[FICLET] XENOS — IRISH’s Story

jon_snow_by_sharksden-d3dx06x

|   Xenos   |

|  EXO`s Baekhyun  x  OC`s Jiho  |

|  Fantasy x Sci-Fi x Slice of Life  |  Ficlet  |  General  |

|  story by IRISH  |

|   every part of this life was a clue for a storyline, and sometimes… it comes from a stranger that we called as ‘xenos’   |

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Jiho’s Eyes…

Aku tersesat, lagi. Sudah keempat kalinya dalam hari ini aku tidak berhasil menemukan pintu masuk—yang juga sekaligus menjadi pintu keluar bagiku. Langit telah berubah jingga, dan udara di tempat ini juga sudah mulai menghangat.

Musim dingin berganti menjadi musim panas dengan sangat mudah di sini. Tidak seperti pada kenyataannya dimana bumi membutuhkan sekitar tiga sampai empat bulan untuk berganti musim.

Akhirnya, aku duduk di atas tumpukan salju—yang tidak lama lagi akan mencair—sementara tatapanku tertuju pada sebuah pohon natal besar berlampu keemasan yang jadi satu-satunya pemandangan cantik sejauh netraku memandang.

Menyendiri, agaknya aku lebih suka sendirian malam ini, saat orang-orang memilih untuk menghabiskan waktu dengan keluarga mereka di depan api unggun yang hangat, bertukar cerita indah sembari menunggu hari berganti.

Aku tak pernah tahu apa arti keluarga sesungguhnya, tidak juga tahu bagaimana kebahagiaan yang orang lain rasakan ketika mereka bersama dengan keluarganya. Namaku Song Jiho, omong-omong.

Aku berusia dua puluh satu tahun esok hari, tapi tidak ada seorang pun ada untuk sekedar mengingat hari kelahiranku, kelahiran yang tidak diinginkan. Aku tak pernah tahu siapa keluargaku, tidak juga tahu dimana mereka berada.

“Menarik, jarang sekali menemukan seseorang ada di sini saat malam natal.” seseorang menginterupsi lamunanku. Kutemukan, seorang anak laki-laki berdiri tidak jauh dariku, menatap dengan senyum ramah di wajahnya.

Tanpa menunggu aku menyahut apapun, anak itu melangkah mendekat, mengulurkan tangannya padaku—masih dengan senyum yang sama—dan membuatku menatap tidak mengerti.

“Apa?” tanyaku.

“Baekhyun.” ia malah berucap.

“Song Jiho.”

Sadar bahwa ia baru saja memperkenalkan diri, aku lantas membalas uluran tangannya, menjabat tangan anak laki-laki itu—dengan cukup cepat, tentu saja.

“Kenapa kau ada di sini? Tidak menghabiskan malam natal bersama keluarga?” tanyanya kujawab dengan gelengan pelan.

“Aku tidak punya siapapun.”

“Sama.”

Aku meliriknya sekilas, senyum muram ia pamerkan sementara tangannya bergerak mengelus—tunggu, mengapa aku tidak sadar pada kehadiran serigala berbulu putih yang ada di belakangnya?

“Menghabiskan waktu di sini bersama peliharaanmu jadi pilihan lebih baik?” aku bertanya, menyadari bahwa ia tidak hanya membawa seekor serigala, tapi juga seekor burung gagak bersamanya.

Ia mungkin tampak seperti seorang Warrior sekarang, sementara aku adalah seorang Pixie, hanya identitas yang membedakan kami. Tapi mengapa ia bisa bicara dengan begitu akrab padaku? Padahal, dalam storyline ini seorang Warrior seharusnya membunuh Pixie.

“Satu battle sebelum natal datang?”

“Apa imbalan yang kau minta?” tanyaku.

Ia—Baekhyun—tersenyum kecil. “Hmm, cari dan temui aku lagi di lain hari?” tawarnya membuatku mendengus kesal.

“Memangnya siapa kau sampai harus kucari?” tanyaku membuatnya tertawa pelan.

“Baiklah, aku hanya bercanda. Kau seorang Pixie, mau tidak mau sudah jadi kewajibanku untuk mengalahkan karaktermu dalam satu level. Jadi, aku tak perlu meminta imbalan. Bagaimana denganmu? Imbalan apa yang kau inginkan jika kau berhasil mengalahkanku?”

Aku berpikir sejenak.

“Sebuah ucapan selamat ulang tahun?” kulihat sudut bibir Baekhyun tertahan, ia seolah ingin memamerkan sebuah senyum lagi tapi ditahannya.

“Baik, kita sudah sepakat. Siap untuk battle?” tanyanya, memamerkan sebuah Warrior’s sword panjang yang siap ia hunuskan untuk menyerangku.

Kemampuanku sebagai seorang karakter Pixie adalah menyerang dari jarak jauh. Dan tentu saja, untuk menang aku harus menjauh sesering mungkin dari Warrior di hadapanku. Selain meminimalisir serangan yang ia berikan.

Dengan cepat kami telah berpindah ke dalam arena, sementara property yang kugunakan juga tampaknya seimbang dengan miliknya. Begitu kata start tampak di hadapanku, aku lekas melompat mundur sejauh mungkin, mendesak diriku ke sisi terluar arena sementara Baekhyun mengarahkan sword ke arahku.

Serigala peliharaannya juga ikut membantu, menyudutkanku meski tidak begitu banyak berarti. Aku tidak semudah itu dikalahkan, meski dalam sebuah game. Dengan cepat kulemparkan serangan-serangan plasma ke arahnya, membuat life bar miliknya berkurang secara berangsur-angsur sementara ia terus berusaha mendekatiku.

Aku menghindari sebaik mungkin, memainkan jemariku di atas keyboard dengan lincah sementara private chat antara aku dan Baekhyun—yang sejak tadi terjadi sebagai konversasi—terhenti.

SRASH!

Aku tersentak saat kutemukan diriku tiba-tiba saja terjatuh, dengan sebuah pedang menembus tubuhku. Game over langsung muncul di layar komputer sementara aku masih begitu terkejut.

Apa ia baru saja menyerangku dengan pedang itu dari jarak jauh?

“Aku menang.” Baekhyun berucap.

“Kau tidak perlu mengumbarnya.” sahutku.

Baekhyun justru terkekeh. “Kau cukup kuat, Jiho-ssi. Bisa menghadapiku selama hampir lima belas detik. Pixie lainnya hanya akan bertahan tidak lebih dari sepuluh detik jika ada di posisimu meski mereka memiliki level di atasku.”

“Apa itu sebuah pujian?” tanyaku Baekhyun sahuti dengan senyum kecil.

“Itu pujian.”

“Baiklah, jadi soal imbalan yang kau—”

“—Tidak perlu.” Baekhyun memotong, “Untuk apa aku meminta imbalan padamu? Aku hanya bercanda. Aku berusaha menciptakan konversasi yang tidak membosankan.” sambungnya.

Aku terdiam sejenak, kami sudah keluar dari arena dan sudah jelas keadaanku lah yang sekarang menjadi begitu kacau. Aku tidak bisa menyalahkan Baekhyun karena menyerangku adalah sebuah kewajiban baginya jika ia ingin naik level.

Sementara aku? Untuk naik level aku harus melewati beberapa stage yang menghabiskan gold dalam propertyku.

“Hari sudah berganti, omong-omong. Selamat natal.”

“Ya, kau juga. Selamat natal.” aku membalas ucapannya.

Baekhyun terdiam sejenak, menatapku dengan pandangan yang tidak kumengerti sebelum kudengar ia menghela nafas panjang.

“Sampai bertemu lagi,” ucapnya.

“Memangnya kita akan bertemu lagi? Aku berencana untuk mendelete akunku di sini.” sahutku ringan, memang nyatanya game ini mulai membosankan dan aku ingin

“Kalau begitu sampai bertemu.” ucapannya sekarang membuatku tidak mengerti.

“Apa?”

“Bukankah kita akan kembali bertemu?” ia bertanya, ditatapnya aku dengan sebuah senyuman kecil di wajah sementara aku masih memandang dengan tatapan bodoh.

“Menurutmu begitu?” tanyaku.

“Ya, kau tidak berpikir begitu?” ia balik bertanya.

“Mengapa kau berpikir kita akan bertemu lagi?”

Baekhyun, tersenyum kecil sebelum ia menjawab pertanyaanku.

“Karena kita ada di dalam sebuah game, Jiho-ssi. Selalu ada kemungkinan jika kita akan bertemu lagi walaupun ada di dalam game lainnya, bukan?”

Ucapannya mengingatkanku, tentang kemungkinan yang mungkin akan terjadi jika aku ada di dalam game lainnya. Ia juga menyadarkanku, bahwa tiap kejadian yang terjadi di hidup ini adalah bagian dari kehidupan yang telah terbentuk.

Dan sekarang, dia—orang asing yang tiba-tiba saja muncul entah darimana—telah membawa sebuah perubahan kecil dalam hidupku hanya karena beberapa menit yang kami habiskan dalam kesendirian yang serupa.

Bagaimanapun, aku harus menemukannya di game lain.

Tidak akan aku lupa pada namanya… Baekhyun.

— FIN —

Mini Glossarium:

Pixie: karakter dalam sebuah game dalam sosok ‘peri hutan’ yang identik dengan kekuatan magis. Kemampuannya adalah menyerang dari jarak jauh dan para Warrior adalah pemain yang dihindarinya.

Battle: istilah untuk menyebut sebuah pertandingan/pertarungan di dalam sebuah game.

Life Bar: status kesehatan/kehidupan/daya hidup seorang pemain game di dalam permainan.

Private Chat: pertukaran pesan suara/tulisan melalui sebuah kotak mail yang bersifat rahasia.

Warrior: karakter dalam sebuah game dalam sosok prajurit perang, dalam cerita ia diharuskan melenyapkan kaum Pixie, tapi dalam permainan mengalahkan pemain dengan karakter Pixie hanya akan menaikkan level mereka dalam game.

IRISH’s Fingernotes:

Ceritanya, enggak paham harus ngebuat cerita romansa macem apa buat nemenin malem natal, gitu. Berhubung di rumah lagi banyak kejadian luar biasa yang termasuk dalam kategori Kejadian Tidak Diharapkan alias KTD, akhirnya aku cuma mampu ngebawa cerita receh macem ini buat malem minggu.

Anyway, cerita ini jangan dipandang sebelah mata karena di tahun depan kalian bakal digodain sama cerita ini dalam versi panjang (kemudian dibalang sandal) berhubung minat aku sama fantasy lagi surut-surutnya kayak orang patah hati, jadi aku semangat tujuh belas agustus tahun empat lima buat ngebikin sci-fi, LOL.

Sekian dariku. Selamat natal untuk kalian yang merayakannya!

p.s: jangan lupa bagi kado berbungkus merah-ijo, ya! Isiin Baekhyun di dalemnya, dibungkus rapih, dipaketin dalam bentuk utuh dan udah diformalin. Danke ~

| MY SHOW |

| Instagram | Line | Twitter | Wattpad | WordPress |

Iklan

26 pemikiran pada “[FICLET] XENOS — IRISH’s Story

  1. Ping balik: [DRABBLE] XENOS (2) — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  2. eeeaaa. ka irish ga nge eh apa? baru aja kirimin aku buat kaka udh nyampe. tuh baekhyun udh aku potong potong biar muat dikotak. tinggal kaka rangkai ulang aja. btw, tunggu ae versi long nya bikos, apa cuma eyke disini yang gangerti ama certanya? maksudnya aku ngerti ini di game tapi-

  3. unik idenyaaaa
    pertama aku mikir ini SF macem apa lagi si irish bikin, eeeh ternyata game. unyuuu satunya warrior satunya pixie haha
    tapi ttp manis kok, apalagi stlh game over :p
    keep writing!

  4. Kok aku suka yah 😊😊😊😊😊
    Kenapa kalo baekhyun di mainin ke epep aku selalu jatuh cinta lagi ama dia. Mba irish mah gitu, lanjutkan!! 😉😉😉😉

  5. Bitte kak irish/plakk/
    Ini chirstmas eve miris yak, rumah eki mati lampu/plakk/ malah curhat ente ki -___-
    Eki curiga, Kak irish pasti gamers pan? Ngaku hayoo kak../digorok/😂
    Merry Christmas, ini oom santa mana ya? Macet gegara om telolet om kah?/plakk/

    • RUMAH ANE KEMAREN MATI LAMPU, HARI SENEN, MANA BANJIR, KAN SEDIH YA /KASIAN KAN KASIAN KAN KASIAN KAN/ WKWKWKWKWKWKWKWK kagak, nama ane malah dipake siadek buat main game -____- ane mah modal ngintipin adek maen game nya wkwkwkwkk XD ANJIR EKI ANE BAYANGIN SANTA DI ‘OM TELOLET OM’

    • KESIAN KAK RISH. KITA BERNASIB SAMA MESKI RUMAH EKI GA BANJIR SIH/PLAKK/
      oalah, kak irish main game taunya si adek :3
      MUNGKIN KALO SANTA BENER ADA DIA BAKAL GELENG-GELENG AMPE DI INDO KARENA ANAK SINI MINTANTA TELOLET BUKANNYA KADO KAK, BHAKS/PLAKK/

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s