[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Night – Annonwoo

poster-night

Night – Annonwoo

Park Chanyeol & Seo Jisoo (Lovelyz) || Action, Fluff || G

::::::

Kalian tahu kalau pemuda yang bernama Chanyeol adalah yang paling populer dikalangan wanita. Bukan hanya sekedar tampang bak titisan para dewa-dewa tapi kelebihan yang dimiliki pemuda bermarga Park itu hampir dari kata sempurna. Baiklah mari kita jelaskan bagaimana mempesonanya seorang Park Chanyeol di sini.

Senyum. Dari senyumannya saja sudah menawan layaknya es yang kalau ditaruh di tempat panas akan langsung mencair. Cara senyumnya ito loh yang buat para wanita (wanita disini tidak dibatasi umur, mau itu lansia, anak-anak, dan gadis remaja pun semuanya suka dengan Chanyeol) ibarat tersetrum listrik lantaran ingin membalas senyumannya juga. Giginya yang berderet rapi kecil-kecil dengan lubang sedang yang tampak di pipi kiri ketika ia tengah menyuguhkan tawa sejuta voltnya, maka pada kedua sisi matanya pun akan membentuk garis-garis kecil yang kalau dilihat, sungguh manis sekali!

ia memang pantas jikalau para wanita memperlakukan dirinya setara dengan Pangeran Mahkota. Karena keramahan pada sifatnya sudah terkenal di mana-mana, maupun itu terhadap junior pun senior, Chanyeol tidak memandang sebelah mata. Ia selalu sopan, kelewatan sopan malah. Bahkan ketika ada preman-preman yang minta diobati dengan cara berteriak nyaring kepada para perawat pun Chanyeol akan dengan senang hati menghampiri dan mengobatinya seperti perlakuan pasien semestinya (dan kalau kalian tahu, suguhan Chanyeol ketika pertamakali akan bertemu pasien adalah senyuman, dan preman itu juga kebagian dapat senyumannya Park Chanyeol. Maka sekaligus dapat senyuman, seketika preman itu pun akan bungkam. Percayalah, mungkin para preman itu benar-benar tenang hanya karena senyuman seorang Chanyeol).

Ketegasan. Tentunya sifat ketegasan adalah hal yang paling utama untuk dimiliki seorang lelaki. Ia selalu mendahulukan orang yang sedang membutuhkan ketimbang orang yang berleha-leha ingin di obati tapi nyatanya masih bisa berjalan normal. Ia juga bukan pecinta uang, tidak suka sogokkan ketika orang-orang kaya itu ingin diobati terlebih dahulu. Well, prinsip Chanyeol memang ‘tidak memandang derajat seseorang’, bukan?

Ah iya, seperti yang kalian ketahui, perkerjaan Chanyeol saat ini adalah seorang Dokter (pekerjaan yang sangat mulia bukan). Ia bukan dari bangsal VIP maupun bergelar seorang Profesor, ia hanyalah seorang Chanyeol Sang dokter bedah yang banyak digemari wanita terlebihnya di Rumahsakit tempatnya berkerja.

Dan tentunya masih banyak karakter-karakter Chanyeol yang belum disebutkan satu per satu di sini. Namun dari situ lah Jisoo tahu, bahwa pemuda tersebut memanglah patut didambakan.

Baiklah, mari kita langsung memutar waktu ketika Jisoo telah berada dalam sanderaan salah satu penjahat yang berniat mencuri mobilnya, saat itu ia tengah berada di parkiran mobil ketika baru saja pulang dari operasi pasien dadakan. Jisoo memang sedang bernasib buruk malam itu. Kemudian tanpa ampun lelaki yang tak diketahui parasnya itu (karena pakaian mereka serba hitam dan bermasker) menarik tubuh Jisoo kedalam sanderaannya, ekor mata Jisoo cepat-cepat menangkap sebuah benda mengkilap berbentuk runcing yang hampir menyentuh kulit lehernya. Sebelum akhirnya,

Bughh!

Orang yang menyandera Jisoo terpental begitu saja ketika sebuah tendangan dari samping telak mengenai rahangnya, sang lawan terkapar di atas semen kasar dan sempat menyadari ketika sisi bibirnya mengeluarkan darah segar akibat serangan dadakan barusan, ia mengumpat dan membuang darahnya dengan cara meludah sembarangan. Orang itu mulai mengepalkan tinjunya ketika ia sudah berdiri kokoh, berniat memulai tarung dengan pemuda_ iya dia Chanyeol_yang baru saja menendangnya ke semen.

Sungguh, Jisoo baru tahu kalau dokter yang selalu dipuji semua orang ini bisa bertarung. Bukankah itu keren sekali! Kilatan matanya sangat berbanding dengan apa yang Jisoo lihat dalam keseharian Sang pemuda. Sekarang wajah itu penuh dengan kegelapan, mata tajam, juga kemarahan.

Dua lawan satu, teman penjahat yang sadar bahwa situasinya memburuk telah bergabung dalam garis pertarungan, sementara Chanyeol hanya tersenyum kecut memandang mereka.

Awalan pertama dimulai serangan curang dari kedua pencuri itu, ternyata mereka lebih banyak membawa senjata tajam, kedua tangan mereka masing-masing dipenuhi satu buah pisau. Alih-alih merasa gelisah justru pemuda itu melepaskan kepalan tangan dan mulai lebih rileks ketimbang sebelumnya.

“Bisakah kalian tunggu sebentar. Aku butuh bicara dengan perempuan ini, dua menit, deal? Setelah itu kita bertarung dua lawan satu.” Tanpa butuh persetujuan dari mereka pun Chanyeol sudah menghampiri Jisoo, perempuan tersebut tengah terduduk tak berdaya, entah karena terkejut atau pun ketakutan. Di sana ia langsung membuka jaketnya hingga menyisakan kaos putih tulang di badan untuk disampirkan pada bahu Jisoo, namun pemuda itu terkejut lantaran ekor matanya melihat sebuah cairan darah kental telah membasahi kaos putih milik Jisoo.

“Sial!”

Chanyeol langsung bangkit dari posisi, mengingkar janji sebelumnya karena ini belum habis waktu dua menit namun ia sudah melakukan serangan langsung kepada mereka dengan cara bergelayut pada besi atap yang rendah, lalu memutarkan kedua kaki setengah melayang untuk diayun ke arah dua pencuri itu. Dan dalam hitungan detik tanpa kesadaran dari mereka sendiri kaki Chanyeol telah mengenai wajah keduanya. Chanyeol mendarat kemudian melakukan satu gerakan pukulan menggunakan kaki ketika salah satu pencuri itu hendak bangkit kembali. Dan terdengarlah suara berdebum yang menyatakan bahwa mereka sudah terkapar mengenaskan. Dua orang keamanan tiba-tiba datang sembari berlarian meniup peluit, Chanyeol sedikit mengumpat karena mereka sangat lah lamban.

Chanyeol dengan sigap menopang bobot tubuh Jisoo, membawanya pergi dari kerusuhan dua penjahat yang tengah ditangkap petugas. Setidaknya saat ini Jisoo telah lupa dengan goresan perih pada perutnya lantaran merasa gugup. Ahh semoga saja berat badannya tidak mengganggu_

Brukk!!

“Akh…Aw…pantatku sakit sekali.” Jisoo mengusap-usap bokongnya yang baru saja mencium dinginya ubin, ia merintih ketika rasa nyeri itu menjalar disekitar bokong. Tanpa butuh waktu nanosekon pun dirinya telah menyadari bahwa selama ini ia hanya,

“Sial! Aku memimpikan Dokter Park lagi.”

Yah, dan sekarang kita tahu bahwa sedari tadi Seo Jisoo hanya sedang berkelana dalam tidur.

FIN.

3 thoughts on “[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Night – Annonwoo

  1. Hehe (ngumpet diri di punggung Chanyeol yang lagi ultah dan baek yang…mmm)
    Haha (ijinkan aku untuk tertawa sejam)
    Haha (ijinkan aku lagi)
    Ya allah, aku gk berenti2nya ketawa gegara baca koment kamu. aduh… Ini magrib lagi, nanti aku di bilang orgil aja sama temen2. Makasih ya atas ‘ketipunya’ kamu sebab diriku. Tengkyu lovyu mbak melon/nelon/neon (?) 💞💞💕💋💋

  2. please wen, sudah berapa kali diriku ketipu? harusnya aku sudah menduga kalo kamu itu senengnya plot yang nge-twist. bah -_-
    aduh jisoo, ane kira lu beneran di tolong Chanyeol. lagian kamu juga wen waktu itu bilangnya mau action, nah ini? emang sih action, tapi dalam mimpi njir…
    keep writing and fighting nak!! selamat juga anda telah berhasil menipu saya!! tau gak pas liat shift di keyboard malah keliatan jadi shit? itu gara-gara kamu, aku saking keselnya*abaikan celotehanku

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s