Stuck On You! (Chapter 08) – Shaekiran & Shiraayuki

siapdiedit2345

Stuck On You!

A Colaboration FanFiction By Shaekiran & Shiraayuki

Main Cast

Bae Irene, Oh Sehun, Park Chanyeol, and Son Wendy

Genres

School life, romance, funny, friendship, AU etc.

Length: Chaptered

Rating: Teenagers

Disclaimer

Ada yang kenal dengan author dengan pen name Shaekiran atau Shirayuki? Cerita ini adalah hasil buah pikiran kami berdua.Merupakan sebuah kerja keras dari dua buah otak yang terus saja bersinergi untuk merangkai ratusan kata demi kata hingga menjadi sebuah cerita utuh. Hope you like the story. Happy reading!

Previous Chapter

Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | [NOW] Chapter 8 |

“Your feeling.”

 

Author’s side

“Baiklah, kalau begitu berhentilah jadi ketua OSIS, karena aku tidak mau menjadi kekasih seorang maniak laporan,” Irene berucap, seolah kalimatnya barusan bukanlah sebuah kalimat yang paling sakral yang pernah didengar Sehun.

Sehun terdiam cukup lama, dia menatap Irene dengan sangat intens.Suara gadis itu memang bergetar namun kata-katanya cukup membuat Sehun mati kutu.Namun Sehun bukanlah seseorang yang gampang mengalah, cukup sudah harga dirinya terkoyak saat ini, bayangkan semua orang tengah menonton mereka dengan serius.

Ketua OSIS sekolah mana yang terang-terangan bertengkar dengan kekasihnya di gerbang disaat jam pulang sekolah? Sehun rasa hanya dia.

Sehun akhirnya menghela nafas panjang, kemudian tersenyum tipis tanpa makna.

“Maaf, Rene. Aku tidak bisa memenuhi permintaanmu.” Sehun berucap, disusul beberapa teriakan pilu dari para penonton karena Sehun tidak mau berhenti jadi ketua OSIS demi sang kekasih.

Irene tersenyum hambar, dia bukan tipe gadis cengeng tapi air matanya tidak mau di ajak kompromi. Setelah mengucapkan kalimat itu Sehun beranjak, melewati tubuh Irene yang tengah bergetar hebat disana.Dia melirik sekilas ke arah Taeyong yang tengah menatapnya dengan tatapan tak suka.Pria-pria sekolah menatap Irene iba, mereka tak tahan melihat gadis yang mereka sukai menangis seperti itu.

Taeyong beranjak, merangkul pundak gadis itu dengan hangat.Lantas diajaknya Irene masuk ke dalam mobil mewahnya.Segera Taeyong melajukan mobilnya dan membawa Irene ke suatu tempat.

^^

Wendy berjalan lunglai, biasanya dia akan pulang bersama Chanyeol. Namun hari ini dia terpaksa pulang sendirian dikarenakan kekasih tampannya sedang terkapar tak berdaya di atas tempat tidur, sungguh menyedihkan, pikirnya.

“Hei, nerd.” kumpulan gadis yang merupakan fans fanatik Chanyeol nampak menghadang jalan Wendy.

Wendy hanya menatap mereka datar.Lantas dilanjutkannya jalannya melalu arah sebaliknya.

“Cih, baru menjadi kekasih Chanyeol selama seminggu kau sudah sangat sombong.” Pemimpin kumpulan itu berucap sinis, Wendy mengenalnya tentu saja.

Kang Seulgi, teman satu sekolah Wendy dari zaman dia SD hingga sekarang. Namun meski begitu, gadis bermarga Kang yang juga penyiar sekolah itu tak pernah bersikap baik padanya.

Wendy hanya menanggapi perkataannya dalam diam. Wendy paling malas jika harus bertengkar dengan sosok yang sebenarnya tidak pantas jadi lawannya.Akhirnya Wendy memutuskan untuk tetap berjalan meninggalkan kumpulan gadis norak itu.

Namun sepertinya mereka benar-benar mengundang amarah Wendy karena mereka menahan Wendy dengan cara mengepungnya.Wendy hanya mendesah perlahan, “Tahan emosimu, wen,” batin Wendy.

“Kau itu tidak pantas bersama Chanyeol, kau tidak cantik dan juga tidak manis. Kau bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Irene.Kau hanya membanggakan otak jeniusmu yang sebenarnya tidak berguna itu.” ledek Seulgi dengan nada yang benar-benar merendahkan.

Wendy hanya diam, menutup matanya.Takut jika nanti tangan mungilnya menampar sosok gadis sok sarkatis dihadapannya ini.

“Kenapa diam? Tidak bisa melawan, ya?” tanya Seulgi remeh.

“Lihat umur, memangnya masih zaman sistem kepung seperti itu. Kalau bertengkar ya satu lawan satu.” ucapan seseorang membuat Seulgi beserta teman-temannya bubar dengan kesal dan jengkel.

Mereka meninggalkan Wendy yang penasaran dengan siapa yang tadi berbicara sehingga Seulgi dan teman-temannya menyerah begitu saja.

“Itu tadi, siapa, ya?”

^^

“Kenapa kau membawaku kesini?” Irene yang telah mengakhiri tangisnya bertanya dengan serak pada Taeyong yang tengah duduk disampingnya.

“Aku suka tempat ini. Setiap kali aku ke sini aku pasti ingat padamu.” Taeyong memasang senyum sumringahnya.Irene menatap pria itu datar.

Saat ini adegan itu terputar lagi di kepala Irene. Adegan dimana Sehun mengusap pipinya saat dia tengah memakai make up-nya, dan di tempat inilah kejadian itu berlangsung.

Kau tau alasan gadis-gadis bermasalah karena memakai makeup ke sekolah yang sering aku ceramahi di kantor OSIS?” lanjut lelaki itu masih memegangi tangan Irene. Gadis itu menggelengkan kepalanya perlahan, merasa aneh dengan sikap Sehun sekarang. 

“Mereka bilang mereka takut wajah berpori dan kumpulan komedo mereka terekspos sehingga mereka kelihatan jelek.” lanjut Sehun lagi yang ditanggapi wajah cengo dari si gadis. 

“Lalu apa hubungannya denganku?” Tanya Irene bingung.Dia merasa Sehun benar-benar bertele-tele sekarang.

“Kau tidak perlu memakai make up ke sekolah. Pori wajah dan komedo mu tidak kelihatan sama sekali, dan kau bahkan terlihat lebih cantik tanpa polesan apapun. Seperti sekarang.” kata lelaki itu yang membuat Irene terdiam, apalagi tangan Sehun yang tadinya memegang tangannya kini beralih menyentuh pipi gadis itu, membuat semburat merah muncul di permukaan pipi si gadis tanpa bisa dicegah. 

“Ah, maaf. Aku tidak sengaja Irene-ssi.” kata Sehun sambil menjauhkan tangannya saat sadar tangannya itu kini dengan lancang berada di pipi Irene. Si gadis hanya mengangguk kaku, kemudian buru-buru mengemasi peralatan make up-nya ke dalam tas entah kenapa.

“Tidak apa-apa.” lirih Irene pelan setelah selesai mengemasi isi tasnya.Sekarang situasi mereka tiba-tiba menjadi kaku. Sehun menggaruk-garuk tengkuknya sambil bersandar ke bangku taman, sementara Irene mengetuk-ngetukkan kakiknya ke tanah.

  

Irene tersenyum hambar mengingat kenangan itu, kenapa disaat ini dia malah mengingat Sehun?

Lain halnya dengan Taeyong, pria itu mengingat semua kenangan dimana dia membully Irene semasa mereka SMP dulu. Dia ingat bagaimana gadis itu dulunya begitu cupu dan culun.

Flashback on

“Taeyong-ssi..” Taeyong menoleh, lalu lantas dia memutar bola matanya malas.

“Ada apa?” tanya Taeyong malas, kenapa malah gadis yang muncul di saat moodnya tengah tidak baik.

“Itu..Kim-ssaem, menyuruhmu menemuinya di kantor.” ucap Irene setengah takut dan setengah senang.

“Ahh… begitu ya? Baiklah aku akan kesana, tapi kau harus menemaniku bolos.” Taeyong berucap seraya menangkup kedua pipi Irene.

Irene yang mendapat perlakuan begitu sontak saja kaget dan tanpa dia sadari semburat merah muncul di kedua pipinya. 

“Ta-tapi bo-bolos i-itu di-dilarang, ‘kan?” Irene hendak menolak ajakan Taeyong, tapi pria itu malah menarik tangannya secara tiba-tiba sehingga mau tak mau Irene harus ikut.

“Sepertinya bolos denganmu, bakal menyenangkan.” ucap Taeyong dengan suara yang cukup kuat.

“Ya! Kau sungguh sering ke sini Taeyong-ssi?” tanya Irene dengan mata takjub. Bagaimana tidak, ternyata Taeyong si murid berandal yang tak pernah absent sekalipun masuk kantor BK itu mengaku sering membolos ke perpustakaan. Heol, perpustakaan! Yang ada di pikiran Irene adalah Taeyong membolos ke game center atau tempat-tempat lain khas anak nakal, tapi sekarang ia malah dibawa ke perpustakaan. 

“Cih, memangnya kenapa kalau aku membolos ke sini?” tanya Taeyong seakan langkahnya memasuki pintu perpustakaan kota bukanlah salah satu keajaiban anak nakal yang ada di pikiran Irene. Lantas diikuti Irene gerak lelaki yang secara paksa menyuruhnya melompat gerbang sekolah itu ke dalam perpustakaan. 

“Kau sering ke sini?” tanya Taeyong yang kini mengitari rak buku bagian sains, satu lagi yang membuat Irene semakin membelalakkan mata. Kenapa nada bicara Taeyong melembut? Atau ini hanya perasaan Irene saja?

“Ti-tidak, ini kali pertama aku ke perpustakaan,” jawab Irene jujur yang membuat gerakan Taeyong melihat-lihat buku yang barangkali ingin ia pinjam menjadi terhenti. 

“Jinja? Murid rangking sepertimu tidak pernah ke perpustakaan? Heol,” ucap Taeyong dengan mimik terkejut, membuat Irene kini hampir tertawa karena wajah kaget Taeyong yang menurutnya sangat lucu. Ayolah, Irene jatuh cinta pada lelaki bernama Taeyong satu ini. 

“Serius, aku tidak pernah ke perpustakaan. Setiap hari aku sibuk bimbel hingga malam, jadi tidak ada waktu bermain-main meskipun untuk mengunjungi perpustakaan seperti ini, lagipula aku sudah muak karena kamarku sudah seperti perpustakaan,” jawaban Irene semakin membuat Taeyong terhenyak.

“Muak?” ulang Taeyong dn Irene mengangguk cepat sambil mengambil salah satu buku di rak.

“Aku punya series pertama hingga kelima buku Fisika ini,” kata Irene sambil mengangkat sebuah buku berjudul ‘Penemuan Newton dan Faktanya’ 

“Ada 3 buku tentang gaya dan percepatan seperti ini, tapi tebalnya 2 kali lipat dan isinya lebih lengkap buku yang ada di kamarku,” lanjut Irene sambil mengangkat buku lainnya yang berukuran setebal kamus dan bersampul biru ‘Gaya dan Percepatan’

“Ada 7 kamus bahasa asing di rumah, dari Eropa sampai Asia,” Irene menunjuk bagian rak bahasa yang tepat berada di depan rak Sains, membuat Taeyong kini semakin terpaku. Sebenarnya berapa banyak buku di rumah gadis ini?

“Ah, ternyata rumahmu penuh pelajaran, pantas kau selalu rangking,” kekeh Taeyong dan Irene langsung menggeleng. 

“Tidak juga, selain pelajaran ada juga rak yang isinya komik, novel dan buku sastra. Kau tau komik Detective Conan? Aku paling suka karya Aoyama Gosho yang itu, tapi sayangnya sampai sekarang komiknya belum tamat, ada juka J.K Rowling, Arthur Doyle dan banyak lagi.” celoteh Irene sambil mengucapkan beberapa judul dan penulis yang Taeyong tidak kenal.

“Jadi rumahmu penuh buku segala genre ya, Rene-ssi,” kekeh Taeyong lagi sambil menepuk jidatnya sendiri, membuat Irene kini membulatkan matanya bingung dari balik kacamata tebalnya.

“I-iya,” jawab gadis itu gugup dan Taeyong hanya berdecih kesal.

“Cih, pantas saja kau membosankan seperti ini. Lihat, kau begitu nerd Bae Irene. Dasar cupu!” Irene terdiam, Taeyong kembali  mem-bully-nya.

“Kajja,” kata Taeyong setengah membentak sambil menarik tangan Irene kasar, menyeret gadis itu keluar dari perpustakan begitu saja.

Hari sudah menunjukkan pukul 2 siang, namun Taeyong nampaknya belum letih sama sekali mengerjai Irene. Sekarang mereka ada di taman kota, tempat yang konon katanya menjadi tempat kesukaan Taeyong membolos.

“Kau benar-benar membolos ke sini?” tanya Irene tak yakin karena Taeyong malah membawanya ke taman kota, tempat yang tidak cukup menantang untuk tukang bolos, pikir Irene.

“Kalau aku membawamu ke game center, kau malah keenakan cupu!” jawab Taeyong sambil tersenyum sinis, membuat Irene langsung terdiam. Lama mereka hanya terdiam satu sama lain, hingga akhirnya Taeyong memilih duduk di bangku taman sedangkan Irene duduk di atas rumput.

“Pijat,” perintah Taeyong dan gadis itu hanya menurut saja. Lantas diraihnya kaki Taeyong dan mulai memijat-mijatnya.

“Lari belikan aku es krim dalam 1 menit,” perintah Taeyong 10 menit kemudian. Lantas Irene langsung lari seperti orang kesetanan karena Taeyong mulai menghitung. 

2 menit kemudian Irene datang sambil menyodorkan sebuah es krim coklat yang ia beli dengan hasil lari menyerobot antrian dan menggunakan uangnya sendiri. 

“Kau telat 1 menit 3 detik,” ucap Taeyong santai sambil menjilat es krim yang diberikan Irene. Gadis itu mengerucutkan bibirnya,

“Ini sudah yang paling cepat Lee Taeyong. Kau tidak lihat banyak antrian? Bisa secepat ini pun karena aku sudah menyerobot sana sini!” pekik Irene akhirnya karena kesal, namun tatapan tajam Taeyong langsung membuat Irene kicut seketika. 

“Kau telat dan aku tidak suka es krim coklat. Seharusnya kau ambil yang vanilla,” emosi Irene naik sampai ke ubun-ubun.  

“Sebenarnya apa sih maunya manusia satu ini? Bilang tidak suka tapi ia sudah makan hampir setengahnya, lagipula itu pakai uangku bodoh!” batin Irene dalam hati, namun ia hanya tertunduk di depan Taeyong, takut berandalan itu menatapnya tajam seperti terakhir kali. 

“Lari 15 kali keliling taman,” titah Taeyong yang membuat Irene seketika terbelalak.

“Ya! Kau pikir aku ini-“ 

“Karena kau protes naik jadi 25 kali,” ucap Taeyong ringan sambil memakan es-nya lagi. 

“Lee Tae-“

“Mau naik jadi 35?” tawar Taeyong dan Irene hanya menghela nafasnya pelan. “Sabar Rene, sabar,” batinnya sambil mengangguk mengiyakan dan mulai berlari seperti orang bodoh.

Taeyong memperhatikan Irene yang terus berlari semampunya. Ini sudah masuk putaran yang ke-5 dan gadis itu nampak sudah sangat kecapekan.  

“Aku bilang lari bukan jalan Irene!” pekikan Taeyong membuat Irene yang tengah curi-curi kesempatan dengan berjalan bukannya lari lantas membuat gadis itu mengumpat dalam hati lalu mulai berlari lagi. Sungguh, Taeyong niat sekali meneriaki Irene meski kini hampir seluruh penghuni taman menatapnya.

Brughh.

Irene jatuh tersungkur di putaran ke-6, tepat di depan Taeyong. Lantas lelaki itu berdiri lalu mengulurkan tangannya pada Irene. Gadis Bae yang sudah kecapekan itu tentu saja senang bukan main saat Taeyong menyodorkan tangannya, lantas dengan cepat ia meraih tangan Taeyong karena berpikir Taeyong sedang bermurah hati.

“Upss, sepertinya tanganku tergelincir,” namun Taeyong nyatanya hanya mengerjai Irene karena bukannya membantu Irene, Taeyong malah melepaskan Irene yang sudah setengah berdiri sehinga gadis itu jatuh lagi ke tanah.

“Bukankah sudah kubilang 25 kali? Ini masih 6 kali Irene, memangnya kau pikir aku ini sedang diskon 75% apa?” sarkas Taeyong, membuat Irene yang polos hanya menurut dan mulai berdiri, bersiap berlari seperti perintah Taeyong.

Flashback off

  

“Irene-ah,” panggilan Taeyong membuat Irene yang sedari tadi melamunkan Sehun lantas tersadar, kemudian ditatapnya Taeyong yang kini tersenyum tipis.

“Kau masih ingat apa yang kulakukan dulu disini?” tanya Taeyong sambil setengah tertawa, membuat Irene kini membulatkan matanya.

“Maksudmu saat kau mem-bully-ku dengan lari 25 kali keliling taman?” tanya Irene seakan memastikan dan Taeyong langsung menggangguk mengiyakan.

“Tentu saja ingat, kau ‘kan hampir membuatku mati,” ucap Irene sinis dan Taeyong hanya tertawa hambar.

“Ternyata mem-bully-mu memang jadi hobiku dulu,” aku Taeyong dan Irene hanya geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa membuat Irene pingsan hingga tidak sekolah 2 hari dikarenakan kecapekan mengelilingi taman yang luas ini Taeyong sebut sebagai hobi, huh?

“Maaf Rene, dulu aku sedang khilaf karena kesal padamu,” lanjut Taeyong lagi seakan kalimat sarkas Irene hanya bercanda. Lantas Irene semakin bingung.

“Kapan aku membuatmu kesal,eoh? Perasaan kau yang selalu membuatku kesal karena aku di-bully,” sanggah Irene dan Taeyong tak tahan untuk mengulum senyum di bibirnya. Mengingat masa-masa dulu membuat Taeyong nampaknya mulai menjadi gila karena senyam-senyum sendiri.

“Pernah, saat kau menumpahkan nampan makan siang dan saat kau muak dengan buku,” Irene terpaku. Soal nampan makan siang ia memang ingat karena itulah awal Taeyong mem-bully-nya karena kesal seragamnya kotor, tapi muak pada buku?

“Ingat saat aku mengajakmu ke perpustakaan?” tanya Taeyong dan Irene mengangguk cepat.

“Tentu saja ingat. Memangnya kenapa?” tanya Irene penasaran dan Taeyong hanya menghela nafasnya pelan.

“Sebenarnya aku bohong tentang aku sering ke perpustakaan,” aku Taeyong dan Irene semakin bingung.

“Hah? Jadi kenapa kau mengajakku bolos ke perpustakaan waktu itu?” tanya Irene akhirnya. Taeyong menggaruk tengkuknya, membuang muka dari Irene.

“Karena aku ingin meminta maaf,” kekeh Taeyong.

“Niatnya aku ingin membawamu bolos ke tempat kesukaanmu, yah semacam perpustakaan karena kupikir gadis rangking sepertimu pasti suka buku, tapi nyatanya kau sudah muak melihat buku. Niat awalku minta maaf jadi runtuh karena rencanaku membuatmu bahagia di tumpukan buku nyatanya salah besar. Kesal, aku malah mem-bully-mu lagi, ” lanjut Taeyong sambil tertawa kecil, malu pada dirinya sendiri yang kekanakan.

“Jadi, hanya karena aku bilang muak melihat buku jadi kau menyuruhku lari hingga pingsan?” tanya Irene memastikan dan Taeyong mengangguk singkat.

“Siapa suruh kau merusak mood-ku minta maaf waktu itu, eoh?” kata Taeyong membela diri dan Irene hanya menatapnya datar.

“Bercanda Rene. Aku tau dulu aku bajingan, aku minta maaf,” lanjut Taeyong lagi dengan nada menyesal.

“Sebenarnya aku ingin menjengukmu, tapi penerbangan keluargaku keluar negeri ternyata dipercepat,” kali ini Irene menatap Taeyong bingung. Memang dulu saat ia kembali masuk sekolah setelah di-bully hingga pingsan, Taeyong memang sudah tidak ada lagi di kelas dan guru-guru terutama guru BK tengah mengadakan pesta karena Taeyong pindah ke luar negeri.

“Kau boleh percaya atau tidak Rene, tapi waktu itu aku benar-benar ingin minta maaf sekalian pamit padamu karena ayah pindah tugas ke Amerika dan otomatis aku juga ikut. Tapi takdir ternyata membuatku pergi lebih cepat tanpa kata maaf sama sekali, membuat kita akhirnya berakhir dengan kenangan yang buruk,” jelas Taeyong lagi dengan nada sedih. Ia sedang tidak mengarang, namun itu jujur dari isi hatinya yang terdalam, satu hal yang mungkin tidak diketahui Irene dan membuat gadis itu mungkin membencinya.

“Jadi karena itu kau menyempatkan diri mencariku saat liburan ke Korea?” , tanya Irene dan Taeyong menggeleng cepat.

“Aku tidak menyempatkan diri Rene,” katanya dan seketika raut wajah Irene berubah murung.

“Aku memang khusus kembali ke Korea karena ingin mencarimu dan meminta maaf, bukannya menyempatkan diri,” seketika pipi Irene terasa panas. Sialan, apa yang baru diucapkan Taeyong barusan? Kenapa Irene jadi berdebar begini?

“Jadi kau mau memaafkanku ‘kan Rene?” dan tanpa perlu menunggu lama Irene mengangguk kikuk.

“Aihh senangnya. Kumawo Irene-ah,” ucap Taeyong sambil mengacak-acak rambut Irene gemas, membuat rona pipi Irene semakin memerah saja.

“Ah, aku lupa mengatakan sesuatu padamu Rene,” Taeyong nampak tersenyum lebar, membuat Irene kini menunggu kalimat Taeyong selanjutnya dengan hati berdebar-debar.

“Aku merindukanmu,” aku Taeyong dan Irene tak sanggup berkata-kata lagi. Seakan-akan ada kumpulan kupu-kupu yang mendesak keluar dari perutnya.

Sungguh, apa Taeyong tidak tau kalau Irene sekarang sudah terbang kelangit ke tujuh? Kalau begini ceritanya bisa-bisa Irene jatuh hati lagi pada Taeyong cinta pertamanya itu!

^^

Pagi kembali menyapa dengan riang.Langit bersinar cerah dengan arakan awan putih yang bergerak sepoi-sepoi.Hari ini indah seperti biasanya, namun tidak bagi Wendy yang kini harus pergi sendirian ke sekolah. Meski sudah terbiasa seperti itu, namun efek seminggu penuh kemana-mana bersama Chanyeol sang kekasih membuat Wendy menjadi hampa saat ia berjalan sendiri seperti sekarang.

Dulu ia sudah melupakan kebiasaannya membaca sambil berjalan karena Chanyeol selalu mengajaknya bercanda, tapi kini Wendy agaknya harus kembali ke kebiasaan lama karena kini Chanyeol masih berbaring di rumah dan tidak bisa menemaninya bercanda seperti biasa.

“Lihat, itu dia gadis yang merebut oppa kita!”

“Dasar jelek. Cupu begitu kok Chanyeol oppa mau,”

“Takutnya oppa sudah diguna-guna, makanya mau pada gadis nerd semacam dia,”

Satu lagi yang harus Wendy biasakan, mendengar kalimat-kalimat penghinaan baginya. Sudah seminggu sejak ia resmi jadian dengan Chanyeol kupingnya harus tahan dengan kalimat-kalimat sarkas dengan majas sinisme itu, namun beberapa hari belakangan ini saat Chanyeol absent cidera dan tidak bersamanya, kalimat-kalimat itu semakin merajarela saja. Tidak hanya murid kelas 3, bahkan murid kelas 1 dan 2 yang terhitung adalah juniornya di SMA berani menghina Wendy yang nyatanya duduk di kelas 3.

Sesampainya Wendy di kelas, tatapan anak kelasnya pun tak jauh beda. Pandangan karena iri dan juga dengki, keduanya bercampur aduk menjadi satu. Sejak dulu Wendy terbiasa dengan pandangan iri karena ia selalu jadi peringkat pertama, namun sejak menjabat sebagai kekasih Chanyeol, tatapan itu agaknya semakin menusuk saja. Hanya ada 2 orang yang tidak menatap Wendy seperti itu, Sehun dan Irene. Namun keadan kedua pasangan itu agaknya tidak baik, jadi saat Wendy ingin menyapa pun ia mengurungkan diri karena memang hawa diantara Irene dan Sehun yang nampak dingin dan tidak bersahabat.

Jadi, hari itu Wendy habiskan kembali seperti dirinya yang dulu, Wendy si nerd yang sendirian.

“Lihat siapa yang sekarang makan sendirian,” bisik seorang gadis yang baru saja duduk di depan Wendy. Tak berselang lama beberapa siswi lain mengikuti gadis tadi, duduk memutari Wendy yang makan siang sendiran di kursi pojok kantin.

“Apa yang kalian lakukan? Masih banyak kursi kosong yang lain ‘kan?” cerca Wendy berani sambil menatap tajam Seulgi yang barusan berbisik padanya. Gadis Kang itu memutar bola matanya cepat, lantas ia berdiri dari duduknya.

“Kalau begitu sampai berjumpa lagi Wendy-ssi, semoga makan siangmu enak,” kekeh Seulgi sambil berlalu dari hadapan Wendy diikuti kumpulan siswi lainnya yang mulai menyingkir dan mengikuti arah gerakan Seulgi keluar kantin, persis seperti anak ayam mengikuti induknya.

Cih, kekanakan,” batin Wendy karena kini ia mendapati nampannya sudah berisi sebuah hewan mungil asing, seekor kecoak mati kini tenggelam dalam sup yang seharusnya menjadi makan siang gadis Son itu

^^

Irene mendesah pelan, lagi– Taeyong menjemputnya sepulang sekolah. Dia sudah risih menjadi bahan pembicaraan seharian ini karena pertengkarannya dengan Sehun semalam, dan sekarang dia sudah dituding selingkuh karena dia bersama Taeyong disaat Sehun dan dia tengah bertengkar.

“Irene-ah!” Taeyong melambaikan tangannya ke arah Irene, hal itu membuat Irene bingung antara senang atau sedih.

Akhirnya Irene berjalan pelan menghampiri Taeyong yang tengah menjadi pusat perhatian kala itu.

“Kenapa lama sekali?” tanya Taeyong ketika Irene tengah berada di depannya. Jawaban Irene hanya sebuah senyum hambar yang mungkin siapa pun bisa tahu itu adalah senyum ala orang terluka. Namun Taeyong agaknya pura-pura tidak sadar akan hal itu.

“Kita langsung berangkat saja, ayo!” Taeyong membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Irene masuk. Sungguh, Irene ingin menolak tapi sebagian hatinya memaksanya untuk menerima.

“Tunggu, Taeyong-ah!” cegah Irene tiba-tiba disaat Taeyong akan memijak gas mobilnya.

Wae?” tanya Taeyong dengan alis terangkat.

Handphone-ku ketinggalan di laci, aku harus mengambilnya dulu,” ucap Irene seraya berlari keluar dari mobil. Dia segera menuju ruang kelasnya dengan terburu-buru sebelum yang melaksanakan piket mendapat handphone-nya dilacinya.

BRUK!

Irene jatuh tersungkur, lalu meringis perlahan karena lututnya terbentur cukup kuat ke lantai. Dia menghembuskan nafasnya perlahan lalu hendak memarahi orang yang menabraknya barusan.

Ya!!” teriak Irene serempak dengan orang yang menabrak atau mungkin ditabrak olehnya.

Mata Irene membulat sempurna, tak kalah bulat dengan mata orang yang menabraknya. Lantas Irene segera bangkit berdiri, meninggalkan sosok yang sama kagetnya dengannya itu. Irene semakin tergesa-gesa karena air matanya memaksa ingin keluar.

^^

“Hei, sunbaenim,” seseorang menyapa lembut Wendy, Nayeon murid kelas 1 dengan beberapa gerombolannya.

“Ah, kalian lagi,” sapa balik Wendy sambil memasukkan buku saku yang sedari tadi ia baca ke dalam kantong roknya, kemudian menghadap Nayeon cs yang diketahuinya adalah komplotan Seulgi.

“Ada apa?” tanya Wendy bingung, dan Nayeon nampak tersenyum tipis.

Sunbae, sepertinya ini sepi,” lirih gadis itu dan seketika Wendy memperhatikan sekitarnya.

Benar juga, gerbang sekolah sudah sepi karena ia harus piket sendirian –Jimin pamit ingin bimbel, Irene ada urusan, Sehun ada rapat dan Chanyeol absent–sehingga ia harus lebih lama di sekolah beberapa puluh menit.

“Jadi kalau sepi kalian mau a–”

Ya! Lepaskan aku!” ronta Wendy karena kini komplotan itu sudah menariknya paksa ke belakang sekolah. Ia tau apa yang mungkin akan terjadi setelahnya dan Wendy tidak mau itu.

Ya! Lepaskan,” ronta Wendy sekuat mungkin, namun apa dayanya melawan 1 banding 5 orang. Jadilah kini ia diseret paksa.

“Ah, kau lagi,” ucap Wendy geram saat melihat Seulgi sudah ada disana bersama banyak siswi yang lain, kelompotan haters tingkat akutnya kalau kata Wendy.

“Bagaimana? Kau tau ‘kan apa yang mau kami lakukan, Son Wendy yang pintar?” ejek Seulgi sambil meludah ke arah Wendy yang masih dipegangi Nayeon cs. Wendy hanya menutup matanya, membiarkan Seulgi semakin merajarela karena kini gadis Kang itu sudah mendorong Wendy hingga membentur tembok belakang sekolah.

Akh!” pekik Wendy spontan karena kesakitan.

“Astaga, apa itu sakit Wendy-ah? Uh? Sakit uh?” tanya Seulgi dengan nada kasihan, sambil mengelus-ngelus rambut Wendy perlahan.

Akh!” pekik Wendy lagi karena kini Seulgi sudah menjambak rambutnya kuat, diikuti tawa komplotan siswi yang kini mengelilinginya.

“Ini belum seberapa Wen, kau mau yang lebih parah lagi?” tawar Seulgi, masih dengan tangan yang senantiasa menarik rambut Wendy kuat. Tak berselang lama, Seulgi melepaskan cengkeramannya pada surai Wendy, kemudian mundur beberapa langkah. Wendy menutup matanya, sadar akan apa yang terjadi setelah ini.

Crashhh!

Tawa mereka menggelegar ketika kini badan Wendy sudah dipenuhi tepung yang mereka lemparkan.Seakan tak cukup, kini tangan-tangan mungil dengan kuku lentik hasil pedicure itu lantas menggenggam telur, bersiap melempar ke arah Wendy.

Brukkhh!

Wendy masih menutup matanya meski kini rasa sakit karena telur yang menghujam tubuhnya bertubi-tubi terasa dengan jelas. Ia ingin menangis, namun ditahannya air matanya kuat-kuat.

“Ah, sunbaenim. Sepertinya kau perlu saus pelengkap,” celoteh Nayeon sambil terkikik. Beberapa detik kemudian mereka membuka sebuah kardus yang ntah sejak kapan ada disana, menampakkan berpuluh-puluh botol saus yang mereka maksud.

“Bayangkan tepung dan telur dicampur belut,” teriak Nayeon keras, dan tawa mulai menggelar.

“Kau tinggal menggorengnya,” celoteh salah satu dari mereka, lalu tawa kembali meledak. Sambil tertawa, kini mereka menyiramkan Wendy dengan saus belut yang punya aroma kuat itu.Entah berapa puluh botol saus sudah bersarang di badan Wendy, namun mereka seakan tidak puas juga.

“Penutupnya datang~” teriak salah seorang gadis, ia dan beberapa temannya yang lain membawa beberapa ember berukuran cukup besar. Lantas mereka semua terkikik dan mulai tertawa lagi.

Byurrr!

Rasa dingin menerpa tubuh Wendy cepat, tidak hanya sekali, tapi 5 kali guyuran dari 5 ember besar berisi detergen yang dicampur es batu.

“Ah, akhirnya Wendy sunbae-nim kita jadi wangi,” kata Nayeon girang bukan main, apalagi Wendy hanya diam di tempat tanpa melawan sedikitpun.

Mwo? Kenapa kau terus menutup matamu , eoh? Takut kelihatan jelek? Kau ‘kan sudah jelek dari sananya, “ lanjut Seulgi sarkas sambil memangku tangannya, lagi-lagi meludah ke arah Wendy.

“Sudah puas?” tanya Wendy akhirnya sambil membuka matanya perlahan, menatap nyalang semua manusia yang kini mengelilinginya.

“Tentu saja tidak, sunbae, “ kata Nayeon sambil mengguyur Wendy dengan air ember yang masih penuh, bedanya ember ini berisi comberan parit sekolah mereka dan bukannya detergen. Wendy terdiam. Bahkan sebagian comberan itu masuk ke dalam mulutnya sakin tiba-tibanya Nayeon menyiramnya.

“Wendy-ah, kenapa tidak putus saja dengan Chanyeol daripada dikerjai adik kelasmu seperti ini, huh? Apa kau tidak punya harga diri?”, kata Seulgi akhirnya sambil menatap iba Wendy yang kini sudah tidak berbentuk sakin banyaknya benda yang mereka lemparkan ke arah Wendy. Gadis itu terkikik.

Putus dengan Chanyeol katanya?

To Be Continued

Author’s Note

Maaf kalau ff ini adalah ff kami yang paling lama update-nya, tapi percayalah, jarak update chapter 7 dan 8 itu sudah cukup pendek saudara/kemudian digampar/ XD

Jadi, sebagai permintaan maaf, anggap saja cover baru yang tidak seberapa itu jadi kado akhir tahun dari kami berdua, wkwkw, iya-in aja pliss biar kami bahagia/digorok/

Dan sebagai spoiler, mungkin chapter 8 ini adalah chapter keberapa yang sudah mendekati final chapter, bhaks. Jadi mungkin awal 2017 nanti kalian akan berpisah dengan duo pasangan shipper-an kami ini, hiks, itu kalau semua berjalan lancar yaww :3

Last but not the least,

Merry Christmas and Happy New Year!

Salam hangat dari kami, Shaekiran & Shirayuki

Iklan

43 pemikiran pada “Stuck On You! (Chapter 08) – Shaekiran & Shiraayuki

  1. Seulgi cs bakalan tamat klo chanyeol uda msuk lgi ato sehun uda nyelesaiin rapat”nya ato taeyong uda blik k new york, bner” tamat mreka,,
    putus dr chanyeol?? Yg bner aja!! Mereka nikah taun dpan woy :v #ngarang
    neexxtttt XD

  2. Ping balik: Stuck On You (Afterword + Announcement + Little Gift) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: Stuck On You (Bonus Chapter + Epilog) – Shaekiran & Shiraayuki | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: Stuck On You! (Chapter 10-END) – Shaekiran & Shiraayuki | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: Stuck On You (Chapter 09) – Shaekiran & Shiraayuki | EXO FanFiction Indonesia

    • duduh, sad kah? blm tentu juga yaw, soalnya eki ama shira masih diskusi gimana enaknya/ dibalang/ XD
      wkwk, sedikit kah? padahal ini porsinya sama lo sama chap sebelumnya chingu, bhuakaka XD
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. cintakuh padamuh.

    • sehun sama chanyeol mungkin lagi ada urusan, makanya gadak kabar/dibalang/ XD
      wendy kudu wajib sabar, dan Irene awas clbk-nya kambuh XD
      Doain jan lama yaww, thanks for readiing, ditunggu yaw next chapnya. cinta kamih padamuh ❤

  6. Wah thor, seru ehehe. wendynya sabar banget wkwk. kepo kan itu hunrene gimana jadinya haha. ditunggu kelanjutannya ya thor 🙂 fighting!

    • Wendy wajib sabar, resiko punya pacar ganteng mah gitu /dibalang /😂
      Hayoo, pakabar hunrene nya?😂
      Thanks for reading chingu, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.😍

  7. ini sudah mendekati final chap? ahhhhh, ga rela thor huhu
    hubungan sehun irene jugaa blm baikannn, sehun jg knp ga ngehubungi irene lagi coba? wendy chanyeol juga gaada di chap ini uhh, sedih thorr.
    di chapt ini banyak irene taeyong nyaaaa wkwkw
    kutunggu lanjutannya thorr, jangan lama2 yahhhh. muaahhhhh *emot cium hehe

    • Iya nih, paling beberapa chao lagi terus end,😂
      Nanti kita tuntasin semua kok ceritanya baru ens, gabakal digantung,😂
      Irene-taeyong, masa lalu,😂
      Wenyeolnya di next chap yaw:3
      Doain gak lama yaww,🙌
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cinta kamih padamuh.😍

  8. yah okelah lumayan deket jarak updatenya. walaupun aku juga agak telat bacanya,kalo ga lihat di most visited mungkin gatau kalo udh chap 8 hehehe,aduh kok berantakan gini hubungan hunrene? wenyeol juga ga keliatan. wendynya malah dibully. aduh diapain aja coba mereka berempat sm dua author kesayangan ini :v ditunggu next chapter okey? keep writing! fighting! ^^

    • iya, wkwkw, maap yaw kalo epep ini jarang update chingu T.T
      wkwk, efek authornya suka lama update, jadi pas update banyak yg gak tau, bikos muncul tetiba, wkwkw, gpp kok, dah baca juga kami berdua udah seneng banget >.<
      duduh, mereka ber-4 lagi diapain hayo? tunggu aja yaw next chap dari kami, hehhe.. 😀
      thanks for reading, cinta kamih padamuh ❤

    • Wkwk, hayo, kenapa irenw bisa berubah semacam Irene di sma? Wkwk/dibalang/😂
      Sehun pakabar kamu mas?/dibalang/😂🔪
      Wendy kesian yaw, ayoo, siapa yg tolongin?? 😂😂
      Thanks for reading chingu, ditunggu yaw next chapnyam Cinta kamih padamuh.😍😘❤

    • Wkwk, maap karena tbc harus hadir chingu,😂/dibalang/
      Gpo kok, dah baca juga kami udah seneng banget,😆😆
      Ditunggu yaw next chapnya, Thanks for reading. Cinta kamih padamuh.❤

  9. ketika aku menanti rambulan seperti pungguk, aku setia menantinya meskipun banyak halangan berat tapi ketika rembulan sudah ada aku sangat senang seperti sekarang… lihatlah syahrini KW2!!!! saya usdah mengganggap ff ini sebagai rembulan yang saya nantikan *ALAY AMAT -_-“*
    MAAFKAN SAYA SHAEKIRAN PALING CANTIK SEDUNIA CALON ISTRI SAH PARK CHANYEOL terima kasih banyak atas ff yang sudah dipost ini tapi, sedihnya tuh disini yaitu kenapa wendy mesti dibully? mending disiram sama tangki air detergen daripada air parit saya sangat sedih ngebayangin Wendy seperti itu, Seulgi yang biasanya favorit saya kenapa jadi jahat? #Sebenarnya sama masih mau banyak komen tapi hati saya sudah galau nian karena Baekhyun yang senyam senyum pas ada Rose muncul# terima kasih banyak, saya harap MOMEN WENDY SAMA CHANYEOL diperbanyak di chapter selanjutnya terima kasih ^_^ mohon maaf sekali lagi dan selamat tahun baru ^_^

    • Tak perlu kau nanti aku bagai punguk, karena aku bukanlah rembulanmu dan bahkan tak sudi jadi rembulan yang kau tunggu itu. Tak sadarkah kau kalau aku malah lebih ingin menjadi mermaid yang mengagumi pangerannya dari jauh? Yang ingin menjaganya walau akhrinya tak pernah berakhir bersama? Biarlah aku jadi yg bodoh dan tersakiti, asal kau jadi pangeran dengan senyum menawan yang selalu ku kagumi. Tak perlu jadi punguk yang menanti, karena aku akan mendatangimu sendiri sebelum kau semakin bersedih./digampar /
      Ya lord, apaan kata-katanya ini, mohon diabaikan, malu jadinya saya,😂😂/digorok/
      ADUH, SHAEKIRAN AKHIRNYA ADA YG NGAKUIN SEBAGAI ISTRI SAH CHANYEOL, SAYA TERHURA,KYAAAA/PLAKK/😂
      WKWK,maap yaw chingu kali ini chap isinya bully, Wkwk, itulah wendy disini chingu, dan seulgi juga kami mohon maap karena ngebuat dia jadi jahad disini /digampar/
      Dan momen wenyeolnya bajal dibanyakin kok kalo chanyeol dah sembuh ciderany/digampar /
      Waduh, si baek bikin mood turun yekan T.T
      Syahrini kw2,aku termehek-mehek, 😂😂
      Dan kalimat nya puitis banget chingu, melting jadinya eki ini/digampar/
      Jangan jadi punuk, nanti chingu sakit, kan eki gak mau chingu sakit gegara lelah menanti, iya kamu chingu, kamu/digampar/😂
      Baiklah, abaikan semua kalimat eki.😁😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cinta kamih padamuh.😍😘

    • Iya, akhirnya update ya chingu, maapin kami yg sering lama update next chapnya/digampar/😂
      Sehun jahad/digampar/
      Wendy oh wendy T.T
      Mungkin itu genk pembully sudah mendarah daging?/digampar /
      Thanks for reading chingu, ditunggu yaw next chapnya. Cinta kamih padamuh.😍😍

  10. Dan akhirnya sehun lebih milih jabatannya daripada pacar…
    Tapi masi pengen liat cerita dr sisi sehun. Gimana sih sebenernya perasaan dia pas ngomong gitu ke irene. Moga ada pov sehun….

    • Sehun jahad/dibunuh /😂
      Mungkin nanti yaw chingu, wkwk, kita lihat isi hati mas ketos..😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cinta kamih padamuh.😍

  11. Duh sumpah, maafin ya ki bukannya gimana tapi pas tau yg jadi jahat itu seulgi feelnya langsung down haha soalnya gacocok bgtt dia itu pembenci bullyers, dulu pas sekolah dia malah yg ngebela temen2 yg dibully ._. Hm

    Dan cy nya kok ilang wkwk

    • Gpp kok tiap orang kan punya pendapat sendiri,wkwk😂
      Tapi pemilihan seulgi pun atas diskusi kami berdua (*shaekiran&shiraayuki), dan meski kami tau seulgi itu orangnya baik beut di dunia nyata, kami cuma pengen coba lihat dia di jahad feel, wkwk/digampar/😂
      So, jangan lupakan genre alternative universe yg ada di cerita yaw chingu, ini cuma fiksi lo, wkwkwk.😂😂
      Dan seulgi itu termasuk bias kami lo chingu, tapi memang dasarnya kami ini suka menistakan bias (*liatlah peran taeyong di semua epep perseonal kami masing-masing, pasti sadar siapa yg kami nistakan disana,😂) /digampar /
      Jadi maap yaw chingu kalo makin ke sini feel recehnya jadi makin gak dapet, hehe..😊😙
      Dan chanyeol? Dia gak ilang kok, dia lagi cidera di rumah dan chapter ini gak nyorot rumah chanyeol aja, wkwk/digampar/😂
      Next chap mas ceye ada kok, *kedip-kedip*😂😂
      Thanks for reading chingu, ditunggu yaw next chapnya meski mungkin feelnya makin receh, Cinta kamih padamuhhh.😍😍

    • Gpp dikit chingu, emang partnya dikit disini, next chap banyak kok,😂
      Kalo hunrene dikit, apa kabar wenyeol moment yg gadak sama sekali chingu?/digampar readers/😂
      Thanks for reading, baca next chap yaw. Cinta kamih padamuh.😍

  12. Thor ya tuhan , chapter 9 ditunggu ya.
    suka banget makasi makasi wkwkwk
    sangat ditunggu, semoga updatenya ngga lama lama yaa thor.
    jangan bikin Hunrene kelamaan diem2an ya thor hehe
    힘내 !!!

    • Duduh, justru kami yg makasih karena kamu udah suka cerita abal-abal ini,😁😂
      Semoga gak lama yaww, doain, hehe:3
      Ditunggu yaw next chapnya, Thanks for reading. Cinta kamih padamuh.😍

  13. Wow makin seru nih ff tapi kurang panjang thor hehe
    Irene nabrak siapa???
    Kasian wendy di buly sama juniornya 😥
    Moga aja wendy ga ke hasut ama omongan mereka..
    Nexxt thor

    • Ini sepanjang chapter yg biasanya lo chingu, wkwk,😂
      Nabrak siapa hayoo?😂
      Iya, wendy mah yg sabar ya, Wkwk, 😂
      Thanks for reading chingu, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.😍

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s