[EXOFFI FREELANCE] Still and Still (Chapter 1)

still and still chapter 1.jpg

Still and Still

Tittle : Are We Have a Crush ?

Author : Cero_Annisa

Lenght : Chaptered

Genre : Romance

Rating : PG 16

Main cast : Byun Baekhyun, Lee Soobin OC

Summary : Atlet judo nasional Lee Soobin kembali terjatuh, terjatuh dalam pesona atlet hapkido Byun Baekhyun. Mereka di pertemukan dalam sebuah ajang kompetisi olahraga nasional di pulau Jeju.

Disclaimer : ff ini hasil karyaku menggunakan otak dan tangan.

Author’s note : Plagiat itu dosa loh…no plagiat. MERDEKA!.?

+++Are We Have a crush+++

Chapter 1

Author POV

    Yeoja bermata sipit dan berkulit putih itu mulai melakukan pemanasan-pemanasan kecil sebelum bertanding, kakinya melompat lompat ringan dari tempatnya ia berdiri. Wajahnya pun mulai mengeluarkan keringat di ujung pelipisnya. Ia menatap sepatunya lalu menghela nafas.

“semuanya ayo kumpul” mendengar ketuanya memberi perintah, ia melangkah menuju ruangan di mana teman-temanya berkumpul. Di sana ia melihat teman-temannya saling berpelukan dan saling memberikan semangat. Soobin, wanita itu tersenyum lalu merentangkan tanganya, tak berselang lama, sebuah pelukan menjumpainya.

“semangat Soobin, kita harus pulang dan memenangkan semua ini” Soobin mengangguk di balik pelukannya, tanganya membalas pelukan dari Jaerin, teman atletnya.

“kau juga” lalu mereka berdua melepaskan pelukan lalu saling melemparkan senyum. Mata Soobin menatap wajah pelatihnya yang sedang duduk di bangku depan sebuah loker. Soobin lalu tersenyum lalu melangkah mendekatinya.

“jangan memelukku sebelum kau mendapatkan medali emas” melihat Soobin merentangkan tanganya, pelatih mungil itu melipat tanganya di depan dada dengan sombong. Bukanya tersinggung, Soobin malah membungkuk hormat lalu melepas topi yang sedang ia gunakan.

“arasseo. Dasar” setelah menegakkan punggungnya, ia berujar dan berlalu begitu saja.

Sang pelatih tersenyum saat Soobin pergi berlalu, Do Kyungsoo, sang pelatih lalu berdiri mengumumkan sesuatu lalu di ikuti dengan anggotanya dengan teratur.

“semuanya, ini saatnya. Ayo keluar dan tunjukkan kemampuan kita. JUDO KYUNGKO FIGHTING”

“FIGHTING” semuanya berteriak tak mempedulikan suara mereka yang terkurung dalam ruangan akan semakin keras terdengar.

………………………………..are We  Have a Crush

    Di sisi lain, seorang namja berpakaian dogi lengkap dengan sabuk hitamnya sibuk dengan handphone di tanganya. Ia memejamkan matanya saat mendengar lagu kesukaanya terdengar melalui haedphone di telinganya, the last game.

“Baekhyun, ayo keluar. Ini saatnya” Namja yang di panggil Baekhyun itu tersenyum lalu mengagguk keluar di temani oleh headphone yang terus melekat di telinganya. Ia memang di sarankan mendengar lagu-lagu penyemangat oleh ibunya sebelum bertanding.

“selanjutnya kelas 60 kg plus Byun Baekhyun di pita biru melawan Jung Jin Woon di pita merah” melihat namanya di layar monitor Baekhyun segera berjalan ke arah matras bergaris pinggir kuning itu, tubuhnya dengan tegap melangkah ke tengah-tengah lalu menghadap ke juri membungkuk sekali lalu menatap lawannya dengan tubuh membungkuk hormat.

“HA” Baekhyun mengeluarkan suaranya di susul dengan teriakan penyemangat dari bangku penonton.

‘bugh’ Walau tubuh Baekhyun lebih pendek beberapa cm dari lawanya, namun tak ada sedikitpun halangan untuk memberikan tendangan putar untuk lawanya itu.

“pita biru” sang juri berteriak lalu mengibarkan bendera biru di tanganya. Semua yang melihat bendera biru itu berteriak, ada yang senang dan tentunya ada yang kecewa. Namun sepertinya lebih banyak yang senang, apalagi kaum hawa.

Sebelum keluar dari matras, Baekhyun dan mantan lawanya itu berpelukan lalu saling memberikan senyum ringan. Walau mereka tidak saling mengenal, tetap saja hal ini harus di lakukan untuk memberi sebuah semangat dari setiap side.

Baekhyun di sambut dengan sebuah pelukan dan tepukan keras dari teman-teman dan pelatihnya. Mereka terlihat tersenyum bahagia, walau wajah Baekhyun tetap biasa-biasa saja alias datar. Seakan kemenangan adalah hal biasa yang ia lakukan.

“kau mendapat medali emas lagi. Aku cemburu.” Baekhyun menolehkan wajahnya ke arah suara, yang ternyata adalah Chanyeol, sahabatnya sekaligus teman spairingnya dalam hapkido.

“haha, siapa suruh kau mengalah. Dasar bodoh” Chanyeol mengeluarkan cengiranya, ia tadi memang mengalah kepada lawannya, yah, lawan Chanyeol tadi adalah kakak dari pacarnya, alias calon kakak iparnya.

“kau tau sendiri siapa lawanku” mereka berdua salaing bertatapan malas namun berpelukan kemudian lalu melangkah menuju ruang istirahat. Mereka aneh bukan?

“tadi lawanmu belum siap, tapi kau langsung menendang wajahnya. Jadi dia tidak bisa apa-apa” Baekhyun tersenyum lalu mengangkat bahunya tidak peduli.

“siapa suruh dia lemot, kau tau, jurinya saja kaget. Aku memenangkan ini tidak sampai dalam 1 menit. Haha, mungin hanya 7 detik” bibir tipis Baekhyun terbuka menerima tegukan air mineral dingin ynag sangat menyegarkan. Ia juga menyiramkan air itu ke rambutnya lalu mengibaskanya bak iklan shampoo.

“dasar sok cool. Tau tidak, kau tetap saja pendek” mendengar itu Baekhyun melemparkan botol minuman itu ke arah wajah Chanyeol. Yang di lempar hanya membulatkan matanya lalu menagkap botol itu dengan sigap.

“diam kau jerapah”

Mereka terus saja saling mengumpat sampai puas dan tak sadar bahwa sang pelatih sudah berdiri di belakang mereka, sang pelatih yang mendengar muridnya mengumpat lantas memberikan sebuah pukulan telak ke kepala mereka dengan adil.

“Jaga mulut kalian. Saem tidak suka kalau kalian seperti ini. Tubuh terlatih tapi mulut tak bisa dijaga. Walau kalian berteman, tetap saja kalian tidak boleh seperti ini. Mengerti?” mereka berdua terdiam lalu mengangguk bak anak ayam yang baru lahir.

Sejujurnya ini dia yang Baekhyun sukai dari bela diri. Bukan hanya tubuhnya yang terlatih, namun pikiran dan amarah bisa tertahan, maksudnya mereka yang punya bela diri yang cukup tinggi tidak memiki sifat labil.

“kalian berdua yang sudah selesai bertanding sebaiknya keluar. Pergi lihat pertandingan bela diri yang lain, tuh, judo baru mulai” setelah memberikan nasihat dan saran, pelatih hapkido itu keluar lalu menyisakan Chanyeol dan Baekhyun dalam ruangan tersebut.

“Baek, ayo pergi nonton pertandingan judo”

“nanti. Ganti baju dulu. Kau bau badan tau.” Bibir Chanyeol memutar dengan malas. Baekhyun memang punya bibir pedas hanya kepadanya. Mentang-mentang Chanyeol adalah sahabat sekaligus tetangganya.

“baiklah”

Setelah Chanyeol dan Baekhyun berganti pakaian, mereka menuju aula pertandingan judo. Wajah mereka benar-benar menarik perhatian beberapa orang di sana, ada yang berkomentar sangat berlebihan.

“cepat ambil fotonya. Yang di sebelah kiri sangan tampan” Chanyeol menahan senyuman kala seseorang menyinggungnya.

“dasar sok cool” Baekhyun berujar. Ia dari tadi menatap malas penonton yang terus saja memujinya, ia tau ia tampan namun yah…

“ayo duduk di sana Baek” Tangan Chanyeol menarik pergelangan tangan Baekhyun, namun di tepis dengan cepat oleh si mungil.

“jaga tanganmu. Nanti kita dikira gay” mendengar itu Chanyeol langsung menurut. Mereka berduapun berdampingan menuju tempat duduk di samping para pelatih judo. Ia dan Chanyeol memang spesial, karna sebuah kartu bertanda atlet selalu tertempel di saku kaos mereka, jadi semua orang yang melihat pasti akan tau. Dan sudah pasti mereka akan di perlakukan khusus oleh panitia penyelenggara. Termasuk duduk di manapun mereka suka.

“anyyeong, kau atlet judo?” Baekhyun maupun Chanyeol menoleh kepada seseorang yang menyapa mereka.

“bukan, kami atlet hapkido” jawab Chanyeol. Sedang Baekhyun terlihat malas meladeni wanita ynag menurutnya sedang mencari perhatian keduanya.

“oh, megapa kalian kesini?” tanya wanita itu lagi.

“hanya ingin saja” Chanyeol yang sebenarnya sudah mulai malas menjawaban seadanya.

“kalau begitu aku pergi dulu, ini sudah giliranku, dudung aku yah” Chanyeol hanya tersenyum canggung, sedangkan Baekhyun tidak menatap wanita itu sedikitpun.

“aku benar-benar jengkel sama dia. Lihat, masa mau tanding make up nya tebal. Dasar yeoja” Chanyeol berujar pelan,

“kau jengkel, tapi kau tetap meladeninya. Dasar” balas Baekhyun pedas. Mendengar balasan Baekhyun, Chanyeol melipat tanganya di depan dada degan sombong,

“sepertinya kau tidak mengerti ucapan pelatih tadi. Bela diri-“

“Arasseo. Diamlah, pertandingannya di mulai” mereka berdua diam menatap para atlet judo yang masuk dengan hormat, sama seperti hapkido, judo juga melakukan hormat yang sama sebelum bertanding.

‘judo kelas 45 plus putri, Xi Haera dari pita biru, melawan Lee Soobin dari pita merah’ tatapan mereka terus terpaku pada sosok wanita yang tadi menyapanya, Xi Haera. Chanyeol berteriak memberikan semangat, sedang Baekhyun memberikan tatapan malas melihat Chanyeol.

“geumanhae. Katanya kau jengkel sama dia” Chanyeol benar-benar lupa ucapanya barusan.

Lain hanya dengan Chanyeol yang mendukung Haera, Baekhyun malah terus menatap lawan Haera, yang bernama Soobin. Tatapan Baekhyun tak dapat di baca, sangat datar dan juga dalam.

Other side

Soobin membungkuk lalu tersenyum tipis pada lawanya, ia akan mulai pertandingan sekarang. Tangan kanan Soobin terus menyerang kerah baju dogi Haera, namun dapat di tepis dengan cepat oleh Haera. tak berbeda dengan Soobin, Haera menyerang pundak Soobin sehingga Soobin membungkuk dengan cepat.

Tak berselang lama, peluit berbunyi dari arah wasit di belakang Soobin, sedangkan pertarungan di berhentikan.

“pelanggaran, pita merah. Kemenangan untuk pita biru” semua yang menonton langsung tercegang, mereka tidak melihat adanya pelanggaran sedikitpun, namun Soobin langsung saja dinyatakan kalah.

“tunggu, saya tidak-“

“dia mencengkram rambut saya dan mencubit leher saya” sang wasit mengangguk dan sang juri pun meminta Soobin maupun Haera keluar dari arena pertandingan dengan kemenangan di tangan Haera.

“juri 2, dia tidak melakukan pelanggaran” palatih siapa yang tidak marah kala melitah anak didiknya terserang sebuah tudehan tidak masuk akal.

“tidak ada yang boleh mengganggu gugat keputusan juri” ujar wasit yang menahan Kyungsoo. Sedang Kyungsoo yang mulai marah ingin memukul wasit yang mencekalnya dengan sikutnya, namun Soobin memegang tengan Kyungsoo dengan erat.

“tidak ada gunanya Kyungsoo, mereka memang seperti ini dalam sebuah pertandingan” bisik Soobin lemah, mendengar hal itu Kyungsoo melepas kasar cengkraman wasit di lenganya.

Soobin tau ini akan terjadi jika lawanya adalah Haera, sang pejudo yang hanya mengandalkan kakaknya yang seorang juri

“Soobin ikut aku” Kyungsoo menarik Soobin yang terus saja menunduk ke dalam ruangan istirahat.

“aku percaya kau tidak melakukanya Soobin. Dan percayalah, semua ini akan terungkap kebenaranya. Aku akan mengusahakan ini. Kau diamlah di sini” pelatih mungil itu mulai melangkah keluar. Matanya menatap tajam seseorang yang duduk di bangku juri 1. yang sedang mengeluarkan smirk ke arah Kyungsoo.

Tiba-tiba Kyungsoo mengambil alih mike, mukanya terlihat merah menahan marah.

“saya pelatih Judo Kyongku menyatakan bahwa seluruh atlet saya tidak akan mengikuti semua pertandingan hari ini” sumua juri terlihat kaget, pasalnya atlet Kyongku terlalu banyak, kalau mereka semua tidak ikut, pertandingan ini akan menjadi pertandingan sepihak.

…………………..are we have a crush……………………

Semua penonton berteriak, mereka semua tau bahwa atlet judo kyungko sedang diperlakukan tidak adil, mereka pastinya kecewa. Ini semuanya tidak akan terjadi kalau Haera, adik dari juri 1 menggunakan sistem curang dalam pertandingan. Dan lihatlah sekarang separuh penonton sudah meninggalkan dari aula pertandingan, namun tidak dengan kedua anak ganteng Chanyeol dan Baekhyun.

“Baek, ada apa ini?” Chanyeol bertanya dengan wajah melongo, ia terlampau kaget melihat semua kejadian di depanya saat ini.

“dasar curang” Baekhyun berujar lalu melangkah keluar mengikuti langkah para penonton yang sudah duluan keluar.

“kau mau kemana Baek! Ini belum selesai” Chanyeol berteriak dengan suara beratnya, namun tak di gubris sedikitpun oleh Baekhyun.

“buat apa menonton permainan kotor. Mereka semua pengecut” langkah lebar Baekhyun membawanya ke sebuah taman di balakang aula. Ia terduduk lalu merenung, kejadian ini pernah terjadi sebelumnya padanya, namun ia hanya pasrah karna waktu itu ia masih anggota baru di hapkido.

Pelatihnya saat itupun memberi semangat yang besar sehingga ia tidak akan di anggap remeh lagi dan hasilnya kejadian itu tidak pernah terulang lagi, semua atlet hapkido sudah mengakui skill yang Baekhyun miliki. Bahkan juri sekalipun.

“bolehkah aku duduk di sampingmu?” Wajah Baekhyun menoleh ke arah yeoja yang ia yakin sedang mengajaknya bicara.

“oh- boleh, duduklah” dengan senag hati Baekhyun mempersilahkan yeoja itu duduk. Ia tak mampu menolak kala ia melihat pada sang empu. Dia adalah atlet judo yang di perlakukan tidak adil tadi, alias Soobin.

Pantat Baekhyun sedikit bergeser, ia lalu menatap sekeliling, hanya mereka berdua di sini, dan sekarang Baekhyun tau mengapa Soobin memilih duduk di sampingnya ketimbang tempat lainya, karna hanya ada satu bangku di taman ini.

Keheningan menyelimuti mereka berdua, Soobin terlihat melamun, sedangkan Baekhyun gugup luar biasa. Ia tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang, ia mau menghibur tapi tidak tau caranya. Ia juga tidak tau mengapa ia mau menghibur wanita yang di sampingnya ini, mungkin karena kasihan.

“maaf mengganggumu, aku akan pergi saat telah tenang” Soobin berucap tanpa menatap Baekhyun, sedangkan Baekhyun menatap Soobin.

“tidak, kau boleh duduk di sini selama yang kau inginkan. Kau juga bisa menginap di sini. Hahaha” tawa Baekhyun terdengar sangat aneh, ia tertawa seperti dipaksakan. Jelas, itu memang tawa paksaan.

“namamu siapa?” tak disangka Soobin menanyakan nama Baekhyun. Tentu saja yang di tanya kaget luar biasa.

“aku?” Baekhyun menunjuk dirinya. Ia memasang wajah melongo.

“tentu saja tuan. Lagian kau terlihat sangat aneh, berbanding terbalik saat kau bertanding” mata Soobin menatap mata Baekhyun yang juga saat ini sedang menatapnya, mereka bertatapan seakan tak mau melepas kontak mata sedikitpun.

“kalau kau sudah melihatku bertanding berarti kau sudah tau namaku, nona Soobin” Baekhyun mengeluarkan smirk dan melepaskan kotak mata mereka.

“baiklah aku mengaku, Park Baekhyun”

“yak! Margaku bukan Park tapi Byun. Camkan itu” Soobin hanya mengangguk malas, ia terlihat sudah memiliki sinar di matanya yang sebelumnya Baekhyun perhatiakan tidak ada sedikitpun.

“ngomong-ngomong, kapan kau melihat pertandinganku?” Baekhyun bertanya sambil membungkuk mengikat tali sepatunya yang entah sejak kapan terlepas.

“kemarin, saat babak penyisihan. Namun tadi aku tidak menonton babak final karna kau tau sendiri alasanya” rambut Baekhyun tampak lucu saat mengangguk, ia kemudian bangun dari posisi duduknya.

“oh, kalau begitu aku pergi dulu. Kau sepertinya butuh waktu sendiri” sebelum langkah ketiga Baekhyun, Soobin memanggil namanya.

“Byun Baekhyun jangan pergi” ia memanggil nama Baekhyun dengan suara bergetar.

“kau kanapa? Takut sendiri? Atlet judo kok penakut” sebenarnya Baekhyun tau Soobin sedang menahan tangis, namun ia merasa lebih baik bersikap seperti ini dari pada lemah lembut. Ia tau Soobin pasti tidak suka.

“kalau kau pergi aku akan menangis. Aku benci itu, atlet beladiri tidak boleh menangis. Iya kan?” Baekhyun menggeleng keras dan kembali duduk. Matanya kemudian menatap sedih ke arah Soobin.

“siapa bilang atlet bela diri tidak boleh menangis, kita ini juga manusia, wajar kalau menangis”

“A-ak, aku-hiks” bahu Soobin bergetar hebat, dan tanganya menutup wajahnya, sehingga Baekhun tidak bisa melihat wajah terluka itu.

“Soobin-ssi, aku dulu pernah berada di posisimu, saat itu adalah pertandingan pertamaku, para atlet hapkido tidak ada yang mengenalku, kecuali para teman-temanku sendiri. Aku terlampau tidak tau apa-apa sehingga aku yang saat itu melawan anak sang wasit, dicurangi. Aku tentu saja tidak tau apa-apa, mereka hanya mengatakan kepadaku bahwa aku melakukan kecurangan” ada sebuah jeda sebelum Baekhyun meanjutkan ceritanya.

Ia menerawang jauh bak kembali memflashback kejadian 8 tahun yang lalu. “namun hyungnim pelatihku memberiku semangat. Ia memberitahuku untuk berlatih sampai di titik puncak, alasanya adalah supaya aku tidak dianggap remeh oleh mereka. Dan lihatlah, kalau kau sudah di kenal orang-orang, mereka pasti akan menghargaimu”.

“dan pastinya kecurangan akan meninggalkanmu. Lihatlah aku, sebelum bertanding orang-orang akan bilang ‘wah, dia pasti akan menang. Mengalah sajalah’. Karna ia tau siapa aku. Byun Baekhyun seorang atlet hapkido yang tidak akan terkalahkan.”

Sebuah senyuman menutup cerita Baekhyun, ia lantas menepuk punggung seseorang di sampingnya. “kau juga harus seperti aku Soobin.”

“cih, dasar sombong” Soobin mencibir, ia menghapus air matanya lalu menatap Baekhyun dengan senyuman mengembang. Baru saja ia mendapat sebuah penerangan.

“aku tidak sombong, ini memang kenyataan” lalu dilipatnya tangan Baekhyun dengan bangga.

“yah, yah, yah, setidaknya aku mendapatkan penerangan oleh seseorang yang baru saja kukenal” Soobin berdiri dari bangku lalu menatap Baekhyun.

“kau mau kemana?” melihat Soobin berdiri, Baekhyun ikut berdiri.

“aku ingin pergi jalan-jalan, kau mau ikut?” Baekhyun terlihat berfikir, namun sebuah tangan menggenggam tanganya.

“sudah, ayo ikut saja. Aku ingin membalas kebaikanmu. Oke?”

Mereka berdua pergi, sebelum benar-benar pergi jalan, mereka sepakat untuk pulang ke hotel masing-masing untuk ganti baju dan mengambil kebutuhan mereka. Dan tepat jam 5 sore, mereka akan bertemu di gedung olahraga tadi.

“tepati janjimu yah” Baekhyun melambai lalu berlari pergi yang Soobin tidak tau kemana, mungkin ke hotel pikirnya. Ia pun juga memutuskan untuk pergi siap-siap, takut keburu telat, melihat sekarang sudah jam 4 sore.

……………………………………………………still and still……………………………………………………………

“Kyungsoo” Soobin memanggil Kyungsoo yang terlihat duduk di kamranya, ia tak segan-segan masuk karna anak judo sedang kumpul di sana.

“Soobin, kau dari mana saja. Kami khawatir mencarimu” semuanya menoleh ke arah Soobin, ia lalu membungkuk hormat dan melanjutkan tujuanya kesini.

“maaf, aku tadi menenangkan diri” dari 15 orang dalam kamar luas itu tidak ada yang berani memarahi Soobin, termasuk Kyungsoo sendiri.

“kami mengerti. Kamu duduklah dengan teman-temanmu. Istirahatlah, besok kita akan pulang jam 8 pagi” Soobin lalu mengangguk mengerti, matanya kemudian menatap teman-temanya yang terduduk lesu. Ia tau apa yang mereka rasakan, mereka semua sudah berlatih keras dan ternyata semuanya hanya sia-sia.

“maafkan aku. Ini semua salahku” Soobin membuka keheningan yang sempat melanda sekelompok atlet judo tersebut.

“tidak, kau sudah melakukan yang terbaik Soobin, mereka saja yang bodoh. Lihat saja besok,  semua berita akan berpihak kepada kita” salah satu temanya, Bada, menyahut dan di ikuti oleh teman-teman lainya.

“lagian Kyungsoo hyung melakukan hal yang tapat tadi, aku yakin, tidak akan ada penonton di pertandingan judo tahun ini” sahut Sehun, ia keluar dari toilet dan duduk merangkul Kyungsoo, sedangkan yang dirangkul tampak tidak enak.

“berhenti merangkulku anak kecil” Kyungsoo melilit tangan Sehun dengan keras, anak-anak yang melihatnya tertawa, dan ada juga yang hanya tersenyum. Sehun memang selalu menyelamatkan bad mood mereka.

“Kyungsoo, aku ingin ijin jalan-jalan. Bolehkan?” Soobin menatap Kyungsoo dengan pandangan memohon, ia harus pergi 30 menit dari sekarang, kalau tidak, Baekhyun akan kecewa.

“terserah. Kalian semua bisa keluar hari ini. Toh, kita juga tidak tanding, gunakan tenaga kalian untuk jalan-jalan. Mumpung keberangkatan kita gratis” mereka semua bersorak dan segera berdiri untuk bersiap-siap, termasuk Soobin. Ia kemudian berlari ke kamarnya dan berganti baju.

“Bada ya! Apa bedakku sudah rapi?” Bada yang di tanya mengerutkan kening bingung, tidak biasanya Soobin dandan saat ingin keluar.

“iya. Tapi kau kurang lipstick, bibirmu terlihat pucat” jawab Bada jujur, Soobin segera bercermin dan menatap bibirnya cemas,

“kalau begitu pinjam lipstikmu dulu” salah satu atlet yeoja judo yang paling suka dandan adalah Bada, jadi pastinya ia akan punya lipstic.

“aku sarankan kau ini. Ini cocok dengan warna kulitmu” tangan Bada mengulurkan sebuah lipstick berwarna merah muda dan di terima dengan senag hati oleh Soobin.

“kalau begitu aku pergi dulu. Annyeong”

……………………….are we have a crush?

    Baekhyun menyemprotkan parfum hasil dari penyitaanya milik Chanyeol, ia memang berniat meminjam, namun karna Chanyeol malah meledaknya, jadilah ia memberikan sebuah jurus hapkido dan ampuh.

“gomawo ne. Chanyeol, aku pergi dulu. Oh benar, aku lupa, aku juga pinjam ini” Baekhyun memasang sepatu sneakersnya dan mengambil jaket gaya bisbool Chanyeol yang tergeletak di ranjangnya.

Sekitar 15 menit ia sampai di gedung olahraga, ia menyapu pandangannya ke arah gedung, belum ada tanda-tanda bahwa seseorang yang ia kenal. Ia pun memutuskan untuk memainkan handphonenya, berniat memberikan pesan kepada eommanya bahwa ia mendapat juara 1.

Entah mengapa jantungnya berdetak tak menentu, sama saat ia melakukan pertandingan. Baekhyun tidak ingin mengatakan alasanya, walau mengatakan untuk dirinya sendiri. Pengecut bukan?

“Baekhyun” tubuhnya langsung menegang, mencari sumber suara. saat ia berbalik matanya menagkap seorang yeoja yang tengah membungkuk minta maaf kepada seorang pemuda yang tak ia ketahui. Itukan Soobin, batinya.

Karna sudah mengerti apa yang terjadi, ia menahan tawa. Baekhyun menutup mulutnya, menahan sebuah tawa ynag sebentar lagi akan meledak.

Ternyata Soobin salah orang, parahnya ia langsung-langsung saja merangkul orang yang ia kira Baekhyun, padahal orang itu sedang memotret pacarnya yang sedang berpose di depan pintu gedung olahraga.

“Soobin” ujar Baekhyun. Takut akan terjadi kesalahan, Baekhyun meenedekat lalu merangkul mesra pundaknya.

“maafkan kelakuan adik saya. Ia salah orang” ucap Baekhyun dengan wajah serius, pemuda berbingkai kacamata itupun menatap tajam Soobin

“kalau lihat orang jangan langsung dirangkul, camkan itu” pemuda itupun berlalu diikuti dengan wanita yang mengarahkan tatapan mematikan pada Soobin.

“jeosonghamida” tubuh Soobin membungkuk berkali-kali, melihat itu Baekhyun menahan pundak Soobin.

“sudahlah, kau itu tidak bersalah. Lagian dia juga sudah pergi”

“tetap saja. Lihatlah pacarnya, ia terlihat cemburu padaku”

“pacarnya saja yang terlalu posesif”

“sudahlah Baek. Ayo kita ke pantai”

“terserah” final Baekhyun, takut perdebatan semakin memanjang.

Baekhyun dan Soobin berjalan menuju pantai, bermodal dengan petunjuk peta yang ada di handphone, meraka akan menikmati hari kebersamaan sebelum berpisah.

Sekitar 30 menit, mereka sampai dengan menggunakan sepeda, Baekhyun yang mengusulkan sepeda karna ia tahu berjalan kaki akan membuang banyak waktu, jadi ia menyewa sepeda yang ia lihat di ujung taman.

“wuah yeppeuda” Soobin tersenyum kala ia melihat pantai. Matanya seakan terhipnotis dengan keindahan pantai di pulau Jeju, ia tak salah datang ke sini dengan Baekhyun. Walau ini semua terjadi dengan tidak sengaja, ia tetap bersyukyur.

“Soobin, lihat ke sini” Soobin menoleh dengan wajah bertanya, ternyata saat ia balik, Baekhyun sudah siap dengan kamera di tanganya.

‘klik’

“yak! Byun Baekhyun. Awas kau” Soobin mendekati Baekhyun dengan wajah marah, ia merasa tertipu dengan Baekhyun.

“hahaha mukamu tampak aneh” ia menatap kameranya lalu menatap Soobin dengan wajah meledek.

“hapus foto itu” ujap Soobin memerintah. Lantas Baekhyun mehrong.

“tidak. Ini akan menjadi kenang-kenangan” ucap Baekhyun. Ia lalu mengarahkan kameranya ke arah air pantai yang sedang menampilkan pantulan matahari senja.

Terlalu sibuk berfoto, Baekhyuntak menyadari bahwa Soobin tengah memfotonya dengan kamera handphone. Soobin lalu menatap hasilnya dengan wajah sedih, Baekhyun benar ini adalah kenang-kenangan, ujarnya dalam hati.

“Baekhyun, ayo kesana” tangan Soobin menunjuk sebuah batu besar di ujung pantai, sebelumnya ia memasukkan Hadphonenya di saku celana selutut yang ia pakai.

“boleh. Ayo” tanpa melepaskan pandangannya dari kamera, Baekhyun terus berjalan, tak menyadari wajah Soobin yang  berubah masam. Soobin hanya ingin diperhatikan oleh Baekhyun.

Karna sedikit kesal, Soobin berjalan mendahului Baekhyun, lalu memasang earphone di telinganya. Musik adalah yang terbaik sekarang, pikirnya.

Tanpa ia sadari, Baekhyun terus menerus mengarahkan kameranya ke punggung sempit Soobin, tak peduli walau itu hanya punggung, ia tetap menyukainnya.

……………….

Mereka duduk berdampingan di bibir pantai, menatap matahari yang mulai tenggelam. Karna sepi, hanya terdengar suara burung dan air yang beradu dengan ombak. Baik Soobin maupun Baekhyun tidak ada yang mengeluarkan suara.

“aku akan pulang besok pagi” entah mengapa saat mengatakan itu, mata Soobin berkaca-kaca. “apa ini akan menjadi pertemuan terakhir kita?” sambungnya sambil menatap Baekhyun yang sedang menunduk. Lalu menatap pantai dengan tatapan kosong.

“mengapa…mengapa cepat sekali, Soobin?” tanya Baekhyun, hatinya terasa kosong. Membayangkan ia dan Soobin akan berpisah besok, jujur ia tak rela. Baekhyun benci perasaan ini.

“Baekhyun…aku rasanya tidak ingin pergi. Aku ingin seperti ini, damai dan bersamamu” Baekhyun menggeleng lalu membaringkan tubuhnya di atas pasir. Suara Soobin menggores hatinya.

“kau kira aku tidak. Coba saja waktu saat ini berhenti” mata Baekhyun perlahan terpejam, meresapi belaian angin pantai yang menyapa wajahnya.

“hah…ternyata berbaring di pantai itu menyenagkan yah Baek” soobin mengubah intonasi suaranya, ia hanya ingin menghilangkan suasana aneh ini, walau ia sendiri yang memulainya.

mengikuti jejak Baekhyun, Soobin merebahkan tubuhnya.

“Baek!” panggilnya dengan lembut “kau tidur?” mendengar tidak ada jawaban, ia bertanya lagi. “Baek, kau tidur?” tubuhnya ia gulingkan mendekati Baekhyun, lalu ia menumpu tubuhnya di atas kepala Baekhyun. “jangan bilang kau pingsan” katanya bercanda.

Lagi, ia tak mendapatkan respon. Ia hendak menyentuh wajah Baekhyun namun sebuah tangan menahanya,

kelopak mata Baekhyun terbuka dan menatap Soobin yang kini hanya beberapa cm dari wajahnya. Perlahan tapi pasti, tanganya menarik tengkuk wanita itu,

“Soobin, aku sepertinya menyukaimu”

                    TBC

Karna takut kepanjangan, stop di sini aja yah.

Keep Comment and See you next chap

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Still and Still (Chapter 1)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s