[EXOFFI FACEBOOK] IMPOSSIBLE

10351321_1426168894332051_3812751748668906866_n

IMPOSSIBLE

Cast : Jung Hyejin, Xi Luhan

Judul: IMPOSSIBLE

Author: Ajeng Evita

Genre: Sad

Length: Oneshoot

 

Haiii~ this is the first time. Salam kenal

Mungkin belum sempurna, tapi terimakasih yang udah mau baca dan kasih saran happy reading.

Hyejin masih menunggu dengan sabar diatas balkon memandang apapun yang tertangkap oleh pengelihatannya. Merasakan angin sore yang menyapu lembut wajah manisnya, dan menerbangkan setiap anak rambutnya yang terurai bebas. Hyejin masih sabar menunggu. Hingga sosok yang ditunggu telah datang denga nafas terengah “maaf aku terlambat hye.” . hyejin menghela nafas seraya tersenyum hambar “aku sudah terbiasa…” . “aku tau aku melakukan kesalahan, aku sudah sering membuatmu menunggu terlalu lama..” . suasana kembali hening ketika hyejin sibuk mengendalikan emosinya yang sangat ingin menampar lelaki itu

“itu semua tidak gratis Lu..”

“baiklah, sebutkan permintaanmu”

“ice cream”

“ini dia”

Selalu seperti itu, Hyejin sudah terbiasa dengan keterlambatan sahabatnya Xi Luhan. Dia seolah mengerti hyejin yang tidak akan betah mendiaminya terlalu lama, nyaman. terlalu nyaman bila sedang berada pada sisinya, hyejin pun melahap ice cream pemberian Lu han tanpa memperdulikan sekitarnya lagi, dan tanpa hyejin sadari sekarang luhan memandanginya begitu lekat “apa yang kau lihat?”.

“menurutmu, apa yang harus aku lakukan saat aku sangat mencintai seseorang hye..?”

“kau harus mengatakannya”

“pasti aku akan mengatakannya.. baiklah aku tunggu besok di cafelate jam 7.30 ya”

Setelah bertanya seperti itu Lu han beranjak pergi, meninggalkan hyejin yang masih mematung, ia merasa ada sesuatu yang menyayat hatinya saat ini, mengapa terasa begitu perih? Hyejin tak bisa membendung rasa sesak itu lagi, cairan itu sudah mengumpul di pelupuk mata indahnya. Hyejin masih ingin menahannya, tapi ia tak dapat membendung rasa pedih itu lagi. Hyejin pun membuang ice cream pemberian Lu han dengan marah.

Sesampainya dirumah, Hyejin langsung berjalan gontai memasuki kamarnya, ia ingin menenangkan diri. Melenturkan otot-otot syarafnya yang sedari tadi menegang. Menyembunyikan mata mengerikannya. Hyejin terlihat berantakan dan sangat buruk, “secepat inikah..” lirihnya dengan suara parau, kembali air matanya menyeruak, “aku mencintaimu Lu, sangat..” lirihnya lagi. Hanya seperti ini cara hyejin mengungkapkan perasaannya, berbicara pada angin yang mustahil menyampaikan apa yang ia lirihkan pada Lu han, ya Xi Luhan. Hyejin mencintainya, entah sejak kapan. Tapi rasa itu tumbuh begitu saja seiring berjalannya waktu. Tetapi hyejin hanyalah pengecut yang berani merasakan tetapi tak kuasa mengatakan. Hyejin hanya takut Lu han menjauh, hyejin hanya takut kehilangan zona nyamannya disaat ia masih bersama Lu han.. hyejin takut kehilangan bahunya yang menenangkan.

~~

Disini, hyejin duduk termenung sendiri sedang menunggu ‘lagi’ seseorang yang beberapa hari lalu membuat janji dengannya. Hyejin duduk di bangku pojok dengan tatapan kosong keluar jendela, samar hyejin mengeluarkan senyum tipis saat ia membayangkan hal apa yang akan Lu han ceritakan padanya nanti saat dia datang. 10 menit……. 25 menit……… 30 menit…. Lu han belum juga datang, apa dia lupa dengan janjinya sendiri? hyejin kembali tersenyum kecut. Hyejin masih setia duduk di bangku kafe itu, menunggunya. Tentu saja

“I’m sorry hyejin….” Ada rasa penyesalan di nada bicaranya

“sudah sangat terbiasa” hyejin tersenyum ‘paksa’

“aku tadi ada janji kencan dengan Aeyoung” jelasnya

Senyum yang berusaha Hyejin pertahankan seketika pudar, mendengar penuturan Lu han, ‘apa jangan-jangan Lu han sudah menyatakan perasaannya?’ batin hyejin. Berbagai pikiran berkecamuk dalam kepalanya

“aku lelah bila kau terus menyuruhku menunggumu, aku pun tak pernah tau kau akan datang menemuiku atau tidak” terdengar sangat lirih. Hyejin mengungkap perasaannya.

“siapa suruh kau menungguiku? Kau kan bisa pulang jika aku tak kunjung datang..”. hyejin merasa tertohok karena ucapan sahabatnya.

“ringan sekali bicaramu Lu han? Kau punya hati atau tidak? Aku menungumu karena kau sendiri yang membuat janji bertemu disini dengan ku, kau lupa atau memang tak peduli? Kau anggap aku apa dimatamu? Seperti apa aku dimatamu?” tumpah. Segala emosi yang berkecamuk didalam hati hyejin selama ini telah tumpah.

Lu han menghela nafas “ya memang aku yang membuat janji, tetapi jika memang kau sudah lelah menungguku, kau bisa pulang dan membatalkan janji kita, kau itu seperti noda yang terus menempel padaku hyejin, aku lelah jika seperti ini”

Demi tuhan dan seisi langit, seaakan tertampar mendengar penuturan Lu han, rasanya kaki hyejin lemas, tak mampu lagi menopang tubuhnya, sakit sekali. Sungguh ini kali pertama hyejin bertengkar hebat dengan Lu han. Hyejin ingin menyudahi ini semua. Tetapi ia tidak bisa bila harus berhenti ditengah jalan. Hyejin mendongak dan membelalakan matanya tak percaya dengan ucapan Lu han, perlahan ia tersenyum, senyum yang tersirat akan kepedihan yang mendalam.

“oh jadi aku noda dimatamu? Kalau memang benar, hilangkanlah noda itu. Jangan biarkan noda itu menempel pada kemejamu. Aku tidak akan membuatmu repot lagi.” Tangis hyejin tak terbendung lagi, hyejin beranjak dari tempatnya sebelum lengannya ditahan oleh Lu han “bu…bukan seperti itu hye. Bukan itu yang kumaksud. Hey kau menangis?” nada bicara Lu han terdengar panic, hyejin seakan tak peduli, ia bahkan menghempaskan tangan Lu han dengan kasar. “sudahlah Lu, anggap saja aku tak mengenalmu. kita tak saling kenal. Aku pergi”.

Akhirnya hyejin melangkahkan kaki pergi dari tempat itu, ia mengucap kata perpisahan dengan Lu han. Hyejin sudah sakit, terlalu sakit menatap wajah itu, wajah Lu han yang menenangkan. Tetapi setelah beberapa langkah, Lu han menahan tangan hyejin lagi.

“please hyejin… I need you”

“sudahlah, aku tak apa”

“aku akan menuruti permintaanmu., sebutkan apa yang kau minta?” Lu han mengatakan kebiasaannya jika hyejin sedang marah padanya, tetapi hyejin bertambah sakit dengan kata-kata Lu han yang seperti itu. ‘ini bukan perkara mudah seperti biasanya Lu’ batin hyejin.

Hyejin menegakkan kepalanya menatap Lu han “kalau aku menyebutkannya, kau juga tak akan bisa memenuhi, sudahlah anggap kita tak pernah kenal, sudah cukup ini terlalu sakit Lu” nada bicara hyejin mulai naik. Sudah habis seluruh kesabaran hyejin selama ini menghadapi sakit yang teramat sangat. Tetapi Lu han belum menyerah, ia menatap Hyejin lembut “apa yang kau inginkan, bicaralah aku akan berusaha.. ice cream? Coklat? Bunga? Atau boneka?”. Bukan. Bukan itu yang diinginkan hyejin seperti biasanya, ini perkara hati.

“aku tidak mau .. aku benci semuanya.. aku benci dirimu Xi Luhan”

“katakanlah Jung Hyejin!!” Lu han berteriak. Kesabarannya kini mulai habis

“KAU!!! Kau yang ku inginkan, hanya kau Lu. apa bisa kau memenuhi itu? Tidak bukan? Sebaiknya aku mundur, aku sudah tidak sanggup menunggumu terus menerus” pertahanan hyejin runtuh, ia mengatakan keinginannya terhadap Lu han, air matanya meluncur deras seakan mengiringi perkataan hyejin barusan. Lu han membelalakan matanya, ia bingung dan tidak dapat berkata apa-apa. “ma..maaf. Aku tidak bisa hye”.

“see? Aku sudah menduganya. aku pergi” ucap hyejin seraya tersenyum dan melepas genggaman tangan luhan. Mungkin itulah akhir Xi Luhan dan Jung Hyejin, hyejin menangis didalam mobilnya, ia menyetel music dengan volume yang sangat kencang. Seakan ia tak mau isakan menyedihkannya terdengar oleh siapapun. “bodoh!” hyejin mengumpat dirinya sendiri sambil memukul stir digenggamannya. Hyejin hanya ingin tahu sekarang, apa kebahagiaan itu terlalu semu untuknya? Kapan ia bisa meraih kebahagiaan itu? Hyejin sungguh tidak tahan bila seperti ini, menahan perasaan dan tersakiti sendirian. Itu melelahkan, rasanya ingin menutup mata sampai langit berubah warna. hyejin membuka mata dan melupakan semuanya. Sulit!

One thought on “[EXOFFI FACEBOOK] IMPOSSIBLE

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s