[EXOFFI FREELANCE] Princess of Drama (Chapter 4)

picsart_11-13-06-24-38

Princess of Drama

Cast                 :

  • Alice Kim
  • Byun Baekhyun
  • Bella Kim
  • Oh Sehun
  • Park Chanyeol

Author             : AL

Genre              : Romance, Family

Length             : Chapter

Rating             : PG-17

Disclaimer       : This is Mine. Ide cerita ini murni hasil pemikiran Al. Apabila ada unsur yang sama dengan karya lain, itu murni ketidaksengajaan. Jangan plagiat yaa, hargai karya orang lain. Tidak mudah buat ff. So, jadilah pembaca yang baik..

Happy Reading

 

**Chapter 4**

Aku benar-benar tidak terbiasa dengan ini.

Tubuhku benar-benar gatal malam ini. Cuaca disini sangat tidak mendukung dengan apa yang terjadi dengan diriku kali ini. Kenapa aku harus menjalani kisah seperti ini? Aku memang ingin memulainya, memulai kisah baru dengan aku yang membuatnya. Tapi, bukan kisah ini yang aku inginkan.

“Kau tidak bisa tidur?”

Aku sekarang tau betul siapa pemilik suara itu. Ia suamiku sejak satu minggu yang lalu. Meskipun kita sudah melalui banyak malam, kehadirannya disampingku masih menjadi hal yang tabu untukku. Terasa asing, dan terkadang, ini benar-benar membuatku entah kenapa bisa tersenyum sendiri hanya dengan melihatnya tidur disampingku. Bisakah kalian menjelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi padaku?

“Kenapa hanya diam saja?”

Entah sejak kapan ia jadi lebih memperhatikanku saat ini. Tapi aku cukup senang dengan perlakuannya. “Aku merasa benar-benar ingin mencopot borgol ini. Berendam dengan air panas lalu makan pasta setelah itu. Bukankah menyenangkan?” ucapku yang setelah itu menoleh untuk memperhatikan perubahan ekspresi Baekhyun. Betapa terkejutnya aku begitu menoleh, ternyata lagi-lagi, jarak kami benar-benar sangat dekat.

“Apa kau ingin aku membantumu untuk melepas borgolmu itu?”

“Bagaimana caranya? Apa kau tau cara untuk membuka kuncinya?” tanyaku penuh harap.

“Hanya ada satu cara untuk melepaskan borgolmu itu,” ucap Baekhyun sambil memandangku lekat-lekat. Aku agak merasa canggung dengan tatapannya saat ini. “Bagaimana jika kita memotong lenganmu saja? Aku baru saja menemukan pisau pemotong daging didapur tadi siang. Jika kau benar-benar sudah tersiksa, ku pikir bagus jika kita melakukan hal itu.”

Aku akan menarik kata-kataku sebelumnya ketika aku mengatakan merasa sedikit canggung dengan tatapannya saat ini. Sekarang, hanya ada perasaan mual melihat tatapan menjijikannya itu. Kenapa dia selalu asal bicara seperti itu? Tidakkah dia pikir kalau aku baru saja menanggapi perkataannya dengan serius? Dia benar-benar telah menghancurkan harapanku.

“Sebaiknya kau tidur saja dan jangan ganggu lamunanku, oke?” ucapku berusaha tenang. Dengan sekali gerakan aku menarik selimut untuk menutupi wajah Baekhyun itu. “Tidurlah oke, tidurlah. Sebelum aku benar-benar melakukan apa yang kau sarankan dengan tanganmu terlebih dahulu yang aku jadikan uji coba.”

Aku menghembuskan nafas panjang. Berbicara dengannya saja benar-benar menguras tenaga. Entah anugerah atau musibah yang aku dapatkan akibat menikahi laki-laki seperti ini. Tidakkah kalian merasa aneh dengan kelakuan anak seorang perdana menteri yang seperti ini? Aku terkadang merasa kalau sebenarnya dia itu hanya anak angkat keluarga Byun. Namun, sepertinya itu tidak mungkin. Mereka bahkan terlihat sangat mirip menurut ayahku. Manakah yang harus ku percayai?

“Bagaimana aku bisa tidur jika kau masih terus bergerak-gerak tidak bisa diam seperti itu?”

Kali ini Baekhyun mengatakan itu dari dalam selimut. Aku mendecakkan lidah kemudian membenarkan posisi tidurku dengan baik. “Baiklah kalau begitu, aku akan berusaha untuk tenang. Jadi tidurlah.”

“Tetap saja aku tidak bisa tidur jika kau tidak tidur juga. Apa kau punya gangguan malam seperti susah tidur begini? Padahal kemarin-kemarin sepertinya tidurmu sangat nyenyak. Bahkan kau juga mendengkur.”

“Aku tidak mendengkur.”

Baekhyun terkekeh pelan. “Baiklah, kau tidak mendengkur. Hanya bersuara saja.”

“Baekhyun,” panggilku lirih menyebut namanya. “Sampai kapan kita terus berdebat seperti ini? tidur saja, oke?”

“Aku tidak bisa tidur.”

Aku menghembuskan nafas panjang. “Kalu begitu diamlah. Kau benar-benar berisik sekali.”

Suasana hening seketika. Tak kusangka kalau Baekhyun benar-benar akan menuruti ucapanku semudah itu dan mencoba untuk diam saat ini. Terkadang ia benar-benar sangat berisik. Lagipula, tidak bagus jika ia tidak tidur dengan cukup malam ini.
Nae Salmi Haruharu Kkumeul Kkuneun Geotcheoreom
Neowa Hamgge Majubomyeo Saranghalsu Itdamyeon
Dasi Ileoseol Geoya…
Naege Sojunghaetdeon Gieoksokui Haengbokdeul
Himdeun Sigan Sokeseodo Deouk Ddaseuhaetdeon
Huimangeun Naegen Jamdeulji Aneun Kkum

 

Aku tidak salah dengar kan?

Itu suara Baekhyun. Bagaimana mungkin ia bisa bernyanyi sebagus itu? Oh, ya satu lagi, dia baru saja menyanyikan lagu ballad dengan judul Hope is a Dream that doesn’t sleep. Suaranya cocok sekali ketika menyanyikannya. Apa dia sedang bermaksud untuk menyanyikan sebuah lagu pengantar tidur dari balik selimutnya?

Terkadang dia terlihat sangat manis dengan sikapnya itu..

***

Aku masih tetap memejamkan mataku. Samar-samar aku bisa merasakan seseorang tengah membelai lembut rambutku. Jelas aku tau siapa pelakukanya, mekipun mataku terpejam, aku sangat yakin, hanya dia satu-satunya orang yang bisa melukakannya padaku saat ini. Juga karena itu pula, aku bahkan sengaja untuk tidak membuka mataku karena ingin mempertahankan posisiku ini selama mungkin. Tunggu, apa yang sedang ku pikirkan?

“Alice, tidakkah kau ingin bangun? Bukankah kau bilang kalau ingin segera berendam dengan air panas dan setelah itu membuat pasta?” ucap Baekhyun masih tetap membelai lembut rambutku. “Aku juga lapar. Aku juga tidak tahan jika setiap malam kau memelukku dan kemudian aku mencium bau yang tidak sedap darimu. Rambutmu bahkan sudah kasar sekali, pasti kau benar-benar sangat menderita selama seminggu ini.”

Aku berdeham pelan. “Jika kau tau aku menderita bukankah sebaiknya kau bersikap baik padaku,” ucapku masih tetap memejamkan mata. “Jangan goda aku dan menyuruhku untuk mandi bersama. Itu tidak akan pernah terjadi, dasar mesum.”

Tiba-tiba saja Baekhyun menyentil keningku, spontan aku terbangun dan langsung memarahinya. Bukankah sudah ku bilang untuk berbuat baik padaku, kenapa dia malah memberikanku sentilan.

“Akhirnya kau bangun juga,” ucap Baekhyun sambil memamerkan senyumannya. Entah kenapa, melihat senyumannya, membuatku bisa dengan mudah melupakan emosiku sebelumnya. “Aku sudah menyiapkan air panas untukmu. Cepatlah mandi, aku akan menunggumu diluar.”

Hanya seperti itu. Aku merasa tanganku diremas lembut sebelum Baekhyun pergi dari hadapanku. Tunggu, bahkan Baekhyun sebelumnya memang sudah menggenggam tanganku, kenapa aku tidak menyadarinya? Dan yang lebih pentingnya lagi, sejak kapan borgol ditanganku terlepas?

***

Aku menuntut penjelasan dari Baekhyun.

Setelah membersihkan diri dan mengisi perutku, aku sekarang duduk berhadapan dengannya. Tidakkah kalian juga penasaran tentang bagaimana borgol itu bisa lepas hanya dalam waktu satu malam? Bukankah itu tampak aneh?

“Jawab pertanyaanku Baekhyun,” ucapku sambil sedikit memanyunkan bibirku. Entah apa yang ku lakukan saat ini, aku hanya ingin mencoba bersikap menggemaskan didepannya. Mungkin saja dia akan luluh dan menceritakan ini dengan cepat untukku. Tapi nampaknya gagal. Baekhyun saat ini malah membalasku dengan menggembungkan pipinya dihadapanku yang kurasa, dia malah jauh lebih menggemaskan dibandingkan denganku. Dia benar-benar imut. Bolehkah aku mencubit pipinya?

“Kenapa kau yang bersikap menggemaskan seperti itu Baekhyun?”

“Itu karena kau yang memulainya.”

“Aku kan bersikap seperti itu karena ingin membuatmu bicara.”

“Aku sudah bicara padamu, kalau aku juga tidak mengetahuinya. Tau-tau saat aku terbangun borgolnya sudah hilang begitu saja.”

Aku menyipitkan mataku memandang penuh selidik ke arahnya. “Mustahil,” ucapku penuh kecurigaan.

Baekhyun menghembuskan nafas panjang. “Terserah kau sajalah.”

Lagi. Untuk kedua kalinya aku mendengar suara ponsel berdering. Juga untuk kedua kalinya, aku mengikuti Baekhyun menuju dapur mencari sumber suara itu yang ternyata ponsel itu tergeletak manis di atas meja makan yang sebelumnya tidak ada apapun disitu. Kali ini Baekhyun yang menyentuh layar ponselnya.

‘Kenapa baru satu minggu kalian baru bisa membuka kunci kedua? Kenapa lambat sekali, huh?’

Suara itu, aku mengenalnya. Meskipun, hanya sebentar aku mendengarnya, tapi aku langsung mengenal pemiliknya, dia..

“Oh Sehun? Bagaimana mungkin kali ini dia yang berbicara? Apa dia juga terlibat? Konyol sekali,” ucapan Baekhyun menjadi pelengkap dugaanku barusan.

‘Jangan marah padaku ketika kau mendengar suaraku ini, ya, Byun Baekhyun. Aku hanya mengikuti rencana seorang gadis berambut merah yang beberapa waktu lalu, ah, maksudku ketika pernikahanmu, yang tiba-tiba dia membicarakan recana hebatnya padaku. Jelas aku menyukai idenya itu, benar-benar hebat bukan?’

Tidak hebat sama sekali. Ini benar-benar ide yang menyiksa.

‘Jadi aku memutuskan untuk turut ambil bagian dari renaca ini. Lagipula ini karena aku juga menyukai, Alice. Bukankah dia gadis yang manis? Pertama kali aku melihatnya, aku sudah menyukainya. Tapi tak kusangka, ternyata dia akan menjadi istrimu, aah, tidak bahkan sekarang ia telah menjadi istrimu. Sepertinya, aku kalah cepat. Selain itu, aku lebih menyukaimu daripada Alice. Jadi, untuk dua orang yang sama-sama aku sukai, berbahagialah, oke?’

“Apa maksudnya dia mengucapkan hal itu? Bagaimana mungkin Sehun menyukainya?” Baekhyun mengucapkan kalimatnya itu sambil terus mengamatiku lekat-lekat. Aku juga benar-benar terkejut mengetahui fakta baru itu, ternyata Sehun pernah menyukaiku. Entah apa yang kurasakan, haruskah ku senang?

‘Aah, satu lagi. Kenapa aku lupa mengucapkan hal ini pada kalian. Selama ini, tidakkah kalian merasa bosan hanya dengan berada di dalam ruangan saja? Apakah tidak ada keinginan dalam diri kalian untuk membuka pintu itu? Jadi, berusahalah untuk membukanya oke, temukan kunci ketiganya. Jangan terlalu lama seperti saat ini, Baekhyun jangan bersikap lambat, dan Alice jujurlah pada dirimu sendiri. Semangat semuanya, semoga kalian bahagia.’

Sekarang apalagi? Kenapa harus ada banyak kunci yang harus dibuka? Tidak bisakah kita langsung mengakhiri ini saja hari ini? Benar-benar merepotkan, sungguh merepotkan. Sebenarnya apa tujuan kalian membuat rencana konyol ini, huh?

***

Setiap hari hidup Ku seperti mimpi. Jika kita dapat melihat satu sama lain dan saling mencintai, aku akan berdiri lagi. Bagi ku, kebahagiaan dan kenangan berharga akan lebih hangat selama masa-masa sulit. Bagi ku, harapan adalah mimpi yang tidak pernah tidur.’

–Hope is a Dream that doesn’t Sleep-

**to be continue**

Haaii haiii sudah lama al ngga cuap-cuap disini. Ada yg kangen*ga ada al* hehhee..

Ga berasanya udah chapter 4 ajah. Oh, ya Al mau ngucapin terimakasih niih karena banyak dari kalian yang ngasih respon positif buat princess of drama ini. Aku jadi seneng.:)

Maaf yaa ngga bisa bales komentar kalian satu-satu, tapi itu jangan buat kalian berhenti komen buat kasih masukan dan pendapat buat ff ini. Terus support ff ini yaa guys.

Okaayy.. See you di update minggu depan..

5 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Princess of Drama (Chapter 4)

  1. sehun itu jujur ya to the point langsung aja bicara kalau dia suka alice trus dia jga ikut2 n nge borgol dengan alasan karena cinta alice dan baek supaya mereka bahagia. ! Apa sehun gak ngerasa sakit hati liat mereka nikahh

  2. loh oh sehun ikut komplotan bella jg??? daebak… kirain dia bakal jadi orng ketiga.. gk terduga
    dan maksud kunci itu apa??? gk ngerti huuuuaaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s