Parfit Lif – CHENFFI Birthday

1c014d2e9c4ef4c06504e76573957f1b

by Regenaube

Dark // Drabble // PG-15

from the prompt : perfection

©CHEN FANFICTION INDONESIA

Jongdae pertama bertemu dengannya di kereta bawah tanah.

...

Saat itu menjelang tengah malam dan jarum panjang hampir menunjuk arah tegak ke atas. Ia terlambat 31 detik dari jadwal biasa. Keretanya datang, terlalu cepat 20 detik dari jadwal di layar.

Ia menghela napas, kedua kakinya bersiap menaiki kereta yang beberapa detik lalu membunyikan klakson yang membuat telinganya pengang.

“Maaf, bolehkah aku naik duluan?” Jongdae mengangguk sebagai jawaban, menyadari kalau dia sedikit menutupi pintu masuk.

Jongdae melangkahkan kakinya masuk, menyadari bahwa dalam 50 detik pintunya akan tertutup. Matanya menatap sekeliling, mencari tempat duduk di tengah kereta yang sepi. Pilihannya jatuh pada tempat duduk ujung gerbong yang terlihat sepi.

“Pulang malam?” Suara itu menginterupsi kegiatan Jongdae yang sibuk merapikan detail rambutnya.

“Maaf?”

Sang pemilik suara tertawa kecil, “Tadi aku bertanya apa kau pulang malam. Sudahlah, lagipula itu sudah jelas.”

Jongdae mengulum senyum simpul, atas dasar kesopanan. “Ya, terlalu banyak urusan di kantor. Bagaimana denganmu? Seorang perempuan tidak baik ada di luar rumah pada jam seperti ini.”

“Ah tidak juga, tapi memang kuakui ini sudah kelewat malam,” gadis itu kembali tertawa kecil. “Terlalu sibuk sehingga tidak melihat jam.”

“Ah, aku mengerti.” Ponsel di saku Jongdae bergetar, mengalihkan perhatiannya dari percakapan. “Maaf, aku akan mengangkat ini dulu.”

Perempuan itu mengangguk maklum sebagai jawaban. Jongdae mendekatkan ponselnya ke telinga. “Ya? Kim Jongdae. Ada keperluan apa?”

Jongdae mengurut keningnya dengan frustrasi. Di depannya seorang laki-laki berdiri dengan kepala tertunduk.

“Kau sudah tahu kalau proposal yang kau buat itu memalukan, bukan?” Lelaki itu semakin menunduk.

“Kau bahkan tidak mencantumkan nama lembaga, dan jenis tulisan apa yang kau pakai, hah?!” Nada suara Jongdae meninggi, membuat laki-laki di depannya seakan ingin tenggelam saja ke dalam bumi. “Aku bahkan bertanya-tanya apakah kau ini profesional atau tidak, Tuan Baeksoo.”

“Maafkan saya Pak, saya tidak akan mengulanginya lagi.”

“Memangnya kau yakin kau masih punya kesempatan di sini?” Suara Jongdae membungkam kalimat apapun yang akan dikatakan Baeksoo. Kepala lelaki itu makin menunduk.

“Direktur menelpon pada tengah malam dan melayangkan deretan protes tanpa henti. Kau tahu?!”

“Iya Pak, maafkan saya.” Baeksoo menjawab dengan takzim, kepalanya masih tertunduk.

“Maaf tidak menyelesaikan masalah, tahu!”

“Baik Pak, akan saya perbaiki.”

“Sore ini.”

“Tapi Pak—”

“Sudahlah, kau membuatku pusing dan membuang lima menitku yang berharga. Pintu keluar di sebelah sana, tolong.”

Kereta pada malam itu terlambat 38 detik dari jadwal. Sedikit membuat Jongdae menggerutu karena itu berarti waktu untuk mencapai rumah kesayangannya mundur 38 detik. Belum lagi faktor ini-itu yang tidak terduga, dan yang paling parah jam tidurnya akan berkurang.

“Hei kita bertemu lagi!”

Jongdae tersentak dari lamunan pikirannya, lalu menjawab dengan gelagapan. “Uh, ya, eum, Halo.”

“Sudah pulang kerja rupanya?” Gadis kemarin malam itu tersenyum, matanya membentuk garis melengkung.

“Ya.” Jongdae mengangguk, masih dalam keperluan sopan santun belaka. “Tidak pulang selarut kemarin ya?”

Anggukan diterima Jongdae sebagai jawaban, keduanya tertawa kecil.

“Melihat dari wajahmu, hari yang berat di kantor ya?”

“Yah begitulah. Tiada hari tanpa tekanan di kantor. Dan kita belum berkenalan dengan resmi omong-omong. Kim Jongdae, salam kenal.”

“Namaku—” Lalu kalimat gadis itu terhenti oleh suara dari perutnya, kemungkinan besar ia lapar. Gadis itu tertunduk malu.

“Kita berhenti di stasiun berikutnya. Ayo makan. Aku yang bayar.”

“Tidak. Posisi ini salah.” Jongdae menggelengkan kepalanya, tangannya sibuk memutar-mutar pajangan beruang di mejanya ke posisi yang pas.

“Ya ampun, jam ini bergeser dari posisinya kemarin.”

“Terlalu banyak notifikasi. Ini membuatku pusing. Ah iklan sialan ini sungguh mengganggu.”

Ketukan di pintu terdengar kemudian, mengalihkan pikiran Jongdae sementara dari kegiatannya.

“Permisi, apakah Tuan Kim Jongdae ada di rumah?” Suara orang terdengar dari depan pintu apartemennya, diiringi dengan ketukan lain di pintu kemudian.

Jongdae dengan terburu menuju pintu, mengintip siapa yang datang lewat lubang intip. Polisi. Tidak biasanya mereka datang menghampiri rumah penduduk sipil seperti dirinya.

“Ya? Ada apa?” Jongdae membuka pintu, menghadap orang-orang dalam balutan seragam di depan pintunya. “Ada yang bisa kubantu?”

“Ya. Begini, ada kasus orang hilang. Dan nomor terakhir yang korban hubungi dua hari sebelum dia hilang adalah nomor Anda. Apakah ada kemungkinan Anda mengenalnya?” Polisi itu mengulurkan sebuah poster pencarian orang hilang.

“Yaah,” Jongdae memperhatikan poster itu baik-baik. “Aku sempat bertemu dengannya beberapa kali di kereta, lalu aku memberinya nomorku karena dia yang meminta. Dan aku tidak tahu lagi.”

“Bagaimana dengan ini?” Polisi itu mengeluarkan poster lainnya. “Park Baeksoo. Rekan kerja anda dalam satu perusahaan. Apakah ada kemungkinan Anda tahu dimana dirinya sekarang? Dan kapan terakhir kali Anda melihat dirinya? Informasi sekecil apapun akan kami hargai.”

“Seperti yang Anda bilang sebelumnya, dia rekan kerjaku di kantor. Terakhir kali aku menyuruh dia untuk memperbaiki proposal permintaan dana. Seharusnya dia menyerahkannya kembali padaku kemarin sore. Tapi Ia tidak pernah muncul.”

“Oh, baiklah. Terimakasih atas bantuan Anda. Maaf mengganggu.” Polisi itu mohon diri dan meninggalkan depan pintunya.

Jongdae menghela napas, menutup kembali pintunya dan kembali pada kegiatannya semula, menyempurnakan letak barang. Ia tertawa kecil, kemudian berubah menjadi tawa puas.
“Ya ampun, para polisi itu tidak pernah belajar. Mereka selalu salah menggambarkan penampilan terakhir sosok para orang hilang tersebut.”

-.-.-.-.-.

Original Prompt  :

1478866079763

-.-.-.-.-.

Happy Birthday ChenFFI~ Diriku sangat terharu bisa jadi bagian dari perkumpulan para staff yang sangat u-wow sekalii~

Wish you all the best ChenFFI~

/lalu mojok di dinding karena melihat hasil karya sendiri yang di atas/

Iklan

Satu pemikiran pada “Parfit Lif – CHENFFI Birthday

  1. Ping balik: SEPULUH WAJAH CHEN | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s