sehun tidak pernah bisa bersatu? Seperti inilah keadaan mereka sekarang. Pasalnya, keduanya tidak lagi bisa saling memiliki kecuali keduanya sama-sama melepaskan seseorang yang mencintai mereka.

Sally, telah memiliki Sanghyuk, dan Sehun telah bersama dengan Krystal. Meski keduanya ingin bersama, tapi mereka tidak bisa. Bukan, bukan karena Sally mencintai Sehun setelah dia bertemu dengan Sanghyuk, atau sebaliknya.

Tapi karena mereka memang tidak boleh bersama.

“Memangnya kapan kau lihat aku berbaikan dengan Krystal? Kau sudah jadi gravitasiku, Sally. Kau tentu tahu jika tidak ada satupun wanita di dunia ini yang bisa kucintai dengan cara yang sama seperti caraku mencintaimu.”

Sally yakin, pipinya sekarang memerah karena perkataan Sehun. Dulu, dia bahkan tidak segan memukul Sehun—pukulan penuh sayang, tentunya—apabila Sehun dirasanya bicara kelewat cheesy. Tapi itu dulu, keadaan sudah berubah sekarang, bukan?

“Kau membuatku cemburu terhadap Krystal.” lirih Sally kemudian.

Sehun, menjawab kecemburuan semu wanitanya dengan sebuah pelukan hangat—sekali lagi, Sehun memutuskan untuk memeluk Sally daripada menciumnya karena dia tahu keadaan mereka sekarang sudah berbeda—sementara ia tersenyum kecut tanpa sadar.

“Tiap detik kuhabiskan dengan menahan cemburuku pada Sanghyuk. Kau tahu? Aku setiap hari memikirkan apa saja yang kau lakukan bersamanya, apa kau bahagia bersamanya, atau… apa kau sudah melupakanku karenanya. Semua pikiran itu membuatku—”

Ucapan Sehun terhenti kala dirasanya kedua telapak tangan mungil Sally menangkup sisi wajahnya. Sally kini menatap Sehun dengan sebuah senyum di wajah sementara sepasang netranya berkaca-kaca.

“Maafkan aku, Sehun. Jika saja kau tidak mencintaiku, mungkin kau tidak perlu menderita seperti ini.” Sally berkata, sementara ia kini berusaha menjinjit, menyejajarkan tubuhnya dengan Sehun dan diberinya Sehun sebuah kecupan di bibir.

Sehun sendiri tidak memilih untuk menjauh, tidak pula membalas kecupan Sally. Sesungguhnya, Sehun yang sekarang paling merasa hancur. Ia habiskan sebelas tahun dengan seorang wanita yang tidak mencintainya dan tidak juga ingin dicintainya, sementara wanitanya telah hidup bahagia.

Ya, Sehun sadar jika kedatangannya menemui Sally hanya akan membuatnya merasa semakin hancur. Tapi mau bagaimana lagi, ia terlanjur berjanji sebagai lelaki tentang dirinya yang setiap awal tahun akan menemui Sally tidak peduli bagaimanapun keadaannya.

“Tidak, Sally. Kau tidak salah. Baik kau, maupun aku, kita adalah lompatan sandiwara cinta yang jadi bagian dari hidup kita. Kau ingat kan apa yang kau katakan padaku sebelas tahun lalu?

“Tentang hidup yang sesungguhnya merupakan panggung sandiwara raksasa dimana setiap orang punya sebuah peranan yang harus dilakukannya tidak peduli apapun yang terjadi? Kau juga mengatakan padaku, jika dalam sandiwara romansa menyedihkan, dua orang yang saling mencintai pun tidak akan bisa bersama.

“Tapi keduanya akan menemukan kebahagiaan dengan cara yang berbeda. Kau ingat? Sampai saat ini, setiap kali aku merasa cemburu pada Sanghyuk, aku akan mengingat-ingat lagi ucapanmu saat itu. Aku mencintaimu, Sally. Itu sudah cukup membuatku bahagia dalam artian sebenarnya.”

Sally, hanya bisa tersenyum kecil saat mendengar ucapan Sehun. Ia ingat, bertahun lalu Sehun tak pernah bicara sebanyak ini. Tentu, Sally masih ingat benar seperti apa sosok Sehun yang selalu sempurna di matanya.

Tapi kini ia ditampar pada fakta bahwa sampai kapanpun, mereka tak akan bisa bersama. Dan entah sampai kapan, keduanya akan terus mengalami dilema lantaran saling menyimpan rasa.

Sally pun tahu, Sanghyuk akan terluka jika saja pria itu tahu apa yang Sally lakukan sekarang. Mungkin, jauh di sana Krystal juga merasakan luka yang sama. Sehun dan Sally juga sama-sama terluka. Tidak ada keuntungan dari hubungan bodoh mereka selain menghasilkan luka.

Cinta egois yang berusaha mereka pertahankan sesungguhnya hanya akan menoreh goresan luka baru di tiap waktu yang mereka lalui. Tapi Sally tak mau peduli. Egonya telah menekan semua perasaan yang ingin mendominasi. Ia terlampau mencintai Sehun untuk dapat merelakan pria itu bahagia bersama wanita lain.

Setidaknya, biarlah mereka sama-sama menderita daripada hanya salah satunya yang bahagia, itu pikiran Sally beberapa tahun lalu. Sekarang, Sally pikir dia bisa belajar merelakan Sehun untuk bahagia, atau setidaknya menemukan kebahagiaannya yang lain.

Sally mungkin wanita pertama yang Sehun cintai, tapi dia belum tentu jadi wanita terakhir yang Sehun cintai. Sally pikir, sudah saatnya bagi keduanya untuk saling melepaskan.

“Sehun, aku—”

“—Aku tahu. Kau tidak perlu mengatakannya, Sally. Mendengarmu mengutarakannya hanya akan membuatku ingin mengubah takdir yang seharusnya terjadi. Jadi, jangan katakan apapun.” Sehun memotong usaha Sally untuk bicara.

Senyum kecil Sally selipkan di wajah muramnya, sementara ia mengangguk-angguk pelan dan berucap. “Ah, ya. Aku hampir saja lupa kalau kau adalah seorang penulis takdir, Sehun.”

Sehun menghembuskan nafas panjang. Diliriknya sekilas sayap putih berkilau yang ada di punggungnya adalah batas yang membatasinya dengan Sally. Sally hanya seorang manusia biasa yang kehidupannya bisa direnggut kapan saja oleh takdir.

Takdir, ah. Sehun adalah takdir itu. Dia, adalah penulis takdir bagi manusia.

Bukankah mencintai Sally adalah sebuah pelanggaran baginya?

“Malam sudah larut, Sally, dan kau tidak perlu menjelaskan apapun. Semua yang ada di dalam benakmu sudah cukup jelas bagiku. Dan aku bisa menerimanya. Sejak awal, bukankah kita sudah tahu kalau cinta ini tidak bisa diperjuangkan?”

Sally, memejamkan kedua matanya dan mengangguk samar.

“Aku tahu, aku tahu. Jadi, apa kau tidak akan menemuiku lagi tahun depan?” tanya Sally membuat Sehun terdiam.

Dipandanginya Sally seolah pertanyaan yang diutarakan wanita itu adalah pertanyaan paling sulit bagi Sehun. Samar, Sehun menggeleng. Meski sebenarnya ia sungguh ingin mengangguk demi menenangkan hati Sally. Tapi Sehun tidak bisa berbohong, setidaknya ia tidak diciptakan untuk mampu berbohong.

“Aku tidak akan menemuimu lagi, Sally.”

Mendengar ucapan Sehun, Sally akhirnya mengangguk paham.

“Baiklah. Kalau begitu malam ini aku juga tidak akan banyak bicara padamu, Sehun. Aku takut aku justru akan semakin merindukanmu nanti.” Sally memutuskan, diuntainya langkah mundur menjauh dari sosok berpakaian serba putih di hadapannya.

Sehun sendiri tidak memberikan sahutan apapun. Baginya, keputusan Sally sudah tepat. Setidaknya Sally harus menghabiskan tahun ini dengan menciptakan kenangan indah bersama Sanghyuk dan tidak lagi memikirkan Sehun.

“Aku masih akan menemuimu satu kali, Sally.” Sehun berucap kala Sally dilihatnya sudah bersiap meninggalkannya.

“Oh, ya? Kapan itu?” tanya Sally, tidak ada antusiasme dalam suaranya, mungkin kali ini Sally sudah benar-benar teguh dengan pendiriannya untuk menciptakan sebuah perpisahan dengan Sehun.

Sehun sendiri, tersenyum samar sebelum ia menatap wanita berusia tiga puluhan itu dengan pandangan penuh arti.

“Dua bulan lagi, saat kau melahirkan si bungsu.”

Sally, tersenyum dan mengusap perutnya, sementara tatapannya masih lekat tertuju pada Sehun. Seolah paham apa yang sedang Sally pikirkan sekarang, Sehun lagi-lagi buka suara.

“Tidak, jangan pikir jika kau lagi-lagi melahirkan anak laki-laki untuk ketiga kalinya. Dia adalah seorang perempuan, dan akan tumbuh jadi gadis cantik sepertimu, dan dia juga akan jadi seorang gadis yang baik, jadi jangan khawatir.”

Anggukan pelan Sally berikan sebagai jawaban.

“Baiklah, karena kau memintaku untuk tidak khawatir, aku tidak akan memikirkan apapun saat pergi nanti.” ucapan Sally kini membuat Sehun menatap tidak mengerti.

“Apa maksudmu?” tanyanya.

Sebuah senyum Sally paksakan untuk muncul di wajahnya, sementara ia sendiri menahan tangis. Konversasinya dengan Sehun tidak semata-mata untuk sekedar melepas rindu. Dari cara Sehun melepaskannya, Sally sudah tahu apa yang akan terjadi berikutnya.

“Aku akan mati saat melahirkan bayiku, bukan? Itulah mengapa kau tidak akan menemuiku lagi, Sehun. Karena kau katakan putriku akan baik-baik saja tanpaku, aku tidak lagi perlu khawatir.”

Ya. Seharusnya Sehun tahu kalau Sally tidak bodoh. Wanita itu mengenalnya lebih baik dari siapapun. Dia bahkan tahu setiap kelakar Sehun saat marah, sedih, senang maupun berpura-pura.

Sally sekarang bahkan tahu takdir apa yang tengah menantinya meski Sehun tidak menjelaskannya. Bisa jadi, keputusan Sally untuk memilih berpisah juga jadi pertanda bahwa mereka memang akan berpisah selamanya.

“Aku akan menjaga putrimu, Sally.” Sehun lagi-lagi memberi sebuah janji. Ia hidup abadi dan tidak harus khawatir pada kematian.

Cinta pada Sally hanya sebuah bagian dari rotasi kehidupan abadinya. Lagipula, cinta mereka agaknya tidak akan pernah bersatu sampai kapanpun. Tidak, tidak selamanya mereka berpisah. Karena ada takdir yang tidak bisa Sehun katakan pada Sally saat ini.

Setidaknya, biarlah Sehun seorang yang tahu takdir itu.

Takdir tentang putri Sally yang kelak tumbuh serupa dengan ibunya, dan dua puluh tahun yang akan datang, akan membuat Sehun jatuh cinta untuk kedua kalinya.

— FIN —

IRISH’s Notes:

Efek stres+kecapekan itu sebenernya ada banyak. Salah satunya yaitu berefek sama mood yang bawaannya selalu kepengen bersedih-sedih ria macem ngeliat gebetan jadian sama temen sebangku. Mayan jleb, rasanya.

Dan ya, berhubung lagi bingung mau jadiin siapa sebagai main cast (ceritanya, mau jadiin Baekhyun tapi kok mukanya lawak, mau pake D.O. kok lawaknya dua kali lipat) akhirnya Sehun deh yang kepilih.

Mayan, Sehun jadi mas-mas malekat nyasar /kemudian besok ane ditemukan tergantung di pohon cabe depan rumah karena sudah dua kali mempermainkan fiksi atas nama malekat/.

Eh tapi ini enggak mature kayak sebelumnya, AWAKAKAKAKAKAKAKAW.

OH ~ sesungguhnya aku lagi dilema lantaran Violet udah kena kanker stadium akhir. Hiks, dia udah enggak bisa disembuhkan jadi mungkin nanti aku cari gebetan baru lagi sebagai pengganti Violet.

Eh anyway, apa cuma di sini ya musimnya labil (kadang hujan-kemudian panas-kemudian hujan angin-kemudian panas terik) dan bikin stamina jadi gampang hancur? T..T

~

~

~

[    IRISH SHOW    ]

6 thoughts on “[VIGNETTE] 1004 — IRISH’s Tale

  1. Akhirnya setelah beberapa bulan aku comeback mampir ke wordpress lagi~ yeayy
    Kangen banget baca ff Kak IRISH >< selama liburan nonton drama terus, pelampiasan karena kalo sekolah nonton drama bikin mata lelah hihiu
    Entah kenapa aku pilih ff ini buat dibaca duluan. Dan gak kecewa sama sekali.
    Ternyata Sehun penulis takdir… kukira malaikat biasa wkwk
    Pas baca aku nebak-nebak Sehun itu siapa, siapa tau tiba-tiba dia itu hujan kayak di ff Kak IRISH yang waktu itu wkwk

  2. duh sedih. bacanya pas mendung, doi ga chat-chat, temen pada kabur, duh pass bengee. sedih ya sehun, jadi malekat juga tapi nista :’ sedih ddq. sally teguh amat. kek mario teguh, entar anaknya jan ditinggal ya, eh? udh lah caur 😥

  3. WANJIR MALEKAT DI NISTAIN LAGI WANJR WKWKWKW ADA SALLY KYAAAA

    Ini ya lord aku malah kasian kak rish sama si sehun takdir suka sm sally dan cinta lg sm anaknya sally ayo aja sm cicit2nya sally dia jatuh cinta. Ngenes amat mas udah mas sm aku aja /ditabok luhan/

    Sip kak rish buat lagi malaekat2an ya /digantung dipohon cabe

  4. 2 KALI MEMPERMAINKAN MALAIKAT, DAN SETIDAKNYA INI GAK MATURE —
    EKI JADI INGET YARA CUNYUL DI MALAM NATAL KAK, BHAKKSS/DIGANTUNG DI POHON CABE/ 😄
    SEHUN, YG SABAR YA MAS, KALO ANAK SALLY BLM GEDE 20 TAHUN LAGI, SINI SELINGKUH SAMA EKI DULU, MUMPUNG CY SUAMI EKI LAGI MEMAGUT KASIH BARENG TEMAN KERJA MAS SESUN SESAMA MALAIKAT /DIBALANG/DIGOROK/DIGAMPAR/ :3
    VIOLET OH VIOLET, KAMU KENAPA NENG? KENA KANKER KAH?/DIGAMPAR/
    DOA YG TERBAIK BUAT VIOLET DEH KAK RISH, ATAU VIOLET NIATNYA MAU REINKARNASI INI?/DIBALANG/ 😄

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s