[EXOFFI FREELANCE] The Answer is You – (Chapter 9)

Untitled.jpg

Story be : ByunPelvis

Cast                 : Kim Hyemi (oc) , Byun baekhyun, Oh Sehun.

Other cast       : Kim Minji (oc) , Park Chaerin (oc) , Park Chanyeol and member EXO lainya.

Genre : Sadness , Romance , Angst .

Rating : +13

Leght : Chapter

Disclaimer : ff ini murni buatan saya. Terinspirasi dari kehidupan nyata dan juga drama.^^ point’nya aku gak niru cerita author yang kemungkinan ada kesamaan alur,tokoh, atau tempat . Jika ada maafkanlah .

Chpater sebelumnya >> #1 , #2 , #3 , #4 , #5

#6 , #7 (A) , #7B

#8A , #8B

 

 

“Perasaanku masih sama seperti dulu.”

Langit senja mulai menyelimuti dunia, gerimis mulai turun dan seseorang berlari memasuki halaman rumah. Saat sudah berada diberanda rumah gadis bersurai hitam itu menepuk jaket yang dikenakannya yang sedikit basah.

Senyum tipis menghiasi bibirnya mengingat siapa emilik jaket yang dikenakannya. Aroma parfum yang menyeruak ditelinganya membuat perasaannya lain. Ada sebercak kehangatan disana.

Hyemi barusaja pulang diantar Baekhyun, pria itu langsung pulang karena memiliki alasan. Ia merasa berada dalam cerita roman saat Baekhyun memakaikannya jaket. Pria yang sudah dikenalkannya sejak kecil itu tau dirinya tak tahan dingin. Bersyukur karena sekarang satu orang yang sebenarnya berarti untuknya telah kembali.

Hyemi sadar telah berdiam diri diluar. Dengan langkah santai ia berjalan memasuki rumah, membuka pintu hingga terbuka lebar. Senyum tipisnya luntur saat melihat tiga orang diruang tamu sedang bercanda ria. Mereka dalah ayahnya,ibu tirinya,dan juga Minji. Moodnya yang tadi baik kini berubah buruk.

Yang pertama kali menangkap matanya adalah wanita yang berstatus ibunya itu.

“Hyemi-ya. Kau sudah pulang?” wanita itu mendekat kearahnya dan hendak menyentuhnya, tapi Hyemi mundur dengan ekspresi dingin tentunya.

“ah, eomma sangat lega kau baik-baik saja. kau pulang sendiri?” pertanyaan itu tak dihiraukan oleh Hyemi. Ia berlalu dan tak menatap lagi orang-orang yang sedang duduk disana.

Merasa pertanyaannya diabaikan ny.Kim hanya bisa menghela nafas panjang. Berbeda dengan Tuan.Kim yang saat ini menunjukan sorot marah.

“Kim Hyemi, jawab jika eomma-mu bertanya.” Teriakan tuan Kim menggelegar. Langkah hyemi terhenti, ia beralih menatap ayahnya.

“aku tidak baik-baik saja. Aku hampir mati tapi kalian tertawa bahagia disini.”

“tidak. Kami sangat menghawatirkanmu, kami ingin menyusul tapi-“

“tapi kalian sibuk merayakan ulang tahun Minji? Kalian bernyanyi saat aku menagis? Hah… ” serobot Hyemi memotong penjelasan ibu tirinya. Alasan,dan selalu alasan yang didapatinya. Memang terbukti jelas jika yang paling penting di rumah itu adalah Kim Minji. Hyemi merasa seperti kotoran yang tak ternilai harganya.

Sedangkan Minji sedari tadi hanya duduk diam, tak berani untuk seledar ikut bicara. Minji sudah malas untuk sekedar menyambut saudaranya itu. Dirinya sudah dibuat kesal sejak dua hari yang lalu lantaran Baekhyun lebih memilih menyusul Hyejin daripada bersamanya.

Hyejin menatap horor kue ulang tahun yang terlihat sangat mewah di atas meja. Ia tersenyum miris, bahkan saat ulang tahunnya ia tak pernah se spesial itu. Saat hari-hari yang harusnya bahagia ia tak pernah berada dalam jangkauan keluarga seperti Minji saat ini.

Tuan Kim mendekati Hyemi, berusaha memegang bahu putrinya tapi tak sampai karena Hyemi mundur.

“maafkan, appa. Saat diberitau oleh halmoni jika kau tenggelam, appa benar-benar tak berada dirumah. Saat kami akan menyusulmu, halmoni bilang kalian dalam perjalanan kembali. sungguh kami khawatir padamu nak. Maafkan Appa Hyemi-ya.”

“sudahlah, sebaiknya lanjutkan saja acara kalian.”

Hyemi berlari menuju kamarnya. Menghiraukan teriakan yang menyerukan namanya. Sekeras mungkin ia membanting pintu dan melepas asal sepatunya. Hyemi langsung membaringkan tubuhnya di ranjang, memeluk boneka yang selalu menjadi teman tidurnya.

“kapan aku bisa tersenyum karena keluarga ini?”

Lirihnya seiring air matanya yang perlahan turun. Barusaja ia merasa bahagia bersama Baekhyun, tapi kini ia sudah sedih lagi karena orang-orang dirumah.

Hyemi ingin hari cepat berlalu, ingin cepat lulus dan pergi dari tempat itu.

.

.

.

Satu minggu berlalu begitu cepat, satu minggu itu pula waktu bagi para pelajar menjadi sangat berharga. Dua hari yang lalu semua siswa telah mengerjakan ujian kelulusan. Hyemi ingin memasang koyo sebanyak mungkin dikepalanya yang terasa pusing luar biasa. Disisa hari pengumuman kelulusan ia menyibukan dirinya di perpustakaan untuk membaca fiksi maupun biografi.

Pandangan Hyemi lurus seketika saat melihat sosok seorang pria, pria yang belakangan ini berhenti mengganggunya. Ada sedikit rasa penasaran mengapa OH Sehun tak berisik lagi. Tapi disamping itu ia juga merasa lebih nyaman.

Pandangan mereka bertemu, Hyemi masih menatap Sehun yang juga menatapnya. Satu detik berikutnya pria itu mengalihkan pandangan, duduk jauh di bangku dekat jendela.

Hyemi berusaha cuek dan membaca kembali fiksi yang ada didepannya. Tapi hatinya yang penasaran justru membuat kosentrasinya buyar.

Dengan kesal ia berdiri dan mendekati tempat duduk Sehun. Berdehem kecil saat ada disamping pria itu. Sehun menoleh tanpa ekspresi apapun.

“bukankah semua film ada di cameramu, Sehun-ssi?”

“eum.” Jawab pria itu dengan gumaman, bahkan tanpa menatap matanya.

“kalau begitu kau yang mengumpulkannya pada Jeon seonsaengnim.”

“arraseo.”

Hyemi masih berdiri menunggu jika mungkin Sehun bicara, namun kini pria dihadapannya sok sibuk mmembaca buku. Bhakan menutup wajah hingga tak terlihat.

“kau marah padaku Sehun-ssi?” tanyanya tanpa diduga. Hyemi juga heran dengan mulutnya yang tiba-tiba berucap sendiri. Tapi baguslah jika pada akhirnya ia menanyakan itu, pasalnya ia penasaran karena sudah satu minggu ini Sehun mengabaikannya.

“anhiyeo.”

Hyemi sedikit dibuat melongo karena lagi-lagi Sehun menjawabnya sesingkat itu.

“oh, ya sudah.”

Pada akhirnya Hyemi kesal sendiri dan pergi dari hadapan sehun.

Sehun menurunkan buku yang sedari tadi menutupi wajahnya, pria itu melihat punggung Hyemi yang perlahan menjauh.

“aishh kenapa aku sperti ini. hah gadis itu membuatku gila.”

Sehun menutup bukunya dan beranjak mengejar Hyemi. Ia menoleh untuk mencari arah perginya gadis itu. Dapat, Sehun melihat Hyemi yang berdiri didekat tembok.Perlahan Sehun mendekatinya, tersenyum lebar saat mengingat Hyemi menegurnya tadi. Ini pertama kalinya ia mendengar Hyemi megajaknya bicara lebih dulu. Sehun melihat awan yang terlihat cerah, secerah perasaannya saat ini.

Tapi senyumnya luntur seketika saat melihat seseorang diatap gedung mengarahkan pot kebawah. Sehun menoleh lagi pada Hyemi, gadis itu masih saja membaca buku sana. Sehun mendapat firasat buruk, di lihatnya orang diatas dengan Hyemi secara bergantian. Posisi mereka sejajar. Secepat mungkin Sehun berlari dan,

.

‘Brukk’

Pyarrr

Jatuhnya pot bersamaan dengan Sehun yang menubruk tubuh Hyemi. Namja itu memeluk erat Hyemi hingga gadis itu tak melihat apa yang terjadi saat ini. Sehun melepas palukannya dan menatap Hyemi dengan sorot khawatir, yang ditatap hanya bingung memperhatikan pot bunga yang sudah hancur di lantai.

“ya! gwenchana?”

“s-sehun-ssi.” Hyemi merasakan dadanya berdegup kencang bahkan tubuhnya menjadi lemas. Tangannya meremas lengan baju Sehun. Sehun baru ingat ada seseorang diatas sana, ia menengadah melihat atap. Ada kepala yang sempat menyembul tapi kemudian hilang.

“sial” umpatnya.

Sehun barlari menuju tannga yang akan membawa ke atap universitas. Ia berharap menemukan seseorang yang dengan sembarangan menjatuhkan pot. Atau malah orang itu sengaja mencelakai Hyemi.

Pintu menuju tangga sudah terlihat, malah kini terlihat seseorang dengan topi juga masker berlari dari sana. Sehun merubah arahnya mengejar orang itu, tapi sayang ada mobil yang membuat targetnya hilang. Orang misterius yang dikejarnya masuk mobil yang sudah melaju kencang itu.

“hah…hah…” Sehun bertumpu pada lututnya, mengumpulkan udara setelah lelah berlari. Ia kehilangan kesempatan kali ini.

“hyemi”

Ia mengingat Hyemi dan kembali ketempat tadi. Sehun berlari lagi, lega saat melihat Hyemi tak berpindah tempat sejengkangpun. Gadis itu terlihat melamun sampai kaget saat Sehun menegurnya.

“hei, kau baik-baik saja?” tanya Sehun. Hyemi hanya menjawabnya dengan anggukan dan kini menatap Sehun dengan pandangan lembut. Ini pertama kalinya pria itu dihadapi oleh tatapan seperti itu. ada sebuah ketakutan disana. Sehun tersenyum dan menepuk puncak kepala Hyemi.

“tak apa.”

Hyemi mengamati senyum itu, dan pada akhirnya ia juga tersenyum. Hal itu membuat Sehun mengerjap. Berharap apa yang dilihatnya bukanlah mimpi.

“Gomawo, Sehun-ssi. Mungkin aku sudah sekarat jika kau tak mendorongku.” lirih Hyemi. Sehun terlihat kurang suka dengan apa yang Hyemi katakan. Pria itu berdecak dan kembali berekspresi dingin seperti saat di perpustakaan.

“kau berhutang padaku.” Ujar Sehun penuh penekanan. Hyemi mengangkat sebelah alisnya dan berdecak. Sehun berubah dingin lagi padanya.

“kau marah padaku kan?”

“tidak.” Ketus Sehun membuat Hyemi kini menjadi geram. Ia terus dihujami dengan tatapan sinis oleh sehun.

“kau bohong, Sehun-ssi.”

“kau yang bohong.”

Keduanya saling bertatapan dengan tajam, kemudian Sehun berdehem untuk mengusir kegugupannya.

“aku berbohong soal apa Sehun-ssi?” tanya Hyemi yang kini membuat Sehun menggaruk tengkuk.

Sehun merasa terjebak sekarang, pria itu berbalik untuk pergi tapi Hyemi menggenggam tangannya.

“jawab aku!” . Desak gadis itu dengan nada cukup datar.

“kenapa kau jadi penasaran begitu? ah apa kau tertarik padaku sekarang Hyemi-ssi?”

“tidak.”

Sehun memutar bola matanya dan menghapus jaraknya dengan Hyemi. Sampai hyemi menarbak tembok pun Sehun masih saja memajukan wajahnya. Sungguh, akal Hyemi tak bekerja sekarang. Bahkan gadis itu diam saja dengan apa yang Sehun lakukan saat ini.

“sebenarnya kau tau kan bagaimana perasaanku padamu?”

Hyejin menunjukan smirknya dan menatap Sehun yang hanya berkisar jarak sejangkal dengan wajahnya.

“kau menanyakan itu lagi? Bukankah aku sudah menjawabnya saat di Busan?”

Sehun mengigit bibir bawahnya karena menahan rasa kesalnya. Kedua tangannya bertumpu pada tembok, membuat Hyemi semakin terkunci.

“sepertinya aku yang harus menjelaskannya.”

“aku-“

Cup

Hyemi membulatkan matanya saat tiba-tiba Sehun mengecup bibirnya. Buku yang ada ditangannya jatuh seketika. Cukup lama pria itu melakukannya, namun tautan itu hanya sekedar kecupan. Sebenarnya Sehun telah lama menahan keinginan untuk melakukannya.

Hyemi mengangkat tangannya untuk menampar Sehun namun kalah cepat karena Sehun mencengkram lengannya sangat erat.

“aku menyukaimu, Kim Hyemi.” Ungkapnya penuh ketegasan. “aku telah menyelamatkan nyawamu tiga kali. Saat kau tenggelam,saat kau berjalan ke laut,dan juga tadi. Kau harusnya sadar mengapa aku melakukan hal itu.” lanjut Sehun. Hyemi hanya diam, memikirkan apa yang sehun lakukan belakangan ini.

“aku sengaja menghindarimu selama seminggu ini. Aku sangat frustasi karena kau hanya diam. Aku menyerah, aku tak bisa.”

Hyemi hanya diam memperhatikan. Melihat pancaran amarah dari netra Sehun cukup membuatnya tak bisa berkutik.

Mendapati Hyemi tak merespon justru membuat Sehun frustasi, bahkan pria itu memukul dinding untuk menggambarkan kekesalannya.

“apa kau akan terus seperti ini? mengabaikan perasaanku padahal kau sudah mengetahuinya?”

“berhenti berbicara sekeras itu padanya Oh Sehun.!” . Seseorang ikut menimbrung diantara keduanya. Sehun menoleh dan menemukan Baekhyun berdiri disampingnya. Dengan kasar pria itu menyingkirkan lengan Sehun yang sedari tadi menghimpit tubuh Hyemi.

Sehun mendesah kesal, lagi-lagi kesempatannya dirusak oleh satu pria yang sama. Aneh saja karena Baekhyun berkeliaran di sekolahnya dengan bebas. Setahunya selain warga sekolah tak boleh seenaknya masuk tanpa ijin. Baekhyun menarik Hyemi agar mendekat, seolah takut Sehun membawa gadisnya kabur.

“jika kau menyakiti Hyemi, aku tak akan mengampunimu.” Ujar Baekhyun lalu menarik Hyemi pergi. Hyemi seolah bisu, ia tak bereaksi ataupun protes sejak tadi. Entahlah ada apa dengan dirinya, yang jelas karena pot bunga tadi jiwanya sudah diselipi rasa takut.

Bisa saja itu ulah fans anatik seorang Oh Sehun. Begitulah menurut Hyemi.

Masih ditempat yang sama, Sehun menendang udara setelah Baekhyun dan Hyemi tak terlihat sosoknya. Pria itu tak bisa untuk sekedar menahan lengan Hyemi atau membawa lari bersamanya. Ia terlalu kalah dengan pria bernama Byun Baekhyun itu. Sehun mengacak rambutnya, ia sadar telah membuat kebodohan hari ini. Ia takut menerima kenyataan jika Hyejin menjauhinya nantinya. Bagaimanapun ia sudah bersikap lancang tadi. Sehun meraba bibirnya yang sudah merasakan hangatnya milik Hyemi. Oh sungguh Sehun ingin memutar waktu untuk menunda hal seperti itu. tapi disisi lain pria itu juga lega, ia lega karena beban hatinya sudah tersampaikan.

Jauh ditempat itu ada Kim Minji yang menyaksikan, tadi gadis itu datang bersama Baekhyun. Minji menatap Sehun dengan pandangan iba, sepertinya nasib cinta Sehun sama sepertinya. Minji tau terlalu cepat untuknya mencintai Baekhyun. Tapi mau bagaimana lagi? Ia sudah terjerat dan hatinya bergejolak hebat saat berada disamping Byun Baekhyun. Rasa marah selalu ada jika Baekhyun bersama Hyemi, itulah kecemburuan.

Tapi saat melihat Sehun, entah mengapa kecemasannya sedikit berkurang. Minji tau Sehun memiliki maksud lain mendekati saudara tirinya. Jika boleh memilih, ia akan mendukung Sehun mendapatkan Hyejin. Tentu saja agar ia leluasa bersama Byun Baekhyun.

.

.

.

“Oppa, ini sakit” keluh si gadis saat tangannya terus ditarik.

Baekhyun terus menarik Hyejin hingga masuk kedalam mobil, Baekhyun duduk dibangku kemudi dan menghidupkan mesin mobil. Tanpa bicara ia melajukan kendaraan pribadinya itu dengan kecepatan lumayan kencang. Baekhyun sedang dalam mood buruk, beruntung tadi Sehun tak di bantingnya.

Hyemi melirik pria di sampingnya yang terlihat mengatur ekspresi. Entah bagaian mana yang membuat Baekhyun marah, gadis itupun kurang memahaminya.

“Hyemi-ya, kenapa kau diam saja?.” ujar Baekhyun dengan tiba-tiba.

“mwo?”

“kenapa kau tak menghindar dari Oh Sehun?.”

Pertanyaan itu membuat Hyemi kelu, ia serasa tak memiliki stok jawaban untuk dilontarkan. Melihat itu Baekhyun menghela nafas berat, memelankan laju mobil setelah gemuruh dalam dadanya mulai reda. Bagaimana ia tak marah saat melihat Sehun menghimpit Hyemi, bahkan sampai membentak gadis pendiam itu.

“kau menyukainya? apa kau memiliki perasaan padanya” lirih Baekhyun namun mampu tertangkap di pendengaran Hyemi.

“tidak sama sekali.” Singkatnya namun mampu membuat hati Baekhyun sedikit lega. Namun memikirkan apa yang telah terjadi antara Sehun dan hyemi membuat Baekhyun kembali cemas.

“tapi gelangmu, bagaimana bisa ada padanya?”

Hyemi sempat berfikir sejanak, gelang yang Baekhyun maksud pasti yang saat ini ada pada Sehun. Tapi herannya bagaimana bisa Baekyun tau?

“eothokae arraseo? Oppa-“

“dia memberikannya padaku. Hyemi-ya, bagamana bisa terjadi? Apa kau berkunjung ke apartementnya? Atau kau sangat sering keluar bersamanya? . Seberapa dekat kalian?” cerocos Baekhyun. Kini Hyemi tersenyum masam, matanya tak membalas tatapan tajam pria disampingnya.

“Oh Sehun sangat menyebalkan juga pengganggu. Aku tidak nyaman bersamanya, jadi bagaimana mungkin kami dekat? Soal gelang itu….. maaf aku tak sengaja menjatuhkannya.”

Baekhyun memasang kupingnya sangat erat, seolah tak ingin penjelasan Hyemi terlewati walau sekata. Ada rasa sedikit kecewa mengapa Hyemi tak berusaha meminta saat gelang itu disimpan oleh Oh Sehun. Baekhyun terus berfikir, mungkinkah benda itu sudah tak berarti bagi Hyemi?.

“gelang milikmu ada padaku. Aku yang akan menyimpannya sendiri. Kau tau kan betapa berharganya gelang pemberianku? Itu satu-satunya benda berharga dari eomma. Tapi kau sangat ceroboh karena menghilangkannya.” Ucap Baekhyun tanpa jeda juga dengan nada datar. Oh ini tidak biasanya, mungkinkah Baekhyun benar marah padanya?.

“maafkan aku.” sesal Hyemi lagi. Ia terus menatap baekhyun, namun pria itu tak membalasnya.

Baekhyun mendesah frustasi, hatinya menjadi kacau karena apa yang dialaminya hari ini.

“Baiklah kita pulang saja. Kau harus istirahat.”

Hyemi menyandarkan kepalanya di kaca mobil. Hujan perlahan mulai membasahi bumi, membuat jalanan Seoul menjadi basah. Baekhyun tak bicara lagi, dalam hati Hyemi menyimpulkan jika pria disampingnya sedang kesal. Ia sedikit tersenyum, mengingat sejak dulu sifat ‘cemburu’ Baekhyun tak pernah hilang. Ia masih mengingat saat dulu Baekhyun tak mau bicara dengannya hanya karena ia memilih belajar kelompok dengan pria lain.

Kenangan itu selalu berputar di otaknya hingga saat ini. Sebenarnya ia tak pernah ingin membuat Baekhyun kecewa, Hyemi takut jika suatu saat nanti Baekhyun berubah tidak perhatian lagi. Gadis itu takut Baekhyun meninggalkannya sama seperti lainnya.

 

.

.

.

.

.

.

TBC

(review)

.

“Baekhyun Oppa, aku ingin kau menemaniku di pesta kelulusan nanti.”

.

.

“bagaimana keadaan Hyemi? BAGAIMANA BISA INI TERJADI?”

.

.

“Seulgi-ya, karena kebodohanmu kau gadis sialan itu tidak jadi mati.”

.

.

“jangan takut Hyemi-ya, aku akan menjagamu.”.

.

.

“Seharusnya kau bersyukur masih memiliki keluarga Kim Hyemi.”

.

.

ANYEONGHASEYOO Readersss^^. Long time no see.

Ya ampun lama bgt ya jeda post ff ini…. maaf ^^ , sekarang author lagi sibuk. Maklum kelas 12 , bentar lagi juga ujian praktek. Semakin sibuuuk . malam ini kepikiran buat lanjut sedikit ff ini, dan syukur jadi walau 1 chapter. Sempet lupa dengan awal ceritanya jadi cukup bingung bikin adegan he he.

Semakin lama merasa smakin buruk cerita ini. Maaf ya kalau alurnya tambah gak jelas ^^.

Gomawo ya yang mampir baca.

Pamit dulu….

Byee…

See you next chapter….

 

 

 

7 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] The Answer is You – (Chapter 9)

  1. ditunggu yah? dan jangan lama lagi keburu lupa sama ceritanya #udahlupamemang hyemi atau hyejin pas awal2 chapter? salah penulisan deh kamu kayanya, wah sehun berani, dan baekhyun tetep cemburuan, dan apa???? ada apa dengan hyemi di review? pasti ulahnya minji lagi, seulgi? aku lupa akan peran seulgi, mungkin temannya minji yang nyelakain hyemi? tapi ngk tega #duhlupa deh -__- siapa yang akan ngejagain hyemi? baekhyun ataukah sehun? pokoknya jangan lama lagi yah 🙂

  2. sehun aku padamu…maju terus pantang kepleset… ehhhh//
    hahahahaha… lama bngt updatenya nih ff… tapi gk papa yg penting masih update daripada gk sama sekali… lanjuttttt

  3. omegat akhirnya di update….. yang jatuhin pot pasti mantan sehun owow.
    oh demi apa hyemi ga peka sekali kalau baekhyun terlewat sayang padanya huhuhuhuhu… cepet peka ih hyemi:v
    wets sehun lancang main cium-cium hyemi tanpa izin hush baekhyun jadi terbakar api cemburu kan. si minji makin hari makin jahat ae hng pen ranya cincang dia jadi perkedel hehehe. cepet dilanjutnya aku nungguin huhuhu semangatttt

  4. Bangus bnget ff ny… cpetan y lanjutin ff ny gx sbaran mau nunggu ff slanjutny.. ksih cerita² yg mnarik.. jdi pnsaaran mau nnggu happy ending ny hyemi

  5. Bangus bnget ff ny… cpetan y lanjutin ff ny gx sbaran mau nunggu ff slanjutny.. ksih cerita² yg mnarik.. jdi pnsaaran mau nnggu happy ending ny hyemi

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s