[EXO FREELANCE] Mr. Mafia – Chapter 31 END PART 2

Mr Mafia Cover1.jpg

 

Tittle/judul fanfic: Mr. Mafia

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Romance, Action, School Life, Married life, kekerasan.

Rating: PG-19

Main Cast & Additional Cast:

 

Main Cast :

Oh Sehun (EXO) ,Hwang Hyerin, Yugyeom (Got7), Tiffany (SNSD)

 

Supporting Cast :

EXO member, Got7 member, SNSD member, Beast member

 

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana,ID : Leehaera17, semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun.

jangan lupa Comment dan Like ya

 

add BBM author untuk perkenalan, pertanyaan, dan password (jika di perlukan) : 5C482AF1

“ selamat Oh Sehun-sshi, ada akan punya anak laki – laki yang tampan ” dokter itu membuka pembicaraan,

 

Senyum terlihat di bibir Sehun,

 

“ Bagaimana dengan Hyerin ? ” Sehun bertanya,

 

“ aku ingin menanyakan sesuatu, apa Hyerin mengkonsumsi obat – obatan selama kehamilannya ? ”

 

“ obat ? ” Sehun mencoba mengingat dan ia mulai mengaduk – aduk tas punggunya dan mengeluarkan sebuah bottol putih tanpa lebel yang ia temukan di lemari istrinya saat ia membawakan pakaian untuk istrinya yang ada di rumah sakit,

 

Dokter muda itu mengambil obat tersebut dan matanya kini tidak di keadaan baik – baik saja,

 

“ ada apa dengan obat ini ? ” Sehun bertanya tidak sabaran,

 

“ obat ini.. adalah semacam narkotika yang membahagiakan bagi tubuh dan membunuh sell dalam tubuh secara perlahan, tapi tidak membayakan anak yang ada di kandungan orang tersebut karena effect obat ini akan berlangsung sebelum di cerna oleh tubuh, apa anda mengetahui dari mana istri anda bisa mendapatkan obat ini ? ”

 

Mata Sehun menjadi sendu,

 

Ada apa ini ?

 

Apa yang sebenarnya terjadi ?

 

“ aku tidak bisa memastikan seberapa panjang um… ”

 

“ hentikan.. ”

 

“ aku tidak ingin mendengar apapun lagi ”

 

Sehun kelaur dari ruangan dokter dan langsung di sambut khawatir oleh WOLF,

 

“ Sehun-aa, ada apa ? ” Suho memulai pertanyaanya,

 

Sehun hanya meninggalkan semua orang dan berjalan kearah ruang inap yang menjadi tempat di mana Hyerin terbaring lemas dengan mata tertutup,

 

Air mata mulai membasahi matanya,

 

Sebuah pukulan kepalan tangannya ke dinding kamar itu berhasil menunjukan kemarannya,
“ mengapa? Mengapa kau melakukan ini semua ?siapa yang mengancammu ? bukankah kita berjanji untuk terus bersama selamanya ? bukankah ? bukankah ! ”

 

“ AARG ! ” Sehun mengerang sedikit keras dan semua WOLF member hanya menatap Sehun ibah tanpa tau sebabnya,

 

Lay yang sepertinya menyadari keadaan ini, kembali ke kantor dokter itu dan menanyakan kejadian yang sebenarnya,

 

Lay hanya bisa tercengang, ia sama sekali tidak mengerti tentang keadaan ini, siapa yang memberikan obat itu pada Hyerin, bagaimana mungkin itu terjadi ?apa yang sebenarnya membuat Hyerin berani melakukan ini semua ?

 

Pertanyaan itu masih terus terngiang di otak Lay,

 

“ Sehun-aa, aku akan mencari pelakunya secepat yang aku bisa dan mencari jalan keluar dari semua ini ” Lay menepuk punggung Sehun pelan,

 

“ masuklah.. hapus airmatamu dan temani dia, Hyerin butuh seseorang untuk mendampinginya sekarang ”

 

mendengar penjelasan itu, Sehun menghapus air matanya dan membuka pintu ruang rawat Hyerin pelan, ia memasuki rungan itu dan terus menatap tubuh Hyerin yang terlihat begitu lemah,

 

“ oppa ~ ” Hyerin berkata pelan saat matanya menangkap silutte Sehun di dekatnya,

 

“ sayang.. ” Sehun memaksakan senyumnya dengan segenap tenagannya,

 

“ Sehun kecil ” Hyerin kembali berbisik,

 

mendengar pernyataan Hyerin, Sehun memencet tombol pertolongan dan memanggil seorang perawat untuk mengambil bayi kecilnya,

 

seorang perawat masuk dengan menggendong bayi kecil di tangannya dan meletakannya di sebelah Hyerin,

 

Sehun menyentuh tangan kecil bayi yang mempunyai mata seindah dirinya dan hidung seperti dirinya juga bibir seperti dirinya, tapi warna rambutnya benar – benar seperti ibunya,

 

“ anak ayah.. ” Sehun mengatakan pelan dengan setetes air mata mengalir di pipinya,

 

“ selamat datang di keluarga Oh ” Sehun kembali menyebutkan,

 

“ apa kalian sudah menyiapkan namanya ? ” sang perawat kembali bertanya,

 

“ namanya adalah…. Oh Semie ” Hyerin kembali berkata,

 

“ Siapa Semie ? ”

 

“ Sehun dan Hyemi, dua orang yang paling aku sayang di dunia ini ” Hyerin mengucap pelan,

 

“ baiklah, aku akan setuju dengan apapun yang kau pilih ”

 

“ Oh Semie kecilku ” Sehun kembali berkata dan para member WOLF memasuki ruangan dengan serentak,

 

“ Sehun-aa ! ” Baekhyun berteriak,

 

“ YA! jangan berteriak ! ” Lay menutup mulut Baekhyun dengan tangannya,

 

“ selamat Sehun-aa, aku harap kau bisa menjadi ayah yang baik ” Suho memberikan pelukannya di ikuti semua member yang datang.

 

Waktu..hanya waktu sebanyak – banyaknya yang Sehun inginkan saat ini,

Hatinya seperti hancur berkeping – keping layaknya gelas kaca,

Ia benar – benar tidak bisa memikirkan apa yang akan terjadi sekarang,

Ia hanya menginginkan…

waktu…

 

hari yang menjadi bulan berlalu begitu saja, kini Hyerin dan Sehun sudah kembali berada di rumah dulu mereka dan mengurus Semie kecil penuh semangat,

 

Sehun juga Hyerin tidak pernah membicarakan tentang obat aneh yang Hyerin konsumsi setiap hari tanpa sepengetahun Sehun, ia berfikir lebih baik Hyerin tidak mengingatnya, dengan begitu ia tidak akan mengingat umurnya yang semakin lama semakin pendek.

 

Setiap harinya Sehun selalu meminta Lay untuk memeriksa keadaan Hyerin saat Hyerin tertidur pulas,

 

Sepertinya efek obat itu mulai bekerja dengan keras di tubuh Hyerin saat ia harus menyusui Saemi yang kini bertambah besar hari ke hari.

 

“ Sehun-aa, aku.. ”

 

“ Hyung..tidak papa, aku hanya ingin mempersiapkan diriku ” Sehun memotong kata – kata Lay, ia menyadari apa yang akan Lay katakan.
“ Sehun-aa, maafkan aku, aku benar – benar tidak berguna ”

“ Hyung..jangan berbicara serperti itu, aku sangat berterima kasih, kau adalah orang yang memperpanjang umur Hyerin  ”

 

kedua laki – laki itu terlihat sangat putus asa dan Xiumin berada di luar negeri untuk penelitihannya, Baekhyun dan Kyungsoo mengikuti kompetisi game mancanegara, Chanyeol and Suho tidak ada berita dan Luhan berada di China, hanya Lay yang ada di sampingnya saat ini.

 

Sehun hanya ingin hari ke hari berlalu tampa adanya gangguan atau apapun yang ada di pikirannya sekarang, ia ingin melihat Hyerin lebih lama lagi, ia ingin menebus semua ke kasarannya pada wanita itu dan menggantinya dengan cinta, ia ingin hidup bersama dan mati bersama wanita itu,

 

Tapi… kini… Sehun harus menjalani hidupnya sendiri, lagi dan lagi… hanya sendirian..ia takut… ia takut ia akan kembali seperti dulu, Oh Sehun yang tidak punya hati, ia takut ia akan berubah menjadi Mr. Oh dan mendidik anaknya layaknya Mr. Oh mendidiknya dulu,

 

Tidak..ia akan menyayangi Saemi lebih dari apapun, mengajari kebaikan dan bukan kekerasan, terlebih lagi adalah.. tidak mengotori saemi dengan darah siapapun,

Tidak..cukup dirinya yang terluka.

Cukup dirinya yang berusaha terus mencuci tangannya walaupun tidak ada setitik kotoran yang terlihat,

Tidak..

Laki – laki itu menegug gelas wiskey terakhirnya sebelum beranjak untuk naik ke atas tempat tidur dan memeluk istrinya dari belakang seperti biasa.

 

~ EXOGOT7~

 

“ Uhuk – uhuk..”

 

Hyerin terbatuk saat meminum air putih yang ada di tangannya,

 

Sehun yang kini hanya berada di rumah terus memperhatikan penurunan keadaan Hyerin yang semakin lama semakin parah, walaupun Lay terus memberikan obat – obatan termahal di dunia untuk di konsumsi Hyerin, tapi sepertinya itu hanya menambah umur Hyerin tidak sampai 1 hari.

 

Kerap kali Sehun menemukan tissue yang berdarah di dalam kotak sampah tapi Sehun hanya berpura – pura tidak tau, seperti perkataan Lay bahwa “seseorang dengan kondisi kritis tidak boleh di ingatkan tentang apa yang sedang terjadi, katakan bahwa ia sehat, katakan bahwa umurnya akan panjang, itu akan membantunya untuk terus bersemangat dalam menjalani hidupnya ” dan Sehun percaya itu,

 

Setiap harinya Sehun hanya akan menjadi Sehun yang biasanya dan mengerjakan pekerjaan rumah tanpa Hyerin ketahui saat Hyerin yang kerap kali tertidur setelah mengkonsumi obat yang Lay berikan untuk setidaknya membantu jantung Hyerin untuk terus berdetak setiap harinya,

 

“ apa kau baik – baik saja ? ” Sehun memegang tubuh Hyerin dari belakang dengan erat,
“ tidak papa oppa, aku hanya sedikit tersedak, uhuk – uhuk ” Hyerin menutup bibirnya dengan kedua tangannya,

 

Hyerin kembali terbatuk keras bersertaan dengan suara tangisan Semie dari arah kamar tidur,

 

Hyerin dengan sigap berlari dari tempatnya menuju kamar Semie kecil dan Sehun hanya menundukan kepalanya mencoba untuk tenang dan tidak menghancurkan seisi rumah kala hatinya benar – benar di ambang kehancuran,

 

BRUG !

 

Tiba – tiba tubuh Hyerin terjatuh begitu saja ke lantai sebelum ia mencapai tujuannya,

 

“ Hyerin-aa ! ”

 

Sehun mengangkat tubuh Hyerin dengan cepat, membaringkan tubuh Hyerin di sofa dan menggendong Semie kecil untuk menenangkannya sambil menelpon Lay,

 

“ Hyung !aku butuh ambulan sekarang ! tidak usah bertanya ! ” Sehun menutup telponnya sebelum Lay mengatakan sesuatu,

 

sekitar 15 menit berikutnya sebuah ambulan datang dan membawa tubuh Hyerin kerumah sakit,

 

Sehun benar – benar di buat pusing dengan semua ini, ia harus mengurus Semie kecil dan sekarang Hyerin dibawa ke rumah sakit tanpa dirinya,

 

“ Lay Hyung ! ” Sehun melihat laki – laki itu berada di depan pintu,

 

“ ada apa Sehun ?, apa yang sebenarnya terjadi ? ” Lay bertanya mengenai keadaan yang sepertinya begitu genting ini,

 

“ sepertinya waktunya sudah datang Hyung ” Sehun hanya mengucap pelan,

 

“ berikan Semie padaku, aku akan mengurus semua, sekarang kau harus kerumah sakit ” Lay mengambil Semie kecil dari tangan Sehun dan Sehun segerah beralih kerumah sakit.

 

Tak butuh lama dan Sehun berada di depan kamar inap Hyerin bersama seorang dokter wanita dengan umur melebihi 40 tahun,

 

“ berapa lama dokter ? ” Sehun membuka pertanyaan sambil masih terus memandang tubuh Hyerin lewat jendela,

 

“  3 atau 4 hari ” dokter itu berkata,

 

“ apa ?secepat itu ? ” Sehun berkata tegas,

 

“ aku tidak bisa menjanjikan apa – apa ” Dokter itu pergi dari tepatnya meninggalkan Sehun yang masih terpaku di depan pintu besar itu.

 

“ Hyung, apa kau masih tidak menemukan apa – apa ? ” Sehun berbicara di telpon dengan laki – laki yangia percaya akan menemukan dalang dari semua ini, Do Kyungsoo.

 

[maafkan aku Sehun-aa, aku belum bisa menemukan apapun] Kyungsoo berkata dengan nada sedihnya,

 

“ arraseo, beri aku kabar secepatnya ” Sehun kembali berkata,

 

laki – laki dengan nama Do kyungsoo itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya,

 

“ sampai kapan kau akan merahasiakan ini semua ? ” Baekhyun yang berada di sebelah Kyungsoo bertanya,

 

well seperti yang terlihat, semua alasan yang WOLF berikan pada Sehun sebenarnya sama sekali tidak masuk akal, tapi Sehun yang tidak fokus dengan hidupnya saat ini, hanya mempercayai semua perkataan para sahabatnya.

 

Lalu apa yang sebenarnya mereka lakukan ?

 

Tentu saja mencari dalang dari semua ini dan memutuskan untuk tidak memberi tahu Sehun atas dasar yang pasti kita semua sudah tau,

Mereka menginginkan Sehun untuk menikmati waktu yang tersiksa bersama Hyerin tanpa gangguan apapun.

 

“ Aku benar – benar tidak habis fikir, bagaimana mungkin wanita seperti Tiffany mempunyai pikiran semengerikan ini dan dengan cara yang sangat licik ” Kyungsoo kembali melepas nafas panjangnya,

 

“ ini semua salahku, aku yang ceroboh ” Kyungsoo kembali berkata,

 

“ Ya! jangan salahkan dirimu ” Baekhyun kembali berkata,

 

BRUG!

 

Tiba – tiba sebuah suara keras terdengar dari pintu masuk rumah Kyungsoo,

 

“ YA! HYUNG !ada apa ini ? ” Kyungsoo kaget melihat Chanyeol yang menendang seseorang masuk kedalam rumah kyungsoo dengan paksa,

 

“ KAU ? ” Kyungsoo kaget melihat laki – laki yang berada tepat di depannya saat ini,

 

“ keude ! kyungsoo-aa, aku yang menjualnya, aku menjual informasi itu pada Tiffany ” laki – laki yang kini tersungkur ke tanah dengan luka lebam itu tertawa seperti orang gila,

 

“ APA ! ”

 

BRUG!

 

“ PENGHIANAT ! ” Kyungsoo mengambil senjata api yang ada di saku Baekhyun dan menongkannya pada laki – laki yang berada tepat di depannya, laki – laki yang ia percaya akan menjadi partner di dunia bawah tanah jalur illegal yang ia bangun sendiri.

 

Chen atau yang bernama asli Kim Jongdae adalah Hacker handal yang bercita – cita untuk menjadi kaya di usia mudanya, tapi ia tidak pernah bisa mengalahkan Kyungsoo dalam bidang intellectual, ia selalu saja berakhir meminta tolong pada Kyungsoo untuk menyelesaikan kasus – kasus yang ia punya dan menjadi bayang – bayang kyungsoo setiap saatnya, tapi ia tidak bisa menjadi bayang Kyungsoo setiap saat, ia juga harus bisa mendapakan uang dengan caranya sendiri,

 

Saat itu group SE7EN mendatangi kediaman Chen dan menawarkan sebuah tugas yaitu memata – matai group WOLF dan melaporkan semua yang terjadi dengan bayaran yang tidak murah, itulah mengapa Tiffany bisa merencanakan semuanya dengan mulus, seperti yang kita tau Mark akan melakukan apapun untuk wanitanya.

 

“ AH !SIAL ! ” Kyungsoo membuang senjata itu dan menendan tubuh Chen yang tergeletak di tanah karena pukulan Chanyeol,

 

“ bagaimana ini ? apa kita akan menyerahkannya pada Sehun ? ” Chanyeol bertanya,
“ kita akan memberitahu Sehun setelah semuanya selesai ” tiba – tiba Suho masuk dengan coat hitam yang biasa ia kenakan,

 

“ Hyung.. ”

 

“ aku sebenarnya kemari untuk memberikan bukti CCTV yang Tiffany pakai untuk mengancam Hyerin saat itu ” Suho mendorong seorang laki – laki dengan luka lebamnya yang benar – benar menyeramkan kedalam rumah Kyungsoo lagi,

 

“ jangan beritahukan Lay terlebih dahulu, aku tau Lay tidak bisa menjaga rahasia ” Suho memberi peringatan,

 

“ katakan apa yang terjadi ! ” Suho menendang tubuh laki – laki dengan pakaian lengkapnya,

 

“ tunggu dulu.. kau… TAO bukan ? ” Chanyeol berkata,

 

“ cih! Park Chanyeol, aku masih mengingat bagaimana kau menangisi wanita itu… ah..siapa namanya… Hwayoung ?ah.. benar… wanita itu benar – benar punya tubuh yang indah  ” Tao tertawa telak,

 

BRUG!

 

Sebuh pukulan keras berakhir di wajah TAO,

 

“ tenang Chanyeol, kita butuh kejelasannya terlebih dahulu ”

 

“ aku hanya seorang pekerja di rumah Mr. Harvey dan nyonya muda memberikan sebuah tugas untuk mengantarkan obat dan sebuah surat yang menyatakan bahwa ia akan meminum obat yang aku berikan selama 9 bulan pada seorang wanita dengan alamat yang Nyonya muda berikan dan aku hanya melaksanakan tugasnya dengan baik ”

 

TAO terduduk di lantai dengan satu kaki terangkat dan menyandarkan punggungnya pada meja besar,

 

“ cih.. wanita itu menangis seperti orang gila saat aku menunujukan CCTV itu.. ”

 

“ apa kau tau obat apa itu ? ” Suho bertanya,

 

“ seorang bernama Kris memberikannya padaku ”

 

“ Xiumin Hyung, apa kau mengenal seorang bernama Kris ? ” Suho bertanya lewat telpon,

 

[ Kris ? ah… ia temanku saat kami melakukan penelitihan di Brooklyn beberapa bulan lalu ]

 

“penelitihan ? ”

 

[ benar… penelitihan obat yang melumpuhkan lawan secara perlahan, walalupun aku dan Kris juga para penelitih lain tidak bisa menyelesaikan kasusunya, tapi kami berhasil mendapatkan titik terang ]

 

“ apa kau bisa kerumah Kyungsoo sekarang ? ”

 

[ Kyungsoo ? baiklah ]

 

berselang 15 menit kini Xiumin  berada tepat di depan pintu rumah Kyungsoo dan memandang keadaan di dalam rumah dengan heran,
“ ada apa ini ?siapa mereka ? ” Xiumin bertanya,

 

“ orang yang menyebabkan ini semua terjadi ” Chanyeol menjawab,

 

“ jinja ? ”

 

“ Hyung, Kris menjual obat yang kalian buat bersama pada Tiffany ” Baekhyun berkata,

 

“ jadi.. ”

 

“ benar… obat yang Hyerin komsumsi selama ini adalah.. ” Suho memutuskan perkatannya,

 

“ haish… aku bodoh ” Xiumin menundukan kepalanya,

 

“ apa benar – benar tidak ada penawarnya ? ” Kyungsoo kembali bertanya,

 

“ itulah yang membuat kami tidak menjualnya pada umum, obat itu… tidak ada penawarnya.. ”

 

Semua member Wolf hanya melepas nafas panjanganya, investigasi panjang mereka benar – benar berakhir dengan noll besar dan sekarang mereka tidak bisa mengatakan sepatah katapun pada Sehun.

 

~EXOGOT7~

 

Kini 2 hari sudah berlalu dan Hyerin masih menjaga kondisinya dengan baik, ia masih bisa menyusui Semie dengan baik dan masih bisa makan dengan baik.

 

Sehun memasuki ruang rawat dengan perlahan, berjalan kearah tempat tidur Hyerin juga dengan perlahan,

 

mata Hyerin terbuka sedikit dan Sehun membelai rambut Hyerin pelan,

 

“ oppa.. ” Hyerin berkata,

 

“ di mana Semie ” Hyerin bertanya,

 

“ bersama Lay Hyung ” Sehun menjawab singkat,
Hyerin hanya terus memadang laki – laki yang kini bagian hitam dari rambutnya terlihat dan berbanding terbalik dengan ujung rambutnya yang berwarna kuning,

 

“ aku.. benar – benar lelah ” Hyerin berkata ringan,

 

“ benarkah ? ” Sehun bertanya pelan dan Hyerin hanya menganggukan kepalanya pelan,

 

“ tapi aku tidak ingin tidur ” Hyerin kembali berkata,

 

“ kenapa ? ” Sehun bertanya,

 

“ aku takut… aku tidak akan bangun lagi ” Hyerin menjawab,

 

“ mengapa kau berkata seperti itu ? ” Sehun kembali berkata,

 

Hyerin hanya tersenyum,

 

Malam itu… Hyerin hanya berbaring di pelukan Sehun dengan nyaman sambil menceritakan kejadian lucu di sepanjang hidup kedua insan yang bisa mereka ingat,

 

“ apa kau mengingat apa yang kau katakan padaku saat aku menolongmu di loteng universitas ? ” Hyerin bertanya pelan,

 

“ kau berkata bahwa aku menyukaimu ” Hyerin kembali menjawab dan Sehun hanya terus menyembunyikan wajahnya dengan meletakan kepalanya di atas kepala Hyerin, ia tak ingin Hyerin melihat tetes demi tetes ari mata yang terus membasahi pipinya,

 

“ oppa.. ” Hyerin memanggil pelan,

 

“ eoh.. ” Sehun menjawab pelan,

 

“ apa jika kita bertemu lagi di kehidupan selanjutnya, kau akan memaksaku untuk menikah denganmu lagi ? ” Hyerin bertanya sambil menggambarkan tanda hati pada dada Sehun,

 

“ tentu saja ” Sehun menjawab singkat sambil menahan semua air mata yang ada di ujung matanya,

 

“ benarkah ? jadi.. apakah kau bisa menungguku di kehidupan selanjutnya ? ” Hyerin kembali bertanya,

 

“ baiklah ” Sehun kembali menjawab dan bantal yang menjadi alas kepala mereka sudah basah sejak 30 menit lalu saat mereka berdua memulai cerita ini,

 

“ oppa.. apa kau menangis ” Hyerin menggerakan kepalanya ke atas agar dapat melihat wajah Sehun,

 

“ ainia.. ruangan ini begitu berdebu ” Sehun mengelak,

 

Hyerin mengangkat tangannya yang tertusuk jarum infus untuk mengelap mata Sehun yang basah dengan air matanya sendiri,

 

“ jangan menangis Sehun-aa, jangan pernah menangisiku yang hanya seorang wanita lemah, aku tidak pantas kau tangisi… ”

 

“ aku….” Sehun tidak bisa melanjutkan kata – katanya lagi, air mata terus mengalir dari matanya, isakan – isakan kecil terus terdengar dan ia hanya kehilangan kendali pada dirinya sendiri,

 

“ jangan tinggalkan aku ” itulah kata – kata yang mampu Sehun ucapkan sebelum tangisannya pecah,

 

“ tolong jaga Semie kecil dengan baik… ceritakan cerita cinta kita padanya sebelum tidur, ia akan tumbuh menjadi seorang laki – laki pemberani sepertimu, pintar sepertimu dan tidak cengeng sepertiku ” Hyerin memberikan lelucon tidak lucunya pada Sehun,

 

“ ia akan makan sepertiku, menyukai buah – buahan sepertiku dan tubuhnya akan tinggi sepertimu ” Hyerin kembali tersenyum dan Sehun hanya terus memandang wajah Hyerin yang berbinar,

 

“ ah.. aku begitu lelah ” Hyerin mengucap dan kembali ke pelukan Sehun seperti tadi,

 

“ tidurlah… aku akan membangunkanmu saat Semie bangun ” Sehun berkata,

 

“ Selamat tidur.. Hye… hye… ” Sehun menggit bibir bawahnya sendiri untuk menahan setiap suara tangisan yang hampir saja keluar dari bibirnya,

 

tiba – tiba pelukan Hyerin melemah dan tangannya terjatuh terkulai lemas,

 

“ selamat tidur Hyerin-aa, bermimpilah yang indah ” Sehun berkata dalam hati degan erangan dan erangan yang terdengar langsung oleh para member WOLF yang berada di depan pintu bermaksut untuk menjenguk mereka dan menceritakan semuanya,

 

mereka hanya berdiri mematung menyaksikan setiap kepedihan yang Sehun rasakan saat ini,

 

“ sial.. ” Lay mengumpat.

 

Hari itu adalah hari pertama dan terakhir semua orang menyasikan seberapa kencang tangisan seorang Oh Sehun saat tubuh Hyerin terbakar api penyucian,

 

Semua orang memakai kemeja hitamya termasuk Seami kecil yang kini berumur 7 bulan dan ada dalam dekapan Lay.

 

Sehun terduduk tepat di depan api membara yang merubah tubuh Hyerin menjadi abu, matanya membengkak dan rambutnya berantakan, ia benar – benar hancur, hatinya, pikirannya, semuanya hancur begitu saja hari ini.

 

~EXOGOT7~

 

Kini Lay tinggal bersama Sehun untuk sementara waktu sampai Sehun berada dalam keadaan stabil dan bisa mengurus Saemi dengan baik.

 

Setelah acar pembakaran Hyerin di lakukan, Sehun masih belum bisa berbicara pada siapapun dan hanya terus terduduk di dalam kamarnya sambil mengingat semua memory yang ada di rumah besar itu, suara tawa Hyerin yang masih terus bergema di sertiap ruangan di rumah itu membuat hati Sehun serasa di robek ratusan kali,

 

Sehun berjalan kearah lemari pakaian yang sudah lama tidak ia buka,

 

Ia menyentuh setiap keping pakaian yang Hyerin punya, harum tubuh Hyerin tertinggal di tempat itu tanpa kata,

 

“ Hyerin-aa” Sehun kembali mengucap menahan semua air matanya,

 

tiba – tiba matanya menangkap sebuah box dengan ukuran sekitar kertas 4A tersusun di tumpukan baju tidur Hyerin,

 

Sehun membuka kotak itu pelan, sangat pelan lebih tepatnya,

 

matanya terbelalak melihat banyak kertas lipat yang terlihat dengan tulisan tangan Hyerin di atasnya,

 

Mata Sehun membaca satu persatu kata – kata yang ada di amplop surat itu,

 

Untuk Semie yang berumur 3 tahun

 

setelah itu untuk berumur 4 sampai dengan 17 tahun.

 

Kertas terakhir yang terlihat adalah

 

untuk Oh Sehun,

 

Dengan perlahan ia membuka kertas itu dengan air mata membasahi pipinya

 

Dear Sehun,

 

Suamiku dan ayah dari anakku,

 

Jika kau membaca surat ini, berati aku sudah tidak bersamamu lagi.

Aku menulis surat ini saat pertama kali aku meminum obat yang di berikan langsung oleh seseorang saat kau pergi untuk bertemu dengan ibuku.

 

Aku melakukan semua ini bukan hanya untuk ibuku, tapi melaikan untuk semua orang yang ada di sekitarku, untukmu, member Wolf, Mr. Oh, omma dan yang terpenting adalah untuk anak kita, Semie.

 

Mungkin aku pernah melakukan kesalahan fatal dalam hidupku sampai aku tidak bisa melihat anaku sendiri tumbuh besar seperti kebanyakan orang, tapi aku merasa bangga dengan diriku sendiri yang berani mengambil kesempatan sebagai pahlawan keluarga kecil kita.

 

Kau tidak perlu menanyakan siapa dan apa, ataupun dimana dan kenapa, tapi tetaplah percaya satu hal Oh Sehun,

 

Percayalah bahwa aku begitu mencintaimu lebih dari apapun dan aku tidak akan pernah meniggalkanmu walaupun 1 menit saja. Aku akan terus bersamamu dan Semie kecil di rumah kita.

 

Selamat tinggal Oh Sehun, sampai jumpai lagi di kehidupan selanjutnya.

 

Hwang Ye-en

 

“ SEHUN! ” suara Lay terdengar dan Sehun menutup wajahnya dengan kedua tangannya,

 

“ obat itu ! obat itu aku tau siapa yang memberikannya ! ” Lay yang sepertinya kehabisan nafasnya mencoba untuk tenang,

 

Lay mulai menceritakan apa yang WOLF katakan padanya dengan singkat,

 

Saat itu juga Sehun berdiri dari tempatnya dan mengambil pistol dari nakas yang ia lewati, berjalan keluar rumah dan mengendarai mobilnya seperti orang gila di malam hari,

 

ia menuju ke sebuah Club yang menjadi tempat bagi Tiffany untuk berhura – hura seperti biasa,

 

Sehun menapakan kakinya dengan keras dan mulai mencari wanita yang menjadi biang dari masalah ini,

 

Matanya terhenti saat menatap kamar kecil kaca yang ada di lantai dua,

 

Sehun melangkahkan kakinya dengan cepat ke lantai dua dan

 

BRUG!

 

Sehun membanting pintu ruangan itu dengan sangat kencang,

 

“ Ya ! Oh Sehun !apa yang kau lakukan di sini ? ” Tiffany bertanya saat melihat Sehun berdiri di depan pintu dengan air mata di pipinya,

 

Sehun mengacungkan pistolnya ke arah Tiffany tanpa ampun, begitu juga Mark yang menodongkan pistolnya kearah Sehun,

 

“ apa yang kau inginkan ? ” Mark bertanya dengan nada seram,

 

“ mengapa… mengapa kau tega melakukan semua ini ? kau.. membunuh seorang wanita dengan cara perlahan ? kau.. benar – benar biadab Tiffany-sshi ”

 

“ oh.. jadi wanita pengganggu itu sudah mati rupanya ”

 

“ benar.. istriku kini memang sudah tiada dan itu semua karenamu ! ”

 

“ jadi apa yang akan kau lakukan sekarang ? ” tiffany berjalan kearah Sehun dan menempelkan pistol yang Sehun todongkan ke kepalanya sendiri,

 

“ kau ingin membunuhku ? ” Tiffany bertanya,

 

tangan Sehun bergetar hebat, kekuatan yang tadinya menggebu – gebu seakan tertahan di dalam tubuhnya,

 

“ oppa ~ ”

 

“ jangan.. ”

 

“ jangan sakiti wanita itu oppa ”

 

suara Hyerin terdengar di dalam pikiran Sehun,

 

“ tapi… tapi wanita ini menyakitimu ! ” Sehun mengerang di pikirannya,

 

“ aku sudah tidak apa – apa oppa, aku benar – benar tidak papa, jangan lukai sapapun lagi, karena itu hanya akan melukaimu ”

 

Pistol yang ada di tangan Sehun kini terjatuh ke lantai tanpa aba – aba dan semua orang menatap laki – laki itu bingung.

 

Sehun hanya memutar tubuhnya dan berjalan keluar dari gedung itu dengan pelan, hujan besar mengguyur tubuh Sehun saat ini dan ia terjatuh tepat di tengah jalan sepi tanpa lampu penerangan,

 

“ Hyerin-aa, apa aku tidak bisa ikut saja denganmu ? ” Sehun bertanya pada langit tanpa bintang malam itu,

 

“ ania.. siapa yang akan mengurus Semie nanti.. aku akan menunggumu di sini oppa, tidak perlu takut, aku akan selalu bersamamu, di dalam hatimu.. selamanya… ”

 

– END

 

 

 

Author Note :

 

Huhuhu..sedih sekali akhir cerita cinta Sehun dan Hyerin, mungkin itu mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak, lebih baik mengalah dari pada harus menyakiti hati sendiri dan orang lain

 

Author-nya curcol..

(T_T)

 

Maaf banget nih yang menunggu happy ending

L

 

* bow 90 degree *

Mianhamnida

 

tolong dukung FF author yang baru ya, Judulnya TO LOVE YOU MORE, mungkin aja akan Happy ending.

\(>.<\)(/>.<)/

 

terimakasih banyak

\(^_^)/\(^_^)/\(^_^)/\(^_^)/

 

Iklan

43 pemikiran pada “[EXO FREELANCE] Mr. Mafia – Chapter 31 END PART 2

  1. Aishh , kok sad Ending . Aku loh sempet-sempetin baca dari awal ampe akhir, ujung-ujungnya sad ending . Huuu 😦 Sedih banget ending , gak kebayang kalau jadi Sehun , orang tersayang pergi dalam pelukan sendiri , OMG itu sedih banget , sampai nangis bombai aku nya . Btw , maaf baru komen , seharusnya kemarin tapi karena jaringan jelek , jadi baru bisa .

  2. Fuck banget, udah nunggu dan baca smpe 31 chapter, eh sad ending, tapi bagus banget ceritanya kren sumpah, bhasanya juga bagus banget.

  3. Huaaaaaaaaaa!!!! Nyesek banget waktu bagian sehun.. kenapa sad end sih ya ammpun.. gak tau mau komen apa pokoknya bagus deh.. cuma mr. Mafia doang yang jadi ff terfavorit.. kalau bisa buat epilognya sehun sama semie ya.. daebak!!

  4. Knpa kejam bnget sih min… kok kejam bangettttttt.. serius aku nis loh min sumpah!!!! Why Sad ending min??? Why??? Why min??? 😢 nggak sanggup min nggak sanggup min..m
    Tpi daebak! Author.y bsa buat alur crta yg sperti ini 😢😢😢 sumoah nangis brulbnih skarang..

  5. Sumpah min, aku nangis pas baca ini. Knp sad ending??? Kasian sehunnya, kasian juga semienya ga bisa liat sosok seorang eomma yg cantik. Hueeee tiffany gara” elu tuh bangke!!! Hyerin gila ya tabah banget, baik, cantik, polos lagi. Hueeee 😭😭😭 min kalo bisa bikin sequelnya dong. Gomawo.

  6. Haish udah end deh. smangat bgt buat baca chap terakir brharap bisa liat mereka bhagia. tpi gpapa deh! ending yg kya gini lebih di inget readers.
    fighting kak

  7. Huaaaa., tisuu mana tisuuu 😭😭😭😭😭
    Nangiss 😭😭😭
    Sad ending,
    Sedihh banget, nyesekk😭😭
    Eonni ditunggu ff lainnya,

    Ahh., eonni kalo di line eonni ada chat yg masuk namanya “Leyhunnie” itu aku 😂😂

  8. this story, sungguh ini bisa membuat para reader mendapatkan rasa yang dalam.
    dan suka sekali dengan cerita ini, ya meskipun sad ending, tapi bukankah alur hidup itu juga ada yang senang dan sedih juga,,

  9. Aku nangis kejer 😭😭 kenapa sad ending? Kenapa mereka ga bisa hidup bahagia bareng? Nyesek banget serius rasanya pgn makan tiffany yaampun thor 😭😭😭😭

  10. omo eonni mah gitu sad ending agak kecewa aku maaf ya eonni tpi aku gk bisa bohong aku benar2 sedih akhirnya ko jdi begini aku kira sehun hyerin hidup bahagia tpi….
    ya udhlah terimakasih eonni sudah melanjutkn ceritanya keep writing

  11. kenapa harus sad ending kak.
    kasihan sama semie.kenapa hyerin harus mati kak?? sedih banget kak.
    tapi gpp .
    terima kasih kak udah mau nyelesain ff ini,semangat untuk buat ff baru kak

  12. Hihihi hyerin ya udah tiada.
    Sehun jadi duda beranak satu donk.
    Sebel ma tiffany kenapa dy aj yg gak mati knpa haru hyerin.
    Tu sehun kenpa gc tembak aj si tiffany nya tdi
    Deg deg kan baca part end ya
    ampek mw nangis.,

  13. Ahh yaampum. Ini sad endd :(( aku sedih banget. si sehun huhh, kasian dia. Sini lahh ama gue aja bang wkwk. Ahh aku pikir hyerin ga akan tinggal. Huhuhu T.T makasih eonni udah berusaha bikim chap ini ampe akhir. 😄

  14. ini udah end???
    serius???
    huaaaa… gk ada kelanjutan critanya gtu…nasib tiffany gmna, apa dia gk jera ato dpt karma gtu… mark jg ninggalin dia gtu.. ihhh gini ini suka kesel sendiri…
    blm jg nunggu semie gede, dia jdi apa pas gedenya…ihhhhh

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s