[Ficlet] Chirstmas with Hye Ji – Keyo

christmas-hyeji

Chirstmas with Hye Ji

Keyonim’s Present

Special christmas gift To : Kwjn29

Kim Hye Ji (Kwjn29 ‘s OC) X Zhang Yixing a.k.a Lay

Romance | Fluff

PG- 17

Ficlet ( Lebih dikit *Haha)

Special thanks to : Irish  for the beautiful poster / virtual hug

*

*

Happy reading~

***

“Hyeji, kau sudah sampai? Aduh maafkan aku Hye Ji, tiba-tiba client dari Jepang datang dan minta aku menemani mereka. Jadi….”

 

“Jadi, kau meninggalkan aku di malam natal. Sendirian. Ditengah kerumunan orang yang tidak aku kenal begitu?”

 

Hening sesaat dari seberang menjawab sarkasme Hye Ji. Jeda waktu yang di gunakan Hye Ji untuk menghempaskan tubuhnya di kursi taman.

 

“Maafkan aku, Hye Ji. Kencan malam ini aku ganti dengan kencan di lain hari. Mereka orang-orang penting Hye Ji,” suara di sebrang telepon sana seharusnya bisa meyakinkan Hye Ji. Karena hanya lewat suaranya, Hye Ji bisa membayangkan, bagaimana seriusnya wajah Yixing. Bagaimana mimik dan gesturnya saat berbicara. Semuanya tergambar cukup jelas.

 

“Tapi hari ini kau sudah janji! Lalu bagaimana kau mengganti kencan di hari-hari sebelumnya? Kau ingat sudah berapa kali membatalkan kencan ‘kan, Zhang Yixing?”

 

Keheningan yang kedua lebih disebabkan karena rasa bersalah Yixing. Kalau pun harus dicari alasan lainnya, semua alasan itu pasti akan mengarah ke satu titk, kesalahan dan kecerobohannya. Malam ini adalah kesalahannya yang lupa minta izin bos-nya. Jadi bukan salah bosnya kalau dia mengira Yixing tidak akan melakukan apa-apa malam ini. Yixing juga tau, percuma menawarkan sesuatu pada Hye Ji yang sudah kecewa berat.

 

“Maafkan aku, Hye Ji,”

 

“Aku benci kau,” dan itulah akhir percakapan mereka. Hye Ji melempar sembarangan ponselnya kedalam tas.

 

Bagi Hye Ji ini sangat menyebalkan. Hari ini rasanya sia-sia dia memakai riasan. Memakai baju terbaiknya dan membuat syal hangat untuk Yixing. Dia bahkan menghabiskan lebih dari dua jam hanya untuk mandi dan bersiap-siap.

 

Mereka bilang, permohonan di malam natal akan lebih cepat dikabulkan. Kalau begitu  dia hanya ingin minta satu hal. Dia ingin Yixing-nya ada disini. Dia berharap panggilan telepon tadi hanya akal-akalan Yixing. Tidak ada client atau perintah apapun dari bosnya yang menghalang-halangi pertemuan mereka. Yang benar saja, baru malam ini mereka bisa bertemu lagi karena pekerjaan Yixing yang sangat sangat sibuk. Bos-nya tidak peka !

 

Mata Hye Ji menatap pohon natal besar didepannya, lalu terpejam, tangannya ditangkup di depan dada. Dia serius saat dia bilang dia mengharapkan ketidak hadiran Yixing malam ini hanya skenarionya. Dirapalkan harapan itu berulang-ulang sampai dirasakannya tepukan dibahu kanannya.

 

“Yixing !”

 

Baru saja dia ingin bersorak. Dia hampir loncat hanya karena dua tepukan kecil di bahunya. ‘Baru ingin’. Karena begitu dia berdiri dan berbalik, dibandingkan rasa lega ekspresi takut dan bingunglah yang dia tunjukkan.

 

“Halo, Nona. Kau sendirian?” Hye Ji bungkam. Laki-laki ini jelas bukan Yixing. Wajahnya bersemu merah dan mulutnya mengumbarkan bau alkohol yang begitu kuat. Dia tahu ini tidak akan berlangsung baik-baik saja tapi kakinya mendadak lemas. Dia tidak bisa kabur.

 

“Kenapa kau diam?”

 

“Lepas! Menjauh! Atau aku akan teriak!” Hye Ji mundur beberapa langkah. Tangannya bergerak mengibas menjauhkan laki-laki asing berantakkan yang baru saja bergerak merangkul bahunya. Telunjukknya kemudian teracung. Mengarah tepat ke hidung orang itu.

 

Entah apa yang salah. Tapi laki-laki itu malah tertawa. Diraihnya tangan Hye Ji yang teracung di depan wajahnya. Didekatkannya tangan Hye Ji kebibirnya, lalu diciumnya lamat-lamat. Alkohol telah membutakan organ-organnya. Karena getaran tangan Hye Ji, dan wajah takut Hye Ji, tidak berpengaruh apapun seperti semuanya tidak terlihat.

 

Perasaan Hye Ji campur aduk. Sebelum laki-laki aneh yang asing ini datang dia sudah merasa kesal, sedih dan kecewa. Lalu dia yang aneh ini datang dan memperumit segalanya. Tambah kacau karena laki-laki ini semakin bertindak jauh. Saat Hye  Ji masih mematung, laki-laki aneh itu menarik tangannya. Tidak, bukan hanya tangannya tapi juga pinggangnya.

 

“Jangan marah-marah, manis. Kau terlalu cantik untuk dibiarkan sendirian disini. Ayo, ikutlah denganku. Kita habiskan malam natal ini dengan seauatu yang hangat seperti anggur  dan selimut,”

 

“Ti…tidak,” Hye Ji memberontak sementara laki-laki aneh didepannya tersenyum mesum. Harusnya dia lari. Harusnya suaranya tidak bergetar seperti ini. Harusnya nada yang keluar dari mulutnya itu menantang. Kemana juga perginya orang-orang? Fakta kalau mereka hanya meliriknya sekilas lalu berjalan pergi dengan berbisik ke orang disampingnya, membuat Hye Ji tanpa sadar meneteskan air matanya. Yixing mengabaikannya. Lalu sekarang orang-orang ini juga mengabaikannya. Menyedihkan.

 

“Hey, Lepas! Siapapun Tolong aku! Kumohon,”

 

Dugg!

 

Seiring suara itu datang bertubi-tubi, cengkraman di tangan dan pinggangnya juga terlepas. Dia tidak tau apa yang terjadi. Matanya terpejam hingga kelopaknya berkerut. Tubuhnya kaku. Di biarkannya suara itu berlanjut, hingga akhirnya berhenti sendiri. Digantikan sapuan halus nafas hangat yang terengah-engah di hadapannya.

 

“Hye Ji,” Sepertinya Hye Ji tahu suara ini. Tapi, dia tidak berani berkhayal. Tidak mau berharap lebih.

 

“Hye Ji, ini aku. Maaf,” panggilan yang kedua disertai sentuhan halus pada pipinya yang basah. Perlahan, Hye Ji membuka matanya,

 

“Yixing…” dia tidak bermimpi. Orang ini ada didepannya. Dengan nafas terengah-engah, dan tangan yang masih terkepal. Dibelakangnya, laki-laki aneh tadi yang berjalan terhuyung. Dia pergi.

 

“H…Hey.. Kenapa menangis?” panik. Begitu melihat airmata Hye Ji mengalir deras, Yixing cepat-cepat menangkup wajah Hye Ji dengan kedua tangannya. Menghapus airmata yang berlomba dengan ibu jarinya.

 

“Kau. Ini karena kau, bodoh,” Yixing menghentikan gerakan ibu jarinya. Tapi tidak menurunkan tangannya.

 

“Kalau kau datang, aku tidak akan bertemu orang itu!” Masih dengan airmata yang berlomba.

 

“Maafkan aku. Tadinya aku mau membohongimu. Sebenarnya dari tadi aku bersembunyi disana. Aku ingin berpura-pura tidak datang dan memberi kejutan tapi aku pergi ke toilet dulu. Dan ternyata malah begini hasilnya. Maafkan aku,”

 

“Kau pembohong, kau jahat,” cubitan bertubi-tubi mendarat di lengan dan perut Yixing. Tidak sakit, jadi dia membiarkannya beberapa saat. Sebelum dia mengambil salah satu tangan Hye Ji. Mengusap punggung tangannya dengan gerakan memutar.

 

“Maaf. Tadi dia menyentuhmu disini, ya?” dan Cup. Bibir dingin Yixing mendarat mulus menggantikan usapannya di punggung tangan Hye Ji.

 

Airmata Hye Ji otomatis berhenti. Hye Ji akui, sentuhan-sentuhan kecil tangan dan bibir Yixing memang berpengaruh besar pada kinerja tubuhnya.

 

“Apa ini untukku?” sejak awal, Yixing memang penasaaran dengan tas kertas yang sejak tadi di bawa Hye Ji. Dan dari jaraknya sekarang, dia bisa melihat isinya. Syal merah yang 100% Yixing yakin itu buatan tangan Hye Ji.

 

“Hadiahku dulu mana?”

 

Yixing tersenyum lalu berjalan mendekat. Hye Ji mengira, hadiah itu tersembunyi dibalik mantel besar Yixing. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan boneka bisa bersembunyi dibalik salah satu kantungnya. Hye Ji tetap memperhatikan mantel Yixing. Menebak-nebak kali ini kantung mana yang disisipi hadiah. Sampai,

 

Cup

 

Mata Hye Ji membelalak. Dia merasakan sapuan kedua bibir Yixing malam ini. Hanya saja yang berbeda adalah kali ini, bibir itu mendarat di bibirnya. Menempel lama, hingga akhirnya Hye Ji mulai terpejam seiring gerakan kecil bibir Yixing di bibirnya.

 

“Bagaimana? Kau menikmati hadiahku ‘kan?” sial. Senyum usil  Yixing membuat Hye Ji salah tingkah. Dia, memang menikmati hadiahnya. Matanya terpejam tdi. Dan itu sungguh memalukan.

 

“Aku benci kau,” Yixing tersenyum lagi. Tidak ada alasan baginya untuk takut karena ungkapan rasa benci Hye Ji padanya. Karena faktanya, ungkapan Hye Ji berbanding terbalik dengan gerakan tangannya yang mulai melingkar di pinggang Yixing dan menyembunyikan wajahnya -yang pasti semerah tomat- di dadanya.

 

 

“Aku juga mencintaimu, Hye Ji ”

 

 

E.N.D

 

 

 

2 thoughts on “[Ficlet] Chirstmas with Hye Ji – Keyo

  1. Ya Allah Kak Karin, tanggung jawab aku diabetes wkwk

    Kukira Yixing beneran gak dateng dan agak bingung pas dia muncul. Ah ternyata mau buat suprise omaigat 😄 😄 dan hadiah natalnya buat fly high, kumau juga >///< /dijewer Luhan/

    Btw kak, happy new year ya muah ❤

  2. Yixing ❤
    How sweet you are, i love this 🙂 the taste like a real Australian honey

    To Author-nim, could you make something like this again? I'm waiting, fighting !!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s