[VIGNETTE] Christmas With Yara — IRISH’s Tale

christmas-yara

Christmas with Yara

EXO`s Chanyeol  x  shaekiran`s OC Yara

|  Adult  Fantasy  x  Romance  |  Vignette  |  Mature  |

|   kids be awarnedmature content included   |

because your touch was a coccaine for me —

2017 © Little Tale and Art Created by IRISH

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Jauhi maut, katanya. Tapi sudah beberapa kali Chanyeol justru menantang maut tersebut. Bisa dibilang, Chanyeol adalah pria gila yang seringkali berusaha menantang maut demi sebuah kesenangan yang dianggapnya memuaskan nafsu.

Yara, nama wanita itu. Surai kelam sebatas punggungnya kerap kali membius Chanyeol hingga pria itu menginginkan lebih. Bibir plum berbalut lipstick merah menyala milik si wanita seringkali membuat Chanyeol ingin menyentuh plum tersebut, berandai-andai tentang betapa manis dan lembutnya sensasi yang akan ia dapatkan jika ia berhasil menautkan bibirnya dengan milik si wanita.

Sering, Chanyeol membayangkan tentang bagaimana dirinya akan melumat kasar bibir plum wanita tersebut, menggigitnya dan memainkan lidah si wanita. Belum lagi, tiap sentuhan yang jemari Yara berikan di permukaan kulit Chanyeol adalah sebuah candu yang memancing libido pria itu untuk menyetubuhi si wanita.

O, jangan kira jika Chanyeol tak pernah mengharap-harap desahan lolos dari bibir Yara. Tapi Chanyeol tak bisa melakukannya. Sebab wanita yang sekarang diinginkannya adalah seorang malaikat pencabut nyawa. Chanyeol bertemu dengannya kala usia pria itu masih delapan belas tahun. Lebih tepatnya, sembilan tahun telah berlalu sejak saat itu.

Dan terhitung, dalam sembilan tahun terakhir Chanyeol sudah hidup dengan cara keji hanya demi menantang kematian. Bahkan di tengah-tengah pergantian malam menuju natal pun, Chanyeol masih melakukan hal yang sama.

“Ini sudah ke berapa puluh kalinya, Park Chanyeol.” sebuah suara terdengar, sementara pria yang terbaring di atas tanah bersalju dengan luka menganga di perut itu sekarang meringis menahan sakit, sekaligus menahan senang.

“Aku begitu merindukanmu, Yara.” ia malah menyahut.

Terdengar suara langkah ringan di dekat Chanyeol. Tak lama setelah itu, sebuah paras rupawan memenuhi pandangan Chanyeol. Ya, Yara ada di sana, kembali datang untuk melakukan tugasnya.

Sayang, malaikat maut satu ini juga agaknya sudah melakukan begitu banyak pelanggaran sebab ia tak pernah merelakan jemarinya untuk mencabut nyawa si pria yang selalu berusaha memiliki tubuhnya tersebut.

“Apa yang terjadi padamu malam ini, sayang?” Yara bertanya. Jemari pucatnya bergerak mengusap darah yang mengotori pipi Chanyeol, sebelum likuid merah tersebut disesapnya dari jemari, membuat Chanyeol mengerang lantaran tubuhnya sekarang tidak berdaya.

Agaknya, Chanyeol telah salah membuat rencana kali ini. Ia tidak seharusnya membuat seseorang melukainya begitu parah sampai saat malaikat maut datang ia bahkan tak bisa bergerak.

“Kulakukan apapun asal bisa menemuimu.” akhirnya Chanyeol menjawab.

Yara, tersenyum kecil sebelum ia menangkupkan kedua telapak tangannya di pipi Chanyeol, mendekatkan wajahnya ke wajah si pria untuk menyarangkan sebuah kecupan kecil di bibir yang malah dibalas Chanyeol dengan lumatan kasar.

Ya, Chanyeol telah lama mendamba bibir itu, dan malam ini ia tak akan merelakannya begitu saja hanya karena rasa sakit. Meski tangannya tak mampu bergerak, Chanyeol tetap berusaha melumat bibir si wanita, sementara Yara sendiri tidak memberi penolakan.

Meski tahu yang mereka lakukan sekarang salah, tapi ia juga tak peduli. Sensasi berbeda yang didapatkannya dari manusia justru membuat Yara senang melakukan pelanggaran semacam ini.

Cukup lama, keduanya saling membalas lumatan tersebut sampai Chanyeol akhirnya melepaskan pagutannya. Nafas pria itu kini terengah-engah. Rasa sakit yang didapatkannya akibat luka di perut juga tidak main-main. Dan memahami hal itu, Yara akhirnya bangkit, ditatapnya luka tersebut sebelum ia kembali menatap paras Chanyeol dengan sebuah senyum seduktif.

“Jika kuselamatkan kau malam ini, apa kau akan memberiku lebih, Chanyeol? Usiamu sudah hampir tiga puluh tahun, dan aku bosan karena kita hanya berbalas ciuman tiap kali bertemu.” Yara berucap, jemarinya kini menari-nari di atas luka tersebut, perlahan menyembuhkannya sementara ia menunggu.

“Kau sudah tahu apa jawabanku, Yara.” mendengar ucapan Chanyeol, Yara akhirnya tersenyum puas. Ia lantas berdiri dan mengulurkan tangannya pada Chanyeol. Seperti yang sebelumnya terjadi, Chanyeol tahu apa yang akan terjadi setelah ia meraih uluran tangan wanita itu.

Kehidupannya akan kembali.

Dan ya, itu yang Chanyeol lakukan sekarang. Tanpa pikir panjang, ia meraih uluran tangan Yara, terbangun dan melupakan rasa sakit mematikan yang beberapa saat lalu masih dirasakannya.

Sekarang, seolah apapun tidak terjadi tadinya—saat Chanyeol terbaring lemah di jalanan kosong dengan hanya ditemani salju dan angin malam—pria Park itu sudah baik-baik saja.

“Kemarilah, Chanyeol. Aku sangat merindukanmu.” ucapan bernada seduktif yang Yara utarakan berhasil merenggut atensi Chanyeol dari rasa terkejutnya tiap kali ia mendapatkan kembali kehidupan.

Kini, berdiri tak jauh darinya si wanita yang selama ini Chanyeol damba, menatapnya dengan sepasang manik kelam menggoda dan bibir yang menunggu lumatan lainnya dari Chanyeol.

Dua langkah Chanyeol untai untuk menggapai si wanita, sebelum ia mendorong pelan tubuh Yara dan menyudutkannya ke tembok dan menyarangkan ciuman kasar di bibir si wanita.

Tangan Chanyeol juga tidak tinggal diam. Direngkuhnya tubuh berbalut pakaian hitam tersebut seolah ia tak ingin melepaskannya. Yara juga tidak memberi penolakan apapun, meski ia hanya punya beberapa menit untuk menikmati sensasi ini, ia tak ingin menyia-nyiakannya.

Dibalasnya lumatan Chanyeol dengan cara yang sama, sementara jemarinya kini berada di sela-sela surai kelam Chanyeol. Seolah tak ingin membuang waktu, Chanyeol lekas melepaskan pagutannya saat dirasanya ia puas mencicipi manisnya plum milik Yara.

Kini, bibir Chanyeol berpindah ke leher jenjang Yara, di kecupnya tiap senti dari leher wanita tersebut, sengaja menyisakan beberapa bekas kemerahan sekedar untuk menyenangkan diri lantaran tahu bahwa ia adalah pria yang kini tengah membuat si wanita mendesah begitu hebat.

Chanyeol sempat menghentikan aktifitasnya, untuk mendekatkan bibirnya ke telinga si gadis yang baru saja melenguhkan namanya.

“Apa aku sekarang sudah memberimu lebih?” Chanyeol berbisik, tidak menunggu jawaban Yara ia lantas memberi sebuah kecupan di daun telinga Yara, membuat lengan Yara melingkar makin erat di lehernya, mengikis jarak yang tercipta.

Sekarang, Yara bisa menghirup aroma maskulin pekat yang menguar dari tubuh Chanyeol. Ia bahkan bisa melihat jelas bagaimana Chanyeol menatapnya sekarang. Yara tahu apa yang ada di pikiran Chanyeol, wanita itu tahu jika Chanyeol ingin memiliki tubuhnya, dan itu juga yang sebenarnya Yara inginkan.

“Lakukan, Chanyeol. Lakukanlah apa yang kau inginkan.” Yara berucap, ia mendekatkan wajahnya ke arah Chanyeol untuk sekedar memberikan sebuah kecupan singkat.

Tahu jika ia tengah diberi sebuah lampu hijau, Chanyeol segera menarik wanita itu dalam pelukan. Kembali, ia melanjutkan aktifitasnya yang tadi sempat terhenti. Desahan lagi-lagi lolos dari bibir Yara saat Chanyeol menyisakan tanda di lehernya.

Masa bodoh dengan waktu, masa bodoh dengan perbedaan antara manusia dengan malaikat. Pikir Yara, jika mereka sama-sama mendapatkan kesenangan, apa salahnya?

Kecupan Chanyeol kini beralih pada bahu Yara yang terekspos. Yara sendiri hanya sanggup memejamkan mata, menikmati tiap sentuhan yang Chanyeol berikan dan agaknya, kini juga telah menjadi candu layaknya kokain bagi manusia.

Sentuhan lain yang Chanyeol berikan di lekuk tubuh Yara bahkan lebih membuat wanita itu terbuai. Chanyeol agaknya pandai memanjakan wanitanya, lebih-lebih, wanita ini telah didambanya sejak lama.

Berulang kali, Yara tanpa sadar mencengkram bahu Chanyeol dan mendesah cukup keras. Sementara Chanyeol mengecupi bahunya, dan jemari pria Park itu masih bergerilya di tiap senti tubuh Yara demi membawa si wanita ke dalam ungkapan surga dunia yang manusia sering katakan.

Tahu jika lawan bermainnya kewalahan, Chanyeol kemudian menghentikan aksinya. Dipandanginya Yara sementara wanita itu masih terengah-engah.

“Aku menginginkanmu, Yara.” Chanyeol berucap, ditatapnya Yara seolah ingin menerkam wanita itu saat ini juga sementara Yara tersenyum tipis.

Sebagai malaikat maut, ia tahu benar apa yang ada dalam pikiran manusia. Tentu, ia juga tahu apa yang sekarang ada di pikiran Chanyeol. Bisa wanita itu lihat bagaimana keinginan Chanyeol saat ini untu menyetubuhinya, keinginan yang sudah sekian lama Chanyeol tekan sebab mereka tak pernah punya banyak waktu.

Tapi, malam ini Yara akan biarkan pria itu memenuhi keinginannya. Ia akan lupakan batas waktu yang seharusnya ia ingat jika sedang bertugas untuk mencabut nyawa seseorang. Masa bodoh dengan semua itu, Yara juga menginginkan sentuhan pria ini sekarang. Anggap saja, ini adalah hadiah natal bagi keduanya.

“Kau pemilik tubuhku malam ini, Chanyeol.”

— FIN —

IRISH’s Fingernotes:

YA TUHAN. YA LORD.

AMPUNI HAMBA KARENA SUDAH MENISTAKAN SOSOK MALAIKAT DALAM CERITA INI. HAMBA KHILAF. MAAFKAN HAMBA.

EKI, MAAF KARENA ANE MENISTAKAN CHANYEOL DAN YARA DALAM CERITA INI. INI BUKAN CERITA NC KOK, SERIUS BUKAN NC. JANGAN MERASA BELUM CUKUP UMUR /KEMUDIAN DIBACOK/.

Karena kemarin ane enggak ngasih Eki hadiah natal jadi hadiahnya ini aja ya, WKWK. MAYAN KAN YA, ENTE KAN LAGI DEMEN GOBLIN JADI ANE PINJEM TOKOH MALAIKAT MAUT BUAT ADA DI CERITA INI JUGA, LOLOLOLOLOL.

Anyway, ane kenapa merasa begitu nista karena mengawali tahun baru pake fanfiksi semacem ini… gapapa deh, itung-itung ganti tahun ganti rating /kemudian dibalang sandal/.

Enggak ada maksud tertentu sih, bukan juga berarti ane kedepannya bakal nulis cerita dengan rating M semua, WKWK. Ane enggak begitu doyan cerita dewasa meski sebenernya cerita-cerita semacem itu menggoda /digampar/ tapi serius, ane tau banyak pembaca yang masih di bawah umur.

Anggep aja ini pemanasan di awal tahun, gitu. WKWKWKWKWK. Ya ampun, kenapa ane merasa berdosa + ternoda cuma gegara ngebuat ini fanfiksi T.T /kemudian berkeinginan buat CTRL + Del ini file fanfiksi di laptop/.

Terkakhir. Happy new year everyone, may God gives you happiness in this year!

` Much love, Irish `

~

~

~

Thanks to Beth for her awesome voice!

~

~

~

[    IRISH SHOW    ]

17 thoughts on “[VIGNETTE] Christmas With Yara — IRISH’s Tale

  1. KAK RISH AKU TAK DAPAT BERKATA-KATA, MIAN KAK BARU KOMEN SEKARANG BECAUSE ANE BARU BANGUN DARI SEMALAM TEPAR ABIS LIBURAN AMA KELUARGA /DIBALANG/
    KAL RISH INI APAAN? YALORD KAK RISH, EKI BLM 17 TAUN KAK, EKI MASIH 16 PLIS, MESKI TAHUN BERGANTI DAN HANYA TINGGAL MENUNGGU BULAN EKI SWITSEVENTEEN/SOK IYA/ EKI BELUM CUKUP UMUR/DIBALANG/
    TAPI KAK RISH KENAPA EKI SUKA? KENAPA EKI SUKA DIKAU MENISTAKAN CUNYUL SUAMI EKI DAN YARA OC NYA EKI? KENAPA KAK?
    DAN ITU MALAIKAT MAUT YA LORD, KETAUAN BEUT ANE SUKA DONGWOOK AHJUSSI DI GOBLIN,😍
    SI CY BEGITU AMAT, NANTANG MAUT DEMI KETEMU YARA,KYAAAA,😍😍😍
    DAN KAK RISH, AKU SUKA BEUT GIMANA PENGGAMBARAN CEYE, BUAKAKAKA, DIA GIMANA-GIMANA GITU, GREGET GITU, MAKIN BAGUA BEUT KALA YARA JADI EKINYA/PLAKKK/OPEN YOUR EYES EKI!!
    POKOKNYA EKI TAK KUASA LAGI BERKATA-KATA KAK RISH, MAKASIH BEUT DAH BIKIN CERITA INI BUAT YARA, EKI SUKAAA,😍😍😍
    POKOKNYA BENTAR LAGI EKI MERUSUH DIJAPRI/DIBALANG SENDAL/😂😂
    MAKASIH KAK RISH, KUCINTAH DIRIMUHH,😍😍

    • Eh diri ini yg nista ini lupa ngucapin sakin senengnya kak, wkwk,😂
      HAPPY NEW YEAR KAK IRISH SAYANG, MOGA DI TAHUN INI KARIR KAKAK DI DUNIA NYATA DAN MAYA MAKIN SUKSES, TULISANNYA MAKIN GREGET DAN MAKIN BANYAK CHANYEOLNYA/DIBALANG/
      DAN SEMOGA KAK IRISH DINOTIS BIAS/TEBARCABE/DIBALANG /😂🔪
      OKEH KAK RISH, KUCINTAH DIRIMUUU,😍

  2. Ane kok cengo.____. Anju papi gue dibuat ENSI dan aiguuuuuu. Ini VIRUS GOBLIN begitu kuat. Malaikat maut. Tak kuasa…… Really kak Irishou awkoowaowaoa. Benci kak Irish, ff-nya aduhai menggoda jiwa raga tahta mahkota raysa:( untung Taemi gak di apa-apain disini 😦 /hm apa ai Taemi meni ingin ikut nimbrung aja kamu:(

  3. Anjir. Nyesel ane bacanya, mataku ternodai, kenapa ane tergoda untuk membaca FF ini? Apa karena genrenya mature? Ah bodolah, nasi sudah jadi nasi goreng, tolong Al man-teman, ternyata kakak ane udah berani nulis ginian:”

    P.s: Buat eki, mungkin karena engkau berdua menyukai goblin tapi berbeda kesukaan (Kak rish sukanya om-om rasa oppa itu) ia jadi tergerak untuk nulis beginian. Mungkin ini hasil dia malmingan ninggalin ane 😂😂😂

    • Bisa jadi al, tapi eki juga permasalahin sih, cause ane juga suka om rasa oppa itu/dibalang/😂
      Wkwkwk, cieeh bg al ditinggal kak irish buat beginian, mature pula, inget bg blm cukup umur, blm SWITSEVENTEEN ente mah/dibalang/😂😂

  4. Di awal pas pendeskripsian sama liat rating, ane be like “WHAT? KAK IRISH BUAT MATURE? CIUS?” Lalu ya lord Canyul mah gitu. Malaikat P.Nyawa bening bin cakep digebet sampe rela sekarat berkali-kali dan pas ada malaikat itu ane inget goblin berserta Dongwook dan Yoon inah wakakakak.

    Dan tadi ane nemu satu typo. Untu harusnya untuk 😄 Ciee aja dah yg naena pas natal /digampar/

    Last, happy new year kak rish muah ❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s