One Spring Night [Ficlet]

Image result for sehun photoshoot

Morschek96 presents One Spring Night

Alternative Universe, Sad, Slice of Life || Rating: PG

Oh Sehun, EXO Members, and others.

 

Author Note:

I own the story and plot. Copying and plagiarizing this story are forbidden

Disclaimer:

Have you heard that EXO will be divided into EXO-J?

Everyone wonders the same thing, to love them without exception.

***

Why are there so many things in our short? Those came to me heavily.


10 Maret 2017, bukan pertama kalinya ada panggilan untuk acara makan malam, juga bukan pertama kalinya empat orang yang sama persis menghadiri acara seperti ini. Saat ini hujan di luar turun dengan lebat ketika cairan champagne itu dituangkan ke dalam gelasnya.

Sehun perlahan telah terbiasa dengan jenis acara semacam ini. Dengan dihadiri berbagai orang seperti stasiumafilasi televisi, majalah, produser, dan lain-lain. Semua orang itu mempunyai tujuan yang sama yakni untuk ‘berkenalan’ dengannya, dan jenis makan malam seperti ini akan menghasilkan kesepakatan dan kontrak.

Di masa lalu, Sehun membenci kehidupan normalnya, ia selalu melihat ke depan untuk saat-saat seperti ini. Membayangkan satu per satu impiannya menjadi nyata membuat jantungnya berdegup senang. Namun sekarang, entah mengapa ia menolak segala sesuatu yang mendebarkan.

Setelah beberapa bincang-bincang, Sehun perlahan mulai menyadari topik utama dari pesta makan malam ini. Hal ini berkaitan dengan rumor-rumor yang menyebutkan bahwa mereka akan terpisah lagi menjadi sub unit Jepang. Setelah sukses dengan sub-unit vocal CBX beberapa saat yang lalu, pihak agensi memutuskan agar member EXO yakni Sehun, Kai, dan Chanyeol akan debut di negeri sakura tersebut.

Mereka bekerja di perusahaan besar yang ketat, mau tak mau, mereka harus melakukan ini.

“Jadi, tuan-tuan. Inilah anggota termuda EXO yang bernama Sehun. Saya berniat untuk membawa Kai dan Chanyeol juga tadinya, namun cidera kaki yang dialami Kai tak memungkinkannya untuk datang, dan Chanyeol—“ sang manager yang mempunyai potongan rambut cepak itu menghela singkat, “Keluarga Chanyeol sedang berduka karena salah anggota keluarga mereka baru saja ada yang meninggal.”

“Jadi— kau bilang salah anggota mereka masih ada yang cidera? Bagaimana kau bisa terus melakukan ini?” ucap pria dihadapan Sehun, ia menggeleng saat membenarkan kaca mata yang ia pakai.

“B-bukan begitu, ini tidaklah parah. Sebenarnya pembentukkan EXO-J ini sudah terpikirkan oleh pihak agensi saat EXO ditinggal keluar tiga personel mereka. Jadi, kurasa hal ini tidak mendadak.” Bela si manager, “Lihatlah artis kita, Oh Sehun dengan pahatan wajah dan tubuh sempurna. Mencoba peruntungannya di pasar Jepang memang bukanlah hal yang sepele. Namun, agensi kita memiliki persiapan yang memadai.” Sambungnya sekali lagi, seolah Sehun adalah sebuah barang dagangan yang ia tawarkan kepada konsumen.

“Sehun? Aku sudah pernah mendengar tentangmu,” Direktur sponsor Ivy Club menatapnya, ”Apa kamu menemukan sesuatu yang menarik dari Jepang?” ia bertanya dengan aksen Jepang yang masih sangat kental. Sedangkan sang Sekretaris CEO yang duduk disebelahnya tersenyum samar, dapat Sehun lihat dengan jelas kerutan disudut matanya.

Sehun mengedipkan matanya dua kali dan si manager menepuknya, “Dia bertanya padamu!”

“Oh— Jepang? Ya, saya tertarik,” ucapnya sambil memaksakan senyum. “Saya sering melihat variety show dan acara-acara lain.”

Jawaban Sehun membuat manager mereka tersenyum, merasa puas atas jawaban anak itu. Namun manager berpengalaman sepertinya tentu tak bisa dibodohi dengan ekspresi Sehun yang kelihatan sangat dibuat-buat.

“Tapi tetap saja, kalian harus tetap memperhatikan perkembangan mereka salama di Jepang nanti. Kau tidak terlalu banyak bicara, Sehun. Aku takut mereka tidak mampu beradaptasi jika mereka datang ke Jepang seperti itu.”

Manager mengerutkan alisnya dalam kekhawatiran dan berkedip. Dia berhenti selama beberapa detik sebelum mengambil gelas champagne di hadapan Sehun dan langsung mencipratkan ke wajah Sehun. Dengan cepat, semua orang menjadi diam.

People said, just follow your heart. Then, he wonders.

If your heart is broken into pieces, which piece do you want to follow?

.

.

.

_oOo_

Di dorm, Chanyeol menaruh kedua tangannya ke dalam saku celana karena udara malam ini tidak bisa dibilang hangat. Terlihat kepulan asap yang keluar saat ia menghembuskan napas.

“Jika kau ingin menangis, menangislah. Tidak perlu berpura-pura didepanku.” Ucap Chanyeol pelan.

Sehun melemparkan pandangannya keluar jendela, “Aku tidak berpura-pura. Aku sudah meneteskan air mata.”

“Aku tidak melihatnya.” Chanyeol semakin mendekat, menggoda si lelaki yang lebih muda darinya tersebut.

Sehun berjalan keluar kamar dan berdiri di balkon sedangkan Chanyeol mengikutinya. Udara segar pukul 2.14 dini hari menyerbak di indera penciuman mereka, angin musim semi menggoyangkan dedaunan.

“Hyung— sudah berapa lama kita saling mengenal?”

Chanyeol terlihat berpikir, pikirannya menerawang jauh ke belakang, “Eung— kita bertemu saat trainee di tahun 2008, jadi sudah… delapan tahun?”

Sehun tersenyum, melihat ke arah jalan yang memang sangat sepi, “Tidak terasa ya, kembali saat aku mengenal kalian, aku sangat senang mempunyai kawan seperjuangan bersama. Tinggal di dorm, dan bekerja di bangunan megah itu. Sudah delapan tahun. Tapi aku masih berpikir, siapa orang yang mengendalikan kita di belakang layar?” Wajahnya mulai sendu, mengingat kejadian di restaurant beberapa waktu yang lalu.

Chanyeol melihatnya, “Kau tahu— orang-orang yang hidup dibalik topeng.”

Sehun mengangkat sebelah alisnya, “Hm?”

“Lihat semua orang disana,” Chanyeol melihat lurus ke depan, “Semua orang memakai topeng saat mereka bersama orang lain.”

“Bagaimana saat mereka sendirian?” Tanya Sehun.

Chanyeol tak menjawab. Ia diam selama beberapa detik.

“Ayo pergi ke sungai Han.” Ucapnya dengan senyum lebar khas Park Chanyeol.

Bukankah berpura-pura itu mengerikan, eh? Bahkan pada dirimu sendiri. Bukankah lebih menyenangkan jika kita hidup tidak berdasarkan ‘image’ yang orang lain buat? Sehun bertanya-tanya di dalam hati.

.

.

-END-

NOTE:

Yah sebenernya ini FF event buat blog sebelah.. tapi tak apa lah aku post juga disini. Wkwkwk

Ini cuma FF yah sayyy… so don’t take it personal!

Awas ajah kalo ada yg ngomel2 di kolom komentar soal pembentukan EXO-J. ini kan cuma ide author doang.^^ gk beneran kok.

Leave your comment.

-morschek96 https://morschek96ff.wordpress.com

13 thoughts on “One Spring Night [Ficlet]

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s