[EXOFFI FRRELANCE] Still and Still (Chapter 2)

ff freelance still and still.jpg

Tittle : Are We Have a Crush?

Author : Cero_Annisa

Lenght : Chaptered

Genre : Romance

Rating : PG 16

Main cast : Byun Baekhyun, Lee Soobin OC

Summary : Atlet judo nasional Lee Soobin kembali terjatuh, terjatuh dalam pesona atlet hapkido Byun Baekhyun. Mereka di pertemukan dalam sebuah ajang kompetisi olahraga nasional di pulau Jeju.

Disclaimer : ff ini hasil karyaku menggunakan otak dan tangan.

Author’s note : Plagiat itu dosa loh…no plagiat. MERDEKA!.?

+++Are We Have a Crush+++

Chapter 1

Chapter 2

kelopak mata Baekhyun terbuka dan menatap Soobin yang kini hanya beberapa cm dari wajahnya. Perlahan tapi pasti, tanganya menarik tengkuk wanita itu,

“Soobin, aku sepertinya menyukaimu” Soobin menutup matanya, ia bisa merasakan deru nafas Baekhyun sekarang. Namun tiba-tiba-

‘beeb beeb beeb’

Soobin bangun dari posisinya dan menatap Baekhyun yang sedang mengangkat sebuah telpon.  Tadi itu hampir saja batin Soobin, wajahnya memerah sampai ke telinga, ia malu luar biasa. Seumur hidupnya baru kali ini ia hampir di cium oleh pemuda, dan itu sangat…

“eomma, wae?” Baekhyun menjawab telpon dengan sangat ketus, padahal yang di sebrang telpon adalah ibunya.

‘aku melihat pesanmu. Eomma sangat bahagia. Eomma janji kalau kau tiba di sini eomma akan mengabulkan permintaanmu. Apapun itu”  ibu Baekhyun terdengar sangat bahagia, berbanding terbalik dengan anaknya yang sepertinya sedang menahan amarah.

“terserah eomma. Baekhyun tutup. Anyyeong” handphonya ia lempar kebelakang tubuhnya, tampak gusar dengan keadaan sekarang. Ia lalu mengacak rambutnya kasar.

“maafkan aku tadi” ucap Baekhyun tanpa menatap wajah Soobin, sedang Soobin yang tengah menyembunyikan wajahnya, terlihat kaget lalu menatap handphone Baekhyun.

Ia lalu mengangguk tanpa suara, karna merasa tak di pedulikan, Baekhyun berdiri dari posisi duduknya

“ayo pulang, ini sudah malam” kakinya lalu membawa tubuhnya berlalu pergi, di lanjutkan dengan mengacak rambutnya.

Soobin lalu berdiri berdiri mengikuti Baekhyun, ia kemudian mengambil handphone Baekhyun yang tergeletak begitu saja. Matanya menulusuri benda di tanganya, nekat, ia menekan tombol lock, kecewa, handphone itu ternyata dilindungi sebuah PW.

Sebuah ide tiba-tiba terlintas di kepalanya, lalu ia menekan nomor handphonenya sendiri di handphone Baekhyun, tak lama saku celananya bergetar, menandakan sebuah panggilan. Soobin pun mengakhiri panggilan sepihak itu. Ia lantas menyimpan nomor handphone Baekhyun.

Senyuman mengembang di pipinya, kakinya kemudian berlari mengikuti Baekhyun yang sudah jauh meninggalkanya.

“Baekhyun” Soobin berteriak memanggil Baekhyun, dan pemilik marga Byun itu berhenti, namun tak membalikkan tubuhnya.

Nafas Soobin terengah saat berhenti di samping Baekhyun, ia lalu menatap wajah Baekhyun yang sedang memandang lurus kedepan. Entah dari mana ia mendapatkan sebuah keberanian, ia menarik tungkuk Baekhyun lalu mencium pipi tirus itu.

Cup

Baekhyun membulatkan matanya, kaget. Tentu saja ia keget, siapa yang tidak kaget dicium tiba-tiba.

“hahaha” Sialnya, setelah Soobin menciumnya, gadis itu lari sambil meninggalkan Baekhyun mematung dengan wajah memerah.

“jangan lari kau gadis nakal” setelah kesadarannya terkumpul, Baekhyun berlari mengejar Soobin. Ia memengang pipinya lalu tersenyum bahagia.

“hahaha, kejar kalau bisa” mereka berlari dengan sekuat tenaga, Soobin belari menuju air pantai dan berakhir basah-basahan. Entah siapa yang ingin mengakhiri, mereka terus saja melempar air ke wajah yang ia anggap lawan, ia lawan cinta.

“sudah, uhuk-uhuk” Baekhyu terbatuk-batuk karna lemparan Soobin tak sengaja tertelan olehnya. Karna melihat Soobin tak beriniat behenti, Baekhyun langsung saja memeluk Soobin dan mengangkatnya sambil berputar. Kehilangan keseimbangan, mereka berdua terjatuh ke dalam air.

“Gwenchana?” tanya Baekhyun Khawatir, ia menagkup wajah Soobin, namun langsung di tepis oleh Soobin.

“mianhae” melihat wajah hawatir Baekhyun, Soobin tak bisa menahan tawa.

“phfff…hahaha” ia memegangi perutnya sampai-sampai terjatuh lagi ke dalam air.

“uhuk-uhuk” Soobin terbatuk akibat tertawa dalam air, ia juga merasa bahwa air keluar dari hidungnya. Perih.

“makanya jangan tertawa. Dapat sendiri akibatnya kan?” Baekhyun menoyor kepala Soobin dengan kuat, hingga Soobin kembali terjatuh ke dalam air.

“ya. Uhuk-uhuk” tak bisa berkata-kata, ia berdiri lalu menuju daratan. Baju yang ia pakai basah kuyup, sehingga menampilkan baju dalamnya. Baekhyun tau, namun ia tak melakukan apa-apa kecuali bergeleng lalu menunduk, tak sanggup melihat.

“apa yang kau lakukan di situ? Kau tak takut masuk angin?” ujar Soobin, sambil berbalik menghadap Baekhyun, sontak Baekhyun menunduk dalam, takut melihat hal yang ia takutkan. Ia tadi benar-benar hanya melihat punggung Soobin, namun sekarang wanita itu bebalik dan lihatlah, Baekhyun yakin, tadi itu warna hitam.

“ayo pulang” ucap Baekhyun sambil berjalan mendahului Soobin, jujur, dari dalam lubuk hatinya, ia terpana dengan penampilan sexy Soobin, rambut basah dan baju putih transparan plus celana selututnya yang tidak mempengaruhi apa-apa.

“yak! Tunggu” Soobin berteriak, namun ia berhenti saat merasakan sebuah jaket terpasang di tubuhnya.

“pakai ini. pakaian dalammu kelihatan tuh” sontak Soobin merapatkan jaket kebesaran itu, dengan kesal ia berjalan mengambil langkah panjang, mukanya juga memerah saat mengintip pakaiannya.

“aish, sial” runtuknya

………………………………..

“aku ingin yang ini, bukan yang itu”

“iya-iya. Dasar cerewet”

“ahjuma, kami pilih yang ini” Ucap Baekhyun menyerahkan sebuah gelang couple (anggap aja gelang besi yang di pake Baek oppa, yang itu-tuh. Kalau fans Baekhyun pasti tau)

“ini uangnya” Soobin menyerahkan 5 selembaran uang 10.000 won dengan tangan kananya. Sontak Baekhyun langsung menampar tangan gadis itu.

“ya! Apa yang ingin kau bayar hah? Biar aku yang bayar” kobar Baekhyun, ahjuma yang sedang menonton kisah cinta mereka sontak bingung.

“anak muda, jangan memukul yeojachigumu seperti itu” tak senang melihat, sang ahjuma penjual gelang itu menasehati Baekhyun, namun Baekhyun segera menyangkal

“ahjuma, kau tau, dia itu atlet judo. Mana bisa ia sakit hanya karna tanganya kutampar” Soobin memutar bola matanya malas, kakinya berayun menendang bokong Baekhyun,

“diam kau pendek” tatapan Baekhyun melotot ke arah Soobin, ia mengelus bokongnya lalu hendak membalas perbuatan gadis itu.

“ini barangnya, cepat bayar” ahjuma penjual gelang itu menyodorkan kantong plastik berisi gelang couple pesanan pelanggan super duper ribut ini,

“ini uangnya ahjuma. Terimakasih” setelah menyerahkan uang, Soobin berlalu tak memperdulikan Baekhyun yang lagi-melotot padanya.

“yak! Soobin, kenapa kau yang bayar, aku saja. Berikan itu padaku”

“siapa juga yang ingin memberikan ini padamu, gelang ini akan kuberikan Sehun” tak peduli perkataanya yang membuat Baekhyun murung, ia terus lanjut berjalan sampai di depan gedung hotel, tempat Soobin menginap dengan teman-temannya.

“siapa Sehun, namjakah?” tanya Baekhyun dengan suara dingin.

“iya, dia namja yang kumaksud. Namja yang mengalahkan rekormu itu” sebelumnya, Baekhyun bercerita bahwa rekornya di hapkido yaitu bisa melompat macan dengan 11 orang namun Soobin dengan bangganya mengatakan bahwa teman namjanya lompat macan dengan 12 orang, jadi Baekhyun langsung merasa cicit.

“oh. Yasudah, masuklah. Aku akan pulang” berbalik lalu melangkah pergi, Baekhyun melakukanya tanpa melihat Soobin. Hatinya terluka saat mendengar Soobin mengatakannya.

“Baekhyun, terima kasih telah menjadi teman sehariku” sebuah tangan melingkar di perut Baekhyun, ia yakin itu adalah tangan Soobin, pastinya bukan hantu.

“aku harap kita bisa bertemu lagi, dan tidak akan berpisah selamanya” Baekhyun dapat merasakan degupan jantung Soobin, kurang lebih sama sepertinya. Karna ini adalah back hug, jadi ia membalik tubuhnya lalu membalasnya dengan tak kalah erat.

“aku harap juga seperti itu” tanpa Baekhyun sadari, Soobin memasangkan gelang couple yang memang ia beli untuk Baekhyun dan dirinya, ia harap Baekhyun menyukainya.

“anyyeong”

……………………Are we have a crush

Sudah sebulan kejadian itu terjadi, sekarang Soobin sedang berada di sebuah pesta pernikahan ibunya, yah, ibunya menikah lagi dengan seorang ahjusi pengusaha yang berasal dari Seoul. Dan setelah acara selesai ia akan berangkat alias pindah rumah ke Seoul.

Sangat berat hati ia pindah ke Seoul, di mana judo dan teman atletnya akan ia tinggalkan, termasuk Kyungsoo pelatihnya dan juga Sehun, teman patnernya. Belum bisa ia bayangkan hidup seperti ini, dan jujur, ia lebih memilih mati sekarang.

“sayang, maafkan eomma. Eomma tidak bisa meninggalkanmu sendiri di rumah, jadi kau harus ikut ke Seoul” alasan ibunya yang membuatnya harus pergi ke Seoul adalah itu, takut anak gadis satu-satunya kenapa-kenapa.

“eomma, aku kan sudah bilang, aku bisa jaga diri, aku bisa judo eomma” rengek Soobin, tak pernah ia bayangkan hidup dengan ayah tiri di Seoul dan bisa jadi akan terjadi hal yang tak bisa ia bayangkan, seperti ayah tiri nya yang akan membunuhnya lalu menjadikan ia tumbal.

“pokoknya kemas barangmu dan kita pindah besok” selesai acara Soobin mengurung diri di kamarnya, ia ingin menangis tapi tidak bisa, jadi yang ia lakukan hanya duduk, diam, dungu.

Walau menolak alias tidak mau, ia tetap mengemas barangnya dan memasukkannya ke dalam mobil appa barunya dan menutupnya dengan tenaga kuat, berharap mobil itu rusak secepatnya. Tiba-tiba seseorang mencekik lehernya dari belakang, Soobin yang tidak siap segera menendang tulang kering orang tersebut, namun gagal.

“wow, kau masih belum bisa menjaga diri rupanya” ucap orang itu, Soobin yang hapal luar kepala orang itu segera menyerangnya dengan sebuah pelukan sesak yang sangat menyesakkan.

“Sehun sialan”

“apa?” ujar Sehun nyolot

“yak! Besok aku akan pergi dan kau santai-santai saja eoh, sepupu macam apa kau ini” Soobin memukul kepala Sehun dengan keras, namun wajah Sehun masih terlihat datar-datar saja.

“aku malah senang kau pergi, tidak akan ada yang memukul kepalaku” dengan wajah datar Sehun merangkul Soobin,

“yasudah, pulang sana. jangan menelponku kalau Bada memutuskanmu lagi” ancam Soobin, Sehun cengegesan lalu merangkul Soobin,

“noona. Jangan begitulah” kalau kata ‘noona’ sudah di gunakan oleh Sehun, pasti ia lagi tidak sedang main-main, seperti saat ini.

“sudah-ah, kau bantu aku menyusun barang di mobil”

“baik boss” hormat sehun lalu segera membantu anak dari kakak ibunya, alias sepupunya.

………………….are we have a crush?……………

Sekitar 7 jam perjalan dari Busan ke Seoul, Soobin merasa tulang punggungnya akan patah. Wajahnya menampakkan wajah lelah dan tubuhnya ia hempaskan begitu saja di sebuah kamar asing di rumah ayah barunnya.

Ayah barunya bukanlah seorang duda yang memiliki anak seumuran Soobin, namun ayah barunya itu seorang perjaka yang lebih muda 3 tahun dari ibunya. Awalnya, Soobin kira ayah barunnya itu hanya memakan harta ibunya, namun setelah tau kekayaan ayah barunya, ia langsung menghilangkan opsi tersebut.

Dan sekarang ia tau alasan mengapa ayah barunya mau menikah dengan ibunya, yaitu ternyata ibu Soobin adalah cinta pertama dari seorang ayah barunya yang ia sendiri lupa namanya. Wajar Soobin tidak tau nama appa barunya, ibunya saja terus memaggilnya ‘yeobo, yeobo’ begitulah.

Soobin yakin, 10 tahun kemudian, mereka akan saling memanggil dengan kata ‘keparat. Sekkia’ atau lainya. Memikirkan itu Soobin berdgik sendiri.

“Sooobin, kau capek nak?” ibunya masuk dan langsung mengelus kepala anak semata wayangnya tersebut.

“em, ada apa memang?” tanya Sooobin, merasa ibunya ingin mengatakan sesuatu.

“Soobin-ah, eomma akan mendaftarkanmu sekolah, kau ingin sekolah di mana?” lantas Soobin langsung bangun dengan wajah aneh, antara senang dan kaget.

“eomma, aku ingin sekolah di Seoul high school” sekolah itu adalah sekolah ternama di Seoul, sekolah itu juga mantan sekolah Kyungsoo, pelatihnya. Ia berharap bisa di terima di sana dan bergaul dengan anak judo Seoul.

“baiklah, eomma akan tanya appa, mungkin ia bisa bantu” Soobin mengangguk setuju. Ia lalu mengusir secara halus ibunya dan melanjutkan acara tidurnya tanpa mempedulikan tubuhnya yang lengket karna keringat.

………….

Tiba di mana ia akan sekolah, Soobin menguap malas. Ia merasa malas sekolah setelah mengetahui ia akan masuk kelas jam 8 pagi, yah sangat pagi, beda dengan sekolahnya dulu yang siswanya harus tiba di sekolah jam 10. Ia merapikan rambut bergaya ombre yang ia cat warna ungu dengan panjang sebahu.

“anyyeong” tangannya menutup keras pintu mobil, ia pun lalu berjalan menuju sekolah barunya. Seoul high school, yang bersaudara dengan Seoul univercity. Semua siswa di sini tampak luar biasa, alias bertampang anak orang kaya semua. Lihatlah, mobil-mobil berjejer rapih di parkiran, yang penghuninya adalah siswa siswi yang bertampang songong.

“permisi, bisa anda beritahu dimana letak kantor” ia bertanya kepada murid namja yang berbingkai kaca mata yang sedang membawa tumpukan buku bersampul rumus-rumus gila.

“kantor apa? Kantor polisi?” tanya namja itu. Soobin menggeram, siap mencakar wajah manusia di depanya ini.

“kantor guru lah, dasar” hampir saja ia mengumpat, namun ia tahan karna mengingat ini adalah sekolah barunya.

“kau tinggal lurus saja, pas masuk gedung utama” merasa mengerti Soobin mengangguk lalu melangkah dengan percaya diri. Walau tak dapat di pungkiri ia sedikit gugup.

…..are we have a crush?………………..

“Anyyeong, naneun Lee Soo Bin imnida, banggapseuda” perkenalan Soobin di ucapnya pendek, dan jelas. semuanya nampak asing, wajah-wajah mereka, teman sekelasnya yang ia tidak tau dan juga guru yang sedang berada di sampingnya sekarang.

“baikalah Soobin, duduklah. Terserah kau mau duduk di mana” di barisan paling belakang memang tidak di isi oleh siapapun, jadi 5 bangku tersebut kosong, dan Soobin memilih duduk di bangku paling ujung sebelah kanan di belakang murid namja yang sedang bermain handphone.

Ia lebih memilih duduk di belakang namja dari pada yeoja, karna menurutnya yeoja itu berisik dan punya sifat banyak tanya. Dan jujur, sampai sekarang temanya hanyalah segelentir anak judo, di kelasnya yang dulu ia tidak punya teman kecuali Sehun yang saat itu berstatus sebagai sepupunya.

Selama pelajaran kelas ia todak begitu memperhatikan kelas, ia lebih memilih main handphone secara diam-diam dari pada duduk mendengar pelajran yang ia tidak suka. Matanya kemudian bergulir menatap nomor telpon di handphonenya, ia hendak mengirim pesan iseng ke Baeda, namun matanya menagkap nomor bertulisan Baekhyunee.

‘aha! Aku lupa, ternyata aku menyimpan nomor Baekhyun.sms ah’ tanganya dengan cepat mengetikkan sebuah pesan di keybord handphonenya.

To : Baekhyunee

ANNYEONG!

Send

Jantungnya berdegup lumayan kencang, ia sangat berharap mendapat balasan dari namja yang ia rindukan.

Karna terlalu lama menunggu, akhirnya Soobin mengirimnya kembali, sampai pesan itu trkirim sebanyak 3 kali.

‘Beep’

From : Baekhyunee

Nugu?

Wow, hanya satu kata tapi membuat Soobin berbunga-bunga. Lihatlah, ia langsung berdiri dari kursinya dan langsung mendapat tatapan aneh dari semua penghuni kelas.

“ada apa nona Lee?” tanya gurunya, ia kemudian menggaruk tengkknya yang tidak gatal sama sekali.

“anu saem, saya ingin ke toilet. Permisi” guru yang mengajar hanya di kelas Soobin hanya mengagguk lalu menunjuk pintu, mempersilahkan Soobin keluar.

Lanjut, ia kemuadian membalas SMS dari Baekhyun

To : Baeknyunee

Aku Lee Soobin. Temanmu, kau ingat?.

Send

Tak seperti sebelumnya, Soobin mendapat balasan dengan cepat, ia kemudian semakin girang, bak memenangkan lotre.

From: Baekhyunee

Tidak. Aku tidak punya teman bernama Lee Soobin. Mungkin kau salah sambung. Kau jangan mengirimiku pesan aneh lagi.

Soobin langsung tidak bisa berkata-kata, pesan Baekhyun terlampau menyakitkan. Matanya menatap marah layar handphonenya.

To : Baekhyunee

Benarkah? Wow. Aku kira selama ini kau temanku. Yasudah, aku tidak akan pernah menghubungimu lagi Byun Baekhyun.

Send

Setelah pesan terakhir terkirim, Soobin segera menghapus semua pesannya dengan Baekhyun, ia juga menghapus nomor namja tersebut, takut ia salah sambung, seperti apa yang Baekhyun tadi tulis di pesan.

“cih. Sialan”

Other Side

Baekhyun terlihat sedang latihan hapkido, ia spairing bersama pelatihnya. Hanya ia berdua dan Chanyeol, karna kali ini Baekhyun akan mewakili Korea ke pertandingan tingkat nasional di Jepang, lusa ia akan berangkat bersama pelatihnya.

Setelah latihan, ia menghampiri Chanyeol yang sedang mengotak atik handphonenya.

“apa yang sedang kau lihat?” tanyanya, sedang Chanyeol terlihat menggeleng dan meletakkan handphone tersebut.

“kau menggunakan PW di handphone mu. Dan aku tidak bisa apa-apa” ujar Chanyeol jujur, walau ia sempat membalas pesan Soobin tadi, dan hal itu juga sangat membosankan.

”sudahlah aku ingin pulang. Kau ikut tidak?” tanya Baekhyun pada Chanyeol, namun Chanyeol menggeleng dan menunjuk seorang wanita yang duduk di bangku penonton. Aha! Baekhyun mengerti sekarang.

“cih, kau jangan macam-macam dengan pacarmu Chanyeol-ah, aku tau kau sedang  bawa mobil” ucap Baekhyun lalu berjalan menuju mobilnya yang terparkit tepat di samping mobil Chanyeol.

Sesampainya di rumah, Baekhyun menghempaskan tubuhnya di sofa rumahnya. Ia lalu merongoh saku tasnya, mengambil handphone. Satu pesan masuk dengan nomor tak dikenal.

From : 010-033-998-101

Benarkah? Wow. Aku kira selama ini kau temanku. Yasudah, aku tidak akan pernah menghubungimu lagi Byun Baekhyun.

Baekhyun mengerutkan keningnya saat membaca pesan tersebut, ia bingung

“heh! Ini dari siapa?” tangan lentik Baekhyun lalu mencari pesan terkirim, ia kira Chanyeol tadi memakai handphonenya untuk mengirim pesan.

Setelah membca semua pesan terkirim, matanya membulat sempurna. Tubuhnya langsung terduduk dengan jantung yang memompa keras. Lee Soobin gumamnya dalam hati.

Tanpa babibu, Baekhyun menelpon nomor yang ia yakin adalah nomor Soobin. Jantungnya berpacu dengan cepat kala mendengar nada sambung, namun tak lama, sambungan terputus. Baekhyun yakin, Soobin memutuskan sambungan.

Tak putus asa, Baekhyun mengubungi kembali nomor tersebut, dan yang menjawab hanyalah suara operator yang mengatakan nomor yang anda hubungi tidak aktif.

“akh, Park Chanyeol sialan” dalam lubuk hati Baekhyun yang paling dalam, ia meruntuk Chanyeol, temannya yang sangat bodoh itu. Di lain sisi juga, ia terus memikirkan Soobin, pasti sekarang yeoja yang sampai sekarang ia masih sukai itu pasti kecewa dengannya.

“Soobin-ah, aku harap kita bertemu dan bisa menyelesaikan masalah ini”

Mata sipit Baekhyun terbuka saat merasa seseorang mengelus wajahnya, eommanya. Eommanya memang selalu membangunkan Baekhyun dengan cara mengelus wajah anak tuggalnya itu, dan ia sangat menyukainya.

“eomma. Hug me” tanganya terulur memeluk sang eomma, dan langsung di tanggapi oleh eommanya.

“wae? Ada masalah?” tidak biasanya Baekhyun meminta pelukan, apalagi masih sangat pagi. Baekhyun bukanlah tipe orang yang seperti itu, alias manja.

“aniyo eomma, aku hanya merindukanmu” lain di bibir, lain di hati, Baekhyun berucap. Ia tidak rindu ibunya, walau kenyataanya ibunya itu hanya bertemu denganya saat pagi, karna saat malam, eommanya berada di luar kota untuk menginap.

“eomma tau kau sedang ada masalah, jujur saja nak. Eomma akan mendengar ceritamu” ucap eommanya.

“tidak eomma. Aku baik-baik saja. Cha, aku mandi dulu” Baekhyun bergerak cepat menuju kamar mandi, takut eommanya mewawancarainya lebih lanjut.

………………………

Masih pagi, para penghuni SHS sudah bergosip ria, entah menggosip apa, Soobin tak bisa mendengarnya karna sebuah earphone berdeger di telinganya. Bukanya apa, ia juga mendengar musik dengan volume full, dan jikala seseorang mendekat padanya, orang tersebut akan ikut mendengar lagu yang ia dengar.

Dari dulu Soobin punya kebiasaan, kalau ia sedang marah, ia akan mendengarkan musik dengan keras, tak peduli ia akan budek. Mendengar musik dengan volume penuh itu memang hal yang menyenangkan baginya, dan itu menjadi pelampiasan dari perlakuan Baekhyun padanya.

Ah, mengingat nama itu Soobin jadi kesal lagi.

Lagu rap Heize dengan salah satu member EXO itu membuat kepalanya dengan refleks ikut bergoyang kecil. Ia benar-benar menyukai lagu rap. Walau beberapa detik kemudian, ia jadi kesal lagi.

‘bruk’ seseorang menyenggol bahunya dengan keras, namun hal itu tak sampai membuatnya jatuh di lantai koridor, karna ia punya refleks yang baik.

Lelaki yang menabrak Soobin berputar berbalik ke arahnya, mungkin karna lelaki itu juga hampir jatuh. Mereka berdua bertatapan kemudian. Dan lelaki tersebut segera sadar bahwa-

“Soobin-ah” Baekhyun-lelaki itu tersedar dan langsung mengucap nama wanita di depanya itu.

‘grep’

Sebuah pelukan yang terjadi di koridor membuat siswa siswi SHS mematung. Pasalnya, yang dari pagi mereka gosip adalah Baekhyun, atlet hapkido yang akan ke Jepang untuk pertandinganya.

Baekhyun memang populer, ia tampan dan juga memiliki sifat datar, maksudnya bisa di bilang ramah dan juga dingin sekaligus.

‘bugh’ Soobin menghempaskan tubuh Baekhyun dengan seluruh tenaganya, ia lalu menatap Baekhyun dengan tatapan mematikan miliknya.

“apa yang kau lakukan. Hah!” teriaknya, semua yang melihatnya merinding. Sedang Baekhyun terlihat terkejut.

“Soobin-ah. Ini aku, kau melupakanku?” anggaplah Baekhyun sebagai namja yang terlihat lemah, matanya begitu sayu menatap Soobin.

“cih, kau siapa. Aku tidak mengenalmu” Soobin berlalu dengan wajah marah dan masih sempat menabrak bahu Baekhyun. Wajahnya terlihat memerah menahan marah.

Sejujurnya Soobin terlampau kaget melihat Baekhyun satu sekolah dengannya di Seoul. Namun ia segera sadar diri tidak membalas pelukan namja tersebut, mengingat pesan yang ia terima dari Baekhyun kemarin. Hatinya terlanjur kecewa dengan Baekhyun.

Bukankah dunia ini terlalu sempit?

“Lee Soobin berhenti” tak peduli teriakan Baekhyun yang memekakkan telinga, ia lanjut berjalan dengan datar dan kembali memasang earphonenya yang tadi sempat terlepas saat Baekhyun memeluknya dengan kasar.

Tanganya bergetar walau tak terlalu jelas saat membuka lokernya, ia tak peduli saat merasa seseorang memanggil namanya. Toh- ia sejujurnya tak bisa mendengar dengan baik sekarang karna earphonenya.

‘BRAK’

Tubuh Soobin menempel sempurna di lokernya, saat sebelumnya Baekhyun menutup pintu loker itu dengan keras dan langsung menghempaskan tubuh Soobin di sana.

“lihat aku” tangan Baekhyun mengunci pergerakan Soobin, walau Soobin adalah atlet judo, tetap saja ia tidak bisa melawan Baekhyun yang seorang laki-laki plus atlet nasional hapkido.

“apa!” entah mengapa suara Soobin terdengar bergetar di telinga Baekhyun, dan Baekhyun tidak bodoh untuk tidak mengetahuinya.

“cih, kau tau aku , Soobin. Kau mengenalku, dan kita salaing kenal. Camkan itu” apa Baekhyun lupa dengan pesan kemarin, ia terlihat tidak bersalah setelah pesan yang Chanyeol kirim kepada Soobin.

“cih, aku tidak punya teman bernama Byun Baekhyun. Mungkin kau salah sambung tuan. Dan lagi, jangan pernah mendekatiku lagi” cengkraman Baekhyun melemah, dan saat itulah Soobin berlalu dari sisinya. Ia ingin mengatakan sesuatu namun lidahnya kelu. Soobin pasti sakit menerima pesan dari Chanyeol kemarin. Dan ia baru sadar sekarang.

Baekhyun lalu teringat dengan Chanyeol, ia harus memberi pelajaran dengan anak itu. Tubuhnya ia bawa kembali ke koridor dan melewati kembali siswa yang sedang terdiam menatapnya takut, karna sekarang wajah Baekhyun benar-benar garang.

“PARK CHANYEOL” melihat namja yang ia cari, Baekhyun berteriak lalu segera menghampiri namja tersebut.

“hai Baek, wajahmu terlihat mar-“ belum sempat kalimat Chanyeol selesai, sebuah pukulan melayang tepat di pipi kanan Chanyeol.

‘bugh’

“sialan kau Chanyeol. Teman apa kau ini. hah!” pukulan Baekhyun memang tidak main-main, lihat wajah Chanyeol, terlihat mengeluarkan darah di sudut bibirnya, dan juga tubuhnya yang tersungkur di lantai koridor karna tidak siap menerima pukulan tersebut.

‘bugh’

Kali ini Baekhyun memberikan pukulan telak ke arah perut temannya tersebut, ah-mungkin mantan teman.

“apa-apaan kau Baek” Chanyeol yang sudah tidak tahan akibat kelakuan Baekhyun segera membalas pukulan tersebut. Dan mulailah adu jotos. Mereka bahkan tidak peduli kalau semua siswa sedang menonton den tidak ada yang berani memisahkan kedua pasangan atlet hapkido tersebut.

‘bugh’ Chanyeol memberikan pukulan siku ke perut Baekhyun, dan hal itu membuat Baekhun jatuh terduduk dengan darah segar mengalir keluar dari mulutnya.

“APA-APAAN KALIAN!. BERHENTI SEKARANG”

                    TBC

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s