Romantic Bastard (Teaser) — Joongie

rb

Romantic Bastard

Storyline by Joongie © 2016

Oh Sehun || OC’s Lee Maya || Kim Min Jae || Park Chanyeol || All EXO Member

Angst, Fantasy, Friendship, Revenge, Romance, School Life

CHAPTERED (PG19)

This is a work of fiction. This is a fictional story about fictional representations of real people. No profit was made from this work. All cast belongs to God, their parents, and their agency. But the storyline is mine. No plagiarismcreate your own story and publish—and don’t be silent reader, please.

.

.

Chanyeol ft Punch – Stay With Me ♫

.

.

“I’m going to kill you. For everything you’ve done to me. All the times you’ve made me feel useless and small. For all the times I will never forget. For all the things I can never forgive.” Suicide Squad

.

.

.

“Dasar jalang! Mau lari ke mana lo!”

Perempuan itu lari terbirit-birit, perutnya buncit berisi jabang bayi. Berlarian tanpa alas kaki serupa orang gila menyusuri gang becek yang sempit. Peluh dan rinai agaknya sukar dibedakan, sama-sama deras mengucur dari pelipisnya. Demi Tuhan, kakinya telah mengampun. Tapi, keinginan mempertahankan hidup dari sergapan pria bertongkat kayu yang lebih beringas dari seekor serigala itu bak melecut dua tungkainya mengayun lebih cepat. TIDAK! Ia tidak ingin berakhir jadi domba yang mati tercabik-cabik dagingnya oleh taring serigala busuk.

“Maya!”

Namanya diserukan seseorang dari vokal bariton yang amat dikenal, namun ia tak berniat mengindahkan apalagi berhenti untuk mencari tahu. Sungguh, pelariannya masih panjang. Akan tetapi, sepasang tangan tiba-tiba menarik punggung terusannya ke balik celah kelam. Maya tergagau, memekik hingga dekapan di mulutnya melenyapkan suaranya.

Please, tenang. Ini aku, Sehun.” Lelaki dua puluhan itu menatap ke dalam mata Maya yang gusar sembari membimbingnya menetralkan ritme napas. “Tarik napas pelan-pelan, okay? Kamu aman bareng aku, tenang aja.”

Segenap air mata mata Maya tumpah, refleks dipeluknya Sehun dengan badan menggigil. Kelegaan muncul kala itu; setidaknya ia punya seseorang untuk digantungkan harapan. “Se–Sehun… tolong aku… aku harus kabur, dia gak boleh bunuh anak ini….”

“Min Jae?”

Maya mengangguk dengan tidak fokus, maniknya masih bergerak ketakutan. Sementara Sehun naik pitam. Darahnya mendidih dan tangannya terkepal geram menyaksikan Maya yang periang kini jadi paranoid dan lusuh. Wanita yang dicintainya—diam-diam—selama bertahun-tahun, hidupnya hancur dalam satu tahun pernikahan dengan si keparat, Kim Min Jae.

“Kamu tunggu di sini aja. Biar aku patahin batang lehernya,” tegas Sehun, menahan kemurkaan dengan menekan intonasi suaranya yang dalam.

“Gak, Hun.” Maya menggeleng tegas, kembali menitikkan air mata dari pelupuknya yang menghitam. “Kita kabur aja, ke Busan, ke Gwangju, ke hutan, atau ke mana aja asal gak usah berurusan lagi sama psikopat kayak dia. Aku gak mau kamu jadi korbannya juga.”

“Tapi, May… dia udah keterlaluan. Kamu itu manusia bukan bina—”

Please, Hun….” Maya melirih, sebelah tangannya menarik ujung kemeja Sehun sementara yang lain mengusap perutnya yang berdenyut nyeri.

“Oh bagus, jadi di sini rupanya lo berdua!”

Suara yang jelas-jelas berasal dari Min Jae itu menyentak keduanya, membuat Sehun buru-buru menyingkirkan Maya ke balik tubuhnya. “Lo udah keterlaluan, keparat!” sergah Sehun dengan pandangan menyalak.

“Terus? Apa hubungannya sama manusia cupu kayak lo?” Min Jae menyeringai menghampiri mereka, menjatuhkan harga diri Sehun dengan tatapan yang tak kalah menusuk.

“Hubungannya? Gue miris liat anak pengusaha bangkrut kayak lo cuma bisa jadiin istri lo yang lemah jadi sasaran ke–gak–becusan lo sebagai manusia! Go f**cked yourself!” bentak Sehun tiba-tiba, seiring tangannya mengodekan Maya untuk mundur.

Min Jae meludah berang lantas mengarahkan tongkat bisbolnya tepat menunjuk hidung Sehun. “Maju lo, A**ING!”

BUG! Terjangan Sehun kontan membuat Min Jae terpental ke belakang. Dibalas dengan tebasan tongkat di kaki Sehun, merobohkannya pada detik yang sama. Keduanya balik melayangkan pukulan, terpancing nafsu untuk saling membunuh. Terlebih Sehun, ia menghajar Min Jae sampai berguling-guling di tanah. Darah mengucur dari hidung dan bibirnya, tapi Sehun masih terlalu asyik meremukkan rahang Min Jae dengan tinjunya.

Belum pernah ia semarah ini, sampai… DOR!

Suara letusan senjata api disusul bunyi ambruknya seseorang merambat cepat ke telinga Sehun. Maya tergeletak selepas peluru timah itu melesat menembus dadanya. MIN JAE BRENGSEK! Ia memanfaatkan kealpaan Sehun untuk meraih pistol di rompinya dan menembak Maya—yang juga istrinya sendiri—saat hendak kabur.

“MAYA!”

Sehun berteriak, panik dan buru-buru menuju Maya yang badannya menggelepar. “Hun… ba–bayi… nya… to… long….” Air mata bergantian lolos dari mata Maya, sadar bila ajal telah menantinya. “Bayi… ku….”

“May—”

Namun apa yang lupa diperkirakan Sehun sewaktu akan menggapai jari-jari Maya yang menegang memohon pertolongan, bahwasanya serigala di belakangnya masih bersenjata. Katup pistol kembali ditarik, peluru melesat ke pinggang Sehun dengan cepat. Min Jae yang kesetanan kian bengis seakan haus darah, butiran peluru yang tersisa bertubi-tubi ia lepaskan menembus punggung Sehun.

Mata pemuda malang itu terbelalak, saking sakitnya sampai ia tidak bertenaga lagi untuk merintih. Sehun roboh tepat di sebelah Maya yang telah kaku. Darah bertumpahan di jalanan, mengalir dari punggung Sehun yang bocor. Menjadikan aspal hitam bermandikan warna merah.

Sial… pahlawan gak seharusnya mati secepat ini.

“May… Maya…,” imbau Sehun meski suaranya cuma seujung napas.

Min Jae, lelaki bengis itu tertawa puas melangkah di linangan darah yang melekat di tapak sepatu kulitnya yang mengilat. “Dua manusia sampah kayak lo berdua udah seharusnya dimusnahin! Lo seneng kan, Maya? Mati bareng pecundang yang lo sanjung-sanjung,” tandasnya sambil menginjak muka Sehun yang melotot kepadanya bersama sisa-sisa tenaga yang ada.

“Enyah lo berdua ke neraka!” tambahnya sebelum berlalu meninggalkan dua tubuh yang beberapa jam lagi kemungkinan akan jadi mayat.

Derap langkah Min Jae semakin samar di telinga Sehun, pun segala bunyi yang meriuhkan dunia ini. Segenap kekuatannya ia kerahkan untuk merangkakkan jari-jarinya meraih tangan Maya yang seumur hidupnya tak berani ia genggam. Tangis Sehun seketika pecah bersamaan dengan turunnya hujan yang menusuk-nusuk jangat.

Sumpah, dendam ini bakal gue bawa mati dan harus lo bayar. Biarpun harus merangkak keluar dari kuburan gue sendiri. Suatu saat, bakal ada lebih banyak darah yang ngalir di jalan ini dan gue jamin itu darah lo… Kim Min Jae.

“Perlu bantuan?”

Dengan pandangan yang kabur oleh serbuan hujan, Sehun melirik sang pemilik suara. Pria berpenampilan serba hitam yang mirip peziarah makam itu menatapnya prihatin, tapi kulitnya terlalu pucat untuk dikatakan sebagai manusia. Apa mungkin… malaikat maut?

❃❃❃

I wanna confess, sebenarnya ini kali pertama aku nulis cerita “beginian” dan ke depannya akan semakin liar. Dengan menyerap penulisan teenlit aku coba buat ini, deskripsi baku dan dialog slang yang di-mix. Aku berharap cerita ini tetap bisa dinikmati walau buat yang ga biasa akan terkesan aneh ^^;

Psst ketimbang teaser barangkali ini lebih cocok dikatakan Chapter 0,25 XD

Jangan jadi silent reader, please… aku butuh komen kalian setidaknya itu cara kita berkomunikasi dan membuat aku merasa diapresiasi C’:

See you soon, Joongie ❤

Iklan

12 pemikiran pada “Romantic Bastard (Teaser) — Joongie

    • Thank you hehe ❤
      Juga untuk sarannya, agak kurang nyaman ya kalo bahasa sehari-hari dijadikan dialog di sini? kkk ~
      Kalau memang baiknya gitu, aku bakal perbaiki di chapter 1 😀

  1. hm kayaknya seru nih ceritanya tpi kok keknya berakhir tragis yah… tunggu aja deh kelanjutannya ya kak
    maaf sebelumnya mau sedikit bilang ko bahasanya gk kaya biasanya ff ya pake lo juga, aku bacanya canggu.. hehe mian kak itu yg aku rasain

    • Thank you, dear ❤
      Gpp loh aku menampung saran dengan senang hati, jangan segan-segan 😀
      Mengenai dialog kalau emang kurang nyaman di chap 1 kemungkinan bakal aku ubah hehe 😀

  2. AAAAAK! SUMPAH KEREN BET!
    Untuk ukuran pertama kali ini tuh sukses!!!!
    Bikin g nyesel baca teaser & excited pengen cepetan baca next 😉
    Palli up up up thor! Hwaiting! 😄😆

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s