[EXOFFI FREELANCE] Seoul Monseta (Chapter 2)

picsart_11-24-09-51-45

SEOUL MONSETA

Evina93 II Chapter II PG 16

Fantasy, Angst, sad, romance

Byun Baekhyun (EXO) I Jung Hae Mi (Oc) I Park Chanyeol (EXO) I Kim Taeyeon (SNSD)

Chapter 2 : Perubahan

Jika orang lain yang tidak terlalu mengenal Byun Baekhyun mereka pasti berpikir tidak ada yang berubah pada diri pria itu, namun bagi Park Chanyeol sang sahabat sikap Baekhyun berubah sangat drastis. Terkadang ia melihat Baekhyun tiba-tiba melamun, tatapan kosong tanpa semangat hidup, dan yang paling parah adalah ketika ia memergoki Baekhyun memandang lapar pada seseorang. Chanyeol ingin bertanya namun masih ragu.

“Baekhyun, bagaimana jika pulang nanti kita pergi ke café?” ajak Chanyeol.

Glek, Baekhyun menelan liurnya. Pasalnya jangankan untuk makan, mencium bau makananpun ia merasa mual. “Eum, bagaimana ya . .” Baekhyun menggaruk tengkuknya.

“Ayolah baek, semenjak kau keluar dari rumah sakit kita belum pernah bersenang-senang lagi” Chanyeol memasang muka memelasnya.

“Ck, hentikan wajah memelasmu itu, aku mual melihatnya. Baikalah aku ikut, sepertinya aku juga butuh hiburan” ujar Baekhyun.

“ASA! Baiklah ayo!, aku jamin kau akan ketagihan di café ini. Tempatnya menarik dan makanan dan minumannya enak-enak” Chanyeol terus saja berceloteh sepanjang jalan menuju Café.

***

Baekhyun dan Chanyeol sudah berada di depan sebuah café. Tertera tulisan di depan ‘Healing Café’.

“Nah, ini dia tempatnya” Ujar Chanyeol dengan senyum andalannya oh jangan lupakan gayanya dengan melebarkan kedua tangannya ke samping seperti berkata ‘Tada’. Orang-orang yang melihat terkikik geli.

Baekhyun yang menyadari itu segera mengambil alih situasi. “Yeol, hentikan kelakuan bodohmu itu!” geram Baekhyun. “Kau mengataiku bodoh?!” marah Chanyeol. “Benar! Kau tidak lihat sekelilingmu sedang menertawakan sikapmu itu” jelas Baekhyun. Chanyeol melihat keadaan sekitar dan benar saja orang-orang yang melintas disekitar mereka sedang tertawa geli. Chanyeol menggaruk tengkuknya dan menjulurkan lidahnya sambil tertawa. “Hehe . . maafkan aku” ujarnya.

“Sudahlah, jadi tempat ini yang kau maksud?” tanya Baekhyun. Chanyeol mengangguk dengan antusias. “Tempat ini sudah sering aku kunjungi yeol” jujur Baekhyun. Chanyeol melebarkan kedua matanya. “Apa? Ya! Jika kau tau tempat ini kenapa kau tidak mengajakku dari dulu! Tunggu! Jika kau sering kesini, kau kesini dengan siapa?” tanya Chanyeol.

Pertanyaan Chanyeol membuat Baekhyun kembali memikirkan seseorang yang sangat ingin ia lupakan.

“Sendiri” Jawabnya. Nadanya berbeda dengan sebelumnya. “Ey tidak mungkin” Chanyeol menyipitkan matanya ingin menggali informasi lebih.

“Ku bilang sendiri ya Sendiri Yeol! Jika kau bertanya terus aku lebih baik pulang saja” ancam Baekhyun.

“Ya ya ya, baiklah aku akan diam (Chanyeol membuat gerakan seperti mengunci mulutnya) ayo kita masuk” ujarnya dengan riang.

“Um”

***

Bel berdenting dari arah pintu masuk, Chanyeol dan Baekhyun mencari salah satu tempat duduk. Chanyeol masih mengagumi keadaan di café ini. Padahal ini kali ke 2 dia datang kesini. Sedangkan Baekhyun sudah duduk disalah satu bangku. Itu tempat favoritnya. Bersebelahan dengan jendela yang menghadap langsung keluar. Chanyeol yang tau Baekhyun sudah mendapatkan tempat segera menyusulnya.

Seorang pelayan wanita menghampiri mereka, wajahnya tergolong manis namun aura tajam dan dingin terpancar pada dirinya benar-benar berbanding terbalik dengan wajah manisnya.

“Ada yang ingin kalian pesan?” tanyanya. Baekhyun menoleh ia tersenyum sekilas, setiap ia datang kemari selalu saja pelayan wanita ini yang melayaninya. Oh jangan tanyankan, walau baekhyun sering kemari dulu, ia masih belum mengenal wanita yang berada di hadapannya ini sekarang. Dulu sebelum ia tertarik dengan seseorang yang ingin dilupakannya ia selalu mencuri-curi pandang terhadan wanita ini sampai akhirnya seseorang mengalihkan perhatiannya.

“Cantik” gumam Chanyeol. Namun Baekhyun dan wanita tersebut masih bisa mendengarnya. Baekhyun sedikit sebal, berbanding terbalik dengan wanita tersebut yang sekarang wajahnya dihiasi semburat kemerah-merahan.

“Nona siapa namamu?” tanya Chanyeol senyuman memang tidak pernah lepas dari wajahnya.

“Eh, Ju . . Jung Hae Mi” ujarnya. Mata Chanyeol berbinar, Baekhyun? Ia sedang menggerutu sekarang. Dengan mudahnya Chanyeol bertanya sedangkan dirinya yang sudah lama . .  ah sudah lupakan saja. Bagaimana pun akhirnya ia tau nama gadis itu.

“Woah, baek pantas saja dirimu sering kemari, ternyata ada wanita cantik ini disini” Goda Chanyeol.

“eh” ujar Baekhyun dan Hae mi bersamaan. “Bu Bukan begitu yeol” sanggahnya. “Tapi wajahmu memerah Baek” sial Chanyeol masih saja menggoda Baekhyun. “Astaga, sudahlah. Hae mi-ssi bisa aku pesan seperti biasa?” ujar Baekhyun. “Nde, kopi tanpa gula 1, lalu anda?” Hae mi beralih pada Chanyeol. “Panggil aku Chanyeol, atau oppa. Sepertinya kau lebih muda dariku” ujar Chanyeol dengan senyumnya. “EH, Baiklah, Chanyeol-ssi apa yang ingin kau pesan?” Baekhyun benar-benar jengkel sekarang. “Aku ingin 1 espresso dan sendwich” pesannya. “Baiklah, mohon tunggu pesanannya” Hae Mi pamit untuk memberikan daftar pesanan untuk dibuat namun beberapa langkah ia kembali dipanggil “Hae mi-ya” “Nde” Hae mi membalikkan tubuhnya, ternyata Chanyeol yang memanggilnya. “Tunggu sebentar”Chanyeol segera menghampiri Hae Mi dan berbisik padanya. “Kau tau pria yang bersamaku, Namanya Byun Bekhyun. Sepertinya ia tertarik padamu” bisiknya. “apa?!” kaget Hae Mi. Chanyeol hanya menepuk bahu Hae mi sambil tersenyum dan berjalan kembali ke kursinya.

Baekhyun? Tentu saja ia sangat pensaran dengan apa yang mereka lakukan. Maka setelah kembalinya Chanyeol ia memutuskan untuk bertanya. “Apa yang kalian berdua bicarakan?” tanyanya. “Tidak ada, aku hanya bilang. Sepetinya kau sedikit tertarik padanya” senyum Chanyeol. “YA!” Baekhyun dengan refleks memukul kepala Chanyeol.

“Sakit Byun! Kau ingin tanggung jawab jika aku bodoh huh?” Chanyeol mengelus kepalanya.

“Kau memang sudah bodoh!” sindir Baekhyun.

“YA!!!”

***

“Maaf lama menunggu, ini pesanan kalian” Hae Mi menaruh pesanan Baekhyun dan Chanyeol di meja. “Selamat menikmati” Chanyeol dan Baekhyun tersenyum pada Hae mi. namun gadis itu tak membalas dan hanya berlalu.

Baekhyun mengambil cangkir kopinya dan menyesapnya. Perasaan berbeda timbul pada dirinya. Entahlah kopi ini membuatnya tenang. Dan kopi ini benar-benar enak.

“Waoh, ini sangat enak, dan minumannya pun . . ah aku tidak bisa berkata-kata” ujar Chanyeol. Baekhyun tersenyum sekilas.

Bunyi lonceng kembali terdengar. Dua orang pengunjung memasuki café. Satu pria dan satu wanita. Sepertinya mereka pasangan. Chanyeol sedikit mengalihkan pandangannya.

“Oh, sunbae!” panggilnya. Pria yang datang tadi menoleh dan mendekati Chanyeol.

“Kau disini juga?” tanyanya. “Ya, aku bersama temanku. Sunbae kenalkan dia byun baekhyun temanku” ujar chanyeol. Baekhyun membungkuk “Hallo, aku Byun Baekhyun” ujarnya memperkenalkan diri.

“oh, Kau juga di universitas yang sama?. Senang bertemu denganmu. Aku Haechul dan ia Hani” gadis disampingnya membungkuk.

“Baiklah kami tinggal dulu” ujar Haechul dan menarik hani ke salah satu meja.

“Nde”

***

Sudah beberpa hari setelah kejadian di café itu. Hari ini Baekhyun dan Chanyeol bisa pulang lebih awal mereka memutuskan untuk bermain di time zone. Namun saatmelewati salah satu bangunan mereka seperti mendengar teriakan meminta tolong.

“Yeol, kau dengar itu?” tanya Baekhyun. “Ya, aku mendengarnya. Ayo kita lihat”

Baekhyun dan Chanyeol mencari asal suara itu, sampai akhirnya mereka berada di salah satu besment. Mata keduanya melebar. Pasalnya dihadapan mereka kali ini seekor monster namun bertubuh manusia sedang mencabik-cabik tubuh seseorang. Tepat di lian tempat ada seorang wanita sedang menggendong seorang anak dengan ketakutan.

“Baek . . bukankah itu . .” Chanyeol gemetar. Jangan tanyakan baekhyun sebelah matanya terlihat merah insting berburu seketika muncul. Baekhyun menutup sebelah matanya dan sedikit menggerang.

“Baek kau kenapa?” tanya Chanyeol.

Monster tersebut menyadari kehadiran keduanya. Ia segera beralih mendekati Chanyeol dan Baekhyun. Chanyeol yang sadar segera menarik Baekhyun dan bersembunyi di suatu tempat. Chanyeol melihat situaasi dan keadaan Baekhyun. “Sial” umpatnya.

Chanyeol melihat ibu dan anak tadi masih terpaku melihat mayat laki-laki tadi. Dan beralih lagi pada Baekhyun. “Aku harus mengalihkan perhatiannya” ujar Chanyeol. Baekhyun masih saja memegang kepalnya.

Chanyeol keluar dari persembunyiannya. “Hi monster jelek, kemari kau!” tantang Chanyeol.

Monster tersebut segera mendekati Chanyeol, kecepatannya tak terlihat ia sudah mencekik Chanyeol. “YEOL!!!” Teriak Baekhyun. “Baek lari uhuk, se lamat kan I bu dan an nak itu uhuk” ujar Chanyeol. Baekhyun beralih pada ibu dan anak tadi. Ia segera berlari dan membawa mereka keluar.

Selamat sampai diluar Baekhyun menyuruh mereka pergi. merkapun pergi dengan berlinangan air mata.

Baekhyun kembali ke dalam, matanya melebar saat melihat Chanyeol terpelanting dan tak sadarkan diri. “CHANYEOL!!!” wajahnya mengeras, sebelah matanya memerah, taring muncul.

“Beraninya kau!” baekhyun menyerang monster itu. Tendangan, pukulan ia layangkan. Namun ini kali pertama ia bertarung dengan sosok lain ia masih belum mampu menandingi.

“Berengsek” geram Baekhyun. “Cih, jadi kau sama sepertiku” ujar monster tersebut. “Apa maksudmu huh?” tanya Baekhyun. “Kau tidak mengenaliku hah?!” kekeh monster tersebut.

Baekhyun sedikit berpikir, tidak lama matanya membola. “SIAL JADI KAU! APA YANG KAU LAKUKAN PADA CHANYEOL HUH! AKAN KU HAJAR KAU!” baekhyun kembali menyerang. Namun karena emosi dan pola serangan yang asal ia kembali kalah.

“Sepertinya akan lebih lejat jika aku memakanmu dibanding teman bodohmu itu” ujar sang monster.

Baekhyun kembali bangkit, darah keluar dari mulutnya “uhuk” sial pikirnya.

Belum sempat monster tersebut mendekati baekhyun, seseorang sudah menendangnya hingga tersungkur.

“Siapa kau?!” geram sang monster. Matanya melebar, yang menendangnya adalah seorang gadis. “Cih, wanita. Akan ku hajar kau!” namun gadis tersebut kembali membanting monster tadi. “uhuk”

Baekhyun yang melihat kejadian tersebut hanya bisa terdiam. Ia ditolong oleh seorang wanita, lebih parahnya ia mengenal wanita itu . . “Hae Mi” gumamnya.

See u next chap . . ^^

Hallo pertama aku mau minta maaf karena udah lama gak publish. Kedua kalo ada yang nanya ini kaya tokyo ghoul? Yup aku terinspirasi dari film itu namun saya tekankan. Saya tidak plagiat! Huh dipikir buat cerita gampang. Saya merasakan itu. Maaf curol . . hehe . . masih mau kelanjutannya please coment . .

See ya . . (kiss & hug)

11 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Seoul Monseta (Chapter 2)”

  1. hae mi apa seorang monster or semacam vampire? Oke di next ya author ff x.. Klo bsa di panjangin lagi crta x biar tambah seru baca x…

    Pada tanggal 06/12/16, EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s