[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Still lonely after you left – wendaay21

1480545710504.jpg

|| Park Chan Yeol & Song Eun Byul || Sad || 15+ ||

Chanyeol baru saja pulang, ia duduk diatas kasur nyamannya sambil mengeluh. Tiba tiba ia ingin membuka account instagramnya saat masih sekolah dulu. Dia melihat lihat foto masa lalunya dan mendapatkan satu foto yang membuatnya mengingat masa lalunya. Ia melihat foto dirinya bersama Eun byul

-Throwback on-
Hari itu aku dan eunbyul pergi ketaman dan membeli ice cream. Lalu kami selca bersama, hari itu kami sangat bahagia karna hari itu adalah hari anniversary kami yang pertama.

“Chan apa kau mau?” eunbyul menyodorkan ice creamnya ke chan

“Haha tidak, aku kan juga punya” chan menunjukan ice creamnya

“Tapi kan rasanya berbeda! Kau harus coba chan, sebelum aku menghabiskannya” eunbyul menjilat ice creamnya lalu tersenyum

“Haha iya iya akan kucoba” chan memajukan tubuhnya dan mencium lembut bibir eunbyul, eunbyul hanya diam dan menatap chan

“Sudah eun aku sudah merasakannya, enak sekali!” chan tertawa karna melihat eunbyul yang tertunduk malu

“Aish kau ini chan… Aku kaget” kata eunbyul malu malu

“Hey haha muka mu merah!” chan memegang dagu eunbyul

“Aish pabbo!” eunbyul memalingkan wajahnya kearah lain dan kembali menjilati ice creamnya yang meleleh

“Heyyy jangan marah… Maaf eun” chan menaruh dagunya di bahu eunbyul dan dapat mencium wangi rambut eunbyul

“Tidak aku tidak ingin memaafkanmu”

“Hey ayolah…” chan mengeluh

“Tidak”

“Hmm” chan berdiri lalu berlutut didepan eunbyul

“Ayolah eun, aku janji tidak akan mengulanginya” chan memelas

“Hmmm” eunbyul hanya bergumam

“Aish ayolah eun aku tidak bisa didiamkan seperti ini olehmu” chan berdiri sambil mengacak acak rambutnya seperti orang yang frustasi

“Hehe iya iya aku maafkan” eunbyul berdiri lalu memeluk chan. Chan pun memeluk erat eunbyul dan seakan tak ingin kehilangan eunbyul

“Happy 1st anniversary eun, kuharap kita akan terus bersama dan bahagia selamanya” kata chan masih memeluk eunbyul dengan erat

“Iya chan ku harap kita juga akan selalu bersama. Sampai tangan Tuhanlah yang memisahkan kita. Dan kuharap disaat hari hari terakhirku bersamamu dan saat Tuhan akan mencabut nyawa ku, Tuhan akan memberikan kenangan indah untukmu yang akan selalu mengingatkanmu tentang diriku” kata eunbyul dan air matanya kini mengalir, chan melepaskan pelukannya dan menatap eunbyul lalu mengusap air mata eunbyul

“Hey jangan menangis, aku tak bisa melihatmu menangis. Aku sangat mencintaimu, aku tak tega jika melihatmu menangis. Jika kau menangis aku merasa gagal karna belum bisa membahagiakanmu, jadi kumohon jangan menangis. Setidaknya jangan didepanku” chan kembali memeluk eunbyul dengan erat

2 tahun kami bersama, hari itu 23 Desember, hari anniversary kami yang kedua. Saat istirahat tiba aku mencari eunbyul dikelasnya dengan hadiah untuknya namun katanya eunbyul tak masuk sekolah. Aku meneleponnya berkali kali namun ia tidak menjawab telponnya, tidak biasanya ia tidak menjawab teleponku dan tidak mengabariku. Aku pun bertekad akan menemuinya dirumahnya. Lalu saat aku sudah sampai didepan rumahnya, aku melihat ada ambulance sedang menurunkan sesosok tubuh dan itu adalah tubuh eunbyul karna aku dapat melihat wajahnya dengan jelas. Aku berlari masuk kerumahnya dan mendapati tubuh eunbyul kaku. Aku menangis sejadi jadinya.

“Eun eunbyul!” aku mengguncang tubuh eunbyul, eomma eunbyul memegang bahuku sambil menahan air matanya

“Sudahlah chan, jangan kau tangisi kepergiannya” appa eunbyul memegang bahuku dan menyuruhku duduk dikursi

“Ini minumlah” eomma eunbyul memberiku segelas air dan aku pun meminumnya, aku berusaha menenangkan diriku dan menanyakan kepada orang tua eunbyul apa yang terjadi sebenarnya pada eunbyul

“Ahjussi apa sebenarnya yang terjadi pada eunbyul? Kenapa ia pergi dengan tiba tiba?” aku berusaha tetap tegar dengan keadaan ini

“Sebenarnya kepergian eunbyul tidak tiba tiba. Ia memang sudah mempunyai penyakit Leukimia sejak kecil namun ia tidak ingin memberitahu mu dan teman temannya disekolah. Ia mau dia diperlakukan seperti orang biasa lainnya yang sehat tanpa penyakit walaupun sejujurnya ia merasakan kesakitan luar biasa saat di kemotraphy setiap bulannya” aku kaget atas apa yang diceritakan appanya eunbyul, kenapa eunbyul tidak menceritakan padaku kalau ia punya penyakit leukimia? Aku semakin menyesali perbuatanku dulu saat dia berlari lari mengejarku untuk mengambil buku diarynya yang kuambil dari tasnya, Aku benar benar menyesali kebodohanku waktu itu. Aku membenci diriku karna aku tidak bisa menjaga eunbyul, aku merasa aku sangat kacau hari ini atas kepergian eunbyul.

Setelah pemakaman eunbyul, eomma eunbyul memberikanku buku diary dan beberapa surat dari eunbyul.

“Kau sangat beruntung chan, karna disaat saat terakhirnya eunbyul sudah membuat beberapa surat untukmu, bahkan kami orang tuanya pun hanya mendapatkan satu surat dari dirinya. Ia menyampaikan bahwa kau harus membuka suratnya setiap tanggal 23 desember dihari anniversary kalian. Kami akan pulang duluan chan, kami harap kau tidak larut dalam kesedihan” kata orang tua eunbyul lalu menyerahkan buku diary dan surat surat dari eunbyul.

“Eun kenapa kau tega meninggalkanku?” chan duduk disamping pusara eunbyul sambil menangis. Hujan turun dengan derasnya seakan ikut merasakan kesedihan chan.

Chan pulang dari pemakaman dan duduk didalam kamarnya, ia mengeluarkan buku diary dan surat surat eunbyul dari dalam saku jas nya. Chan membuka buku diary eunbyul dan membacanya, disitu didalam diary eunbyul ditulis tentang perjalanan kisah eunbyul dan chan. Chan beralih dan melihat 3 surat dari eunbyul yang ada ditangannya. Surat pertama bertuliskan “Untuk chan di 2nd anniversary kita tanpa diriku” kris membuka amplop surat dan membaca suratnya

“Aku harap kau takan menerima surat ini chan, karna jika kau menerimanya kemungkinan aku telah tiada di dunia ini. Jika kau sudah menerima surat ini, aku hanya ingin meminta maaf padamu. Maaf karna aku tidak menceritakan tentang penyakit leukimiaku, maaf karna tidak bisa mengucapkan salam perpisahan. Maaf karna tidak bisa menemani hari harimu. Maaf karna tidak bisa membahagiakanmu. Kuharap kau tidak akan bersedih chan, kau tidak akan kehilanganku karna aku selalu ada dihatimu. Kau harus terus melanjutkan hidupmu tanpa diriku, kau juga harus lulus dan mendapatkan nilai yang bagus. Saranghae chan” -Eunbyul-

Chan menangis sejadi jadinya, ia merasa begitu kehilangan eunbyul.

“Eunbyul! Kenapa kau pergi meninggalkanku” chan berdiri sambil menangis dan memecahkan vas yang ada disampingnya, ia merasa frustasi dan sangat kehilangan eunbyul.

Chan melanjutkan hari harinya tanpa eunbyul, ia kini sudah naik ke kelas 3 dan belajar dengan giat. Ia sudah tak sabar untuk menunggu tanggal 23 desember disaat hari anniversary nya.

23 desember 3th anniversary

“Hai chan, bagaimana kabar mu? Kuharap kau baik baik saja disana. Oh ya kau sekarang kelas 3 kan? Hmm kau harus semangat belajar ya chan. Kau harus lulus dengan nilai yang tinggi. Oh ya ini tanggal 23 desember bukan? Kuharap kau sudah terbiasa tanpa kehadiranku disampingmu, hehe lagipula kau bilang aku ini terlalu cerewet bukan? Jadi bersenang senanglah disana karna sudah tidak ada aku yang selalu memarahimu dan mengocehimu sampai membuat kepalamu pusing. Aku berharap kau selalu bahagia chan” -Eunbyul-

-Throwback off-

Setelah aku membuka instagramku, aku baru menyadari bahwa hari ini tanggal 23 desember. Aku langsung mencari surat eunbyul dan membacanya

“Channn, hai apa kabar? Kuharap kau selalu sehat. Oh ya apa kau masih memikirkanku? Apa kau masih selalu menunggu tanggal 23 desember? Apa sekarang kau belum bisa melupakanku? Hari ini aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Chan dengarkanlah permintaanku untukmu, kumohon lupakanlah aku dan carilah pengganti ku. Kumohon chan, lepaskanlah aku. Lepaskan memori tentang kita. Kumohon…
-Eunbyul-

Chan menatap kosong ke jendela kamarnya

“Aku tak bisa berpaling darimu eun, kau adalah nafasku tanpamu aku tak akan bisa. Aku merasa kau selalu disisiku eun aku dapat merasakannya. Bagaimana mungkin kau menyuruhku mencari penggantimu padahal kau selalu bersamaku? Aku tidak bisa eun, aku mencintaimu. Aku merindukanmu eun…” chan pun menangis di atas kasurnya sambil memeluk surat dari eunbyul

-End-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s