[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Unexpected – Chorinne

1480587531818

Chanyeol Park & Aerin Cho (OC) || fluff, Romance || PG-16

****

….. Cinta itu terlalu mengejutkan, ….

****

@aerinchoaerin :

I know it’s not a really good idea to confess..But I wanna serve my self.. so i must confess it..

I am Different..

I am Bisexual.

****

Aku memang berbeda. Aku adalah seorang yang freak. Meski ibu yang merupakan psikolog terus mengatakan kata-kata seperti..

“Kau spesial”

“Kau tidak berbeda dengan yang lain dimata ibu..”

Tapi aku tahu semua itu omong kosong. Nyatanya, aku adalah seorang Biseksual, dan bagi orang-orang asia, tidak semuanya dapat menerima keadaanku.

Tapi bukan itu yang kutakutkan. Aku tidak peduli jika rumah sakit akan memecatku, atau semua temanku menjauhiku. Satu-satunya yang kutakutkan adalah, jika pria di hadapanku ini akan meninggalkanku juga.

Pria yang kucintai.

Pria itu masih diam di hadapanku. Hanya duduk dengan kaki disilangkan. Matanya yang biasanya menatapku lembut, kini menatapku tajam. Bibirnya terkatup rapat, ke dua tangannya yang saling menggenggam di atas meja memperlihatkan buku buku tangannya yang memutih. Mengisyaratkan bahwa dirinya memiliki sesuatu yang tertahan.

Ia menuntut penjelasan ku.

Aku menunduk menatap jemari ku di atas pangkuan. Berulang kali aku berusaha menyusun kata. Dia berhak mendapatkan penjelasan.

” Ini.. adalah aku.. Chan..” Aku menghembuskan nafas berat. Merasa bahwa aku mulai terguncang. Tapi berulang kali aku berucap pada diriku, bahwa pria ini harus tahu. Terserah apa hasilnya nanti, tapi ia berhak tahu. Semuanya.

“Ibu menyadari ini saat aku di sekolah dasar.. aku… punya banyak teman.. ya.. Kau tahu.. mereka adalah kaum LGBT.. Aku tumbuh di lingkungan seperti itu.. Ibu memindahkanku saat sekolah menengah, tapi nyatanya.. aku sudah terpengaruh, ibu… menemukanku berciuman sengan perempuan di sebuah bar..” Rasanya lidahku menjadi kelu. Telapak tanganku berkeringat. Itu adalah masa lalu yang aku sendiri jijik mengingatnya. ” Kupikir semua itu wajar.. tapi aku.. mulai menerima hujatan.. Aku memohon untuk kembali pindah.. dan… aku menghukum diriku dengan menutupinya.. berusaha menjadi orang lain… tetapi akhirnya aku berakhir di bar setiap malamnya..”

****

… terlalu sulit untuk di ungkapkan, …

****

“Hingga aku bertemu denganmu… dan jatuh cinta padamu tepat setelah kita bertemu entah bagaimana, ” aku masih menunduk, kini tersenyum kecut. ” Menjadi orang lain adalah satu hal… tapi mencintaimu adalah hal lain.. itu.. seperti sebuah hadiah juga hukuman bagi ku.. ” aku meringis menatap setitik air mata jatuh di telapak tangan ku. ” Aku menutupnya lebih rapat, menekan diriku lebih kuat.. aku… hanya ingin pangas untuk mu.. tapi itu menyiksaku.. aku.. hanya ingin melepaskan bebanku chan.. dan.. dan.. aku.. hiks.. ingin mencintaimu dengan lebih.. hiks.. aku hanya tak ingin menjadi palsu..” sialan, kenapa air mata ini semakin deras dan tidak mau berhenti?

“Aku.. hanya takut..” suara berat itu segera membuatku mendongak menatap pria bermarga park itu. ” Pemikiran tentang betapa berat hidupmu menutupinya, dan entah bagaimana dunia akan memperlakukanmu setelah ini..” pria itu kembali berucap. Kini sorot matanya sudah melembut. Rahangya sudah melemas dan meski belum ada kurva di bibirnya, auranya tak lagi menggelap. Tapi.. ada rona dan gurat baru di wajahnya yang meredup.

****

… dan saat kau mengungkap rahasia yang di simpan sang cinta, akan ada satu perasaan yang menyeruak,,,

Takut ..

****

” Seberat itu kah Ae?” pria itu menatapku lekat. Sialnya, air mata ini justru semakin deras mengalir. Hingga tangan itu terulur untuk mengusapnya. Kini pria itu berlutut dihadapanku, menyamakan tingginya. ” Kau menghukum dirimu sendiri.. dan apa ini.. apa aku menghukum mu juga? ” pria itu mengecup kedua kelopak mataku. ” Ini mentakitkanku juga Ae, aku hanya ingin mencintaimu, itu saja..”

” Tapi aku menghancurkannya,” ucapku sarkatis, membuat pria itu tersenyum kecil. ” Setidaknya kau menceritakan semuanya padaku, yang aku yakin tidak kau lakukan kepada orang lain. ” ucap Chanyeol lembut seraya membelai rambutku. ” Alasan aku membiarkanmu bercerita, bahkan seakan terlalu menuntutmu tadi.. karena.. aku ingin tau rasa sakit yang dengan kejam kau tutupi dariku selama ini.. aku takut kau sudah terlalu terluka dan memilih meninggalkanku dengan alasan konyol atau apapun..” peia itu kini mengecup keningku. Sedikit lama, seakan menyalurkan kehangatan untukku. Lalu ia kembali menatapku lurus. Menangkup wajahku dengan telapak tangannya. Aku meringis dan berucap sedikit terbata. ” Jika ada yang akan pergi.. maka itu kau Chan..”

Chup

Pria itu kini mengecup bibirku. Awalnya memang hanya menempelkannya, namun lama setelahnya ia membuka mulutnya dan memperdalam ciumannya. Menyentuh  bibir bawahku memintanya untuk terbuka, lantas memperdalam ciumannya. Kamu saling mengecap, berusaha menenangkan satu sama lain. Hingga ia melepaskannya untuk mengambil nafas. Ia menempelkan keningnya di keningku. Menatapku intens, lalu menampilkan senyum termanisnya. Ditatap seperti itu, membuatku merasa semakin tidak tahu diri. ” Aku.. bisex Chan, kau tahu, aku kotor” ucapku setelah menurunkan pandanganku.

Chup

Satu kecupan kembali kuterima hanya beberapa detik.

” Kau adalah Cho Aerin, Kau adalah Wanitaku, entah kau bisex atau apalah, kau adalah wanitaku. Perswtan dengan kata orang. Selama kita saling mencintai. Maka ku anggap semua itu hanya omong kosong” pria itu menjauhkan wajahnya dan kembali tersenyum. ” Tidak akan ada yang pergi dalam hubungan ini, semua tetap sama. Aku.. kamu… kita.. Ini masalah kita.. masalah saling menerima..” aku yerswnyum menatap pria itu. ” Kau twrlalu mudah menwrimaku Chan..”

” Ya, karena segalanya mudah bagi seurang Park Chanyeol. Jikapun ada yang sulit, itu adalah melepaskanmu Aerin-a..” pria itu terkekeh. Jati dirinya telah kembali. Lalu wajahnya kembali mendekat ke wajahku. Namun ciuman kali ini lebih bergairah dan menuntut.

“Ya!! Park Chanyeol! Ahh!”

****

… Tetapi, Cinta itu bukan luka.. cinta hanyalah sebentuk perasaan yang tak terduga…

****

” Kau yakin akan melakukan ini Chan?”

“Hm, Wae?” pria itu masih memelukku sambil menatap polos. ” geundae..” ucapanku terputus dengan benda kenyal yang mengecupku sekilas. ” Lupakan, aku akan mendampingimu menghadapi semuanya.. tapi tidak bisa sekaligus, mari menyelesaikan yang pertama” pria itu menarapku dengan tatapan yang tidak asing dari seorang Park Chanyeol. Aku mengangkat alisku bingung.

” Kau ingin menjadi straight bagiku, atau apalah.. jadi.. mari kita lakukan..” pria itu berucap.

Dan..

“Ahh Yaaa!!”

****

… Sebab kadang cinta itu hanya tentang dua hal yang terlihat sederhana,

itu tentang saling menerima

dan saling percaya

Itu hanya bagian dari sebuah kisah bahagia..

****

 

” Chan.. aku adalah seorang..”

” Cukup! Iya aku tahu dan aku tidak peduli!”

” Tapi..”

” Kita hadapi bersama nanti”

” Tapi”

” Diamlah dan selesaikan ini”

****

@real_pcy :

She maybe bisex or something, but she always straight for me. I will bother any bulshit coment, so just shut up.

Because, whatever she is,

I really love her

****

…. Cinta itu terlalu mengejutkan ….

 

****

> FIN <

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s