[EXOFFI FREELANCE] Replay (Chapter 1)

cover replay.jpg

 

REPLAY (Chapter 1)

-Meet again-

Author : Jung Shafa

Length : Chaptered

Rating : General

Cast : Jung Sena (oc)-Kim Junmyeon-Oh Sehun and other.

Genre : Marriage life, drama, sad, romance

The story begin….

”Jika kita dipertemukan kembali, mari untuk tidak saling menyakiti.”Jung Sena.

 

***

Sebuah kisah yang telah berlalu layaknya tak perlu diungkit kembali. Apa lagi kisah yang menghadirkan luka. Cukup biarkan ia terpedam dalam benak dan pastikan kau menyimpannya rapat-rapat hingga tak ada lagi campur tangan hati padanya. Teruslah berjalan menjemput masa depan yang telah menantimu.

 

Sena, gadis berusia 24 tahun itu kini telah resmi menjadi istri presiden direktur stasiun tv termuda Korea Selatan. Kim Junmyeon, usianya baru menginjak 27 tahun namun jangan tanya apa yang telah diraihnya. Hotel bintang 5 yang terletak dikawasan elit gangnam, itu miliknya. Restoran Junghan yang memiliki banyak cabang, itu miliknya. Selainnya adalah perusahaan ayahnya yang dia kelola. Dia tampan bagai malaikat juga dikaruniai otaknya kelewat cerdas. Penyayang, sungguh dia tidak ingin melihat istrinya bahkan hanya tertusuk jarum jahit.

 

Kurang bahagia apalagi Sena? Hidupnya sudah terjamin bahkan hingga nanti cucunya memiliki anak. Kurang, Sena masih belum dapat melupakan masa lalunya hingga kini. Sejak 6 tahun yang lalu ketika semuanya berakhir tanpa kata berpisah. Semuanya seperti menuntut Sena untuk kembali dan kembali. Meskipun kini dia tak mengerti bagaimana keadaan masa lalunya. Apakah dia sudah menikah? Apakah dia sudah melupakan Sena? Hanya pertemuanlah jawabnya.

 

Sekarang gadis itu sibuk menghabiskan waktunya untuk menulis dan menulis. Dia akan tenggelam dalam naskahnya kemudian Junmyeon pulang dari kantor dan saat itulah Sena harus memerankan perannya sebagai seorang istri yang baik.

 

 

“Aku pulang!”seseorang dari pintu depan berteriak agak keras membuyarkan lamunan Sena yang masih berkutat dengan naskah terbarunya. Sena melepas kacamata besarnya kemudian beranjak dari dalam kamarnya dan menemui orang tadi, Junmyeon.

Sena tersenyum simpul sebagai formalitas ketika mendapati Junmyeon yang pulang dengan membawa bubble tea kesukaannya, tidak  itu adalah kesukaan Sehun. Lalu Sena akan selalu meminta Junmyeon membelikannya ketika ia merasa rindu pada Sehun

“Minumlah kau pasti sangat menyukainya kan?”Junmyeon menyerahkannya pada Sena.

“Besok ada acara makan malam bersama kru drama barumu, jangan lewatkan itu. Dandanlah yang cantik karena ini adalah pestamu.”ucap Junmyeon seraya duduk disofa ruang tamu sedangkan Sena menyalakan televisinya.

“Apa dramaku sukses?”tanya Sena yang kini duduk disebelah Junmyeon. Naskah yang ditulisnya 3 bulan yang lalu telah resmi dipakai untuk drama yang dibintangi artis papan atas sekelas Kim Soo Hyun. Berkat siapa lagi jika bukan Junmyeon.

“Tentu, seperti biasanya kau menyedot seluruh penonton dengan alurnya yang menakjubkan.”jelas Junmyeon diakhiri dengan kecupan manis dikening Sena. Tak ada respon lain selain senyuman paksa dibibir Sena.

“Ah ya aku baru saja merekrut karyawan baru dia tampan dan kuharap kau bisa menggunakannya untuk drama barumu nanti. Aku yakin dia akan sukses karena ketampanannya itu.”

Sena meletakkan bubble teanya.

“Untuk apa tampan jika tidak memiliki bakat? Dramaku tidak akan laku.”balas Sena.

“Kau kan bisa melatihnya, jika dia sukses maka kita akan meraih keuntungan besar. Percaya padaku dear.”rayu Junmyeon yang kini memeluk pundak Sena hangat.

Junmyeon selalu mebicarakan soal bisnis. Mungkin hidupnya akan dihabiskan untuk mencari uang terus menerus. Sena tidak peduli, Semakin sering Junmyeon bekerja maka semakin jarang dia dirumah dengan begitu Sena tidak perlu menjalankan perannya sebagai istri yang baik. Gadis itu hanya akan menghabiskan waktunya untuk menulis dan menulis.

“Kau bisa bertemu dengannya nanti saat makan malam.”

Sena memandang Junmyeon memastikan ucapan suaminya itu tidak bercanda. Dia hanyalah karyawan baru diperusahaan suaminya dan tidak ada hubungannya dengan dramanya yang tengah meroket, kenapa dia diundang?

“Aku ingin mengenalkannya padamu dear, maka dari itu aku mengundangnya.”jelas Junmyeon seolah tahu bahwa Sena akan protes  habis-habisan ketika mengundang orang tak bersangkutan untuk acara pentingnya.

 

***

 

Junmyeon yang tampan Sena yang cantik. Bukankah mereka serasi? Oh tidak. Junmyeon yang mencintai Sena. Sena yang mencintai masa lalunya. Menyakitkan bukan?

 

“Dear?”panggil Junmyeon. Pria itu merangkul pundak Sena yang terasa dingin.

“Ya?”gadis itu mengerjap ketika merasakan sebuah jas beraroma mewah tertangkup dipundaknya.

“Jika kau tidak bisa memamkai ini harusnya tidak kau pakai, kau terlihat kedingingan.”

Sena tersenyum simpul.

“Kau sudah membelikannya untuk acara spesial ini, aku tidak mungkin tak memakainya.”jelas Sena. Kentara sekali bawa Sena tidak ingin melihat Junmyeon kecewa bahkan dalam hal sekecil ini. Lalu jika Junmyeon tahu bahwa istri yang dia nikahi 2 tahun terakhir ini ternyata tidak mencintainya, bukankah dia akan sangat kecewa?

“Dimana karyawan barumu?”tanya Sena.

“Sebentar ya akan kutanyakan pada Hongdae.” lalu Junmyeon menghilang diantara kerumunan orang-orang.

 

“Hongdae, dimana Sehun?”tanya Junmyeon pada pria seumurannya.

“Dia tidak bisa datang sajangnim, ada pekerjaan kantor yang harus diselesaikan. Dia juga meminta maaf karena tidak bisa menghadiri undangan anda sajangnim.”

Junmyeon terdiam befikir, kenapa Sehun tak langsung menelponnya?

***

Sehun melangkah yakin kesetiap sudut Myeongdong market untuk mencari-cari keberadaan Sena. Setelah menerima telepon dari Junmyeon bahwa Sena berada disini. Junmyeon tidak menyuruh Sehun menemuinya,tadi Sehun meminta untuk bertemu Sena dengan alasan naskah baru dan Junmyeon mngatakan bahwa dia sdang di Myeongdong. Tak butuh waktu lama bagi Sehun untuk menemukan gadis itu karena Sehun tau benar kemana Sena akan pergi jika ketempat ini. Toko buku, kosmetik dan kedai makanan.

Sebuah senyum kecil tercetak dibibir Sehun kala mendapati Sena tengah asik memilih kosmetik disebuah toko. “Kau tidak berubah Sena.”gumam Sehun pelan lalu melangkah menghampiri Sena.

“Kau selalu saja ketempat ini nona. Apa kau tidak bosan?”tanya Sehun ketika dia berdiri tepat dibelakang gadis itu. Senna masih tetap tenang tanpa menoleh pada pria dibelakangnya dan meneruskan kegiatannya memilih lipstik.

“Warna merah muda yang cenderung merah.”

Ucapan Sehun itu sontak membuat Sena berbalik arah untuk mencari tahu siapa pemilik suara tadi. Pemilik suara yang tahu betul warna lipstik kesukaannya.

Sena terhenyak ketika menatap pria yang kini berdiri amat dekat dengannya. Sehun masih tersenyum manis seraya terus memadangi Sena yang menunjukkan ekspresi yang sama seperti ketika pertama kali mereka bertemu.

Sekitar 7 tahun yang lalu ketika Sena dan Sehun masih sama – sama mengenakan seragam SMA.

Kerinduan yang selama bertahun-tahun terpendam dalam dihati Sena kini telah lebur seketika saat Sehun tersenyum padanya. Beberapa saat kemudian Sena tersadar dari lamunannya.

 

“Kau salah aku lebih suka warna merah gelap.”ucap Sena cepat lalu mengambil lipstik warna merah gelap dan membayarnya dikasir.

 

“Kesukaanmu berubah?”tanya Sehun yang masih saja membututi Sena.

 

“Ini kesukaanku sejak dulu. Maaf aku buru-buru.”ucap Sena tegas setelah mengambil barang belanjaannya dari seorang kasir lalu segera keluar dari toko itu.

 

“Kau tidak mau makan sesuatu? Sudah saatnya makan siang.”Sehun terus saja mengikuti langkah Sena kemanapun gadis itu pergi.

 

“Tuan maaf bisakah kau berhenti mengikutiku? Kau ada perlu denganku?”tanya Sena seramah mungkin. Gadis itu ingin sekali memeluk Sehun sekarang juga. Hei! Dia harus ingat bahwa dia adalah Jung Sena, istri dari pengusaha besar Junmyeon sekaligus penulis naskah terkenal. Jika dia memeluk Sehun ditempat umum seperti ini maka beberapa jam kemudian kisah cintanya 7 tahun yang lalu akan terkuak begitu saja.

 

“Kau tidak mengenalku?”tanya Sehun memastikan. Sena hanya tersenyum kecut lalu segera masuk kedalam mobilnya.

 

Sena memejamkan matanya seraya memegangi dadanya yang terasa begitu perih karena berdetak begitu cepat. Darahnya berdesir cepat membuat suhu tubuhnya semakin dingin.

 

“Ada apa denganku sebenarnya?”gumam Sena heran pada keadaan dirinya sendiri.

***

Sena memakirkan mobilnya didepan sebuah kafe. Itu adalah kafe favoritnya, sang pemilik adalah sahabatnya sejak dulu.

 

“Hi Sen, kenapa datang tidak menghubungiku dulu? Whats wrong?”tanya seorang wanita dengan logat Inggrisnya yang masih terdengar kental meskipun dia telah tinggal di Korea 3 tahun lamanya.

 

“Biarkan aku duduk dulu.”ucap Sena datar membuat sang sahabat mengedikkan bahunya bingung.

 

“Do you need some water dear? Sepertinya kau butuh minum.”tawarnya.

 

“Hyojung-ah,Aku bertemu Sehun.”ucap Sena dan sontak membuat sahabatnya itu membelalak kaget. Hyojung dia adalah sahabat Sena sejak SMA namun Hyojung memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke Amerika dan baru kembali 3 tahun yang lalu. Semua tentang Sehun, Hyojung paham betul. Betapa besar cinta Sena,Hyojung tahu itu.

 

“Dimana? Apa yang dia katakan? Apa dia sudah menikah?”

 

“Aku tidak tahu.”jawab Sena lemah.

 

Hyojung menghela nafasnya pelan sambil mengelus pundak Sena. Hyojung tahu bahwa Sena belum bisa melupakan cintanya pada Sehun. Namun menghilangnya Sehun itu sudah cukup untuk membuat Sena perlahan lupa dan kini pria jahat itu kembali lagi.

 

#flashback#

 

Laki-laki berkulit putih susu itu baru saja selesai bermain basket dilapangan sekolah. Beberapa surai rambutnya terlihat basah karena keringat.

 

“Kau belum pulang Sen?”tanyanya ketika seorang siswi yang  baru saja duduk disebelahnya.

 

“Maaf aku tidak bisa menemanimu pergi ke pesta temanmu hari ini.”ucap Sena pelan karena takut membuat Sehun kecewa. Sehun kemudian meletakkan botol air mineralnya,mengurungkan niatnya untuk minum.

 

“Wae?”

 

“Orang tuaku tidak mengijinkannya.”Sena tertunduk sambil memegangi ujung roknya sampai sebuah usapan lembut diujung kepalanya membuat Sena terperangah kaget.

 

“Tidak apa-apa Sen. Aku bisa pergi sendiri.”ucap Sehun.

 

“Sungguh tidak apa-apa?”tanya Sena memastikan. Sehun hanya tersenyum lalu mengemasi barang-barangnya.

 

“Mau ku antar Sen?”tawar Sehun.

 

“Aku bisa naik bus nanti,pulanglah kau pasti lelah.”

 

***

 

Sena menutup buku tebalnya setelah jarum jam menunjukkan pukul 10 malam. Ia kemudian meraih ponselnya, satu pesan masuk. Gadis itu buru-buru membukanya dengan yakin bahwa itu adalah Sehun.

 

“Sehun bersama siapa sen?”sebuah pesan dari temannya dengan sebuah gambar. Ya! Sehun dengan bahagia merangkul gadis lain dipesta.

 

Sena sontak roboh bagai senggok daging tak bertulang. Gadis itu menangis seraya membungkam mulutnya kuat-kuat agar isakkannya tak terdengar oleh ibunya.

 

#flashback end#

 

Sena membuang nafasnya perlahan, mencoba merilekskan fikirannya. Namun nihil, otaknya kian berkecamuk tak jelas.

 

“Sena-ya, tuntaskan kisahmu itu dan lupakan dia selamanya.”ucap Hyojung pelan.

 

Sena menatap bingung Hyojung. Menuntaskan? Bagaimana?

 

***

 

Let’s flashback.

 

Sena melangkah keluar gerbang sekolahnya. Hari sudah hampir gelap dan Sena masih harus menghadiri bimbingan belajar setelah ini. Sungguh ini menyebakan bagi Sena.

 

“Sena-ya!”panggil seseorang membuat gadis itu sumringah karena dia tahu benar siapa yang memanggilnya.

 

“Sehun-ah!”mata gadis itu benar-benar berbinar kala mendapati Sehun berdiri tak jauh dibelakangnya.

 

“Ini kopi untukmu, kau tidak boleh mengantuk saat bimbingan nanti. Ada roti gandum juga agar kau tidak lapar.”ucap Sehun sambil menyerahkan satu cup kopi dan paper bag kecil berisi roti gandum.

 

“Gomawo Sehun-ah. Aku pergi dulu ya annyeong!” Sena kemudian berbalik dan melangkah pergi.

 

“Saranghae Sena-ya!”

 

Grep!

 

Langkah Sena seketika berhenti setelah mendengar ucapan Sehun. Sungguh? Ini bukan mimpi?

 

***

 

Sena terenyum miris mengingatnya. Betapa bahagianya dia saat itu. Betapa bahagianya dia meskipun hanya dijadikan Sehun sebatas mainannya. Pria populer semasa SMA nya itu kembali lagi dan Sena benci itu. Gadis itu takut jika cintanya yang tengah berusaha dikuburnya dalam-dalam kembali tumbuh.

 

Sena menarik selimutnya untuk menutupi wajahnya. Dia sangat kalut malam ini.

 

“Besok tolong temui karyawanku di cafe Nodeul dekat sungai Han ya dear.”pinta Junmyeon seraya merebahkan tubuhnya disamping Sena. Sontak Sena membuka selimutnya lalu menatap Junmyeon tajam.

 

‘Nodeul cafe? Sehun dulu pernah berjanji bahwa jika dia punya uang dia akan membawa Sena pergi kesana. Nyatanya satu hari kemudian Sena melihat Sehun bersama seorang gadis masuk kesana’

 

“Wae?”tanya Junmyeon bingung pada sikap Sena.

 

“Kenapa disana? Kenapa tidak dikantor? Kau ikut?”

Junmyeon tersenyum mendengar setiap pertanyaan dan melihat mimik wajah Sena.

 

“Dia yang memintanya. Mungkin dia akan merasa nyaman jika disana. Aku tidak ikut karena besok aku harus berangkat pagi-pagi ke Busan. Aku akan meminta supir untuk mengantarkanmu kesana.”

 

“Mwo? Kau tidak ikut? Lalu?”

 

“Sudahlah aku lelah sekali hari ini. Night dear.”ucap Junmyeon lalu mengecup singkat kening Sena dan tidur.

 

“Ya!! Junmyeonie! Aku belum selesai bicara!”rengek Sena seraya menggoyang-goyangkan tubuh suaminya itu agar ia tak tertidur.

 

‘Grep’ naas, Sena harus kalah dengan dekapan Junmyeon.

 

“Tidurlah dear.”

 

***

 

Sena memasuki cafe dimana sebelumnya telah disepakati bersama karyawan baru suaminya.

 

“Dia mengenakan kemeja warna biru laut dengan dasi hitam”batin Sena sembari mengedarkan pandangannya. ‘Deg’ detak jantungnya seolah berhenti sesaat kala netranya menangkap seseorang berkemeja biru laut. Sehun, ya karyawan baru Junmyeon adalah Sehun.

 

Tbc…

 

Aduh gimana? Pastiah hancur yaa 😭 aku belum bisa ngerasain feelnya disini. Susah ternyata mulai bisa nulis lagi yaa. Maafkan aku kalo jelek or gajelas maaffff

 

Iklan

8 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Replay (Chapter 1)

  1. masa lalu oh masa lalu. semoga sena kuat imannya biar langgeng ama junmyeon. sehunnya sma aku aja. haha 😀 . fighting untuk chap selanjutnya authornim ^^

  2. Harusnya diawal jgn disebut dulu nama sehun biar pembaca tuh agak penasaran gitu. Yaa walaupun mungkin beberapa uda bisa nebak kalo itu sehun tp kan biar alurnya seru…saran aja sih 😊😊
    G mau ngejudge sehun dulu. Mungkin ada alasan kenapa dia bersama cewe lain dulu pas ke cafe…tunggu next chap

  3. Yaaaa junmyeonkuuuuu!!! Wah sehun gk main blakang kan nih? Harusnya sena crita nih ke junmyeon soal si sehun, dan sena terpaksa gitu nikah ama junmyeon?keep writing thorrr, dan semoga updatenya gak lama yaaaa

  4. Wah daebak👍👍👍
    Thor apa suho tau kalau sehun adalah cinta pertama y sena???
    Piling ku mengatakan kalau suho itu tau terus dibiarkan y agar sena kembali ke sehun😕😕😕
    Jgn lama” thor next terus

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s