STRAWBERRY KISS -Episode 1 : First Kiss (1/2)- by AYUSHAFIRAA

STRAWBERRY KISS

A fanfiction by AYUSHAFIRAA

`Starring Oh Sehun, Kim Yoojung as Seol HanaPark Chanyeol.`

`Supported by Ryu Sujeong as Shin HeeraByun Baekhyun, Kang Mina as Choi Hyunhae, Kim Dahyun as Lee Haejoo.`

|| Hurt/Comfort, Romance, School-life ||

// Teen // Chaptered //

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Judul terinspirasi dari salah satu merek permen :v Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

♡ Wattpad ♡ Kakaostory ♡

-WATTPAD VERSION-

© AYUSHAFIRAA, 2016. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

Episode 1 : First Kiss (1/2)―

♥♥♥

Riuh suasana sekolah menengah atas yang ramai dengan siswa-siswinya yang asik bercanda tawa, berlarian ke sana ke mari, menjahili pasangan siswa-siswi yang berpacaran dan lain sebagainya memang menjadi pemandangan sehari-hari. Seol Hana, siswi kelas 2 yang bertubuh kecil terlihat menunduk malu-malu di hadapan Park Chanyeol, siswa kelas 3 yang pintar dan tampan, memiliki tubuh proporsional, idaman semua siswi satu sekolahan.

Park Chanyeol menatap gemas gadis mungil yang masih menunduk di depannya. Bagaimana tidak? Seol Hana adalah pengagumnya sejak kecil yang bermimpi bisa menikah dan hidup bahagia bersamanya. Saat masih kecil dulu, Seol Hana dengan lugunya sudah berjanji pada Chanyeol bahwa dirinya akan menjaga ciuman pertamanya untuk lelaki itu. dan Chanyeol, hanya sanggup mengiyakan semua yang dikatakan gadis itu sebagai kata-kata gadis kecil biasa.

Saengil chukhahaeOppa.” Seol Hana memberikan sebuah kotak kecil pada Chanyeol dengan malu-malu.

Gomawoyo, Seol Hana.” Chanyeol menerima kotak kecil pemberian gadis itu dengan senyumannya yang mematikan. “Tapi, kenapa sedaritadi kau menundukkan kepalamu? Kau takut melihatku eoh?”

Gadis itu menggeleng cepat, “Tidak seperti itu, Oppa!”

Tangan besar Chanyeol menangkup kedua pipi Hana, mensejajarkan pandangannya dengan pandangan gadis itu. Hana terkejut, jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya. Tatapan lelaki itu, benar-benar mampu mematikan seluruh urat sarafnya.

Chanyeol dapat dengan mudah menghirup wangi stroberi dari bibir merah muda Hana, bibir yang terlihat lebih mengkilap dari biasanya dengan tambahan sedikit glitter yang menempel.

“Kau sudah tumbuh menjadi gadis kecil yang centil rupanya!”

“Aku bukan gadis kecil!” tolak Hana, tak terima. Mana ada gadis kecil di dunia ini yang memiliki tinggi lebih dari 160 sentimeter, memiliki berat badan 48 kilogram, dan memiliki payudara berukuran 36 B? Mungkin ada, hanya saja Hana belum pernah berkenalan dengan gadis kecil itu-_-

“Seol Hana benar-benar berusaha keras mendapatkan Chanyeol Sunbae!”

“Jika aku menjadi Seol Hana, mungkin aku akan langsung mati setelah diperlakukan seperti itu oleh Chanyeol Sunbae!”

Hana dan Chanyeol otomatis mengalihkan pandangan mereka ke asal suara sayup-sayup itu. Dilihatnya dua sahabat Hana yang juga tergila-gila akan pesona Chanyeol langsung menyibukkan diri mereka masing-masing dengan melihat-lihat ke arah lain tepat setelah menyadari Chanyeol dan Hana memperhatikan mereka.

MianhaeOppa. Mereka memang terkadang seperti itu.” ucap Hana sedikit menahan malu.

Gwenchana.” Balas Chanyeol.

Bel masuk pun berbunyi. Hana pamit pada Chanyeol untuk masuk ke kelasnya. Lelaki tinggi itu melambaikan tangan dengan senyum yang tak pernah pudar dari wajah tampannya, membuat Hana menahan rasa bahagianya yang ia rasa sudah sampai di ubun-ubun.

Annyeonghaseyo, Oh Sehun imnida.”

Dua sahabat Hana, Choi Hyunhae & Lee Haejoo, menepuk-nepuk bahu Hana dengan tatapan yang seolah tak mau berpaling sedetikpun dari mahakarya terindah yang pernah dibuat Tuhan.

“Hana-ya! Hana-ya! Tinggalkan PR-PRmu yang tidak penting itu! Ini waktunya untuk melihat sebuah mahakarya!” ucap Hyunhae yang tak bisa menahan perubahan warna pipinya sejak pertama kali melihat makhluk dengan ketampanan abnormal masuk ke kelasnya.

“Yak! Apa yang kau bicarakan?! Jo Seonsaengnim pasti akan memenggal kepalaku jika aku tidak mengerjakan PR yang ia berikan sejak sebulan yang lalu ini!” timpal Hana dengan sedikit bumbu hiperbola. Ia masih fokus mengerjakan PR matematika yang sama sekali tidak dimengertinya itu.

“Aku pikir aku akan mati sekarang! Oh tidak! Dia tampan sekali!” Haejoo mengipas-ngipas wajahnya yang mulai berkeringat. Keseksian makhluk yang masih memperkenalkan diri di depan kelas itu seperti membawa hawa-hawa panas ke sekelilingnya.

“Aku jatuh cinta padanya! Dia lebih tampan dari Chanyeol Sunbae!” seru Hyunhae dan Haejoo kompak.

“Tidak ada yang bisa mengalahkan pesona Chanyeol Oppa-ku.”

“Itu dulu, Hana-ya. Sekarang ada!” dua sahabat Hana itu terus menunjukkan kekompakan mereka.

“Dia menghampiri kita! Dia menghampiri kita! Ya Tuhan! Bagaimana ini?!”

Hyunhae sibuk mempertebal bedak di bagian pipinya, Haejoo sibuk merapikan rambut panjangnya dengan tangan yang tak berhenti mengipas. Sementara itu, Hana tetap terlihat tidak peduli.

PLETAK!

Lelaki tinggi dengan segala kesempurnaannya itu tiba-tiba saja mendaratkan jitakannya pada kepala Hana, membuat gadis itu lantas meringis kesakitan dengan dua sahabat di kanan kirinya yang mengedip-ngedipkan mata tak percaya.

“Sudah lama tidak bertemu, Seol Hana.” Sapa lelaki tinggi berkulit putih susu itu dengan tampang tak berdosa.

“Yak! Oh Sehun!” teriak Hana, geram.

“Mereka sudah saling kenal!”

♥♥♥

“Yak! Seol Hana! Bagaimana bisa kau selalu berkenalan dengan lelaki tampan? Chanyeol Sunbae, kau mengenal dan mengaguminya sejak kecil. Dan sekarang? Oh Sehun! kau bersahabat dengannya sejak kecil juga. Sadarilah betapa beruntungnya dirimu, Hana-ya!”

Hyunhae mengguncang-guncangkan tubuh Hana yang sedang sibuk mengganti seragamnya dengan seragam olahraga di ruang ganti khusus perempuan. Sahabat Hana yang selalu menguncir rambutnya dengan rapi itu ingin sekali menjadi seberuntung Hana.

“Kau ini apa-apaan? Kau terlalu berlebihan, Hyunhae-ya! Berkenalan dengan seorang Oh Sehun sejak kecil sama sekali tidak membuatku merasa beruntung!” ucap Hana cuek.

Sementara itu, Haejoo tampak sedang tersenyum-senyum sendiri sambil membuka satu persatu kancing seragamnya. Hyunhae menoyor kepala Haejoo sampai gadis berambut coklat seperut itu mengerucutkan bibirnya.

“Kenapa kau senyum-senyum sendiri seperti itu?” tanya Hyunhae mulai menginterogasi Haejoo.

“Kau benar-benar mengganggu! Tadi aku sedang asik membayangkan kalau Oh Sehun yang membukakan satu persatu kancing bajuku!”

Mwo?!” kejut Hana dan Hyunhae bersamaan, dengan mimik yang sama pula.

“Kau pasti sudah gila, Haejoo-ya!” Hana memandang prihatin sahabatnya itu.

“Oh Sehun milikku, Lee Haejoo!”

Aniya! Sehun seksiku hanya akan menjadi milikku!”

Hana menutup telinganya, tak ingin mendengar perdebatan antara Hyunhae dan Haejoo yang entah sejak kapan mulai  memperebutkan makhluk aneh bernama Oh Sehun.

“Yak! Seol Hana!”

Hana berpaling. Makhluk aneh itu, kenapa harus bersikap sok akrab dengannya? Gadis itu memasang wajah malasnya.

“Ada apa?” tanya Hana pada Sehun yang kini berseragam sama dengannya.

Sehun tersenyum lebar, matanya yang sudah sipit terlihat semakin sipit saat tersenyum.

“Hanya…” lelaki itu merangkul Hana. “Ingin memanggilmu saja.”

“Alasan apa itu?” Gumam Hana memutar bola matanya malas.

Hana berusaha melepaskan rangkulan Sehun yang ia rasa sangat mengganggu, namun lelaki itu sama sekali tak membiarkannya.

“Yak! Oh Sehun! Lepaskan!”

“Eoh?” Chanyeol memandang Hana yang dirangkul seorang siswa yang baru pertama kali dilihatnya.

Tepat saat Hana dan Sehun berbelok ke arah koridor yang akan membawa mereka ke lapangan olahraga, di saat itu pula Chanyeol dari arah berlawanan akhirnya berpapasan dengan mereka. Hana melepas rangkulan Sehun dan tersenyum kikuk pada Chanyeol.

Oppa, ini tidak seperti yang kau pikirkan!”

“Tidak masalah, aku juga tidak berpikiran yang macam-macam.” Ucap Chanyeol tersenyum.

Sehun merasakan atmosfer aneh antara Hana dan siswa yang Hana panggil ‘Oppa’ itu. Hana adalah putri tunggal keluarga Seol, lalu lelaki itu?

“Aku ke kelas dulu, gadis kecil!” ucap Chanyeol sambil mengacak-acak rambut Hana yang terkuncir rapi sebelum akhirnya berlalu.

“Ah! Aku pasti akan gila!” Hana terlihat frustasi.

“Hana-ya, lelaki itu pacarmu?” tanya Sehun.

“Bukan urusanmu!”

♥♥♥

Kelas Hana dan Sehun masih terlihat mengikuti pelajaran olahraga di lapangan. Mereka bermain sepakbola dengan riang. Kelompok laki-laki bermain serius dengan persaingan yang sangat ketat. Sedangkan kelompok perempuan bermain sambil berteriak-teriak, sangat ribut dan tidak sesuai aturan.

Sehun mengambil kendali bola yang dioper siswa lain dengan lincah, menggiringnya ke arah gawang dan….

BRUK!

Lelaki putih itu terjatuh setelah siswa dari tim lawannya membuat pelanggaran keras padanya hingga tak mampu mencetak gol. Kelompok perempuan yang mendengar Oh Sehun cedera lalu masuk ke lapangan laki-laki dan mengerubungi Sehun yang masih merintih memegangi kakinya.

“Ah! Bagaimana ini?! Oh Sehun-ku terluka!” Haejoo memandang Sehun khawatir.

“Siapa yang tega melukainya?!” Hyunhae tak mau kalah khawatirnya dengan Haejoo.

Hana berusaha menerobos ke kerumunan siswa-siswi yang mengerubungi Sehun setelah mendengar luka Sehun berdarah. Untung saja tubuhnya yang mungil dapat membantunya di saat seperti ini.

“Kalian! Cepat panggil Kim Seonsaengnim dan Dokter Bang!” perintah Hana pada siswa-siswi di sekelilingnya. Tangan kecil gadis itu lalu menutup luka Sehun yang terus mengeluarkan darah dengan sapu tangannya.

“Tahanlah sebentar, Sehun-ah!”

Sehun seketika tersenyum saat melihat raut wajah Hana yang begitu mengkhawatirkannya. Sehun tahu, setelah orang tuanya, hanya Hanalah yang mengerti kalau tubuhnya tidak bisa dibiarkan terluka sedikit saja.

“Senyuman apa itu?!” mata Hana memicing memergoki Sehun yang tersenyum.

“Hanya…”

Seonsaengnim! Dokter! Tolong berikan pengobatan untuk Oh Sehun!”

♥♥♥

Hana berjalan di koridor sekolahnya bersama Haejoo dan Hyunhae. Di sekolah itu, mereka bertiga memang primadonanya. Mereka bertiga dikenal sebagai 3 Telur yang kalau dalam bahasa inggris adalah 3 Eggs, karena nama mereka bertiga berawalan huruf H dan mereka sama sekali tidak bisa menyebut huruf H dalam bahasa inggris sehingga sering menjadi salah arti.

Mereka bercanda tawa dan saling menjahili satu sama lain, namun beberapa saat kemudian tawa mereka terhenti. Di ujung koridor, Chanyeol terlihat tersenyum pada seorang siswi di hadapannya yang menurut Haejoo dan Hyunhae tidak cantik sama sekali.

Saengil chukhahaeSunbaenim.” Seorang siswi yang sepertinya masih kelas 1 itu memberikan sebuah kotak besar berwarna merah muda pada Chanyeol dengan malu-malu. Lelaki itu menerima hadiahnya, lalu mengelus puncak kepala siswi itu sampai pipinya memerah.

“Ini tidak bagus, Hana-ya.” Bisik Hyunhae.

“Kenapa dia berani sekali mendekati Chanyeol Sunbae?!” Haejoo meremas kedua tangannya, kesal.

Sementara itu, Hana terus memperhatikan perubahan raut wajah Chanyeol. Senyuman dan elusan di puncak kepala itu, kenapa Chanyeol bisa-bisanya memberikan hal yang sama pada gadis lain? Hana menghentakkan kakinya penuh kekesalan, membuat lelaki di ujung koridor itu berpaling ke arahnya dan melihat sorot matanya yang mulai berair.

“Hana-ya! Tunggu kami!” ucap Hyunhae dan Haejoo, berlari kecil menyusul Hana yang lebih dulu berbalik dan berlalu pergi.

WaeyoSunbaenim?” tanya siswi di hadapan Chanyeol itu ragu-ragu saat melihatnya terus memperhatikan gadis yang berlalu bersama dua temannya.

“Ah? Tidak ada apa-apa.”

“Sekali lagi terimakasih untuk kadonya, Shin Heera.” Lanjut Chanyeol. Lelaki itu kemudian berlari meninggalkan siswi bernama Shin Heera itu sendirian di ujung koridor.

Chanyeol berlari mencari Hana untuk meminta maaf, karena Hana mungkin saja salah paham padanya. Mata Hana yang terlihat berkaca-kaca tadi pastilah membuat Chanyeol mengerti, kalau gadis kecilnya itu benar-benar menyimpan perasaan spesial untuknya.

“Seol Hana!”

Suasana kantin seketika menjadi hening, seluruh murid yang sedang ada di kantin memusatkan perhatian mereka ke arah Chanyeol dan gadis yang dipanggil lelaki itu, Seol Hana. Di antara mereka ada yang berbisik seru, ada yang menjadikan pemandangan tersebut sebagai bahan taruhan, ada juga yang bergosip dan terlihat iri pada Hana karena mereka pikir Hana telah berhasil mendekati siswa idaman di sekolah itu.

“Hana-ya! Chanyeol Sunbae bergerak menghampiri kita!” bisik Haejoo terlihat begitu senang, sementara yang dipanggil namanya itu terlihat tidak peduli.

“Sepertinya Chanyeol Sunbae berlari mencarimu, lihatlah wajahnya yang berkeringat itu! kharismanya semakin keluar!” bisik Hyunhae tak kalah dengan Haejoo.

Chanyeol menarik kursi kosong di samping Hana dan memandangi wajah kesal Hana yang terlihat sangat menggemaskan di matanya.

“Apa kau cemburu pada Heera?”

Mata Hana melebar, bahkan sekarang, Chanyeol mengenal nama siswi kelas 1 yang tidak penting itu?

“Jadi namanya Heera?” tanya Hyunhae polos dan Haejoo dengan sigap langsung menutup mulut sahabatnya itu sambil tersenyum menahan malu pada Chanyeol.

“Aku akan menjenguk Sehun dulu.” gadis itu beranjak dari kursinya, namun Chanyeol lebih cepat dalam menahan tangannya untuk tidak pergi. Tangan Chanyeol yang menahan tangan Hana lantas menjadi pembicaraan panas di kantin, Haejoo dan Hyunhae terlihat menutup mulutnya sendiri melihat pemandangan luar biasa itu.

“Sehun? siapa Sehun?”

“Pacarku, sunbaenim!” ucap Haejoo sambil mengacungkan tangannya, percaya diri.

Hyunhae tak terima, “Mwoya?! Sehun pacarku! Maafkan dia, Sunbaenim, dia memang suka mengaku-ngaku!”

Hyunhae dan Haejoo kembali berdebat, dan perdebatan mereka sama sekali tak membantu Chanyeol untuk mengetahui siapa itu Sehun karena sampai detik ini Seol Hana belum mau membuka mulutnya.

“Apa dia siswa yang pagi tadi merangkulmu?”

Tampaknya kini giliran Chanyeol yang cemburu, Hyunhae dan Haejoo menyadari itu.

“Urus saja siswi bernama Heera itu, mungkin dia lebih membutuhkanmu.” Hana menepis tangan Chanyeol yang menahannya dan berlalu. Pemandangan itu sontak membuat penghuni kantin terkejut, karena ini adalah pertama kalinya seorang Park Chanyeol mendapat perlakuan seperti itu dari seorang Seol Hana yang terkenal sangat mengaguminya.

♥♥♥

Iklan

31 pemikiran pada “STRAWBERRY KISS -Episode 1 : First Kiss (1/2)- by AYUSHAFIRAA

  1. Ping balik: STRAWBERRY KISS -Episode 5 : The Fifth Semester (1/2) C- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: STRAWBERRY KISS -Episode 5 : The Fifth Semester (1/2) B- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  3. Wajahnya sehun d akhir itu pngen gw tampol omegat imuttnya cadel ku ><
    hana tmenan ama chanyeol sjak kecil, ama sehun jga sahabatan dr kecil kog g knal satu sma lain??
    Sehun pnya pnyakit itu yaa.. Apasih namanya, hemofilia bkan? Klo pndarahan susah dihentikan tu loo darahnya, iya bkan sih? Ah sok tau gw, baca lnjutannya aja lah.. See you ayuu :*

    • Wakakak emang, tampannya itu loh kurang ajar banget 😂🔪 kenapa bisa gak kenal hayooo? Nanti juga diceritain kok sabarsabar wkwkwk 😆 iyap, hemofilia kekekek siip, silakan silakan^^ see you :*

  4. Ping balik: STRAWBERRY KISS -Episode 5 : The Fifth Semester (1/2) A- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: STRAWBERRY KISS -Episode 4 : The Fourth Reason (2/2)- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: STRAWBERRY KISS -Episode 4 : The Fourth Reason (1/2)- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  7. Duhh apa yg dirasa tuh bisa deket ama Chanyeol sekaligus sahabatan ama Sehun?? Kurang apa lg coba idupnya Hana? Gue dong pinjemin Baekhyun ka wkwk
    Oya ka, gue reader baru diwp ini, baru mulai ngeksplor kemampuan baca + imagine gue wkwk baru nemu tp langsung fallin banget ama main cast + ceritanya
    Okay ijin baca next part ka, tengkyuuu~

  8. Duhh apa yg dirasa tuh bisa deket ama Chanyeol sekaligus sahabatan ama Sehun?? Kurang apa lg coba idupnya Hana? Gue dong pinjemin Baekhyun ka wkwk
    Oya ka, gue reader baru diwp ini, baru mulai ngeksplor kemampuan baca + imagine gue wkwk baru nemu tp langsung fallin banget ama main cast + ceritanya
    Okay ijin baca next part ka, tengkyuuu~

    • Hahaha xD dats right! Kurang apa lagi coba hidupnya Hana? 😂😭 kurang pinter aja sih si Hana mah, nackal lagi xD Pinjemin baekhyun? :v Baekhyun kan udah sama…. Aku. /plak😂
      Oh, hello^^ salam kenal yaa :v aku harusnya hiatus ini tapi ada senggang jadi nyempetin aja bales komentar hehe xD hihi jadi gimana? Udah tereksplorkah? 😂 wah syukur deh kalo emang bikin fallin xD iya iyaa silakan^^ jangan lupa tinggalkan jejak yaa^^

  9. Ping balik: STRAWBERRY KISS -Episode 3 : The Third Person (2/2)- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  10. Ping balik: STRAWBERRY KISS -Episode 3 : The Third Person (1/2)- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ping balik: STRAWBERRY KISS -Episode 2 : Second Chance (2/2)- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  12. Ping balik: STRAWBERRY KISS -Episode 2 : Second Chance (1/2)- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  13. Ping balik: STRAWBERRY KISS -Episode 1 : First Kiss (2/2)- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  14. ini apaaaa??
    Baper gila😱😰
    Sehun sakit ya? Terus kenapa gak dibikin chapter yang panjang aja? Masa cuma 2?
    Ditunggu bnget minggu depan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s