My Cinderella – Epilog [It isn’t Happily Ever After] by HyeKim

mycinderellaend.png

My Cinderella – Epilog

└ Real Ending : It isn’t Happily Ever After┘

©2016 HyeKim’s Fanfiction Story

Starring With : Hyerim (OC) as Oh Hyerim || Luhan as Xi Luhan || Victoria f(x) as Victoria Song  || Changmin TVXQ as Shim Changmin || Yuri SNSD as Kwon Yuri || L INFINITE as Kim Myungsoo

Genre : Romance, Comedy, School life, Friendship || Rating : PG-15 || Lenght : Multi Chapter

Summary :

Bagi Luhan, Hyerim adalah Cinderella dalam hidupnya. Cinderella yang terlahir dari keluarga berada, mempunyai ibu dan sudara tiri yang menyayanginya. Tapi, Sang Cinderella merasa kesepian. Apakah bisa perbedaan antara Luhan dan Hyerim menyatukan keduanya dalam hubungan cinta?

Disclaimer :

This is just work of fiction, the cast(s) are belong to their parents, agency, and God. The same of plot, character, location are just accidentally. This is not meaning for aggravate one of character. I just owner of the plot. If you don’t like it, don’t read/bash. Read this fiction, leave your comment/like. Don’t be plagiat and copy-paste without premission.


Hidup bahagia selamanya hanyalah kalimat akhir disebuah dongeng


PREVIOUS :

Teaser || Chapter 1 [The Rich Girl] ||  Chapter 2 [Be Her (boy)friend] || Chapter 3 [I’ll Protect you] || Chapter 4 [What’s Wrong With Her?]  || Chapter 5 [Perfect Guy For Her] || Chapter 6 [Love and Friendship] || Chapter 7 [Behind Story of Cinderella] || Chapter 8 [Sound of Heart] || Chapter 9 [Who Will You Choose?] || Chapter 10 [All With You] || Chapter 11 [A Twist in Time] || Chapter 12 [Is It Will Be Happily Ever After? – END]

BACKSOUND :

HAPPY READING

║ ♫  ║ ♪  ║ ♫  ║ ♪  ║

Hidup bahagia selamanya hanyalah kalimat akhir disebuah dongeng. Tidak ada istilah ‘Akhirnya mereka berduapun hidup bahagia selamanya’. Cinderella memang memiliki ending yang bahagia. Tapi bukankah kisah yang terajut di sini adalah kisah Cinderella dari versi yang berbeda? Maka dari itu akhir yang bahagia bukanlah sesuatu yang terjadi. Namun sebuah akhir tragis dengan linangan air matapun tidak terjadi.

Hyerim, sosok gadis yang sekarang sedang berdiri dan menatap gumpalan awan yang bergerak perlahan di atas langit. Tatapan matanya menerawang lalu dirinya menghela napas diiringi raut wajah dengan curva bibir menekuk. Sudah lima tahun lamanya berlalu namun hubungannya dan Luhan sepertinya tidak berlanjut ke mana-mana. Kepala Hyerim tertunduk masih dengan bibir mengerucut dan tatapan mata menerawang ke rumput yang ia injaki kini.

Lima tahun bukan waktu yang sebentar. Setelah pertunangannya dan Myungsoo batal. Hyerim tetap menjalin kasih dengan Luhan walau banyak beribu badai. Sudah dibilang bukan, akhir yang bahagia hanyalah kalimat penutup disebuah dongeng anak-anak. Badai yang pertama adalah cemooh murid-murid sekolahnya terkhususkan Oh Seungah yang sering cari gara-gara dengannya, mengingat skandal Hyerim dan Luhan yang melakukan sesuatu di kamar Luhan dan berakhir insiden ciuman dadakan di lapangan.

Badai yang kedua adalah pertentangan ayah Hyerim yang ingin nama baik putrinya itu membaik. Namun semua terluluh lantahkan dengan ucapan Hyerim; “Ayah, Haera umma pun bukan dari kalangan kaya sepertimu kan? Kenapa tidak menceraikannya?”

Dan well, ayah Hyerim pun akhirnya tidak ikut campur. Namun tetap saja, setelah lulus sekolah Luhan mulai sibuk dan tidak sering bertemu dengan Hyerim. Pikiran negatif lelaki itu selingkuh sering menyarang diotak gadis bernama Oh Hyerim itu. Bayangkan saja, Joohyun dan Jonghyun sudah bertunangan lalu Victoria dan Changmin akan menikah minggu depan. Dan terakhir, Kim Myungsoo yang patah hati pindah ke Amerika dan mengejar cintanya juga kepada seorang gadis blasteran bernama Annabeth Ahn—gadis yang ia tabrak di hari pertunangannya yang gagal dan gadis terjutek sepanjang kamus Myungsoo. Dan well merekapun menjadi sepasang kekasih dan sudah berencana bertunangan bulan depan.

“Sial,” umpatan keluar dari mulut Hyerim dengan wajah memberengut, dirinya pun melayangkan kaki menendang krikil di atas rumput yang ia pijaki. Dirinya jadi kesal setengah mati ketika para kawannya sudah menuju ending bahagia bersama pasangannya, tapi dirinya dan Luhan… “Fuih,” Hyerim menghembuskan napas kesal.

Kesibukan  Luhan bukan hal yang cuma-cuma, lelaki itu berniat membangun kembali perusahaan mendiang ayahnya dan sekarang pun perusahaan tersebut kembali bangkit juga kehidupannya sudah kembali seperti dulu tatkala ayahnya masih ada di dunia. Namun kesibukannya pun melupakannya akan janjinya pada Hyerim dulu, janjinya untuk…

“Lama menunggu?” sebuah suara menyentil telinga Hyerim yang langsung menoleh ke arah sumber suara. Luhan, lelaki itu mengulum senyum lantas mengiring langkah ke arah gadisnya.

Tampak Hyerim melipat tangan didepan dada lalu mengembungkan pipi kesal tak lupa sorot mata tajamnya tertuju pada sosok Luhan yang malah tersenyum gemas melihat tingkahnya.

“Ya! Aku sudah menunggu lama di sini, aku hampir mati kedinginan. Sial, kenapa kita malah berjanjian di Namsan kongwon? Kenapa tidak di restorannya saja sih? Kan lebih hangat di sana!”

Luhan hanya tersenyum simpul. Sesuai dugaannya, kekasihnya ini akan menyemprotnya habis-habisan. Tapi keterlambatannya datang disebabkan oleh kotak yang ia taruh dibelakang punggungnya sekon ini namun Hyerim tidak menyadari hal tersebut. Asap putih pertanda dinginnya musim dingin tahun ini keluar dari mulut Hyerim yang napasnya tersenggal-senggal lantaran baru menumpahkan seluruh emosinya sementara Luhan masih bergeming menatapi gadisnya.

Akhirnya Hyerim mendengus tatkala Luhan tak menjelaskan keterlambatannya atau meminta maaf. Emosi Hyerim pun tambah menumpuk saat ini akan tetapi ujung matanya menangkap sesuatu hingga kepalanya bergerak-gerak berupaya mengetahui hal itu.

“Apa yang kamu pegang?” tanya Hyerim sambil melongok-longokan kepala ke belakang punggung Luhan.

Pertanyaan Hyerim membuat Luhan gugup dan menelan ludahnya. Kotak yang ia pegang adalah kotak berisikan cincin untuk melamar gadisnya. Karena gugup, Luhan pun tak berkutik dan hanya menggerak-gerakan bola matanya sampai akhirnya Hyerim membulatkan mulutnya dan matanya lalu menatap Luhan antusias.

“Kamu ingin melamarku ya!” pekik Hyerim dengan wajah gembira diiringi kedua tangan menutup mulutnya.

Tubuh Luhan kaku seketika dengan air wajah tanpa ekspresi. Sial, dirinya ketahuan. Mata Luhan pun terpejam dan dirinya pun menghela napas sesaat kemudian membuka kelopak matanya kembali. Logam beriris hitamnya itu menatap Hyerim yang tampak kegirangan. Dengan gerakan kaku, Luhan menggerakan tangan hingga kotak tersebut terlihat jelas di depan Hyerim membuat gadis itu tambah kegirangan.

Luhan memiringkan kepala dengan wajah kakunya sambil tangannya menyodorkan kotak cincin tersebut ke arah Hyerim. Sambil membuka kotak cincin itu, Luhan berucap. “Sepertinya aku sudah ketahuan dan cara ini tidak romantis sama sekali. Ya, aku ingin melamarmu.”

Sebuah cincin sederhana dengan mutiara berwarna pink itupun terlihat. Hyerim pun mencetak wajah penuh kegembiraan dengan senyum merekah sempurna. Dengan gerakan perlahan, Luhan lebih berjalan mendekati Hyerim lantas meraih tangan kanan gadisnya yang langsung menunduk kemudian menyematkan cincin tersebut lalu menatapinya dijari manis Hyerim sambil tersenyum.

“Sudah kuduga akan cocok denganmu,” gumam Luhan masih menatapi cincin tersebut lalu menatap wajah manis Hyerim yang masih menunduk lalu mengangkat wajah menatapnya. Senyum terkulum diwajah Luhan yang kembali berkata. “Jadi, maukah kamu menikah denganku Oh Hyerim?”

Semburat kemerahan dipipi Hyerim pun tampak. Walau cara melamar yang Luhan praktikan sekarang tidak tergolong romantis namun membuat jantungnya bertalu-talu bahkan membuat darahnya berdesir. Dengan senyum malu-malu, Hyerim mengangguk lalu menunduk. Walau tak ada frasa yang menyahuti jawabannya, Luhan merasa puas dan senang tidak ada penolakan dari gadisnya kemudian ia pun menarik Hyerim kedalam pelukannya.

Gerakan Luhan itu membuat Hyerim tersentak dan mendongakan wajahnya. Tampak Luhan menatapnya dengan senyumannya yang membuat Hyerim terpaku, kedua tangan lelaki itu melingkar dipinggangnya. Keduanya bertatap-tatapan sampai tidak menyadari serpihan salju yang mulai turun perlahan.

“Kamu tahu? Aku sudah menunggu lama hari ini,” ucap Hyerim akhirnya sambil memajukan bibir berpura-pura kesal.

Terlihat Luhan sedikit memiringkan kepalanya dengan wajah pura-pura tak mengerti dan bertanya. “Hari apa?”

Godaan Luhan itu menyebabkan Hyerim mendengus dan menatapnya datar. “Ya tentu hari dimana kamu melamarku. Kamu sudah janji akan menikahiku saat di hari kelulusan. Tapi setelah itu kamu sibuk tidak mempedulikanku. Aku takut bila dirimu—”

Ditengah gadisnya mengomel-ngomel akan kekesalannya, Luhan malah tersenyum lalu mendekatkan wajahnya kewajah Hyerim hingga perkataan gadis itu terhenti dengan adanya bungkaman dari bibir milik Luhan. Mata Hyerim membelalak kaget namun akhirnya dirinya memejamkan mata menikmati cumbuan Luhan dibibirnya. Kedua bibir yang berpangutan itu melumat satu sama lain dengan latar belakang matahari di musim dingin yang tidak terik dan perlahan turun di sebelah barat disertai serpihan kecil salju yang kadang hinggap dikepala bahkan tubuh keduanya. Keduanya merasa sangat bahagia walau tahu ini bukanlah akhir bahagia selamanya layaknya didongeng, karena setelah ini keduanya akan memulai lembaran hidup baru yang pastinya penuh akan rintangan bukan hanya sebuah kebahagiaan.

♫  

“Hyerim-ah, kalau kita sudah menikah aku ingin memiliki enam anak. Tiga perempuan, tiga laki-laki. Kalaupun kita punya enam anak tapi tidak tiga laki-laki dan tiga perempuan. Kita buat lagi sampai banyak hingga jumlah tiga tersebut terpenuhi,”

“Ya! Kenapa kamu mesum sekali heh?”

“Atau mungkin kita harus punya anak kembar? Bukannya kamu suka anak kembar? Baiklah enam tambah dua berarti delapan. Iya delapan! Bila anak ketujuh kita tidak kembar, kita buat lagi sampai dapat anak kembar.”

“Kamu gila ya? Kamu kira aku ini apa? Mengandung dan melahirkan memangnya gampang hah? Dirimu saja yang enak, aku yang susah.”

“Ayolah, Hyerim. Setuju tidak?”

“Tidak, aku tidak mau menikah denganmu!”

“Hei jangan begitu. Bagaimana sembilan anak?”

“Tidak!”

“Sebelas?”

“Tidak!”

“Emmm… baiklah, dua belas saja bagaimana?”

“Memangnya kita mau membuat tim sepak bola. Tidak mau!”

“Ya sudah, dua puluh.”

“LUHAN!”

—THE END—

hdr2

Afterword :

Akhirnya ending asli FF ini kelar, syukurlah setelah ane sembuh dari pilek  parah alias sakit ringan yang bikin idung mampet sama susah ngomong kadang kala gegara dahak dan selesai ujian, inipun kelar. Akhirnya satu utang lunas, gaes aku lega huft. Oke afterword ini antara penting gak penting sih buakakaka. Hanya ingin berbagi keluh kesahnya tentang FF ini.

Bisa dibilang ini projek biasa, peminatnya pun biasa karena kejar tayang sama FF sebelah yang lebih laku hiks. Dan aku akuin pen banget nutupin wajah pake wajan panci kalo baca chapter awal FF ini. Bayangin itu chapter awal ane tulis disaat kelas 8 SMP dimana saat itu daya nulis aku berkurang mana pake note hp, jadi sumpah semacem melek kembali sama dunia tulis-menulis. Dan aku simpulkan, aku itu buat FF School Life Chapter keknya gak terlalu gereget. Kalo FF genre ke saiko, action, thriller malah lebih pede. Anehkan? Iyalah yang nulisnya aja aneh -_-

Dan kesalahan sebenarnya bukan salah juga sih. Adakah yang ngeh marga Hyerim disini Oh? Wkwkwk, itu karena ane keselipet lagi nulis FF Complicated Fate dimana Hyerim itu kakaknya Sehun ya jadi Oh Hyerim, akhirnya keterusan nulis gitu fatalnya ya sekarang disaat Hyerim emang marga aslinya Kim jadi ane suka salah nulis pft.

Baiklah, di afterword ini ane mau beberin ide yang menclok. Disaat kelas 8 itu, temen ane sebut aja mawar /nama sensor biar gak beken/ditimpuk sendal/ dia bilang “Kalo cerita Si Kaya-Si Miskin ceweknya yang miskin itu udah sering, kali-kali kek cowoknya yang miskin,” nah kebetulan ane baru selesailah baca novel SeoKyu gitu, tentang Si Kaya-Si Miskin macem BBF tapi well, seperti cerita lainnya yang kayanya Si Cowok dan Si Cewek yang sengsara. Disaat itulah ide gak normal menclok dengan judul My Cinderella karena pengambaran cerita kek gitu kan di Cinderella. Ditambah ada Cinderella A Twist in Time, akhirnya ide pun muncul.

Hyerim, sosok gadis yang punya ibu sama kakak tiri yang sayang sama dia bahkan terlahir dari keluarga kaya tapi dia mengabaikan semuanya. Hingga dia ketemu sosok Luhan, laki-laki sederhana yang mandang dia beda dalam kacamata Hyerim sampai akhirnya Hyerim yang nolak temenan sama siapapun ngedeketin Luhan. Konflikpun datang disaat Myungsoo datang lalu skandal di kamar lah, ilang ingatan, dan sebagainya.

Ide itu muncul saat 2k14 akhir, lama ya? Jujur FF ane rata-rata idenya udah lama cuman suka baru terlelasasikan beberapa tahun kemudian LOL.

Oh ya untuk epilog maaf yang minta mereka berdua udah married gak aku kabulin :p karena emang udah dari awal idenya begini gak bisa diganggu gugat ahaha. Dan semoga percakapan tentang anak menghibur kalian /what/ iya dah Luhan mau anak berapa sih :”’8 mau buat tim sepak bola keknya ya bakakakak.

Oke, mungkin sekian ocehanku. Sampai jumpa di cerita lainnya yang semoga lebih memuaskan ^^

Stay tune in my wordpress!

[ http://www.hyekim16world.wordpress.com]

16-1.gif.gif

-Luhan’s Future Wendy, HyeKim-

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s