[ONESHOOT] Christmas with Yoo Ahra- Vvixxo

2sPzMgD7.jpg

#Christmas with Ahra#

spesial for Ahra

 A Story by vvixxo

Yoo Ahra (OC) with Kim Junmyun

Sad, Fantasy-Oneshoot

please play For Life by EXO

HAPPY READING! buing buing .

 

####

“Namaku Yoo Ahra. Aku 18 tahun bulan ini, aku seorang pelajar biasa, aku pintar, aku cantik,. AH. PERKENALAN MACAM APA ITU!”

Aku menghembuskan nafas keras. Aku ingin cerita sesuatu, aku ini sedang sangat bingung, Waktu umurku 8 tahun aku bertemu dengan seorang ahjussi di taman di utara kota, saat itu aku sangat sedang kalut. Aku memang masih sangat kecil waktu itu, tapi apa gadis 8 tahun tidak boleh kalut?. Saat itu paman yang merawatku meninggal, hartanya entah dipegang siapa yang pasti bukan aku,dan yang pasti di tangan yang salah. Setelah pemakamannya aku menangis tak henti, sambil mencabik cabik rumput dibawahku, lalu seorang ahjussi datang, suaranya sedikit berat, aku masih mengingatnya sampai sekarang. Dia memberikan ku sebuah cincin, dia bilang cincin ini akan menjagaku, aku memakainya, dan dengan bodohnya dia tersenyum sambil mengatakan

“cincin itu tidak bisa dilepas”

“APA?!”

Dia hanya mengangguk.

“LALU UNTUK APA KAU MEMBERIKANNYA?!”

“ah. Kau pasti bercanda, tangan ku ini sangat kecil pasti bisa.”

Aku mencoba melepaskan cincin itu dari jariku. Hasilnya nihil. Bahkan itu semua hanya membuat jari ku sakit jika aku terlalu memaksanya.

“kau akan ber-

“ah ahjussi, berhentilah bercanda. Aku ini masih 10 tahun kau tau kan?!”

“lalu?”

“ya aku ini masih kecil, aku juga buta, tapi kau tidak bisa menipuku, jangan jangan cincin ini kau gunakan untuk mengalihkan perhatianku lalu ada temanmu yang menangkapku dari belakang kan?! Kau mau menculikku?!”

“kau akan bertemu seseorang yang akan melepaskan cincin itu.  Dia memakai topi hitam lengkap dengan tuxedo hitam panjang, matanya biru. Dia akan melepaskan cincin ini, semua hal sihir ini akan hilang di umurku 18. Aku tidak bisa bilang bahwa cincin ini sebuah kesialan atau keberuntungan. Kau akan bertemu dengannya di umur 18. “

“Ahjussi, aku ini buta. Kau ini ingin meledekku ya”

Dia menghilang ketika kepalan tanganku hampir memukul tubuhnya, dia hilang bagai-ah pokoknya sungguh menyebalkan-

Saat ini aku sedang berdiri di sepertinya kaca kamar mandi di sekolah, aku sekolah di tengah kota, aku hidup sendiri dengan warisan ayahku, aku tidak miskin tidak juga kaya. Aku kurang bergaul, bukan karena aku pendiam atau apa, mereka yang tidak mau mendekatiku. Awalnya aku kira aku ini kelewat jelek, bahkan hancur, tapi ternyata tidak, buktinya aku sering mendapat bully an tak mengenakan yang diberikan orang orang yang katanya pacarnya menyukaiku. Aku tidak memiliki sahabat, ya mungkin hanya teman yang pendiam dikelas. Aku ini buta, tapi semenjak aku menerima cincin itu, pendengaranku sangat tajam aku bisa mengetahui langkah kaki orang ke kanan atau kekiri, aku bisa tau dia masuk mana , aku bisa tau di depan atau dibelakangku. Bahkan mereka hampir tidak mengetahui jika aku buta, mataku biru pucat, katanya sih bagus. Aku tidak tau.

Aku masih penasaran dengan orang yang akan mengambil cincin ini, kenapa cuman sampai umur 18?

“saat bertemunya aku harus kasar atau lembut? Ah. Ini sungguh menyusahkan”

“Ah. Ada yoo Ahra si gila sedang berbicara dengan pantulan wajah nya di cermin”

Aku menoleh kebelakang, ke manusia yang menyebut namaku dengan intonasi yang -sungguh sungguh- mengganggu telingaku. Aku melangkahkan kaki dan bergerak memegang kenop pintu, tapi si gadis dan temannya menarik kerah baju bagian belakangku, ada salah satu temannya menarik rambutku.

“kau tidak mau bermain dengan kami?!”

“kenapa kau selalu menggangguku?”

“aku yang mengganggumu apa kau yang mengganggu aku dan pacarku hah?!”

“apa yang kau bicarakan?”

“ Kim jonginku, kau merebutnya!”

“aku bahkan tak mengenalinya! Bagaimana bisa aku merebutnya?!”

“muka mu ini, aku tidak suka. Operasi dimana kau?! Kau bayar berapa untuk hasil yang sem- maksud ku buruk ini”

Teman temannya  terkekeh- aku sungguh tidak tau mengapa mereka terkekeh- tiba tiba aku merasakan sebuah besi yang menentuh pipiku.

“ kau tidak keberatan jika wajahmu sedikit ku perbaiki?”

Aku menutup mataku. Ini selalu terjadi, berapa orang yang sudah pernah berusaha merusak wajahku. Dia datang. Mereka semua seakan tersihir.

Yang sepertinya Pisau kecil itu terlempar, begitu juga mereka-terdengar dari suaranya- tapi tidak denganku.

“kau diganggu lagi? Ckckck. Tidak ada kapok ya ya mereka”

“ayo pergi”

“ah. Aku belum selesai memberi mereka pelajaran”

“tidak perlu, toh besok besok mereka akan tetap mencoba ini lagi, ayo pergi”

Namanya kim Junmyun. Dia adalah- aku bingung menyebutnya apa- seperti malaikat penjaga, itu adalah hasil dari cincin yang sedang aku kenakan. Kim Junmyun itu seperti ahjussi ku, dia seperti teman si ahjussi tampan yang memberikan cincin ini, aku tidak tau bagaimana wajahnya. Tapi aku suka suaranya.

“ seminggu lagi kau ulang tahun ke 18 kan? “

“kau ingin hadiah natal dan ulang tahun apa?”

“entah, aku tidak kepikiran apa apa, aku masih penasaran siapa yang akan melepas cincin ini”

Aku tidak pernah bisa melihat ekspresinya, aku tidak pernah tahu dia sedih apa senang, aku tidak pernah tau saat dia tertawa apa dia benar benar tertawa.

“sampai kapan kau akan denganku, tuan?”

“aku tidak bisa memberi tahu itu, nanti kau malah sedih”

“jangan bicara yang macam macam”

Waktu pertama kali dia datang, dia datang seperti sudah lama mengenaliku, dia bahkan sudah benar benar seperti menjadi ahjussi ku,mengantarku ke sekolah dengan teleportasi, menyiapkan makanan, yang aku tau dia pernah bilang bahwa dia ahli menggambar, makanya dari kecil aku menyuruhnya untuk menggambar ekspresi wajahnya, aku ingin melihat suatu saat, dan mungkin aku jadi bisa tau ekspresi apa yang dia berikan selama ini padaku. Aku penasaran saja. Ohya, dia suka sekali menyanyi.

“berhentilah menyanyi “

“benarkan aku harus berhenti?”

“iya!”

Sebenarnya, aku sangat suka suaranya, tapi aku gengsi sekali mmengakuinya tapi kalo tidak mulutku gatal jika tidak memberi tahunya.

Dia tetap menyanyi meski aku suruh berhenti. Dia itu keras kepala, aku selalu memukulnya jika sudah kusuruh berhenti malah dia tetap menanyi.

###

Hari ini ulang tahunku, dan hari natal. Aku keluar kamar dengan hati yang bahagia karena ku yakin seperti biasa kim Junmyun sudah duduk disofa ruang tengah dengan pohon natal katanya, kado kado dibawahnya, dan hiasan natal memenuhi rumah- dia yang bilang- , Ohya dan kue ulang tahun. Setiap tahun aku selalu menyuruhnya memotret diri kami, seperti selfie mungkin. Ya meski aku tak pernah melihat hasilnya.

Tapi hari ini aku tidak mendengar suaranya, rumah seperti tidak ada orang, biasanya di sudah berteriak merry christmas dengan mic. Dimana dia? Apa dia sengaja tidak bersuara lalu mengejutkanku? Ah . Aku harus bersiap dengan ekspresi bahagia. Aku harus cantik meski kaget.

“HEY AHJUSSI AKU LAPAR, DIMANA KAU?!”

Dia tidak ada?

Aku merasakan ada seseorang yang menyentuh tanganku, tangannya dingin. Dia melepas kan cincin dari jariku. Entah aku harus bagaimana, tiba tiba aku melihat beberapa cahaya muncul, aku mengedipkan mata beberapa kali, aku melihat segala objek didepanku, aku melihat pohon natal dan kado kado itu, aku melihat segalanya.

“kau si orang yang di bilang akan mencabut cincinku?”

“bicara sesuatu!”

“ah, aku bisa melihat”

Dia adalah pria dengan tinggi sekitar 170 an, dengan tuxedo hitam panjang dan topi hitam besar yang hampir bisa menutupi wajahnya jika ia menunduk. Dia sedikit mendongak, matanya hitam legam, bibirnya tipis, tampan sangat tampan, dia pria tertampan yang pernah kulihat-ya dia orang pertama yang kulihat sih-

“bicara sesuatu, ohya, terimakasih , aku senang bisa melihatnya”

“jaga dirimu, selamat tinggal”

Itu seperti suaranya.

“ahjussi?”

cahaya terang memenuhi ruangan, aku menutup mataku. Dia menghilang.

Hening.

“AHJUSSI, DIMANA KAU?! HEY AKHIRNYA AKU BISA MELIHAT! DIA SUDAH DATANG DAN MELEPASNYA!”

Tidak ada jawaban sama sekali.

Aku berjalan mencarinya keseluruh ruangan, bahkan di tempat tempat yang mungkin saja tidak mungkin ia datangi. Aku tidak menemukannya dimana mana.

Aku kembali duduk di sofa, menatap kue ulang tahun buatannya, ternyata dari dulu aku memakan kue ulang tahun seburuk ini. Aku tidak tau mengapa sepertinya mataku menyuruhku dengan paksa untuk menangis. Akhirnya, aku malah tidak bisa menghentikan air mataku yang mengalir deras, aku bahkan sampai sesenggukan. Aku kan belum tau kenapa, tapi hatiku dan mataku seperti sangat ingin ini.

Aku melihat sebuah buku di samping kue ulang tahun, berwarna coklat tua, sedikit usang. Disana ada beberapa cetak foto yang sengaja di lekatkan di kertas kertasnya. itu seperti aku, tapi hanya aku disana, tapi seperti bukan tanganku yang memegangnya, apa itu dia? Dia tidak tampak di kamera? . aku menangis lagi, mataku ini kenapa sih. Semua foto ini dari usiaku 8 tahun, dari aku sangat kecil, kue ulang tahunnya selalu buruk.

Namaku kim junmyun. Anggap saja ini diaryku. Aku akan sering menulis disini. Agar dia mengingatku. Ini hari pertamaku bertemu dengan nya, namanya Yoo Ahra, gadis kecil yang sangat cantik, matanya biru pucat, dia sangat bawel, dia tak berhenti tertawa dan berbicara. Tugasku adalah menjaganya hingga 18 tahun, hingga dia sudah dewasa, dia sudah akan hidup sendiri mulai dari umur 18. Tugasku selesai setelah itu.

Kan aku menangis lagi.

Hari ini ulang tahunnya, dia menyuruhku untuk memotret kami, dia bilang self-ah aku lupa- aku melakukannya, memegang kameranya, mengarahkannya kekami, lalu muncul cetakan persegi empat dari atas, hitam lalu aku mengosok gosoknya dengan jariku, lalu muncul! Hebat sekalii! Tapi aku tak melihat diriku disana, hanya dia. Tanpa sadar aku menangis. Ah- sudahlah. Babay!

Aku suka sekali mendengarkan isi hatinya, dia sering sekali membatin didalam hati, membicarakan orang orang disana. Hari ini adalah hari yang paling membuatku bahagia. Dia bilang.

Aku menyukai ahjussi bodoh ini, kok bisa ya?

Aku saat itu senang sekali, pipiku panas.

Bodoh, dia mendengar semuanya?

Tadi dia menyuruhku menggambar wajahku, aku ingin bilang bahwa aku bisanya menggambar pemandangan, tapi aku mencobanya, aku mengambil  kertas dan pensil, lalu mengambil cermin. Haha. Tidak ada pantulan wajahku disana. Bodoh.

Lalu tanganku bergerak mengambil beberapa kertas putih yang terselip di buku ini.

Disana hanya ada tulisan.

Pokoknya aku tampan. H3h3.

Aku kembali membaca tulisan tulisan tadi. Aku menangis tak berhenti, apa ia pergi?

Ini hari terakhirku, ini ulang tahun ke 18 nya. Tugasku selesai. dia sudah dewasa sekarang, sudah bisa segalanya sendiri. Ada rahasia yang tidak bisa aku katakan, katanya aku tidak boleh membicarakannya.

Aku seneng bertemu dengan mu, Jaga dirimu, kau masih suka meninggalkan kompor menyala setelah memasak, kau selalu lupa mengunci rumah. Jika ada yang mengganggumu, kau pukul saja mukanya, jangan tanggung tanggung, yang keras kalau bisa malah sampai berdarah. Haha. Aku bercanda.

Ehek. Aku ingin bilang bahwa aku menyukaimu, sangat sangat menyukaimu. aku pernah menciummu sekali, sekali saja, setelah itu tidak pernah. maafkan aku . aku gemas melihatmu sih

Selamat tinggal. Jaga dirimu baik baik. Ah susah sekali bilang selamat tinggal rasanya, haha. Selamat tinggal.

Aku belum pernah menangis sekeras ini, biarkan semua orang tau aku menangis. Aku tidak peduli. Aku sedang sedih. Aku sangat sedih.

Tidak ada wajahnya, sampai sekarang aku tidak tau bagaimana wajahnya, aku tidak tau bagaimana dia tersenyum, tertawa, aku juga tidak tau warna matanya. Aku merindukan suara tawanya, aku merindukan suara menyanyinya yang cempreng itu, aku sangat merindukan pelukannya saat aku sedih, aku sangat merindukannya.

“aku tidak butuh melihat jika begini, tolong kembalikan dirinya, tolong aku mohon”

Tidak ada jawaban, selamanya tidak akan terkabul. Dia pergi.

aku akan berusaha baik baik saja, terimakasih.

 

-fin-

 

SPESIAL FOR YOO AHRAAA!

semoga dirimu menyukainyaaa. hehe.

Maaf busuk. Inspirasinya random banget. jadi rada absurd banget.

ini sad genrenya, tapi gak sedih-duh- maaf ya kalo sampe kalian gak nangis.

buat para readers yang baca fanfic ini para staff EXFFI lagi buat project bareng, jangan lupa dibacadan komen.

semoga kalian suka.

Thanks for reading, dont be readers. Ehe.

vvixxo

 

 

6 thoughts on “[ONESHOOT] Christmas with Yoo Ahra- Vvixxo

  1. AAAA ~~~ NYESEKKKK TERNYATA SI SUHO MAKHLUK ASTRAL /DITIMPUK DOLOEH/

    Ya ampun jadi yang buka cincinnya Ahra itu Suho ya? Nyess sih dibanding sendiri ya mending bareng Suho aja :”

    Btw, happy new year kak bunga muah ❤

  2. KAK VIXXO DEMI APA AIRMATAKU BERCUCURAN ㅠㅠ AKU KIRA SUHO BAKALAN JADIAN SAMA AHRA DAN NGELINDUNGIN AHRA SELAMANYA 😭💔 /PLAK INGIN KUGAPLOK(?) RASANYA SI JUNMYUN ABIS INI 😭💔🔪🔪🔪 beberapa adegan ada yg mirip sama mv for life waktu si nanami nyari2 samwan, aku suka for life, jadi hapal mvnya bhak :’v bagus kok kak vixxo, meski ada typo juga but gak masalah ceritanya masih bisa ketangkep di mesin khayalanku(?) heheh 😂👍 MAKASIH BANYAK KAK VIXXO UDAH BIKIN INI BUAT AKU /PLAK BUAT AHRA KETANG 😂 SINI CIYUM 💋/EHMAAPKEUN 😂😂😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s