[EXOFFI FRRELANCE] ADRENALINE (Chapter 1)

19169981-176-k464507.jpg

Tittle : ADRENALINE

Author : Skixza

Length : Chaptered

Genre : Detective,Thriller, Mystery, Friendship, little bit tomance

Rating : PG-13

Main cast : Park Chanyeol as Park Chanyeol

                    Kim Jongin as Park Jongin (kai)

                    Yoon Doojoon as Park Doojoon

Additional Cast (anggota divisi 2) :

Kang Soyou as Soyu

Kim Suho as Suho

Zhang Yixing as Lay

Huang Zi Tao as Tao

Another cast:

Kim Jongdae as Kim Jongdae

Park Kahee as Jung Minah

Summary :

Kematian sahabatnya secara misterius membuat Chanyeol harus terlibat di dalam dunia kedektetifann. Ia bersama keempat rekan tim yang lain bekerja sama menangani tindak kriminal. Dan Chanyeol juga berjanji pada dirinya sendiri untuk mencari tahu pembunuh sahabatnya dan membalaskan dendam yang ia simpan. Mampukah Chanyeol menemukan pembunuh dan membalaskan dendamnya?…

Disclaimer :

This fanfic is originally made by me only the cast that made by god and their parents . Sebelumnya fanfic ini udah aku share di wattpad dan fanfiction.net  https://www.fanfiction.net/s/11604237/1/ADRENALINE.  (Dengan sedikit edited) tapi disini aku akan ngeshare yang original story from wattpad

Authors note :

Aku gak tau ya kalau fanfic bergenre kayak gini banyak disenengin atau gak…tapi I hope you enjoy to read my story. Kasus dalam fanfic ini juga masih kecil kecilan aja karena pengalaman author yang masih sedikit.. so

Happy reading ☺

Aku terbangun dari tidur ku yang nyenyak. Kurasakan sentuhan tubuhku dengan kasur yang terasa sangat nyaman. Rasa malas menyerangku seakan akan ada lem rekat antara tubuhku dan kasur. Beginilah hari libur,hari dimana semua orang ingin bermalasan. Saat tengah bermalasan aku mendengar teriakan eomma yang nyaring. Sontak aku kaget dan mencari keberadaan eomma

aku menemukan eomma, betapa terkejutnya aku melihat orang yang paling aku sayangi  sudah tergeletak di lantai dengan berlumuran darah dan pisau dapur yang menancap di perutnya. Aku tidak percaya dengan yang ku lihat, langsung ku menghampiri eomma dan menangis sekeras yang ku bisa. Duniaku yang indah seakan runtuh melihat eomma yang tergeletak berlumuran darah.

”Eomma…..eomma bangun! Jangan pergi tinggalkan Jongdae.bangun eomma bangun!,” Tangisan ku semakin keras aku mencoba membangunkan eomma tetapi eomma tetap diam dan tidak bergerak sedikitpun.

Saat aku tengah menangisi eomma tiba tiba saja aku merasakan sakit yang amat sangat di pungungku. Aku tidak tahu apa yang terjadi aku hanya merasakan sesuatu benda yang tajam menembus punggungku. Aku merasakan sakit yang tidak bisa ku tahan lagi. Sakit yang lebih sakit dari yang pernah ku alami sebelumnya. Aku tidak tahan lagi dengan rasa panas membara yang menyerang di punggungku. Rasanya aku tidak bisa lagi menopang tubuhku sendiri. Aku bisa merasakan nafasku sesak,aku tidak bisa bernafas. Aku pun ambruk. Aku tahu mungkin ini akhir hidupku.

Sesaat sebelum aku menutup mata,aku melihat sesosok pria yang tengah memandang ku dan eomma dengan membawa pisau yang berlumuran darah. Ternyata pria itu adalah dia….

“K..kkkkau,” aku memaksakan mulutku berbicara meski rasanya sangat menyakitkan.

“Annyeong jongdae.. Kita bertemu lagi,” pria itu berkata dengan senyuman licik terukir di wajahnya.

“A..aaapa kkau yang membunuh eomma dan menusukku?,” Tanyaku kepada pria itu dengan seluruh tenaga ku.

Pria itu tidak menjawab pertanyaanku.aku melihat ia mendekat kearah ku dan aku merasakan duniaku menjadi gelap

**

Seorang pria terlihat baru saja bangun dari tidurnya.ia terbangun dengan suasana hari yang cerah. Ia merasa ini adalah hari terbaiknya. Tapi semua itu berubah saat adiknya dating menghampiri lelaki itu dengan air mata memenuhi wajahnya.

Ada apa gerangan?

“Chanyeol hyung..chanyeol hyung… Huhu…,” Tiba tiba saja ada pria yang masuk ke kamarnya dengan wajah yang penuh dengan air mata dan mata membengkak.

“Kai? Waeyo? Ada apa denganmu? Mengapa kau menangis?, ” Tanya Chanyeol ke Kai, adiknya dengan perasaan khawatir.

“Jongdae hyung…..Minah ahjuma…mereka…,” Kai tidak bisa lagi bicara,suaranya seperti hilang begitu saja.

“Ada apa dengan jongdae dan minah ahjuma kai? Tolong beritahu aku!”

“Jj jjongdae hyung dan minah ahjuma….sudah meninggal hyung,” tubuh Kai seperti tidak bisa lagi menahannya. Ia ambruk setelah mengatakannya kepada Chanyeol.

“Tidak mungkin! Kau berbohong kepada ku kan kai! Tolong jangan berbohong kepada hyung mu!,” Chanyeol tampaknya tidak bisa percaya dengan apa yang di katakan Kai.

“Aku tidak berbohong hyung, Jinyoung ahjussi memberi tahuku tadi dan aku juga melihat beritanya di televise,” Kai memberi tahu Chanyeol dengan keadaan wajah yang masih dibanjiri air mata.

Chanyeol tidak bisa berkata kata. Ia langsung pergi keluar kamar dan meninggalkan Kai sendiri. Air mata berjatuhan dengan deras di wajah chanyeol saat ia melihat berita kematian jongdae di televisi. Hari yang ia anggap sebagai hari terbaiknya berubah menjadi hari yang sangat kelam. Ia tidak bisa percaya akan kehilangan sahabatnya dari kecil dan orang yang sudah ia anggap eomma sendiri secepat ini. Hatinya bagai tersambar ribuan petir rasa sakit mulai menjalar kesemua tubuhnya ia tidak bisa menerima semua ini

———–**————

“Mari kita berdoa bersama atas kepergian dari Kim jongdae dan Jung minah,semoga mereka tenang dan lebih bahagia,amin”

Suara pastoor yang memimpin doa di upacara kematian Jongdae dan Minah terdengar menggema. Puluhan pelayat terlihat berdoa dengan tenang tidak terkecuali Chanyeol dan Kai. Chanyeol bahkan terlihat berlinangan air mata melihat peti jasad Jongdae yang akan tertutup tanah .bisa dirasakan hatinya hancur berkeping keping melihat sahabatnya akan tertimbun oleh tanah selamanya. Tidak ada lagi canda tawa dan aktivitas yang mereka sering lakukan berdua,semua hanya tinggal kenangan. Chanyeol hanya bisa menangis dan menangis berharap jongdae bangun kembali tapi itu adalah hal yang mustahil

“Sudah hyung jangan menangis lagi,itu akan membuat Jongdae hyung dan Minah ahjuma menjadi sedih,” Kai tampak sedang menenangkan Chanyeol. Keadaan Kai tidak seburuk Chanyeol ia sudah bisa menerima kepergian Jongdae dan Minah.

Peti Jongdae akhirnya di kubur . Chanyeol tidak bisa menahannya walau ia tidak rela. di kepalanya berputar memori bersama Jongdae dahulu. Memori indah yang mereka lakukan dari kecil hingga dewasa.matanya tidak hentinya mengeluarkan air mata,dan pada akhirnya peti Jongdae dan Minah sudah tertutup oleh tanah . Hanya terlihat nisan bertulisakan nama mereka dan bunga yang di tebarkan para pelayat.

Chanyeol dan Kai juga menebarkan bunga ke makam Jongdae dan Minah. Satu persatu pelayat mulai berpergian dan hanya terlihat Chanyeol dan Kai yang masih berada di makam.

“Jongdae,Minah ahjuma aku janji akan menangkap pelakunya dengan tanganku sendiri kalian tenanglah di atas sana,” Chanyeol berkata dengan air mata yang masih berlinang. Kai yang melihat itu air matanya jatuh juga.ia merasakan sakit yang sama dengan chanyeol,ditinggal orang yang sudah ia anggap hyung dan eomma nya sendiri. tidak mudah baginya untuk tegar.ia hanya ingin membuat Chanyeol tidak terlalu sedih.

“Ayo hyung sudah waktunya kita pulang,biarlah Jongdae hyung dan Minah ahjuma tidur dengan tenang,” Mereka berdua pun akhirnya meninggalkan makam. Meninggalkan semua kenangan indah yang sudah terkubur. Meninggalkan rasa sakit yang mendalam, dan meninggalkan semua kenangan lama…

One thought on “[EXOFFI FRRELANCE] ADRENALINE (Chapter 1)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s