[EXOFFI FREELANCE] Adorable Love (Chapter 1)

cymera_20160720_193557

 

Title || Adorable Love

Author || RahayK

Lead Cast || Park Chan Yeol x Ryu Nata x Park Na Hae x Han Dae Rin

Length || Chapter

Genre || AU x Romance x Psychology x Family

Rate FF || PG 15 -17

Disclaimer || -Seluruh cast milik tuhan tapi seluruh ide dan seluruh bagian cerita ini milik saya dan fiksi hanya untuk hiburan semata.

Gak ada maksud buat ngeship siapapun. Seluruh karakterisasi yang divisualisasikan oleh idol-idol adalah keperluan agar fiksi ini lebih bagus lagi.

Like dan komentar kamu para readers diperlukan ^^

 

A/N || Mengandung Harsh Word’s dan Beberapa hal yang berbau dewasa.

 

 

||`Adorable Love`||

-summary chapter-

“Kemungkinan sangat kecil untuk menyelamatkan keduanya —anda harus memilih salah satu antara Ibu dan anak, Tuan.”

Lelaki itu menghembuskan nafas berat, sungguh ini bukan saatnya untuk mengambil keputusan, semua tentang hidup dan mati. Apa yang harus ia putuskan?Siapa yang harus ia pilih?

 

||••Adorable Love••||

 

#1 (Decision)

 

Peluhnya jatuh tanpa peringatan, tungkainya tak bisa berdiam diri dan terus melangkah kecil bak setrika panas. Gurat wajahnya begitu khawatir, netranya terus memandang sebuah pintu kaca yang tak transparan.

Ia benar -benar buta dengan keadaan dibalik pintu itu.

Apa orang itu baik -baik saja?

Apa keduanya akan terselamatkan?

Jika ia harus memilih, ia akan memilih satu orang yang telah lama bersamanya. Namun, ia kembali teringat. Bahkan, disaat itupun lelaki itu masih tak sepaham dengan orang yang berada dibalik pintu itu.

 

“Aku tak mengerti, saat ini pun kau masih tak sepaham denganmu –Dae Rin.” Lelaki itu berkata lalu menyeret semua rambutnya kebelakang. Ia mencoba memutar otak agar gadis itu mengerti siapa yang lebih penting dihidupnya. Namun, semakin ia keras kepala, semakin teguh juga pendirian lawan bicaranya itu.

“Lalu kau mau aku memutuskan apa?berkata bahwa anak itu saja yang kau selamatkan dan bukan kau?” tanya lelaki itu lagi. Mereka memang sudah sering tak sepaham, bahkan si lelaki hendak mengajukan perpisahan kalau saja ia tak tahu bahwa lawan bicaranya ini sudah tak punya banyak waktu lagi, ia bahkan tak tahu kapan waktu menyuruh lawan bicaranya untuk berhenti dari segalanya.

“Itu sebabnya aku tak bisa mengatakan yang sebenarnya padamu, Yeol.” ucapnya dengan netra yang sendu, bibirnya kelu, bahu kecilnya gemetar. Ia sudah berusaha untuk kuat dihadapan lelaki ini, mencoba mengerti walau sering beda pendapat. Tapi, rasanya itu semua sudah tak berguna lagi. Bahkan, wanita itu berpikir jika lelaki yang ada dihadapannya adalah orang paling egois didunia.

“Jika kau sakit –kau seharusnya –” ucapan lelaki itu tertahan, karena ia melihat lawan bicaranya menjatuhkan bulir bening dari netranya yang bulat.

“Maafkan aku, tapi –sungguh Yeol, yang aku kandung adalah buah hatimu. Jadi, ketika kau harus membuat pilihan siapa yang akan diselamatkan —tolong!selamatkan anak ini.” suaranya semakin samar terdengar dipanca indera lelaki itu.

“Kau terlalu sulit untuk mencoba memahamiku.” perbincangan mereka berhenti sampai disini,karena begitu Yeol berbalik, wanita itu sudah tak sadarkan diri.

“Dae Rin!Dae Rin!Han Dae Rin!!” lelaki itu mengguncang tubuh wanita itu.

 

|`Adorable Love /Our Story`|

 

Seorang perawat dengan pakaian berwarna biru dan masker menutupi wajahnya keluar dari pintu itu, seorang diri.

Membuat lelaki itu segera menghentikkan aktivitasnya yang sibuk mondar -mandir dan mendengarkan perawat itu berbicara. “Apa Tuan wali Nona Han?” tanya perawat itu. “Nde,matjayeo! —apa terjadi sesuatu??’ mata bulatnya membulat sempurna ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut perawat itu.

“Kemungkinan sangat kecil untuk menyelamatkan keduanya —anda harus memilih salah satu antara Ibu dan anak, Tuan.”

Lelaki itu menghembuskan nafas berat, sungguh ini bukan saatnya untuk mengambil keputusan, semua tentang hidup dan mati. Apa yang harus ia putuskan?Siapa yang harus ia pilih?Ia sungguh egois jika tetap pada pendiriannya menyelamatkan Dae Rin. Rasa panik ini tak boleh menyelimuti jalan pikirnya yang harus memberikan keputusan secepatnya.

 

Kemudian ia berkacak pinggang lalu bersuara.

“Tolong selamatkan bayinya.” suaranya kental terdengar gemetar dan tertahan.

Kenapa ia harus melalui situasi yang sesulit ini dalam hidupnya?

“Nde, algeseubnida—pihak kami akan berusaha yang terbaik.Permisi.”

Lelaki bernama Yeol itu hanya menyentakkan kepalanya didinding lorong ruang operasi. Ia bersimpuh dalam diam, kakinya menekuk dan merapat, lalu ia menundukkan kepala dan menempelkan dahinya dilututnya.

Ia terisak dalam hening lorong yang dingin. Dalam hatinya ia berteriak kesakitan. Dengan pilihannya tadi, ia tahu begitulah cara kehilangan Dae Rin dengan halus.

 

||`Adorable Love`||

3 minggu berlalu..

Yeol melirik arloji rolex yang melingkar ditangan kirinya. Waktu yang sama seperti yang datang kemarin telah tiba hari ini. Ia segera menyelesaikan pekerjaannya dan segera meraih kunci mobil dan jasnya begitu usai dengan semuanya. Lantas, kakinya melangkah santai menuju pintu keluar dan segera mengambil mobilnya yang berada diparkiran.

 

Dalam waktu kurang dari 15 menit, ia tiba disebuah tempat penitipan anak. Ia menghentikkan mobilnya, jemarinya mengetuk seirama roda kemudi. Tampaknya ia ragu setiap kali ia tiba ditempat ini.

Setelah mencoba merilekskan tubuhnya dan menarik nafas dalam, ia membuka pintu mobil dan segera masuk kedalam gedung dua lantai itu.

 

Cring ~ Cring~

 

Bel berdering begitu seseorang membuka pintu utama gedung itu. Desain dalam bangunan mencerminkan anak -anak dan juga wangi yang khas ada pada diri mereka.

Ia menyapu pandangnya, hingga seseorang menyapanya dan mengajak Yeol untuk masuk.

“Anyeonghaseoseyeo, Tuan Park. Binbin sedang mandi. Apa kau ingin melihatnya?” wanita itu membungkukkan badannya sebagai tanda hormat. Begitu juga Yeol. Ia dipersilahkan untuk duduk.

“Binbin?” Yeol menaikkan alisnya bingung mendengar namanya yang asing, karena Yeol tahu memang putrinya belum ia berikan nama sejak lahir. Bukan karena Yeol benci pada putrinya, hanya saja ia terlalu sibuk untuk pemakaman Dae Rin dan juga deadline kerjaan yang tertunda sehingga ia harus dititipkan ditempat penitipan anak.

“Iya, karena anda belum memberi nama resmi padanya, jadi kami membuat nama panggilannya sendiri. Apa anda ingin melihatnya mandi?” tanya wanita itu seraya tersenyum kikuk.

“Aah, nde —aku, tunggu disini saja.” tolak Yeol halus, seharusnya ia tak boleh bersikap sedingin ini, bagaimanapun Dae Rin bilang ini adalah buah hatinya. Tapi,Yeol belum percaya seutuhnya.

“Baiklah kalau begitu –Oh ya, aku minta maaf kalau kurang sopan padamu, Tuan. Tapi –alangkah baiknya Binbin segera diberi nama resmi, karena anak anda cantik sekali, Tuan Park.”

“Baiklah. Aku akan memberinya nanti. Terimakasih sudah mengingatkanku.” ujar Yeol lalu menundukkan kepalanya singkat, wanita itu  bangkit dari tempatnya duduk. Ia pamit pada Yeol.

“Kalau begitu, permisi..”

 

||`Adorable Love`||

 

“Binbin, Ayahmu sudah datang.” ujar seorang pengurus yang adalah seorang Ahjumma. Yeol segera beranjak dan memberi hormat pada wanita itu. Sedangkan, si bayi digendong dan tampaknya ia tertidur.

Benar. Ia harus menjadi seorang single -parent dan Ayah untuk putrinya, bayi ini adalah titipan Dae Rin. Yeol adalah suaminya, dan ia harus mengurusnya, walau mungkin hingga saat ini ia masih tidak iklas dengan kepergian Dae Rin dari sisinya untuk selama-lamanya.

Yeol harus menerima itu.

Lelaki itu mentautkan senyum begitu melihat kehadiran Binbin. “Kau tampaknya lelah sekali –Binbin Appa.” ucap sang Ahjumma seraya menepuk -nepuk Binbin, bayi itu tampak tenang. “Terimakasih sudah merawatnya, Ahjummoni..”

 

“Tidak apa -apa, tak usah cemas dengan Binbin —disini banyak yang menyanyanginya walau Ibunya sudah disurga sekarang.” Ahjumma itu berujar seraya menautkan senyum lebar.

“Mari, saya antar Binbin sampai mobil.”

“Aah nde –silahkan..”

 

||`Adorable Love`||

 

Yeol sudah ingin memasuki kompleks perumahannya, ia tampak berpikir panjang selama perjalanan dan akhirnya ia memutar balik arah karena ada sesuatu yang ia harus pastikan. Namun, ditengah perjalanan ia melirik Binbin yang tertidur dibangku samping kemudi diatas ranjang kecilnya yang nyaman. Dan, kalimat Ahjummoni dan juga wanita itu terlintas dibenaknya.

“Apa alasanmu hingga sekarang Binbin Appa belum memberikan nama untuk putrinya? —Dae Rin tidak mungkin berkata seyakin itu jika Binbin memang bukan putrimu, Binbin Appa.”

“Alangkah baiknya, Binbin segera diberikan nama resmi, Tuan.Karena, putri anda cantik sekali –“

 

Gurat wajahnya penuh cemas, ia memegang dagunya sementara netranya memandang bayinya yang berada didalam ranjang kecil di ruang pemeriksaan.

Tak lama, seseorang keluar dari sana. Gadis dengan rambut hitamnya yang sebahu berpakaian jas putih memberikannya sebuah amplop cokelat pada Chan Yeol. “Hasil tesnya telah keluar, Chan Yeol –ssi.”

“Apa ini akurat, Chae Won –ah?” tanya Chan Yeol dan memanggilnya dengan akrab, Chae Won sendiri adalah rekan Chan yeol saat di universitas.

“Tentu saja —mengapa kau harus tidak yakin bahwa bayi itu bukan putrimu? Melihat mata dan hidungnya saja sudah pasti itu putri kandungmu. Mengerti?” imbuhnya dengan mata yang membulat takjub. Chan Yeol hanya memutar matanya. Intinya, bagaimana jika hasil tes mengatakan tidak atau Binbin bukan anak biologisnya bersama Dae Rin. Jadi, ia hanya sibuk menyangkal.

“Semuanya tampak sama dimataku, tak ada sesuatu yang persis denganku baik itu mata atau hidung apapun itu.”

“Aku sibuk untuk mendengar ceritamu, tapi –harus kau pastikan kau memberikan ia nama setelah kau membaca hasilnya. Harus!” pinta Chae Won  dengan menatap Chanyeol dengan tatapan aku–akan–membunuhmu –jika –tak menurut.

Chae Won kemudian menepuk bahu Chan Yeol dan berlalu dari sana. Chan yeol hanya menekuk lututnya lemas begitu melihat lembar belakang hasil tes genetik itu.

“Berdasarkan hasil tes genetik yang dilakukan melalui sample darah Tuan Park Chan Yeol dan sample darah Nona Park, hubungan biologis yang ditemukan 99.990,1% adalah Ayah dan Anak.”

Kedua netranya mengalir bulir likuid yang sejak hari itu ia tahan. Dalam kalbunya, ia merasa lega yang amat sangat. Karena, seperti yang Dae Rin katakan padanya bahwa putrinya memang putrinya. Dae Rin tak berbohong seperti yang ia pikir, Yeol akui dirinya sudah sangat -sangat salah pada istrinya. Dan, seperti yang Dae Rin minta, ia akan merawat putrinya dengan baik hingga besar nanti.

 

||`Adorable Love`||

 

Gadis itu berjalan keluar dari ruang perawatan tak tentu arah, kakinya tak beralaskan apapun. Matanya kosong tak menerawang, ia terlihat bingung mencari arah kemana ia harus melangkahkan kakinya yang bergerak tergesa.

Ia menabrak beberapa orang, sementara begitu seseorang memanggil sebuah nama, gadis itu tampak ketakutan. Wajahnya dipenuhi peluh yang keluar dari porinya hasil ekskresi karena ia takut dan juga wajahnya yang berubah menjadi putih pucat.

“Ryu Na Ta -ssi! —Ryu Na Ta -ssi!!”

“Na Ta -ya!!”

Orang -orang itu berlari kearahnya, sementara semakin suara-suara itu mendekat, gadis itu semakin histeris dan terus berlari hingga ia tersudut pada sebuah dinding dan disana ada seseorang yang berdiri.

Dan, gadis itu segera bersembunyi dibalik orang itu, karena badannya yang cukup tinggi untuk menjadikan tempatnya untuk bersembunyi dari orang -orang itu.

Lelaki itu terperanjat kaget begitu seseorang memeluknya dari belakang. Ia seperti berdesis namun tak cukup jelas didengar olehnya.  “Agasshi? Kau baik -baik saja?” tanyanya tanpa melihat wajah gadis itu, ia hanya menyadari bahwa gadis itu adalah pasien dari gelang dan bekas infus yang ada ditangan kirinya. “Tolong aku.” desisnya.

Beberapa perawat yang mengejarnya tadi berada tak jauh didepan sana. “Ryu Na Ta -ssi? –kau sedang dalam pengobatan sekarang. Kemarilah, Ryu Na Ta -ssi..” ujar seorang dokter sepertinya dari departemen yang berbeda dengan Chae Won, karena dari pengelihatannya ia membawa brankar dan ada tali pengikatnya disisi ranjangnya.

“Mereka tidak akan menyakitimu, Na Ta -ya..” ujar seorang wanita paruh baya dengan nada memohon, ia bahkan mengusapkan kedua tangannya, dan membuat lelaki itu hanya mengernyit tak mengerti.

“Kalian mengambilnya dan Ibu –kau yang menyuruh mereka ‘kan?”

Mendengar itu, lelaki itu akhirnya bersuara. “Agasshi, apa yang mereka ambil darimu?Sadarlah –Agasshi..” Gadis itu hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya justru ia semakin histeris.

Gadis itu masih berdiri dibelakang lelaki itu. Dan begitu lelaki itu menoleh, gadis itu terjatuh dan pingsan.

“Astaga! Nata -ya!” teriak wanita itu yang dipanggil Ibu oleh gadis muda ini. Lelaki itu hanya merengkuhnya, sementara seorang dokter lain datang dari bangsal anak.

“Chan Yeol –ra! Apa yang terjadi?” tanya Chae Won yang segera membantu para petugas medis untuk mengangkat gadis itu ke brankar. Setelah mereka berlalu, barulah Yeol bersuara.

“Aku tidak tahu persis. Ia hanya bilang bahwa Ibunya mengambil sesuatu darinya.” Yeol sedikit kaget dan duduk dengan tangan yang masih memegang hasil tes DNA. Sepertinya, ia masih belum siap untuk membawa putrinya pulang.

“Aku sudah menemukan nama yang bagus untuk Binbin. Bagaimana –Park Hae Rin?Keren ‘kan?” kata Chae Won dengan mata yang mengerling.

“Lupakan. Aku sudah menemukannya lebih dulu. Park Na Hae –nama untuk Binbin.” kata Yeol dengan wajah ragu. Namun, Chae Won hanya mendesis pelan dan tak mau kalah.

“Lebih baik gunakan nama yang aku kasih, lebih bagus dan cantik juga. Lain kali –jika kau punya seorang anak lagi gunakan nama Hae Rin untukku. Call?”

Mendengar itu, Yeol hanya memutar matanya malas. “Makanya cepatlah menikah supaya kau punya keturunan dan bisa memberikan nama, kau itu dokter tapi bodoh sekali.”

“Dwaesseo!–aku masih punya harga diri–lagipula, harga diriku mungkin akan kupertaruhkan jika kau bersedia menjadi suamiku.” goda Chae Won dan tertawa usil, memang sejak dulu atau ketika Dae Rin masih hidup, ia sering sekali menggoda Yeol seperti itu. Namun, entah bagaimana perasaan Chae won yang sebenarnya.

“Kau sudah gila. Berapa zat lorazepam yang kau konsumsi tiap hari sih? –aku rasa jaringan otakmu sudah rusak.” ledek Yeol ketus.Namun, Chae Won hanya menaikkan bahunya dan tertawa, ia menepuk bahu lelaki itu pelan. “Tenang, aku cuman bergurau saja.”

 

||`Adorable Love`||

2 bulan berlalu..

Yeol tersentak bangun dari tidurnya, begitu hal pertama yang masuk ke panca inderanya adalah Na Hae yang menangis. Bukan, ia terbangun bukan karena Na Hae, tapi, karena gadis yang di rumah sakit itu tiba-tiba saja masuk kedalam mimpinya tanpa peringatan.

 

Benar, gadis dengan pakaian khas rumah sakit, membuat Yeol baru sadar, kalau gadis itu adalah pasien rumah sakit.

 

Tapi, Yeol tak mau pusing dan repot dengan sesuatu yang bukan urusannya. Ia pun memilih meraih kereta roda Na Hae dan merapihkan Na Hae.

“Na Hae putri Ayah, bagaimana kalau kita hari ini berjalan -jalan pagi?” tanya putrinya, kakinya begitu sibuk menendang -nendang, ia tertawa begitu melihat Yeol menggodanya.

“Aigoo~~~ Jeongmal Yeppo, Appa -taal..”

 

“Mengapa ia datang dengan cara seperti itu? –keuchi, Na Hae -ya?”

 

Bersambung..

 

 

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Adorable Love (Chapter 1)

    • ai dee, soalnya chan ngiranya kankalo dae rin itu selingkuh dari dia, mereka nikah tentu bukan married by accident kok, cuman karena dae rin sakit, dia gak mau bilang ke yeol soal dia sakit apalagi dia hamil, pokoknya insyaallah kemungkinan akan ada pre-quel tapi entar 2017 harap sabar yaaa thx .. *spoiler, mereka nikah udah lama kok udh lebih dr 5th hehehe

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s