[EXOFFI FREELANCE] Shadow: Luv (Ficlet Series)

shadow-luv

SHADOW – LUV

AUTHOR : delightK || LEGHT : FICLET|| GENRE : Romance, AU, Idol-Life || RATING : Teen

CAST :

OH SEHUN – HAN EUNJOO (OC)

SUMMARY :

– Aku hanya dapat  mengikuti langkahmu.

Dan tentang perasaanku, hanya aku yang mengetahuinya.

Karena aku adalah bayangan. –

DISCLAIMER :

STORY LINE PURE DARI PEMIKIRAN AKU SENDIRI.

MOHON MAAF APABILA DITEMUKAN KESAMAAN TOKOH DAN ALUR.

ENJOY!! ^^

 

PREVIEW SHADOW

|| ACCIDENT  – FALLEN LUV (NOW) ||

 

 

  • ●●

Eunjoo tiba didepan gedung apartementnya dengan selamat pada pukul 7 malam. Hari ini adalah hari yang melelahkan untuk Eunjoo, badannya terasa sakit dan pegal, sesekali ia merentangkan tangannya dan memijat pelan lehernya. Eunjoo bahkan sudah membayangkan dirinya akan langsung menyiapkan air hangat untuk dirinya berendam, pasti akan membuat badannya relax.

Hari ini Eunjoo lelah karena ia dikejar-kejar oleh beberapa sasaeng fans ke beberapa tempat photoshoot-nya hari ini di sekitar Incheon. Untung saja ada para petugas keamanan yang berhasil membuatnya kabur untuk pulang di antar oleh managernya. Beberapa bulan terakhir ini memang ada beberapa orang sasaeng fans yang selalu mengikutinya kemana pun ia pergi, bahkan beberapa hari lalu ia mendapat luka cakar di tangannya hingga mengeluarkan darah. Tapi, ia tidak bisa berbuat apa-apa, marah pun tidak bisa. Pasti mereka pun akan terus mengikutinya. Beruntung apartementnya masih berstatus aman, karena memang keamanan tempat tinggalnya itu cukup ketat, jadi Eunjoo bisa sedikit bernafas dengan lega.

Eunjoo memasuki lift dan menekan angka sebelas, ponselnya kemudian berdering menandakan sebuah pesan masuk. Eunjoo meronggoh tasnya dan mengambil ponselnya, melihat siapa yang menghubunginnya. Tertera nama Joon Myeon dan sebuah pesan di ponselnya. Wajah Eunjoo seketika berbinar menatap ponselnya itu.

Yoo~ Apa kabar?

Do You Miss Me?

Eunjoo tersenyum membaca isi pesan itu. Dengan cepat jari-jari lentiknya membalas pesan itu.

Joon-yaa! Aku merindukanmu.

Dan kabarku, sangatlah baik.

Bagaimana denganmu?

Beberapa saat ponselnya berdering kembali.

Tentu saja baik, Joo-ya.

Aku juga merindukanmu.

Aku punya kabar baik untukmu.

Bulan depan aku akan segera pulang ke Seoul.

Jadi tunggu aku. Jangan lupa traktir aku.

Chu~

Eunjoo tersenyum senang ketika Joon Myeon mengirimkan sebuah stiker peluk dan cium. Ia pun membalasa pesan itu.

Itu benar-benar kabar baik, ibu dan ayah pasti senang.

Baiklah, aku menunggumu dan akan meneraktirmu ^^.

Sampai jumpa bulan depan.

XOXO~

—-

Sampai jumpa, maaf aku sibuk.

Peluk dariku, Joon Myeon.

Tanpa terasa lantai yang Eunjoo sudah sampai, ia segera menyimpan kembali ponselnya dan keluar dari lift. Tampak rona bahagia tergurat jelas di wajahnya, seketika lelah dan pegalnya pun terasa hilang, ia benar-benar bahagia. Eunjoo bersenandung kecil sambil menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.

Tapi saat ia tinggal beberapa meter lagi sampai apartement milik-nya, langkahnya terhenti ketika melihat seorang pria tengah menyender di samping pintu apartementnya dengan lengan tangannya memegang sebuah minuman dan tangan kirinya memegang sebuah buket bunga. Eunjoo hampir tidak mengenali pria itu, pria yang memakai sebuah jaket hitam dengan bulu putih disekitar kerah leher, kaos oblong berwarna hitam, kaca mata dan rambutnya berwarna dominan blonde. Pria itu menoleh kearahnya dan saat itu juga Eunjoo mengenali pria itu. Oh Sehun.

“Hun-Sunbae?” Pekiknya. Pria itu hanya tersenyum manis.

Annyeong.” Sapa Sehun. Eunjoo benar-benar terkesima dengan penampilan Sehun saat ini, bak seorang pangeran, Sehun benar-benar tampan.

“A-apa yang Hun-Sunbae lakukan di sini?” ujar Eunjoo gagap.

“Menunggumu.”

“Ba-bagaimana caranya kau tau nomor apartementku?”

Managermu yang memberitahu-ku,” Eunjoo hanya mengangguk mengerti. Sehun kemudia memberikan buket buka itu kepada Eunjoo. “Untukmu,” Ujarnya.

Pipi Eunjoo merona merah, kemudian mengambilnya. “Te-terimakasih,”

“Apa kita akan diluar seperti ini?”

“Eoh, A-ayo masuk Hun-Sunbae,” Eunjoo segera menekan kode apartementnya dan mempersilahkan terlebih dahulu Sehun masuk. Sebelum dirinya benar-benar masuk, ia melihat kekanan dan kekiri memastikan keadaan sekitar aman dan sepi yang pasti tidak melihat Sehun yang berada di apartemennya.

 

  • ●●

 

Setelah mempersilahkan Sehun masuk. Eunjoo menyimpan bunga pemberian Sehun ke dalam sebuah vas bunga dan menaruhnya di sebuah meja. Eunjoo pun memberi Sehun sebuah cappuccino dan Eunjoo melesat pergi untuk mandi, membersihkan keringat yang menempel di tubuhnya.

Sehun hanya diam dan meneliti keadaan apartement Eunjoo, yang tampak bersih dan rapi tidak seperti apartemennya yang sedikit berantakan. Sehun pun sesekali tersenyum ketika melihat beberapa foto yang terpajang di ruangan itu. Beberapa foto tersebut menampilkan foto Eunjoo yang tersenyum senang bersama ayah ibunya, foto saat Eunjoo lulus dari SOPA dan foto Eunjoo tengah saling mencubit dengan seorang perempuan, terlihat sangat bahagia. Tapi, ada satu foto yang mengusik pikirannya. Foto yang menampilkan foto Eunjoo dengan seorang pria, Sehun mempekirakan foto itu diambil saat Eunjoo masih ada dibangku menengah pertama. Tapi, bukan fotonya yang mengusik hatinya tapi pose pria itu yang tengah merangkul pinggang Eunjoo dengan mesra dan kepala Eunjoo yang menyender pada dada pria itu, membuat dirinya merasakan kembali apa itu cemburu. Sehun tak menampiknya.

Eunjoo keluar dari kamar dengan memakai baju tidur panjang berwarna pink dengan gambar bugs bunny besar di depannya dan rambutnya yang basah di biarkan tergerai begitu saja, fokus Sehun pun teralihkan, wangi sampo strawberry menyeruak di indera penciuman Sehun. Jantung Sehun pun berdetak dengan cepat, melihat penampilan Eunjoo yang seperti anak kecil tapi masih terlihat cantik dimatanya.

“Hun-Sunbae?” panggil Eunjoo membuyarkan lamunannya. “Apa kau lapar?” Tanya Eunjoo.

“Aku rasa iya, bagaimana jika kita memesan saja?”

“Ti-tidak! Jangan! Hari ini aku ingin memasak makanan favoritku. Maukah mencobanya?”

“Tentu saja!” Ujar Sehun semangat dan mengangguk seperti anak kecil. Eunjoo merona bahagia. “Tunggulah sebentar, Hun-Sunbae duduk saja di kursi meja makan.”

Eunjoo dengan cepat berlari kedapur. Sehun memperhatikannya dari meja makan. Eunjoo terlihat sangat serius dan lihai dalam memasak dan wangi harum makanan yang tengah di masak Eunjoo sudah tercium dan Sehun tau harum apa ini. Wangi harum makanan kesukaannya. Lasagna. Makanan khas italia. Eunjoo pun berteriak girang saat makanannya selesai dibuat. Eunjoo tersenyum ke arah Sehun sambil membawa dua piring Lasagna.

“Tara~” Ujar Eunjoo bangga.

“Kau bisa memasak Lasagna, Eun-ah.”

“Tentu saja, ini adalah makanan favoritku sejak kecil.Apa Hun-Sunbae menyukainya?” Sehun mengangguk semangat. “Lasagna adalah salah satu menu favoritku.”

“Walau lasagna-ku tidak seenak restoran khas italia, tapi cukup membuat perut kenyang. Jadi maaf jika di luar ekspetasimu, Hun-Sunbae.”

“Tidak apa-apa,” kemudian Sehun melanjutkan. “Cah, kita makan aku sudah tidak sabar mencobanya.” Eunjoo mengangguk. Sehun mencobanya. Eunjoo menatap harap-harap cemas kearah Sehun. “INI ENAK!” pekik Sehun seperti anak kecil mendapat permen, jantun Eunjoo berdetak dengan kencang. Hatinya menghangat ketika melihat Sehun sangat menyukai Lasagna yang ia buat. Dan untuk hari ini, Eunjoo tidak makan malam sendirian dan dalam keheningan, ada Sehun yang menemaninya dan membuat suasana ramai walau hanya berdua dan itu membuatnya bahagia.

Setelah selesai makan pun mereka tidak beranjak dari meja makan. Mereka asyik mengobrol hingga tidak menyadari waktu sudah menunjukkan jam 12 malam. Tema pembicaraan mereka berubah-rubah tidak menentu kadang cerita menyenangkan, menyedihkan, menegangkan dan banyak lagi. Sampai akhirnya mereka berdua terdiam lelah berbicara dan terdiam sejenak. Sehun dan Eunjoo saling memandang, perasaan nyaman menyelimuti mereka.

Sehun menarik nafasya cepat dan menghembuskannya secara perlahan. Wajah Sehun pun terlihat serius. Dengan perlahan Sehun memegang kedua lengan Eunjoo, jangtungnya tiba-tiba berdetak dengan cepat.

“Han Eun Joo.” Sehun memanggil namanya dengan tegas. Membuat sensasi tersendiri dalam tubuhnya dan Eunjoo menyukainya.

“Y-ya?” Gagap Eunjoo.

“Aku tahu ini mungkin terlalu cepat atau lambat untukmu, tapi aku ingin memberitahu sesuatu bahwa aku,” Sehun menghentikan ucapannya sebentar, Sehun terlihat gelisah. Dan Eunjoo mengetahuinya, seketika jantungnya kembali berdetak dengan cepat. “Aku menyukaimu, tidak. Bahkan aku mencintaimu Eun-ah, maukah kau menjadi kekasihku?” Eunjoo sedikit membuka mulutnya tak percaya.

“Apakah kau yakin, Hun-Sunbae?” Tanya Eunjoo meyakinkan. Jujur Eunjoo memang sangat menyukai bahkan mencintai Sehun. Tapi, ia tak pernah berpikir bahwa ia akan mendapatkan Sehun. Bahkan bisa dekat dengan Sehun adalah sebuah anugerah yang Tuhan berikan untuknya.

“Aku tahu ini tak akan mudah, dengan keadaan kau dan aku adalah seorang artis yang memiliki banyak penggemar tidak memungkiri hubungan kita akan terasa sulit. Dan agensi kita pun melarang kita untuk berpacaran sebelum kita berumur 28 tahun dan itu sudah tertulis dalam kontrak. Tapi, perasaan ini sudah tidak bisa ku tahan lagi, aku mencintaimu Eun Joo. Jadi maukah kau menerimaku?” Sehun yakin dengan ucapannya, dan ia sangat berharap dengan Eunjoo. Harapannya semakin tinggi saat mendengar perkataan Eunjoo. Sehun sudah banyak menyusun kata untuk mengutarkan perasaannya. Tapi, kata-kata yang keluar dari mulutnya saat ini bukanlah kata-kata yang ia susun sedemikian mungkin. Dan kata-kata itu sepontan keluar dari hatinya.

“Hun-Sunbae?”

“Aku tau. Dan aku tidak akan memaksa tapi apa kau tidak merasakaan perasaan tulusku? Can I have you, Eun-ah?”

Eunjoo melepas genggaman Sehun. Eunjoo menutup kedua mulutnya kemudian menangis terharu. Ia sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Hatinya bergejolak senang. Penantiannya selama ini, ia selalu mengikuti Sehun kemana pun agar bisa dekat dengannya. Ia tak menyangka bahwa ia akan dapat berjalan beriringan dengan Sehun dan ia tak menyangka perasaannya pun akan terbalas seperti ini.

Sehun berdiri dari duduknya kemudian pindah mendekati tempat duduk Eunjoo. Sehun pun berlutut di depan Eunjoo, Sehun menghapus air mata yang ada di pipi Eunjoo. “Tolong jangan menagis. Itu membuat hatiku sakit.” Lirih Sehun.

“Jika kau tidak mau, aku tidak apa-apa.Aku tau kau sudah memiliki kekasihkan?”

Eunjoo membulatkan kedua matanya. “Aku melihat fotomu dengan pria yang menempel di didinng itu.” Sehun menunjuk ke arah foto yang ia lihat tadi.

“Tidak. Tidak. Dia bukan kekasihku! Joon Myeon hanya sahabatku.” Pekiknya cepat sambil menggelengkan kepalanya. Sehun menatap lega ke arah Eunjoo walau ia tidak memungkiri perasaannya masih di rundung was-was akan jawabn Eunjoo akan pernyataan cintanya tadi.

“Jadi Han Eun Joo-,”

“AKU MAU!” Sebelum Sehun melanjutkan ucapannya. Eunjoo berteriak tanpa pikir panjang lagi. “Aku mau, aku mau.Aku tidak menyangka perasaanku selama ini terbalaskan. Aku sudah mencintaimu sejak lama Hun-Sunbae. Dan aku sangat bahagia sekarang. Terimakasih.”

Sehun menatap tak percaya, mendengar pernyataan itu dari Eunjoo dan ia tentu bahagia. Ia sangat bahagia karena saat ini Eunjoo sudah resmi menjadi kekasihnya. Dengan cepat ia memeluk tubuh ramping kekasih barunya itu, yang dibalas begitu saja oleh Eunjoo.

“Terimkasih, kau membuat hariku kembali berwarna, Eun-ah.”

“Terimakasih kembali. Aku mencintaimu Hun.”

“Aku juga,” tapi Sehun kemudian Sehun melepaskan pelukan Eunjoo dan menatapnya menggoda. “Hun? Kemana panggilan hormat-mu. Eun-ah?” Eunjoo menunduk malu.

“Ya ampun, kau sangat menggemaskan.” Sehun tiba-tiba mencium bibir Eunjoo sekilas. Dan membuat Eunjoo terpaku dan merona. Sehun mengacak rambut Eunjoo gemas. Sehun pun kembali menarik tubuh Eunjoo kedalam pelukannya, Eunjoo membalasa pelukannya. Pelukan ini membuat jantung mereka masing-masing berdetak dengan cepat tapi mereka menikmatinya.

Berada sangat dekat dengan Sehun seperti ini membuat Eunjoo tidak bisa berkata-kata karena terlalu gugup.

“Aku tahu ini akan berat dan aku akan selalu menjagamu dengan sekuat tenaga. Tetapi aku rasa hubungan kita harus rahasiakan dari agensi dan publik sampai waktu yang tepat, untuk aku mengumumkan pada dunia bahwa kau milikku.” Eunjoo tersenyum senang dan dirinya hanya mengangguk paham. Ia merasakan Sehun pun tersenyum atas keputusannya.

“Terimakasih Tuhan atas anugerah yang kau berikan padaku. Terimakasih juga atas kebahagian yang kau berikan padaku. Aku berharap aku dan Sehun akan bisa tetap bersama dan bahagia seperti ini.”

Mereka berdua melepaskan pelukannya. Mereka berdua saling memandang dengan tatapan memuja.  Sehun mendekatkan wajahnya ke arah Eunjoo perlahan-lahan. Dan mereka pun hanyut dalam ciuman panjang yang penuh cinta.

 

-END-

 

 

YEAY! THIS IS SEQUEL FROM SHADOW – FALLEN, SO SORRY IF YOU SEE TYPO’S.

MAAF UNTUK SEGALA KEKURANGAN~ ^^

 

AH~YA… DENGAN SEGALA HORMAT DAN SENANG AKU MAU NGUCAPIN TERIMAKASIH SEBESAR-BESARNYA BUAT PARA READERS YANG SUDAH MEMBERIKA LIKE / COMENT KKK~ SAMA ADMIN EXOFFI FREELANCE YANG UDAH POST FF INI KKK~ BIG LUV ❤

THANK YOU. –XOXO FROM delightK.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s