You and I [Chapter 7] – Christy Wu

wp-1463875634815

CHAPTER 7

You and I

Original Story by Christy Wu

O R I G I N A L POSTER BY Hyekim

Main Cast:

Park Chanyeol (EXO) as Chanyeol Vandersmith | Oh Sehun (EXO) as Sehun Rouler | Kim Jongin (EXO) as Kai Ozera | Kim Shin Young (OC) as Anna Vandersmith | Krystal Jung f(x) as Krystal Gremory | Park Hyemi (OC) as Freya Alexander.

Genre : Fantasy, Romance, School-life | Rating : PG – 17 | Lenght : Chanptered

“ Aku mencintainya dengan murni, seperti terbit dan tenggelamnya matahari”

Desclaimer :

FF ini murni hasil pemikiran Christy dan hanya dipublish di EFI dan WP pribadi. tolong jangan memplagiati. bedakan antara menginspirasi dan plagiat terima kasih.

 

In Freya Eyes

Kini semua menjadi terasa berbeda setelah Chanyeol mendeklarasikan secara terang – terangan mengenai hubungan kami disetiap pesta yang dikunjungi. Bukan pada perasaanku atau perasaannya yang memudar, bukan juga pada tabiatku yang jadi gila hormat dan kekuasaan seperti bangsawan lain. Namun cara semua orang yang menatapku terasa berbeda. Setiap harinya silih berganti bangsawan – bangsawan yang tak pernah ku kenal sebelumnya menghampiri hanya untuk omong kosong yang berujung pada politik dan hal berbau popularitas lainnya. Masih ada yang menatapku sinis dan menunjukkan keterpaksaan untuk berlaku hormat. Kalau bisa berteriak aku juga ingin mengatakan kalau tak butuh untuk ia hormati. Itu mungkin jika aku yang dulu akan melakukannya tanpa berfikir dua kali atau mungkin saja tidak karena menyelesaikan masalah dengan masalah baru bukanlah gayaku.

Aku yang sekarang tidak hanya menyandang kehormatan orang tuaku saja melainkan juga martabat Chanyeol sebagai bangsawan tertinggi. Hubungan kami memanglah belum berlangsung ke jenjang yang sakral namun dari caranya memperlakukanku sungguh membuat semua orang berfikir kalau aku sudah menjadi Ratu Vandersmith. Semua diperkuat dengan paman Ramon selaku kuasa hukum kepercayaan keluarga Chanyeol selalu menemuiku. Entah itu untuk memeriksa keadaanku, memberitahukan jadwal Chanyeol atau meminta bantuanku untuk sedikit memberikan solusi pada masalah yang dihadapi di beberapa usaha yang dikelola perusahaan Vandersmith. Pernah sekali aku bertanya padanya.

“Paman, dalam keluarga Vandersmith aku bukanlah siapa – siapa. Kenapa kau memberitahukan masalah rahasia perusahaan dan yang lainnya padaku?”

“Sejak kau merubah pangeran kami menjadi lebih baik dan saat itu pula aku yakin kau juga yang terbaik menempati posisi Ratu Vandersmith selanjutnya. tetaplah bertahan disamping Pangeran Chanyeol apapun yang terjadi.”

Tidak, bukan jawaban seperti itu yang kuinginkan namun berpuas dengan kenyataan aku hanya bisa diam dan melakukan segala yang aku bisa dengan baik saat ini. Aku bukanlah Freya Alexander putri dari seorang menteri biasa yang menjabat di salah satu negara tapi entah harus kusebut apa posisiku yang jelas nama keluarga Vandersmith sudah seperti melekat dan tercetak di dahiku sekarang.

“Freya kau melamun.” Tegur Krystal yang berjalan disebelahku dengan raut wajah dingin seperti biasa. Bibir merah merekah, kulit putih yang terawat dan rambut kecoklatannya yang berpendar terkena mentari pagi membuatnya tampak begitu indah. Tak ada yang berubah sama sekali dari sahabatku ini semejak aku keluar dari asramah dan tinggal di istanah Emerald. Aku merasa sedih saat menyadari kini meninggalkannya sendirian di asramah Lavender.

Bersama dengan Sehun sedikit banyak juga merubah pandangan semua orang terhadapnya, menaklukan seorang player macam Sehun Rouler tak pernah terbersit dalam khayalan Krystal selama ini namun hidupnya sudah berubah memasuki negeri dongeng saat kenyataan itu yang ia jalani sekarang. “Terlalu banyak yang ku fikirkan akhir – akhir ini.” Aku tersenyum menatap Krystal yang berjalan dengan anggun sambil mengamit lenganku.

Mata rubahnya berpaling dari jalan setapak berbata yang tersusun rapi. “Jangan memikirkanku.” Balasnya kemudian sambil menghentikan langkah sontak dua pengawal dibelakang dan disamping kamipun yang berjarak tiga meter ikut berhenti sambil mengawasi sekitar waspada. Pengawalan yang Chanyeol perintahkan untuk melindungiku benar – benar berlebihan, bahkan Anna tidak seketat ini.

“Krys kenapa kau tak mau tinggal di istanah Emerald bersamaku, aku tau kau tidak akur dengan semua penghuni Asramah Lavender. Belum lagi hubunganmu dengan Sehun – “

Krystal meletakkan telunjuknya dibibirku, ia tersenyum sangat cantik hingga keresahan yang kurasakan berkurang. Mungkin karena itu pula Sehun jadi terpesona dan sulit berpaling dari sahabatku. “Aku bisa melindungi diriku Freya jangan khawatir, aku harus tetap ada disana kalau tidak orang tuaku pasti akan mengomel. Kau tau sendirikan kalau Daddy – ku sangat cerewet melebihi Mom.” Kemudian kami terkekeh bersama. Wajah angkuhnya hilang bersamaan dengan matanya yang melengkung membentuk bulan sabit. Jika dilihat wajah Krystal lama – kelamaan mirip dengan Sehun. Apa itu yang kata orang disebut dengan jodoh?

“Asal kau tahu aku selalu memikirkanmu di istanah.” aku membuang nafas gusar lalu menggerakkan telunjuk pada bunga Tulip yang hampir layu seketika menjadi tumbuh segar. “Apa mereka sungguh tak menyakitimu Krys?”

Krystal terkekeh membuatku mengangkat sebelah alis bingung, mempertanyakan secara tidak langsung sisi kelucuan dari ucapanku sendiri hingga membuat putri es terkekeh dengan merdunya. “Kau lupa siapa yang jadi pacarku sekarang Frey?”

“Sehun Rouler?”

“Kau tahu predikat apa saja yang melekat padanya?” tanya Krystal.

“Brengsek, tukang main perempuan, Cassanova, tidak sopan, seenaknya sendiri dan –“ aku menyebutkan predikat yang Sehun miliki dengan lancar tanpa takut Krystal sakit hati saat teringat sesuatu yang membuatku sedikit meringis kemudian.

“Dan.” Goda Krystal sambil menaik turunkan alisnya.

“Kejam.”

Yes, cukup dengan satu kata yang terpatri jelas dalam ingatan semua penghuni St. Vladimir, siapa yang mau mencari masalah denganku. Bahkan semua orang tak berani menatap mataku sekarang saat berbicara.” Kami kemudian tertawa bersama dibawah sinar mentari pagi yang hangat, sehangat keakraban dan persahabatan.

“Ya kau berhasil menaklukkan seorang monster, seperti dalam dongeng Beauty and the Beast.” Aku memukul pelan bahu Krystal.

No, dia tak terlihat seperti monster bagiku dia seperti anjing pudle yang sangat lucu dan menggemaskan.” Aku hampir terpingkal saat Krystal menunjukkan ekspresi imutnya dengan menaruh kedua tangan disamping pipi dan menggoyang – goyangkannya lucu. Ah, cinta benar – benar merubah semua orang. Sama seperti yang dikatakan Paman Ramon, Robert dan Bella kalau aku merubah Chanyeol menjadi lebih baik tanpa kuketahui perubahan apa yang sudah ku lakukan. Dimataku Chanyeol yang sekarang dan dulu tak ada perbedaan.

“Freya kau melamun lagi.” Krystal melambaikan tangannya didepan wajahku. “Menjadi Ratu Vandersmith membuatmu sering melamun sepertinya banyak hal yang kau fikirkan sekarang.” godanya. Aku hampir memukulnya sebelum suara seseorang mengintrupsi percakapan kami.

o0o

In Author Eyes

“Hey kalian sepertinya bahagia sekali ya tanpa aku.”

Krystal dan Freya membeku tak berani menoleh ataupun bergerak dari posisinya. Mereka saling melirik satu sama lain dengan ekspresi jenaka.

“Apa kau mendengarkan apa yang kudengar?” tanya Krystal pada Freya yang ikut mematung disampingnya.

“Sepertinya iya, kalau halusinasi tidak mungkin kita bisa bersamaan mendengarnya.” – Freya.

“Bukankah seharusnya dia belum pulang.” – Krystal.

“Mana ku tahu, dia kan bisa seperti hantu yang muncul tanpa diundang.” Gerutu Freya memainkan ujung kukunya. Dibelakang mereka Kai berkacak pinggang memandang kedua sahabatnya yang cantik itu dengan kesal. Banyak hal yang ingin Kai tanyakan pada mereka selama beberapa minggu ia absen dari St. Vladimir karena urusan Olimpiade yang dilakukan diluar sekolah karena banyak berita yang berterbangan perlu Kai konfirmasi kesumbernya langsung dan tentu sumbernya adalah kedua sahabatnya.

“Ya ampun ada apa sih dengan mereka ini,” Kai mengusap rambutnya yang tidak gatal sambil berjalan mendekati Freya dan Krystal tanpa tahu kedua gadis didepannya sedang gelisah karena tak siap untuk di introgasi.

“Hey kenapa kalian mengabaikanku, jangan pura – pura tidak dengar” – Kai.

“Krys apa kau memikirkan seperti yang ada dalam otakku?” tanya Freya. Krystal mengangguk. “ Kurasa iya.” Ujarnya.

“Jadi dalam hitungan ke – 3 ya,” mereka mulai mengambil ancang – ancang. “1…2….3” hitung Freya dengan keras lalu Freya dan Krystal lari begitu saja dengan mengambil jalan berlawanan arah.

“Kai kami menyayangimu.” Teriak mereka serempak dari arah berlawanan, kini giliran Kai yang terperangah. Ia meninggalkan kedua sahabatnya hanya beberapa minggu dan tingkah keduanya semakin aneh, sepertinya Kai benar – benar harus mengintrogasi gadis – gadis cantik itu atau ia tanyakan saja pada pangeran Vandersmith dan pangeran Rouler yang pastinya tahu penyebab keanehan mereka.

“Padahalkan aku baru menyapa mereka, kenapa responnya jadi seperti itu,” Kai mengangkat kedua bahunya lalu mendekat pada bunga tulip yang beberapa saat lalu tumbuh segar berkat kemampuan Freya. “Apa kau tahu sesuatu?” Tanya Kai pada bunga tulip yang bergoyang tertiup angin. Tentu saja tidak akan ada jawaban.

Kalau sudah begini, kewarasan Kai juga perlu dipertanyakan. Bukan cuman keanehan kedua sahabatnya.

o0o

Krystal lari sekencang – kencangnya tanpa menoleh kebelakang. Nafasnya memburu hingga ia memutuskan berhenti disebuah patung penunggang kuda hitam yang menoleh bingung saat melihatnya. Patung yang dilingkupi sihir itu membungkuk sopan untuk memberi sebuah penghormatan namun diabaikan oleh Krystal yang sedang menstabilkan jantungnya. Sudah hampir sebulan Krystal dan Freya kucing – kucingan dengan Kai, sahabat mereka itu sangat cerewet dan pasti akan menjadi sidang panjang jika mereka sampai tertangkap.

Krystal memekik saat sebuah tangan menyentuh pundaknya, saat ia berbalik wajah tampan Sehunlah yang ia lihat. Krystal menghembuskan nafasnya lega seperti beban ribuan ton dipunggungnya terangkat.

“Apa yang kau lakukan sampai berkeringan seperti ini hhmm?” tanya si pangeran Rouler sambil mengusap peluh di kening Krystal dengan punggung tangannya.

“Aku dan Freya habis bertemu dengan Kai.”

“Lalu?”

“Tentu saja kami lari!” suara Krystal yang melengking malah membuat tawa Sehun menyembur ke permukaan. Mengabaikan wajah kekasihnya yang kepalang kesal dengan kelakuannya.

“Kalian benar – benar menghindarinya seperti wabah penyakit.” Ujar Sehun setelah tawanya mereda.

“Kau tidak tahu saja kalau mulutnya lebih cerewet dari kebanyakan laki – laki yang ku kenal selama ini!”

Sehun tersenyum, “Memangnya kau punya berapa teman laki – laki?” dengan gemas Sehun mencubit hidung Krystal. “Teman lelakimu kan hanya Kai, sayang.”

“Pokoknya kalau sampai kami tertangkap, jangan salahkan aku jika nanti malam kau dan Chanyeol akan tidur sendirian karena dipastikan Kai akan meminta izin kepada Mrs. Delia untuk membawa kami menginap di rumahnya.”

Sehun menoleh cepat setelahnya, “Kenapa begitu? Aku tidak akan membiarkannya. Enak saja, aku tidak mau tidur sendirian. Kai bisa saja menculik kalian dari asramah tapi kami juga tidak kehabisan akal untuk mendapatkan kembali rumah ternyaman kami.” Wajah Sehun sangat lucu saat mengatakannya. Ia seperti anak kecil yang ketakutan ibunya akan dibawa lari oleh pencuri. Semua yang orang ketahui tentang Sehun selama ini adalah salah, Sehun dimata Krystal adalah pemuda berhati selembut kapas dengan semua tanggung jawab yang tidak semua orang ketahui sudah bersarang dipundaknya sejak kecil.

“Ahh lucunya.” Krystal mengusap kedua pipi kekasihnya dan menularkan senyuman hangat dipagi hari. Mereka bahagia dengan kenyataan dan perbedaan yang diketahui satu sama lain. Saat mereka akan beranjak pergi tangan Krystal tidak sengaja tergores dinding patung yang mempunyai sisi tajam, hingga sudut kelingkingnya terluka.

Wangi darah Krystal begitu harum, menerobos kepenciuman Sehun tanpa permisi. Pemuda albino itu menggeram, tanpa sadar pegangannya pada tangan Krystal semakin erat. Sejenak ia berpaling memejamkan mata rapat – rapat saat kedua taringnya reflek keluar dari persembunyian. Otaknya melarangnya dengan keras untuk menerkam gadis yang sangat ia cintai namun tubuhnya bertindak lain, darahnya seakan mendidih. Sehun coba untuk menahan nafas dan berfikir untuk pelan – pelan menjauh saat cengkaramannya pada Krystal ia lepas. Namun, ia lupa kalau Krystal juga berbeda, perempuan dihadapannya ini punya dunia yang hanya diciptakan khusus untuknya, sebuah poros yang membuatnya merasa nyaman dibalik semua kesejahteraan yang dunia janjikan namun tak akan pernah setulus dan semurni gadisnya berikan.

Krystal menagkup sebelah pipi Sehun, memaksa netra safir itu bertemu pandang dengannya. “Semua akan baik – baik saja Sehun,” ujarnya menenangkan. “Bisakah kau mencoba untuk meminum sedikit darahku.”

“Tidak, aku tidak mau menyakitimu – “

“Kau yang menyakitiku! Aku tahu kau tidak makan dengan baik, kau bertambah pucat dan mudah lelah. Aku memperhatikanmu Sehun, aku peduli padamu! aku – mencintaimu.” Ungkapnya dengan kesungguhan.

“Aku juga, – sangat mencintaimu Krys. Tapi – “

“Setidaknya kita harus mencoba,” Krystal tersenyum. “Hilangkan kata kau dan aku dalam kamusmu dan gantilah dengan Kita. Kita akan menghadapinya bersama, bukankah itu lebih baik.” Hati Sehun bimbang, namun ia tak memungkiri kenyataan kalau tubuhnya sangat lemah dan bisa tumbang kapan saja, mungkin dia bisa mencoba untuk percaya pada ucapan Krystal kalau semua akan baik – baik saja kalau ia hanya mencicipinya sedikit dan akan ia lakukan sehalus mungkin.

Sehun meneguk salivanya kasar saat tak lagi menahan nafasnya, Krystal menatapnya dengan mata berbinar karena berhasil meyakinkan kekasihnya. Pelahan bibir Sehun yang pucat mulai mendekat pada setitik darah segar yang mengalir di kelingking Krystal, bibir Sehun yang dingin membuat sensasi aneh yang menggelitik saat material lembut itu menyapu kulitnya. Ekpresi kekasihnya begitu menikmati santapannya pagi ini, seakan sudah lama tak merasakan makanan utamanya. Rasa ngilu mengaliri pembulu darahnya, sebisa mungkin Krystal menahan dengan mengigit bibirnya sendiri supaya ringisannya tidak terdengar.

Nyatanya sakit yang ia rasakan sangat hebat hingga tanpa sadar ringisan pelan lolos dari bibirnya. Sontak kegiatan Sehun berhenti, ia segera menjauh sambil mengusap darah yang menetes di ujung bibirnya. Tatapan matanya sedih melihat tangan Krystal yang membiru, belum lagi wajah Krystal yang berubah pucat padahal ia baru menghisap sedikit darahnya. Mungkin jika dulu ia tidak terlalu memikirkan nasib semua buruannya karena Sehun memang menjadikan mereka santapan, namun kini berbeda. Krystal bukanlah buruannya, gadis dihadapannya ini adalah masa depannya.

“Maaf.” Hanya itu yang Sehun ucapkan sebelum menghilang begitu saja seperti angin. Menyisakan Krystal yang merintih tertahan dan tubuhnya merosot ke rerumputan yang basah oleh embun.

o0o

In Other Place

Tubuhnya melesat diantara pepohonan dan celah – celah sempit semak belukar. Dahan – dahan yang menggantung rendah menggelayut menyambutnya tak membiarkannya terjatuh pada keputusasaan dan kekalutan hatinya. Lajunya semakin cepat, menerobos tanah lapang yang terbuka hingga masuk pada sudut hutan terdalam, kecepatannya saling membalap dengan angin yang mengitari tubuhnya. Kegelisahan dan kekalutannya membuat medan yang begitu dasyat hingga merusak apa saja yang ia lewati walau setelahnya akan tumbuh lagi kehidupan baru dari pijakan kakinya.

Sehun berhenti ditanah rata hutan berkabut yang terdapat kunang – kunang berwarna hijau terbang mengelilingi tubuhnya. Sinar matahari pagi tak sanggup mengalahkan keindahan kilau pohon yang menjulang dengan pendar warna – warni yang memukau. Pijakan kakinya goyah, ia berlutut di tanah berlumut dengan isakan pilu menyesakkan hati. Jeritannya menggelegar menebus senyap hutan, menakuti satwa sekitar yang tadi mengelilinginya. Ia meraung, meremas tanah basah, mengabaikan seragamnya yang kotor.

Pohon itu semakin berpendar, bagian tengahnya terbuka menampakkan siluet seseorang yang lama kelamaan menjadi lebih nyata. Kaki pucat yang tak terbalut apa – apa itu menapaki jalanan tanah berlumut yang berubah menjadi deretan bunga mawar nan cantik. Gaun putihnya yang berkilau menyapu jalannya. Parasnya yang elok menentramkan, wajah tirus dengan hidung meruncing. Ia berhenti didepan Sehun lalu merunduk untuk mengangkat dagu runcing Sehun dengan tangan lentiknya.

“Ibu, aku lelah.”

o0o

 Anna terbiasa sendiri, walau tak benar – benar sendiri sebetulnya karena pengawal yang Chanyeol perintahkan menjaganya memantau dari jauh. Sejak Freya sering diajak Chanyeol menghadiri berbagai acara, ia juga semakin lama sibuk menangani berbagai pekerjaan yang biasanya dilakukan Chanyeol. Anna merasa itu tidak masalah, karena kakaknya terbantu dengan adanya Freya yang menghandle sebagian pekerjaan. Menghadiri acara amal, pembukaan gedung baru, dan beberapa pesta membosankan lainnya, yah – setidaknya Anna bersyukur ia tidak terjebak dalam pesta membosankan yang seperti Freya ceritakan tempo hari. Kalau beberapa bulan lalu ia ditemani Freya atau Krystal saat jam istirahat, praktek ataupun saat pembelajaran dikelas.  Tapi karena Krystal juga sekarang statusnya hampir sama dengan Freya jadi bisa dipastikan kesibukan mereka tidak berbeda.

Ia menjadi jauh lebih mandiri, Anna tidak terlalu bergantung dengan kakaknya seperti dulu. Ia sadar kalau kakaknya bukan miliknya seorang sendiri sekarang.

Menenteng buku ditangan, Anna berniat mengembalikan buku yang ia pinjam ke perpustakaan. Rambut hitamnya yang terkuncir rapi bergoyang seirama hentakan tungkainya. Ia mengigit bibir saat hampir sampai sampai tujuan. Di persimpangan jalan ia berhenti dan menimbang untuk melanjutkan tujuan awalnya atau tidak. Jemarinya mengetuk – ngetuk sampul buku, hingga pada ketukan kesepuluh ia memilih berbalik namun malah menabrak seseorang yang menyebabkan bukunya hampir terjatuh namun tertangkap dengan sempurna oleh orang itu.

“Hei hati – hati.” Ujar orang itu yang ternyata adalah Kai dengan senyum manisnya. Anna menghembuskan nafasnya lega.

“Kau mengagetkanku.” Anna memegangi dadanya dengan ekspresi jenaka. Kai memberikan buku yang berhasil ia selamatkan pada Anna yang langsung didekapnya erat.

Kai mengusap poni depan Anna yang sudah panjang, “Bagaimana tidak kaget, dari tadi ku perhatikan kau seperti orang bingung disini. Memangnya apa yang sedang kau lakukan?”

“Itu – “

“Itu?” Kai membeo menirukan Anna namun rasanya terdengar ambigu jika Kai yang mengucapkan.

“Jangan mengulangi apa yang kukatakan, rasanya jadi aneh kalau kau yang bicara,” bibir Anna mengerucut. Dengan gemas Kai mencubit bibir itu.

“Kai~” rengek Anna yang membuat Kai terkekeh. Apa lagi melihat Anna menghentakan kakinya lucu, benar – benar membuat Kai gemas. Ia tak mengingat sejak kapan mereka dekat, namun mereka menyadari kenyamanan satu sama lain.

“Serius, apa yang sedang kau lakukan disini? Berdiri seperti patung pajangan dilorong.”

“Sebenarnya aku mau mengembalikan buku ke perpustakaan.”

“Kalau begitu cepat kembalikan!” potong Kai sambil menyentil kepala Anna, benar – benar tak kenal takut kalau yang ia goda sejak tadi adalah bangsawan tersohor yang dihormati banyak orang.

“Jangan memotongku Kai~” rengek Anna lagi, kali ini menggoyang – goyangkan tangan Kai.

Kai terkekeh, “Lalu masalahnya apa tuan putri?”

“Kau lihatkan di depan pintu perpustakaan ada Dannis,” tunjuk Anna, kepala Kai menjulur untuk mengintip dan ia melihat pemuda berambut pirang yang pipinya terdapat bintik kemerahan.

“Ya aku tahu, dia anak bangsawan yang memonopoli pendistribusian buruh ke dermaga dan pelayaran kapal rempah eropa.” Jelas Kai yang membuat Anna memutar bola mata.

“Demi tuhan aku tidak peduli! Aku hanya tidak mau bertemu dengannya. Dia mendekatiku sejak beberapa bulan yang lalu. Tapi karena ada Freya dan Krystal ia sedikit takut, namun sekarang aku sendirian, beberapa kali Dannis menggodaku secara terang – terangan dan memaksaku membalas perasaannya. Yang benar saja – “ Anna mengusap rambutnya sendiri. “Memangnya dia siapa berani memaksaku.”

Kai hanya diam namun tatapan matanya semakin kelam, dan rahangnya terlihat mengeras. Anna menyadari perubahan itu dan menghentikan kalimatnya. “Kai~” panggilnya dengan nada manja yang takut – takut. Namun, berhasil membuat Kai tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai.

“Ya, memang siapa dia yang berani memaksa tuan putri – ku.” Ujarnya dengan penekanan yang tegas. Aneh, tapi Anna senang mendengarnya. Kai mengangkat dagu Anna lalu memainkan jemarinya dilipatan bibir putri Vandersmith yang basah.

Kai tersenyum lalu kedua tangannya mengusap pipi Anna yang merona. “Sudah tidak usah takut, kau berjalan seperti biasa saja kesana. Aku akan dibelakangmu.”

“Tapi – “ Anna merajuk, Kai tahu jelas sifat gadis dihadapannya.

“Sudah, percaya padaku,” Kai membalikkan tubuh Anna dan mendorongnya pelan.  Anna menatapnya dengan pandangan memohon namun Kai hanya menunjuk arah perpustakaan dengan dagu kokohnya.

Sambil menggerutu pelan Anna akhirnya berjalan ke perpustakaan. Benar saja belum sampai mencapai daun pintu Dannis langsung menghampirinya disaksikan teman bangsawannya yang lain.

“Selamat siang tuan putri Anna, senang bisa bertemu denganmu disini.” Ujar Dannis basa – basi dengan sedikit membungkukan tubuh memberi hormat ala bangsawan saat dipesta. Anna menahan dirinya untuk tidak memutar bola mata. Setidaknya ia harus sopan.

“Selamat siang Dannis, bisakah kau minggir. Aku mau keperpustakaan.” Anna menjawab sopan dan anggun.

“Kalau begitu bisakah saya menemani tuan putri?” tanya Dannis dengan senyum manis yang membuat perut Anna mual.

“Kurasa tidak, bukankah kau bersama dengan teman – temanmu.” Tegas Anna masih menjunjung tinggi kesopanannya.

“Mereka bisa memakluminya, apalagi – ” Dannis menyeringai, kali ini ia berjalan memutari tubuh Anna dengan tatapan mesum yang membuat Anna risih. “Menemani gadis secantik tuan putri. Kurasa mereka tidak akan keberatan untuk ku tinggal, – dan juga aku meminta jawaban untuk pertanyaan ku tempo hari?”

“Aku sudah menjawabnya dengan sangat jelas Dannis. Seharusnya kau sudah paham!” tekan Anna tegas tanpa mengurangi keanggunannya.

“Jawaban yang mana tuan putri, aku merasa belum mendapat jawaban yang tepat untuk pertanyaanku.”

“Jawaban seperti apa yang kau harapkan Dannis?” Kai mengintrupsi, seketika Dannis menjauh. Tanpa disadari semua orang Anna menghela nafasnya lega.

Dannis sedikit terbatuk, dengan pandangan mata tidak fokus. Kemanapun asal tidak menatap ke arah Kai yang seperti menguarkan aura tiran. “Sedang apa kau disini? lama tidak berjumpa ya?” sapanya canggung tak mengindahkan pertanyaan Kai.

“Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan denganku,” desis Kai. Anna langsung menyambar lengan Kai dan bergelayut disana menyembunyikan diri dibalik punggung kokoh Kai. Membuat mata Dannis dan beberapa bangsawan menatap mereka dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya. Menerka – nerka apa hubungan Kai dan Anna. Karena yang mereka ketahui Anna tidaklah pernah dekat dengan pemuda manapun kecuali Sehun dan kakaknya.

“Sepertinya kau salah paham, aku hanya menyapa putri Anna saja.” Nyali Dannis menciut dihadapan Kai yang sudah terkenal dengan keahlian bela dirinya. Tulang belakangnya masih ngilu saat mengingat bantingan Kai yang berhasil mematahkan beberapa tulangnya saat duel beberapa bulan yang lalu. Kai adalah orang yang patut dihindari untuk membuat masalah karena jika ia marah. Kau akan berakhir mengenaskan di rumah sakit. Maka dari itu tidak ada yang berani mendekati Freya dan Krystal selama ini dan kali ini Anna. Demi rumah siput tanah, Dannis masih menyayangi hidup keduanya setelah hampir mati di sparing duel.

Kai menarik sebelah kerah Dannis,” Ku harap begitu, kalau tidak – “ Dannis menahan nafasnya saat Kai berhenti. ”Jangan salahkan kalau ku buat remuk tulang hidungmu.” Desisnya dingin lalu menghempaskan begitu saja. Dannis mundur perlahan dengan badan gemetar kearah teman – temannya yang segera membuaka jalan. Kai dan Anna berjalan dengan tangan bertautan menerobos masuk ke perpustakaan yang ternyata tengah ramai.

Kai berubah posisi dibelakang Anna, melindungi si gadis dari dorongan pengunjung yang ada dibelakang dengan kedua tangan yang memeluk pinggang ramping Anna dan dagu yang bersandar nyaman dibahu si gadis. Anna sendiri tidak merasa risih dengan posisi itu, beberapa kali ia menoleh dan menyebabkan pipinya bertemu dengan sapuan bibir tebal Kai. Tingkah mereka tak luput dari sorotan Dannis dan semua yang ada disana. Beberapa gadis jelas patah hati karena Kai termasuk yang paling menggoda walau statusnya bukan bangsawan dan pemuda lainnya tak berani melawan karena kepalang takut dengan bayangan rumah sakit yang menyapa.

“Kai~”

“Hhhmm” gumam Kai yang masih nyaman diposisinya ikut mengantri dibelakang Anna dengan posisi memeluk dari belakang sampai aroma shampo di gadis tercium.

“Kau hangat.”

“Aku bisa memelukmu terus jika kau mau.” Ujar Kai.

“Sekarang aku tahu kenapa kakak tidur sangat nyenyak jika memeluk Freya,” ujar Anna dengan semburat dipipi. Mengabaikan Kai yang sedang memproses ucapan Anna mengenai tidur – kakak – nyenyak – memeluk – dan nama sahabatnya Freya. Tanpa sadar Anna membangkitkan sister complek Kai – lagi.

o0o

Freya menyeret kakinya malas untuk duduk di kursi yang ada ditepian jalan yang menghadap lapangan hijau. Memisahkan St. Vladimir dengan hutan yang hanya berjarak beberapa ratus meter. Beberapa hari ini kabut turun dari atas puncak bukit, udara mulai dingin akibat hujan semalam. Netra Violetnya terpaku pada hutan, seperti ada dorongan untuknya menapak kesana. Seseorang menyampirkan mantel pada tubuhnya, berikut kecupan lembut dipipi.

“Chanyeol,” sapanya ceria, mengolok mendung yang bergelut.

“Udara dingin Love, kenapa kau masih berada diluar.”

Freya menatap ke arah hutan sesaat sebelum kembali terperangkap pada sepasang netra hazel dihadapannya. “Hanya ingin duduk disini sebentar.”

Tangan hangat Chanyeol membimbingnya, sesekali menghangatkan tangan Freya dengan kecupan – kecupan kecil. “Jangan ulangi lagi, jika terlalu lama kau  bisa sakit.”

“Kau tidak pulang beberapa hari.” Ujar Freya kemudian, membuat langkah Chanyeol terhenti.

“Maaf, aku sedang sibuk.” Ujarnya menyesal, Freya mengusap pipi Chanyeol sesaat.

“Aku tahu, maka dari itu jangan cuman mengkhawatirkanku saja. Kau juga harus menjaga kesehatanmu dengan baik.” Kemudian mereka melanjutkan langkah dengan tangan yang bertautan yang bersembunyi di saku jaket Chanyeol.

Chanyeol memejamkan matanya, ia berhenti dan menyentak tubuh Freya hingga tenggelam dalam pelukannya. “Love aku mencintaimu,– sangat.”

“Hei kenapa tiba – tiba kau jadi melankolis begini.” Bingung Freya namun tak menolak pelukan hangat kekasihnya.

“Maaf.” Kata Chanyeol setelahnya, makin membuat Freya bingung.

“Apakah ada masalah?” tanya Freya kemudian namun hanya gelengan yang Chanyeol berikan.

“Aku hanya takut kehilanganmu.”

“Aku tidak akan kemana – mana.”

Love, bagaimana kalau aku berbuat suatu kesalahan? Apa kau akan memaafkanku?”

“Chanyeol hentikan kau membuatku takut,” ujar Freya.

“Aku hanya bertanya, sudahlah lupakan.” Chanyeol mengecup kening Freya dalam dan lama. Menyalurkan perasaannya sayangnya pada gadis bernetra violet itu. Mereka melanjutkan langkahnya lagi, namun kali ini Freya yang menghentikan langkahnya saat sampai didepan bangunan  yang menghadap pohon oak.

Matanya berkabut dengan kerinduan yang tak bisa lagi ia bendung. Bibirnya bergetar dengan senyum yang mengintip disudutnya.

“Ayah.”

TBC

Haii masih pada inget kan cerita You and I kayak gimana?

sudah ada pencerahan cerita ini mau dibawa kemana atau masih bingung, FF Christy itu punya ciri khas lo kalo kalian perhatiin. Endingnya selalu Happy hehehe kalo berakhirnya sad ending berarti Christy lagi khilap waktu buat :p Christy selalu gag tega bikin pemeran utama tersiksa terlalu lama. kasian soalnya dan satu lagi pemeran utama pasti ada trio bangsat. mereka udah Christy kontrak paten pokoknya.

cerita ini masih ppaaannnjjaaaannnggg  sekali, sampek Christy bingung ngemasnya gimana. biasa author labil mah gini yang doyan PHP, macam sooman yang ngundurin jadwal album Winter EXO.

ngetik Rendezvous Again sama You and I itu butuh ketenangan ekstra dan penghayatan maksimal*lebay * tapi ciyus lo. kalo lagi suntuk gg bakalan bisa jadi dah walau cuman satu paragraf, yang ada malah hapus ketik – hapus ketik lagi. maka dari itu Christy sering bikin cerita selingan.

BTW RENDEZVOUS CHAPTER 5 UDAH PUBLISH DI RUMAH CHRISTY, mampir aja kalau penasaran hehee. Christy bakal langsung update chapter 6 di EXOFFI. jadi maafkan Christy yang jarang update ya.

Mampir ke Rumah Christy ya 🙂

 

Salam Sayang Christy Wu

XOXO

Iklan

24 pemikiran pada “You and I [Chapter 7] – Christy Wu

  1. ahhhh ini bila keluar kok aku enggak tahu… huhuhuhu aku udah lama nunggu akhirnya dpost juga,kaka christy moga rajin2 update yhh hehehe…keselahan apa yang chan buat? sehun sepertinnya putus asa… kai sama anna sweet hahaha

  2. Aiiiiiih sehuuuuuun … emang deh pangeran berkuda putih bgt.
    moga aja ntar freya bisa maafin chanyeol, moga chanyeol cepet2 kasih klarifikasi ke freya. Aduuh itu krystal nya jadi pucet…moga aja gak knapa2.
    ayoo tor chapter selanjutnyaaa, fighting !!!

  3. Aduh…. sehun…. krystal-nya kok ditinggal gitu aja sih…. krystal gak kenapa-kenapa kan??? Please…. buat sehun sembuh…. atau minum darah-nya krystal aja tapi krystal gak kesakitan dan gak mati…. please…. ditunggu next chapter-nya sama ditunggu sestal moment-nya…..

  4. O waw ini cerita makin kesini makin kereeeen duh ya ampun penantian panjang q terbalas ceritanya super duper amazing dalut buat kak christy

    Oya kak abis ini kak christy udah gak hiatus lagi kan soalnya aku udah penasaran bgt sama lanjutannya fighting kak…….

  5. Ah.. Senangnya baca ff ini lagi ({}) sumpah, kangen berat sama ff ini lah. Thanks ya kak christy 🙂 btw kayaknya udah mulai ke konflik ya kak? Itu ibunya sehun makhluk jenis apaan sih kak? Tapi beneran ibu sehun ya itu? Terus kenapa chanyeol tiba” bilang maaf? Dia ngelaakuiin kesalaahan apa? Apa ada hubungannya sama freya ya? Wah wah, penasaran. Kak christy mah tau dimana harus keuttt 😀 hehehe. Semangat kak buat ngelanjutinnya 🙂

  6. wah akhirnya diupdate juga. setelah sekian lama menunggu. hehe . semangat ya thor. oh iya chanyeol bikin penasaran deh, kayaknya dia udah buat kesalahan gitu. semangat thor. selalu dinanti lanjutannya 😉

  7. Ahhhhh senengnya kak Christy update, aku sering cek loh nungguin you and I sama rendezvous again nya. Itu tapi Krystal nya gak kenapa-napa kan ditinggalin gitu aja??
    Ihh kai-anna kok sweet banget ya, gemesh hhhh…
    Pokoknya semangat terus kak Christy lanjutanya selalu ditunggu ❤

  8. Christyyyy aaaaa aku loncat loncat gaje tau gak pak lihat ini ff update ulalalala. Aaaa ini yg aku tunggu dr lama chris. Aaammmpun. Itu lucu lihat kai, freya, dan krystal wkwk. Lanjut kak lanjut aku tunggu

  9. cristy muachhh muachhh muachhhh kangen maksimal seriussssss dn mksih km udh blng klo you and I bakal msh pnjng asikkkkkkkkkkk aq selalu menanti apalg skrng udh msuk msa2 berbunga buat ke 3 pngem kita cmaaaaaa Kai sma Anna hahaha udh syah blm ne mrka bnyak skinskip y mnis2 tp blm resmi jg d tnggu deh undngan resmi jadiannya hahahhhhh
    two hk y pling lucu chap ini????? pa Kai berlaga bak superhero buat Anna tp pas d singgung Freya tidur brwng Chanyeol dy mlah kluar SisterComplexnya hahahahaha lucu sumpahhhhhh dtnggu akhh moment2 mabis mrkaaaaa….
    dn lgi oughhhhhh Sehun ksin loh. hmzzzz jd skrng kbgian sad ending chap ne yh soalny Sehun nangis sma ibunya, Freya Nangis liat ayahnya Kai kesl sma tingkah tmn2nya hahahahahahah
    boleh req jngan lma2 hhah dn jaga kesehatan tetep semangat bkin ff ne…

  10. waa akhirnya kak christy update lg,,ㅋㅋㅋㅋ, itu kenapa krystal ditinggalin sendiri waktu abis digigit eh diapain sih itu entah namanya,, jangan sampe sad ending ya kak… tetep semangat .. jangan lupa ya randezvous again jg ditunggu.. semangat kak lanjutinnya

  11. wahhh yang lama ditunggu akhirnya muncul juga,,suka ama chapter ini semua couple dimunculin,,penasaran ama eomma nya sehun,,juga sama freya emang ayah nya kemana???
    suka ama ff nya kak christy tu soalanya walaupun sering bikin php tapi ff nya g’ pernah berhenti di tengah jalan selalu smpai ending, trus suka sm cast nya juga, ceritanaya ngena banget, ahhh bingung mau ngoming apa lagi,pokok keren gitu aja

    @sharakarunia05@gmail.com

  12. Duh makin romantis cerita nya kak.
    Penasaran sama kehidupan nya sehun, sebenarnya sehun itu vampir kah ?
    Kai dan anna disini makin dekat dan makkn romantis. Suka sama jalan cerita nya. Lanjut terus ya kak jangan lama-lama. Fighting terus kakak.

  13. Ya alasan utama ak suka ff yg cristy buat, karena selalu ad trio bangsad berjaya,, dan selalu sweet, tp yg buat aku penasaran itu tadi pas ibunya sehun muncul, bukannya udh meninggal ya? Atau ibunya it secam roh hutan atau apa??
    Dan pas bagian akhir knp omongan chanyeol kyk gt? Apa ad yg terjadi??
    Aah dan ak nunggu sister kompleksnya si kai yg kambuh gara2 anna,, 😂😂😂
    Semangat untuk nextnya cristy 😘😘

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s