Jongdae(s) – CHENFFI Birthday

picsart_12-13-09-39-15

Jongdae(s)

romance // ficlet // PG 17+ WARNING

staring by

EXO’s KIM JONG DAE >< OC’s DO ARIN

.

.

-sebab Arin tak tahu Jongdae mana yang sedang dan akan ia hadapi-

.

©CHEN FANFICTION INDONESIA

Do Arin yang sedang bersantai di ruang TV apartemennya terkejut saat mendengar suara pintu yang membanting terbuka tiba-tiba. Ia segera berlari menuju pintu depan hanya untuk mendapati sang suami, Kim Jong Dae, sedang menjinjing tas kerjanya dengan ekspresi runyam.

“Kau kenapa?” tegur Arin hati-hati, pasalnya ia tak tahu Kim Jongdae mana yang sedang ia hadapi saat ini.

“Melelahkan bekerja dengan kumpulan staff yang tidak becus. Mengapa mereka harus repot-repot lembur ketika bahkan hasil pekerjaan mereka tidak ada yang pantas untuk ditampilkan pada rapat besok? Dan aku kini harus memperbaiki semua pekerjaan buruk mereka.” omel Jongdae panjang sambil melepaskan dasinya dengan sebelah tangan.

Arin yang melihat kegiatan suaminya secara sigap langsung mengambil tas suaminya, meletakkannya sembarang di atas sofa lalu membantu sang suami yang tampak kegerahan melepaskan dasi yang melingkar di leher jenjangnya itu. Ternyata suaminya sedang dalam mode perfeksionis.

“Kau sudah makan malam? Atau ingin mandi lebih dulu?” tanya Arin lagi, berusaha mengganti topik pembicaraan mereka.

“Aku sudah makan.” jawab Jongdae singkat lalu berlalu masuk ke kamarnya disusul Arin yang mengikuti dari belakang dengan tenang.

.

.

.

Sebenarnya Jongdae ingin lebih dulu merebahkan dirinya di atas ranjang ukuran king size yang bertengger gagah di tengah ruangan ketika ia memasuki kamar tidurnya, namun wangi lilin beraroma terapi yang berasal dari kamar mandi di samping lemari hias rasanya begitu mengundang Jongdae untuk mengistirahatkan sebentar pikirannya yang penat, dan Jongdae akhirnya menetapkan pilihannya pada bathub penuh air hangat di dalam ruangan beraroma terapi itu. Sedangkan Arin memanfaatkan jeda waktu ini untuk merapihkan ranjang mereka sambil bersenandung ringan. Karena seingat Arin, Jongdae yang perfeksionis seperti ini akan merasa sangat terganggu hanya karena sehelai rambut yang ada di atas ranjang, pun lipatan seprai yang tidak rapih mampu merusak tiba-tiba mood suaminya itu.

Setelah selesai merapihkan tempat tidur mereka, Arin memilih menghabiskan waktunya untuk bersolek di depan meja rias. Namun belum sempat ia menghabiskan banyak waktu di sana, kegiatannya berhenti akibat suara rintihan yang berasal dari dalam kamar mandi.

Dengan hati-hati Arin berjalan mendekat ke arah pintu kamar mandi, namun suara rintihan sang suami tak terdengar lagi. Sejenak jantung Ahrin berdetak kencang, meskipun sudah terbilang cukup lama ia hidup dengan Jongdae, Arin masih merasa belum benar-benar mampu memahami sang suami. Sementara Arin masih belum memutuskan apa yang harus ia lakukan, pintu kamar mandi terbuka dan Jongdae keluar dari sana hanya dengan menggunakan piyama mandi berwarna putih miliknya.

“Sayang, kenapa kau berdiri di depan pintu kamar mandi?”

Arin menatap Jongdae lamat, sorot mata suaminya menampakkan rasa gelisah, kemudian ia melangkah maju dan merebahkan kepalanya di pundak sang isti. Sementara Arin masih berusaha beradaptasi dengan perubahan sang suami kali ini.

“Kau kenapa?” tanya Arin dengan nada menenangkan.

Jongdae menggeleng tapi masih enggan mengangkat kepalanya dari tengkuk sang istri.

***

Melihat sang suami yang sudah berganti piyama tidur terlihat sangat suntuk di meja kerjanya membuat Arin tak mampu tidur, padahal malam sedang berada pada puncaknya. Bagaimana ia bisa tidur jika suara gesekan kertas dan dering panggilan dari handphone milik sang suami berkali menggema di dalam kamar. Sesekali waktu Jongdae akan mengambil bolpoin lalu menorehkan tinta alat tulisnya itu di atas lembaran kertas, waktu lainnya ia gunakan untuk menggaruk tengkuknya yang diyakini Arin tidak sedang gatal.

Tidak tahan melihat perilaku sang suami yang jelas-jelas tampak sedang tidak mampu memutuskan sesuatu membuat Arin turun dari ranjang king size mereka lalu menghampiri sang suami, memijit tengkuk belahan jiwanya itu ringan lantas bertanya, “kau baik-baik saja?”

Jongdae yang menyadari bahwa sang istri sudah berdiri di belakang kursi menoleh sebentar lantas menyandarkan kepalanya di dada Arin, “Aku lelah, sayang. Aku tidak mengerti mengapa direktur Lee berkali-kali meneleponku malam ini. Sepertinya aku tidak mampu melakukan rapat besok.”

Arin tersenyum sambil mengusap rambut Jongdae yang masih betah bersandar di dadanya, suaminya mulai rapuh lagi. Sisi dirinya yang satu ini memang cukup menyulitkan posisinya sebagai manajer sebuah perusahaan, lemah ketika diserahi sebuah tanggung jawab. Namun jika Arin boleh egois, ia menyukai sisi suaminya yang seperti ini, Arin suka ketika Jongdae merasa bergantung pada dirinya dan lebih mendengarkan dirinya ketimbang pendapatnya sendiri.

“Jangan terlalu memikirkan besok dan ini sudah malam, kau harus istirahat sayang. Oke?” sahut Arin lantas mengecup dahi Jongdae lembut, membuat suaminya itu merasakan sensasi intim dari sang istri.

“Oke?” tanya Arin lagi, mendesak sebuah jawaban.

Sebuah anggukan sebagai jawaban dari sang suami, sebelum ia bangkit lalu ganti menarik sang istri dalam pelukan, “Aku akan istirahat tapi sebelumnya aku ingin melakukan sesuatu dulu denganmu, boleh?” tanya Jongdae menggoda lalu melumat bibir Arin mesra.

.

.

.

“Kalau besok bangun kesiangan, bagaimana?” tanya Arin pelan sementara dirinya menikmati sensasi geli yang diciptakan dari kecupan Jongdae di lehernya, membuat aktifitas yang sedang mereka lakukan di atas ranjang king size itu terhenti sebentar. “Biar saja.” jawab Jongdae kemudian tanpa menghentikan aktifitasnya. Bahkan kini ia menarik turun pakaian tidur sang istri, menjadikan sensasi geli semakin menjadi akibat kulit yang saling bersentuhan langsung tanpa dibatasi apapun.

Sekon-sekon berikutnya menjadi lebih intim dan mereka berdua terus menikmatinya sampai tiba-tiba suara petir menggelegar disusul hujan deras yang tiba-tiba mengguyur tanpa ampun, membuat Jongdae mendadak meringsut lalu menyembunyikan dirinya dibalik selimut. Jongdae gemetar. Dan Arin mendadak kesal.

Satu yang ia lupa

Sisi Jongdae yang satu ini phobia terhadap banyak hal.

Salah satunya bunyi petir.

Dan kini Arin harus ikhlas karena sang suami menghentikan aktifitas romantis mereka secara sepihak. Sambil menatap sebal pada Jongdae yang masih tampak gemetar di balik selimut tebal, Arin memakai lagi pakaian tidurnya yang sudah sempat dilucuti sang suami. lalu bergumam “tidurlah” pada sang suami. Bersiap dalam hati untuk menghadapi esok hari sebab Arin tak tahu Jongdae yang mana yang akan ia hadapi besok, sebelum ia berjalan ke dalam kamar mandi, sebab Arin sungguh merasa butuh untuk mengguyur tubuhnya dengan air dingin.

.

.

.

Fin.

SELAMAT ULANG TAHUN CHEN FANFICTION INDONESIA

Gak kerasa udah setahun aja CHENFFI didirikan.

lalu merenung kenapa bisa setahun sampe gak kerasa, rasarasanya karena sebagai owner diri ini kurang mengayomi(?) padahal ada orang-orang spesial penuh kasih sayang yang ikut membangun blog yang aku dan Iriseu bikin ini.
-mianhae jeongmal-

dan seperti kado yang tidak terduga, Event yang awalnya cuma buat seru-seruan doang ini malah pas banget sama First Anniversary nya CHENFFI
-makasih banyak loh gengs-

semoga semua staff yang cuma seumprit ini semakin kompak, semakin cinta sama bebek kesayangan kita semua, walaupun event Birthday ini selesai, kita tetap sering chat di grup supaya grup kita ga ada sarang laba-labanya.

semoga CHENFFI solid sampe 2nd Anniv, 3rd Anniv, 10th Anniv, de el el.

Love you, Chen. -eh, staff maksudnya *bhaks

Iklan

Satu pemikiran pada “Jongdae(s) – CHENFFI Birthday

  1. Ping balik: SEPULUH WAJAH CHEN | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s