[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] A GIFT OF WISH – leehaera17

a-gift-of-wish-chanyeol-bday

A gift of Wish – Leehaera17

Chanyeol & OC || Romance, sad || G

“Hyung, apa yang kau inginkan untuk ulang tahunmu kali ini ?” Sehun bertanya pada laki – laki tertinggi di EXO itu dengan pelan.

“Ah… terimakasih banyak, bisa bersama – sama kalian seperti ini menjadi hadiah tersendiri untuku,” Chanyeol menjawab.

“Sebenarnya aku punya sebuah hadiah untukmu, tapi aku akan memberikannya saat kita sampai di hotel nanti,” Sehun menepuk punggung laki – laki itu pelan.

 “Untuk merayakan ulang tahun Chanyeol kali ini, aku akan mentraktir kalian semua makan di kedai Ramen kesukaan kalian,” laki – laki dengan topi mahalnya memandang ke 9 orang yang ada di dalam ruang ganti itu dengan senyum manis di wajahnya.

“YEY!” sambutan meriah terdengar.

Mereka semua keluar dari ruangan dan memasuki mobil Van warna hitam yang sudah siap di depan pintu keluar mereka. Chanyoel memasuki mobil dengan langkah gontainya, benar, hari ini seharusnya ia bersukacita, tapi hatinya terasa begitu sakit, sangat sakit sampai ia sendiri merasa ia tak dapat bernafas.

Mobil yang mereka tumpangi berhenti di sebuah restaurant besar dengan tulisan jepang yang mencolok, semua orang turun dari mobil dan memasuki ruangan yang sudah mereka pesan.

“Chanyeol-aa, lupakan semua kenangan masa lalumu itu, sampai kapan kau akan murung terus di hari ulang tahunmu? dan aku rasa Haera kini lebih bahagia jika kau tersenyum,” sang manajer yang menyadari keadaan Chanyeol membuka suara.

“Apa yang kau katakan? aku tidak apa – apa, aku menikmati pesta ini,” Chanyeol memaksakan senyum di wajahnya.

“Benarkah? baiklah,” lagi dan lagi, laki – laki itu hanya menyerah.

Acara makan malam itu berlangsung meriah, kue ulang tahun yang Baekhyun beli terlihat mencolok dengan foto – foto yang pernah mereka ambil bersama,

“Terimakasih banyak semuanya, aku sangat senang malam ini dan aku harap aku bisa merayakan ulang tahunku tahun depan bersama – sama lagi, ” Chanyeol berdiri untuk menutup acara.

Laki – laki yang terkenal banyak berbicara dan selalu membuat ulah itu malam ini terlihat sendu, tak banyak kata yang terucap, tak banyak lelucon yang ia buat dan tak terlalu banyak makan yang ia makan.

Waktu berlalu, kini para Anggota EXO beristirahat di kamar masing – masing di hotel yang sudah mereka pesan. Chanyeol membersihkan dirinya dari semua krim kue yang menempel di wajahnya, “Tsk, Byun Baekhyun, kau benar – benar keterlaluan,” Chanyeol tersenyum saat mencoba menghilangkan noda terakhir di wajahnya.

tok – tok – tok

Suara ketokan pintu membuat Chanyoel memalingkan wajahnya dari handuk besar yang ia pakai untuk mengeringkan tubuhnya.

“Siapa?” Chanyeol bertanya.

“Aku,” Suara Sehun terdengar.

“Masuk saja,” Chanyeol menjawab dan Sehun memasuki ruangan dengan pelan.

“Ada apa?” Chanyeol bertanya saat melihat Sehun yang sudah rapih dengan pakaian tidurnya.

“Aku ingin memberikan sebuah hadiah padamu,” Sehun mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

“Ya, kau kira aku anak kecil?” Chanyeol berceloteh saat melihat beberapa batang korek api di tangan Sehun.

“Hyung, ini adalah korek api yang bisa mengabulkan permintaanmu,” Sehun menjelaskan.

Suara tawa renyah terdengar dari bibir pria tinggi itu,“ayolah, Sehun, aku tidak mungkin percaya dengan sesuatu yang absub seperti itu,” Chanyeol menjawab.

“Baiklah, aku akan meletakannya di sini, kau hanya perlu menghidupkan korek ini dan mengucapkan keinginannmu, aku akan memberikanmu 5 batang, aku tidak punya banyak, jadi aku harap kau bisa memakainya dengan bijaksana,” Sehun meletakan korek api itu di atas tempat tidur Chanyeol dan pergi meninggalkan kamar Chanyeol.

“Tsk, ada – ada saja anak kecil itu,” Chanyeol mengeluh.

Chanyeol memutuskan untuk mematikan lampu dan membaringkan tubuhnya pada tempat tidur empuk sambil mencoba membaca setiap pesan yang masuk ke posel genggamnya.

“Arg!” laki – laki itu mengerang untuk mengenggangkan otot – ototnya yang terasa kaku,

“Oh?” Chanyeol kaget saat kakinya seperti menendang benda yang ada di dekat kakinya. Ia menyadari bahwa ia baru saja menendang korek api yang Sehun berikan padanya tadi, Chanyeol bangun dari tempatnya dan turun dari tempat tidur untuk mengambil kotak kecil itu, mata besarnya memandang kotak kecil yang tidak terlihat spesial sama sekali itu dengan teduh, “Yang benar saja, mana mungkin korek api ini bisa mengabulkan permintaan,” Chanyeol berbicara sendiri dengan pikirannya, ia membuka kotak kecil itu dan memandang beberapa batang korek api berwarna biru, tangan besarnya mengambil satu batang korek api yang paling pinggir dan ia menutup matanya rapat – rapat,

“Jika benar korek api ini bisa mengabulkan permintaan, aku.. ingin bertemu dengannya, sekali ini saja,” Chanyeol mengucap dan menyalakan korek api pertamanya dengan mata tertutup.

“Chan-aa..” Sebuah suara terdengar.

“Chan-aa, selamat ulang tahun,” Lagi – lagi sebuah suara terdengar, perlahan Chanyeol membuka matanya.

Seakaan bumi berhenti berdetak, mata laki – laki itu tidak berkedip sama sekali.

“Chan-aa, aku sangat merindukanmu,” wanita itu kembali berkata.

“Haera-ya,” Chanyeol mengucap pelan.

Dan Wush..

Terpaan angin mematikan korek api yang ada di tangan Chanyeol,

“tidak – tidak,” Chanyeol yang panik kembali menyalakan Korek api keduanya,

“Chan-aa, aku di sini,” wanita itu mengentuh tangan Chanyeol pelan,

“Haera-ya, aku.. merindukanmu..” Chanyeol mencoba menahan setiap tangisannya.

“Aku juga sangat merindukanmu,Chanyeol,” Wanita itu menjawab tenang dan mendekap Chanyeol di pelukannya,

Dan lagi, tiba – tiba wanita itu menghilang saat korek api itu mati dan dengan terburu – buru Chanyeol kembali menyalakan korek api seterusnya, kali ini ia langsung menyalakan 2 batang korek api agar ia bisa mendapatkan waktu yang lebih lama.

“Jika saja,” Chanyeol menghentikan kata – katanya saat ia tidak sanggup melanjutkannya, “Haera-aa!” Chanyeol berteriak saat wanita itu menghilang dari hadapannya sebelum ia selesai berbicara, Chanyeol kembali membuka kotak korek api itu yang kini kosong tanpa penghuni,

“tidak.. aku belum selesai berbicara!” Chanyeol mengerang.

Kaki besarnya melangkah keluar dari kamar hotelnya dan menuruni 1 tangga darurat menuju kamar yang bukan lain adalah kamar Sehun.

“SEHUN!!” Chanyeol berteriak – teriak di tengah malah di depan kamar Sehun,

“Ada apa?” Suho membuka pintu kamar Sehun pelan dan kaget dengan keadaan Chanyeol dengan wajah merah dan air mata membasahi pipinya.

“Ada apa denganmu?” Suho bertanya kembali.

“Sehun, dimana dia ?” Chanyeol memandang Suho tajam.

“Sehun? Ia keluar untuk membeli sesuatu.”

“Apa? Aku harus mendapatkan korek api lagi, aku belum selesai berbicara,” suara Chanyeol meninggi.

“Apa yang kau katakan?” Suho berkata bingung.

“Arg!”Chanyeol menghantamkan kepalan tangannya pada dinding keras di samping pintu besar itu dan melangkah pergi, menaiki tangga menuju kamarnya dengan langkah gontainya.

Wae?” Itulah kata – kata yang mampu Chanyeol ucapkan, ia hanya ingin meminta maaf atas apa yang ia lakukan pada wanita itu, ia terduduk di depan pintu kamar hotelnya sendiri dan pikirannya terbang ke kejadiaan yang membuatnya terpuruk.

 

Malam itu, Chanyeol merayakan ulang tahunnya yang ke 24, ia begitu bahagia dengan adanya wanita yang paling ia cintai di sisinya,

“Chan-aa, apa yang kau inginkan?,” wanita itu bertanya.

“Tidak ada, aku hanya ingin menghabiskan malam ini denganmu,” Chanyeol menjawab dengan senyum cerah di wajahnya.

“Benarkah? seharunya aku memberimu hadiah,” Haera memberikan wajah sedihnya.

“Memangnya kenapa? aku tidak membutuhkan apapun,” Chanyeol kembali menjawab.

“Ah… Bagaimana dengan minuman kesukaanku? Aku sangat menginkannya saat ini,” Chanyeol menunjuk sebuah kedai minuman hangat di tengah musim dingin yang ada di sebenar jalan,

“Benarkah? Apa kau hanya mengingkan minuman itu?” Haera bertanya dengan nada bingung.

“Huh, sangat dingin, aku ingin sesuatu yang hangat,” Chanyeol memulai akting bodohnya.

“Aish, baiklah,” Wanita itu berjalan menuju tempat penyebrangan. 

Chanyeol memperhatikan gadis yang membeli minuman hangat di seberang jalan dengan senyum di wajahnya saat wanita itu menunggu lampu merah untuk menyala,

“Cepatlah, minumannya akan dingin,” Chanyeol menerikan Haera yang sepertinya juga khawatir jika minuman yang ia bawa akan dingin sebenar lagi.

“Cepatlah.. aku sudah kedinginan!” Chanyeol kembali mengayunkan tangannya agar Haera melihatnya kedinginan.

Tiba – tiba dering ponselnya bergetar keras dan Chanyeol menjawab telponnya dan memutar tubuhnya.

Tanpa Chanyeol ketahui Haera melangkahkan kakinya sebelum lampu merah menyala dan

BRUG!

Chanyeol berlari gontai menyaksikan tubuh wanita itu tergeletak di aspal dingin dengan lumuran darah di keningnnya.

 

“HAERA-YAAA!!!”

“Haera! Haera! apa kau mendengarku ?”

“Haera! jawab aku !”

tidak ada reaksi yang terlihat,

semuanya terlambat,

semuanya sudah berakhir,

Di hari ulang tahun laki – laki yang kini berumur 25 tahun itu.

 

“Hyung,” tiba – tiba suara Sehun terdengar membangunkan laki – laki itu dari mimpi gelapnya,

“Aku belum selesai berbicara,” Chanyeol mengeluh.

Sehun melepas nafas panjangnya,“Baiklah, aku hanya akan memberikanmu 2 batang lagi, jadi ku mohon, selesaikan apapun yang ingin kau katakan,” Sehun memberikan dua batang korek api dan meningalkan Chanyeol yang masih bersadar di depan kamar tidurnya.

Chanyeol memandang dua batang korek api itu dengan mata lesunya.

Tanpa basa – basi lagi, Chanyeol menyalakan korek api itu dengan cepat,

“Chan-aa, ada apa lagi?” Wanita itu muncul di samping Chanyeol dan bersandar di pundak laki – laki itu.

“Haera-ya, maafkan aku,” Chanyeol mengucap pelan.

“Memangnya apa yang kau perbuat? Aku bahagia di sini, Chan-aa, kau juga harus bahagia, dengan begitu aku bisa lebih tenang.”

Mata mereka berdua bertemu dan dengan sejuta perasaanya Chanyeol mengecup pelan bibir mungil Haera.

“Selamat tinggal, Chan-aa, aku mencintaimu”

– END –

 

One thought on “[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] A GIFT OF WISH – leehaera17

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s