[EXOFFI FREELANCE] Behind The Scenes (Chapter 4)

cover BTS.jpg

title : Behind The Scenes chapter 4

author : Syaca

Main Cast : Oh Sehun (EXO), Choi Yuna (Yuju Gfriend), Jung Chaeyeon(DIA), Kim Junmyeon (EXO), Kim Seok Jin (BTS).

Genre : Marriage life, angst, romance, little bit idol life

Length : Chapter

Rating : PG 15

Dislaimer : this story is mine. Ff ini asli hasil pemikiran author. Don’t bash, don’t plagiat!

#Happy Reading

Yuju pov

” haaaah.. ini melelahkan, keluhku. Sekarang aku dan teman segrupku sedang latihan untuk debut kami yang akan dijadwalkan sekitar 6 bulan lagi, ya, masih cukup lama, tapi kami masih banyak kekurangan, aku tidak ingin mengecewakan debut ini. aku bertanggung jawab dalam hal vocal utama, dan karena itu aku harus latihan keras.

” yuju ya, kapan kau akan tinggal bersama kami? Ujar leader kami sowon, aku sangat menghormatinya, sebagai leader dia juga bertindak seperti kakak untuk kami, dia adalah orang yang sangat perhatian.

” entahlah onnie, aku belum yakin, banyak hal yang harus kuselesaikan diluar sana. Balasku

” menurutku kau harus menyelesaikannya cepat. Ini demi kebaikanmu juga yuju ya, tidak baik kau pulang sudah hampir pagi begitu dan harus kembali pagi lagi, itu akan menguras banyak tenagamu. kata yerin onnie, dia adalah yang tertua kedua setelah sowon, dia seseorang yang penyayang.

“yuju onnie, memangnya apa yang kau lakukan? Tanya sinb main dancer di grup ku, termasuk maknae line.

” emmm.. anak kecil tidak boleh tau . balasku disambung gelak tawa dari semua

” aaa eonnie. Rengek sinb cemberut.

—-

” haaah aku lelah, ujarku merebahkan tubuhku di sofa ruang tengah, sekarang sudah larut malam atau tepatnya pukul 2 pagi, semua orang sedang larut dalam dunia mimpinya. Tapi aku harus mengurus perutku yang sedari tadi meminta mangsanya. Aku berjalan lunglai kea rah dapur, membuka kulkas dan mencari makanan dan minuman. Haaah leganya pikirku. Aku duduk di meja makan dan menikmati makanan ringan.

” darimana saja kau. Ujar seseorang dan membuatku hampir tersedak.

” aish yak! tuan oh jangan mengagetkanku. Kesalku, selain dingin dia juga tidak punya keramahan sama sekali.

” dalam sebulan terakhir ini, kemana saja kau? Setiap pagi kau lari dari rumah dan pulang larut. Apa yang kau lakukan? Tanya sehun dengan nada sinis.

” kau mengkhawatirkanku? Tanyaku menatapnya intens, kulihat sehun mengalihkan tatapannya.

” haha tidak usah khawatir, ini bukan urusanmu, tidak ada yang pelu dikhawatirkan. Sambungku sambil terus mengisi perut. Hening, kulihat sehun hanya diam, tidak ada percakapan diantara kami hanya , dan mengeluarkan ponselnya, sesaat kemudian ia bangkit meninggalkan ponselnya di atas meja menuju toilet yang ada di dapur. Aku menatap ponselnya tajam. Dan tanganku bergerak mengikuti perintah otakku untuk mengotak atik ponsel sehun. Aku melihat semuanya dari sms, sns dan galerinya semuanya tentang chaeyeon. Haah apa ini. bagaimana aku bisa memisahkan mereka kalau aku tidak cukup waktu untuk mengurusnya.

Aku yakin selama sebulan ini sehun pasti terus menerus bersama chaeyeon karena aku tidak ada di rumah. Haaah , aku berdiam sesaat melihat salah satu pesan chaeyeon. Ottakku bekerja. Aku tersenyum jahil dan membuka kontak chaeyeon, menghapus nomornya dan memasukkan nomorku yang masih menggunakan nama chaeyeon. Aku beruntung sehun tidak mengetahui nomorku. Aku yakin untuk beberapa hari sehun tidak akan menyadarinya dan mengira chaeyeon sedang menghindarinya. Haha yuju ya, otakmu cemerlang. Aku kembali menaruh ponsel sehun ke tempatnya dan segera naik ke kamarku. Sedikit ku jelaskan, aku dan sehun tidak dalam satu kamar, di rumah ini punya 3 kamar, jadi kami bisa memilih kamar mana yang akan kami tempati.

Yuna pov end

——-

Sehun pov

Tok tok

” tuan sarapan sudah selesai. Itu suara dari salah satu pelayan dirumah ini han ahjumma.

” ne, aku akan segera turun. Hari ini aku akan kembali bekerja di perusahaan appa, sebelumnya aku dipindahkan ke cabang perusahaan karena hal pribadiku dengan chaeyeon. Sekarang appa memanggilku kembali. Selesai mandi dan memakai setelan jas kantor , aku segera turun, kurasa perutku sudah sangat lapar. Setelah ini aku juga harus menemui chaeyeon dulu, untuk menyemangati hariku tentunya.

Kosong?

” ahjumma, kemana dia? Tanyaku melihat ruang makan yang kosong

” nona sudah pergi pagi pagi sekali tuan.

Haaah.. yasudah ini bukan urusanku. Pikirku

Selesai sarapan aku bergegas pergi menuju perusahaan dan sebelumnya bertemu chaeyeon, sungguh aku merindukannya. Menikah? Aku sangat ingin menikahi chaeyeon saat ini juga, menjadikannya milikku seutuhnya, hanya milikku, tapi chaeyoen masih belum siap, ia masih ragu karena appa tidak menyukainya. Bagiku semua ini tidak penting, aku merasa setelah aku menikah denganya, terima atau tidak , appa pasti akhirnya merelakanku bersama chaeyeon. Lalu tinggal bersama di rumahku. Ah, ahniya di rumah itu ada seseorang lagi yang tidak bisa dibaca, choi yuna. Ku akui dia istri pertamaku bagaimanapun dimata Negara dan agama dia telah sah meskipun kami tidak menginginkan status itu, tapi lihatlah sikapnya sama sekali tidak menunjukkan seperti statusnya,yang kebanyakan jika ada pejodohan tanpa cinta maka sang istri akan membuat suaminya jatuh cintanya padanya. Tapi berbeda dengannya, aku bersyukur dia tidak menghalangi hubunganku dengan chaeyeon tapi entahlah rencana apa yang dia pikirkan saat ini. aku yakin ada sesuatu yang ia sembunyikan.

Author pov

flashback

#pukul 6 pagi

Yuju bangun dan segera berkemas , setelah lengkap dengan pakaian olahraganya, yuju menuju arah apartemen chaeyeon, ya iya sudah mengetahui dimana alamat chaeyeon dan akan merencanakan sesuatu yang telah ia pikirkan semalam. Keberuntungan berpihak padanya, ia bertemu dengan chaeyeon di tengah perjalananya yang juga sedang olahraga pagi. Senyum miring terlukis di wajahnya.

” chaeyeon ah mianhae, tapi ini adalah keputusanku membantu appa. Gumam yuju

yuju membeli air mineral lalu berlari kea rah chaeyeon dan sengaja menabrak bahu chaeyeon alhasil ponsel yang sedang dalam genggaman chaeyeon terlempar bersamaan dengan air mineral milik yuju tidak terlalu jauh, namun air mineral itu pecah dan mengenai ponsel chaeyeon.

” aaa mianhae. Chaeyeon onnie? Tanya yuju pura pura terkejut

” yu..yuju? balas chaeyeon

” onnie mianhae, tadi aku terburu buru. Yuju melihat kearah ponsel chaeyeon.

” onnie ponselmu, akan kuambilkan. Ucap yuju cepat

Yuju segera berlari kea rah ponsel chaeyeon dan mengambilnya berpura pura untuk mengelap air dari ponsel chaeyeon dengan membelakangi chaeyeon

” onnie akan kubersihkan dulu airnya

Chaeyeon hanya diam memandangi sayu punggung yuju, sekarang yuju merasa beruntung ponsel chaeyeon tidak terkena air seutuhnya, hanya bagian luarnya saja, ia sempat khawatir akan merusak ponsel chaeyeon dan tidak bisa menjalankan aksinya, dengan cepat yuju mencari kontak sehun dan mengganti nomor sehun dengan nomornya atas nama sehun, sama seperti yang ia lakukan pada sehun tadi malam.

” onnie, ini. maafkan aku, tapi ponselmu tidak apa apa. Yasudah onnie lanjutkan lagi olahragamu, aku harus pergi sekarang. Yuju berlalu, chaeyeon masih dalam kediamannya, ia sedikit merasa aneh dan bingung melihat yuju, ia merasa yuju seseorang yang misterius. Tapi disisi lain ia senang, karena ada anggota keluarga sehun yang menerimanya dengan sehun.

Flashback end

Chaeyeon pov

” chaeyeon ah.. dia sudah datang pikirku. Sehun, namja yang sangat kucintai, aku akan memberikan apa saja untuknya, bagiku dia adalah hidupku. Aku tidak memiliki siapa siapa lagi di dunia ini dan aku hanya memilikinya , aku tidak ingin kehilangannya. Meskipun banyak rintangan dan menentang hubungan kami, aku tidak akan melepasnya, aku yakin ini akan berlalu, waktu yang akan menjawab semuanya.

” oppa…sambutku, ia memelukku erat dan membuatku sulit bernafas.

” oppa lepaskan. Aku tidak bisa bernafas . ujarku memukul punggungnya.

” annyeong chagi..sapanya lembut dan mengendurkan pelukannya.

” annyeong oppa. Balasku.

” kau sudah makan? Aku menggeleng cepat.

” aigoo, makan lah . kau harus sarapan, jangan sampai kau sakit. Ungkapnya dengan raut wajah khawatir yang sangat aku sukai. Emm, aku menyukai saat dimana sehun mengkhawatirkanku, itu tandanya dia masih peduli dan raut wajahnya terlihat lucu.

” kalau aku tidak mau bagaimana? Aku ingin sakit saja. rengut ku

” yak! Apa yang kau pikirkan oo? Sakit itu tidak menyenangkan yeon ah, kau ingin membuatku khawatir. Ucapnya dengan nada sedikit kesal menurutku.

” em, itu malah menyenangkan untukku. karena jika aku sakit kau tidak akan kemana mana dan terus disini menemaniku sampai aku sehat, jadi aku tidak perlu merindukanmu. Bukankah itu menyenangkan? Aku mendongak melihat sehun. Sehun hanya diam, raut wajahnya datar, tidak ada sepatah kapanpun keluar dari mulutnya, aku sedikit khawatir, kenapa sehun tiba tiba menjadi diam seperti ini, apa ada yang salah dengan perkataanku, ekspresi seperti inilah yang kutakutkan dari sehun. Aku melepaskan pelukan kecil ku darinya dan menatap manik matanya mencari sebuah kejelasan didalamnya.

” op..oppa.. waeyo? Kenapa kau diam seperti ini. sungguh aku merasa tidak tenang seperti ini, diam, ekspresi yang datar dengan tatapan yang tajam. Kurasa aku ingin menangis saat ini juga.

” lihatlah matamu berkaca kaca sekarang. Ujar sehun diiringi tawa garingnya.

” yak!! Oh sehun! Kau mengerjaiku.. kesalku dengan nada setengah berteriak. Sehun menarikku masuk ke dalam pelukan. aroma parfumnya menyeruak masuk ke indra penciumanku, aroma mint yang selalu ku sukai dan menjadi hobi untukku memeluk dan mencium aroma ini.

” sakit atau tidak, aku akan selalu ada di sampingmu. Aku tidak akan meninggalkanmu. Sehun melepas pelukannya dan memegang bahuku erat.

” aku tidak akan menyerah, dan kau akan menjadi ibu dari anak anakku. Aku akan bekerja keras sekarang untuk masa depan kita berdua. Jadi aku mohon jangan buat dirimu sakit hanya gara gara aku tidak disampingmu. Kita akan bahagia pada waktunya, tutur sehun lembut, perkataannya sungguh membuatku terharu.

” aku harap begitu juga, oppa. Balasku dan kembali memeluk tubuh kekar kekasihku ini, sangat hangat dan membuatku tenang. Ingin rasanya aku tidak melepas pelukan ini selamanya. Berlebihan? Hem, ya aku sedikit egois jika tentang sehun. Aku akui.

” oppa, nanti malam aku akan libur.

” benarkah? Kau ingin keluar bersama?

” apa oppa tidak sibuk ?

” untukmu aku akan meninggalkan semuanya.

” jangan berkata seperti itu ,oppa.

” baiklah, bagaimana?

” em, aku ingin kita keluar bersama lagi. dan kali ini oppa harus membawaku ke suatu tempat.

” em, dimana?

” nanti oppa akan tau.

” em, oke. Sekarang aku sudah mendapatkan energiku. Aku akan menjemputmu nanti malam ne. ucapnya melepaskan pelukannya.

” ne, aku ak…hmpphhh

” aku pergi annyeongg

Sial, dia mencuri ciumanku dengan cepat. Melihat punggungnya kian menjauh dari pandanganku membuat seulas senyuman terpatri di wajahku, senyuman kebahagian memiliki seorang namja yang begitu menyayangiku, mencintaiku seperti dirinya dan akan menjadi ibu dari anak anaknya.

Chaeyeon pov end

——

Author pov

” yuju ah, ponselmu berdering. Yuju segera memeriksa ponselnya.

“aku akan menjemputmu setengah jam lagi, bersiaplah chagi” from sehun

” aaaa.. ini menarik , drama ini dimulai, baiklah malam ini aku akan memberikan kesempatan pada kalian, gumam yuju menampilkan senyuman jahilnya. Ponsel yuju kembali berdering.

” oppa, kapan kau akan menjemputku? Aku sedang bersiap siap ” from chaeyeon

” waaa, one more! U get it yuju ah. Dari kebanyakan permainan yang kumainkan selama ini, seperti nya ini akan lebih menyenangkan. Yuju mengirim pesan sehun kepada chaeyeon, dan mengirim balasan chaeyeon untuk sehun.

” kalian akan kencan. Baiklah aku juga akan ikut. Ujar yuju menyimpan ponselnya kembali.

” yuju ah, ada yang ingin bertemu denganmu. Ujar salah satu staff

” nuguseyo?

—–

Yuju benar benar malas harus berhadapan lagi dengan orang yang membuatnya seperti penjahat saat ini. ia menatap junmyeon tak suka, apa lagi sekarang?

” apa kabarmu?

” baik

” bagaimana trainee mu?

” lancar

” kapan kalian akan debut

” tidak lama lagi.

Junmyeon merasa aura tak enak pada yuju sejak ia pertama datang.

” kau kesal padaku. Yuju hanya diam.

” haah.. gadis aneh, tidak tau terima kasih, seharusnya aku..

” baiklah tuan junmyeon, yuju akhirnya angkat bicara.

” aku sangat berterima kasih, karena kau sudah membantuku mewujudkan impianku, terima kasih untuk semua ini, tapi aku tidak mengerti kenapa aku harus …

” kita sudah bicarakan hal ini sebelumnya. Sela junmyeon cepat.

Yuju mendecak kecil dan menunduk lemas.

” bagaimana ? sudah ada perkembangan ?

” apanya?

” kau mengerti maksudku.

” baiklah, hubunganku dengan sehun tidak ada perubahan, tapi lihatlah ini dulu.

Yuju menunjukkan ponselnya.

” apa ini? pesan dari sehun dan chaeyeon untukmu ta…… tunggu dulu. Junmyeon menelaah lagi maksud dari sms itu.

” kau? Melakukan ini? yuju menunjukkan senyuman manisnya

” aku pandai bukan? pikiranku lebih jalan daripada dirimu haha. Suatu sindiran yang biasa untuk junmyeon,

” jadi kau akan mengikuti mereka? yuju menganggukkan kepalanya.

” apa yang akan kau lakukan setelahnya? Pertanyaan yang membuat yuju bingung untuk membalasnya. Junmyeon benar, apa yang akan ia lakukan nanti? Hanya menonton kencan mereka? atau harus lakukan sesuatu? Pikir yuju.

” otakku lebih bermutu daripada otakmu, balas junmyeon bermaksud membalas sindiran yuju. Yuju kesal dan mengerucutkan bibirnya menatap junmyeon tajam.

” dengarkan aku dan lakukan ini. sambung junmyeon. Yuju mendengar penjelasan junmyeon lamat. Setelah mendengar semua yang dikatakan junmyeon yuju terdiam, ia sedang mencerna ucapan junmyeon.

“MWO?

TBC

let’s respect for each other,, jangan lupa tinggalkan jejak nya, ^^  

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Behind The Scenes (Chapter 4)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s