[EXOFFI FREELANCE] The Boy Next Block (Chapter 3)

img_5345

Tittle/judul fanfic: The Boy Next Door

Author: Baekbby

Length: Chaptered

Genre: Romance, drama, school-life

Rating: PG-17

Main Cast & Additional Cast: Byun Baekhyun, OC, EXO member

 Summary: (Niat awal Joonhee yang hijrah ke Korea hanya untuk menemui sang ayah, mengantarkankannya pada berbagai konflik yang mengguncang.)

Disclaimer : (cerita ini murni hasil karya saya. Dilarang keras untuk mempublikasikan cerita ini tanpa seizin author)

Author’s note: (cerita ini pernah di post-tapi sudah di hapus- dengan judul yg sama dan jalan cerita yg sama tapi berbeda cast. Saya sengaja merubah cast nya dengan alasan pribadi. Jadi jika menemukan cerita dengan alur yang sama dan gaya bahasa yang sama persis, itu bukan berarti saya memplagiat cerita itu, melainkan itu memang cerita saya yang saya edit menjadi cerita yang sekarang ini. CERITA INI AKAN DI UPDATE DI WATTPAD)

****

Sinar matahari yang menembus jendela kamar berhasil membangunkan ku. Aku mengucek mata pelan sebelum akhirnya bangun dan langsung menuju kamar mandi. Setelah melakukan kegiatan ku di kamar mandi aku langsung memakai outfit yang telah aku siapkan tadi malam. Aku ingin terlihat menarik dihari pertama ini tapi aku juga tidak ingin terlihat berlebihan, jadi aku memutuskan untuk memakai outfit yang simple tapi terlihat menarik, if you know What I mean.

Aku harap tidak ada kejadian buruk yang akan menimpa ku hari ini. Seperti misalnya terpeleset didepan semua orang dan semua orang menertawakan ku. Jika itu terjadi aku yakin kehidupan ku di high school tidak akan berjalan mulus. Korea berbeda dengan Indonesia. Pembulian masih sering terjadi disini, dan itu bukan hanya sekedar mengejek tapi mereka akan membuat hidup mu kacau, bahkan banyak anak sekolah disini yang bunuh diri akibat dibuli. Pembuli disini membuat orang berfikir bahwa mereka tidak pantas hidup dan dunia akan jauh lebih baik tanpa mereka. People can be so cruel sometimes. Di Indonesia buli masih ada, tapi tidak sekejam disini, jarang kasus buli yang berujung pada bunuh diri. Tapi ada kasus seperti senior yang memukuli junior sampai meninggal. Menurut ku itu bukan buli, itu adalah pengeroyokan brutal yang dilakukan oleh sekelompok orang yang gila hormat.

Fikiranku terpecahkan oleh suara appa yang memanggil ku untuk segera turun karena sarapan sudah siap.

“Iya appa, aku akan segera turun”

Aku segera turun dan langsung menuju ruang makan.

“Selamat pagi Ms. Lee” jungsoo ajumma menyapa ku sambil menyiapkan makanan di meja makan.

“Selamat pagi ajumma.” Ku lontarkan senyum kecil kepadanya. “Selamat pagi appa” tambah ku sambil mencium appa yang sedang menyantap sarapannya.

“Selamat pagi sayang. Siap untuk sekolah hari ini ?”

Aku mengambil 2 buah pancake seperti biasa dan menyiramkan saos apel diatasnya.

“Jujur ? Belum, aku belum siap appa. Aku kira sekolah akan mulai minggu depan jadi aku berencana untuk berkeliling Seoul sebelum sekolah dimulai, tapi itu tidak akan terjadi” ucapku dengan nada jengkel. Appa hanya tertawa kecil mendengarnya.

“Maafkan appa sayang. Tapi sekolah itu adalah sekolah yang memiliki sistem pendidikan terbaik disini, dan appa tau kamu pintar, itulah kenapa appa memasukkan kamu kesekolah itu.”

“Tidak apa-apa, appa. Lagian aku masih bisa berkeliling Seoul di lain waktu.”

Lalu aku dan appa melanjutkan makan dalam diam. Setelah makan aku segera beranjak untuk pergi sekolah.

Kajja” ucap appa setelah memakai jas hitam miliknya.

Aku mengambil sebuah apel diatas meja untuk dimakan di jalan nanti. “Appa, Baekhyun yang akan menjemputku”

Appa keliatan sedikit terkejut dengan ucapan ku. “Baekhyun ? Baekhyun teman baru kamu itu ?”

Aku mengangguk. “Iya. Dia mengajak ku untuk pergi sekolah bersama dia, Dan aku pikir akan lebih baik kalau aku pergi sama dia. Setidaknya nanti aku tidak Harus berjalan kedalam sekolah sendirian” jelas ku.

“Kamu benar. Ya sudah, kalau begitu appa pergi, bye Joonhee-ah” appa mencium kening ku singkat lalu dia pun berjalan menuju mobil mewah hitam mengkilat miliknya.

“Bye appa”

*****

Baekhyun menjemputku dengan mobil putih miliknya beberapa menit setelah appa pergi. Lalu kami pergi kesekolah bersama. Tidak banyak yang terjadi diantara kami selama perjalanan, hanya beberapa percakapan kecil yang Baekhyun buat untuk mencairkan suasana.

Setelah kami sampai disekolah yang cukup besar, Baekhyun menawarkan diri untuk membantuku menemukan loker dan kelas matematika yang menjadi kelas pertamaku hari ini. Tapi aku menolak, tidak mau merepotkan Baekhyun lagi.

“Kamu yakin ?” Tanya Baekhyun.

“Iya baekhyun-ah, aku yakin. Kamu tidak perlu khawatir: Aku bisa menemukan loker ku sendiri, lagian sekolah ini tidak terlalu besar” aku berbohong. Sejujurnya aku masih bingung harus mulai mencari dari mana. Sekolah ini sangat besar dan peta yang diberikan tidak terlalu membantu.

“Okay, sampai ketemu lagi di jam makan siang, Lee Joonhee”

“Okay, Byun baekhyun”

Baekhyun tersenyum lalu Setelah itu Ia pun pergi meninggalkan ku. Ku tarik nafas ku, lalu ku langkahkan kaki memasuki pintu sekolah diikuti tatapan dingin orang-orang. Oh god please help Me.

****

Ternyata menemukan loker tidak sesusah yang aku kira. Loker ku yang bernomor 201 ternyata berada tidak jauh dari pintu masuk. Tapi yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana cara membuka loker ini. Dari tadi aku mencoba membuka kuncinya tapi tidak bisa. Aku mulai kesal sampai tanpa sadar aku memukul loker ku dengan cukup kencang. Lagi-lagi semua mata tertuju pada ku.

“Sorry” ucap ku pelan. Semua orang kembali lagi dengan kegiatan mereka masing-masing.

Lalu kurasakan seorang menepuk bahu ku pelan. Aku menoleh dan mendapati wanita cantik berambut cokelat sedang tersenyum pada ku. Ku balas tersenyum.

“Butuh bantuan dengan locker mu ?” Ucapnya.

Aku tersenyum kecut lalu mengangguk. “Yes, please. Aku sudah mencoba membukanya berkali-kali tapi masih saja tidak bisa terbuka.”

“Biar Aku coba” aku mengangguk dan memberikan kunci loker ku kepada wanita ini. Lalu dia memasukkan kunci loker ku cukup dalam kedalam gembok dan dengan sekali putar pintu loker terbuka. Aku tersenyum lebar.

“Bagaimana kamu melakukannya ?”

Dia mengangkat bahu sembari tersenyum. “Entahlah, Mungkin Ini memang skill ku” aku terkekeh mendengar ucapannya. “Jadi, apa kelas pertama mu ?”

Aku melihat jadwal class ku yang masih berada di genggaman tangan ku. “Um…. Matematika, kamu ?”

“Sama aku juga! Kita pergi sama-sama saja kalau begitu”  dia segera meraih lengan ku dengan exited. “Oh ngomong-ngomong, nama ku Lily, Park lily”

“Aku joonhee, Park joonhee”

“Wow kita memiliki nama keluarga yang sama”

Aku tersenyum.

Setelah saling berjabatan tangan, kami pun berjalan menuju kelas.

***

Setelah 4 jam ku habiskan dengan terpaku pada pelajaran yang menurutku tidak terlalu susah, akhirnya jam makan siang pun tiba. Seperti janjinya, Lily akan mengajak ku ke kantin bersama. Menurutnya tidak baik untuk seorang anak baru makan sendirian di kantin tanpa ditemani seorang pun.

Sekarang aku dan Lily sedang berdiri didepan pintu masuk kantin, mencari meja yang masih kosong.

“Itu! Meja itu masih kosong” teriak Lily.

Aku melihat kearah yang Lily tunjuk. Meja yang berada disudut ruangan itu masih kosong.

“Ayo! Sebelum mejanya diambil orang”

Aku berjalan mengikuti langkah kaki Lily yang cukup tergesa-gesa.

“Aku sangat takut kalau kita tidak bisa mendapatkan meja” ucap Lily sambil meletakkan tas nya diatas meja yang cukup luas.

“Aku juga” jawabku singkat. Dimana Baekhyun ? Dari tadi aku belum melihatnya lagi.

Mata ku mulai menyusuri seluruh ruangan kantin mencari sosok Baekhyun. Tidak enak rasanya bila aku harus makan tanpa Baekhyun, karena dialah teman pertama ku disini, setidaknya kami harus makan siang dikantin bersama.

“So ? Gimana hari pertama mu disekolah ?” Tanya lily.

Mataku akhirnya menemukan Baekhyun. Dia sedang menyandar pada dinding tidak jauh dari pintu masuk kantin. Tapi dia tidak sendirian, dia ditemani seorang wanita berambut pirang. Mereka sedang terlihat asik berbincang.

“Seperti biasa, sedikit membosankan” Aku membalas singkat pertanyaan Lily. “Hey lily, siapa perempuan itu ?” Tanya ku sambil menunjuk kearah Baekhyun dan wanita itu.

“Siapa ? Wanita yang sedang bersama baekhyun ?”

Aku mengangguk.

“Dia Kim Yuri.. ‘sahabat’ baekhyun”  ucap Lily sambil sedikit menekankan kata ‘sahabat’

“Sahabat ?”

“Iya.. Mereka itu hanya sahabat, walaupun semua orang juga tahu kalau sebenarnya Yuri menyukai Baekhyun.” Jelas Lily. Ketika dia dia menjelaskan tentang Yuri, raut wajahnya berubah masam. Ada apa dengannya dan Yuri ?

“Kamu tidak terlalu menyukainya ya ?” Tanya ku.

“Iya. Ini sedikit sulit. Nanti kamu akan tau sendiri ceritanya”

Aku hanya mengangguk. Lalu Lily memesan makanan untuk kami. Kembali ku alihkan pandangan ku kearah Baekhyun dan Yuri. Ternyata Baekhyun sedang melihat kearah ku. Aku pun tersenyum sambil melambaikan tangan. Baekhyun mengucapkan sesuatu kepada Yuri, lalu setelah itu ia berjalan menuju meja ku.

“Hey Hee” sapa Baekhyun  dan langsung duduk disebelah ku. “Kamu sendirian  ?”

“Tidak, aku bersama dengan Lily” jawabku sambil tersenyum.

“Park lily ?”

“Iya, dia bersama dengan ku” jawab Lily yang baru saja kembali dari memesan makanan.

“Hey ly” sapa Baekhyun kepada Lily

Lily hanya membalas dengan senyuman.

Kami pun mulai berbicara sambil menyantap makanan masing-masing-masing. Baekhyunmemutuskan untuk memesan makanan yang sama dengan kami.

“Ehem” ujar seseorang.

Kami menoleh keasal suara dan mendapati Yuri sedang berdiri di samping meja kami sambil melipat kedua tangan. Dia menatapku dengan tatapan sinis.

“Hee-ah, perkenalkan ini Yuri, Yuri ini joonhee” Baekhyun memperkenalkan Kamis berdua.

Ku ukuran tanganku yang dijabat dengan Yuri.

“Park joonhee, senang bertemu denganmu”

“Kamu juga” jawab Yuri masih dengan tatapan sinis. Lalu dia melepaskan jabatan tangan kami dan mengalihkan pendangannya kepada Baekhyun.

“Sampai bertemu di rumah, Baekhyun-ah” ucap Yuri sambil mencium pipi Baekhyun. Lalu dia berjalan menjauh dari kami. Ku lihat wajah Baekhyun, dia tidak memperlihatkan ekspresi apapun, hanya wajah datar.

Rumah ? Apa maksudnya itu ? Apa mereka satu rumah ? Apa mereka berkencan ? Ah sudahlah. Lagian tidak ada salahnya jika mereka berkencan. Yuri adalah gadis yang cantik dan baekhyun adalah lelaki yang tampan, sangat pantas jika mereka berkencan. Tapi kenapa aku merasakan perasaan aneh ini lagi ? Ya Tuhan apa sebenarnya yang salah dengan ku ?

******

A/N

Akhirnya Chapter 3 selesai juga ^^
Dan di Chapter ini sudah mulai terlihat permasalahan dan drama yang akan muncul di Chapter-Chapter selanjutnya ^^
Maaf karna chaper sebelumnya masih Boring banget, tapi setelah ini bakal banyak drama kok, jadi stay tune yaaaa ^^

Jangan lupa buat tinggalin kritik dan saran ^^.

Peace, baekbby

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s