[FICLET] DINNER — IRISH’s Story

40c59b2d706571ecccae4c228cd69e36

|   Dinner   |

|  Kim Hyerim  x  Kwon Runa  |

mentioned Xi Luhan  |

|  Creepy x Slight!Medical |  Ficlet  |  PG-17  |

|  story by IRISH  |

|   what’s ur dinner menu tonight?   |

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Scalpel.”

Sebuah tangan terulur, meletakkan pisau bedah di atas telapak tangan kanan Hyerim, sementara fokus si gadis Kim masih tertuju pada objek di hadapannya.

Ugh, darahnya. Suction, Runa.” lagi-lagi Hyerim mengomando, tanpa berkomentar Runa segera menggerakkan tangannya untuk menyalakan suction set, membiarkan mesin tersebut menghisap darah yang mulai membanjiri meja operasi ilegal milik Hyerim.

Tissue forceps, Runa.”

“Hah? Tissue? Untuk apa kau butuh tissue?” tanya Runa berlagak tolol, dipandanginya Hyerim dengan pandang bertanya sementara Hyerim masih fokus pada objek yang sama.

Tissue forceps, Runa, bukan tissue.” Hyerim mengulang perkataannya.

Melihat keseriusan Hyerim sekarang, Runa akhirnya menyerah. Diambilnya salah satu benda logam berbentuk penjepit yang terletak di atas kain hijau tak jauh dari tempatnya sekarang mengamati kegiatan Hyerim.

“Ini,” Runa berkata saat mengulurkan benda tersebut.

Tak lagi memandang benda yang diulurkan Runa, tangan kanan Hyerim segera bergerak meraih benda tersebut dan menggunakannya—

“Runa! Ini pinset!”

—meski akhirnya tidak berhasil.

“Mana aku tahu yang mana tissue itu!” Runa balas berteriak, dongkol juga dia karena Hyerim sudah menghabiskan dua jam waktu berharga mereka hanya untuk menguji cobakan ilmu kedokteran super minim yang diketahuinya.

Kesal karena balasan Runa yang terdengar membantah, Hyerim akhirnya membanting pinset tersebut ke lantai. Ditatapnya Runa seolah ingin memamah biak gadis Kwon itu sebelum ia sadar kalau Runa adalah rekan satu timnya.

“Kau mau makan malam yang enak atau tidak?” tanya Hyerim.

“Apa bedanya enak atau tidak? Daging Luhan sekarang bahkan sudah tercecer di mana-mana karena ulahmu. Dan darahnya ada di dalam tabung aneh itu. Kau pikir darahnya akan terasa senikmat wine setelah ini?” Runa berucap kesal, sedari tadi ia sudah merelakan nafsu makannya untuk menemani eksperimen Hyerim sekarang.

“Sudah kubilang kalau aku tidak suka makan dengan gaya kampungan, bukan? Aku ingin kita menyantap Luhan dengan gaya berkelas, Runa. Apa kau tidak mengerti?” tanya Hyerim seolah mempertanyakan sikap Runa sekarang.

Tadinya, Hyerim yakin Runa benar-benar sukarela menjadi asisten sementara ia memotong-motong tubuh Luhan dengan rapi. Tentu saja, tujuan Hyerim bukan semata-mata untuk memenuhi nafsunya semata.

Hyerim tidak suka jika ia harus memakan seorang pria setampan Luhan dengan cara yang tidak berkelas. Tolong, ingatkan Hyerim kalau Luhan adalah seniornya di sekolah kesehatan, bagaimanapun Hyerim merasa tak enak hati kalau harus memakan tubuh Luhan dengan tangan kosong.

“Iya, kau janjikan aku makan malam berkelas, tapi sejak dua jam lalu kau sibuk menguliti Luhan, memotong-motong ototnya seolah ia adalah daging di penjagalan. Lalu, bagian terbaiknya juga belum kau sentuh sejak tadi.

“Aku ingin memakan ususnya sekarang juga, Hyerim!”

Tak ingin kalah dari perdebatan, lagi-lagi Runa memberontak.

“Bukannya kau ingin memakan ususnya dalam mangkuk besar dengan saus yang terbuat dari darahnya? Aku juga ingin menyantap tubuhnya dalam bentuk steak, Runa. Ingat, kita bahkan berencana membuat bola mata Luhan sebagai hiasan di atas ice cream yang akan kita buat besok.

“Atau kau mau menyantap semuanya malam ini? Bersabarlah, aku akan buatkan spagethi dari bagian ususnya, dan akan kubagi steak hati yang kubuat. Kau mau apa lagi? Ginjal rebus? Iga panggang? Aku akan dengan senang hati memanggang iga Luhan untuk kita santap bersama.

“Jari-jarinya bahkan bisa jadi camilan kita, atau penghias di dalam puding strawberry yang ingin kubuat setelah ini. Atau kau mau kari? Akan kubuatkan kari dari daging Luhan dengan darahnya sebagai kuahnya. Apa lagi yang kau mau?” tanya Hyerim, sengaja menyebutkan sebagian menu yang berencana ia buat semalam suntuk demi mendapatkan makan malam ‘berkelas’ yang sudah ia damba.

Mendengar tawaran Hyerim sekarang, Runa mau tak mau menelan ludah juga. Ia lapar, kelewat lapar untuk sabar menunggu tapi mau bagaimana lagi. Ketimbang memakan Luhan mentah-mentah, mungkin Luhan akan terasa lebih nikmat jika diolah dalam menu-menu favoritnya.

Umm, apa kau akan membuat jus dari otaknya? Boleh aku cicipi nanti?” akhirnya Runa berkata, bayangannya tentang bagaimana Hyerim menyaipkan sekaleng susu vanila yang direncanakannya untuk menjadi juice bersama otak Luhan kini berputar dalam benaknya.

Menunjukkan sebuah senyum persetujuan, Hyerim mengulurkan tangan kanannya—yang sejak tadi terbalut sepasang sarung tangan bedah berwarna putih, untuk menjaga kebersihan organ-organ Luhan katanya—pada Runa.

“Jadi, apa kau akan mengambilkan tissue forceps sekarang?”

— FIN —

IRISH’s Notes:

MIANE, RUNA HYERIM MAAPKEUN AKU KARENA KEMBALI MEMINJAM KALIAN UNTUK IDE ENGGAK JELAS INI…

Anyway, ane baru selesai makan sate terus kepikiran buat ngebikin Luhan jadi menu dinnernya Runa-Hyerim LOLOLOL. Meski medicalnya enggak banyak tapi kusempilin dikit-dikit aja, bikos ane lagi males bikin glossarium di bawah… /kemudian dibalang/

| MY SHOW |

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

Iklan

23 pemikiran pada “[FICLET] DINNER — IRISH’s Story

  1. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 09] | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 09] | Coffee Hee

  3. HYERIM ANAK SEKOLAH KEDOKTERAN APA MAKAN DAGING MANUSIA AJA PERLU CEM DRAMA DOKTOR SEGALA, SUCTION MAKJANG, JADI INGET SEMUA DRAMA KOREA TENTANG DOKTER YG PERNAH ANE TONTON, BHAKKSS. RUNA YANG SABAR YAW, HYERIM EMANG GITU KALAU SOAL LUHAN, WAJIB BERKELAS. BUKA RESTORAN AJA MBAK BERDUA, BANYAK SANGAT MENUNYA XD

  4. KAKIRIS PERLUKAH KUINGETIN LAGI KALOK AKU HABIS MAKAN KENTANG? /lha terus?/ ih kan kentang lembek-lembek empuk gitu, iiihh

    ANJAY EMANG RUNA MANGAS XD yang sabar to ya mbak, orang mau dibikinin makan yang enak kok ah kamu nih cerewet banget /jewer Runa/ dan btw HYERIM COCOK JADI CHEF AJA, DASAR, MENU MAKAN MALAM BERDASAR DAGING LUHAN ITU KREATIF SEKALI, sekaligus bikin mual.

    Pokoknya kakIris harus tepuk tangan karna aku berhasil gak skip ini dan gak muntah /lalu merinding sendiri/

    Keknya runa sama hyerim emang cocok dijadiin cewe beginian ya, cewe kanibal, mana korbannya ganteng-ganteng kan bangke

    (btw aku mau reblog lagi) (BTW MAKASIH UDAH BIKIN RUNA-HYERIM KENYANG okesip)

  5. kek nya cuman ane yang agak geli bacanya. eeerrrrr~ aku ga ngerti gimana bisasehun sama luhan percaya ama ni dua bocah? mau aja deket deket. klo mereka tau akhirnya meereka dicincang cincang, entah deeeh. kak, kepikiran lanjutin sleep tight ga? apa cuman aku yang inget? hmm?

  6. Ini kok jadi ke inget masak masakan waktu jaman sd yah?
    Horror tapi keren. Hebat lagi kamu mba, habis makansate langung ke pikiran ini, kalo aku mungkin ngga kuat 😂😂.
    Buat member lain dong mbaa

  7. apalah dayaku yg anak sastra inggris ini tidak mengerti istilah2 kedokteran diatas :”) alhasil dibaca aja terus sampe abis dan langsung bisa nyimpulin itu dua manusia kanibal….diriku tidak terlalu syiok baca ff bunuh-bunuhan sejenis ini karna nyatanya diriku juga suka yg thriller-thriller sadis macem ini……..

    • sesungguhnya aku dulu pen masuk sastra beb :” gabole sama emak /curcol ceritanya/ XD wkwkwkwkwkwkwkwkkwk intinya mereka berdua karyawati di penjagalan beb XD

  8. KAK IRISH YA ALLAH KAK BENERAN DIBUATIN SESUAI RIKUES ANE. LUHANNYA DI LIAT DI CINCANG-CINCANG.

    DEMI ALLAH, NGAKAK BUKANNYA NGERI XD XD walau gimana gitu pas Hyerim dengan santaenya nyebutin tubuh Luhan buat bahan makanan akakakak XD XD

    Ane kurang ngeh aja saat nyebut-nyebut bahan medical :’v duh bu bidan tolong bimbing RunHyer biar gak mal praktik 😂😂😂😂🔪

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s