Stuck On You! (Chapter 07) – Shaekiran & Shiraayuki

siapdiedit2345

Stuck On You!

A Colaboration FanFiction By Shaekiran & Shiraayuki

Main Cast

Bae Irene, Oh Sehun, Park Chanyeol, and Son Wendy

Genres

School life, romance, funny, friendship, AU etc.

Length: Chapetered

Rating: Teenagers

Disclaimer

Ada yang kenal dengan author dengan pen name Shaekiran atau Shirayuki? Cerita ini adalah hasil buah pikiran kami berdua.Merupakan sebuah kerja keras dari dua buah otak yang terus saja bersinergi untuk merangkai ratusan kata demi kata hingga menjadi sebuah cerita utuh. Hope you like the story. Happy reading!

Previous Chapter

Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | [NOW] Chapter 7 |

First love?”

 

Author’s Side

BRUKK!

“Pritttt!!”

Pekik histeris terdengar memenuhi lapangan basket. Jatuhnya Chanyeol-kapten team basket yang menjadi tuan rumah ajang perlombaan persahabatan itu- tentunya mengundang ricuh dari penonton, terutama dari kaum hawa yang 99 % adalah fans fanatik Chanyeol.

Wendy yang menyaksikan langsung Chanyeol merintih kesakitan sambil memegangi lututnya di tengah lapangan tentu saja tidak tinggal diam. Setelah nyawanya terkumpul kembali karena terlalu kaget dengan detik-detik dimana tubuh kekasihnya itu menghantam kuat lantai lapangan, Wendy mulai memaksa tubuhnya menyelip diantara kerumunan yang memasuki lapangan basket.

“Chanyeol-ah! Chanyeol-ah!”, Wendy terus berteriak meski kini tenggorokannya mulai sakit. Banyaknya kerumunan itu membuat Wendy sulit bergerak ke tengah lapangan, ditambah lagi tubuh mungil si gadis yang tidak bisa mengimbangi padatnya kerumunan.

Ya! Jangan dorong-dorong!” Wendy memekik kesal, sementara kerumunan padat itu terus saja mendorong-dorong Wendy hingga hampir jatuh dan terinjak-injak.

Dengan sekuat tenaga Wendy melewati kerumunan, dan akhirnya ia bisa melewatinya meski tulang-tulangnya hampir saja remuk. Lantas didekatinya sosok Chanyeol yang tengah terkapar di lapangan dengan beberapa anggota medis yang tengah memijat betis pria Park itu.

“Chanyeol-ah, gwenchana?” Wendy berucap pelan, dirinya sungguh khawatir dengan kondisi sang kekasih.

“O-oh, Wendy-ah, aku baik-baik saja, hanya terkilir se– argh!!” Serempak para penonton tersentak kaget karena teriakan Chanyeol barusan.

“Apa sesakit itu?” Wendy bertanya dengan mimik kesakitan juga.

“Ti-tidak, masih bisa aku tahan, Wen.” Chanyeol berusaha tersenyum di depan gadisnya.

“Baiklah, Chanyeol-ssi, kami akan memindahkanmu ke UKS. Untuk sementara kau harus beristirahat dulu.” ucap salah seorang tim medis yang menangani Chanyeol.

Ne, kamsahamnida.” Chanyeol berucap pelan, sungguh ini merupakan sakit yang paling sakit yang pernah ia rasakan.

Lantas Chanyeol dinaikkan ke atas tandu dan segera di bawa ke ruang UKS. Wendy berjalan mengikuti tandu itu. Wendy sama sekali tidak mengetahui bahwa tatapan para fans fanatik Chanyeol tengah menusuk punggung kecilnya.

“Aku merasa gadis kutu buku itu tak cocok dengan Chanyeol kita.”

^^

Irene berjalan gontai, lantas memandang kesal semua yang berhadapan dengan mata indahnya tanpa pandang bulu.

“Laporan, kenapa harus ada yang namanya laporan di dunia? Kenapa Oh Sehun adalah seorang ketua OSIS? Kenapa?!” Irene bergumam kesal, bahkan beberapa pemuda yang tadi berniat menggodanya mengurungkan niat karena mengira gadis itu gila.

Sesaat mata Irene terfokus ke arah sebuah supermarket setelah menelan ludahnya pelan, Irene berjalan memasuki supermarket itu dengan langkah menghentak. Dia segera menuju lemari dingin yang berisi berbagai macam variasi es krim dan memilih es krim dengan ukuran paling besar. Dia segera membayar es krim itu dan lekas ia keluar dari tempat itu. Irene bahkan mengabaikan kasir supermarket yang membicarakannya.

“Cantik-cantik kok aneh.”

Dengan setengah hati Irene menjilati es krim dengan rasa coklat itu. Sembari menyusuri jalan menuju komplek rumahnya yang sepi membuat Irene teringat kepada Sehun lagi.

“Ck, masa bodoh dengannya. Ia memang tidak pernah mementingkan perasaanku. Lihat, dia bahkan tidak mengejarku.” gumam Irene kemudian sembari mengingat bagaimana Sehun yang hanya diam di tempat dan bukannya menarik tangan gadis itu agar kembali. Sungguh, Irene hanya bercanda saat bilang ia akan pergi dengan harapan bahwa Sehun akan mengejarnya, namun nyatanya? Irene malah mendapati Sehun kembali berkencan dengan tumpukan laporan OSIS dan tidak meliriknya sama sekali.

“Maaf, nona.” Irene menoleh ke arah sumber suara saat merasakan kini seseorang menepuk bahunya pelan. Tiba-tiba gadis itu membuka mulutnya lebar dan es krim ditangannya jatuh begitu saja ke aspal jalan.

“Ka-kau?”

^^

“Ah.. akhirnya selesai.” Sehun meregangkan otot-ototnya, lalu memijat pelan pundaknya yang sudah sangat terasa pegal.

Dia baru saja menyelesaikan laporan-laporan yang selama ini menghantui tidurnya. Dan karena laporan-laporan itu dia lupa bahwa dia tengah bertengkar dengan Irene.

“Ketua Oh, kami pulang duluan.” Sehun mengangguk mengiyakan pada beberapa anggota OSIS yang sudah bersiap menenteng tas. Ia yakin ini sudah sangat sore dan seharusnya dia juga sudah kembali ke rumah.

“Ngomong-ngomong, bagaimana hasil pertandingan basket tadi?”, tanya Sehun membuat teman-temannya terpaksa menghentikan langkah mereka.

“Oh, pertandinganya dihentikan, kapten tim basket sekolah kita mengalami cedera.” jawab Minseok yang merupakan sekretaris OSIS.

“Maksudmu, Chanyeol cedera?” tanya Sehun dengan nada meninggi, cukup kaget karena Chanyeol yang sering menjadi momok baginya itu kini terkapar.

“Iya, cukup parah sepertinya.” tambah Minseok lagi.

“Apa pertandingan sudah lama berakhir?” tanya Sehun lagi.

“Hmm.. setengah jam, mungkin.” Setelah mendengar jawaban Minseok, Sehun segera berlalu.

Ia berlari menyusuri koridor sekolah menuju ruang UKS. Dan Sehun akhirnya tersenyum lega ketika masih mendapati Chanyeol beserta Wendy disana.

“Sehun?” Wendy menatap Sehun heran, lalu ditolehkannya kepalanya ke kanan.

“Mana Irene?” tanya Wendy dan Chanyeol serempak.

Sehun membelalak, akhirnya dia ingat bahwa Irene marah dan pulang lebih dulu tadi.

“Maaf, sepertinya aku harus pergi.” Sehun berlari lagi, lupa pada niatnya sendiri yang ingin menjenguk Chanyeol. Chanyeol dan Wendy pun hanya menggedik heran ketika Sehun dengan secepat kilat datang dan pergi dari hadapan mereka.

“Bagaimana mungkin ia lupa kalau Irene marah padanya.” ucap Wendy seraya tersenyum tipis pada Chanyeol.

^^

“Ka-kau?” Irene berucap tak percaya karena sosok dihadapannya ini.

“Apa anda mengenal saya?” pria di depan Irene menunjuk dirinya sendiri, Irene menggeleng tak percaya bahwa sosok dihadapannya ini tak lagi mengingatnya.

“Ah.. maaf. Saya salah ternyata.” Irene pura-pura tersenyum.

Irene mana mungkin lupa dengan sosok manusia di depannya sekarang. Meski itu sudah berlangsung empat tahun yang lalu, tapi Irene nyatanya masih sangat mengingat sosok ini.

Flashback On

“Lihatlah, si nerd itu masih sama cupunya.”

“Yang dia pegang selalu pensil untuk mengerjakan tugas fisika dan bukannya pensil alis. Memangnya apa yang kau harapkan dari gadis seperti itu?”

“Cih, cupu dan jelek. Tidak ada gunanya.”

“Kalau saja dia bukan juara umum dan sumber contekanku saat ujian, aku pasti sudah membully-nya habis. Seharusnya dia bersyukur karena aku masih punya hati.”

Gadis yang tengah digunjingkan itu hanya diam dan terus melanjutkan langkahnya menuju laboratorium Kimia. Telinganya serasa sudah sangat kebal dengan semua hinaan yang bagaikan makanan pagi, siang dan, malamnya itu. Jadi, Bae Irene tidak pernah ambil pusing lagi.

Yang dia lakukan cukup merapatkan tas dan buku tebal yang selalu dia bawa, merajut langkah bagaikan tidak ada yang pernah terjadi. Ya, Bae Irene. Si gadis cupu dengan kepang dua norak dan kacamata setebal tutup botol susu sapi.

“Hari ini ssaem akan membagikan hasil ujian Semester kalian.” guru Kim nampak berdehem sebentar di depan kelas sebelum dia merogoh tasnya kemudian mengeluarkan lembar demi lembar kertas ujian yang sudah ia nilai.

“Bae Irene!” guru itu memekik, tak pelak membuat Irene yang duduk di deret nomor 2 dari depan langsung tersentak dan maju ke depan kelas.

“Selamat, nilai kamu yang tertinggi.” guru Kim yang adalah guru Fisika itu memuji Irene, namun tak ada yang bertepuk tangan. Irene hanya tersenyum masam, mengambil kertas ujiannya kemudian kembali duduk di kursinya.

“Jung Soojung!”guru Kim itu memanggil satu nama lagi. Kali ini seorang gadis berperawakan langsing semampai dengan rambut hitam sepunggung yang digerai begitu saja maju ke depan kelas.

“Selamat, kamu yang nomor 2.” puji Guru Kim, dan kelas langsung heboh riuh dengan tepuk tangan.

Ayolah, Soojung adalah gadis tercantik di kelas ini, bahkan gadis Jung itu masuk di jajajaran gadis-gadis cantik dan modis serta most wanted, jadi sudah pasti banyak yang bersorak baginya. Ingat kan? Penampilan adalah segalanya. Soojung cantik, artinya banyak yang menaruh simpati pada Soojung. Namun Irene? Ia hanya gadis cupu dan selalu dipandang sebelah mata hanya karena kacamata minus yang gadis itu pakai.

“Lee Taeyong!”guru Kim akhirnya sampai di nama terakhir. Seorang lelaki dengan rambut dicat warna cola dan lebih panjang dari batas yang seharusnya nampak maju ke depan kelas. Penampilannya tidak rapi, itu menurut Irene. Dasinya tidak dipasang dan kemeja lelaki bermarga Lee itu juga tidak dimasukkan ke dalam celana. “Tipe laki-laki yang suka melawan guru dengan otak pas-pasan.” batin Irene spontan saat kali pertama melihat Taeyong dulu.

“Lagi-lagi kamu yang paling rendah Lee Taeyong! Kamu peringkat terakhir di kelas ini.” kata Guru Kim dengan nada geram karena Taeyong nampak masa bodoh, bahkan lelaki itu hanya menerima kertas ujiannya dengan acuh tak acuh dan berjalan sombong kembali ke tempat duduknya.

“Baiklah, kelas hari ini selesai. Kalian boleh pergi beristirahat.” dan sedetik setelah guru Kim mengucapkan kalimatnya, bunyi bel sekolah terdengar, diikuiti sorakan riuh dari penghuni kelas 8A itu.

Bae Irene berjalan takut-takut ke dalam kantin. Ia selalu menundukkan matanya saat berjalan, bahkan tak jarang ia hampir menabrak orang lain. Sungguh , Irene mengutuk pagi hari tadi karena ia bangun kesiangan. Akibatnya Irene tidak sarapan dan tidak membawa bekal seperti biasanya. Jika ia sanggup, Irene bahkan lebih memilih mendekam di kelas dengan perut kosong tanpa perlu mejelajah kantin. Masalahnya, perut gadis itu seakan tidak mau diajak kompromi. Dan Irene bukanlah tipe gadis yang ingin sakit. Paling parah mungkin ia bisa pingsan dan tidak mengikuti pelajaran berikutnya, dan Irene sama sekali tidak mau itu terjadi.

Irene sungguh berharap dia tidak bertemu dengan sosok itu, sosok yang setiap hari membuatnya ketakutan sekaligus berdebar-debar. Iya, Irene sebenarnya sangat tolol, mungkin dialah satu-satunya gadis yang jatuh cinta pada pria yang setiap hari membully-nya. Satu hal yang perlu digarisbawahi, sosok itu adalah cinta pertama Irene.

“Mencari bangku kosong, hm?” Irene merasakan bahwa sekarang bulu kuduknya naik, dia hafal betul suara pria yang baru saja menegurnya itu.

“I-iya.” jawab Irene terbata. Meski ketakutan mendominasinya sekarang, namun yang namanya cinta pasti akan cari-cari kesempatan ‘kan?

“Bukankah sudah pernah kukatakan jangan pernah menginjakkan kakimu di kantin lagi, huh?!” tubuh Irene gemetar, bagaimana mungkin dia melupakan perintah itu.

Masih jelas dalam ingatan Irene dimana setahun yang lalu ia meembuat masalah dengan Taeyong. Saat itu ia lalai dan berakhir dengan menabrak Taeyong, lengkap dengan makan siangnya yang tumpah dan mengotori seragam putih pria bermarga Lee itu sepenuhnya. Sejak itu, selama setahun juga Irene tidak pernah berani lagi berdiri sedetikpun di dalam kantin.

“Ma-maaf tapi hari ini aku–”

Belum sempat menjawab, Taeyong menarik tangan Irene kasar dan membawa gadis itu ke toilet pria.

“Taeyong-ssi, tolong lepaskan aku.” Irene merintih, bahkan air matanya sudah mengalir tanpa ijin sedari tadi.

Rombongan pengikut Taeyong kini juga ikut mengikuti mereka. Irene menutup matanya ketika memasuki toilet pria, berharap dia tidak melihat sesuatu yang harusnya tidak boleh dia lihat.

“Masuk ke dalam.” perintah Taeyong dengan suara datar.

Irene membuka matanya dan memandang lemah bilik toilet pria itu. Tapi dia tak punya daya apa-apa, akhirnya dia masuk ke dalam dan Taeyong mengurungnya dari luar.

“Aku akan membukanya setelah bel pulang sekolah nanti nerd. Jadi kau nikmati saja nasibmu sekarang.” ucapan Taeyong mengundang tawa para pengikut setianya, tak peduli meski isak tangis Irene semakin jelas terdengar.

Dan disinilah Irene, terkurung di sebuah bilik toilet pria dengan harapan ada seseorang yang berbaik hati membukakan pintu terktutuk itu untuknya.

Flashback off

“Kalau begitu, apakah anda bisa mengantarkan saya ke alamat ini?” pria itu, Lee Taeyong yang merupakan cinta pertama Irene sekaligus orang yang membuat Irene merubah penampilannya secara total nampak menyodorkan sebuah kertas kecil.

Irene membelalak lagi kala melihat alamat di kertas yang disodorkan oleh lelaki itu padanya. Apa Irene kini mengalami gangguan penglihatan? Bagaimana bisa sekarang kertas itu berisi alamat rumah Irene? Merasa ada yang janggal pria itu melirik name tag Irene yang melekat di seragam sekolahnya.

“Astaga, Irene!” pria itu memekik kaget bukan main. Ia tak percaya bahwa gadis dihadapannya sekarang ini adalah gadis yang ia cari hampir seharian.

“Astaga, Irene, kau berubah sekali. Aku bahkan hampir tak mengenalimu kalau aku tidak membaca name tag-mu itu.” Taeyong mulai berceloteh ria, sementara Irene kini memegangi name tag-nya dengan gemetar.

“Ya Tuhan, kau masih setakut itu padaku? Tenang saja, aku sudah berubah. Justru aku kembali ke Korea hanya untuk meminta maaf padamu.”, pria itu berucap menyesal setelah melihat reaksi Irene terhadapnya.

“Ahh.. begitu ternyata.” ,ucap Irene dengan senyum hambar.

Bukannya Irene membenci Taeyong, tapi hatinya belum siap untuk bertemu pria ini lagi. Dia hanya belum sepenuhnya move on!

“Ngomong-ngmong, apa aku boleh meminta nomor ponselmu?”

Damn!” batin Irene kesal.

^^

Sehun memangku kedua tanganku di depan dada. Sudah hampir setengah jam Sehun berdiri di depan gerbang dan sosok Irene belum juga ia temukan. Irene tidak mengangkat telepon dan membalas smsnya sejak kemarin. Sepertinya Irene masih marah besar pada Sehun, dan karena itu Sehun tidak bisa tidur nyenyak semalaman. Akhirnya setelah menekuk wajah dan membuat takut siswa yang lewat di depannya, Sehun tersenyum manis. Gadisnya tengah berjalan memasuki area sekolah. Namun Irene, nampak acuh tak acuh dengan kehadiran Sehun disana karena dia tengah terfokus dengan sms Taeyong yang barusan masuk ke ponselnya.

from: Lee Taeyong

Lusa aku harus kembali ke New York, jadi dua hari ini aku akan menjemputmu sepulang sekolah dan kau harus menemaniku jalan-jalan. Aku ingin membuatmu melupakan kenangan buruk tentang kita. Sampai nanti. Ngomong-ngomong kau berubah total, bagaimana kau bisa berubah menjadi begitu cantik dalam waktu empat tahun?

Irene menghela nafas panjang. Jujur dia memang merindukan pria itu, tapi hati kecilnya sudah menolak pria itu mentah-mentah.

“Rene?” Irene mendongak, lantas dia berdecih pelan melihat sosok Sehun tengah berdiri dengan senyuman tipis diwajahnya.

Irene mengacuhkan pria itu, ditabraknya pundak Sehun kuat-kuat lalu berlalu begitu saja. Sehun tak mau kalah begitu saja, lantas ditariknya pergelangan gadis Bae itu.

“Rene, ayo kita bicara.” Irene memutar kedua bola matanya jengah.

“Ketua Oh, tidak ada yang perlu dibicarakan. Bagaimana laporanmu, sudah beres? Maaf aku sibuk, silahkan saja bersenang-senang dengan kertas.” Irene berucap sarkatis lalu menghempaskan tangan Sehun kemudian berlalu begitu saja.

Sehun yang mendengar kalimat Irene barusan akhirnya mati kutu. Dia kehabisan kata-kata untuk membalas perkataan Irene yang kini berbelok memasuki koridor sekolah.

^^

“Selamat pagi, Wendy-ah.” Irene tersenyum manis ke arah Wendy yang tengah menekuk wajahnya.

“Mana Chanyeol?” tanya Irene seraya meletakkan tasnya.

“Dia beristirahat di rumah, dia cedera sewaktu pertandingan semalam.” jawab Wendy dengan bibir melengkung ke bawah.

“Apa cederanya parah?” tanya Irene lagi.

“Lumayan tapi dia sudah lebih merasa baikan.” imbuh Wendy kemudian.

“Semoga dia cepat sembuh. Eh, ngomong-ngomong, kau cantik tanpa kacamata.” ucap Irene tulus lengkap dengan senyum manis miliknya.

“Te-terima kasih, Irene-ah.” balas Wendy dengan wajah merona.

^^

Sehun terdiam cukup lama di kursinya, sebentar lagi bel pulang sekolah akan berbunyi namun ia belum juga menemukan waktu yang tepat untuk meminta maaf pada Irene karena nampaknya gadis itu sibuk sendiri sedari tadi. Irene bahkan memperhatikan penjelasan materi dengan sangat fokus hari ini.

Dan sekarang Sehun menjambak rambutnya frustasi karena bel pulang sekolah baru saja berbunyi. Dia benar-benar habis akal. Ia bahkan tidak punya keberanian untuk mengucapkan kata maaf pada kekasihnya sendiri.

Akhirnya, setelah menghela nafas untuk kesekiankalinya dengan harapan bisa menenangkan jantungnya yang bergejolak, Sehun berjalan menuju bangku Irene. Namun naas, Irene tak lagi disana. Tapi Sehun tak mau menyerah, ia mengambil tasnya lalu segera berlari menuju gerbang , berharap Irene belum jauh dari gerbang.

Sesampainya di gerbang, Sehun sungguh terkejut karena ia malah mendapati Irene tengah berbicara dengan seorang pria yang nampaknya sebaya dengan mereka. Belum lagi konversasi kecil antara Irene dan pria yang tidak Sehun kenal itu kini menjadi pusat perhatian gadis-gadis sekolah mereka.

“Irene.” Sehun memanggil nama Irene dengan tegas, sontak gadis itu menoleh lalu memandang Sehun remeh.

Sehun tak lagi mampu menahan emosinya, tatapan remeh Irene barusan benar-benar membangkitkan amarahnya. Lantas didekatinya gadis itu dengan langkah penuh emosi.

“Bae Irene.” teman bicara Irene, Taeyong menatap Sehun heran sedangkan Irene hanya mengehela nafas pelan dan tidak memedulikan panggilan Sehun barusan.

Dia sudah cukup sabar dengan Sehun yang selalu saja lebih mementingkan laporan daripada dirinya yang menyandang status kekasih sah Sehun. Dan kehadiran cinta pertamanya membuat Irene semakin tak tahan dengan Sehun.

“Bae Irene.” panggil Sehun untuk ketiga kalinya. Namun nampak malas mengacuhkan pria itu dan sibuk membicarakan sesuatu dengan Taeyong.

“Rene, dia memanggilmu terus.” Taeyong akhirnya berucap dan hal itu membuat Irene menutup matanya menenangkan diri.

“Biarkan saja, dia memang seperti itu.” ucap Irene kemudian.

Sehun benar-benar tak habis pikir bahwa Irene telah mengacuhkannya terlalu berlebihan. Sehun merasa kini wajahnya benar-benar panas, melihat Irene malah tertawa lepas dengan lelaki lan selain dirinya.

“Bae Irene!” bentak Sehun akhirnya. Orang yang berlalulalang mendadak berhenti, bahkan sebagian mempercepat langkahnya agar tidak menjadi sasaran amarah Sehun.

Irene yang dibentak seperti itu sontak ikut terbawa emosi juga, dihampirinya Sehun yang tengah menatapnya penuh emosi.

“Aku tidak tuli dan aku bukan budakmu yang seenaknya bisa kau bentak!” balas Irene kemudian.

Taeyong yang tadinya ingin ikut campur akhirnya mengurungkan niatnya, ia bisa melihat bahwa Irene memiliki hubungan khusus dengan laki-laki yang tidak dia kenal itu.

“Aku sudah memanggilmu berulang kali dan kau malah asyik tertawa dengan pria lain?” tanya Sehun seraya berdecih.

“Memangnya kenapa? Tidak masalah ‘kan? Mengingat kalau kau lebih mementingkan kertas daripada kesehatanmu dan juga perasaanku.” balas Irene dengan senyum miringnya, seakan menantang Sehun untuk beradu argumen lebih lanjut.

“Jadi maksudmu kau boleh berselingkuh, begitu?” Sehun dan Irene tak peduli sekarang mereka menjadi tontonan gratis para warga sekolah.

“Memangnya siapa yang selingkuh, huh?” tanya Irene tak terima, dia tidak terima dikatakan berselingkuh.

“Bagaimana mungkin kau bertemu dengan pria lain disaat aku ingin bicara denganmu?”

“Dia temanku sewaktu SMP, dia baru pulang dari New York, dan dia memintaku menemaninya jalan-jalan, memangnya tidak boleh?” Irene berucap kesal

“Tidak, kau tidak boleh jalan-jalan dengan pria manapun.” tolak Sehun cepat.

“Huh, aturan darimana itu? Memangnya kau siapa seenaknya mengatur hidupku?” balas Irene kemudian.

“Aku pacarmu, Bae Irene, aku berhak melarangmu jalan dengan pria lain.”

“Aku pacarmu, Oh Sehun, aku berhak diperhatikan olehmu, aku berhak memintamu menjaga kesehatanmu, dan aku juga berhak marah padamu.” ucap Irene akhirnya dengan suara bergetar.

“Kalau begitu kenapa kau menemui pria lain, huh?” emosi Sehun belum reda sedari tadi.

“Dia temanku, Sehun-ah, kami sudah lama tidak bertemu jadi wajar ‘kan kalau kami–”

“JAUHI DIA!” Irene membelalakkan matanya, Sehun membentaknya bahkan lebih parah dari yang tadi.

Irene tersenyum hambar sedangkan Sehun hanya menatap Irene datar.

“Kalau aku tidak mau, bagaimana?” Sehun menggertakkan rahangnya, dia terlalu kesal saat ini namun Irene malah menantang kesabarannya.

“Kau harus menjauhinya, karena aku tidak suka melihatmu dekat dengan pria lain.”

“Baiklah, kalau begitu berhentilah jadi ketua OSIS, karena aku tidak mau menjadi kekasih seorang maniak laporan.”

[To Be Continued]

 

Curcol absurd -____-

Ada yang masih menunggu ini? Yak, setelah 100000000 tahun akhirnya ini update kembali/plakk/ XD

Dulu wenyeol udah gemes-gemes menuhin satu chapter, sekarang gemes-gemes ama hunrene dulu yak/plakk/ XD

Thanks for reading, cinta Eki dan Shira padamuhh ❤

 

53 tanggapan untuk “Stuck On You! (Chapter 07) – Shaekiran & Shiraayuki”

  1. Ngeri bgt brantemnya sehun ama irene :’ eh aq uda prnah blang kn klo aq bkan hunrene shipper? Tp dsni gpp deh ngship in mreka, cma d epep kalian aj shira n eki, tp ttep bkan hunrene shipper kog hahaa
    bner tuh, mreka sma” gbsa ngalah, tp yg namanya cewek ya belain cewek lah, bner tuh kta irene, pdhal kn dy mikirin sehun, tp sehunnya g inget sma irene wktu ngerjain laporan -__-
    nneeexxxtttt

  2. aku nunggu yang di wattpad update eh ternyata yg disini sdh lama publish..heheee
    hunrene memanas…?.?sama2 egois nih gk ada yg mau ngalah..

    1. Iya chingu, yg di wattpad kan republish aja, padahal sebenarnya itu epep on going juga disini,😂😂
      Wajib panas dunks/plakk/😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.😍
      .
      Btw, di wattpad username chingu apa nih?😂

  3. Wahh,, aku ga percaya sehun sama irene sampe berantem kaya gitu. Apalagi pas irene bilang “memangnya kau siapa bisa mengatur hidupku?”. Bikin syok setengah mati, pokonya mereka harus cepet baikan yah thor, lanjut terus😊 jan lama lama yah , fighthing

    1. syok setengah mati gegara mereka yang biasanya kopel ucul bin gemes tetiba berantem yak? XD
      doain mereka baikan yaw 😀
      Thanks for reading, cinta kamih padamuh ❤

  4. Hunrene bikin gregetan !! :-/ dan itu si taeyong ngapain coba ?! Cinta pertama yang nyakitin,trus seenak jidatnya muncul lagi di kehidupan irene.pengen gw timpuk!!/abaikan/ 😀 Baca ff ini senyam senyum sendiri,ngedumel ga jelas gara2 gregetan sama hunrene,bahkan sampe guling2 gajelas :v
    intinya,ditunggu chapter berikutnya oke ?! Fighting !!!

    1. Greget yak chingu?😂😂
      Duh, kesian si mas taeyong ditimpuk chingu, wkwk/digampar /😂
      Jangan guling-guling chingu, senyam senyum sendiri apalagi, ntar yg ngeliat bingung lo chingu, wkwk/digampar/😂
      Dan next chapnya udah muncul ke permukaan chingu, yehet, udah baca blm? /digampar /😂
      Thanks for reading,.Cinta kamih padamuh..😍😍

  5. WADUH maaf shaekiran dan shirayuki-ssi kenapa MOMEN CHANYEOL AMA WENDY sedikit? waduw hati saya yang patah gara-gara nggak tuntas Kimia makin tambah patah bahkan hancur karena momen Chanyeol sama Wendy sedikit sekali T_T I’m like TT just like TT

    terima kasih dan saya harap updatenya tidak berabad abad dan momen ChanDy makin banyak TT

    1. Hihi maaf ya, chapter ini full HunRene momen, karena kemarin kita udah full Wenyeol momen😋😊 jadi gantian dong ya ‘kan, nanti kita gulir lagi ke Wenyeol 😍 Hihi jangan like TT lagi yaa💞

      Hihi Thankyouuu 😍

  6. Uwaaaah akhirnyaaaaaa ff ini di post😂 sebenernya tadi agak lupa sama awal2nya thor, mungkin karena terlalu lama ga di lanjut2 wkwk. Sekedar saran aja sih thor, di awal2 itu kasih semacam preview chap sebelumnya gituu jadi biar langsung ngeh sama ceritanyaa. Tapi cuma saran sij hehe.
    Hunrene tengkar? Pinginnya sih ada konflik gitu jadi kyk cinta segitiga wkwk. Wendy-chan makin romance wkwk
    Kutunggu lanjutannya thor😘😘💖

  7. Akhirnya update juga ….
    Disini sehun cemburuan banget trus irene keras kepala lagi….hmmm
    Trus sehun bakal nurutin kemauan nya irene ????
    Nextt jangn kelamaan thor ditunggu

    1. Perang dunia ke3? wkwkwk :”D
      “berasa disuruh hidup apa mati” noh Hun, ayo jawab :V wkwkwk 😀
      thankyouu banget yaa ❤

  8. perlu baca mulai dari part 5 lagi karena uda bener-bener lupa wkwk

    kenapa taeyong selalu kebagian peran yang kaya gini di ffmu ki? :”) cian

    disini lebih banyak irene-sehunnya yaaa. thats okay, hope there will be more conflict abt wenyeol in next part 🙂 keep writing and fast update plss, haha.

    1. waduh, karena udah terlalu lama gak update kali yaa? :V

      ini ki, jawab, kenapa Taeyong selalu berperan diffmu? :V

      Iya dong cinta, sekali-kali 😀 hihi diusahakan deh fast update yaa 🙂
      thankyouuu ❤

    1. Galau mba? Minum oskad*n sp 😀
      jangan galau-galau dong, ini Sehun lagi menghadapi pilihan yang sulit *eaaa :v
      thankyouu yaa ❤

  9. oh iya pas buka hp terus tau ff ini dilanjut gue langsung teriak kenceng padahal gue lagi di mesjid sekolah :’v #kagaadayangnanya #gakpentingbanget

    1. Nah lo? Ini yang diatas sama dibawah orangnya sama kah? 😀
      Teriak kenceng, ya lord dimasjid pula? :V
      insyaf ya nakk 😀
      thankyouuu lagi ya dear ❤

  10. Huaaaaaa Sehun cemburunya gemesin *apaan ini? :v

    nahlo pilih jadi ketua osis/pacarnya irene? susah banget sih emang pilihannya

    author jangan lama2 dong di nextnya, seminggu 2kali gitu, kalo bisa tiap hari juga boleh :v ya ya ya plisss cepetin next nya

    1. kamu juga nggemesinn ><
      pilihan, Sehun pilih yang mana yoo? :V

      hihi, diusahankan ya fast update 🙂 tiap hari? Kayak vitamin dong, mba?

      thankyouu yaa ❤

  11. kereeeeennnnn…suka suka sukaaa…iya nihh di tungguin nya udh lama banget…btw ka ekki ama kak shira sodaraan temenan atwa gimna nihh??
    aduhh kak ekki bawa” taeyong mulu,,hahaha#curigaa

    1. Wawawa, kamsahamnidaa >< maaf udah buat kamu nunggu yaaa 🙂
      Hihi, kita saudaraan, sepupu gitu loo~ 😀
      Thankyouu yaa ❤

  12. aisshh,apaan ini? pengennya sweeeeet moment. Bukan berantem moment kek gini 😦 huaah,akhirnya yaa update juga stelah sekian lama. :)) nextnya jan lama2 lagi yee kak? fighting ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s