[EXOFFI FREELANCE] Just a Cover (Chapter 1)

poster-2

 

JUST A COVER (Chapter 1)

 

Author                  : Cyntia Ruspita (@Cyntia_Ruspita)

Length                  : Chaptered

Genre                   : Romance, Marriage life, Angst/Hurt, Family

Rating                   : PG-15

Main Cast            :

  • Jung Soo Jung
  • Kim Jongin

Additional Cast:

  • Park Jiyeon
  • Kang Minhyuk
  • Kim Myungsoo
  • Others

Disclaimer      : FF ini sebelumnya dpublish di http://www.kaistalffindonesia.wordpress.com , bisa di cek di sana. Aku juga publish di akun wattpadku @cyntiaruspita. Dan ini merupakan fanfiction pertamaku, dan real dari pemikiran dan jerih payah sendiri. Please dont plagiat! So enjoy it!

JUST A COVER

Langit sudah siap menunjukkan warnanya. Sang mentari juga telah bersedia menunjukkan sinarnya. Burung – burung yang jumlahnya tak bisa dihitung dengan jari berhenti berkicau. Deru kendaraan-kendaraan sudah mulai terdengar. Membuat seorang gadis terbangun dari tidur lelapnya. Sejujurnya, bukan karena deru kendaraan yang membuatnya terbangun, namun karena sinar matahari yang selalu menerobos tirai serambunya. Membuat matanya yang terpejam, harus terkejap – kejap pelan. Setelah matanya benar- benar terbuka, tatapannya tertuju pada jam weker berdesign klasik di meja sebelah kiri ranjang empuknya. Pukul 08:20. Sudah saatnya ia bangun. Satu hal yang selalu ia lakukan setelah bangun tidur, yaitu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

Jung Soojung, sudah meletakkan ponsel canggihnya itu di telinga kanannya menunggu jawaban dari orang yang ia hubungi.

” Halo.” Sapanya begitu terdengar suara bip di seberang sana.

“Soojung apa kau baru bangun? Kenapa jam segini baru telepon?” Omel orang yang dihubungi.

“Hehe maaf bi, aku bangun kesiangan hari ini. Ehmm apa Ibu sudah bangun?” Tanya Soojung antusias.

” Nyonya sudah berangkat.” Jawab Bibi Yoon, orang yang dihubungi SooJung.

” Ah.. nampaknya aku benar – benar kesiangan. Soojung tertawa kecil.

Bibi Yoon menanyakan mengapa Soojung bisa bangun kesiangan, dan dengan sigap Soojung menyatakan bahwa semalam ia harus lembur di kantor, sehingga mengharuskannya tidur larut malam.

” Lain kali jangan tidur larut malam seperti itu. Tak baik untuk kesehatan.” Bibi Yoon memberikan nasehatnya.

” Iya bi.. iya..” Jawab Soojung.

” Ya sudah kalau begitu aku sudahi ya. Aku mau mandi dan segera berangkat menuju butik dan kantor.” Tambah Soojung, untuk memberitahu Bibi Yoon tentang aktivitasnya.

” Baik . Jaga diri baik – baik Soojungah.” Ucap Bibi Yoon lembut.

” Oke bos. Hehe.”

Kurang lebih seperti itulah yang selalu dilakukan oleh Soojung setiap bangun tidur. Memang tidak setiap hari tapi Soojung lumayan sering menelepon Bibi Yoon untuk menanyakan tentang Ibunya. Hal ini dikarenakan Soojung tak tinggal dengan Ibunya. Ia tinggal di sebuah apartemen.

Mungkin kita harus mengenal gadis berusia 23 tahun ini sebelum mengetahui tentang kisahnya.

Jung Soojung atau yang lebih dikenal dengan Krystal Jung , seorang Designer muda yang penuh kharisma. Dia merupakan lulusan dari Seoul Fashion&Design College. Ia memang bukan lulusan dari Paris atau New York tapi ia bisa membuat decak kagum siapapun yang melihat baju rancangannya. Gadis yang selalu membiarkan rambutnya tetap terurai panjang ini memiliki butik yang didirikannya sendiri, ia menamai butiknya “Krystal’s House”. Selain bekerja di butiknya Soojung ikut ambil menjadi CEO di perusahaan penerbitan majalah milik Ibunya ” Jung’s Magazine.” Dimana perbulannya perusahaan itu akan menerbitkan majalah fashion terbaru. Dan yang pasti Jung’s Magazine ini memiliki penggemar yang luar biasa banyak.

Bukan hanya di Korea tapi juga menembus pasar Internasional. Jika bertanya darimana bakat Soojung berasal, mungkin tak akan lepas dari Ibunya, Nyonya Jung Yoon Hee. Ia merintis bisnis fashionnya dengan susah payah. Berawal dari profesinya yaitu penjahit baju di salah satu pabrik dari butik kenamaan di ibukota, lama kelamaan bakat fashionnya terasah. Hingga akhirnya ia mendirikan butik kecil – kecilan dan pada akhirnya pula ia mendirikan ‘Jung’s Magazine.’

Kehidupan Soojung memang tampak bahagia dan mewah , tapi itu hanya mantelnya saja. Dibalik sosoknya yang dingin tersimpan kesedihan yang dalam dihatinya. Dia mana ia tahu bahwa Ibunya, Nyonya Jung tak pernah menyayanginya dengan sepenuh hati layaknya Ibu kepada anaknya.

Flashback

“Apakah mereka akan menyita semua harta yang kita miliki ini ,suamiku?” . Tanya Nyonya Jung sambil terus sibuk berkemas.

“Bukan cuma itu,aku khawatir mereka juga melukaimu dan anak kita,Sooyeon. Makanya cepat kemasi semuanya dan pergi dari sini.” Tegas Tuan Jung.

Sooyeon yang waktu itu berusia 5 tahun hanya bisa mendengar kata perkata yang diungkapkan oleh kedua orang tuanya ini.

“Sooyeon apa yang kau lakukan? Jangan diam saja, cepat kemasi barang-barangmu sebelum mereka datang.” Suruh sang Ayah.

Sooyeon lalu mengemasi baju dan semua barang miliknya.

Namun sebelum mereka selesai merapikan semua yang mereka miliki, para penagih utang atau lebih tepatnya para debt collector itu sudah datang, tidak hanya 1 atau 2 orang tapi sekitar 7 orang. Dengan setelan baju hitam-hitam dan otot kekar mereka masuk dengan mendobrak pintu.

“Cepat bawa mereka keluar dari rumah ini, dan bawa semua benda yang ada dirumah ini! Jangan sampai ada yang tersisa!” Ucap salah satu diantara mereka.

Yang lainnya pun menuruti apa yang atasannya katakan,segera mereka mengambil barang- barang mewah tersebut dan membawanya kedalam truk yang sudah di persiapkan untuk mengangkut barang tersebut.

“Apa apaan ini! Hentikan aku bilang hentikan!!!” Teriak Nyonya Jung

“Oh,,kau istri nya?,kau cantik juga eoh??” Goda si pimpinan yang tadi menyuruh mengemasi barang-barang keluarga Kim.

“Jangan sentuh istriku! Jika kau berani menyentuhnya maka aku tak segan-segan menghabisimu.” Tuan Jung angkat bicara

“Hahahaha,,,apa? Menghabisiku? Kau yang menghabisiku atau aku yang menghabisimu?” Tantangnya.

“Kau tahu, semua rumah mewahmu dan isinya pun tidak akan pernah cukup untuk membayar hutang-hutangmu ini!” Jelasnya lagi.

Tak segan-segan sang atasan iu merangkul Nyonya Jung tanpa permisi.

“Hei, Lepaskan aku!” Jerit Nyonya Jung .

“Tidak akan Nona cantik.” Ucap nya sambil mencolek dagu Nyonya Jung.

Jangan salah ,Tuan Jung dan Nyonya Jung baru saja menikah 6 tahun yang lalu dan dikaruniai Jung Soo Yeon yang saat ini masih kecil. Tuan Jung menikah di usia 28 tahun dan nyonya Jung 24 tahun.

“Berikan istrimu padaku ,maka aku anggap hutang mu lunas ,bagaimana?” Tawarnya.

” Tidak akan!!!” Teriak Tuan Jung.

Tanpa aba-aba Tuan Jung langsung memberikan pukulan keras tepat diwajah si pimpinan brengsek itu. Si pimpinan pun membalas. Namun apa daya Tuan Jung harus mengakhiri hidupnya karena tusukan pisau di perut dan bahunya. Tuan Jung dikalahkan oleh beberapa debt collector. Bahkan setelah membunuh Tuan jung ,mereka menjagal anaknya Sooyeon.

Sooyeon meronta,menangis minta dilepaskan.

Bisa kalian bayangkan bagaimana perasaan seorang anak berusia 5 tahun yang harus menyaksikan ayahnya dibunuh tepat didepan matanya. Apa yang bisa dilakukannya?

Nyonya Jung tidak tinggal diam. Ia merasa dilecehkan. Ia mencoba melawan, namun apa daya, ia tidak bisa.

” Lihat anakmu,kau kasian bukan. Aku bisa saja membunuhnya hanya dengan sebuah pisau yang ada ditanganku,tapi aku masih mau berbaik hati. Aku akan melepaskanmu dan anakmu asalkan kau mau melayaniku, ahh tidak bukan aku saja tapi kita semua, bagaimana? Ha?”

“Cihh..Aku tidak sudi!!” Nyonya Jung meludahi pria tersebut.

Karna tidak terima diludahi, salah satu dari mereka menusukkan pisau ke perut Sooyeon, ya ke perut Sooyeon!

“Ibu!” Rintih Sooyeon.

“Sooyeon,,” Nyonya Jung hanya bisa berteriak sekeras yang ia bisa. Sooyeon menyusul ayahnya tepat pada hari itu juga.

Tersisa Nyonya Jung sekarang. Ia tak luput dari aksi keji pria- pria brengsek itu. Ia diperkosa oleh mereka, mereka semuanya. Bisa kalian bayangkan sendiri seperti apa keadaan Nyonya Jung.

******************************

Karena Soojung tak pernah diinginkan kehadirannya. Karena Soojung anak dari perbuatan keji itu. Dan dari lahir sampai sekarang ia dibenci oleh Ibunya sendiri, memberikan luka tersendiri untuk Soojung. Ia membutuhkan kasih sayang dari seorang Ibu. Seperti yang dimiliki oleh anak-anak lain. Soojung selalu berusaha menuruti apa yang ibunya perintahkan. Itu semua agar Ibunya tak membencinya.

Jauh dari dalam hati kecil Soojung, Soojung tak berniat sama sekali menjadi seorang perancang busana seperti sekarang. Cita- citanya dari kecil adalah menjadi seorang guru Taman Kanak-kanak. Ia menyukai anak kecil. Setiap ia melihat seorang bocah berlarian dengan raut wajah ceria dan riang, ia selalu ingin bermain bersama mereka. Karena anak-anak kecil lah yang mengingatkan Soojung akan masa kecilnya yang tak pernah bahagia. Ia tak mau melihat ada seorang anak kecil bersedih dan murung ketika anak yang lain sedang bermain. Karena itu mirip sekali dengan dirinya dulu. Yang selalu menyendiri,tak punya teman karena keadaan.

Tapi apa daya, Soojung ingin Ibunya tak membencinya. Sekarang saja saat Soojung sudah menjadi Designer seperti yang Ibunya inginkan, ia masih dibenci.

******************************

“Terimakasih atas kesediaan anda dalam pembangunan proyek besar ini.”

“Sama-sama. Saya yakin bekerjasama dengan anda tidak akan pernah ada ruginya. Dan jujur saja, saya sangat kagum pada anda. Karena diusia muda, sudah bisa menjadi pimpinan perusahaan besar milik keluarga anda. Tuan Kim pasti bangga mempunyai anak seperti anda, nak Jongin.”

“Saya juga akan bangga jika memiliki ayah seperti anda Tuan Lee. Terimakasih atas pujiannya.”

“Aku memuji dengan tulus. Baiklah aku permisi dulu. Semoga proyek kita sukses.”

“Baik. Hati-hati di jalan.”

Kim Jongin, pengusaha muda dari Jaehan Grup ini benar-benar luar biasa. Dikaruniai wajah tampan dengan kulit sedikit gelap, kecerdasan yang luar biasa menjadi idola dari para karyawan wanita di kantornya.

Anak kedua dari Kim Jaehan dan Lee Jisoo ini berhasil memimpin perusahaan kebanggaan keluarga yang bergerak dalam bidang properti. “Jaehan Grup” berhasil menciptakan bangunan-bangunan yang luar biasa di Korea Selatan dan beberapa negara lain seperti Jepang dan Hongkong.

Drttt..drtttt…

Sebuah panggilan masuk terulis di layar smartphone Jongin.

“Halo, Ayah?”

“Bagaimana rencana kerjasamamu dengan Daegu Company?” Tanya Tuan Kim langsung.

“Seperti biasa, aku selalu berhasil. Tidak usah khawatir.”

“Aku tidak khawatir, hanya memastikan saja.”

Terdengar suara batuk di ujung sana. Tuan Kim memang sudah memasuki usia renta, untuk itulah ia menyerahkan semua urusan perusahan pada anak bungsunya.

Kakak Jongin Kim Hyoyeon, ia sedang menekuni kuliah kedokterannya di Jerman dan sama sekali tidak tertarik dengan dunia bisnis.

“Ayah sudah diperiksa dokter? Sudah minum obat?” Tanya Jongin begitu mendengar ayahnya terbatuk.

“Tidak perlu mencemaskanku , aku ini masih sangat sehat.”

“Aku pasti khawatir, karena aku sangat menyayangi Ayah.”

“Aku juga menyayangimu .Untuk itu jangan kecewakan Ayah.” Pinta Tuan Kim.

“Tentu aku tidak akan mengecewakan. Tidak akan pernah.” Ucap Jongin bangga.

“Kalau begitu aku tutup dulu teleponnya.”

“Baik Ayah.”.

Tuuut…

Percakapan antara Jongin dan Ayahnya terputus.

Jongin melirik jam tangan mahalnya yang terpasang di tangan kiri. Waktu menunjukkan pukul 11:30.

“Kenapa jam segini aku sudah lapar? Tidak seperti biasanya.” Batin Jongin.

Daripada pergi ke Restoran yang ada di kantornya,ia lebih memilih meneruskan pekerjaannya di depan laptopnya sambil menunggu jam makan siang.Ia tidak enak dengan karyawan lainnya,jika ia makan siang terlebih dahulu.

******************************

Soojung sengaja datang siang hari ini. Karena ia mampir terlebih dulu di butiknya. Setelah itu ia bergegas ke kantornya. “Jung’s Magazine” memiliki dua kantor. Kantor pertama dipimpin langsung oleh Nyonya Jung dan kantor kedua di pimpin oleh Soojung. Tetapi Nyonya Jung sebagai Direktur Utamanya.

Sesampai Soojung dikantor, ia disambut para karyawan yang juga tak kalah stylishnya dengan Soojung. Dengan mengendari mobil mewah keluaran terbaru Hyundai berwarna putih,yang baru saja ia beli 2 bulan lalu, Soojung membuat iri semua orang. Kemeja putih dan celana hitam yang terlihat chic di badannya,dan juga tas berwarna monokrom, sepatu hitam, tak lupa jam tangan berwarna hitam juga. Soojung berjalan menuju ruangannya, para karyawan sudah berbaris sepanjang ruangan dan membungkukan badannya ketika ia melewati mereka.

Sedikit terlepas dari sifatnya yang rapuh didalam, Soojung memiliki watak yang dingin dan sedikit angkuh, sehinnga para karyawannya pun sedikit takut dengannya. Soojung tak pernah bermaksud bersikap seperti itu, tapi entahlah sifat itu datang dengan sendirinya.

Dengan anggunnya Soojung berjalan di depan para karyawan-karyawannya itu, mata Soojung melirik sedikit kejanggalan. Ia berhenti didepan salah satu karyawannya yang bekerja dibidang editing. Menatap sepatu berwarna kuning yang dipakainya.

“Kau tahu,lebih baik kau memakai sepatu berwarna tidak terlalu mencolok seperti itu. Aku suka dengan designnya, hanya saja tidak pas dengan padu padan bajumu. Hyeri,ambilkan sepatu putih yang terdapat pita di sisi kanannya ,lalu berikan padanya.” Suruh Soojung pada salah satu karyawannya.

Hyeri dulunya adalah teman Sekolah Dasar Soojung dan sekarang bekerja pada Soojung. Jadi ia paham betul akan sifatnya. Soojung tidak seperti yang terlihat itulah yang disimpulkan Hyeri dalam benaknya.

“Baik.” Jawab Hyeri dengan sopan.

“Lepas dan simpan sepatumu, lalu ganti dengan sepatu yang aku sarankan. Kau akan terlihat anggun, Taerin.” Ucap nya begitu melihat name tag bertuliskan Han Taerin.

“Baik nona, terimakasih atas kepedulian anda.” Ucap Taerin dengan senyuman.

Terbukti Soojung memang dingin dari luar tapi selalu peduli terhadap orang lain.

“Untuk semua saja,aku tidak ingin kalian berpenampilan yang salah seperti ini. Jadi kumohon ketika hendak memakai sesuatu fikirkanlah. Jika tidak bisa,aku tetap tidak mau tau bagaimanapun kalian harus tetap terlihat stylish. Kalian mengerti?” Tegas Soojung.

“Mengerti Nona.” Jawab serentak para karyawan.

Satu lagi sifat Soojung yang harus kalian ketahui ,dia sangat perfeksionis. Sifat ini bisa jadi menurun dari Ibunya.

Soojung memasuki ruangannya. Ia menghela nafas begitu mengetahui tumpukan kertas yang harus ia kerjakan.

Sebentar lagi Soojung akan menerbitkan majalah edisi terbaru,dan masih sekitar 40 % yang baru saja ia selesaikan. Entahlah akhir akhir ini ia merasa lelah. Belum lagi ia juga harus terus merancang baju ,untuk butiknya dan untuk fashion show yang akan diadakan 2 bulan lagi .Tapi ia tidak akan menyerah. Ia ingin ibunya bangga padanya.

******************************

Dentang jarum jam semakin keras terdengar di indra pendengaran Jongin. Menandakan bahwa malam semakin larut. Para karyawannya sudah pulang menuju rumahnya masing masing. Karena memang sudah waktunya pulang. Berbeda dengan Jongin yang harus lembur malam ini,karena proyek terbarunya nanti. Hotel di kawasan Gwangju, itulah  proyek tersebut. Jongin berfikir proyek ini begitu menguntungkan.

Karena sudak tidak betah seharian menatap layar laptopnya, Jongin menyerah. Ia memilih melanjutkan kerja esok harinya. Ia pun bergegas pulang.

Di perjalanannya menuju rumah, Jongin merasa ngantuk sekali. Hampir saja ia menabrak pengendara sepeda motor yang ada di depannya.Ia harus istirahat, begitulah pikirnya.

Sesampainya Jongin dirumah megahnya, ia disambut oleh Ayah dan Ibunya di ruang tamu.

“Baru selesai lembur putraku? Kau terlihat lelah sekali,” Nyonya Kim menghampiri anak bungsunya tersebut.

“Proyek baru, pekerjaan baru Ibu, sungguh ini melelahkan.” Keluh Jongin pada ibunya.

Mendengar perkataan Jongin, Nyonya Kim menatap suaminya.

“Jongin istirahatlah, sebenarnya ada yang ingin Ayah sampaikan padamu, tapi melihat kondisimu seperti itu lebih baik kau tidur,besok baru aku akan menyampaikan hal tersebut.” Ujar Tuan Kim.

“Itu benar Ayah,aku tidak bisa menerima hal apapun saat ini.Aku lelah.”

“Kalau begitu cepat pergi ke kamar.” Pinta nyonya Kim

“Baiklah.” Jongin mengecup pipi Ibunya ,dan beranjak menuju kamarnya.

Blammm…

Terdengar pintu kamar Jongin tertutup.

“Apa kau yakin akan menyuruhnya melakukan hal itu?” Tanya nyonya Kim

“Aku yakin , aku tau mana yang terbaik untuk Jongin.”

“Sebenarnya aku tidak mau jika ada seorang anak haram masuk ke keluarga kita, tapi aku hormati keputusanmu. Yah,,apa yang bisa aku perbuat? Baiklah aku setuju, tapi aku tidak yakin bisa bersikap baik dengan anak itu.”

“Aku mengerti, mari kita tidur.” Ajak Tuan Kim.

.

.

.

.

.

Paginya, Jongin sudah kembali seperti biasanya. Setelah mandi, dan berhias diri ia menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama.

“Sini Jongin. Ibunya membuat kimbap favoritmu.”

“Ibu memang yang terbaik.”

Ayah Jongin duduk di tengah-tengah dan ibunya. Terlihat secangkir kopi di depannya.

Merekapun sibuk menikmati makanan mereka.

Selang beberapa menit,perkatan ayahnya hampir saja membuat Jongin tersedak.

“Jongin, Ayah memutuskan bahwa kau akan menikah dengan wanita pilihan Ayah. Kau harus menurutinya.” Kalimat tersebut membuat Jongin terdiam untuk mencoba mencerna ucapan dari orang yang paling dihormatinya ini.

“Aku bisa mencari pasanganku sendiri.” Elak Jongin dengan nada tenang.

” Ayah mohon padamu. Kau akan menikah dengan putri Nyonya Jung, Krystal Jung. Designer Krystal House dan CEO Jungs Magazine.”

“Siapapun itu aku tidak mau dan tidak akan pernah.” Laki – laki itu masih bersikukuh menolak permintaan sang ayah. Keduanya, sama-sama keras kepala.

“Dia wanita muda yang sukses. Dia sangat luar biasa.” Puji Tuan Kim.

Dalam hati Nyonya Kim, Ibu Jongin membatin ‘apa hebatnya anak itu.’

“Aku tidak peduli Ayah, mau dia Designer atau apa, aku tidak mengenalnya. Jadi aku tidak akan menikah dengannya. Titik.” Sahut Jongin lalu bergegas berangkat menuju kantornya sebelum menyelesaikan sarapannya. Sementara  Nyonya Kim melirik tajam pada sang suami.

Jongin masuk ke dalam mobil dengan geram. Bisa-bisanya ayah yang sangat ia hormati meminta Jongin menikah dengan wanita yang Jongin sama sekali tidak kenal. Hal seperti itu tidak pernah ada di kamus seorang Kim Jongin.

“Aku menunggumu, Jiyeon.” Dan hanya itu yang bisa Jongin ucapkan dalam lubuk hatinya.

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

                To Be Continue…

*************************************************************************************

Hello guys.. How about my story? Comment please.. .. dan terimakasih telah bersedia membaca ff ini. See you in  the next chapter.

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s