[EXOFFI FREELACE] The Answer is You (Chapter 10)

untitled

Story be : ByunPelvis

Cast         : Kim Hyemi (oc) , Byun baekhyun, Oh Sehun.

Other cast    : Kim Minji (oc)  , Park Chaerin (oc)  , Park Chanyeol and member EXO lainya.

Genre : Sadness , Romance , Angst .

Rating : +13

Leght  :  Chapter

Disclaimer : ff ini murni buatan saya. Terinspirasi dari kehidupan nyata dan juga drama.^^  point’nya aku gak niru cerita author yang kemungkinan ada kesamaan alur,tokoh, atau tempat . Jika ada maafkanlah .

Chapter 10

Mobil audi silver milik Baekhyun terparkir rapi di halaman rumah keluarga Kim. Pria tampan itu keluar dari mobilnya. Diikiuti Hyemi yang juga turun dari mobil itu.

“masuklah.” ujar Baekhyun sedikit menunjukan senyumnya. Hyemi tau Baekhyun dalam mood buruk saat ini. Ia mengangguk tanpa berkata dan berbalik menuju pintu masuk. Baekhyun mengamati sampai Hyemi tak terlihat sosoknya. Pemuda itu memijit pangkal hidungnya karena merasakan pening.

“Baekhyun Oppa.”

Ia berbalik hendak masuk dalam mobilnya saat seseorang menyerukan namanya. Tak ia sadari disampingnya ada Minji yang berdiri tegak. Baekhyun membalas dengan tersenyum kaku.

“Minji-ya, kau baru pulang?” tanya pria itu untuk sekedar basa-basi. Minji mengangguk dengan wajah sedikit kusut. Gadis itu lelah karena terlalu lama menunggu bus, juga karena berjalan dari halte ke rumah yang jaraknya lumayan jauh.

”oppa, kenapa tadi meninggalkanku? bukanya kau sudah mengajakku pulang bersama tadi?”

Mendengar itu Baekhyun langsung menepuk keningnya. Bisa-bisanya ia melupakan Kim Minji yang tadi sudah membantunya. Otak Baekhyun terisi penuh oleh Hyemi dan juga Oh Sehun sehingga melupakan  gadis itu. Tadi saat Baekhyun berada di depan gerbang Jungwon SHS Minji lah yang mebantunya mencari Hyemi. Dan tentu saja untuk berterima kasih pria itu bermaksud mengajak Minji ikut serta untuk pulang. Tapi setelah melihat pemandangan panas Sehun dan Hyemi membuatnya melupakan Minji.

“astaga, maafkan aku Minji-ya. Aku tadi emm… lupa.” Ujar Baekhyun diselingi kekehan. Minji semakin menunjukan wajah murung, berharap Baekhyun semakin merasa bersalah.

“padahal aku menunggu, siapa tau oppa kembali. Kau memang pelupa ya? satu minggu yang lalu Oppa juga tak menepati janji untuk mentraktirku makan. Saat aku ulang tahun. ”

“Benarkah? Jeongmal mian. Aku janji besok tak akan lupa lagi. Dan soal ulang tahunmu minggu lalu, aku sebenarnya ingat tapi  aku memiliki urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Kau mau memaafkanku kan? Minji-ya?”

Baekhyun menunggu jawaban Minji, gadis itu diam memikirkan sesuatu. Ia memiliki rencana bagus untuk bisa bersama Baekhyun.

“Baiklah. Tapi bolehkah aku meminta sesuatu? “

“tentu saja. apa kau mau hadiah?”

Mata Minji berbinar, sepertinya usahanya kali ini akan berhasil.

“Baekhyun Oppa, aku ingin kau menemaniku ke pesta kelulusan nanti. Bolehkah?” tanya Minji dengan penuh semangat. Baekhyun sempat diam dan memikirkan hal lain. Melihat wajah memohon Minji membuatnya tak enak untuk menolak. Lagipula ia juga telah bersalah karena mengabaikan gadis itu hari ini.Dan juga hitung-hitung sebagai pengganti hadiah ulang tahun untuk Minji.

“e-eoh, pesta kelulusan? Disekolahmu?”

“ya, ini dihadiri untuk siswa kelas 3 dan kami bebas membawa pasangan.” Ujar Minji dengan senyum senang, ia yakin pasti Baekhyun akan setuju.

Dalam hati Baekhyun bertanya mengapa Hyemi tak menceritakan hal itu. Mungkinkah Hyemi tak berniat mengajaknya?

“Oppa, tidak bisa ya?”

“eoh, ya kurasa aku memiliki waktu untuk menemanimu.” Ucap Baekhyun membuat Minji berteriak keras dalam hatinya. Rencananyanya berhasil untuk menggandeng pria yang disukainya. Baekhyun berusaha tersenyum pada gadis dihadapannya itu.

“terimaksih Oppa. ”

“eum”

“oppa tak ingin masuk?” tawar Minji.

“aku harus pulang sekarang, lain kali saja.” balas Baekhyun menolaknya dengan sopan. Minji mengangguk mengerti.

“kalau begitu aku masuk, sampai bertemu besok oppa.”

Minji melambaikan tangannya dan dibalas oleh Baekhyun. Pria itu masuk kedalam mobilnya dan menjalankannya segera. Dalam perjalanan ia terus berfikir, lagi-lagi Hyemi membuatnya kecewa. Jika Minji mengajaknya lalu Hyemi dengan siapa? Baekhyun terus berfikir kemungkinan kecil yang bersama Hyemi nanti adalah pria lain.

.

.

Hyemi menikmati makan malamnya tak berselera. Perutnya terasa kenyang hanya dengan mendengar Minji bercelotet tentang banyak hal. Memangnya ini tempat merumpi? Begitulah fikirnya.

Hari ini ayahnya tak pergi keluar kota seperti biasanya. Jika tidak di paksa oleh bibi-nya ia tak akan sudi berada disana bersama orang-orang memuakan.

“Hyemi-ya.setelah lulus kau ingin mendaftar  di universitas mana?” tanya ayahnya tiba-tiba .

“entahlah.” Jawab Hyemi masih fokus pada makanannya.

“appa , aku berencana untuk melanjutkan ke Seoul University. Planingku untuk melanjutkan ke luar negri batal saja.” ujar Minji yang duduk dihadapan Hyemi. Perkataannya mendapat tatapan tajam dari Hyemi. Harapannya untuk jauh dari Minji pupus sudah.

“benarkah? Baiklah. Ada baiknya jika kau di sini saja. eomma tak bisa jauh darimu.” Sahut sang ibu. Sunggub Hyemi merasa orang asing disana. Ia meletakan sumpitnya sedikit kasar.

“kalau begitu aku saja yang ke luar negri.”

“jangan asal bicara Hyemi-ya. Fikirkan lagi dengan matang.” Ujar Tuan.Kim .  Hyemi hanya bisa menympah dalam hati. Ayahnya hanya selalu menuruti kata Minji saja. Sejauh apa keinginan yang diajukan olehnya selalu tak dipenuhi.

Hyemi bangkit dariduduknya dan meninggalkan ruang makan, mengabaikan panggilan yang menyerukan namanya berulangkali..

“dia selalu seperti itu. Sangat tidak sopan.” Ujar Tuan.Kim.

“sudahlah Yeobo. Aku akan berusaha membujuknya.”

Istrinya menenangkan amarahnya. Sedangkan Minji  tersenyum tipis, ada kepuasan tersendiri dalam hatinya karena Hyemi terdepak.

.

.

.

Hyemi masuk ke mini market. Gadis itu mengambil satu cup ramen, membayarnya lalu menyedunya. Rasanya memakan makanan rumah membuatnya mual.

Ia membuka sumpit dan mengaduk ramen yang sudah lumayan matang. Asap panas mengepul dari cup itu tapi hyemi tetap saja melahap tanpa memikirkan lidahnya akan melepuh nantinya.

Bahkan rasa panaspun tak terasa baginya malah hatinya yang terasa terbakar.

“makan ramen tanpa kimci itu hambar.”

“uhukk”

Hyemi tersedak saat tiba-tiba  seseorang  menyodorkan kimci padanya.Gadis itu menoleh dan menemukan Sehun sudah duduk disampingnya, tentu saja dengan membawa satu cup ramen sama sepertinya.

Hyemi menghembuskan nafasnya dan hendak beranjak, namun Sehun menariknya hingga terduduk kembali.

“ya ramenmu belum habis kan? kenapa buru-buru sekali?”

“kenapa kau selalu muncul?”

Hyemi malah menjawab pertanyaan Sehun dengan pertanyaan. Gadis itu melirik Sehun yang dengan lahapnya menyeruput ramen. Seperti hal nya orang yang super lapar.

“karena aku selalu mengikutimu.” Ucap pria disampingnya dengan mulut penuh makanan.

“apa?”

“Ckk kau tidak faham juga ya?.Aku keluar hanya untuk mengawasimu.” Terang Sehun. Ya, pria itu sebenarnya niat mengunjungi rumah Hyemi walau hanya berdiri di halaman. Dan kebetulan sekali tadi Hyemi keluar rumah, jadi ia mengikutinya.

“kau sudah gila.” ujar gadis itu yang malah membuat Sehun menunjukan cengiran. Sedetik kemudian Hyemi mengingat sesuatu yang membuatnya gugup. Sesuatu saat di sekolah tadi siang.

“ya ya mie-nya sudah sangat mengembang.”

Hyemi berusaha mengontrol kegugupannya. Sebisa mungkin ia menghindari tatapan Sehun. Mereka berdua sama-sama sibuk menyantap ramen.

“soal tadi siang. Aku benar-benar serius.” Tutur Sehun setelah lebih dari sepuluh menit menyimpan kata di pangkal lidahnya. Ucapan pria itu membuat Hyemi sedikit geram.

“kau bukan orang yang serius Sehun-ssi.”

“haiss kau-.., Y-ya tapi aku tak meminta jawaban langsung darimu Hyemi-ssi.”

“memang aku tak berniat untuk membalas perasaanmu itu.” ujar Hyemi yang membuat dada Sehun terasa sesak. Gadis itu tak sadar jika pria disampingnya melirik dengan tatapan penuh harap. Walau ia memang tak menginginkan balasan langsung dari Hyemi, tapi sebenarnya ada keinginan kecil untuk Hyemi menerima perasaannya.

“aku-“

“pergi saja jika kau mau meneruskan perbincangan ini.!”

Sehun melongo karna arti ucapan Hyemi tak lain ialah mengusirnya. Tapi meskipun Hyemi berteriak menyuruhnya pergi , Sehun tak akan menurut.

“Hyemi-ssi . sepertinya kau sedang memiliki masalah. Bagaimana jika kita minum?” tawar Sehun. Hyemi berhenti menyumpit ramennya. Otaknya sedang  menimbang ajakan Sehun.

.

.

.

Sehun dan juga Hyemi berpindah tempat di sebuah kedai pinggir jalan. Tempat itu termasuk bar kecil dan kebanyakan orang yang datang hanya untuk minum, sama seperti keduanya . Tak tanggung-tanggung, kini Hyemi sudah habis 3 botol soju. Sungguh melebihi porsi biasanya.

Sehun menatap priahatin saat Hyemi mencoba menuang botol yang sudah habis isinya. Padahal Sehun pun menghabiskan dua botol, namun dirinya belum terlalu mabuk. Ia baru tau jika Hyemi payah soal minum.Hyemi terlihat kesal dan menoleh ke pantri penjual.

“immo! 1 botol lagi! Jusey-“

“ahh tidak immo. Sudah cukup.”

“diam kau!”

Sehun menurunkan tangan Hyemi yang terangkat memegang botol. Pria itu kembali menggeleng heran karena Hyemi berusaha merebut botol miliknya.

“ya! Ya! Kim Hyemi hentikan! Kau sudah sangat mabuk.” Halang Sehun. Ia terlihat kualahan menahan tangan Hyemi.

“brengsek… kau jangan menghalangiku dasar bodoh.” Marahnya pada Sehun. Pipi dan hidung Hyemi sudah semerah tomat. Benar-benar terlihat mabuk.

“Ya! duduklah!”

Bukannya duduk kini Hyemi malah memukul kepala Sehun dengan tangannya, cukup keras hingga pria di hadapannya meringis kesakitan.

“ya Kim Hyemi bagaimana jika aku amnesia hah?” Sehun berkata kesal namun tak digubris Hyemi.

“kau sama seja dengan mereka.Kalian ingin menyingkirkanku kan? ha ha dasar rubah.Ya, kenapa kalian selalu membuat hatiku sakit? Huh? Sial!” racau Hyemi. Bahkan gadis itu menggebrak meja cukup keras.  Sehun berdiri dan menunduk minta maaf pada para  pengunjung yang memandang keduanya dengan tatapan maca-macam.

“ayo pulang!”

“aku sendiri , mereka tak peduli padaku maupun eomma. Aku, Kim Hyemi sudah mati. Eoh? Aku hidup hanya menjadi sampah saja.”- Hyemi kini terisak, ia terus meracau sembari menangis. Sehun tak bisa memberi masukan karena pasti hanya akan sia-sia bicara pada orang mabuk.

“ katakan bagaimana aku bisa bebas dari rasa sakit itu?. Sehun-ssi jangan diam saja!”

Sehun kini sudah tidak tahan lagi. Ia mengambil lembaran uang dan meninggalkannya di atas meja. Tangannya meraih tubuh Hyemi , pria itu langsung menggendongnya di belakang tubuh.

“ya, eodiga? Turunkan aku bodoh!.”

“diam!”

Beruntunglah Hyemi memiliki tubuh kecil. Ia tak harus kesusahan membawanya sampai mobil. Sehun baru merasakan kepalanya pusing , ia duduk dikursi kemudi dan menjalankan mobil. Di jalan ia berfikir. Tidak mungkin dirinya mengantar Hyemi pulang kerumah gadis itu. Bisa-bisa Hyemi dan dirinya kena marah, bahkan mungkin dituduh yang tidak-tidak.

“baiklah, aku akan membawanya ke apartement saja.”

.

.

.

Baekhyun memasuki apartement mewahnya dengan langkah gontai. Hari ini ia cukup dilelahkan dengan tugas kuliah yang menumpuk. Apa lagi ia mahasiswa pindahan dan harus menyesuaikan materi dosen barunya. Pria bermarga Byun itu kembali diingatkan dengan kejadian siang tadi, dimana Sehun memojokan Hyemi. Bahkan ia sempat melihat dari kejauhan jika Sehun seperti mencium gadis tersayangnya.

“tidak. Itu tidak mungin.”

Otaknya melawan, Baekhyun yakin Hyemi tak akan bisa diperlakukan selancang itu. Apalagi Sehun bukan siapa-siapa, sungguh berbeda dengan dirinya yang sudah mengenal Hyemi sejak kecil.

Sekilas pembicaraannya dengan Minji diingatnya. Dimana saat Minji menceritakan Hyemi yang anti social di sekolah. kabarnya sampai lulus yang menjadi teman Hyemi hanyalah Park Chaerin adik temannya.

“perubahan sikapmu sangat jauh Hyemi-ya.”

Memikirkan Hyemi, kini Baekhyun jadi merindukan gadis itu. Tangannya mengaktifkan layar ponsel, mengamati foto Hyemi yang menjadi walpaper ponselnya. Walau di foto itu Hyemi terlihat datar namun mampu membuatnya tersenyum. Susah payah ia memotret Hyemi, oh sebenarnya malah mengambil gambar secara diam-diam.

“ah iya. Kira-kira dengan siapa dia ke pesta kelulusan?. Haah kuharap tidak dengan pria itu.” .

Baekhyun menjadi resah meikirkan hal itu. Harusnya ia tadi menolak ajakan Minji untuk menemani ke pesta. Namun harus bagaimana lagi? Pria itu sudah berjanji akan menuruti apa permintaan Minji sebagai permintaan maaf. Baekhyun memejamkan mata setelah berbaring di ranjang empuknya. Ia tak peduli dengan pakaian yang belum digantinya seharian ini.

.

.

.

Hyemi POV

Aku membuka mata saat cahaya matahari serasa menyengat. Entah mengapa sekarang perutku terasa mual. Aku menyibak selimut tebal yang membungkus tubuhku dan duduk. Sejenak kuamati ruangan yang kelihatannya sangat asing. Aku terus meyapu pandangan, hingga berakhir di dinding sebelah kanan. Aku kaget seketika saat melihat poster besar bergambarkan seseorang.

Tidak, itu bukanlah gambar horor atau semacamnya. Yang terpampang disana adah foto ‘Oh Sehun’. Aku memutar otakku, memikirkan apa yang telah terjadi. Aku mencium bau bajuku.

“akhh sepertinya aku mabuk berat”.

Aku mengacak rambutku, maldo andwe. Aku menyesal karena mengikuti ajakan pria itu untuk minum. Tapi ini juga kesalahanku karena tak mengatur seberapa banyak bir yang ku minum.

Aku beranjak, memakai sepatuku dan berjalan menuju pintu. Harum masakan langsung menyambut saat aku membuka pintu kamar. Sial, pasti itu Sehun. Dengan sangat terpaksa aku menghampirinya yang terlihat sibuk dengan seperangkat alat masak. Daebak, aku baru tau pria semacam dia bisa memasak.

“ekmm”. Sengaja aku membuat suara agar dia menoleh. Dan benar saja, sehun langsung tersenyum lebar saat melihatku.  Pria itu mematikan kompor dan melepas apron imut yang tepasang di tubuhnya.

“kau sudah bangun? Duduklah. Kita sarapan.”

“Sehun-ssi-“

“aku membuatkanmu lemon tea. Baik untuk menghilangkan rasa  mual.”

“terimakasih, tapi aku harus pulang.”

Kulihat ia mendesah kesal. Tanganku ditarik olehnya hingga terduduk di kursi. Kini Sehun lebih terlihat seperti orang tua yang menyuruh anaknya untuk makan. Dengan gerakan kasar ia meletakan mangkuk nasi dan juga sumpit di hadapanku.

“makanlah dulu. Jangan khawatir soal rumah. Aku sudah mengabari orang dirumahmu.”

“APA?”

Sehun menyuapkan nasi kemulutnya. Mengiraukan aku yang menatapnya dengan tatapan syok.

“Tidak usah melotot begitu Hyemi-ssi.Aku mengirim pesan dan mengaku sebagai teman wanitamu.”

Aku sedikit lega mendengarnya. Jika saja Sehun tidak secerdas itu mungkin aku akan di adili oleh appa. hei mengapa aku harus setakut itu?. sudahlah, bagus jika aku tak pulang toh meraka tak akan berusaha mencariku.

Aku menyantap sarapan buatan Sehun. Aku merasa kalah sebagai wanita dan aku merasa bersalah pada Sehun.

“Gomawo, Sehun-ssi.” lirihku dengan nada cukup cepat. Kulihat Sehun tersenyum, apa ia tak lelah melakukannya untukku?.

“lihat kan? aku membantumu lagi.”

“aku sudah berterimakasih tadi.”

“tidak gratis.”

Lagi? Huh pria ini sangat senang membuatku kesal.

“mwo?” tanyaku malas. Semoga saja ia tak memerintah atau meminta yang aneh-aneh.

“jadilah pasanganku saat pesta kelulusan nanti malam.”

.

.

.

Author POV

Disninilah keduanya, berakhir disebuah butik mewah di pusat kota Seoul. Hyemi hanya diam saat pelayan butik menyodorinya baju. Bukan hanya satu pakaian, namun sudah lebih dari 5 baju yang dicobanya.

“agassi, baju mana yang anda pilih?”

“terserah.”

Pelayan butik hanya bisa mengumpat dalam hatinya. Pelanggan dihadapannya itu sedikit menyebalkan karena tak merespon dengan jelas tawarannya.

Sehun yang duduk membaca macalah menggeleng heran. Kim Hyemi benar-benar tak bisa halus jadi wanita.

“chogiyo, ambil saja baju terbaik di butik ini. Paksa dia memakainya.” Perintah Sehun. Ucapannya membuat Hyemi melotot, bisa-bisanya ia diperlakukan seenaknya oleh Sehun.

“ini gaun rancangan baru. Kurasa akan sangat cocok dengan nona ini.” . si pelayan menunjukan baju cantik yang masih terpasang di manaquen. Hyemi menatap horor baju itu dan menggeleng keras.

“tidak! Aku tidak suka gaun putih.” Tolaknya untuk yang jesekian kalinya. Sial, Hyemi tak tau mengapa dirinya kini sepereti robot yang dikendalikan oleh Oh Sehun. Ia berdiri bodoh di tempat itu lantaran ajakan seorang pria yang sok jadi pahlawannya.

“aisss merepotkan.” Ucap Sehun. Pria itu bangkit dan mengambil asal baju di gantungan.

“mau tidak mau kau pakai gaun ini. Ini perintah.”

“ya kau-“

“cepatlah!”

Hyemi menghembuskan nafasnya dengan kasar. Dengan kesal ia merebut pakaian di tangan Sehun. Si pelayan hanya tersenyum hambar pada Sehun. Wanita berseragam itu tak habis fikir dengan Hyemi.

Sekitar setelahnya 5 menit gadis yang ditunggu sehun keluar dari kamar ganti. Sehun mengamati penampilan Hyemi saat ini tanpa berkedip. Gadis yang sebenarnya sangat manis itu terlihat cocok mengenakan dress soft blue pilihannya. Sehun mengangguk pada pelayan dan akan mengambil baju itu.

.

.

.

.

Baekhyun turun dari mobilnya setelah selesai memakirkannya di halaman rumah keluarga Kim. Pria itu sudah berpakaian sangat rapi. Terlihat dua kali lipat lebih tampan dengan balutan tuxedo formalnya. Baekhyun memiliki selera fashion tinggi untuk menghadiri acara seperti pesta kelulusan.

Kakinya semakin  memasuki beranda rumah yang cukup mewah itu. Belum sempat ia memencet intercrom yang ada di dekat pintu, kini pintu yang menjulang tinggi itu sudah terbuka lebih dulu. Dan muncul sosok gadis gantik disana.

“Oppa. Kau sudah datang?” tanya Minji berlagak bodoh. Tentu saja Baekhyun sudah datang, buktinya pria itu berdiri disana sekarang. Baekhyun tersenyum hangat seperti biasanya. Memandang penampilan Minji yang berbeda dari biasanya. Jujur saja Baekhyun terkagum dengan kecantikan Minji malam ini.

“ini sudah jam 7 malam. Bagaimana kalau kita langsung per-“

“Hyemi dimana?”

Ucapan Minji terpotong lantaran Baekhyun bertanya. Gadis itu memendekan senyumnya saat mendengar nama saudaranya.

“Hyemi? Dia tidak dirumah.”

“ahh dia sudah berangkat?”

“tidak. Semalam ia tidak pulang. Mungkin dia sedang main-main.” Terang Minji membuat Baekhyun mengerutkan dahi.

“kurasa Hyemi tak akan membuang waktu hanya untuk bermain. Apa terjadi sesuatu?” tanya Baekhyun penasaran. Minji mengeluh dalam hatinya karena saat ia hanya berdua dengan Baekhyun, yang selalu menjadi bahan bicaraan selalu saja Kim Hyemi.

“Hyemi memang seperti itu ,Oppa. Dia sering keluar malam dan tidak pulang. Aku yakin dia mengnap di rumah temannya. Park Chaerin mungkin.” . Minji mendapati reaksi resah Baekhyun kali ini. ia sedikit bisa lega karena setidaknya kebiasaan Hyemi tidak pulang cukup buruk.

Otak Baekhyun mendadak penuh lagi oleh nama Hyemi. Dirinya semakin merasa Hyemi berubah.

“Oppa. bisakah kita berangkat sekarang?”

“e-eoh? Ne, emm apa tuan dan ny. Kim ada?”

“ah tidak.  Mereka tadi siang pergi ke luar kota.”

Baekhyun mengangguk mengerti dan mengajak Minji menuju mobilnya. Sepertinya ia harus fokus pada hal lain. Hari ini ia akan menjadi pasangan pesta Minji dan ia harus mementingkannya.

Baekhyun menjalankan mobilnya setelah Minji selesai memakai save belt. Selama perjalanan Minji terus bercerita dan tak jarang Baekhyun tertawa.

Tak lama bagi keduanya sampai di Hyungwon High School. Baekhyun turun diikuti Minji, keduanya berjalan sejajar menuju tempat yang dijadiakan untuk pesta. Banyak pasang mata yang menatap keduanya dengan tatapan kagum. Minji tersenyum membalas teman-temannya, sayang ia tak bisa bergabung karena harus terus di samping Baekhyun. Minji tak mau Baekhyun terlepas dari genggamannya.

“kau bersamaku saja”

“Oppa. Jebalyeo. Biarkan aku bersama Kai di back stage. Ahh Oppa ini.” suara orang kesal tertangkap di telinga Baekhyun. Pemuda itu menoleh dan menemukan Park Canyeol sedang berdebat kecil dengan Park Chaerin yang note ban nya adalah si adik. Baekhyun berdehem, membuat dua bersaudara itu sadar kehadirannya.

“Chanyeol-ah”

“eoh Baekhyun-ah. wahh kau berada disini juga eoh? Dengan sia- NEO!” teriak Chanyeol tiba-tiba setelah matanya menangkap gadis yang menggandeng lengan Baekhyun. Tak kalah terkejutnya, kini Minji melotot melihat Chanyeol.

Chaerin dan Baekhyun menatap keduanya.

“kalian saling kenal?” tanya Baekhyun. Chaerin kini malah menatap Minji dengan tatapan tidak suka, tentu saja karena gadis dihadapannya itu adalah biang kesedihan Hyemi.

“eoh. Kami sering bertemu. Oppa, dia bahkan mengaku sebagai-“

“aha ha anyeong Minji-ssi. Wahh sudah cukup lama kita tidak bertemu eoh? Dia pernah menolongku.”ujar Chanyeol dengan senyum lebar. Pria tinggi itu sengaja memotong perkataan Minji agar kejadian saat di cafe tak terungkap.Chaerin menyikut lengan Oppanya, sepertinya sikap playboy saudaranya itu muncul. Bahaya saja karena yang ada disini adalah wanita rubah.

“menolong?”

“ya Baekhyun-ah bagaimana bisa kau kenal gadis ini?” Chanyeol semakin penasaran. Minji merasa kesal dan terus mengalihkan pandangan.

“Oppa ikut aku. kuberitahu kau sesuatu.” . Chaerin menyeret kakaknya pergi dari hadapan minji dan Baekhyun.

“oh Chanyeol-ah!”. Baekhyun menghentikan langkah Chanyeol dan juga Chaerin setelah jaraaknya cukup jauh.

“waeyo?”

“apa Hyemi menginap di rumahmu? Emm maksudku apa Hyemi bersama Chaerin malam ini?” tanya Baekhyun dengan telitinya. Ia mendapat gelengan keras dari Chanyeol, membuat kekhawatirannya bertambah.

“apa Hyemi tak dirumah? Aiss anak itu. Aku sudah lebih dari dua hari tak bersamanya.” Kini Chaerin yang terlihat khawatir. Adik Chanyeol itu tau Hyemi tak memiliki banyak teman. Jantung Baekhyun berdebar semakin cepat saat memikirkan Hyemi. Ia sangat takut terjadi sesuatu pada gadis itu.

“emm mungkin Hyemi menginap di tempat lain” ujar Hyemi menimpali pembicaraan setelah sekian menit diam. Chaerin memandang sinis dan mengumpat dalam hati.

“ya Kim Minji, kau tak pernah tau bagaimana Hyemi. Diam saja! ayo oopa.”  Ketus Chaerin, ia kembali menarik Chanyeol untuk pergi dari hadapan Baekhyun dan Minji.

Sementara dua insan itu sama-sama diam. Baekhyun masih memikirkan keberadaan Hyemi dan Minji mermandang kepergian Chaerin dengan tatapan kesal.

“Oppa ayo masuk!”

“n-ne. ooh ayo.”

Keduanya telah masuk dan bergabung dengan yang lain. Baekhyun terus berbincang bersama Minji dan juga teman gadis itu. Sesekali  para gadis tertawa saat Baekhyun membuat lelucon. Pria itu mengkondisikan suasana saat ini walau hatinya khawatir luar biasa.

Dalam diam Minji mengamati wajah rupawan Baekhyun. Ia semakin ingin memilikinya.

“seolma. Dia Kim Hyemi si gadis es itu?”

Tawa Baekhyun hilang saat mendengar seseorang menyebutkan nama Hyemi. Pria itu menoleh ke arah pintu. Semua mata tertuju kesana, kearah gadis yang dengan anggunnya berjalan lurus. Hyemi terlihat sangat berbeda malam ini. Cantik dan mempesona seperti seorang putri. Baekhyun memejamkan matanya sekitar lima detik karena merasa lega Hyemi baik-baik saja.

“Ya , kenapa meninggalkanku?” suara lain terdengar.

Baekhyun meremas gelas saat seorang pria menyusul masuk. Oh Sehun meraih tangan Hyemi dan menggenggamnya.

“dasar lamban.”

Hyemi tak memperdulikan Sehun dan terus berjalan. Malam ini ia telah berjanji untuk membayar hutang budi pada Sehun. Terserah apa yang akan dilakukan Sehun terhadapnya. Ia hanya bisa diam saat Sehun dengan bangga menggandengnya disana.

Hyemi meluruskan pandangannya. Kini waktu seolah berhenti saat netranya menangkap iris Baekhyun. Gadis itu menghentikan langkahnya, membuat Sehun ikut serta. Pria itu hendak prites tapi tak sampai saat melihat dua sejoli di hadapannya. Baekhyun dan Minji bergandengan cukup romantis membuat Sehun sedikit senang.

“Oh Baekhyun-ssi.” sapa Sehun berpura-pura akrab. Sorot baekhyun berubah tajam saat beralih pada Sehun.

“wahh kau membawa pasanganmu sendiri?  Dan kau, bukannya saudara Hyemi huh?”

Sehun merasa Hyemi mengeratkan genggaman. Kepalanya menoleh dan mendapati Hyemi menunduk.

“anyeonghaseyo. Kim Minji imnida. Ya aku saudara Hyemi.”

“ah ne. Kalian terlihat cocok.”

“gomawo.” Minji terlihat merona saat Sehun mengatakan itu. Gadis itu tersenyum sangat lebar, membuat Hyemi bertambah muak.

“Hyemi-“

“Sehun-ah. Aku haus.” Ucap Hyemi tiba-tiba. Sehun mengerjap saat Hyemi tersenyum menatapnya. Secepat mungkin ia menyadarkan dirinya dan membalas senyum Hyemi.

“a-ahh ha ha kalau begitu ayo ambil munuman.”  Ucap sehun yang masih merasa gugup karena senyum Minji. Entahlah , sekarang hati Hyemi berdenyut sakit melihat baekhyun bergandengan dengan Minji. Tiba-tiba saja hatinya terdorong untuk mengakrabkan diri dengan Sehun.

Baekhyun mematung saat Hyemi dan Sehun berlalu. Bahkan gadis yang barusaja di khawatirkan olehnya itu tak menyapanya sama sekali. Cemburu? Jelas ia merasakannya.  Baekhyun tak memperdulikan Minji yang terus mengajaknya bercanda lagi.

.

.

.

“hei barusan apa? sehun-ah? ya sejak kapan kita kau berminat mengakrabkan diri denganku?” cerocos Sehun. Sedari tadi pria itu terus bicara namun Hyemi hanya diam. Hati gadis itu sedang dalam keadaan badmood.

“lupakan saja. tadi hanya-….ah sudahlah.“

“kau cemburu melihat Byun Baekhyun bersama saudaramu?”

Hyemi langsung menatap Sehun dan terlihat gugup.

“ekhm… tidak.” Elak Hyemi yang malah membuat Sehun semakin yakin bahwa Hyemi sedang kesal.

“ah ya. mana mungkin gadis sepertimu tau bagaimana rasanya cemburu.”

“terserah”

“ckk dasar. Hei , ayo sapa para guru.”

Sehun menariknya lagi, mereka tak sadar gadis-gadis bergerombol membicarakannya. Siapa yang tidak iri karena gadis patung sepertinya mendapat pangeran tampan seperti Sehun. Para wanita disana menganggap Hyemi seorang cinderella malam ini.

Hyemi melepas tangannya dari Sehun setelah lebih dari setengah jam. ia terus tersenyum palsu saat guru-guru memujinya bersama Sehun. Sungguh rasanya tidak nyaman.

“aku ingin ke toilet.”

“ya! jangan coba-coba kabur.”  Tegas Sehun. Hyemi memutar bola matanya dan berjalan mencari toilet. Sehun melam ini 100X lipat lebih menyebalkan daripada biasanya.

Hyemi menemukan toilet diujung koridor. Gadis itu masuk dan hanya duduk di dalam. Tak ada yang dilakukannya selain memikirkan satu pria. Tanpa dikomando otakknya terus memikirkan Baekhyun. Ada rasa kesal disana.

Setelah lama berdiam diri gadi itu keluar. Mencuci tangannya dan bercermin. Ia sedikit kaget melihat pantulan dirinya. Sungguh ia merasa cantik saat ini. Tadi saat diriasia tak menoleh cermin sama sekali.

“hahh”. Desahnya cukup terdengar lelah.  Hyemi berjalan keluar, saat berbelok keluar dari toilet tiba-tiba seseorang menarik tangannya.

“Ya! siapa kau?”

Pertanyaannya tak dijawab karena tubuhnya terus ditarik. Hyemi meronta tapi sia-sia karena orang berpakaian rapat itu terus membawanya.

“Ya!”

Orang itu membawanya menaiki tangga. Sangat lama sampai keduanya tiba di atap. Hyemi terus berteriak dan bertanya pada orang itu. malah sekarang tubuhnya dihempas.

“hei apa yang kau lakukan? Kau siapa?”

Orang berpakaian rapat itu membuka topi dan maskernya, Hyemi mengerutkan alisnya untuk mengingat siapa orang itu.Tidak, Hyemi belum pernah bertemu sama sekali. Jadi siapa dia? Hyemi sungguh tak mengenalnya.

“Kim Hyemi.”

Hyemi berdiri dan menatap sosok yang ternyata seorang wanita.

“siapa kau?”

“aku? kau ingin mengenalku? Baiklah biar kuberitahu kau.” . Gadis asing itu maju, membuat Hyemi mundur.  Dirinya kaget saat tiba-tiba sebilah pisau ditodongkan padanya.

“namaku Lee Yeonju  kekasih Sehun,hh tidak lebih tepatnya  kekasih yang dibuang olehnya. Kau wanita sial yang merebut kekasihku.Ha ha aku tak akan menyembunyikan identitasku. Kau sudah mengerti?”

Hyemi meneguk ludahnya kasar , ia sungguh takut dengan benda tajam yang tepat didepan wajahnya. Tangannya di cengkaram oleh wanita bernama Yeonju itu. Yeonju tertawa melihat wajah takut Hyemi.

“apa salahku?”

“salahmu karena terus bersama Sehun. Wanita jalang, kau merebut kekasihku!”

“Aku dengan Oh Sehun tak memiliki hubungan apapun.”

“Damn! Kau membuatnya meninggalkanku!”

Hyemi menggeleng. Ia berteriak meminta tolong namun malah semakin ditertawakan oleh Yeonju.

Yeonju bagai kerasukan, ia menarik Hyemi dan mengarahkan pisau itu.

Tanpa diduga, tiba-tiba Yeonju menusuk perut Hyemi.

“akhh” Hyemi tak sempat menghindar karena wanita dihadapannya terlalu cepat menyerangnya.

“kau pantas mendapatkannya. Kau bermain-main dengan ku jadi kau pantas mati.”

“k-kau.”

“nikmati waktu sekaratmu.”

Yeonju terus tertawa dan berjalan pergi. Meninggalkan Hyemi yang terus kesakitan memegangi perutnya. Darah segar mengucur mengotori dress soft blue itu sehingga membuatnya menangis ketakutan.

Brukk

Tubuhnya tak bisa ditahan lagi. Hyemi berbaring dan terus merintih kesakitan.

“tolong” lirihnya. Ponselnya, dengan susah payah ia mencari ponselnya.

“akhh tidak.”

Bodoh, ia baru ingat jika ponselnya ditinggalkan di mobil Sehun.

“salyeo ju-seyo…”

.

.

.

Sehun mondar-mandir tidak jelas . Ia berfikir haruskah menyusul Hyemi di kamar mandi atau tiak. Ini sudah terhitung lama dan ia sedikit cemas. Bisa saja Hyemi kabur meninggalkannya.

“hah sial. Gadis itu pasti macam-macam”

Sehun terus mengumpat. Tiba-tiba ponselnya berbunyi ia mendapati nomor tak dikenal. Dengan ragu ia mengangkatnya.

“Yobo-“

“Tolong! Ada seseorang sekarat di atap.”

“apa? ya siapa kau. Siapa yang sekarat?”

“jangan bertanya! Cepat ke atap atau kau akan menyesal. Kim hyemi— dia. Cepatlah!”

Sehun memandang heran ponselnya. Ada orang gila tiba-tiba menelfonnya.

Tunggu! Orang sekarat? Kim Hyemi?

“HYEMI?”

Sehun membulatkan matanya. Tanpa fikir panjang ia berlari cepat. Baekhyun melihatnya, pria itu   mendengar ucapan Sehun yang menyebut nama Hyemi dengan nada kaget.

“Oppa , eodiga?” ( kemana kau pergi?)  Baekhyun terus berjalan cepat tanpa memperdulikan Minji yang memanggilnya. Minji berdecak kesal dan mengikuti Baekhyun. Ketiganya saling kejar.

“Oh Sehun!”

Baekhyun menghadang langkah Sehun dengan menahan bahu. Sehun berhenti dan menghampaskan tangan baekhyun.

“Ya Oh Sehun dimana Hyemi?”

“Molla. Aku juga sedang mencarinya.”

Sehun berlari menuju tikungan yang menunjukan tangga menuju atap gedung. Baekhyun menahan emosinya lantaran Sehun tak menjawab penuh pertanyaannya.

“oppa, ada apa?” Minji bertanya.

“entahlah. Oh Sehun terlihat aneh. Minji-ya kau kembali saja ke bal room.”

“yakk Baekhyun Oppa!”

Baekhyun terus mengikuti Sehun hingga tangga terakhir menuju atap. Sehun terlihat mencari sesuatu yang membuat baekhyun semakin bingung. Tanpa sengaja mata Baekhyun mengarah pada sosok terbaring tak berdaya di lantai. Baekhyun mengenal postur itu. Hatinya berdebar kencang dan seiring dengan langkah kakinya. Pria itu kaget luar biasa saat menemukan Hyemi terkapar dengan tubuh penuh darah.

“KIM HYEMI!”

Sehun tersadar saat mendengar teriakan baekhyun, pemuda itu menyialkan dirinya karena kurang cepat menemukan Hyemi. Ia berlari dan mendekati Baekhyun yang sedang menggendong Hyemi.

“ H-hyemi.”

Baekhyun tak memperdulikan Sehun dan berlari meninggalkan tempat itu ia harus cepat membawa gadisnya ke Rumah Sakit.

“Hyemi-ya kumohon bertahanlah. Kenapa kaubisa seperti ini Hyemi-ya? Waee?”

Sehun memandang genangan darah yang membekas dilantai. Tubuhnya lemas seketika, bahkan untuk mengikuti Baekhyun ia tak sanggup melakukannya. Pemuda itu terduduk , sunggu melihat hyemi berlumuran darah membuatnya tak sanggup menompang kakinya.

Sehun mengingat seseorang yang menelfonnya tadi. pria itu penasaran siapa suara wanita itu. Ia bersumpah akan menghabisi siapapun yang telah melakukan hal buruk pada Hyemi.

.

.

.

Tbc

Nyeong reader^^

Hadooohhh ini cerita gatot… (gagal total)

Chapter ini kepanjangan ya?

Padahal niatnya mau dibuat 2 part. Tapi rasanya aneh nih alur dibikin dua.

Gak papa deh biar readersnya puas kan dari kemaren pendek terus he he. Dan maaf baget kalo banyak typo. Teledor bgt author kalo ngetik.

Maaf ya kalo alurnya bikin bosen. He he masih belajar menulis author.

Ok see you next chapter yahh ^^

5 thoughts on “[EXOFFI FREELACE] The Answer is You (Chapter 10)

  1. aahhh aku suka aku suka menarik ah baper author baper telolet telolet kenapa ayahnya pilih kasih banget sih aku kalau jadi hyemi udah protes langsung… sialan minji makin hari makin jahat. baekhyun harusnya ngertiin lagi hyemi berubah karena kondisinya yang seperti tak di anggap hidup. mampus minji dilupakan hahaha, anjr aku bahagia. dasar sehun, masih di bawah umur kenapa minum alkohol bukannya gak boleh ya–” oh ya btw ada yang ga aku ngerti dari percakapan saat sudah di pesta antara baekhyun chaerin sama chanyeol ga paham author. ada typo beberapa doang ga banyak gapapa aku maapin.apasih sialan itu cewe yang mantannya sehun main tusuk-tusuk perut hyemi dikata itu daging apa ditusuk-tusuk, yes untungnya yang nemuin hyemi baekhyun dulu. ah ini juga masih kurang paham mohon diperbaiki lagi agar pembaca lebih paham dengan apa yang ingin disampaikan jangan terlalu boros kata juga, sekian aku komennya panjang kali lebar hilap aku author hehehe. SEMANGAT AKU TUNGGUIN NEXT CHAPTERNYA

  2. Duuuhh greget deh kaa. Plis hyemi sama baekhyun aja. Btw karakter minji yang kaka buat sukses bikin aku kesel wkwkwk. Ditunggu cerita selanjutnya kaaa
    Makasih 😁😁😁💪💪💪

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s