[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] The Only One – butiranupill

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] The Only One – butiranupill
Chanyeol & OC || Romance, TeenFiction
Disclaimer: cerita ini murni dari pemikiran author, dan sedikit-sedikit terinspirasi dari sahabat author yang sedang mengalami jatuh cinta tapi memilih menjadi secret admirer. Semoga setelah membaca cerita tidak jelas ini, readers lebih bersemangat untuk mengejar apa yang patut diperjuangkan, misalnya UAS. Semangat menjalankan UAS bagi yang menjalankan.
-bu

Disaat seorang yeoja manis sedang melamun, seorang mendekat padanya, menghalangi pandangan dan ketika yeoja itu menengadah… Munculah wajah itu, wajah yang selama ini membuatnya tak ingin segera meninggalkan bangku SMA.

“Ya! Jung Ha Ki. Aku ingin berbicara kepadamu.”

“Ap..Apa yang ingin kau bicarakan?” katanya akhirnya, tentu dengan perjuangan keras mengumpulkan suaranya.

“Sebentar lagi kau lulus ya. Haha.” terjadi jeda sejenak. Akhirnya ia melanjutkan.

“Pasti… Tidak akan ada lagi yang mengikuti ku dari belakang. Tak akan ada lagi yang menungguku di parkiran. Dan tidak akan ada lagi yang melirikku secara diam-diam. Mungkin… Seterusnya aku akan merindukan orang itu. Aku harus terbiasa mulai sekarang. Fighting ne, kau harus berjuang.”

“Apa maksutmu Park Chanyeol ?” yeoja itu berkali-kali meyakinkan dirinya bahwa semua ini hanya mimpi.

“Aku sedang membicarakanmu. Aku sudah tahu. Bahkan dari awal.” Lagi-lagi terjadi hening diantara mereka berdua.

“Dan entah mengapa aku rasa aku akan kehilangan orang yang telah membuat hatiku jadi berdegup kecang setiap berada di dekatnya.”Namja itu bicara dengan senyum yang selalu terbit di bibirnya.

Ia itu tidak tahu, betapa yeoja yang sedang ditatapnya itu berusaha mati-matian menetralkan degup jantungnya.
Ingat, ini hanya MIMPI Jung Ha Ki, hanya mimpi. Ia terus merapalkan kalimat itu.

“Ya. Jung Ha Ki aku sedang berbicara padamu. Apa kau sakit?”

“Ani, tunggu dulu. K-kau.. Past-ti bercanda kan? Ini.. Ini pasti cuma mimpi”

“Molla. Apa kau berpikir begitu?”

“Ya.” ucapnya pelan hampir tak terdengar.

Diam-diam Park Chanyeol tersenyum melihat tingkah yeoja di depannya ini. Ia senang sekali menggodanya. Meskipun masih pertama kali ia melakukan ini. Ia ingin lebih sering lagi menggodanya. Ia menyodorkan sebungkus coklat. Namun Jung Ha Ki tetap bergeming. Dengan terpaksa Park Canyeol meraih tangan yeoja itu dan meletakkan coklat itu.
Jung Ha Ki terperanjat. Ia tak berani menatap mata Park Chanyeol.

“Bagaimana bisa? Ah.. Tidak. Terimakasih. Tapi ini.. Untuk ku?”

“Ani. Itu untuk temanmu, Lee Hyeri.” Ucap Chanyeol asal.

Dan.. Jleeb.. Hati Jung Ha Ki terasa dijatuhkan ke jurang terdalam.

“Ah.. Ne. Arasseo. Aku akan memberikan ini kepadanya.”

Namja itu melebarkan matanya.
“Yak. Kenapa kau lemot sekali. Itu untukmu noona. Oh iya kemarikan HP mu.”

Sementara Jung Ha Ki masih terus berfikir apakah ia akan memberikan HP nya pada namja ini atau tidak. Tak ambil pusing, Chanyeol langsung merebut HP itu dan sedikit menyunggingkan senyumnya ketika melihat wallpapernya, wajah itu tak asing, yap. Karna itu adalah wajahnya. Park Chanyeol sekarang yakin sekali ternyata yeoja ini benar-benar menaruh rasa padanya.

Namja itu tak pernah merasa sesenang ini sebelumnya. Ia merasa begitu bersyukur ada seseorang yang benar-benar menyayanginya begitu besar, meski tak pernah memberitahukan langsung kepadanya. Chanyeol malah merasa bangga kepada yeoja itu. Ia bisa diam dan selalu menyembunyikannya. Ia kagum terhadapnya. Dan itu juga yang membuatnya penasaran kepadanya. Dia adalah satunya-satunya orang yang bisa membuat penasaran.
*

Park Chanyeol
Hay noona, kau sedang sibuk?

Bagaimana bisa ia tahu id ku? Ahh iya di sekolah tadi ya. Mwoo??? Aku lupa mengganti walpaperku. Yak. Kau bodoh sekali Jung Ha Ki. Yeoja ini bingung sekali harus membalas apa. Akhirnya kata itu lah yang ia tuliskan.

Jung Ha Ki
Tidak.

Yak sekarang Chanyeol kecewa. Kenapa ia membalas singkat sekali.

Park Chanyeol
Ahh.. Itu, bagaimana coklatnya? Aku tahu kau suka coklat kan?

Jung Ha Ki
Bagaimana kau bisa tahu?

Park Chanyeol
Itu.. Rahasia. Kau penasaran ya?
Read
Yah. Cuma di read

Jung Ha Ki
Kau aneh. Apakah sesuatu terjadi padamu?

Park Chanyeol
Yak kau menyumpahiku?
Aku tahu kau memang suka coklat kan? Apalagi ice cream. Aku sekarang sudah tau. Hebat kan.

Mwooo? Bagaimana bisa? Ahh. Seperti nya aku harus segera bangun dari mimpi indahku ini.
Tapi nyatanya semua itu bukan mimpi, ini kenyataan. Dan Jung Ha Ki harus tahu, bahwa perasaannya saat ini mungkin bisa berbalas.

Park Chanyeol
Kita sama. Aku juga suka ice cream. Tapi yang paling aku suka adalah kau

Jung Ha Ki
Mwo? Apa kau meledekku? Ini sama sekali tak lucu

Park Chanyeol
Ahh. Apa kau baru saja mengakui kalau kau suka kepadaku?

Jung Ha Ki
Mwo? Kau sudah gila Park Chanyeol!!

Park Chanyeol
Iya, aku gila karenamu Jung Ha Ki

*

Pak Chanyeol tak menyerah, saat ini ia menuju deretan kelas 12 berniat untuk bertemu pujaan hatinya. Ia harus berjuang. Seperti yang pernah yeoja itu lakukan padanya. Namja itu yakin sekali, Jung Ha Ki masih memiliki rasa yang sama meski yeoja itu tak mau mengakuinya.

“Apa kau tak mau memberikan aku jawaban atas pernyataanku Noona?”

“Tidak. Apa kau tak paham juga?”
Yeoja itu memang senang. Senang karena ia tahu seseorang memiliki rasa yang sama dengannya. Namun disatu sisi, ia juga sedih karna sebentar lagi ia akan meninggalkan sekolah ini, otomatis ia akan jauh dari Park Chanyeol dan ia tak akan bisa jika harus menjalin hubungan jarak jauh.

“Jika yang kau permasalahkan hal itu, aku bisa menjamin. Jongmal. Aku tidak akan berpindah ke lain hati, asalkan kau juga begitu. Tapi terserah saja. Aku akan menunggumu sampai kau menerimaku.” kali ini Park Chanyeol berbicara dengan nada serius.

“Yak. Kau tak boleh begitu Park Chanyeol. Aku tak yakin apakah nanti akan sama perasaanku padamu. Masih banyak yang lebih baik, bukankah banyak yang mengejar-ngejarmu ?”

“Hmm ya. Tapi aku hanya tertarik padamu. Keputusanku sudah final. Aku akan tetap padamu. Tunggulah 2 tahun lagi, aku akan menyusulmu.” Park Chanyeol berkata serius tanpa keraguan. Ia tersenyum sangat tulus kepada yeoja yang duduk di depannya.

**

Dua tahun ternyata bukanlah waktu yang singkat seperti yang ia pikirkan. Selama dua tahun itu pula namja itu selalu mendatangi rumah seseorang. Namun hasilnya nihil. Entah kemana yeoja itu sekarang, yang pasti ia selalu saja berharap dan terus memperjuangkan orang itu. Mungkin perasaan lelah itu ada. Tapi tak pernah ia hiraukan. Ia tetap yakin bahwa penantiannya selama ini tak akan sia-sia.

Disaat ia akan beranjak pergi, ia menangkap sepasang mata yang tengah sak. Park Chanyeol tak mengenali orang itu,alisnya berkerut dan matanya memicing, tapi sejurus kemudian, sebuah senyuman terbit di bibirnya.

“Kenapa kau bisa ada di sini Park Chanyeol?” tanya orang itu.

“Sudah kubilang, meskipun jutaan manusia ada di disekitarku. Aku akan tetap memilihmu. Karna kau adalah satu-satunya bagiku. You’re the only one for me.”

-The end-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s