[EXOFFI FACEBOOK] We Got Married (Chapter 4)

wedding01

 

Tittle : We Got Married chapter 4

 

Main Cast : Lee Hyemi

 

Oh Sehun

 

Mysterious Girl

 

And other cast

 

Author : Bella Kim

 

Length : Chapter

 

Genre : Romance, School Life, Marriage Life

 

 

 

Disclaimer : Ini FF pertama author, cerita milik author. Dan Oh Sehun milik kita semua^^

 

Warning : Typo bertebaran dimana-mana!!! Genre sewaktu-waktu dapat berubah sesuai cerita!!

 

Note : Mian kalau author sharenya lama, soalnya minggu-minggu ini sibuk dengan tugas sekolah. Author pengen readers ngomen bukan hanya “next thor”, tapi author pengen tau kekurangan FF author dimana. Jadi, readers yang ngomen harus ngomen apa kekurangan FF author ya, biar author buat yang lebih baik lagi^^ 

 

 

DON’T COPY MY FF!!!

 

 

 

HAPPY READING^^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

***

 

STILL HYEMI POV

 

 

 

“Kami semua memutuskan kalau kalian akan bertunangan minggu depan”.

 

 

 

A..apa? Minggu depan? Ya Tuhan, aku benar-benar tidak ingin secepat ini. It’s so… Arghh! Molla.

 

 

 

“Eomma, kami baru saja dijodohkan beberapa menit yang lalu, mana mungkin secepat ini! Aku dan Hyemi ingin fokus ke sekolah dulu eomma!”. Sehun yang biasanya sangat cuek membelaku kali ini.

 

 

 

“Bertunangan saja tidak masalah kan? Lagi pula, sebentar lagi kalian akan kelulusan. Jangan cemas begitu sayang”.

 

 

 

“Sudahlah Sehun, aku tidak keberatan”. Jawabku berpura-pura.

 

 

 

“Baiklah tuan Oh, nyonya Oh, kesepakatan telah kita buat. Minggu depan Hyemi dan Sehun akan bertunangan”. Appa menutup rapat(?) perjodohan kami.

 

 

 

“Ne, tuan Lee. Mari kita pulang, lagipula ini sudah malam”. Jawab appa Sehun.

 

 

 

“Ne”.

 

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

 

Hyemi merebahkan tubuhnya di atas kasur ukuran king sizenya. Ia berfikir, mengapa nasib cintanya seperti ini. Dulu, ia sangat menginginkan kisah cintanya berjalan mulus tanpa campur tangan orang tua. Ia akan memilih sendiri siapa lelaki yang akan menjadi suaminya Dan benar-benar mencintainya, ia memeluk Chiyo, anjing kecil yang sejak tadi berguling di sebelahnya.

 

 

 

“Chiyo, appa dan eomma telah menjodohkanku. Aku harus harus bagaimana Chiyo? Jika aku menolak, appa Dan eomma pasti kecewa padaku. Tetapi, mana mungkin aku akan bahagia jika hidup dengan orang yang tidak aku cintai. Aku bingung harus bagaimana Chiyo”. Tutur Hyemi.

 

 

 

“…”. Tak ada renpon dari Chiyo. Ternyata Chiyo sudah terlelap di pelukan Hyemi.

 

 

 

“Ah kau sudah tidur. Baiklah! Aku akan tidur, siapa tahu jika aku terbangun ini semua adalah mimpi. Tetapi, sampai sekarang aku belum bisa memejamkan mataku”. Hyemi berbicara pada dirinya sendiri.

 

 

 

Sehun meregangkan badannya yang terasa sangat lelah. Ia menatap layar smartphonenya dan mengetikkan sebuah pesan singkat untuk Hyemi. Sehun masih tak tega melihat keadaan Hyemi yang menangis saat di taman kafe tadi. Ia sangat ingin mengetahui keadaannya sekarang.

 

 

 

To : My Kyeopta Yeoja

 

From : Hunna

 

 

 

Annyeong^^ apa kau baik-baik saja? Soal tadi, mianhae.

 

 

 

DRRT…DRRT.. Handphone Sehun bergetar, tanda balasan dari Hyemi.

 

 

 

From : My Kyeopta Yeoja

 

To : Hunna

 

 

 

Ne, Annyeong^^. Ya,seperti yang kau ketahui xoxo~. Untuk apa minta maaf? Kau tidak bersalah Sehun, mungkin ini sudah ditentukan oleh Tuhan. Kita tidak tahu bagaimana kehidupan kita kelak, aku sangat bersyukur bila kedua orang tua kita bahagia.

 

 

 

Sehun sangat tidak percaya apa yang telah Hyemi katakan. Dibalik sifat kekanakannya, ternyata Hyemi memiliki sisi kedewasaan yang belum pernah Sehun ketahui. Dengan sigap, Sehun membalas pesan dari Hyemi.

 

 

 

To : My Kyeopta Yeoja

 

From : Hunna

 

 

 

Tapi, aku masih tidak yakin dengan semuanya. Ah… Maksudku apa kau bisa mengerjakan tugas sebagai seorang istri?.

 

 

 

DRRT… DRRT…

 

 

 

From : My Kyeopta Yeoja

 

To : Hunna

 

 

 

Kau tenang saja. Aku bisa memasak, mencuci, apapun pekerjaan rumah aku bisa. Jadi kau tak usah takut.

 

 

 

 

 

SEHUN POV

 

 

 

Aahh.. Lebih baik aku mengerjainya biar dia malu.

 

 

 

To : My Kyeopta Yeoja

 

From : Hunna

 

 

 

Ne, ne, aku tahu. Tapi kalau urusan ‘Itu’ bagaimana?

 

 

 

SENT.

 

 

 

Drrt..Drrt.. Sepertinya itu balasan darinya. Eum, lebih baik aku telfon saja.

 

 

 

Tuutt… Tuuttt….

 

 

 

“Yeoboseyo”. Ah akhirnya diangkat.

 

“Ne yeoboseyo”.

 

“Eum sehun-ah, ‘itu’ apa maksudmu?”.

 

“Kewajiban suami istri setelah menikah”. Godaku.

 

“Yakk! Apa yang kau katakan! Kurang ajar sekali kau! Kau fikir aku mau seperti itu denganmu? Tidak, tidak, tidak!”.

 

“Hyemi chagi, diamlah! Nanti didengar eommonim dan appanim waeyo? Tidak apa-apa kan kalau kita membicarakan hal itu? Kita kan sebentar lagi akan bertunangan dan menikah chagi”.

 

“Diam kau! Atau kujahit mulutmu?”.

 

“Eum, kalau kau menjahit mulutku, kita tak bisa Kisseu”.

 

“Diam!!”.

 

Pipp…

 

 

 

Dia memutus telfonnya. Aku yakin disana wajahnya pasti memerah seperti tomat. Hahaha, aku jadi ingin tertawa keras-keras. Jam berapa sekarang? Ternyata sudah pukul 01.15 dini hari, saatnya tidur.

 

 

 

 

 

HYEMI POV

 

 

 

Sehun! Bisa-bisanya dia membuatku memerah malu. Aku tak bisa membayangkan jika…aaa…shireo! Itu menjijikkan. Hoam.. Aku mengantuk, lebih baik aku tidur saja.

 

 

 

PUKUL 06.15 KST

 

 

 

“Hyemi bangun! Dasar kerbau! Sehun sudah sejak tadi! Bangun pemalas”.

 

 

 

Aku terperanjat dari tempat tidurku Dan segera mandi. Selesai mandi, aku cepat-cepat memakai seragam sekolah Dan berdandan minimal lalu melesat turun ke bawah menuju meja makan.

 

 

 

“Annyeong eomma, appa. Aku pergi dilu, bye”.

 

 

 

“Sarapanmu bagaimana? Dimakan dulu sayang”.

 

 

 

“Tidak usah eomma! Simpan saja untuk nanti”.

 

 

 

Kulihat Sehun melambaikan tangannya ke arahku. Aku hanya tersenyum kecut.

 

 

 

“Cepat bodoh! 10 menit lagi bel masuk akan berbunyi. Kau mau kita dihukum?”.

 

 

 

“Sabar bodoh”. Sengitku tak mau kalah.

 

 

 

“Cepat naik”.

 

 

 

“Sudah”. Bukannya menjalankan motornya, ia malah menoleh ke eomma.

 

 

 

“Ahjumma, ahjussi, kita pergi dulu”. Ohh ternyata memberi salam.

 

 

 

“Hati-hati ya”. Sahut eomma dan appa.

 

 

 

 

 

SEHUN POV

 

 

 

Huaa.. Hari ini aku senang sekali bisa berangkat ke sekolah bersama sang pujaan hatiku. Hari ini ia cantik sekali! Rambut cokelat gelombangnya dihiasi pita kecil berwarna merah serta wangi tubuhnya yang… Aish, apa-apaan aku ini? Aku tak boleh berfikiran negatif! Ya tidak boleh!. Aha! Aku punya ide. Lebih baik aku mempercepat laju motorku agar dia mau memelukku. Hana.. Dul… Brrm brrm.. Yes! Akhirnya memelukku erat.

 

 

 

“Ehem”.

 

 

 

“Wae?”.

 

 

 

“Kau memelukku eraaatt sekali! Aku tidak bisa bernafas”.

 

 

 

“Oh Maaf”. Ia melepas pelukannya Dan bisa kulihat dari kaca spion pipinya yang merona.

 

 

 

“Sehun?”. Kyaaa.. Akhirnya ia menyapaku 😄

 

 

 

“Ne chagia?”.

 

 

 

“Umm.. Bagaimana tipe yeoja idamanmu?”. Hey! Apa yang dia katakan? Tipe yeoja idaman? Tentu yang sepertimu bodoh.

 

 

 

“Hmm… Cantik, tidak lebih tinggi dariku, menyebalkan, cerewet, pandai memasak, dan lucu”.

 

 

 

“Oohh..”. What? Hanya oh? Dasar

 

 

 

“Bagaimana denganmu?”.

 

 

 

“Aku tidak tahu”.

 

 

 

“Kenapa?”.

 

 

 

“Aku tidak punya tipe idaman. Aku hanya butuh seseorang yang kucintai dan benar-benar mencintaiku”.

 

 

 

“Hm iya iya”.

 

 

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

 

Sehun menghentikan laju motornya di parkiran sekolah. Semua orang. Yang berada disitu heran melihat seorang Hyemi dan Sehun yang selalu bertengkar kali ini pergi ke sekolah bersama-sama. Mereka saling berbisik-bisik, Sehun yang melihat hal tersebut mulai melancarkan aksi jahilnya.

 

 

 

“Perhatian semuanya!”. Sehun berteriak dan semua orang mulai mendekati Sehun dan Hyemi.

 

 

 

“Sekarang, aku dan Lee Hyemi sudah resmi jadi sepasang kekasih. Siapapun namja yang berani mendekatinya akan berurusan denganku”. Sehun merangkul Hyemi dan semua orang yang mendengar pengakuan Sehun sangat tidak percaya dengan apa yang telah Sehun katakan. Seorang yeoja berambut merah menggeram kesal dan mengepalkan tangannya, ia sangat tidak suka melihat Sehun merangkul Hyemi, lalu ia pergi meninggalkan kerumunan.

 

 

 

Hyemi yang kesal dengan perlakuan Sehun terhadapnya melepaskan rangkulan dan menatap tajam Sehun seolah-olah mengatakan ‘Mati kau Sehun!’. Sehun hanya tertawa cekikikan dan menarik tangan Hyemi menuju suatu tempat.

 

 

 

“Kau kenapa chagi? Kau tak suka eoh? Atau kau malu? Haa… Pasti kau malu iya kan?”. Sehun menggoda Hyemi yang sedang kesal.

 

 

 

“Arghh diaammm!!! Kau membuat hariku kacau! Dasar manusia pabo!”. Sehun hanya mengerucutkan bibirnya melihat Hyemi yang marah padanya.

 

 

 

“Eitt stopp…”.

 

 

 

“Kenapa lagi? Kau tak puas mengacaukan hariku?”.

 

 

 

“Bukan itu! Hanya kita telah sampai”.

 

 

 

“Dimana ini?”.

 

 

 

“Bukit belakan sekolah, tempat ini sering aku jadikan tempat untu merelaksasikan fikiranku”.

 

 

 

“Kau bilang tadi 10 menit lagi akan masuk? Kau membohongiku!”.

 

 

 

“Iya “.

 

 

 

Sehun mendudukkan Hyemi dan ia di sebuah kursi, Sehun memandangi ciptaan Tuhan yang. Indah dihadapannya. Sehun menarik dagu Hyemi dan memajukan wayahnya, menghembuskan nafasnya ke wajah Hyemi. Hyemi yang menerima perlakuan tersebut mulai memejamkan matanya. Hyemi merasa ada yang aneh ketika posisi Sehun tidak berubah sama sekali dan melihat dahinya.

 

 

 

“Di dahimu ada jerawat”.

 

 

 

Hyemi menbuka matanya dan menatap Sehun sebal. Sedangkan Sehun hanya tertawa.

 

 

 

“Haha.. Kau fikir aku akan menciummu? Tidak akan!”.

 

 

 

“Ish, siapa juga yang mau!”.

 

 

 

“Buktinya tadi, kau memejamkan matamu”.

 

 

 

“Eh .. Itu .. Itu…”.

 

 

 

“Halah, sudahlah, aku tahu itu”.

 

 

 

Seorang yeoja berambut merah tengah mengintip kegiatan Hyemi dan Sehun dengan tatapan cemburu. Ia menggeram kesal dan merencanakan sesuatu. Ia pun ppergi meninggalkan Sehun dan Hyemi yang masih dengan kegiatan mereka sambil bergumam.

 

 

 

“Lihat saja Hyemi, kau akan merasakannya”.

 

 

 

 

 

 

 

TBC^^

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FACEBOOK] We Got Married (Chapter 4)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s