[EXOFFI FREELANCE] War of Kiss (Drabble)

poster1.png

ALISOO PRESENT

War of Kiss

 

Main Cast

Oh Sehun and Sarang (OC)

Kim Jongin

|Drabble|Romance|PG-17|

Disclaimer

Ide cerita murni dari pemikiran saya. Jika banyak kesamaan, semata mata itu hanyalah suatu kebetulan.

 

 

 

“ Aku, cukup aku walaupun di malam pesakitan ini ….. “

 

 

Jongin mendekatkan wajahnya padaku. Kurasakan deru nafasnya menyusuri relung pipiku. Aroma maskulinnya pun menguar menusuk hidung, yang membuatku hampir tidak dapat bernafas. Suaraku pun terasa tercekat hingga tengorokan. Kurasakan wajah Jongin hanya tinggal beberapa inchi lagi, semakin dekat semakin dekat hingga hidung kami saling bersentuhan lembut dan akhirnya…..

 

 

CUP ….

 

 

 

Satu ciuman lembut mendarat di bibirku, yang sukses membuatku terbelalak kaget. Kulihat sepasang netranya dengan sempurna menutup menikmati betapa manisnya bibir ranumku yang selama ini aku jaga. Aku terus mendorong kuat dadanya dengan kedua tanganku yang dipegang erat olehnya. Sebagaimana sabda orang, kekuatan wanita bukanlah tandingan laki laki yang memilikinya jauh lebih daripada insan wanita. Aku terus berusaha mendorongnya untuk melepaskan ciuman ini. Terus agar ia melepaskan ciuman yang merupakan ciuman pertama bagiku ini.

Usahaku ternyata tak sia sia, ia melepas ciumannya padaku lalu tersenyum manis. Senyuman manis yang selalu diberikan olehnya hanya untukku semata dan hanya aku yang boleh menikmatinya. Jongin mendekatkan kedua bibirnya menuju telingaku dan detik kemudian berbisik yang membuatku sedikit risih.

 

 

“ Untuk kali ini saja, biarkan aku menikmati bibir manismu itu …. “

 

 

Aku tercengang dengan nada sinis itu, kulihat Jongin yang tersenyum menjadi menyeringai menatapku seperti ingin menghabisiku. Terbersit perasaan sedikit takut walaupun Jongin adalah orang yang kusukai bukan lebih tepatnya telah membuatku jatuh cinta bertekuk lutut padanya. Kubuka suara perlahan namun sepertinya tetap terdengar oleh Jongin.

 

 

“ Aku tahu jika aku teramat mencintaimu, namun aku tak ingin membiarkan dirimu menikmati bibirku …. “

 

“ Kenapa? tenanglah aku tak akan menyakitimu sayang! “

 

“ Tidak aku tidak mau dan tidak-

 

 

 

Belum selesai aku berkata, Jongin memaksakan ciuman itu padaku. Kali ini bukanlah ciuman lembut namun ini sebaliknya, ciuman kasar yang dilakukannya tepat di bibirku. Ia menggigit bibirku kasar membuatku kesakitan. Aku meraung kecil dan berusaha melepaskan ciuman kasar itu seperti sebelumnya. Dapat kurasakan sisi agresif yang selama ini tak kutahu dari diri seorang Jongin. Ia terus berusaha mendesak lidahnya untuk masuk ke rongga mulutku. Semakin lama aku merasakan sakit yang tak tertahan lagi, ia terus menggigit agresif setiap sudut bibirku. Aku berani bersumpah, setelah ini bibirku dapat menjadi lautan darah segar yang menggoda seorang vampir jantan di dunia twilight.

 

 

BUK BUK BUK …..

 

 

Tuhan memang segalanya, tiba tiba sebuah tangan memukul pipi Jongin keras hingga ia tersungkur di tanah. Aku kaget sekaligus bersyukur. Ia-si pemilik tangan itu terus memukul Jongin hingga tak sadarkan diri. Jongin tak dapat melawan, mungkin tenaganya kurang cukup melawan seseorang yang sekarang menatapku datar. Sekilas di raut wajahnya tercetak kemarahan dan haus penjelasan akan semua ini. Aku yang hanya aku hanya bisa pasrah ketika tangan kekarnya menarikku keluar dari gudang tempatku berada sekarang.

 

***********

 

“ Terima kasih Sehun, kau telah menyelamatkanku … “

 

Satu kalimat meluncur mulus dari kedua bibirku yang masih sibuk ditangani Sehun akibat darah yang menetes di ujungnya. Aku terus menatap Sehun dengan perasaan yang tidak dapat diartikan, antara bersalah atau sedih ini benar benar tak dapat dijelaskan.

 

 

“ Apakah masih sakit? “ Sehun malah bertanya balik sembari terus mengobati bibirku. Aku tersenyum sedih dan tak terasa pelupuk mataku mulai berat karena cairan air mata ini.

 

“ Sehun, maafkan aku! “

 

Pertahananku akhirnya runtuh, satu persatu buliran air mata turun bebas membasahi. Sehun tersenyum lembut sembari menatapku, Perasaan khawatir terpancar jelas dari raut wajahnya yang selalu datar dan dingin. Namun kali ini semua itu sirna atau mungkin lenyap begitu saja.

 

“ Sarang, janganlah menangis! tetaplah disini dan biarkan aku untuk terus melindungimu ! “ Pinta Sehun lembut.

 

Aku hanya tersenyum lemah sembari menggangguk.

 

“ Dan biarkan aku membersihkan bekas jejaknya olehku, apakah kau mau ? “

 

 

Aku tersenyum dan menggangguk lagi, perlahan namun pasti Sehun mendekatkan wajahnya kepadaku. Sama rasanya ketika Jongin akan melakukan hal itu, perlahan namun pasti hingga akhirnya ….

 

 

 

CUP …

 

 

Sehun membersihkan bekas Jongin di bibirku untuk selamanya dan seterusnya.

 

 

 

“ Jangan pernah fikirkan seseorang melainkan aku. Cukup hanya aku seorang yang mengisi setiap relung hatimu selamanya dan seterusnya …… “

 

<<< END >>>

 

Masih ada yang inget aku ga? aku hiatus lama soalnya 😦 . Hpku rusak, laptopku gaada modemnya gaada internet wah sudah habislah hidupku liat exo di hp milik mama tercinta hehe.

Semoga semua suka karyaku ini ….. salam bulat O_O

 

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] War of Kiss (Drabble)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s