STRAWBERRY KISS -Episode 2 : Second Chance (1/2)- by AYUSHAFIRAA

STRAWBERRY KISS

A fanfiction by AYUSHAFIRAA

`Starring Oh Sehun, Kim Yoojung as Seol HanaPark Chanyeol.`

`Supported by Ryu Sujeong as Shin HeeraByun Baekhyun, Kang Mina as Choi Hyunhae, Kim Dahyun as Lee Haejoo.`

|| Hurt/Comfort, Romance, School-life ||

// Teen // Chaptered //

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Judul terinspirasi dari salah satu merek permen :v Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

© AYUSHAFIRAA, 2016. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

♡ Wattpad ♡ Kakaostory ♡

ㅡWATTPAD VERSIONㅡ 

|| Playlist : First Kiss (1/2)First Kiss (2/2) ||

Now Playing

Episode 2 : Second Chance (1/2)―

♥♥♥

Hyunhae dan Haejoo memijat kepala mereka yang terasa pening karena sedaritadi Hana terus mengoceh mondar-mandir di hadapan mereka, berkata kalau Oh Sehun dengan semena-mena merebut ciuman pertamanya. Ciuman pertama yang telah ia jaga sepenuh hati untuk Chanyeol selama ini direnggut begitu saja oleh lelaki abnormal itu.

Sebenarnya, Hyunhae dan Haejoo sempat terkejut saat Hana mengatakan kalau Sehun menciumnya secara tiba-tiba, bahkan Haejoo sempat pingsan saking terkejutnya. Namun sekarang mereka dapat mengerti arti dari ciuman Sehun untuk Hana, mereka berdua sepakat kalau ciuman itu hanya semata-mata untuk menghibur Hana saja, tidak lebih dari itu.

“Bagaimanapun! Sehun harus mengembalikan first kiss-ku!” tekad Hana bulat.

“Sudahlah, Seol Hana! Lagipula Sehun hanya berniat menghiburmu.” Ucap Hyunhae yang langsung mendapat anggukan dari Haejoo.

“Tidak bisa! Tidak bisa seperti itu! Aku sudah menjaga first kiss-ku selama 16 tahun hidupku ini untuk Chanyeol Oppa-ku, dan tiba-tiba Oh Sehun datang dan merebut first kiss-ku? Tidak bisa!”

Hyunhae dan Haejoo kompak mengangguk malas, “Arasseoyo, Seol Hana. Kau sudah mengatakan itu lebih dari 100 kali.”

“Ah!” Hana membanting tubuhnya ke kasur, raut wajahnya benar-benar menunjukkan kefrustasian. “Eottokhae?! Eottokhae?! Eottokhae?!”

“Setidaknya, jika dia ingin merebut ciuman pertamaku, beritahu aku dulu! Jadikan aku bisa menikmatinya juga! Ciuman 3 detik! First kiss seperti apa itu?! aku juga belum menikmatinya sama sekali!” lanjut gadis itu seraya memukul-mukul salah satu bantal merah berbentuk stroberi yang ia koleksi.

ChakkamanChakkamanChakkaman!” seru Haejoo. “Jadi kau berharap Sehun menciummu lebih dari 3 detik eoh?!”

“Aku tidak tahu!” gadis itu menutup kepalanya dengan bantal, mengacuhkan Haejoo dan Hyunhae yang tak berhenti menginterogasinya.

Haejoo masih menggenggam ponsel merah muda miliknya, sebuah sambungan telepon masih terhubung ke nomornya. ‘My Sexy Sehunnie’. Sengaja memang. Sehun mengirim pesan padanya dan bertanya apa yang sedang dilakukan Hana sekitar 1 jam yang lalu. Setelah lelaki itu tahu Hana terus mempermasalahkan ciuman pertamanya, lelaki itu menyuruh Haejoo untuk mengangkat telepon darinya tanpa sepengetahuan Hana. Dan sudah pasti, sejak 1 jam yang lalu itu, Sehun mendengar semuanya.

Lelaki di seberang sana tak kuasa menahan senyumannya yang terus mengembang, menguping pembicaraan gadis-gadis ternyata seru juga, pikirnya. Apalagi ialah yang jadi topik pembicaraan gadis-gadis itu. Haha! Ia tertawa.

Mwoya? Suara apa itu?” Sehun menutup mulutnya. Dasar bodoh! Hana pasti mendengarnya tertawa.

Yak! Apa maksudnya ini, Lee Haejoo?!

YAK! OH SEHUN! LIHAT SAJA, KAU AKAN HABIS DI TANGANKU BESOK PAGI!

Tuuuuttt!

Sambungan telepon itu terputus. Sehun menepuk dahinya sendiri, merasa bodoh karena dengan sedikit tawanya tadi ternyata dapat membawanya ke dalam masalah di esok hari. Hana pasti tidak akan segan-segan menghukumnya.

 

♥♥♥

 

Sehun berjalan menunduk sepanjang koridor yang akan membawanya ke ruang kelasnya. Sepanjang koridor itu pula, ia menjadi bulan-bulanan seluruh murid yang melihatnya. Bagaimana tidak? Saat ini dirinya memakai seragam perempuan yang lengkap dengan make up menor dan wig panjang berwarna merah cerah yang jelas menarik perhatian siapapun yang melihatnya. Di antara siswa-siswi itu, ada yang hanya menertawakan, ada pula yang memotret dan memvideokan nasib malang Sehun dan mengunggahnya ke sosial media yang mereka miliki.

Ini semua karena 3 telur, dengan ide yang berasal dari seorang Seol Hana tentunya. Tertangkap basah menguping pembicaraan mereka kemarin sore, inilah konsekuensinya. Hana menyita seragamnya dan menyuruhnya berganti dengan seragam milik Hana, didandani oleh Hyunhae, dan memakai wig koleksi Haejoo.

“Kasihan sekali pangeranku, huhu.” Rengek Hyunhae. Gadis itu langsung terdiam setelah Hana meliriknya tajam.

“Hana-ya! Sampai kapan kau akan menghukumnya seperti itu?” tanya Haejoo sambil menarik-narik ujung seragam Hana.

Hana memutar bola matanya, malas. “Sadarlah, Haejoo-ya! Kau juga yang membuatnya menjalani hukuman seperti itu! lagipula kenapa kau mau-maunya disuruh seperti itu olehnya?”

“Maafkan aku, Hana-ya! Aku kan sudah minta maaf berkali-kali padamu.” Haejoo merajuk, namun hal itu sama sekali tak berpengaruh apapun pada keputusan Hana.

Ulah 3 telur itu akhirnya membawa mereka serta Sehun masuk ke dalam masalah yang lebih besar. Guru Kim sebagai guru kesiswaan memanggil mereka berempat ke ruang guru. Bagi Sehun, ini adalah pertama kalinya. Tapi bagi 3 telur, entahlah sudah yang keberapa kali mereka berada di posisi seperti ini.

“Seol Hana! Lee Haejoo! Choi Hyunhae! Kenapa kalian tidak ada bosan-bosannya berulah?!” Guru Kim terlihat frustasi memandangi 3 siswi cantik primadona sekolah yang duduk di depan mejanya itu.

Matanya lalu tertuju pada siswa ber-wig merah panjang dan ber-make up menor dengan setelan seragam siswi yang duduk menunduk di sebelah 3 telur itu. Ya, siapa lagi kalau bukan Sehun?

“Dan juga, kenapa korban kalian yang sekarang ini harus siswa baru setampan Oh Sehun? apa kalian tidak jatuh cinta pada pesonanya yang sangat terpancar ini?”

“Tentu saja kami jatuh cinta, Saem!” ucap Hyunhae dan Haejoo seperti sudah janjian sebelumnya, kompak sekali. Sementara itu, Hana terlihat mual setelah mendengar kata-kata Guru Kim yang terlalu memuji Sehun.

“Hanya kalian berdua?”

“Hana! Kau tidak jatuh cinta pada Sehun eoh?” lanjut Guru Kim, tak percaya.

“Cih, itu tidak mungkin, Saem!” tolak Hana, matanya saling melirik dengan mata Sehun.

Guru Kim akhirnya mengangguk, mengerti. “Ah, tentu saja! Hana-ku ini kan hanya akan jatuh cinta pada seniornya, Park Chanyeol!” goda Guru Kim yang seketika membuat pipi Hana memerah, malu.

“Yak, Saem! Hentikan!” gadis itu menutup wajahnya yang memerah.

Sehun melipat kedua tangannya, “Pada akhirnya, Hana pasti akan jatuh cinta padaku, Saem! Karena aku jelas-jelas lebih tampan dan lebih keren dari senior yang ia sukai itu!”

“Wah! Wah! Wah! Aku suka kepercayaan dirimu, Oh Sehun!” Guru Kim ber-hi five ria bersama Sehun. “Tapi kau akan terlihat lebih keren jika kau mengganti seragammu sekarang juga, Sehun-ah.”

“Jangan mengganti seragammu eoh! Aku belum memberi ijin untuk itu!” cegah Hana.

“Sudahlah, Seol Hana! Kau harus membiarkannya berganti seragam agar dia bisa memperlihatkan ketampanannya di depan siswi-siswi lain!” Guru itu, benar-benar berniat sekali mendukung Sehun.

Sehun menjulur-julurkan lidahnya persis seperti anjing, membuat kekesalan Hana semakin menjadi.

GeuraeGeurae! Ambil saja seragammu itu di mobilku! Puas kau?!”

“Dan, Saem!” Hana mengacungkan telunjuknya secara horizontal tepat ke arah Guru Kim dengan mata menyipit. “Awas saja kalau Saem masih berani mengirim pesan padaku! Aku tidak akan pernah tidak akan pernah tidak akaaaaan pernah membalasnya!”

“Eoh, Saem?” pandangan polos Hyunhae, Haejoo dan Sehun otomatis tertuju ke arah Guru Kim sesaat setelah Hana angkat kaki dari ruang guru. Pria berumur 30 tahunan itu memperlihatkan barisan giginya yang rapi, nyengir.

“Itu tidak seperti yang kalian pikirkan.”

 

♥♥♥

 

“Yak! Seol Hana!” Sehun berlari ke arah Hana yang baru saja melangkahkan kakinya keluar kelas tepat setelah bel istirahat berbunyi. “Kau berhutang penjelasan padaku! Ada hubungan apa antara kau dengan Guru Kim?!”

“Bagus sekali, Oh Sehun. karena suaramu yang terlalu menggelegar itu, mungkin aku akan menjadi topik hangat siswa-siswi lain lagi.” Hana berjalan cepat meninggalkan Sehun, sementara lelaki yang ditinggalkannya itu seketika merasa bersalah saat mendapati siswa-siswi lain mulai berbisik seru.

“Maaf, Hana-ya.” Tangan Oh Sehun berhasil menahan Hana untuk tidak menghindarinya. Manik mata gadis mungil itu terlihat berkaca-kaca saat Sehun menatapnya.

“Dasar Oh Sehun bodoh! Kemarin kau mencuri first kiss-ku dan menguping pembicaraanku bersama teman-temanku, sekarang? Kau membuat orang lain berpikiran yang tidak-tidak tentangku dengan kata-katamu yang tak pernah kau pikirkan terlebih dahulu itu! besok, apa lagi huh?” tangan kecil gadis itu mencoba memukul kepala bodoh Oh Sehun, tapi sial, Oh Sehun terlalu tinggi untuknya.

Tak berhasil menggeplak kepala bodoh lelaki menyebalkan di hadapannya itu, Hana lantas melampiaskan kekesalannya dengan menendang tulang kering Sehun keras-keras hingga Sehun menjerit kesakitan.

Geurae, kau boleh melakukan ini padaku.” Lelaki itu mengembangkan senyuman di antara usaha kerasnya untuk menahan sakit. “Lakukanlah, jika itu bisa membuatmu memaafkanku.”

Hana tersentuh mendengar kata-kata Sehun, ia mulai berpikir, ia mungkin sudah sedikit keterlaluan pada sahabat kecilnya itu.

Omo!” gadis itu terkejut sendiri saat melihat bekas tendangannya di kaki Sehun, tendangan kerasnya sudah jelas-jelas membuat kaki Sehun memar cukup parah. “Pasti sakit sekali, ya?”

Neoui sesangeuro~ yeorin barameul tago… Ne gyeoteuro~ eodi eseo wannyago…

Yeoboseyo?” Hana mengangkat telepon yang entah dari siapa, yang Sehun tahu, raut wajah Hana langsung berubah kembali lagi seperti Hana yang selalu ceria.

“Siapa yang menelepon?” tanya Sehun ikut senang melihat Hana kembali tersenyum.

Hana mencubit gemas pipi Sehun dengan sumringah, “Chanyeol Oppa mengajakku kencan! Aaaaaaaah!! Aku benar-benar gugup sekarang, Sehun-ah! Apa yang harus kupersiapkan untuk kencan pertamaku dengan Chanyeol Oppa ya?”

Chanyeol, lelaki itu lagi rupanya.

“Karena kau tidak menjalani hukumanmu sampai selesai, aku tidak mau tahu kau harus mau menjadi asisten pribadiku selama satu bulan penuh!”

Mwoya?! Kenapa hukumannya bertambah berat? Itu tidak adil, Hana-ya!” ucap Sehun keberatan. Namanya juga Seol Hana, gadis itu akan tetap pada keputusannya dan tidak ambil pusing akan penolakan Sehun.

“Oh ya, jangan lupa untuk mengantarku ke kencan pertamaku nanti malam, Oh Sehun! byebyeSaranghae!” tubuh mungil gadis itu bergerak menjauh seiring dengan langkahnya yang berlari pergi meninggalkan Sehun seorang diri di koridor yang sepi.

“Tetaplah menjadi dirimu yang seperti itu, Seol Hana. Jangan pernah berpikir untuk berubah menjadi gadis yang lemah.” Gumam Sehun.

 

♥♥♥

 

Orang tua Hana baru saja pulang dari liburan mereka ke luar negeri tadi siang, saat ini keduanya sedang terlihat merebahkan tubuh lelah mereka di sofa yang akan memberikan sensasi pijatan pada tubuh mereka secara otomatis. Sementara itu, putri semata wayang mereka yang ―menurut mereka― sudah cantik sejak lahir itu terlihat sibuk berlari kesana kemari entah mencari apa.

“Ya Tuhan, ada apa dengan bayiku malam ini? Bayiku, apa kau akan pergi berkencan?” tanya sang ibu pada Hana yang masih sibuk mengacak-acak lemari sepatu ibunya. Hana hanya mengangguk cepat sebagai jawaban.

Omo! Bayi kita ini sepertinya sudah tumbuh besar dengan baik, Yeobo!” ucap sang ayah pada sang ibu. Jujur, Hana geli sendiri mendengarnya.

“Dengan siapa kau berkencan? Apa kau berkencan dengan Sehun, Sayang?” ibunya mulai menginterogasi.

Orang tua Hana memang dekat sekali dengan orang tua Oh Sehun, jadi tak jarang mereka bercanda akan menjodohkan Hana dengan alien menyebalkan itu.

“Ah! Ternyata benar! Bayiku ini akan berkencan dengan lelaki setampan Sehun!” ucap sang ibu sambil menyentuh wajah Sehun, genit, saat mengantar anaknya keluar rumah menemui lelaki yang datang menjemput.

Ayah Hana langsung berdehem keras-keras, kode untuk ibu Hana agar tidak genit pada lelaki lain, apalagi lelaki itu lebih muda dan lebih tampan dari ayah Hana. Sehun hanya tertawa geli melihat sikap orang tua Hana yang tak pernah berubah.

“Aku tidak akan berkencan dengan Sehun, Eomma. Dia hanya datang untuk mengantarku ke tempat kencan.” Jelas Hana yang langsung membuat kedua orang tuanya seketika syok.

“Ja-jadi kau diantar oleh lelaki lain untuk berkencan dengan lelaki lainnya? DaebakEomma juga sama sepertimu dulu!” ibu Hana larut dalam nostalgianya. Mengingat bahwa ia pernah diantar oleh ayah Hana dan berkencan dengan lelaki lain, namun pada akhirnya, ayah Hana lah yang ia pilih untuk menjadi teman hidupnya hingga detik ini dan mungkin hingga ia tak bisa bernafas lagi.

“Kau tenang saja, Sehun-ah! Hana pada akhirnya pasti akan memilihmu! Semangat!” ucap ayah Hana pada Sehun.

“Aku juga berpikiran yang sama, Ahjussi!”

AigooAigoo! Kalian ini banyak sekali bicara, kalau begini terus aku bisa terlambat!” Hana menggandeng lengan Sehun, menggunakan high heels sepuluh senti milik sang ibu cukup untuk membuatnya merasa tidak nyaman.

Kajja, Oh Sehun!”

Aigoo! Lihatlah, Yeobo! Mereka cocok sekali!”

Ibu Hana tidak asal bicara soal keserasian Hana dan Sehun malam ini. Sehun yang mengenakan setelan kemeja putih yang lengannya digulung sampai siku, Hana yang mengenakan dress selutut berwarna merah dengan high heels berwarna senada dan tatanan rambut yang dikuncir rapi dengan kuncir merah stroberinya, mereka benar-benar pasangan yang cocok.

“Berhenti tersenyum seperti itu, Oh Sehun!” Hana menatap Sehun sinis.

“Apa salahnya aku tersenyum?” tanya Sehun yang langsung memanyunkan bibirnya.

“Nah! Seperti itu saja! tetap seperti itu, Oh Sehun! Aigoo, lucu sekali sahabat kecilku ini!” gadis itu mulai mencubiti pipi Sehun gemas, sementara yang dicubiti tetap mempertahankan ekspresinya agar tetap dibilang lucu.

 

♥♥♥

 

Sehun memandangi arloji di pergelangan tangan kirinya. Saat ini, sudah 3 jam lebih Hana duduk sendirian di kafe tempat Chanyeol berjanji menemui gadis itu. Entah kenapa, melihat Hana masih tersenyum menunggu lelaki yang disukainya dari dalam mobil membuat Sehun merasa sakit. Sehun tahu, senyuman Hana pasti juga sangat menyakitkan untuk Hana sendiri.

Apa kau yakin Chanyeol Sunbae berjanji akan menemuimu di kafe itu?’ Pesan Sehun terkirim, Hana membacanya. Namun, gadis itu sama sekali tak berniat membalas pesan Sehun.

Hana terus memandang ke arah pintu kafe, berharap Chanyeol datang walau terlambat. Jarum jam terus berputar dan hari semakin larut. Gadis itu menyentuh gambar telepon pada kontak Chanyeol agar terhubung langsung dengan lelaki itu.

Oppa… kau sedang dalam perjalanan menuju kemari bukan?”

Ye? Ah, astaga! Maafkan aku! Aku lupa! Aku benar-benar lupa, Hana-ya!

Hana tetap mencoba untuk tersenyum.

“Lalu sekarang kau ada di mana?”

Aku sedang berada di warung takoyaki bersama Heera, aku akan segera ke sana Hana-ya!

Senyuman Hana memudar. Ia jelas tak salah dengar. Chanyeol, lelaki itu melupakan kencan pertama mereka dan malah pergi kencan bersama gadis pengganggu itu. Lucu sekali.

Aniyo, kau tidak perlu ke sini, Oppa. Percuma, saat kau datang aku pun mungkin sudah pergi. kututup ya?” Hana memutus sambungan teleponnya sebelum Chanyeol menyelesaikan pembicaraannya.

Sudahlah, lupakan saja. Dadanya sudah terlanjur sesak, tapi airmatanya tak mampu untuk keluar.

“Heera… Shin Heera… kau sangat beruntung.” Gumam gadis itu seraya melangkahkan kakinya keluar dari kafe yang akan tutup itu.

Membayangkan perjuangannya selama ini untuk mendekati Chanyeol, dan membayangkan Heera yang tiba-tiba saja datang ke dalam hubungan mereka yang masih belum jelas ini, Heera benar-benar beruntung. Baru saja mimpi Hana untuk berkencan dengan Chanyeol akan terwujud, namun Shin Heera datang dan menghancurkan segalanya.

 

♥♥♥

nextweek3

8 thoughts on “STRAWBERRY KISS -Episode 2 : Second Chance (1/2)- by AYUSHAFIRAA

  1. Ping-balik: STRAWBERRY KISS -Episode 3 : The Third Person (1/2)- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: STRAWBERRY KISS -Episode 2 : Second Chance (2/2)- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  3. komen aku manaaaa??
    Ok intinya apa Sehun Hemophilia?
    Kenapa Chan cemburu pas Sehun-Hana kiss, tapi pas mau kencan sama Hana malah lupa?
    Dan kenapa Sehun musti didandanin kya cewek di sekolah?

    • Gatau atuh wkwk Yup, sepertinya sehun begitu :/ tanyakan pada Chanyeol yg bergoyang /plak kenapa dia bisa lupain gitu aja 😦 Sehun kan nguping pembicaraan Hana lewat telpon, jadinya kena jailan Hana deh wkwkwk coba baca lagi :*

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s