[EXOFFI FREELANCE] (Sequel) SHADOW : FALLEN – Ficlet

Shadow (Fallen).jpg

 

SHADOW – FALLEN

 

AUTHOR :delightK || LEGHT : FICLET|| GENRE : Romance, AU, Idol-Life || RATING : Teen

CAST :

OH SEHUN – HAN EUNJOO (OC)

SUMMARY :

– Aku hanya dapat  mengikuti langkahmu.

Dan tentang perasaanku, hanya aku yang mengetahuinya.

Karena aku adalah bayangan. –

DISCLAIMER :

STORY LINE PURE DARI PEMIKIRAN AKU SENDIRI.

MOHON MAAF APABILA DITEMUKAN KESAMAAN TOKOH DAN ALUR.

MAAF FF INI MASIH JAUH DARI KATA SEMPURNA.KARENA KESEMPURNAAN HANYA MILIK TUHAN SEMATA.

CHU~

 

ENJOY!! ^^

 

PREVIEW SHADOW

|| ACCIDENTFALLEN (NOW)||

 

 

 

  • ●●

 

 

Eunjoo memasuki sebuah kafe di kawasan Gangnam. Ia menggunakan sebuah masker untuk menutupi setengah bagian wajahnya. Eunjoo baru saja selesai dari pekerjaannya, hari ini ia memiliki jadwal pemotretan cover sebuah majalah terkenal untuk edisi bulan depan. Dan ini pertama kalinya ia menjadi seorang cover girl, sejak ia debut sebagai model enam bulan lalu.

 

Banyak peristiwa yang terjadi selama enam bulan ia debut. Banyak brand-brand terkenal yang menawarkan kontrak kepada Eunjoo, agar dirinya menjadi Brand ambasaddor. Tentu kesempatan itu tidak akan disia-siakan olehnya. Ia menandatangani beberapa kontrak dengan beberapa brand terkenal. Bahkan beberapa hari yang lalu Park Chanyeol menawari dirinya langsung agar menjadi model dalam video klip terbarunya. Bicara tentang Park Chanyeol, ia adalah seorang penyanyi solo yang multitalenta yang tengah naik daun dari agensi M Entertaiment dan akan melakukan comebacknya. Dan dengan senang hati Eunjoo menerimanya karena memang Park Chanyeol adalahs salah satu idolanya.

 

“Selamat malam, mau pesan apa?” Fokus Eunjoo beralih dari menu makanan ke seorang pelayan yang menatapnya ramah.

 

“Tolong satu cappucinodan satu chessecake,“pinta Eunjoo.

 

“Tunggu sebentar nona, pesanan akan segera datang.” Eunjoo hanya mengangguk menanggapi pelayan itu.

 

Kini fokus Eunjoo beralih menatap ke arah luar cafe, kawasan Gangnam cukup ramai, banyak orang-orang yang berlalu lalang. Terlihat dari mereka adalah orang-orang sibuk. Pikiran Eunjoo pun melayang, teringat akan hari pertama debutnya ia dan Sehun berjalan bersama diatas catwalk. Di mana perasaanya sangat gugup saat itu, jantungnya berdebar dan pipinya memerah. Saat sudah selesai acara itu, Sehun tiba-tiba meminta nomor ponselnya secara langsung. Dan akhirnya ia diantar pulang oleh manager Sehun dan Sehun, benar-benar kenangan yang menyenangkan.

 

“Han-Eun-Joo?” Seorang pria memanggil namanya dengan mengeja. Eunjoo menatap pria itu aneh.

 

Ne? Nuguseyo?” Tanya Eunjoo ragu. Memandang pria itu dengan rasa takut.

 

Pria itu berpenampilan sangat menakutkan menurut Eunjoo. Pria itu berpakaian gelap dengan mengenakan syal bewarna biru dongker, kacamata hitam, masker dan topi yang berwana senada dengan bajunya.

 

Pria itu, kemudian menarik maskernya ke bawah dan membuka kacamatanya. “OMO!” Teriak Eunjoo tertahan.Pria itu Oh Sehun. How to be Luck, Eunjoo? Meet again with Oh Sehun!

 

Annyeong,” Sehun memakai kembali memakai kacamatanya dan duduk di sofa yang kosong dihadapan Eunjoo. Ia masih menatap kaget kearah Sehun.

 

“Ini pesanannya nona.” Pelayan itu kembali datang dengan membawa sebuah nampan lengkap berisi dengan pesanan Eunjoo tadi.

 

“Aku pesan satu Cappucinno,” pinta Sehun, pelayan itu untuk beberapa saat terkejut kemudian menggangguk.

 

“Baiklah, tunggu sebentar tuan.” Pelayan itu kembali peri.

 

“Bagaimana kau bisa ada disini, Sunbae?”

 

“Kebetulah hari ini aku ada syuting iklan di daerah Gangnam, tadinya aku berniat untuk sekedar berjalan-jalan setelah shooting tapi saat aku melihatmu disini aku kemari,”

 

Eunjoo sedikit menurunkan maskernya dan menyesap cappucinolalu berbicara, “Bagaimana Sunbaebisa tau? Aku ini sedang memakai masker.”

 

Sehun terkekeh menatap Eunjoo menurutnya cara berbicara Eunjoo sangat lucu, “Kau hanya memakai masker, tidak memakai kacamata atau apapun. Kalaupun iya, aku akan tetap bisa mengenalimu, Han-Eun-Joo!”

 

Sehun rasa kafe ini cukup sepi untuk ukuran di kawasan Gangnam, kemudian Sehun membuka maskernya dan topinya dikebelakangkan. Eunjoo terkesima dengan penampilan Sehun yang sangat keren menurutnya, diam-diam Eunjoo mencubit perutnya sendiri, membuaut dirinya menjerit tertahan karena kesakitan. Ini bukanlah mimpi dan ini nyata. Kenyataan yang lagi-lagi menghadapkan pada dirinya yang tengah duduk berhadapan dengan sosok yang selama ini ia kagumi, Oh Sehun. Eunjoo merasakan jantung berpacu lebih cepat dan semakin cepat dari sebelumnya ia bertemu dengan Oh Sehun. Ia suka sensasi ini. Dan menyadari dirinya memang lagi-lagi telah jatuh cinta dengan pria itu. Oh Sehun.

 

“Boleh aku memanggilmu Eun-ah,”

 

Eunjoo berkedip menatap Sehun takjub, “Ne?!

 

“Aku rasa ini bukankah aku pernah menyebutkan kita berteman, tapi rasanya aneh jika aku masih memanggilmu dengan embel-embel ssi, dan karena aneh memanggilmu Eunjoo-ah. Jadi untuk membuatnya lebih mudah aku memanggilmu Eun-ah.”

 

Eunjoo tersenyum canggung, ia bingung harus menanggapi apa tentang pernyataan Sehun. “Baiklah, Sunbae

 

“Tolong hentikan memanggilku Sunbae, itu seperti kita memiliki kesenjangan saja, panggil Sehun atau Oppa?” Nada Sehun tedengar sanggat menggoda dan membuat pipi mulus Eunjoo memerah.

 

“Ti-tidak, Sunbae. Aku lebih nyaman memanggilmu dengan panggilan Sunbae.

 

Sehun terlihat kecewa tapi ia hanya tersenyum, “Tidak bisakah memanggil dengan panggillan yang terdengar lebih menyenangkan Eun-ah?”

 

Ada perasaan tidak enak dibenak Eunjo sekarang. Ia ingin tetap memanggil Sehun dengan Sunbae karena rasa hormat dan kagumnya. Tapi di sisi lain ia juga tidak enak dengan Sehun yang sepertinya ingin mendapat panggilan spesial darinya.

 

Tunggu! Panggilan spesial? Benarkah? Atau ini hanya perasaannya saja. Tapi sungguh seperti ada yang menggelitik diperutnya seperti ada jutaan kupu-kupu di perutnya, “Baiklah, bagaimana jika Hun-Sunbae?

 

Kali ini mata Sehun berbinar, ia seperti anak kecil yang mendapatkan permen kapas yang ia inginkan. Dengan semangat ia mengangguk.

 

“Boleh juga,”

 

Kemudian percakapan-percakapan lain mulai muncul. Mereka mulai mengobrol panjang lebar yang didominasi oleh Sehun, ia seperti sedang mengulik informasi-informasi kecil yang tidak banyak orang ketahui tentang Eunjoo dari kebiasaan, hobi, maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan Eunjoo. Hingga akhirnya mereka lelah berbicara dan diam sejenak.

 

Keheningan tercipta di antara mereka, satu sama lain saling memandangan dan entah kenapa Sehun maupun Eunjoo merasa nyaman.

 

Eunjoo melirik arlojinya yang menunjukkan pukul sebelas malam. Ia membuang nafasnya berat sebelum membuka suara kembali. Ada raut kecewa tercetak di wajah Eunjoo.

 

“Aku rasa ini sudah malam, sun- Hun-Sunbae, dan aku harus pulang karena besok aku masih memiliki jadwal pagi.”

 

Sehun menunjukkan wajah engganya, jujur kali ini ia tidak ingin mengakhiri percakapan mereka berdua. Benar-benar sangat menyenangkan mengobrol dengan Eunjoo.

 

Sehun menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Baiklah, jadi sepertinya pertemuan kita harus berhenti sampai di sini dan dilanjutkan lain waktu,”

 

“Ya, dan sepertinya aku benar-benar harus pulang. Terimakasih atas waktunya untuk mengobrol denganku, Hun-Sunbae

 

“Tunggu sebentar disini aku akan membayar ini dan mengantar kau pulang.”

 

“Ti-tidak usah, aku bisa-”

 

“Kau tetap seorang gadis dan tidak baik seorang gadis pulang sendiri. Harga diriku pun bisa jatuh jika kau harus membayar ini semua,”

 

“Tapi aku tidak ingin terjadi gosip dan-”

 

“Tenanglah, kita kan tidak melakukan apa-apa, kita juga bukan sedang berkencan. Kita hanya teman.” Sehun berlalu menuju kasir.

 

Dan Eunjoo kini tengah tersenyum kecut. Hatinya pun entah kenapa merasa tertohok mendengar kata ‘kita hanya teman’ dari mulut Sehun secara langsung. Eunjoo tidak munafik ia ingin lebih dari sekedar pertemanan dengan Sehun. Ia sadar perasaanya akan terus menerus berkembang, ada saatnya dimana perasaan cintanya pada Sehun tidak akan terbendung lagi. Tapi, mendengar kata teman dari Sehun, menandakan bahwa pria itu hanya menganggap Eunjoo hanya seorang teman.

 

Kajja! Mobilku ada disebrang”

 

“Ah, ne…

 

***

 

Mobil yang di tumpangi Sehun dan Eunjoo telah sampai di apartement Eunjoo. Sehun dan Eunjoo hanya diam didalam mobil, bingung untuk memulai pembicaraan. Hanya ada keadaan hening didalam mobil.

 

“Hun Sunbae, terimakasih telah mengantarku sampai rumah,” ujar Eunjoo memecahkan keheningan.

 

“Sama-sama, sebaiknya kau segera tidur ini sudah larut.”

 

“Baiklah, sekali lagi terimakasih untuk malam ini Hun Sunbae,

 

Sehun mengelus puncak kepala Eunjoo, “Selamat malam. Semoga mimpi indah,”

 

Eunjoo hanya bisa mengerejap kaget dan Sehun hanya tersenyum gemas menatap Eunjoo.

 

Palli atau kau masih ingin disini bersamaku?” Goda Sehun yang sukses membuat pipi Eunjoo memerah.

 

“Ti-tidak! Ah- baiklah selamat malam Hun-Sunbae,” Eunjoo dengan gelisah turun dari mobil Sehun, tak taukah pria itu keadaan jantung Eunjoo yang kembali berdetak tidak normal karena sikap Sehun tadi? Sebelum Eunjoo benar-benar pergi, ia membungkuk dan mengucapkan terimakasih. Dan dengan cepat Eunjoo berlari menuju gedung apartement tanpa berbalik, Eunjoo benar-benar malu sekarang berhadapan dengan Sehun.

 

Sehun tersenyum kecil memandang Eunjoo yang semakin menjauh, terlihat gadis itu salah tingkah saat berlari. ‘Pasti gadis itu tengah malu sekarang’. Sehun merasakan perasaan menghangat di hatinya, seperti mencairkan bongkah es yang selama ini ada di hatinya. Ingin rasanya ia berkelit tentang perasaanya akhir-akhir ini ketika ia memikirkan Eunjoo. Ini semua di luar logikanya. Sehun tidak ingin menyimpulkan semua perasaanya yang aneh ini sebagai cinta tapi Sehun sadar bahwa perasaan yang terus berkembang ini adalah cinta. Ya.. Sehun jatuh cinta kepada Eunjoo dan Sehun sadar itu.

 

Cinta itu ada karena terbiasa dan Cinta itu bisa datang kapan saja dan dimana saja, seperti yang kini dirasakan Eunjoo maupun Sehun.

 

 

-END-

 

 

YEAY! THIS IS SEQUEL FROM SHADOW – ACCIDENT, SO SORRY IF YOU SEE TYPO’S.

 

INI LANJUTANNYA,SEBENRNYA MASIH ADA BEBERAPA SEQUEL YANG BERMUCULAN DI OTAK AKU, TAPI GAK TAU KAPAN BISA BUAT ATAU BAHKAN TIDAK PERNAH DI BUAT HAHA..

KARENA FEEL BUAT NGETIK CERITA ITU BISA KAPAN AJA DAN DIMANA SAJA.

SO, JANGAN PLAGIAT FF AKU YANG AMATIR INI, PLAGIAT ITU DOSA.^^

 

SEPERTI SEBELUMNYA AKU CUMA NGETIK FF INI BEBERAPA JAM DOANG. JADI FF INI NGEBUTT BANGET.

 

SO, MAAF KALAU FF INI TERASA BORING, MENYEBALKAN, BERTELE-TELE DAN GAK NGENA KEHATI KALIAN SEMUA, MAAFKAN AKU KARENA AKU TIDAK BANYAK PENGALAMAN SEPERTI PARA AUTHOR YANG SUDAH HEBAT DAN TERKENAL, KKKK~

 

JADI AKU MINTA KOMENTAR, SARAN DAN KRITIK. KARENA ITU JUGA YANG BUAT AKU BELAJAR.

 

THANK YOU. –XOXO FROMdelightK.

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s