[EXOFFI FREELANCE] Return (Chapter 1)

Return.jpg

Title         : Return

Author    : Rebelllious_Geek

Cast        : Kim Jongin

         Lee Chaerin (Imaginable)

Support Cast    : Xi Luhan

         Park Chanyeol

         Byun Baekhyun

         Kris Wu

         Other EXO members

Genre         : Romance, Slice of Life

Length    : Chaptered/Series

Rating        : PG17

Summary    : Chaerin hanya ingin hidupnya berubah normal tanpa situasi konyol lagi. ia merasa sering dipermainkan takdir. Satu tahun yang lalu ia dipindah tugaskan ke Busan karena Chaerin terlibat pertengkaran dengan anak Asisten Manajernya.  Dan saat ia kembali ke Kantor Pusat di Seoul, ia tidak menyangka dihadapkan dengan situasi yang lebih sial karena bertemu seseorang yang pasti tak akan membiarkannya pergi kemana-mana lagi.

                     “Kau hanya perlu kembali kepelukanku lagi, mudah kan?”

Disclaimer    : you can visit https://www.wattpad.com/story/91257879-return

(Chaerin)

Aku, Lee Chaerin, tidak cantik, tidak terlalu pintar, dan biasa-biasa saja. Umurku 26 tahun, hobiku mungkin agak tak lazim, tapi aku sangat cinta dengan laptopku beserta game di dalamnya.

Sebenarnya cukup buruk untuk memulai hari dengan bangun siang, jujur saja karena semalam aku harus mengerjakan deadline. Sedangkan hari ini adalah hari pertama diriku ke kantor pusat setelah 1 tahun pindah dinas ke Busan.

Aku berjalan gontai menuju kamar mandi, kantung mataku menghitam seperti biasa saat berhadapan dengan cermin.

“Sialan, ini hari pertama aku harus ke kantor pusat, kenapa mataku harus begini”

Dan sialnya kenapa wajahku harus seperti ini, oke ini mungkin bukan hal baru. Tapi wajahku dengan kantung yang menghitam saat masuk kerja mungkin akan jadi pemandangan memuakkan untuk rekan kerja dan atasanku nanti. aku menggerutu sambil membersihkan diri secepatnya, kalau tidak aku akan terlambat.

Kim Foundation

Seoul, 08:30

Hello Bitches” ujar Chaerin sambil memamerkan senyum lebar.

Semua karyawan di divisi itu menyambutnya kepulangan dirinya dengan hangat dan juga karyawan-karyawan baru yang mencoba berkenalan dengannya. Chaerin memulai pekerjaannya sama seperti yang lain.

“Ya Tuhan, aku rindu sekali padamu” kekeh Hye Ri sambil memeluknya.

“Hye Ri-a, kau..” rontaku sambil bergidik.

Aku paling tidak suka dipeluk, kalau kalian mau tau, it’s just ewwhhh.

Hye Ri tertawa, “kau tak berubah sama sekali, di peluk selalu seperti itu”.

Hye Ri terus saja meledekku dengan pembicaraan yang ujung-ujungnya menjurus ke kelakuanku lagi yang menurutnya tak normal.

Well, aku tak menyangka kau akan kembali kesini” Chaerin mengerenyitkan dahinya, Sunghwa. Dari air mukanya saja ia sudah mengerti bahwa mungkin Sunghwa tak senang dengan kehadirannya kembali di kantor ini.

Hello juga” jawabku dengan nada datar.

Sunghwa hanya memberikanku sebuah senyum sinis sambil mengibaskan rambutnya layak model di catwalk. What the…

“Tumben dia menegurmu”

“Itu hanya pencitraan” kataku sambil menaruh tas sedari masih kusampir di pundak. Hye Ri hanya tertawa mendengar ocehanku.

“kau tau masalah pergantian pemegang saham di Kim Foundation kan?”

Aku tau masalah ini sejak 5 Bulan yang lalu sebelum aku kembali ke Seoul. Aneh Juga. Pemilik kantor kami berganti orang dalam sekejap. Namun yang tak habis fikir adalah, pembeli saham itu perseorangan dan bagaimana orang itu bisa membeli 85% saham yang nilainya Triliunan itu. Memikirkannya saja membuatnya pusing.

Dan yang paling membuat aneh adalah Hye Ri tidak mau bercerita sama sekali soal pemilik baru perusahaan ini.

“Orang itu pasti kaya sekali kan? Sinting pasti” kekehku.

Hye Ri hanya memberikanku senyum aneh, “aku tidak di Staf Administrasi lagi”.

“Kau tidak disini?”, lalu apa yang ia lakukan disini. Dia pasti punya banyak waktu luang. Mau tak mau aku langsung menarik Name Tagnya, hanya Nama Hye Ri yang tertera, Maksudnya?.

“Kita memiliki Manajer baru dari beberapa bagian, mereka ingin sekertaris pribadi” dan penjelasan itu cukup membuatnya mengerti.

Aku menganggukan kepala, “jadi kau tak bersama ku Sunbae, tidak seru”.

“Cih, kenapa kau memanggilku Sunbae, pasti ada yang kau mau” Cerca Hye Ri.

“Tidak, hanya saja aku merasa kehilanganmu” kekehku, pasti Hye Ri kesal sekali. Hye Ri adalah seniorku, ia terpaut 2 tahun diatasku. Tapi aku jarang memanggilnya Sunbae, bahkan aku dulu sampai di jitaknya karena hanya memanggil nama.

“Kenapa kau memutusukan kembali?” sambung Hye Ri.

Chaerin berubah bingung setelah mendengar perkataan Hye Ri

“Memang ada apa?”

“Kalau kau tau, bisa dipastikan kantor pusat akan jadi neraka bagimu nak”

Masih dengan wajah prihatinnya, tiba-tiba ingat bunyi handphone Hye Ri memecahkan suasana itu. Dia langsung melambaikan tangan padaku, sambil mengangkat Handphonenya. Sepertinya ia dicari orang.

“Kerja sana, jangan makan gaji buta” ledekku.

Chaerin mencibir sambil melenggang pergi. Dasar Gadis sinting, aku heran kenapa ia bisa masuk ke divisi itu. Sepertinya divisi itu terasa khusus sekali. Ah peduli setan, pikirnya.

Kim Foundation,

Lobby

Seorang pria tampan dengan kemeja Prada yang melekat pas ditubuhnya itu terlihat modis ditambah Jas-nya membuat lebih berkharisma.

“Selamat pagi Kim Daepyeonim” sapa para karyawan Kim Foundation.

Jongin hanya menyunggingkan senyum separuhnya seperti biasa yang tak pelak menimbulkan jeritan dalam hati para karyawan wanita di kantor itu. Kim Jongin, pria berumur 28 Tahun, Dingin, Player, Jenius, Kaya. Ia adalah Pewaris tunggal Kim Foundation.

Mungkin memilikinya akan serasa seperti di dunia dongeng.

“Dari mana saja kau”

Jongin mengalihkan pandangannya, Park Chanyeol.

Chanyeol terkekeh mendapati temannya yang sedang terlihat pusing itu. ” Bagimana wanita itu, apakah memuaskan?”

“Memuakkan, Hyung” jawab Jongin datar.

Jawaban Jongin membuat Chanyeol tertawa terpingkal-pingkal. Semalam mereka Clubbing seperti biasa di bar milik Kris, dan tiba-tiba saja ada seorang perempuan yang menghampiri dan menggoda Jongin.

“Dia menempel terus, menyodorkan belahan dadanya yang rata itu. Tapi berhubung aku sama sekali tidak mood, kutinggalkan saja”

“Memangnya kenapa? Kurang atau bagaimana?”

“Entahlah, lagi tidak mood saja”

Pembicaraannya dengan Kakeknya 3 hari yang lalu benar-benar mengusik harinya sampai sekarang. Kakeknya terus bertanya kapan ia menikah, astaga…

Jongin belum ingin memikirkan hal itu, bahkan membayangkan pernikahan saja membuatnya sakit kepala. Apalagi ajakan Kakeknya yang memintanya untuk ikut jamuan makan malam minggu depan. Pasti banyak konspirasi disana.

Jongin selalu saja mengewakan Kakeknya masalah perjodohan. Kakeknya selalu menyodorkan wanita terbaik, namun Jongin hanya bertahan setengah jam setelah bertemu dengan wanita itu.

Ketika ditanya Kakeknya, Jongin hanya menjawab, “bukan tipeku”.

“Sepertinya perjodohan itu menguras fikiranmu” potong Chanyeol ditengah-tengah.

Jongin mengangguk sambil menekan tombol lift, Lantai 60.

Entahlah, ia tidak ingin berfikir keras hari ini.

Keesokan Harinya

-Staf Administrasi Kim Foundation

Sunghwa melihat Chaerin yang baru saja datang, ‘sial, padahal aku mengharapkan ia terlambat’

Setelah menaruh barangnya Chaerin menuju Washroom di pojok ruangan. Sunghwa mengikuti Chaerin di belakang.

“Sepertinya ada yang jadi penjilat”

Chaerin mengalihkan pandangannya ke kaca di depannya dan mendapati Sunghwa sedang menatapnya tak suka lalu ia kembali fokus mencuci tangannya.

“Ada apa dengan pandanganmu itu?”

Chaerin menyunggingkan senyum sinis, lalu berbalik “kenapa?”

“Kau sok Akrab sekali dengan Hye Ri Sunbaenim? Apa kau tau? Dia adalah sekretaris pribadi Manajer Kim. Kau ingin dapat promosi untuk pindah dan mendekati para Manajer tampan itu?”

Chaerin menganga mendengar ocehan penyihir itu, Pasti Penyihir ini bercanda. ‘Manajer tampan? Mungkin dia kebanyakan nonton drama,’

“Hye Ri Sunbaenim teman lamaku, itu saja” ucapnya sambil menoleh.

“Penjilat tak akan pernah mengaku, jika kau ingin dekat dengan para Manajer baru itu, jangan berharap! Karena aku akan menghalangimu!”

Sunghwa berlalu sambil mengibaskan rambutnya itu. ‘Wanita Gila’, ujar Chaerin dalam hati.

“Chaerin Sunbae, aku mendengarnya tadi, astaga orang itu. Dia benar-benar terobsesi menjadi salah satu Sekretaris pribadi Manajer itu” ucap Sora yang tiba-tiba muncul dari salah satu bilik.

“Astaga, kau siapa”, Sora menggaruk kepalanya yang tak gatal saat melihat Chaerin gelagapan.

“Aku Kim Sora, maafkan aku Sunbae, bicara tiba-tiba”

Chaerin hanya menganggukan kepalanya.

“Aku masih tak percaya, Hye Ri binal itu jadi Sekretaris Pribadi, siapapun yang merekrutnya pasti sudah gila” Chaerin menggeleng prihatin.

“Kau benar-benar kenal dengan Hye Ri Sunbaenim? Dia cukup berpengaruh di kantor ini, dia juga keren, astaga kau beruntung sekali” Ujar Sora kagum.

“Kau benar-benar polos ya?, don’t judge someone from it’s cover, okay?” Kekeh Chaerin.

“Oh iya, apa maksudnya Manajer tampan itu?” lanjut Chaerin. Sora mengangguk cepat “Astaga mereka itu tampan dan mereka semua saling bersahabat bahkan mereka menamai geng mereka, mungkin jika kau melihat mereka, bisa dipastikan kau ingin membawa mereka pulang kerumah”.

“Kau kebanyakan nonton drama” Chaerin beranjak dari washroom.

Sora yang memang polos itu hanya terdiam mendengar kata-kata Chaerin yang sudah pergi dari washroom.

Siang hari

Kim Foundation’s Café Meeting Room,

“TAMPAN SEKALI MEREKA”

“Ya Tuhan, mereka keren sekali”

Ocehan itu cukup terdengar di sekitar kantin, semenjak kedatangan para Petinggi Kim Foundation di Cafe Kantor itu. Kim Jongin, Xi Luhan, Kris Wu, , Park Chanyeol, dan Byun Baekhyun.

Mereka selalu saja bersama, maklum mereka teman lama atau bisa di bilang mereka sudah bersahabat dari kecil. Kedatangan mereka ke kantin cukup menggemparkan kali ini.

“Chanyeol-a ada apa denganmu? Tumben kau mengajak kami ke kantin” ledek Baekhyun.

“Mungkin ia dapat incaran baru” gumam Junmyeon sambil memakan wafflenya.

“Aku hanya ingin suasana baru dan mungkin benar yang dikatakan Junmyeon” Ujar Chanyeol sambil tersenyum.

“Suasana baru dan wanita baru” kekeh Kris.

Baekhyun hanya mencebikkan mulutnya, “memang yang kemarin kau kemanakan?”

“Bosan, terlalu menuntutku, padahal aku hanya ingin yang ada di balik roknya itu” jawab Kris santai.

“Berikan padaku” Tukas Chanyeol

Luhan menggelengkan kepalanya saat mendengar percakapan gila sahabat-sahabatnya itu, entah harus ikut bicara atau tidak. Mereka tak pernah berubah.

“Hyung, kapan kau menikah? Kau sudah mau kepala tiga” ledek Baekhyun.

Menikah? Entah Luhan tak memikirkan hal itu lagi sejak lama. Hanya saja ia ingin fokus dengan pekerjaannya saat ini, lagi pula ia pasti akan di jodohkan, sama seperti noona-nya.

“Aku tak terlalu ambil pusing” jawab Luhan singkat.

“Aku kebelakang dulu” Chanyeol beranjak ke toilet.

Chaerin dan Sora masuk ke kantin sambil bersenda gurau, dalam waktu singkat Chaerin dapat akrab dengan Sora. Menurut Chaerin, Sora orang yang cukup menyenangkan.

“kau seharusnya lihat wajah penyihir itu saat di washroom tadi, pasti kau akan tertawa” tukas Chaerin.

Sora tertawa saat mendengar cerita Chaerin tentang Sunghwa yang menggelikan itu. “kalau aku jadi kau, pasti aku akan menangis”

“Lebih baik aku lompat dari atas gedung daripada harus menangis karena wanita gila itu”

Sora mengaduh kesakitan sambil dirinya terdorong para karyawan wanita yang tiba-tiba menyerobotnya. “ramai sekali, biasanya tidak seramai ini”.

“Kau baik-baik saja?”, Sora hanya menganggukkan kepala sambil mengusap bahunya. Chaerin membantu Sora yang agak limbung,

“Kumpulan Penjilat disini”.

Chaerin memalingkan wajahnya begitu saja ke sumber suara dan mendapati penyihir yang mereka bicarakan.

“Lee Sunghwa sebenarnya apa maumu?” Tukas Chaerin cepat.

Sunghwa hanya menggidikkan bahunya tanda sombong. “aku akan mengembalikanmu ke Busan kembali, cepat atau lambat”. Untuk kesekian kalinya, Chaerin agak meradang mendengar pernyataan Sunghwa. Sunghwa pasti sudah gila.

“Aku tak mengerti apa masalahmu. Jika kau masih dendam padaku karena Jongsuk. Itu bukan salahku, Jongsuk yang memutuskanmu dan itu bukan karenaku, ia tahu sendiri kau selingkuh di belakangnya” desis Chaerin.

Sontak seisi kantin penuh rasa penasaran dengan keributan kecil yang mungkin akan menjadi besar.

“Hey Kim Sora, Dasar Pelacur kecil, dibayar berapa kau oleh sepupuku hah?, semua orang di kantor ini tahu dengan kelakuanmu!” Hardikkan itu membuat banyak karyawan saling bertanya satu sama lain.

Buliran tangis membasahi pipi Sora begitu saja, Sunghwa terlalu kejam, pikir Sora.

Chaerin yang memang tak mengerti letak persoalannya hanya terdiam, tapi menurutnya, kalau memang faktanya Sora seperti itu, tidak harus kan? Sunghwa mengumbarnya seperti itu di depan umum.

Beberapa karyawan pun ada yang menyoraki Sunghwa dan Chaerin untuk berkelahi ada juga yang menyuruh untuk melerai mereka. Sunghwa dan sidekick-nya itu merasa menang karena Ayah Sunghwa adalah salah satu Asisten Manajer di kantor itu.

“Kau ingat kan siapa Ayahku Lee Chaerin-ssi?”

Tangan Chaerin mengepal, Rahangnya mengeras mendengar Sunghwa dan mulutnya yang kurang ajar itu. Fikirannya dipenuhi antara ia harus menghajar Sunghwa atau tidak. Kalau ia melakukan itu, pasti ia akan kembali ke Busan atau yang lebih buruknya ia akan dipecat.

Setahun lalu saat Sunghwa mencari gara-gara dengannya. Justru ia di pindah tugaskan ke Busan. itu karena ayah Lee Sunghwa. Dunia kadang tidak adil memang, apalagi ketika kau tak punya relasi.

“Lee Chaerin, biasanya kau akan meninju mereka yang memperlakukanmu seperti itu”

(Chanyeol)

Aku berjalan menuju toilet untuk mencuci wajahku agar lebih segar. Suasana Café di sebelah luar agak ramai oleh gerombolan karyawan yang entah sedang melihat apa. Mungkin kelihatannya norak atau apa, tapi sungguh aku penasaran.

Sorakan di kantin luar cukup ramai, dan yang kudapati adalah Lee Sunghwa, anak dari Asisten Manajer Lee yang menyebalkan, selalu saja berusaha menempel pada diriku dan temanku yang lain.

Entah dia membully siapa lagi kali ini, kurasa aku memang harus menyuruh Byun Baekhyun untuk memecat Lee Sunghwa. Jujur saja aku sendiri sudah muak dengannya, yang selalu mencari masalah. She’s just daddy’s little girl.

Aku berusaha mendekati kerumunan itu. Namun dari kejauhan aku merasa mengenal siapa yang sedang berurusan dengan Lee Sunghwa. Entah aku salah lihat atau bagaimana, tapi wajah marah dan kesal itu hanya dimiliki olehnya, wanita tempramen itu…

Lee Chaerin.

Aku terbelalak sejenak saat melihatnya namun segera kukendalikan ekspresiku ketika beberapa karyawan menyadari keberadaanku. Apa yang harus kukatakan pada sahabat-sahabatku? apa yang harus kukatakan pada lelaki itu?

Setidaknya aku senang ia kembali, walaupun dalam keadaan yang berbeda. Terlebih lagi, ia adalah salah satu karyawan di Kim Foundation. Banyak pertanyaan muncul di benakku, apa yang ia lakukan setelah kejadian itu. Astaga memikirkannya saja membuatku pusing.

Sepertinya ia sedang berusaha membela temannya yang sedang diganggu Lee Sunghwa. Teman Chaerin sedang menangis saat ini. Benar-benar.

Kepalan tangan dan Ekspresi Chaerin sudah berubah, oh tidak. Kau salah membangunkan Singa yang sedang tertidur. Sebelum Chaerin bertindak jauh aku harus benar-benar menghentikannya.

“Lee Chaerin, biasanya kau akan meninju mereka yang memperlakukanmu seperti itu”

Chaerin berpaling ke arahku dan para karyawan sepenuhnya menyadari keberadaanku, ekspresi bingung itu. Astaga, bolehkah aku tertawa?.

Chaerin yang sudah terbakar emosi, membelalakan matanya seketika, begitu juga dengan para Karyawan yang kaget dengan kedatangan Chanyeol sambil mengangguk tanda hormat. ‘Pasti aku berhalusinasi, atau mungkin aku sudah gila’.

Chaerin mengucek matanya berkali, namun tiada yang salah dengan pengelihatannya. “Chanyeol Oppa, apa yang kau lakukan disini?”.

Tawa rendah keluar dari mulut Chanyeol “Harusnya itu pertanyaanku, astaga, kau karyawan disini ternyata”. Chanyeol berdeham meredakan tawanya.

“Kuping caplang! Jangan bilang kau juga kerja disini?”.

Sunghwa, para sidekick-nya serta Karyawan lain shock seketika saat menyadari bahwa Chaerin memanggil Chanyeol dengan sebutan yang tidak biasa.

Chanyeol menarik tangan Chaerin, agar mereka dapat menghindari kerumunan itu. hal itu juga menimbulkan jeritan dari karyawan perempuan di sekitar mereka dan tarikan nafas dalam para karyawan lain. Perempuan ini masih sama saja, mulutnya tak pernah berubah.

Mereka sedang berada di tangga darurat dengan wajah Chanyeol yang tak bisa diterka ekspresinya. “Mulutmu masih sama saja” Chanyeol membuka suaranya.

“Kenapa kau membawaku kesini, kita bisa bicara di kantin tadi kan?”.

Andai saja bisa seperti itu, pikir Chanyeol. “Wajahku mau ditaruh mana jika aku harus maki-makian denganmu disana”.

Chaerin menggedikan bahunya tak peduli “Memangnya kau jadi orang penting di kantor ini?”

“Nanti kau juga tahu sendiri” senyum licik terbit di wajah Chanyeol. Perasaan Chaerin mendadak tak enak melihatnya, pasti ada yang di sembunyikan Chanyeol, atau mungkin Si Kuping Caplang ini memberi petunjuk agar ia bisa menebaknya. Yang Chaerin tahu, Chanyeol jarang berbohong.

“Kemarin aku bertemu dengan Song Hye Ri. Dia bekerja disini juga, kau tahu itu?” ujar Chaerin penasaran.

Anggukan Chanyeol yang mantap itu membuat Chaerin semakin berkesimpulan bahwa ini yang di maksud Neraka oleh Hye Ri. Tapi apanya yang Neraka? Dimana letak nerakanya jika ia bertemu Chanyeol? Justru lelaki inilah nantinya yang akan ia bully.

“Kau di Staf Administrasi ya? bukankah ada presentasi nanti? Pastikan kau yang di utus dari bagian stafmu, maka kau akan tahu apa kejutannya” kekeh Chanyeol sambil melihat nametag Chaerin.

Chaerin semakin bingung “Sudahlah, jangan main teka-teki denganku” cibirnya.

Chanyeol mengusap kepala Chaerin lembut “Aku senang bertemu denganmu lagi Chaerin-a”.

Meninggalkan Chaerin yang terpaku, Chanyeol hanya tertawa pelan. Senyum mengembang di wajah Chanyeol tanpa henti ‘pasti akan ada pertunjukkan seru nanti’.

Chaerin benar-benar menjadi utusan Staf Administrasi karena rasa penasarannya terhadap perkataan Chanyeol. Ia sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan kebetulan ia memang diminta menemani Kepala Stafnya.

“Chaerin Sunbae, kau mengenal Manajer Park?”.

“Hmm, dia teman dekat saat aku sekolah dulu SMA dan Kuliah”

Sora menutup mulutnya, “berarti Chaerin Sunbae mengenal anggota exo yang lain?”.

“Chaerin-a, ayo kita ke ruang meeting sekarang” ujar Jongsuk, Kepala Staf mereka.

Sora sangat ingin bertanya jika memang Chaerin mengenal anggota exo yang lain atau tidak. Namun pertanyaannya mengambang, saat ia hanya bisa melihat Chaerin pergi bersama Jongsuk.

Kim Foundation’s Café Meeting Room,

“Semoga saja rapat kali ini tidak berjalan membosankan” Gumam Kris. Sedangkan Baekhyun sedari tadi hanya bernyanyi tidak jelas sambil mengayun-ngayunkan berkasnya.

TUK

Baekhyun meringis memegang kepalanya. Sebuah pulpen menggelinding di dekat kakinya.

“Bisakah kau tenang? sebentar lagi pertemuan staf, bacalah bahannya karena mereka akan presentasi”. Luhan tak bisa bercanda sedikit saja, gumam Baekhyun.

“Aku sedang malas datang sebenarnya”, Jongin memejamkan matanya, masalah yang banyak ini membuat kepalanya ingin pecah.

“Kau cucu Presdir, dan kau adalah CEO, tebak apa yang terjadi jika kau tak datang pada rapat itu?” benar juga Luhan, mau tak mau ia harus datang, tapi ia sekali-kali ingin ngambek dengan Kakeknya itu. Perjodohan itu membuat fikirannya pusing.

“Aku tetap tidak akan berangkat, lagi juga sekretarisku bisa memberikan notulensinya” Ujar Jongin kembali.

Chanyeol masuk dengan wajah yang sumringah.

“Kalian harus datang rapat, aku janji akan seru disana”

“Aku tahu pasti kau akan mengumumkan pertunanganmu kan?” oceh Baekhyun

“Ck, apasih yang kau bicarakan, bukan!” ia heran kenapa belakangan ini semua membahas pernikahan, dan sepertinya teman-temannya sedang sensitif dengan kata pernikahan maupun pertunangan.

“Lalu apa? kau nikah mendadak?” ingin rasanya Chanyeol menyuruh Kris menyumpal mulut Baekhyun. Chanyeol mengacak rambutnya frustasi.

“Intinya akan ada pertunjukan menyenangkan, kalau salah satu diantara kalian tidak datang, kalian pasti menyesal”.

Jongin mengerutkan dahinya penasaran “Kalau tidak seru, kau akan kutaruh di bagian office boy seminggu”. Ia sempat goyah sedikit, karena rasa humor Jongin yang rendah sering muncul ketika yang lain tertawa karena lelucon yang ia buat.

Bahkan ia pernah menonton saluran Channel Funny Video, namun Jongin benar-benar tidak bereaksi. Namun Chanyeol mengacungkan jempolnya mantap. Ia yakin Chaerin pasti akan datang. Ia tahu Chaerin akan datang. Karena nasibnya kali ada di tangan Chaerin.

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Return (Chapter 1)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s