[EXOFFI FREELANCE] Princess of Drama (Chapter 5)

picsart_11-13-06-24-3811

Princess of Drama

 

Cast                 :

  • Alice Kim
  • Byun Baekhyun
  • Bella Kim
  • Oh Sehun
  • Park Chanyeol

Author             : AL

Genre              : Romance, Family

Length             : Chapter

Rating             : PG17

Disclaimer       : This is Mine. Ide cerita ini murni hasil pemikiran Al. Apabila ada unsur yang sama dengan karya lain, itu murni ketidaksengajaan. Jangan plagiat yaa, hargai karya orang lain. Tidak mudah buat ff. So, jadilah pembaca yang baik.

 

Happy Reading

**Chapter 5**

 

Waktu terasa berlalu begitu cepat..

Sudah satu bulan semenjak aku menikah dengan Baekhyun dan terjebak dalam penjara tak kesat mata seperti ini. Bayangkan bagaimana kehidupanku selama tiga puluh hari habis terbuang ditempat membosankan seperti ini, jujur aku hanya duduk, berdiri, makan, dan tidur. Aku benar-benar merindukan kebiasaanku menonton drama.

Kalau Baekhyun, sepertinya baik-baik saja. Dia malah menikmati keadaanya sekarang ini karena bisa terbebas dari tumpukan kerjaan kantor yang biasanya menunggunya. Ingat saat pertama kali aku bertemu Baekhyun kan, bagaimana ia bisa terlambat saat bertemu Sehun saat itu. Ya, saat ku tanyakan lebih lanjut ternyata itu karena pekerjaannya, juga karena ia harus melarikan diri dari para pengawal pribadinya terlebih dahulu. Baekhyun anak dari seorang perdana menteri, wajar jika ia memiliki pengawal. Bukankah aku menikahi orang yang hebat?

“Apa menu makan malam kita?” tanya Baekhyun sambil memelukku dari belakang mencoba membenarkan apron milikku yang sedikit berantakan. Aku mulai terbiasa menerima sikapnya yang satu ini, juga termasuk sifatnya yang asal bicara itu.

“Menurutmu apa? Dikulkas tiba-tiba sudah terisi penuh dengan berbagai macam sayuran-sayuran, apa kita membuat salad saja ya?” ucapku sambil mengambil beberapa sayuran dalam kulkas. “Bantu aku mencuci dan memotongnya ya.”

“Tumben sekali kau mengizinkanku untuk membantumu. Terakhir kali aku menawarkan bantuanku, yang ada kau malah menatapku tajam sambil berkata tidak usah,” ucap Baekhyun sambil berkata dengan cara yang lucu. Ia mengucapkan kata terakhirnya dengan gaya bicaraku yang ia buat secara berlebihan.

Aku tersenyum kecil mendengar jawabannya. “Kali ini, jika kau tidak menghancurkan sayuran itu dan mencucinya dengan benar, aku akan memberikanmu hadiah,” ucapku yang setelah itu memberikan beberapa sayuran yang sudah ku tempatkan pada Baekhyun. “Jangan lupa untuk memetiknya juga yaa. Setelah itu, kau juga harus mengupas bawang, lobak dan juga wortel. Bagaimana?”

“Hadiah apa yang akan kau berikan di tempat seperti ini?” tanya Baekhyun menyelidik.

“Ehm, jika aku memberitahu sekarang bukankah rasa dari hadiah itu akan hilang?”

Baekhyun terdiam sejenak. Sedetik kemudian, ia menepuk pelan ujung kepalaku berulang-ulang. “Ehm, sekarang otakmu sudah mulai berkembang ya, Al. Bagus sekali.”

Aku memandang sinis ke arah Baekhyun. Apa maksudnya bicara seperti itu. “Aku ini lulusan Harvard, kau tau. Setidaknya tiga kali lebih pintar dari dirimu. Otakku bahkan sudah jauh berkembang sebelum kau bisa berjalan,” ucapku.

“Jadi kau lulusan Harvard. Tapi sepertinya kau tidak tau apa-apa? Bagaimana bisa lulusan sekolah ternama seperti itu bisa dengan mudah tersesat di tengah kota?”

Sial. Seharusnya aku tidak menceritakan lebih banyak pada orang ini jika pada akhirnya ia akan memakainya pada saat-saat seperti ini. Dia benar-benar curang.

“Baekhyun,” ucapku memanggil namanya. “Selesaikan saja pekerjaanmu, oke?”

Aku sudah mulai terbiasa dengan adu argumen seperti ini. Bagaimana cara yang baik untuk mengakhiri ini dengan Baekhyun sudah sangat aku hafal. Dia tidak akan mudah mengalah, jadi lebih baik aku yang menghentikannya.

Selama beberapa menit kami terdiam dan sibuk dengan pekerjaan kami masing-masing. Sejenak, aku melirik ke arah Baekhyun untuk melihat apa yang sedang ia kerjakan. Betapa terkejutnya diriku begitu melihatnya sangat serius dan antusias memotong buah tomat satu persatu seperti itu. Tapi, bukankah ia terlihat sangat lamban saat ini? Kapan kita akan bisa makan malam jika ia melakukannya dengan kecepatan seperti itu?

“Sepertinya kau butuh bantuanku, Baekhyun. Biar aku yang memotong tomatnya ya, kau kupas bawang saja,” ucapku sambil mencoba mengambil pisau dari tangannya. Namun, Baekhyun malah menjauhkan tangannya dariku.

“Biar aku saja yang melakukan ini, Al. Aku akan menyelesakan ini semuanya sendiri, juga mengupas bawang. Aku yang akan melakukannya. Dengan begitu, rasa dari hadiahku tidak akan hilang kan?”

Aku tersenyum kecil mendengar ucapannya. Terkadang, dia bisa menjadi pria yang bisa diandalkan juga ya.

***

Telat dua jam dari biasanya…

Makan malam kami benar-benar terlambat daripada biasanya, tapi aku merasa justru makan malam ini tampak sangat istimewa untukku. Alasannya sederhana, bukankah makan malam ini ada karena Baekhyun juga membantu di dapur? Itu yang membuatku merasa ini istimewa. Meskipun, ya, kalau boleh jujur, hampir semua sayur yang dipotong Baekhyun benar-benar tidak terbentuk seperti yang seharusnya, tapi aku bangga karena ia sudah berani untuk mencobanya dan tidak menghancurkan sayurannya.

“Jadi mana hadiahku?”

Suara itu membuatku menghentikan aktivitasku sebelumnya. Baru saja aku membanca buku-buku cerita klasik yang tersusun rapih di lemari ruang tengah, Ya, aku mencoba mengganti hobiku dalam menonton drama dengan membaca cerita semacam ini, dan ternyata, itu sangat membantuku dalam mengatasi rasa kebosananku akhir-akhir ini.

“Kau benar-benar kekanak-kanakkan Baekhyun?” ucapku yang setelah itu menutup buku ku dan menaruhnya ketempat asalnya. “Sebelumnya kau memanggilku anak kecil karena postur tubuhku, ternyata setelah aku mengenalmu, kau jauh lebih terlihat seperti anak kecil dibandingkan denganku.”

“Mana bisa meminta hadiah disebut sebagai hal kekanak kanakan? Aku kan hanya menagih janjimu.”

Aku tersenyum kecil menanggapi ucapan Baekhyun. “Baiklah, kalau begitu..”

Aku menciumnya lembut. Ini pertama kalinya aku mencoba untuk mencium pria lebih dahulu.

“Itu hadiahku,” ucapku bersikap setenang mungkin. “Aku mencintaimu, Byun Baekhyun.”

Baekhyun hanya diam. Apa ia terkejut dengan apa yang aku lakukan? Atau dia sebenarnya tidak mencintaiku dan sedang mencari alasan yang logis untuk menolakku? Tapi, setelah semua yang kita lalui, akankan seperti itu? Akankah kisah dramaku akan berakhir dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan?

“Baekhyun kenapa hanya diam? Apa aku salah bicara?” tanyaku sedikit takut. Takut, kalau dia benar-benar menolakku.

Aku melihat Baekhyun manarik ujung bibirnya tipis. “Tidak, aku hanya terkejut dengan apa yang kau lakukan padaku. Ternyata benar apa yang dikatakan Sehun sebelumnya, aku benar-benar lambat bahkan membuatmu mengakui itu lebih dahulu padaku. Tidakkah kau berpikir aku ini seperti laki-laki yang pengecut?”

Aku menggelengkan kepalaku pelan. “Tidak, aku tidak akan menyukai laki-laki yang pengecut, Baekhyun. Aku menyukaimu ya, karena itu dirimu,” ucapku sambil menatapnya lekat-lekat. “Aku mangatakan ini padamu karena aku ingin mencoba jujur. Jujur pada dirimu juga pada diriku sendiri. Aku mencintaimu, Baek.”

Dengan sekali gerakan Baekhyun tiba-tiba membawaku kedalam pelukannya. Hangat, tubuhnya benar-benar hangat. “Aku lebih mencintaimu, Alice,” ucap Baekhyun tepat ditelingaku. Setelah mengucapkan kalimatnya itu, ia mempererat pelukannya padaku.

Apakah aku harus menjelaskan bagaimana perasaanku ketika Baekhyun membalas perasaanku dalam pelukannya? Kalian tau, itu benar-benar sangat indah. Bahkan jika ini hanya sebuah mimpi aku tidak ingin terbangun, jika ini hanya dongeng aku tidak ingin ini berakhir dan jika ini hanya sebuah lelucon aku tidak ingin ada yang tertawa dan menyelesaikan ini semuanya dengan mudah. Tapi, syukurlah ini semua nyata, benar bukan? Dia benar-benar memelukku saat ini. Harum tubuhnya benar-benar menjadi candu buatku, bukankah ini rasanya memiliki orang yang dicintai? Bahkan hanya dengan mencium wangi tubuhnya saja membuatmu merasa melayang. Meskipun sebenarnya itu dipenuhi keringat, pada akhirnya itu akan terlihat indah bukan?

Beberapa menit kemudian, kami melepaskan pelukan kami dan berakhir memandang satu sama lain seperti ini hingga Baekhyun melumat bibirku lembut. Kali ini aku tidak lagi ragu, tentu saja aku membalas ciumannya itu. Menyadari aku membalas ciuman, aku merasa Baekhyun bertindak lebih liar dari biasanya. Ia bahkan juga mengincar leherku dan daerah lainnya. Aku mengizinkan ia melakukan itu karena ia suamiku bukan? Bahkan jika ia melakukan hal lebih lainnya, tidak bisakah ia melakukannya di kamar daripada harus berbaring disofa seperti ini?

Merasa terganggu dengan senderan sofa yang selalu menghalangi Baekhyun tentang apa yang ia lakukan padaku, buru-buru ia menggendongku menuju kamar.

Ku pikir malam ini akan menjadi malam yang paling indah dalam hidupku. Malam dimana kisah lain dari cerita dramaku tertulis dengan indah. Meskipun itu tidak sesuai dengan awal yang ku inginkan, tapi aku berharap itu akan berakhir dengan indah.

***

‘Kata yang tak pernah aku ucapkan akhirnya terucap juga dari bibir ini. Sulit, aku tak menyangka mengatakan itu membutuhkan keberanian sebesar ini. Sebenarnya, seberapa kuat kekuatan Cinta hingga dibutuhkan keberanian sebesar ini untuk mengungkapkannya?’

 

**to be continue**

 

Heol!! Hay Al comeback..

Chapter ini agak sedikit yadong yaa, hahaha.. Tpi meskipun begitu semoga sweet yaa ceritanya. Hehe..

Eehm, Al mau kasih tau suatu hal niih ke kalian para reader FF ini, sebenernya FF kali ini itu termasuk mini chapter project Al yg udah lama kelar tapi baru sempet dishare ke kalayak umum. Jadi, untuk minggu depan kemungkinan adalah chapter terakhirnya..

Jadi, support terus yaa FF ini. See you, di update minggu depan. 🙂

 

 

 

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Princess of Drama (Chapter 5)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s