[EXOFFI FREELANCE] Princess of Drama (Chapter 3)

picsart_11-13-06-24-38

Princess of Drama

 

Cast                 :

  • Alice Kim
  • Byun Baekhyun
  • Bella Kim
  • Oh Sehun
  • Park Chanyeol

Author             : AL

Genre              : Romance, Family

Length             : Chapter

Rating             : PG-17

Disclaimer       : This is Mine. Ide cerita ini murni hasil pemikiran Al. Apabila ada unsur yang sama dengan karya lain, itu murni ketidaksengajaan. Jangan plagiat yaa, hargai karya orang lain. Tidak mudah buat ff. So, jadilah pembaca yang baik..

 

Happy Reading

 

**Chapter 3**

 

“Apa sebenarnya tujuan kakakmu itu? Bagaimana mungkin mereka melakukan itu pada kita? Lalu yang lebih mengejutkan lagi, kenapa tangan kita diborgol seperti ini? Benar-benar kekanak-kanakkan.”

Aku menghembuskan nafas panjang mendengar ucapan itu. Sebenarnya aku juga ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan Baekhyun. Tapi, hasilnya nihil, aku sama sekali tidak mengerti kemana jalan pikiran Bella saat ini. Kenapa ia melakukan hal aneh seperti ini padaku? Setidaknya, jika ia meletakkan kami ditempat seperti ini, tidak bisakah ia tidak memborgol tangan kami? Merepotkan saja.

Setelah menyadari situasi yang kita alami, tentu saja kita sudah mengitari rumah ini dan mencari tau apa yang terjadi. Namun, jangan berharap terlalu banyak, semua pintu menuju akses keluar benar-benar terkunci rapat, tidak ada jendela yang bisa dilewati mengingat ada besi pembatas di setiap jendela. Oke, melihat kenyataan ini, aku jadi mengerti satu hal, Bella mengirimku ke sebuh penjara secara tidak langsung. Benar-benar kejam, apa sebenarnya yang ia pikirkan?

“Ya, Al. apakah sebelumnya kakakmu itu pernah mengatakan sesuatu padamu sebelum ia melakukan hal gila ini? Dia sepertinya sudah tidak waras.”

Dengan sigap aku langsung memukul kepala Baekhyun dengan sekali gerakan. Terdengar rintihan dan keluhan rasa sakit darinya. Aku sangat puas mendengarnya seperti itu. Aku tidak suka mendengar Bella diejek seperti itu, apalagi oleh pria beast seperti Baekhyun.

Aku mendengar suara hembusan nafas panjang dari diri Baekhyun. Dengan sekali gerakan, ia menarik tangan kirinya yang membuat tangan kananku juga ikut tertarik karena borgol sialan ini, dan pada akhirnya membuatku menjadi mendekat ke arah Baekhyun. Sedetik kemudian, Baekhyun meraih tanganku dan kini benar-benar menariknya hingga membuatku, tidak hingga membuat bibir kami saling bertemu. Ia mengecupku lembut. Hanya beberapa detik, namun itu mampu membuatku mematung seperti ini.

“Jika kau memukulku seperti tadi, aku akan membalasnya seperti barusan. Bukankah ini impas?”

Aku hanya diam mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya itu. Bagaimana mungkin itu dikatakan impas? Yang benar saja.

Pikiranku buyar tiba-tiba begitu aku mendengar suara telpon berdering. Aku benar-benar tidak mengerti akan situasi ini, darimana suara itu barusan. Padahal sebelumnya aku tidak menemukan tanda-tanda keberadan alat-alat elektronik selain perabotan rumah tangga di tempat ini.

Baekhyun berjalan perlahan menuju kamar, sudah pasti aku juga mengikutinya karena borgol ini. Entah kenapa, sebuah ponsel sudah tergeletak manis diatas kasur yang menjadi sumber bunyi berisik sebelumnya. Bukankah sebelumnya benda itu tidak ada di tempat ini?

Aku langsung mengambil ponsel itu mendahuli Baekhyun dan langsung menekan layarnya yang menyala. Suara dering posel itu kini berhenti berganti dengan suara yang sangat ku kenal.

‘Hai, Bella disini. Apa kabar? Apakah kalian baik-baik saja? Tentu saja kalian baik-baik saja, kalian kan pengantin baru, pasti masih memiliki semangat yang menggebu-gebu. Untuk edisi pertama, aku yang akan memberikan arahan pada kalian, jadi dengarkan baik-baik ya.’

Bagaimana mungkin suara Bella muncul begitu saja dari ponsel ini?

Pasti kalian sangat bingung dengan situasi yang kalian hadapi saat ini? ketika terbangun pasangan kalian tiba-tiba sudah ada dihadapan kalian, benar-benar pemandangan yang indah bukan, ehm, Alice.’

Aku tiba-tiba terbatuk begitu Bella mengucapkan itu. Apa sebenarnya yang dia katakan? Benar-benar sangat mengejutkanku saja.

‘Selain itu, sebenarnya, ini, ehm, aku menyiapkan ini special untuk kalian berdua. Kalian bisa menganggap ini sebagai bulan muda untuk mempererat hubungan kalian. Setelah itu, kalian juga jangan terlalu memikirkan banyak hal, aku tidak mungkin menyakiti kalian. Semuanya benar-benar sudah terencana secara sempurna. Jadi, nikmati saja ini semua oke? Anggap saja kalian sedang menjalani suatu program reality show perdana kalian. Bagus bukan?’

Tidak ada hal bagus dari ini semua, Bella. Bagaimana mungkin kau memikirkan bulan madu yang seperti ini? Tidak bisakah dia mengirimku ke hawai saja?

‘Ah, ya satu lagi. Aku hampir melupakannya. Tentang borgol itu, apa kalian menyukainya?”

“Tidak sama sekali,” untuk kali ini aku menyetujui ucapan Baekhyun yang terlontar begitu saja.

Pasti itu sangat menyenangkan ya. Kalian benar-benar bisa menjaga jarak kalian supaya tetap dekat seperti sekarang ini. Tapi, jangan khawatir, juga jangan sedih. Aku tidak akan lama-lama membuat tangan kalian di borgol seperti sekarang ini. Aku tidak akan membiarkan kulit kalian terluka jika terus menerus diborgol begitu. Jadi, jika kalian berhasil membuka kunci selanjutnya, aku akan membuka borgol itu. Selamat bersenang-senang.’

Hanya sampai disitu. Begitu suara Bella selesai, ponsel itu tiba-tiba mati dengan sendirinya. Menyebalkan. Kali ini, aku lagi-lagi harus menyetujui ucapan Baekhyun sebelumnya. “Ya, kau benar. Ternyata Bella sama sekali tidak waras.”

***

“Kau bisa memasak?”

Pertanyaan itu langsung keluar dari mulutku begitu rasa perih tiba-tiba dirasakan perutku. Sepertinya penyakit lambungku kambuh, aku benar-benar lapar saat ini.

“Bukankah sebaiknya kau membersihkan dirimu terlebih dahulu sebelum meminta makanan?”

Pertanyaan Baekhyun mengingatkanku tentang hal-hal yang tidak ingin aku ingat. Tentang bagaimana aku harus membiarkan tangan kiriku tersayang menemani Baekhyun mandi. Mungkin kalian bertanya juga mengenai nasib tubuhku ini. Tentu saja, aku berada tepat didepan kamar mandi dengan hanya tanganku saja yang aku izinkan untuk masuk melalui celah pintu yang sengaja Baekhyun buka. Sungguh, aku tidak mengintip apa-apa saat itu. Aku bahkan terlalu gugup hanya dengan menggerakan tanganku saja, terlebih lagi ketika Baek mulai membuka bajunya, tidak itu sama sekali tidak bisa terbuka. Ia merobek bajunya dengan sekali gerakan. Bahkan ketika ia ingin mengganti pakaiannya, itu pun juga ia harus sobek terlebih dahulu dan ia modifikasi, beruntungan tangan kirinya yang terikat bersamaku. Ku pikir, gerakannya lebih bebas dibandingkan denganku. Tidak bisakah aku bertukar posisi dengannya?

“Kenapa kau malah melamun, Al?”

Perkataan Baek benar-benar membuatku seketika membuyarkan apa yang saat ini sedang ku lamunkan. Sedetik kemudian aku mendecakkan lidah. “Aku tidak akan mandi ketika tanganku ini terikat bersamamu,” ucapku berusaha galak. Tapi, nampaknya itu gagal, bukannya takut Baekhyun malah tertawa kecil melihat ekspresiku.

“Kalau begitu, sebaiknya kau basuh wajamu terlebih dahulu. Kotoran dimatamu benar-benar membuatku risih.”

Mendengar perkataan Baekhyun, itu langsung membuatku mengucek mataku secara tiba-tiba. “Baiklah, aku akan mencucinya,” ucapku sambil menutupi sebagian wajahku. “Tapi akan sulit jika hanya mencuci dengan tangan kiri. Jadi, bisakah kau membantuku?”

Tanpa membuang waktu Baekhyun langsung menggelengkan kepalanya cepat. “Kalau membantumu untuk mandi, aku akan menerimanya. Kalau hanya membasuh wajah sih, sepertinya kau bisa melakukannya sendiri.”

Aku membulatkan mata mendengar jawabannya. Dengan sekali gerakan aku memukul Baekhyun dengan bantal sofa yang ada dihadapanku. “Dasar pria mesum,” ucapku berkali-kali sambil terus memukulinya dengan bantal.

Namun, aku melakukan kesalah fatal. Sungguh, aku melupakan, kalau tanganku masih terikat dengannya, dia bisa saja langsung menarikku tiba-tiba seperti sebelumnya, dan benar saja, kini dia menarikku dan membuatku terbaring disofa dengan pemandangan yang tak pernah kuduga akan ku lihat saat ini. Wajah Baekhyun ada dihadapanku saat ini.

“A-apa yang kau lakukan?” ucapku berusaha tenang, tapi nampaknya gagal.

“Bukankah sudah ku katakan, kalau kau memukulku, aku akan…”

Aku memejamkan mata. Bagaimana mungkin ini harus terjadi padaku dua kali dalam satu hari.

Satu detik, dua detik, bahkan detik-detik berikutnya berlalu tanpa terjadi apa-apa. Dengan keberanian yang sengaja ku kumpulkan aku mulai membuka mata. Betapa terkejutnya aku ketika melihat Baekhyun saat ini sudah berganti posisi dan hanya duduk disampingku sambil memainkan kukunya.

“Ya, apa kau sedang mempermainkanku?” aku mengucapkan itu begitu posisiku sudah setara dengannya. Aku menyipitkan mataku sambil memandang tajam ke arahnya.

“Apa kau kecewa karena aku tidak jadi menciummu?”

“Eh? Kenapa berpikir konyol seperti itu? Hanya saja, ehm,”

“Aku tidak akan mencium wanita dengan wajah penuh ingus seperti itu,” ucapnya memotong ucapanku. Sebenarnya aku terselamatkan ketika ia memotong perkataanku, aku memang belum menemukan kata yang tepat untuk melengkapi itu. Tapi, mendengar ucapan Baekhyun barusan, bukankah dia sebelumnya juga menciumku ketika aku baru benar-benar terbangun dan kondisiku bahkan lebih parah daripada ini? Aah, yang benar saja orang ini.

Aku hanya mendecakkan lidahku berulang-ulang menanggapi ucapannya.

“Cepatlah basuhlah wajahmu, bukankah kau bilang kau sudah lapar?”

***

Ku kira saat dia menyuruhku untuk tidak terlalu menghawatirkan nasib makan kami, Baekhyun benar-benar bisa memasak. Ternyata dugaanku salah besar. Memang dia bisa memasak, namun hanya bisa memasak makanan gosong dengan sempurna. Bahkan ketika ia hanya memanggang roti, yang terjadi adalah ia malah menghancurkannya.

Jadilah mulai saat itu, aku hanya makan roti isi dan susu. Mungkin ini akan berlangsung seterusnya hingga borgol ini terlepas. Aku sama sekali tidak bisa memasak hanya dengan tangan kiriku, pernah aku mencoba berkolaborasi dengan Baekhyun untuk membuat makan malam, tapi pada akhirnya yang ada dapur menjadi kacau balau dan hasil masakannya pun menjadi tak terbentuk. Sungguh mengecewakan.

Hari berikutnya, bagaimana aku menjelaskannya ya, sebenarnya aku bersyukur karena aku memiliki ide brilian untuk memasak nasi dan mulai mengganti menu makanan mulai hari itu. Tapi, nasi yang ku buat tidak pernah berhasil, terkadang benar-benar keras dan terkadang pula malah menjadi bubur. Aku akui, salah satu hal yang tidak bisa ku lakukan didapur ya, memasak nasi. Tapi, yang jelas, dengan adanya nasi, kita masih bisa memenuhi asupan makanan kita hari itu.

Ini benar-benar hal yang langka. Putra seorang perdana menteri seperti Baekhyun dan putri bungsu pengusaha ternama, benar-benar harus berjuang menghadapi masalah perut kami yang menurutku sangat serius.

Bagaimana mungkin Bella bisa setega itu padaku?

Tidak bisakah ini dipercepat saja? Tanganku benar-benar gatal dengan borgol ini. Lagipula, aku benar-benar ingin mandi. Bahkan dua hari ini aku hanya membasuh wajahku tanpa mengganti pakaianku sama sekali. Tidakkah kalian berpikir aku ini seperti gelandangan? Ya, tentu saja ya, aku pun juga mengasihani nasibku yang seperti ini. Tidak mungkin kan aku merobek bajuku dan mengganti yang baru dihadapan Baekhyun, aku masih memiliki akal sehat. Lagipula, hanya dengan tangan kiriku, bagaimana mungkin aku bisa merobek baju tanpa bantuan orang lain. Itu mustahil untuk dilakukan olehku. Jadi, cepat akhiri ini saja…

***

‘Saat kau mulai menyukainya, kau akan sulit untuk berhenti menyukai dan mencoba untuk melupakannya. Mengingat itu terkadang justru lebih mudah dibandingkan dengan harus melupakan. Anehnya, kenapa ini tidak bekerja pada mata pelajaranku semasa sekolah dulu?’

**to be continue**

Haii.. Haii.. Semuanya..

Jangan lupa tinggalkan jejaknya habis baca ff ku ini. See you di update selanjutnyaa..

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Princess of Drama (Chapter 3)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s