[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Regret-faradibapnnw

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Regret-faradibapnnw
Chanyeol & OC || Romance, Sad || G

Main Cast :
-Kim Hyuri
-Park Chanyeol

Hembusan angin dari jendela kamar membuatku terbangun dari tidur nyenyak ku semalam. Kurenggangkan tubuhku sejenak, lalu meraih handphone yang ada di meja lampu tidur.

*trngggtringggtringgg*

“Panjang Umur!” Seruku sambil menekan tombol hijau dihp ku.

#OnThePhone

“Halo?”

“Ha..halo?” Jawabku gugup.

“Pagi”

“Pagi juga”

“Mm…kamu lagi apa?”

“Aku baru aja bangun, kamu gimana? Udah sarapan?”

“Ya dasar tukang tidur, udah dong. duh kok jadi canggung gini sih”

“Ngga tuh, kamu aja kali yang ngerasa”

“Hmm…mungkin karna kita…”

“Udah, gausah dibahas, kamu siap siap sana jadwal check up jam berapa?”

“Iya bawel jam 9”

“Semoga hasilnya ga ngecewain ya, kabarin aku kalo hasilnya udah keluar kamu jangan ada nutup nutupin lagi”

“Iya iya nggak”

“Chan…”

“Ya?”

“Aku sayang sama kamu”

“Hyu…jangan bikin aku takut”

“Cuma pengen bilang aja”

“Asal kamu tau aja, aku lebih sayang sama kamu, aku minta kamu jangan ninggalin aku lagi”

Aku terdiam sejenak memikirkan betapa egoisnya diriku dulu meninggalkannya sendiri saat sedang melawan rasa sakit yang ada di tubuhnya.

“Hyu…?”

“Ah? Iya iya nggak, yaudah aku mandi dulu ya mau ke kampus”

“Semangat ujiannya sayang”

“Yang harus semangat itu kamu oke?”

“Oke bos”

“Yaudah, sampai nanti”

Sesaat setelah kututup telfon dari Chanyeol, tanpa sadar air mata mengaliri pipiku. Aku selalu saja menyalahkan diri sendiri karena kebodohanku dulu, namun aku kembali berfikir mungkin aku hanya kecewa padanya saat dia menyembunyikan semuanya dariku, aku hanya tidak habis fikir dia membuat ku selalu menuntut hal yang membuatnya malah semakin sakit dan tanpa kusadari aku terlihat jahat didepannya.

Sampai suatu hari dia Pingsan dan akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit, betapa kagetnya diriku saat dokter menyatakan dia baru saja melakukan cuci darah karna penyakit gagal ginjal yang dia miliki beberapa bulan belakangan.

Saat itu aku marah besar dan tidak ingin melihatnya lagi, bukan…bukan karna aku tidak sudi memiliki pacar penyakitan aku hanya tidak bisa menerima diriku yang membuat penyakitnya semakin parah dan juga kenapa dia tidak jujur saja bukankah kita ini sedang berpacaran? Aku berhak tahu kan?

Selama hampir 2 bulan aku tidak menemuinya, dan pada akhirnya dia mendatangi apartement ku lalu menjelaskan semuanya. Di satu sisi aku bisa menerima kalau alasannya adalah tidak ingin membuat ku mengasihaninya dan membuatku merasa terbebani, namun bagaimana pun juga aku ini pacarnya jadi aku berhak tahu keadaannya. Setelah mengintrospeksi diri aku dan dia akhirnya saling memaafkan, aku juga berjanji tidak akan meninggalkannya lagi, aku tahu dia sangat membutuhkan semangat disaat seperti ini.

••••

Keesokan harinya…

ting nong ting nong

Aku lalu menuju kearah pintu dan membukanya…

Ternyata Chanyeol, dia langsung memelukku tanpa mengatakan apapun, pelukannya sangat lama dan itu membuatku merasa sangat nyaman, tidak biasanya.

“Kenapa?” Tanyaku.

“Kangen aja”

“Baru sehari lebay ah kamu hehehe, kalo gitu peluk aja terus sampe malem” candaku.

“Baiklah”

“Eh becanda, udah ah masuk dulu yuk”

Aku dan Chanyeol lalu masuk dan duduk berdua di sofa depan TV.

“Gimana hasilnya?”

“Mm…”

“Chan…”

“AKU SEMBUH SAYANG…Transplantasi nya berhasil kata dokter”

“KAMU SERIUS? Syukurlahhhh kalau begitu, jadi sekarang aku bisa nyiksa kamu lagi kan?” Ledekku.

“Hahahaha, silahkan tuan putri” Kata Chanyeol sambil mengecup keningku lama.

“Nginep sini ya” kataku.

“Oke. Tapi aku mau ngomong sesuatu”

“Ngomong aja”

“Besok aku harus balik ke Jepang lagi buat final check up”

“Lagi? Huh baru juga pulang dari sana, kalo gitu kenapa ga sampe proses nya selesai aja sih?”

“Kan cuma final check up sayang, lagian dokter nya baru nelfon eomma waktu kita udah sampai, jadinya aku nyempetin ketemu kamu dulu”

“Hmm yaudah, Chan maaf ya aku gabisa nemenin kamu”

“Gapapa sayang, ujian kamu lebih penting. Lagian aku cuma butuh doa sama support kamu doang”

Malam ini, Chanyeol menginap di apartement ku, terakhir kali dia menginap adalah minggu lalu saat kami memutuskan untuk balikan rasanya senang sekali bisa berada disisinya seperti sekarang.

••••
2 minggu kemudian

Setelah menunggu kabar dari Chanyeol yang tidak pernah menghubungiku sama sekali dan juga nomornya yang tidak aktif aku lalu mendapat 1 pesan.

From : Chanyeol❤
“Maaf kita harus putus, eomma ngejodohin aku dengan perempuan lain, jadi kamu gausah nyari aku lagi”

Aku tentu saja tidak habis fikir dengan apa yang dia katakan, setelah tidak ada kabar selama 2 minggu dia tiba tiba memutuskan ku dan dengan gampangnya mengatakan kalau dia dijodohkan dengan orang lain.

“Aku sangatttt membenci mu Park Chanyeol!!!” Teriakku frustasi.

••••

Setelah lulus Kuliah aku melanjutkan pekerjaanku di Jepang sekaligus ingin melupakan kenangan ku dengan Chanyeol, aku bekerja sebagai seorang ilustrator tidak berbeda jauh dengan jurusan ku saat kuliah aku sangat menyukai hal hal berbau fantasi.

Aku berjalan menuju stasiun, tiba tiba…

“Aww” Pekikku sembari memungut berkas kantorku yang terjatuh karna ditabrak oleh seseorang.

“Maaf…aku sedang terburu buru biar kubantu”

“Ah tidak pap…Nyonya Park?”

“Hyu…Hyuri?”

Ya, yang menabrakku tadi adalah eomma dari Chanyeol suatu kebetulan yang tidak kusangka sangka setelah apa yang dikatakan Chanyeol terakhir kali padaku, bisa dibilang aku sedikit marah padanya.

“Hyuriiii” katanya sambil memelukku erat, aku kebingungan.

“Nyonya Park, anda kenapa?”

“Maafkan aku, karena aku kamu pasti membenci Chanyeol”

“Maksud anda?”

“Chanyeol tidak dijodohkan sama siapapun, dan kalaupun dia menikah itu pasti sama kamu”

“Aku bingung sebenarnya ada apa?”

“Waktu itu aku yang mengirimkanmu pesan, itu adalah permintaan terakhir Chanyeol meskipun sangat berat untuk melakukannya karena aku yakin dia bisa sembuh, namun takdir berkata lain Tuhan ngambil Chanyeol Tuhan lebih sayang sama dia”

“Nyonya Park jangan membuatku semakin menjadi seperti orang bodoh”

“Dia bohong sama kamu, dia maksa aku pulangin dia ke Seoul supaya bisa ketemu sama kamu untuk yang terakhir kalinya sementara besok adalah jadwal operasinya”

“Jadi…jadi dia bohong kalau dia udah sembuh?”

Aku tidak tahu harus senang karena tahu bahwa Chanyeol tidak dijodohkan dengan orang lain atau sedih karena dia sudah tiada, yang jelas dingin di kota Tokyo seakan membuat air mataku membeku dan tak mau keluar lagi.

••••

“Park Chanyeol”

Saat ini aku berdiri didepan sebuah makam bertuliskan nama seseorang yang sangat kucintai.

“Kamu jahat Chan, kamu udah dua kali bohongin aku, kamu selalu bilang ke aku buat ga ninggalin kamu tapi kenapa sekarang kamu yang ninggalin aku?”

Sembari menangis terisak aku merasakan kepala ku serasa disentuh oleh tangan hangat.

“Aku ga pernah ninggalin kamu, Aku selalu ada dihatimu” Katanya

END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s